Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Ilham

564 views

Published on

maya

Published in: Spiritual
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Ilham

  1. 1. PENDAHULUANPENDAHULUAN HARAPAN MASA DEPAN BANGSA INDONESIA:HARAPAN MASA DEPAN BANGSA INDONESIA: - MEMPUNYAI GENERASI MUDA YANG MAMPU MENGHADAPI TANTANGAN, BERAKHLAK MULIA,- MEMPUNYAI GENERASI MUDA YANG MAMPU MENGHADAPI TANTANGAN, BERAKHLAK MULIA, MANDIRI, KREATIF, INOVATIF DAN PRODUKTIF.MANDIRI, KREATIF, INOVATIF DAN PRODUKTIF. LANGKAH YANG AKAN DITEMPUH :LANGKAH YANG AKAN DITEMPUH : - MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN, MELALUI PEMBELAJARAN YANG LEBIH AKTIF,- MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN, MELALUI PEMBELAJARAN YANG LEBIH AKTIF, KREATIF, EFEKTIF DAN MENYENANGKAN, AGAR TECIPTA DAN BERKEMBANG DAYA KREASI,KREATIF, EFEKTIF DAN MENYENANGKAN, AGAR TECIPTA DAN BERKEMBANG DAYA KREASI, INOVASI DAN EKSPERIMENTASI SISWA ATAU ANAK DIDIK YANG LOGIS, KRITIS DAN ILMIAH,INOVASI DAN EKSPERIMENTASI SISWA ATAU ANAK DIDIK YANG LOGIS, KRITIS DAN ILMIAH, SEHINGGA PADA GILIRANNYA ANAK DIDIK TERSEBUT MAMPU MENGHASILKAN KARYA ILMIAHSEHINGGA PADA GILIRANNYA ANAK DIDIK TERSEBUT MAMPU MENGHASILKAN KARYA ILMIAH DAN PENEMUAN-PENEMUAN BARU.DAN PENEMUAN-PENEMUAN BARU. - PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN SEJALAN DENGAN PENINGKATAN KUALITAS MANUSIA- PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN SEJALAN DENGAN PENINGKATAN KUALITAS MANUSIA INDONESIA SEUTUHNYA MELALUI OLAHJIWA, OLAHPIKIR (CIPTA & KARSA), OLAHRASA DANINDONESIA SEUTUHNYA MELALUI OLAHJIWA, OLAHPIKIR (CIPTA & KARSA), OLAHRASA DAN OLAHRAGAOLAHRAGA - PADA AKHIRNYA GENERASI MUDA INDONESIA MAMPU MEMPERKUAT TUBUH, MEMPERKAYA- PADA AKHIRNYA GENERASI MUDA INDONESIA MAMPU MEMPERKUAT TUBUH, MEMPERKAYA JIWA , SEKALIGUS MENDIDIK FIKIRAN, AGAR TERCIPTA RASA PERCAYA DIRI, KETERAMPILANJIWA , SEKALIGUS MENDIDIK FIKIRAN, AGAR TERCIPTA RASA PERCAYA DIRI, KETERAMPILAN BELAJAR, KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI DALAM LINGKUNGAN YANG MENYENANGKAN DANBELAJAR, KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI DALAM LINGKUNGAN YANG MENYENANGKAN DAN MENEMUKAN HASIL YANG TERBARU MELALUI PENELITIAN.MENEMUKAN HASIL YANG TERBARU MELALUI PENELITIAN.
  2. 2. LANDASAN , PRINSIP, KOMPONEN DANLANDASAN , PRINSIP, KOMPONEN DAN STRUKTUR KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)STRUKTUR KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) DEFINISI KURIKULUM :DEFINISI KURIKULUM : ADALAH SEPERANGKAT RENCANA DAN PENGATURAN MENGENAI TUJUAN,ADALAH SEPERANGKAT RENCANA DAN PENGATURAN MENGENAI TUJUAN, ISI DAN BAHAN PELAJARAN SERTA CARA YANG DIGUNAKAN SEBAGAIISI DAN BAHAN PELAJARAN SERTA CARA YANG DIGUNAKAN SEBAGAI PEDOMAN PENYELENGGARAAN KEGIATAN PEMBELAJARAN UNTUKPEDOMAN PENYELENGGARAAN KEGIATAN PEMBELAJARAN UNTUK MENCAPAI TUJUAN PENDIDIKAN TERTENTUMENCAPAI TUJUAN PENDIDIKAN TERTENTU LANDASAN KTSP :LANDASAN KTSP : - UNDANG-UNDANG RI. No. 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan NasionalUNDANG-UNDANG RI. No. 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional - Peraturan Pemerintah RI. No. 19 Thaun 2005, tentang Standar Nasional PendidikanPeraturan Pemerintah RI. No. 19 Thaun 2005, tentang Standar Nasional Pendidikan - Per. Men. Pendidikan Nasional No. 22 Tahun 2006, tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan DasarPer. Men. Pendidikan Nasional No. 22 Tahun 2006, tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Per. Men. No. 23 Tahun 2006, tentang Standar Kompotensidan Menengah. Per. Men. No. 23 Tahun 2006, tentang Standar Kompotensi - Panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP)Panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Contoh, Pasal 36 ayat (3) :Contoh, Pasal 36 ayat (3) : -- Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan RI. DenganKurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan RI. Dengan memperhatikan :memperhatikan : Peningkatan Iman & Takwa, Peningkatan Akhlak Mulia, Peningkatan Kecerdasan,Peningkatan Iman & Takwa, Peningkatan Akhlak Mulia, Peningkatan Kecerdasan, dan minat peserta didik, Keragaman Potensi Daerah dan lingkungan, Tuntutan Pembangunandan minat peserta didik, Keragaman Potensi Daerah dan lingkungan, Tuntutan Pembangunan daerah dan nasional, Tuntutan dunia kerja, Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dandaerah dan nasional, Tuntutan dunia kerja, Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, Agama, Dinamika perkembangan global, Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan.seni, Agama, Dinamika perkembangan global, Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. Pasal 37 ayat (1) :Pasal 37 ayat (1) : -- Kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat :Kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat : Pendidikan Agama, Kewarganegaraan, Bahasa, Matematika, IPA, IPS, Seni dan Budaya,Pendidikan Agama, Kewarganegaraan, Bahasa, Matematika, IPA, IPS, Seni dan Budaya, Pendidikan Jasmani dan Olahraga, Keterampilan / kejuruan, Muatan LokalPendidikan Jasmani dan Olahraga, Keterampilan / kejuruan, Muatan Lokal
  3. 3. PRINSIP KTSP :PRINSIP KTSP : - Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannyaBerpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya - Beragam dan terpaduBeragam dan terpadu - Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seniTanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni - Relevan dengan kebutuhan kehidupanRelevan dengan kebutuhan kehidupan - Menyeluruh dan berkesinambunganMenyeluruh dan berkesinambungan - Belajar sepanjang hayatBelajar sepanjang hayat - Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerahSeimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah Acuan Operasional :Acuan Operasional : - Peningkatan iman dan takwa serta akhlak muliaPeningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia - Peningkatan potensi, kecerdasan dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuanPeningkatan potensi, kecerdasan dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didikpeserta didik - Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkunganKeragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan - Tuntutan pembangunan daerah dan nasionalTuntutan pembangunan daerah dan nasional - Tuntutan dunia kerjaTuntutan dunia kerja - Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seniPerkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni - AgamaAgama - Dinamika perkembangan globalDinamika perkembangan global - Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaanPersatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan - Kondisi sosial budaya masyarakat setempatKondisi sosial budaya masyarakat setempat - Kesetaraan jenderKesetaraan jender - Karakteristik satuan pendidikanKarakteristik satuan pendidikan
  4. 4. KOMPONEN KTSP :KOMPONEN KTSP : 1. TUJUAN : -1. TUJUAN : - PENDIDIKAN DASAR ADALAH MELETAKKAN DASAR KECERDASAN, PENGETAHUAN,PENDIDIKAN DASAR ADALAH MELETAKKAN DASAR KECERDASAN, PENGETAHUAN, KEPRIBADIAN, AKHLAK MULIA, SERTA KETERAMPILAN UNTUK HIDUP MANDIRI DANKEPRIBADIAN, AKHLAK MULIA, SERTA KETERAMPILAN UNTUK HIDUP MANDIRI DAN MENGIKUTI PENDIDIKAN LANJUT.MENGIKUTI PENDIDIKAN LANJUT. - PENDIDIKAN MENENGAH / KEJURUAN ADALAH MENINGKATKAN KECERDASAN- PENDIDIKAN MENENGAH / KEJURUAN ADALAH MENINGKATKAN KECERDASAN PENGETAHUAN, KEPRIBADIAN, AKHLAK MULIA, SERTA KETRAMPILAN UNTUK HIDUPPENGETAHUAN, KEPRIBADIAN, AKHLAK MULIA, SERTA KETRAMPILAN UNTUK HIDUP MANDIRI DAN MENGIKUTI PENDIDIKAN LEBIH LANJUT / SESUAI DENGANMANDIRI DAN MENGIKUTI PENDIDIKAN LEBIH LANJUT / SESUAI DENGAN KEJURUANNYAKEJURUANNYA 2. STRUKTUR DAN MUATAN :2. STRUKTUR DAN MUATAN : -- KELOMPOK MATA PELAJARAN AGAMA DAN AKHLAK MULIA, KEWARGANEGARAAN DANKELOMPOK MATA PELAJARAN AGAMA DAN AKHLAK MULIA, KEWARGANEGARAAN DAN KEPRIBADIAN, ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI, ESTETIKA, JASMANI, OLAHRAGA DANKEPRIBADIAN, ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI, ESTETIKA, JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN.KESEHATAN. - MUATAN KTSP MELIPUTI SEJUMLAH PELAJARAN YANG LUASAN DAN KEDALAMANNYA- MUATAN KTSP MELIPUTI SEJUMLAH PELAJARAN YANG LUASAN DAN KEDALAMANNYA MERUPAKAN BEBAN BELAJAR BAGI PESERTA DIDIK PADA SATUAN PENDIDIKAN,MERUPAKAN BEBAN BELAJAR BAGI PESERTA DIDIK PADA SATUAN PENDIDIKAN, DISAMPING ITU JUGA ADA MATERI MUATAN LOKAL DAN KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRIDISAMPING ITU JUGA ADA MATERI MUATAN LOKAL DAN KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI 3. KALENDER PENDIDIKAN :3. KALENDER PENDIDIKAN : -- SATUAN PENDIDIKAN DAPAT MENYUSUN KALENDER PENDIDIKAN SESUAI DENGANSATUAN PENDIDIKAN DAPAT MENYUSUN KALENDER PENDIDIKAN SESUAI DENGAN KEBUTUHAN DAERAH, KARAKTERISTIK SEKOLAH, KEBUTUHAN PESERTA DIDIK DANKEBUTUHAN DAERAH, KARAKTERISTIK SEKOLAH, KEBUTUHAN PESERTA DIDIK DAN MASYARAKATMASYARAKAT 4. SILABUS DAN RENCANA PELAKSANAAN PENGAJARAN (RPP)4. SILABUS DAN RENCANA PELAKSANAAN PENGAJARAN (RPP) -- SILABUS MERUPAKAN PENJABARAN STANDAR KOMPOTENSI DAN KOMPOTENSI DASAR KESILABUS MERUPAKAN PENJABARAN STANDAR KOMPOTENSI DAN KOMPOTENSI DASAR KE DALAM MATERI POKOK, KEGIATAN PEMBELAJARAN, DAN INDIKATOR PENCAPAIANDALAM MATERI POKOK, KEGIATAN PEMBELAJARAN, DAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI UNTUK PENILAIANKOMPETENSI UNTUK PENILAIAN
  5. 5. STRUKTUR KTSP :STRUKTUR KTSP : SECARA DOKUMENTATIF, KOMPONEN KTSP DIKEMAS DALAM DUA DOKUMEN :SECARA DOKUMENTATIF, KOMPONEN KTSP DIKEMAS DALAM DUA DOKUMEN : 1.1. DOKUMEN I MEMUAT ACUAN PENGEMBANGAN KTSP, TUJUAN PENDIDIKAN STRUKTUR DANDOKUMEN I MEMUAT ACUAN PENGEMBANGAN KTSP, TUJUAN PENDIDIKAN STRUKTUR DAN MUATAN KTSP, SERTA KALENDER (JADUAL) PENDIDIKANMUATAN KTSP, SERTA KALENDER (JADUAL) PENDIDIKAN 2.2. DOKUMEN II MEMUAT SILABUS YANG DIKEMBANGKAN PUSAT DAN SEKOLAHDOKUMEN II MEMUAT SILABUS YANG DIKEMBANGKAN PUSAT DAN SEKOLAH SILABUS DEFINISINYA :SILABUS DEFINISINYA : ADALAH RENCANA PEMBELAJARAN PADA SUATU DAN / ATAUADALAH RENCANA PEMBELAJARAN PADA SUATU DAN / ATAU KELOMPOK MATA PELAJARAN/TEMA TERTENTU YANG MENCAKUP STANDAR KOMPETENSI,KELOMPOK MATA PELAJARAN/TEMA TERTENTU YANG MENCAKUP STANDAR KOMPETENSI, KOMPETENSI DASAR, MATERI POKOK PEMBELAJARAN, KEGIATAN PEMBELAJARAN, INDIKATORKOMPETENSI DASAR, MATERI POKOK PEMBELAJARAN, KEGIATAN PEMBELAJARAN, INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI UNTUK PENILAIAN, ALOKASI WAKTU DAN SUMBER BELAJAR.PENCAPAIAN KOMPETENSI UNTUK PENILAIAN, ALOKASI WAKTU DAN SUMBER BELAJAR. MANFAAT SILABUSMANFAAT SILABUS :: SEBAGAI PEDOMAN DALAM PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN LEBIHSEBAGAI PEDOMAN DALAM PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN LEBIH LANJUT, SEPERTI PEMBUATAN RENCANA, PENGELOLAAN KEGIATAN PEMBELAJARAN DANLANJUT, SEPERTI PEMBUATAN RENCANA, PENGELOLAAN KEGIATAN PEMBELAJARAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM PENILAIAN.PENGEMBANGAN SISTEM PENILAIAN. YANG MENGEMBANGKAN SILABUS :YANG MENGEMBANGKAN SILABUS : - GURU KELAS / MATA PELAJARANGURU KELAS / MATA PELAJARAN - KELOMPOK GURU KELAS / MATA PELAJARANKELOMPOK GURU KELAS / MATA PELAJARAN - KELOMPOK KERJA GURU, ATAUKELOMPOK KERJA GURU, ATAU - DINAS PENDIDIKANDINAS PENDIDIKAN
  6. 6. PRINSIP PENGEMBANGAN SILABUS :PRINSIP PENGEMBANGAN SILABUS : SILABUS MERUPAKAN SALAH SATU PRODUK PENGEMBANGAN KURIKULUM DAN PEMBELAJARANSILABUS MERUPAKAN SALAH SATU PRODUK PENGEMBANGAN KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN YANG BERISIKAN GARIS-GARIS BESAR MATERI PEMBELAJARAN. PRINSIP PENGEMBANGANNYAYANG BERISIKAN GARIS-GARIS BESAR MATERI PEMBELAJARAN. PRINSIP PENGEMBANGANNYA ADALAH ILMIAH, RELEVAN, SISTEMATIS, KONSISTEN, MEMADAI, AKTUAL DAN KONTEKSTUAL,ADALAH ILMIAH, RELEVAN, SISTEMATIS, KONSISTEN, MEMADAI, AKTUAL DAN KONTEKSTUAL, FLEKSIBEL DAN MENYELURUH.FLEKSIBEL DAN MENYELURUH. LANGKAH TEKNIS PENGEMBANGAN SILABUS :LANGKAH TEKNIS PENGEMBANGAN SILABUS : - MENGKAJI STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASARMENGKAJI STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR - MENGIDENTIFIKASI MATERI POKOKMENGIDENTIFIKASI MATERI POKOK - MENGEMBANGKAN PENGALAMAN BELAJARMENGEMBANGKAN PENGALAMAN BELAJAR - MERUMUSKAN INDIKATOR KEBERHASILAN BELAJARMERUMUSKAN INDIKATOR KEBERHASILAN BELAJAR - MENENTUKAN JENIS PENILAIANMENENTUKAN JENIS PENILAIAN - MENENTUKAN ALOKASI WAKTUMENENTUKAN ALOKASI WAKTU - MENENTUKAN SUMBER BELAJARMENENTUKAN SUMBER BELAJAR KOMPONEN SILABUS MELIPUTI :KOMPONEN SILABUS MELIPUTI : - KOMPONEN IDENTIFIKASIKOMPONEN IDENTIFIKASI - MATERI POKOK- MATERI POKOK - STANDAR KOMPETENSISTANDAR KOMPETENSI - PENGALAMAN BELAJAR- PENGALAMAN BELAJAR - KOMPOTENSI DASARKOMPOTENSI DASAR - INDIKATOR- INDIKATOR - PENILAIANPENILAIAN - ALOKASI WAKTU, DAN- ALOKASI WAKTU, DAN - SUMBER / BAHAN / ALATSUMBER / BAHAN / ALAT
  7. 7. PRINSIP BELAJAR-MENGAJAR DALAM KTSP :PRINSIP BELAJAR-MENGAJAR DALAM KTSP : - KEGIATANNYA BERPUSAT PADA SISWAKEGIATANNYA BERPUSAT PADA SISWA - BELAJAR MELALUI BERBUAT (BELAJAR MELALUI BERBUAT ( Belajar yang sukses lahir dari mengerjakannya)Belajar yang sukses lahir dari mengerjakannya) - MENGEMBANGKAN KECERDASAN INTELEKTUAL, EMOSIONAL, SPRITUAL DAN SOSIALMENGEMBANGKAN KECERDASAN INTELEKTUAL, EMOSIONAL, SPRITUAL DAN SOSIAL - BELAJAR SEPANJANG HAYATBELAJAR SEPANJANG HAYAT - BELAJAR MANDIRI DAN BELAJAR BEKERJA SAMABELAJAR MANDIRI DAN BELAJAR BEKERJA SAMA MAKNA PROSES BELAJAR-MENGAJAR DALAM KTSP, ADALAH :MAKNA PROSES BELAJAR-MENGAJAR DALAM KTSP, ADALAH : UNTUK PENGEMBANGAN POTENSI SISWA, BUKAN SEBAGAI PUSAT PEMBERITAHUANUNTUK PENGEMBANGAN POTENSI SISWA, BUKAN SEBAGAI PUSAT PEMBERITAHUAN - PENGEMBANGAN POTENSI SISWA ADALAH : MEMBANGUN GAGASAN DALAM PROSESPENGEMBANGAN POTENSI SISWA ADALAH : MEMBANGUN GAGASAN DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DENGAN MENCIPTAKAN SUASANA BERFIKIR, MEMANCING UNGKAPANBELAJAR MENGAJAR DENGAN MENCIPTAKAN SUASANA BERFIKIR, MEMANCING UNGKAPAN GAGASAN, MENTOLELIR TERJADINYA KESALAHAN DAN MEMPERTANYAKAN GAGASANGAGASAN, MENTOLELIR TERJADINYA KESALAHAN DAN MEMPERTANYAKAN GAGASAN - PUSAT PEMBERITAHUAN DALAM PROSES BELAJAR-MENGAJAR ADALAH MENUANGKAN,PUSAT PEMBERITAHUAN DALAM PROSES BELAJAR-MENGAJAR ADALAH MENUANGKAN, MENGINFORMASIKAN DAN MEMBERITAHUKAN GAGASAN, SERTA TIDAK TOLERANMENGINFORMASIKAN DAN MEMBERITAHUKAN GAGASAN, SERTA TIDAK TOLERAN TERHADAP KESALAHANTERHADAP KESALAHAN PROSES BELAJAR-MENGAJAR HARUS BERCIRIKAN :PROSES BELAJAR-MENGAJAR HARUS BERCIRIKAN : - MENGALAMI DAN EKSPLORASI (Melibatkan panca indra)MENGALAMI DAN EKSPLORASI (Melibatkan panca indra) - INTERAKSI (“Siapa yang menjelaskan, sesungguhnya ia belajar”)INTERAKSI (“Siapa yang menjelaskan, sesungguhnya ia belajar”) - KOMUNIKASI (Dialog dua arah atau berbagai arah terjadi dengan dinamis)KOMUNIKASI (Dialog dua arah atau berbagai arah terjadi dengan dinamis) - REFLEKSI (terlatih menilai diri sendiri baik pikiran maupun tindakan)REFLEKSI (terlatih menilai diri sendiri baik pikiran maupun tindakan)
  8. 8. CARA PENGELOLAAN BAHAN PELAJARANCARA PENGELOLAAN BAHAN PELAJARAN :: GURU / PENGAJAR PERLU MERENCANAKAN TUGAS DAN ALAT BELAJAR YANGGURU / PENGAJAR PERLU MERENCANAKAN TUGAS DAN ALAT BELAJAR YANG MENANTANG ARTINYA MENYEDIAKAN BEBERAPA PERTANYAAN YANG MENDORONGMENANTANG ARTINYA MENYEDIAKAN BEBERAPA PERTANYAAN YANG MENDORONG SISWA BERNALAR ATAU MELAKUKAN KEGIATAN ILMIAH, PEMBERIAN UMPAN BALIKSISWA BERNALAR ATAU MELAKUKAN KEGIATAN ILMIAH, PEMBERIAN UMPAN BALIK YANG BERMAKNA DAN MENYEDIAKAN PROGRAM PENILAIAN YANG MEMUNGKINKANYANG BERMAKNA DAN MENYEDIAKAN PROGRAM PENILAIAN YANG MEMUNGKINKAN SEMUA SISWA MAMPU UNJUK KEMAMPUAN / MENDEMONSTRASIKAN KINERJA SEBAGAISEMUA SISWA MAMPU UNJUK KEMAMPUAN / MENDEMONSTRASIKAN KINERJA SEBAGAI HASIL BELAJARHASIL BELAJAR.. CARA PENGELOLAAN PERILAKU MENGAJARCARA PENGELOLAAN PERILAKU MENGAJAR :: ““ Jika perasaan tertekan, maka kerja otak tidak akan optimal. Otak dibajak secaraJika perasaan tertekan, maka kerja otak tidak akan optimal. Otak dibajak secara emosional”emosional” DALAM PROSES BELAJAR-MENGAJAR, HAL YANG PALING HARUS DIJAGA ADALAH PERILAKUDALAM PROSES BELAJAR-MENGAJAR, HAL YANG PALING HARUS DIJAGA ADALAH PERILAKU UNTUK TIDAK MENGGANGGU EMOSI ATAU PERASAAN SISWA ATAU ANAK DIDIK.UNTUK TIDAK MENGGANGGU EMOSI ATAU PERASAAN SISWA ATAU ANAK DIDIK. PERASAAN TERSINGGUNG, TERHINA, TERANCAM, MERASA DISEPELEKAN MERUPAKAN CONTOHPERASAAN TERSINGGUNG, TERHINA, TERANCAM, MERASA DISEPELEKAN MERUPAKAN CONTOH PERASAAN YANG AKAN MENGGANGGU KERJA OTAK DARI SISWA. UNTUK SISWA SEBAIKNYA :PERASAAN YANG AKAN MENGGANGGU KERJA OTAK DARI SISWA. UNTUK SISWA SEBAIKNYA : DIPAHAMI, DIHARGAI, DICINTAI, MERASA BERNILAI DAN MERASA AMAN. PERILAKU GURUDIPAHAMI, DIHARGAI, DICINTAI, MERASA BERNILAI DAN MERASA AMAN. PERILAKU GURU SEBAIKNYA MENDENGARKAN SISWA, MENGHARGAI SISWA, MENGEMBANGKAN RASA PERCAYASEBAIKNYA MENDENGARKAN SISWA, MENGHARGAI SISWA, MENGEMBANGKAN RASA PERCAYA DIRI, MEMBERIKAN TANTANGAN YANG MASUK AKAL DAN MENCIPTAKAN SUASANA TIDAKDIRI, MEMBERIKAN TANTANGAN YANG MASUK AKAL DAN MENCIPTAKAN SUASANA TIDAK TAKUT SALAH / GAGAL PADA DIRI SISWA.TAKUT SALAH / GAGAL PADA DIRI SISWA.
  9. 9. KONSEP PENGENALAN DIRIKONSEP PENGENALAN DIRI MANUSIA JASMANI & ROHANI JASMANI → JAZAD → JANTUNG ROHANI → RUH (HATI NURANI) QALBU, HAYAT, HAWA CIPTA, RASA & KARSA TUBUH HAWA - NAFSU QALBU (HATI NURANI) : KESADARAN, PERASAAN, KECERDASAN, IMAN DAN KEMAUAN SPRITUAL PARADIGMA ( VISI DAN NILAI ): MATERIALISTIK ( DIRI ), KEHIDUPAN (SEKULER) DAN SPRITUAL MATERIALISTIK DAN SEKULER MENDAPAT KENIKMATAN SESAAT (HEDONISME) PEMBAHARUAN DIRI : -FISIK : OLAHRAGA, NUTRISI & MANAJEMEN STRESS - MENTAL : MEMBACA, VISUALISASI, PERENCANAAN & MENULIS - AGAMA : NILAI, KOMITMEN, STUDI, MEDITASI/SHOLAT -SOSIAL / EMOSIONAL : PELAYANAN, EMPATI, SINERGI, RASA AMAN 8 KEBIASAN YANG SANGAT EFEKTIF : - VISI PRIBADI : JADILAH PROAKTIF - KEPEMIMPINAN : MERUJUK TUJUAN AKHIR - MANAJEMEN :DAHULUKAN YANG UTAMA - KEPEM.ANTAR PRIBADI : BERFIKIR MENANG - KOMUNIKAIS EMPATI : BERUSAHA MENGERTI DAHULU BARU DIMENGERTI - KERJASAM KREATIF : WUJUDKAN SINERGI - PEMBARUAN DIRI YANG SEIMBANG : MEMPERTAJAM JASMANI DAN ROHANI - DENGARKAN KATA HATI AMMARAH, LAWWAMAH, MUTHMA’INNAH SYAHWAT BATHNI (MAKAN MINUM), FARJI (LOBIDO), KALAM (BICARA), NAWM (TIDUR MALAS) NASIB, KARAKTER, KEBIASAAN
  10. 10. DINAMIKA SISWA DALAM BELAJARDINAMIKA SISWA DALAM BELAJAR EVALUASIEVALUASI TINGGITINGGI SINTESISSINTESIS ANALISISANALISIS RENDAHRENDAH PENERAPANPENERAPAN PEMAHAMANPEMAHAMAN PENGETAHUANPENGETAHUAN KEMAMPUAN MENGETAHUI ATAU MENGINGAT ISTILAH, FAKTA, ATURAN, URUTAN, METODE DAN SEBAGAINYA KEMAMPUAN MENYUSUN / MEMBENTUK SUATU POLA BARU, SEPERTI KARANGAN, RENCANA, DLL KEMAMPUAN MENILAI BERDASARKAN NORMA / KRITERIA TERTENTU KEMAMPUAN MEMISAHKAN DAN MEMBEDA- KAN, SEPERTI MERINCI BAGIAN-BAGIAN, HUBUNGAN ANTARA DAN SEBAGAINYA KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH, MEMBUAT BAGAN, MENGGUNAKAN KONSEP, KAIDAH PRINSIP METODE DAN SEBAGAINYA KEMAMPUAN MENERJEMAHKAN, MENAFSIRKAN, MEMPERKIRAKAN, MEMAHAMI ISI POKOK, MENGARTIKAN TABEL DAN SEBAGAINYA HIRARKI JENIS PERILAKU DAN KEMAMPUAN INTERNAL (KOGNITIF)
  11. 11. DINAMIKA SISWA DALAM BELAJARDINAMIKA SISWA DALAM BELAJAR PEMBENTUKAN POLA HIDUPPEMBENTUKAN POLA HIDUP TINGGITINGGI ORGANISASIORGANISASI PENILAIAN DANPENILAIAN DAN PENENTUAN SIKAPPENENTUAN SIKAP RENDAHRENDAH PARTISIPASIPARTISIPASI PENERIMAANPENERIMAAN KEMAMPUAN MENJADI PEKA TENTANG SESUATU HAL DAN MENERIMA APA ADANYA KEMAMPUAN MENGHAYATI NILAI SEHINGGA MENJADI PEGANGAN HIDUP KEMAMPUAN MEMBENTUK SISTEM NILAI SEBAGAI PEDOMAN HIDUP KEMAMPUAN MEMBERI NILAI DAN MENENTUKAN SIKAP KERELAAN MEMPERHATIKAN DAN BERPARTISIPASI DALAM SUATU KEGIATAN HIRARKI JENIS PERILAKU DAN KEMAMPUAN AFEKTIF
  12. 12. DINAMIKA SISWA DALAM BELAJARDINAMIKA SISWA DALAM BELAJAR KREATIVITASKREATIVITAS PENYESUAIANPENYESUAIAN GERAKAN KOMPLEKSGERAKAN KOMPLEKS GERAKAN TERBIASAGERAKAN TERBIASA GERAKAN TERBIMBINGGERAKAN TERBIMBING KESIAPANKESIAPAN PERSEPSIPERSEPSI KEMAMPUAN MEMILAH-MILAH DAN KEPEKAAN TERHADAP BERBAGAI HAL KEMAMPUAN MENGUBAH DAN MENGATUR KEMBALI KEMAMPUAN MENCIPTAKAN POLA BARU BERKETRAMPILAN YANG BERPEGANG PADA POLA KEMAMPUAN MENIRU CONTOH KEMAMPUAN BERSIAP DIRI SECARA FISIK HIRARKI JENIS PERILAKU DAN KEMAMPUAN PSIKOMOTORIK BERKETRAMPILAN LUWES, LANCAR, GESIT DAN LINCAH TINGGI RENDAH
  13. 13. PRINSIP – PRINSIP BELAJAR :PRINSIP – PRINSIP BELAJAR : 1.1. PERHATIAN DAN MOTIVASI :PERHATIAN DAN MOTIVASI : PERHATIAN ADALAH DAYA TARIK SESEORANG UNTUK MENGETAHUI SESUATU YANG BELUMPERHATIAN ADALAH DAYA TARIK SESEORANG UNTUK MENGETAHUI SESUATU YANG BELUM DIKETAHUINYA, SEDANGKAN MOTIVASI ADALAH TENAGA YANG MENGGERAKKAN DANDIKETAHUINYA, SEDANGKAN MOTIVASI ADALAH TENAGA YANG MENGGERAKKAN DAN MENGARAHKAN AKTIVITAS SESEORANG.MENGARAHKAN AKTIVITAS SESEORANG. 2.2. KEAKTIFAN :KEAKTIFAN : BERANEKA RAGAM BENTUKNYA, MULAI DARI KEGIATAN FISIK YANG MUDAHBERANEKA RAGAM BENTUKNYA, MULAI DARI KEGIATAN FISIK YANG MUDAH DIAMATI SAMPAI KEGIATAN PSIKIS YANG SUSAH DIAMATIDIAMATI SAMPAI KEGIATAN PSIKIS YANG SUSAH DIAMATI 3.3. KETERLIBATAN LANGSUNG :KETERLIBATAN LANGSUNG : BELAJAR SEBAIKNYA DIALAMI MELALUI PERBUATANBELAJAR SEBAIKNYA DIALAMI MELALUI PERBUATAN LANGSUNG. KETERLIBATAN SISWA DALAM BELAJAR BUKAN FISIK SEMATA, AKAN TETAPILANGSUNG. KETERLIBATAN SISWA DALAM BELAJAR BUKAN FISIK SEMATA, AKAN TETAPI KETERLIBATAN MENTAL EMOSIONAL MERUPAKAN HAL YANG UTAMAKETERLIBATAN MENTAL EMOSIONAL MERUPAKAN HAL YANG UTAMA 4.4. PENGULANGAN :PENGULANGAN : DENGAN MENGADAKAN PENGULANGAN, MAKA DAYA MENGAMATI,DENGAN MENGADAKAN PENGULANGAN, MAKA DAYA MENGAMATI, MENANGGAPI, MENGINGAT, MENGKHAYAL, MERASAKAN, BERFIKIR DAN SEBAGAINYA AKANMENANGGAPI, MENGINGAT, MENGKHAYAL, MERASAKAN, BERFIKIR DAN SEBAGAINYA AKAN BERKEMBANG DAN SEMAKIN SEMPURNABERKEMBANG DAN SEMAKIN SEMPURNA 5.5. TANTANGAN :TANTANGAN : MEMBERIKAN MOTIVASI UNTUK LEBIH GIAT DAN BERSEMANGAT BELAJARMEMBERIKAN MOTIVASI UNTUK LEBIH GIAT DAN BERSEMANGAT BELAJAR 6.6. BALIKAN DAN PENGUATAN :BALIKAN DAN PENGUATAN : HASIL YANG BAIK MERUPAKAN BALIKAN YANGHASIL YANG BAIK MERUPAKAN BALIKAN YANG MENYENANGKAN DAN PENGUTAN POSITIF MAUPUN NEGATIF DAPAT MEMPERKUATMENYENANGKAN DAN PENGUTAN POSITIF MAUPUN NEGATIF DAPAT MEMPERKUAT BELAJARBELAJAR 7.7. PERBEDAAN INDIVIDUAL :PERBEDAAN INDIVIDUAL : SISWA MERUPAKAN INDIVIDUAL YANG UNIK ARTINYA TIDAK ADASISWA MERUPAKAN INDIVIDUAL YANG UNIK ARTINYA TIDAK ADA DUA ORANG SISWA YANG SAMA PERSIS, PERBEDAAN ITU TERDAPAT PADA KARAKTERISTIKDUA ORANG SISWA YANG SAMA PERSIS, PERBEDAAN ITU TERDAPAT PADA KARAKTERISTIK PSIKIS, KEPRIBADIAN DAN SIFAT-SIFATNYA.PSIKIS, KEPRIBADIAN DAN SIFAT-SIFATNYA.
  14. 14. MOTIVASI SISWA DALAM BELAJAR :MOTIVASI SISWA DALAM BELAJAR : PERAN SEORANG GURU DALAM PROSES BELAJAR-MENGAJAR SANGAT DIBUTUHKAN KHUSUSNYAPERAN SEORANG GURU DALAM PROSES BELAJAR-MENGAJAR SANGAT DIBUTUHKAN KHUSUSNYA DALAM MEMOTIVASI SISWA / ANAK DIDIK. MENURUT BIGGS DAN TELFER (1987 : 96-117) MOTIVASIDALAM MEMOTIVASI SISWA / ANAK DIDIK. MENURUT BIGGS DAN TELFER (1987 : 96-117) MOTIVASI BELAJAR SISWA TERBAGI DALAM 4 GOLONGAN YAITU :BELAJAR SISWA TERBAGI DALAM 4 GOLONGAN YAITU : - MOTIVASI INSTRUMENTALMOTIVASI INSTRUMENTAL BERARTI SISWA BELAJAR KARENA DIDORONG OLEH ADANYABERARTI SISWA BELAJAR KARENA DIDORONG OLEH ADANYA HADIAH ATAU MENGHINDARI HUKUMAN.HADIAH ATAU MENGHINDARI HUKUMAN. - MOTIVASI SOSIALMOTIVASI SOSIAL BERARTI SISWA BELAJAR UNTUK PENYELENGGARAAN TUGAS, DALAM HALBERARTI SISWA BELAJAR UNTUK PENYELENGGARAAN TUGAS, DALAM HAL INI KETERLIBATAN SISWA PADA TUGAS MENONJOLINI KETERLIBATAN SISWA PADA TUGAS MENONJOL - MOTIVASI INTRINSIKMOTIVASI INTRINSIK BERARTI BAHWA BELAJAR KARENA KEINGINANNYA SENDIRIBERARTI BAHWA BELAJAR KARENA KEINGINANNYA SENDIRI - MOTIVASI BERPRESTASIMOTIVASI BERPRESTASI DAPAT DIBEDAKAN MENJADI DUA YAITU MOTIVASI BERPRESTASIDAPAT DIBEDAKAN MENJADI DUA YAITU MOTIVASI BERPRESTASI TINGGI DAN RENDAH.TINGGI DAN RENDAH. MOTIVASI INSTRUMENTAL DAN SOSIAL MERUPAKAN KONDISI EKSTERNAL, SEDANGKAN MOTIVASIMOTIVASI INSTRUMENTAL DAN SOSIAL MERUPAKAN KONDISI EKSTERNAL, SEDANGKAN MOTIVASI INTRINSIK DAN BERPRESTASI MERUPAKAN KONDISI INTERNALINTRINSIK DAN BERPRESTASI MERUPAKAN KONDISI INTERNAL DINAMIKA GURU / PENDIDIK DALAM KEGIATAN PEMBELAJARANDINAMIKA GURU / PENDIDIK DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN MOTIVASI BELAJAR SISWA ADA YANG DAPAT DIPERKUAT DENGAN CARA PEMBELAJARAN DANMOTIVASI BELAJAR SISWA ADA YANG DAPAT DIPERKUAT DENGAN CARA PEMBELAJARAN DAN HAL INI SANGAT TERGANTUNG PADA DINAMIKA GURU SEBAGAI PENDIDIK, UNTUK KONDISIHAL INI SANGAT TERGANTUNG PADA DINAMIKA GURU SEBAGAI PENDIDIK, UNTUK KONDISI EKSTERNAL YANG PENTING DALAM PROSES BELAJAR ADALAH :EKSTERNAL YANG PENTING DALAM PROSES BELAJAR ADALAH : BAHAN BELAJARBAHAN BELAJAR DAPATDAPAT BERUJUD BENDA DAN ISI PENDIDIKAN,BERUJUD BENDA DAN ISI PENDIDIKAN, SUASANA BELAJARSUASANA BELAJAR (KONDISI GEDUNG, TATARUANG DAN(KONDISI GEDUNG, TATARUANG DAN ALAT LAINNYA),ALAT LAINNYA), MEDIA DAN SUMBER BELAJARMEDIA DAN SUMBER BELAJAR (KEBUN BIBIT, BINATANG, MUSEUM, DLL.),(KEBUN BIBIT, BINATANG, MUSEUM, DLL.), GURUGURU SEBAGAI SUBYEK PEMBELAJARSEBAGAI SUBYEK PEMBELAJAR (BERHUBUNGAN LANGSUNG DENGAN SISWA UNTUK MELAKUKAN(BERHUBUNGAN LANGSUNG DENGAN SISWA UNTUK MELAKUKAN PENGUATAN PADA MOTIVASI BELAJAR).PENGUATAN PADA MOTIVASI BELAJAR).
  15. 15. PERAN SEORANG GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR :PERAN SEORANG GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR : 1.1. MEMBUAT DISAIN PEMBELAJARAN SECARA TERTULIS, LENGKAP DAN MENYELURUHMEMBUAT DISAIN PEMBELAJARAN SECARA TERTULIS, LENGKAP DAN MENYELURUH 2.2. MENINGKATKAN DIRI UNTUK MENJADI SEORANG GURU YANG BERKEPRIBADIAN UTUHMENINGKATKAN DIRI UNTUK MENJADI SEORANG GURU YANG BERKEPRIBADIAN UTUH 3.3. BERTINDAK SEBAGAI GURU YANG MENDIDIKBERTINDAK SEBAGAI GURU YANG MENDIDIK 4.4. MENINGKATKAN PROFESIONALITAS KEGURUANMENINGKATKAN PROFESIONALITAS KEGURUAN 5.5. MELAKUKAN PEMBELAJARAN SESUAI DENGAN MODEL PEMBELAJARAN YANGMELAKUKAN PEMBELAJARAN SESUAI DENGAN MODEL PEMBELAJARAN YANG DISESUAIKAN DENGAN KONDISI SISWA, BAHAN BELAJAR, DAN KONDISI SEKOLAHDISESUAIKAN DENGAN KONDISI SISWA, BAHAN BELAJAR, DAN KONDISI SEKOLAH SETEMPAT, AGAR TERCIPTA PENINGKATAN MUTU BELAJARSETEMPAT, AGAR TERCIPTA PENINGKATAN MUTU BELAJAR 6.6. DALAM BERHADAPAN DENGAN SISWA, GURU BERPERAN SEBAGAI FASILITATOR,DALAM BERHADAPAN DENGAN SISWA, GURU BERPERAN SEBAGAI FASILITATOR, PEMBIMBING BELAJAR, DAN PEMBERI BALIKAN BELAJAR. DENGAN ADANYA PERANPEMBIMBING BELAJAR, DAN PEMBERI BALIKAN BELAJAR. DENGAN ADANYA PERAN TERSEBUT, MAKA SEBAGAI PEMBELAJAR GURU ADALAH PEMBALAJAR SEPANJANGTERSEBUT, MAKA SEBAGAI PEMBELAJAR GURU ADALAH PEMBALAJAR SEPANJANG HAYAT.HAYAT. YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI BELAJAR SISWA :YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI BELAJAR SISWA : 1.1. CITA-CITA ATAU ASPIRASI SISWACITA-CITA ATAU ASPIRASI SISWA 2.2. KEMAMPUAN SISWAKEMAMPUAN SISWA 3.3. KONDISI SISWAKONDISI SISWA 4.4. KONDISI LINGKUNGAN SISWAKONDISI LINGKUNGAN SISWA 5.5. UNSUR DINAMIS DALAM PROSES BELAJAR-MENGAJARUNSUR DINAMIS DALAM PROSES BELAJAR-MENGAJAR 6.6. UPAYA GURU DALAM MEMBELAJARKAN SISWAUPAYA GURU DALAM MEMBELAJARKAN SISWA
  16. 16. UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR :UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR : 1.1. OPTIMALISASI PENERAPAN PRINSIP BELAJAR :OPTIMALISASI PENERAPAN PRINSIP BELAJAR : BELAJAR JADI BERMAKNA BILA SISWA MENGETAHUI TUJUAN BELAJAR, DIHADAPKAN PADABELAJAR JADI BERMAKNA BILA SISWA MENGETAHUI TUJUAN BELAJAR, DIHADAPKAN PADA MASALAH YANG MENANTANG, GURU MAMPU MEMUSATKAN SEGALA KEMAMPUAN MENTALMASALAH YANG MENANTANG, GURU MAMPU MEMUSATKAN SEGALA KEMAMPUAN MENTAL SISWA DALAM PROGRAM KEGIATAN TERTENTU, SETIAP SISWA DIBERI KESEMPATANSISWA DALAM PROGRAM KEGIATAN TERTENTU, SETIAP SISWA DIBERI KESEMPATAN MENAMPILKAN HASILNYA, SISWA MEMAHAMI PRINSIP PENILAIAN DAN FAEDAH NILAIMENAMPILKAN HASILNYA, SISWA MEMAHAMI PRINSIP PENILAIAN DAN FAEDAH NILAI BELAJARNYA BAGI KEHIDUPAN DIKEMUDIAN HARIBELAJARNYA BAGI KEHIDUPAN DIKEMUDIAN HARI 2.2. OPTIMALISASI UNSUR DINAMIS BELAJAR DAN PEMBELAJARAN :OPTIMALISASI UNSUR DINAMIS BELAJAR DAN PEMBELAJARAN : - PEMBERIAN KESEMPATAN PADA SISWA UNTUK MENGUNGKAP HAMBATAN BELAJAR YANG- PEMBERIAN KESEMPATAN PADA SISWA UNTUK MENGUNGKAP HAMBATAN BELAJAR YANG DIALAMINYADIALAMINYA - MEMELIHARA MINAT/KEMAUAN DAN SEMANGAT BELAJAR- MEMELIHARA MINAT/KEMAUAN DAN SEMANGAT BELAJAR - MEMINTA KESEMPATAN PADA ORANG TUA ATAU WALI SISWA, AGAR MEMBERI- MEMINTA KESEMPATAN PADA ORANG TUA ATAU WALI SISWA, AGAR MEMBERI KESEMPATAN KEPADA SISWA UNTUK BERAKTUALISASI DIURI DALAM BELAJARKESEMPATAN KEPADA SISWA UNTUK BERAKTUALISASI DIURI DALAM BELAJAR - MEMANFAATKAN UNSUR LINGKUNGAN YANG MENDORONG BELAJAR- MEMANFAATKAN UNSUR LINGKUNGAN YANG MENDORONG BELAJAR - MENGGUNAKAN WAKTU SECARA TERTIB, PENGUAT DAN SUASANA GEMBIRA- MENGGUNAKAN WAKTU SECARA TERTIB, PENGUAT DAN SUASANA GEMBIRA - GURU MEMBERIKAN KEPERCAYAAN UNTUK MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI SISWA- GURU MEMBERIKAN KEPERCAYAAN UNTUK MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI SISWA
  17. 17. 3.3. OPTIMALISASI PEMANFAATAN PENGALAMAN DAN KEMAMPUAN SISWA :OPTIMALISASI PEMANFAATAN PENGALAMAN DAN KEMAMPUAN SISWA : - SISWA DIBERI TUGAS MEMBACA BAHAN BELAJAR SEBELUMNYA- SISWA DIBERI TUGAS MEMBACA BAHAN BELAJAR SEBELUMNYA - GURU MEMPELAJARI HAL-HAL YANG SUKAR BAGI SISWA- GURU MEMPELAJARI HAL-HAL YANG SUKAR BAGI SISWA - GURU MEMBANTU SISWA MEMECAHKAN HAL-HAL YANG SUKAR- GURU MEMBANTU SISWA MEMECAHKAN HAL-HAL YANG SUKAR - GURU MENGAJARKAN CARA MEMECAHKAN PERSOALAN DAN MENDIDIK KEBERANIAN- GURU MENGAJARKAN CARA MEMECAHKAN PERSOALAN DAN MENDIDIK KEBERANIAN DALAM MENGATASI KESUKARAN/ PERSOALANDALAM MENGATASI KESUKARAN/ PERSOALAN - GURU MENGAJAK SERTA SISWA MENGALAMI DAN MENGATASI KESUKARAN- GURU MENGAJAK SERTA SISWA MENGALAMI DAN MENGATASI KESUKARAN - GURU MEMBERIKAN KESEMPATAN YANG MAMPU MEMECAHKAN MASALAH UNTUK- GURU MEMBERIKAN KESEMPATAN YANG MAMPU MEMECAHKAN MASALAH UNTUK MEMBANTU REKAN-REKANNYA YANG MENGALAMI KESUKARANMEMBANTU REKAN-REKANNYA YANG MENGALAMI KESUKARAN - GURU MEMBERI PENGUATAN KEPADA SISWA YANG BERHASIL MENGATASI KESUKARANNYA- GURU MEMBERI PENGUATAN KEPADA SISWA YANG BERHASIL MENGATASI KESUKARANNYA - GURU HARUS MENGHARGAI PENGALAMAN DAN KEMAMPUAN SISWA AGAR BELAJAR- GURU HARUS MENGHARGAI PENGALAMAN DAN KEMAMPUAN SISWA AGAR BELAJAR SECARA MANDIRISECARA MANDIRI 4.4. PENGEMBANGAN CITA-CITA DAN ASPIRASI BELAJARPENGEMBANGAN CITA-CITA DAN ASPIRASI BELAJAR - GURU MENCIPTAKAN SUASANA BELAJAR YANG MENGGEMBIRAKAN- GURU MENCIPTAKAN SUASANA BELAJAR YANG MENGGEMBIRAKAN - GURU MENGIKUT SERTAKAN SEMUA SISWA UNTUK MEMELIHARA FASILITAS BELAJAR- GURU MENGIKUT SERTAKAN SEMUA SISWA UNTUK MEMELIHARA FASILITAS BELAJAR - GURU MENGAJAK SERTA SISWA UNTUK MEMBUAT PERLOMBAAN UNJUK BELAJAR- GURU MENGAJAK SERTA SISWA UNTUK MEMBUAT PERLOMBAAN UNJUK BELAJAR - GURU MENGAJAK SERTA ORANG TUA SISWA UNTUK MELENGKAPI FASILITAS BELAJAR- GURU MENGAJAK SERTA ORANG TUA SISWA UNTUK MELENGKAPI FASILITAS BELAJAR - GURU MEMBERANIKAN SISWA UNTUK MENCATAT KEINGINANNYA DI BUKU CATATANNYA- GURU MEMBERANIKAN SISWA UNTUK MENCATAT KEINGINANNYA DI BUKU CATATANNYA - GURU BEKERJA SAMA DENGAN PENDIDIK LAINNYA, UNTUK MENDIDIK DAN- GURU BEKERJA SAMA DENGAN PENDIDIK LAINNYA, UNTUK MENDIDIK DAN MENGEMBANGKAN CITA-CITA BELAJAR SEPANJANG HAYAT SISWA.MENGEMBANGKAN CITA-CITA BELAJAR SEPANJANG HAYAT SISWA.
  18. 18. KEMAMPUAN SISWA MENERIMA PELAJARAN :KEMAMPUAN SISWA MENERIMA PELAJARAN : ANAK DIDIK RATA-RATA MENERIMA 460 KOMENTAR NEGATIF ATAU KRITIK DAN 75 KOMENTARANAK DIDIK RATA-RATA MENERIMA 460 KOMENTAR NEGATIF ATAU KRITIK DAN 75 KOMENTAR POSITIF ATAU DUKUNGAN SETIAP HARINYA.POSITIF ATAU DUKUNGAN SETIAP HARINYA. METODE DAN FALSAFAH YANG EFEKTIF UNTUK SISWA/ ANAK DIDIK UNTUK MENADAPATKAN NILAIMETODE DAN FALSAFAH YANG EFEKTIF UNTUK SISWA/ ANAK DIDIK UNTUK MENADAPATKAN NILAI DAN KEYAKINAN ADALAH :DAN KEYAKINAN ADALAH : - LINGKUNGAN : POSITIF, AMAN, MENDUKUNG, SANTAI, PENJELAJAHAN DANLINGKUNGAN : POSITIF, AMAN, MENDUKUNG, SANTAI, PENJELAJAHAN DAN MENGEMBIRAKANMENGEMBIRAKAN - SUASANA LINGKUNGAN : NYAMAN, CUKUP PENERANGAN, ENAK DIPANDANG, ADASUASANA LINGKUNGAN : NYAMAN, CUKUP PENERANGAN, ENAK DIPANDANG, ADA MUSIKNYAMUSIKNYA - FISIK LINGKUNGAN : GERAKAN, TEROBOSAN, PERUBAHAN KEADAAN, ADA PERMAINAN,FISIK LINGKUNGAN : GERAKAN, TEROBOSAN, PERUBAHAN KEADAAN, ADA PERMAINAN, FISIOLOGI, ESTAFET DAN PARTISIPASIFISIOLOGI, ESTAFET DAN PARTISIPASI - SUMBER INTERAKSINYA : PENGETAHUAN, PENGALAMAN, HUBUNGAN DAN INSPIRASISUMBER INTERAKSINYA : PENGETAHUAN, PENGALAMAN, HUBUNGAN DAN INSPIRASI - METODENYA : MENCONTOH, PERMAINAN, SIMULASI DAN SIMBOLMETODENYA : MENCONTOH, PERMAINAN, SIMULASI DAN SIMBOL - SUMBER BELAJAR UNTUK MEMPELAJARI KETERAMPILAN : MENGHAFAL, MEMBACA,SUMBER BELAJAR UNTUK MEMPELAJARI KETERAMPILAN : MENGHAFAL, MEMBACA, MENULIS,MENULIS, MENCATAT, KREATIVITAS, CARA BELAJAR, KOMUNIKASI DAN HUBUNGANMENCATAT, KREATIVITAS, CARA BELAJAR, KOMUNIKASI DAN HUBUNGAN OTAK MANUSIA MEMPUNYAI 3 BAGIAN DASAR (THREE IN ONE)OTAK MANUSIA MEMPUNYAI 3 BAGIAN DASAR (THREE IN ONE) 1.1. BATANG ATAU OTAK REPTILIA, BERFUNGSI SEBAGAI MOTOR SENSORIK, KELANGSUNGANBATANG ATAU OTAK REPTILIA, BERFUNGSI SEBAGAI MOTOR SENSORIK, KELANGSUNGAN HIDUP DAN HADAPI ATAU LARIHIDUP DAN HADAPI ATAU LARI 2.2. SISTEM LIMPIK ATAU OTAK MAMALIA, BERFUNGSI MENGONTROL PERASAAN/EMOSI,SISTEM LIMPIK ATAU OTAK MAMALIA, BERFUNGSI MENGONTROL PERASAAN/EMOSI, MEMORI, BIORITMIK DAN SISTEM KEKEBALANMEMORI, BIORITMIK DAN SISTEM KEKEBALAN 3.3. NEOKORTEKS ATAU OTAK BERFIKIR, BERFUNGSI UNTUK BERFIKIR INTELEKTUAL,NEOKORTEKS ATAU OTAK BERFIKIR, BERFUNGSI UNTUK BERFIKIR INTELEKTUAL, PENALARAN, PERILAKU WARAS, BAHASA DAN KECERDASAN LEBIH TINGGIPENALARAN, PERILAKU WARAS, BAHASA DAN KECERDASAN LEBIH TINGGI
  19. 19. CARA BERFIKIR OTAK KIRI DAN OTAK KANAN :CARA BERFIKIR OTAK KIRI DAN OTAK KANAN : PROSES BERFIKIR OTAK KIRI BERSIFAT LOGIS, SEKUENSIAL, LINIER, DAN RASIONAL. CARAPROSES BERFIKIR OTAK KIRI BERSIFAT LOGIS, SEKUENSIAL, LINIER, DAN RASIONAL. CARA BERFIKIRNYA SESUAI UNTUK TUGAS TERATUR EKSPRESI VERBAL, MENULIS, MEMBACA, MENELITIBERFIKIRNYA SESUAI UNTUK TUGAS TERATUR EKSPRESI VERBAL, MENULIS, MEMBACA, MENELITI ASOSIASI AUDITORIAL, MENEMPATKAN DETAIL DAN FAKTA, FENOTIK, SERTA SIMBOLIS.ASOSIASI AUDITORIAL, MENEMPATKAN DETAIL DAN FAKTA, FENOTIK, SERTA SIMBOLIS. SEDANGKAN OTAK KANAN BERSIFAT ACAK, TIDAK TERATUR, INTUITIF DAN HOLISTIK CARASEDANGKAN OTAK KANAN BERSIFAT ACAK, TIDAK TERATUR, INTUITIF DAN HOLISTIK CARA BERFIKIRNYA SESUAI UNTUK NONVERBAL, PERASAAN, EMOSI DAN KESADARAN YANGBERFIKIRNYA SESUAI UNTUK NONVERBAL, PERASAAN, EMOSI DAN KESADARAN YANG BERKENAAN DENGAN PERASAAN, KESADARAN SPASIAL, PENGENALAN BENTUK DANBERKENAAN DENGAN PERASAAN, KESADARAN SPASIAL, PENGENALAN BENTUK DAN POLA,MUSIK, SENI, KEPEKAAN WARNA, KREATIVITAS DAN VISUALISASI.POLA,MUSIK, SENI, KEPEKAAN WARNA, KREATIVITAS DAN VISUALISASI. PROSES PENULISAN YANG EFEKTIF UNTUK SEMUA BENTUK TULISANPROSES PENULISAN YANG EFEKTIF UNTUK SEMUA BENTUK TULISAN 1.1. TAHAP PERSIAPAN, MENGELOMPOKKKAN DAN MENULIS CEPATTAHAP PERSIAPAN, MENGELOMPOKKKAN DAN MENULIS CEPAT 2.2. MEMBUAT DRAFT KASAR, GAGASAN DIEKSPLORASI DAN DIKEMBANGKANMEMBUAT DRAFT KASAR, GAGASAN DIEKSPLORASI DAN DIKEMBANGKAN 3.3. BERBAGI, SEORANG REKAN MEMBACA DRAFT TERSEBUT DAN MEMBERI UMPAN BALIKBERBAGI, SEORANG REKAN MEMBACA DRAFT TERSEBUT DAN MEMBERI UMPAN BALIK 4.4. MEMPERBAIKI, DARI UMPAN BALIK, PERBAIKI TULISAN TERSEBUT DAN BAGIKAN LAGIMEMPERBAIKI, DARI UMPAN BALIK, PERBAIKI TULISAN TERSEBUT DAN BAGIKAN LAGI 5.5. TAHAP PENYUNTINGAN, PERBAIKI SEMUA KESALAHAN, TATA BAHASA DAN TANDA BACATAHAP PENYUNTINGAN, PERBAIKI SEMUA KESALAHAN, TATA BAHASA DAN TANDA BACA 6.6. PENULISAN KEMBALI, MASUKKAN ISI YANG BARU DAN PERUBAHAN PENYUNTINGANPENULISAN KEMBALI, MASUKKAN ISI YANG BARU DAN PERUBAHAN PENYUNTINGAN 7.7. EVALUASI, PERIKSA APAKAH TUGAS INI SUDAH SELESAIEVALUASI, PERIKSA APAKAH TUGAS INI SUDAH SELESAI KIAT UNTUK MEMPERLANCAR PENULISAN :KIAT UNTUK MEMPERLANCAR PENULISAN : - MULAILAH SECEPATNYAMULAILAH SECEPATNYA - PUTARLAH MUSIK- PUTARLAH MUSIK - CARI WAKTU YANG TEPATCARI WAKTU YANG TEPAT - BEROLAHRAGALAH- BEROLAHRAGALAH - BACALAH APA SAJABACALAH APA SAJA - MENGELOMPOK PEKERJAAN- MENGELOMPOK PEKERJAAN - GUNAKAN WARNAGUNAKAN WARNA
  20. 20. KARYA ILMIAH ADALAHKARYA ILMIAH ADALAH HASIL ATAU PRODUK MANUSIA ATAS DASAR PENGETAHUAN,HASIL ATAU PRODUK MANUSIA ATAS DASAR PENGETAHUAN, SIKAP DAN CARA BERFIKIR ILMIAH.SIKAP DAN CARA BERFIKIR ILMIAH. KARYA ILMIAH MENGANDUNG KEBENARAN ILMIAH, YAKNI KEBENARAN YANG TIDAK HANYAKARYA ILMIAH MENGANDUNG KEBENARAN ILMIAH, YAKNI KEBENARAN YANG TIDAK HANYA DIDASARKAN ATAS`RASIO, TETAPI JUGA DAPAT DIBUKTIKAN SECARA EMPIRIS.DIDASARKAN ATAS`RASIO, TETAPI JUGA DAPAT DIBUKTIKAN SECARA EMPIRIS. RASIONALISME DAN EMPIRISME INILAH YANG MENJADI TUMPUAN BERFIKIR MANUSIA.RASIONALISME DAN EMPIRISME INILAH YANG MENJADI TUMPUAN BERFIKIR MANUSIA. RASIONALISME MENGANDALKAN KEMAMPUAN OTAK ATAU RASIO ATAU PENALARAN,RASIONALISME MENGANDALKAN KEMAMPUAN OTAK ATAU RASIO ATAU PENALARAN, SEDANGKAN EMPIRISME MENGANDALKAN BUKTI ATAU FAKTA NYATA.SEDANGKAN EMPIRISME MENGANDALKAN BUKTI ATAU FAKTA NYATA. BERFIKIR RASIONAL (DEDUKTIF) DAN BERFIKIR EMPIRIS (INDUKTIF) ADALAH BERFIKIR ILMIAH.BERFIKIR RASIONAL (DEDUKTIF) DAN BERFIKIR EMPIRIS (INDUKTIF) ADALAH BERFIKIR ILMIAH. SESEORANG YANG TELAH MEMILIKI ILMU DAN PENGETAHUAN ILMIAH (ILMUWAN) DITUNTUTSESEORANG YANG TELAH MEMILIKI ILMU DAN PENGETAHUAN ILMIAH (ILMUWAN) DITUNTUT MEMILIKI SIFAT TERBUKA, JUJUR, TELITI, KRITIS, TIDAK MUDAH PERCAYA TANPA ADANYAMEMILIKI SIFAT TERBUKA, JUJUR, TELITI, KRITIS, TIDAK MUDAH PERCAYA TANPA ADANYA BUKTI-BUKTI, TIDAK CEPAT PUTUS ASA DAN TIDAK CEPAT PUAS DENGAN HASIL KARYANYA.BUKTI-BUKTI, TIDAK CEPAT PUTUS ASA DAN TIDAK CEPAT PUAS DENGAN HASIL KARYANYA. SIFAT TERSEBUT MERUPAKAN PENCERMINAN ILMIAH YANG PADA AKHIRNYA MEMPENGARUHISIFAT TERSEBUT MERUPAKAN PENCERMINAN ILMIAH YANG PADA AKHIRNYA MEMPENGARUHI CARA BERFIKIR DAN BERTINDAK.CARA BERFIKIR DAN BERTINDAK. BERFIKIR ILMIAH YANG MENGHASILKAN METODE ILMIAH, ADALAH :BERFIKIR ILMIAH YANG MENGHASILKAN METODE ILMIAH, ADALAH : 1.1. MERUMUSKAN MASALAH, YAKNI MENGAJUKAN PERTANYAAN UNTUK DICARIMERUMUSKAN MASALAH, YAKNI MENGAJUKAN PERTANYAAN UNTUK DICARI JAWABANNYA. PERTANYAAN YANG DIAJUKAN HENDAKNYA PROBLEMATIS DALAMJAWABANNYA. PERTANYAAN YANG DIAJUKAN HENDAKNYA PROBLEMATIS DALAM PENGERTIAN MENGANDUNG BANYAK JAWABANPENGERTIAN MENGANDUNG BANYAK JAWABAN 2.2. MENGAJUKAN HIPOTESIS YAKNI JAWABAN SEMENTARA ATAU DUGAAN JAWABAN DARIMENGAJUKAN HIPOTESIS YAKNI JAWABAN SEMENTARA ATAU DUGAAN JAWABAN DARI PERTANYAANPERTANYAAN 3.3. VERIFIKASI DATA, ARTINYA MENGUMPULKAN DATA SECARA EMPIRIS, MENGOLAH DANVERIFIKASI DATA, ARTINYA MENGUMPULKAN DATA SECARA EMPIRIS, MENGOLAH DAN MENGANALISIS UNTUK MENGUJI BENAR TIDAKNYA HIPOTESIS DAN MEMBUATMENGANALISIS UNTUK MENGUJI BENAR TIDAKNYA HIPOTESIS DAN MEMBUAT KESIMPULAN APAKAH HIPOETSIS DITERIMA ATAU DITOLAK.KESIMPULAN APAKAH HIPOETSIS DITERIMA ATAU DITOLAK.
  21. 21. BERFIKIR ILMIAH, PENELITIAN ILMIAH DAN KARYA ILMIAH :BERFIKIR ILMIAH, PENELITIAN ILMIAH DAN KARYA ILMIAH : BERFIKIR ILMIAH ADALAH LANDASAN ATAU KERANGKA BERFIKIR PENELITIAN ILMIAH, DENGANBERFIKIR ILMIAH ADALAH LANDASAN ATAU KERANGKA BERFIKIR PENELITIAN ILMIAH, DENGAN KATA LAIN PENELITIAN ILMIAH ADALAH OPERASIONALISASI DARI BERFIKIR ILMIAH,KATA LAIN PENELITIAN ILMIAH ADALAH OPERASIONALISASI DARI BERFIKIR ILMIAH, SEDANGKANSEDANGKAN KARYA ILMIAH ADALAH HASIL ATAU PRODUK DARI PENELITIAN ILMIAH.KARYA ILMIAH ADALAH HASIL ATAU PRODUK DARI PENELITIAN ILMIAH. - MERUMUSKAN MASALAH, LANGKAHNYA KONSEPTUALISASI MASALAH PENELITIAN, SEHINGGA- MERUMUSKAN MASALAH, LANGKAHNYA KONSEPTUALISASI MASALAH PENELITIAN, SEHINGGA JELAS RUMUSAN MASALAHNYA, JELAS RUANG RUANG LINGKUPNYA, DANA JELAS BATASANJELAS RUMUSAN MASALAHNYA, JELAS RUANG RUANG LINGKUPNYA, DANA JELAS BATASAN KONSEP DAN BATASAN OPERASIONALNYA, LAPORAN BERUPA BAB I : PENGAJUAN MASALAH,KONSEP DAN BATASAN OPERASIONALNYA, LAPORAN BERUPA BAB I : PENGAJUAN MASALAH, MELIPUTI LATAR BELAKANG, IDENTIFIKASI MASALAH, BATASAN MASALAH, RUMUSANMELIPUTI LATAR BELAKANG, IDENTIFIKASI MASALAH, BATASAN MASALAH, RUMUSAN MASALAH, DEFINISI OPERASIONAL, TUJUAN DAN KEGUNAAN PENELITIANMASALAH, DEFINISI OPERASIONAL, TUJUAN DAN KEGUNAAN PENELITIAN - MERUMUSKAN HIPOTESIS, LANGKAHNYA BERFIKIR RASIONAL DALAM MENGKAJI TEORI,MERUMUSKAN HIPOTESIS, LANGKAHNYA BERFIKIR RASIONAL DALAM MENGKAJI TEORI, LAPORANNYA BERUPA BAB II. : KAJIAN TEORI DAN KERANGKA BERFIKIR, MELIPUTILAPORANNYA BERUPA BAB II. : KAJIAN TEORI DAN KERANGKA BERFIKIR, MELIPUTI PEMBAHASAN TEORI, HASIL PENELITIAN YANG RELEVAN, KERANGKA PEMIKIRAN DANPEMBAHASAN TEORI, HASIL PENELITIAN YANG RELEVAN, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS PENELITIAN,.HIPOTESIS PENELITIAN,. - VERIFIKASI DATA UNTUK MENGUJI UNTUK MENGUJI HIPOTESIS, LANGKAHNYA :VERIFIKASI DATA UNTUK MENGUJI UNTUK MENGUJI HIPOTESIS, LANGKAHNYA : PENGUMPULAN DATA LAPANGAN (HASIL PENGUJIAN) UNTUK PEMECAHAN MASALAHPENGUMPULAN DATA LAPANGAN (HASIL PENGUJIAN) UNTUK PEMECAHAN MASALAH PENELITIAN, ANALISIS DATA DAN MENGUJI HIPOTESIS, LAPORANNYA BERUPA BAB III.PENELITIAN, ANALISIS DATA DAN MENGUJI HIPOTESIS, LAPORANNYA BERUPA BAB III. METODOLOGI PENELITIAN, MELIPUTI ; TUJUAN KHUSUS PENELITIAN, METODE DAN DISAIN,METODOLOGI PENELITIAN, MELIPUTI ; TUJUAN KHUSUS PENELITIAN, METODE DAN DISAIN, INSTRUMEN PENELITIAN, SAMPEL PENELITIAN, TEKNIK ANALISIS DATA, PROSEDURINSTRUMEN PENELITIAN, SAMPEL PENELITIAN, TEKNIK ANALISIS DATA, PROSEDUR PENELITIAN, SERTA HASIL PENELITIAN BAB IV, YANG MELIPUTI : VARIABEL YANG DITELITI,PENELITIAN, SERTA HASIL PENELITIAN BAB IV, YANG MELIPUTI : VARIABEL YANG DITELITI, DISKRIPSI HASIL PENELITIAN , PENGUJIAN HIPOTESIS DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIANDISKRIPSI HASIL PENELITIAN , PENGUJIAN HIPOTESIS DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN - MENARIK KESIMPULAN, LANGKAHNYA : MENERIMA ATAU MENOLAK HIPOTESIS PENELITIAN,MENARIK KESIMPULAN, LANGKAHNYA : MENERIMA ATAU MENOLAK HIPOTESIS PENELITIAN,

×