Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Model pembelajaran di tk

24,908 views

Published on

  • Be the first to comment

Model pembelajaran di tk

  1. 1. MODEL PEMBELAJARAN DI TK 1. Metode Bermain Menurut pendidik dan para ahli psikolog, bermain merupakan pekerjaan masa kanak-kanak dan cermin pertumbuhan anak (Gordon dan Brown, 1985:266). Bermain berupakan kegiatan yang memberikan kepuasan bagi diri sendiri. Melalui bermain anak memperoleh pembatasan dan memahami kehidupan. Bermain merupakan kegiatan yang memberikan kesenangan dan dilaksanakan untuk kegiatan itu sendiri, yang lebih ditentukan pada caranya dari pada hasil yang diperoleh dari kegiatan itu (Dworetsky 1990:359). Menurut Dearden (Hetherington dan Parkei, 1979) bermain merupakan kegiatan yang nonserius dan segalanya ada dalam kegiatan itu sendiri yang dapat memberikan kepuasan bagi anak. Sedangkan menurut Hildebrand (1986:54) bermain berarti berlatih, mengeksploitasi, merekayasa, mengulang latihan apapun yang dapat dilakukan untuk mentrasformasi secara imajinatif hal-hal yang sama dengan dunia orang dewasa. Menurut Dworetsky ada lima kriteria dalam bermain: a. Motivasi intrinsik, tingkah laku bermain di motivasi dari dalam diri anak. b. Pengaruh positif, tingkah laku itu menyenangkan atau mengembirakan untuk dilakukan. c. Bukan dikerjakan sambil lalu, karena itu tidak mengikuti pola atau aturan yang sebenarnya, melainkan lebih bersifat pura-pura. d. Cara/tujuan, cara bermain lebih diutamakan daripada tujuannya, karena anak lebih tertarik pada tingkah laku itu sendiri daripada keluaran yang dihasilkan. Kangmartho.com Page 1
  2. 2. e. Kelenturan, bermain itu perilaku yang lentur, kelenturan ditujukkan baik dalam bentuk maupun dalam hubungan serta berlaku dalam setiap situasi. Bermain mempunyai makna penting bagi pertumbuhan anak (Frank dan Theresa Caplan) Hildebrand (1986:55-56) a) Bermain membantu pertumbuhan anak b) Bermain merupakan kegiatan yang dilkukan secara sukarela c) Bermain memberi kebebasan anak untuk bertindak d) Bermain memberikan dunia khayal yang dapat dikuasai e) Bermain mempunyai unsur berpetualang didalamnya f) Bermain meletakkan dasar pengembangan bahasa g) Bermain mempunyai pengaruh yang unik dalam pembetukan hubungan antar pribadi h) Bermain memberikan kesempatan untuk menguasai diri secara fisik i) Bermain memperluas minat dan pemusatan perhatian j) Bermain merupakan cara anak untuk menyelidiki sesuatu k) Bermain merupakan cara anak mempelajari peran orang dewasa l) Bermain merupakan cara dinamis untuk belajar m) Bermain menjernihkan pertimbangan anak n) Bermain dapat distruktur secara dinamis o) Bermain merupakan kekuatan hidup p) Bermain merupakan sesuatu yang esensial bagi kelestarian hidup manusia Kangmartho.com Page 2
  3. 3. Sedangkan fungsi bermain yaitu: 1) Mempertahankan keseimbangan, artinya bermain dapat menyalurkan kelebihan tenaga anak. 2) Menghayati berbagai pengalaman yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari untuk menumbuhkan kebiasaan pada anak. 3) Mengantisipasi peran yang akan dijalani dimasa yang akan datang, maksudnya anak dapat mempersiapkan perannya kelak, misal memakai dasi. 4) Menyempurnakan keterampilan-keterampilan yang dipelajari, misal mendendarai sepeda dari roda 3 ke roda 2. 5) Menyempurnakan keterampilan memecahkan masalah, misal mengapa pohon layu kalau tidak disiram. 6) Meningkatkan keterampilan berhubungan dengan anak lain. Bermain dapat digolongkan pada 4 bentuk (Gordon dan Brown) a) Bermain secara soliter, yaitu anak bermain sendiri b) Bermain secara paralel, yaitu anak bermain sendiri secara berdampingan, tidak ada interaksi antara anak yang satu dengan yang lain c) Bermain asosiatif yaitu bermain berkelompok, misal bertepuk air beramai-ramai dan sebagainya d) Bermain secara kooperatif, yaitu anak secara aktif menggulang hubungan dengan anak-anak lain untuk melaksanakan kegiatan bermain Kangmartho.com Page 3
  4. 4. 2. Model pembelajaran berdasarkan sentra Adalah pendidikan pembelajaran dalam proses pembelajaran dilakukan di dalam lingkaran dan sentra bermain. Guru bersama anak duduk dengan posisi melingkar dan saat dalam lingkaran, guru memberikan pijakan pada anak sebelum dan sesudah bermain Sentra bermain merupakan area / zona bermain anak yang di lengkapi alat bermain, berfungsi sebagai pijakan lingkungan yang diperlukan untuk mengembangkan seluruh potensi dasar anak dalam berbagai aspek perkembangan secara seimbang. Dalam membuka sentra setiap hari disesuaikan dengan jumlah kelompok setiap TK. Pembelajaran sentra dilakukan secara tuntas mulai awal kegiatan sampai akhir dan fokus pada satu kelompok usia TK dalam satu kegiatan di satu sentra kegiatan Setiap sentra mendukung perkembangan anak dalam tiga jenis bermain : bermain sensori motor / fungsional , bermain peran , bermain konstruktif ( membangun pemikiran anak ). Bermain sensorimotor adalah permainan menangkap rangsangan melalui penginderaan dan menghasilkan gerakan sebagai reaksi. Anak belajar melalui pancaindera dan hubungan fisik dengan lingkungan mereka. Misal : menakar air, meremas kertas bekas, menggunting, dan lain-lain. Kangmartho.com Page 4
  5. 5. Bermain peran :bermain peran makro (besar), bermain peran mikro (kecil), bermain simbolik, pura-pura, fantasi, imajinasi (bermain drama), bermain dengan benda untuk membantu menghadirkan konsep yang telah dimiliki Bermain konstruktif : menunjukkan pemikiran, ide dan gagasan menjadi karya nyata. Bermain konstruktif sifat cair (air, pasir, spidol dan lain-lain) Bermain konstruktif (balok-balok, lego, dan lain-lain) Model pembelajaran berdasarkan sentra Sentra bermain terdiri dari : a.Sentra bahan alam dan sains. Bahan-bahan yang diperlukan disentra ini adalah daun, ranting, kayu, pasir, air, batu, biji-bijian, dan lain-lain. Alat yang digunkan diantaranya sekop, corong, ember, dan lain-laian b.Sentra balok. Sentra balok berisi berbagai macam balok dalam berbagai bentuk, ukuran, warna, dan tektur. Disini anak belajar banyak hal dengan cara menyusun / menggunakan balok, mengembangkan kemampuan logika matematika / berhitung permulaan, kemampuan berpikir dan memecahkan masalah c.Sentra seni. Bahan-bahan yang diperlukan diarea ini adalah kertas, cat air, krayon, spidol, gunting, kapur, tanah liat, pasir, lilin, kain, daun, potongan-potongan bahan / gambar, sentra seni memfasilitasi anak untuk memperluas pengalaman dalam mewujudkan ide, gagasan dan pengalaman yang dimiliki anak ke dalam karya nyata (hasil karya) melalui metode proyek. d. Sentra bermain peran. Kangmartho.com Page 5
  6. 6. Sentra bermain peran terdiri dari, sentra bermain peran makro dapat menggunakan anak sebagai model. Sentra bermain peran mikro misalnya, menggunakan boneka maket meja kursi, rumah-rumahan dan sebagainya. Sentra bermain peran merupakan wujud dari kehidupan nyata yang dimainkan anak, membantu anak memahami dunia mereka dengan memainkan berbagai macam peran. Pemilihan berbagai benda untuk bermain peran tergantung dari minat anak pada saat itu, misal, tema “keluarga” dengan alat-alat yang dibutuhkan peralatan dapur dan lain-lain. e. sentra persiapan. Bahan yang ada pada sentra ini adalah, buku-buku, kartu kata, kartu huruf, kartu angka dan bahan-bahan untuk kegiatan menyimak, bercakap-cakap dan persiapan menulis, berhitung. Kegiatan yang dilaksanakan adalah persiapan membaca permulaan, menulis permulaan serta berhitung permulaan mendorong kemampuan intelektual anak, gerakan otot halus, kordinasi mata tangan, belajar ketrampilan sosial (berbagi, bernegosiasi dan memecahkan masalah). f. sentra agama. Bahan-bahan yang disiapkan adalah maket tempat ibadah, perlengkapan ibadah, gambar-gambar, buku-buku cerita keagamaan dan sebagainya. Kegiatan yang dilaksanakan adalah menanamkan nilai-nilai kehidupan beragama, keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan yang Maha Esa. Agama merupakan suatu konsep yang abstrak yang perlu diterjemahkan menjadi aktivitas yang konkrit bagi anak g. sentra musik. Bahan yang dibutuhkan pada sentra musik, misalnya : botol beling/kaca, tempurung kelapa, rebana, tutup botol, triangle dan lain-lain. Sentra musik Kangmartho.com Page 6
  7. 7. memfasilitasi anak untuk memperluas pengalamannya dalam menggunakan gagasan mereka melalui olah tubuh, bermain musik dan lagu yang dapat memperluas pengalaman, pengetahuan anak tentang irama, berirama (ketukan) dan mengenal berbagai bunyi-bunyian dengan mengguna kan alat-alat musik yang mendukung misalnya ; pianika, piano, rebana dll. 3. Model Pembelajaran Klasikal Adalah suatu pembelajaran dimana dalam waktu yang sama, kegiatan dilakukan oleh seluruh anak sama dalam satu kelas. Pembelajaran ini merupakan model yang paling awal digunakan di TK. Sarana pembelajaran terbatas dan kurang memperhatikan minat anak secara individu Model Pembelajaran Berdasarkan Kelompok dengan Kegiatan Pengamanan Dalam pembelajaran ini anak-anak dibagi menjadi 3 kelompok, masingmasing kelompok melakukan kegiatan yang berbeda-beda. dalam satu pertemuan anak harus menyelesaikan 2 – 3 kegiatan dan secara bergantian. Bila ada anak yang sudah menyelesaikan tugas lebih cepat, maka anak tersebut dapat meneruskan kegiatan lain di kelompok yang tersedia tempat. Kalau tidak ada tempat anak dapat bermain di kegiatan pengaman. Kegiatan pengaman disediakan alat-alat yang bervariasi, sering diganti sesuai dengan tema / sub tema Model pembelajaran berdasarkan sudut, Langkahlangkah pembelajaran hampir sama dengan model area, hanya sudut-sudut kegiatan merupakan pusat kegiatan. Alat-alat kegiatan yang disediakan lebih bervariasi, sering Kangmartho.com Page 7
  8. 8. diganti sesuai dengan tema dan sub tema Model pembelajaran berdasarkan area Model pembelajaran ini lebih memberikan kesempatan kepada anak dalam memilih / menentukan kegiatan sendiri sesuai dengan minatnya. Pembelajaran ini untuk memenuhi kebutuhan anak dan menghormati keberagaman budaya serta menekankan pada pengalaman belajar bagi setiap anak 4. Metode Karya Wisata Bagi anak TK karya wisata berarti memperoleh kesempatan untuk mengobservasi, memperoleh informasi/mengkaji segala sesuatu secara langsung (Hildebrand, 1986). Karya wisata juga berarti membawa anak TK ke obyek-obyek tertentu sebagai pengayaan pengajaran, pemberian pengalaman belajar yang tidak mungkin diperoleh anak di dalam kelas (Welton dan Mallon 1981:414) a. Pengertian karya wisata bagi anak Taman Kanak-Kanak Karya wisata merupakan salah satu metode melaksanakan kegiatan pengajaran di Taman Kanak-Kanak dengan cara mengamati dunia sesuai dengan kenyataan yang ada secara langsung yang meliputi manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan dan benda-benda lainnya dengan pengamatan yang diperoleh dari panca indra menganai bentuk, warna, ukuran dan sebagainya. b. Manfaat karya wisata bagi anak TK Kangmartho.com Page 8
  9. 9. Karya wisata dapat dipergunakan untuk merangsang minat mereka terhadap sesuatu, memperluas informasi yang telah diperoleh di kelas, memberika pengalaman menganai kenyataan yang ada, dan dapat menambah wawasan (Hildebrand) c. Tujuan karya wisata bagi anak TK Sesuai dengan kemungkinan yang diperoleh anak TK dari kegiatan karya wisata yakni menumbuhkan minat, meningkatkan perbendaharaan, pengetahuan, memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan hidup masyarakat, maka tujuan karya wisata dapat diarahkan pada pengambangan aspek perkembangan anak TK yang sesuai, yaitu aspek kognitif, bahasa, emosi, kreativitas dan kehidupan bermasyarakat serta penghargaan pada karya dan jasa orang lain. d. Sasaran karya wisata Dunia binatang, dunia tanaman, dunia kerja, kehidupan manusia, misal di kota, desa, pesisir, pegunungan. e. Rancangan karya wisata 1) Rancangan persiapan karya wisata oleh guru - Menetapkan sasaran yang diprioritaskan sesuai dengan tema kegiatan belajar yang dipilih, misal tema binatang. - Mengadakan hubungan dan pengenalan medan sasaran karya wisata, guru harus mengenal betul sasaran yang akan dituju. - Merumuskan program kegiatan melalui karya wisata, yaitu a) tujuan pendidikan yang ingin dicapai, b) keseusian karya wisata, c) banyaknya waktu yang harus disesuaikan, d) biaya yang dibutuhkan, e) antisipasi bahaya yang mungkin terjadi dan Kangmartho.com Page 9
  10. 10. cara mengatasinya. - Menyiapkan bahan dan alat yang diperlukan untuk karya wisata seperti: kamera, pluit, tali bekal dan lain-lain. - Menetapkan tata tertib karya wisata, misal kapan harus berkumpul, makan dan sebagainya. - Permintaan idzin dan partisipasi orang tua. - Persiapan guru dikelas. 2) Rancangan pelaksanaan kegiatan karya wisata Yaitu merupakan kegiatan penyiapan akhir bahan dan peralatan yang harus dibawa dalam melaksanakan karya wisata. 3) Rancangan penilaian karya wisata Apabila karya wisata telah dilaksanakan, perlu adanya penilaian untuk mengetahui, keberhasilan sebagaimana tujuan pendidikan TK. 5. Metode Bercakap-Cakap a. Pengertian metode bercakap-cakap bagi anak TK Bercakap-cakap mempunyai arti saling mengkomunikasikan fikiran dan perasaan secara visual (Hildebrand 1987:279). Bercakap-cakap dapat pula diartikan sebagai dialog atau sebagai perwujudan bahasa reseptif dan ekspresif dalam satu situasi. (Gordon dan Browne 1985:314) Bercakap-cakap mempunyai makna penting bagi perkembangan anak TK karena bercakap-cakap dapat upaya meningkatkan keterampilan berkomunikasi dengan orang Kangmartho.com Page 10
  11. 11. lain. Melalui peningkatan keterampilan menyatakan perasaan atau gagasan. Oleh karena itu penggunaan metode bercakap-cakap bagi anak TK akan membantu perkembangan dimensi sosial, emosi, kognitif terutama bahasa. Bercakap-cakap merupakan salah satu bentuk komunikasi antar pribadi. Proses dua arah dalam bercakap-cakap diperlukan keterampilan mendengar dan berbicara. Ada tiga hal yang harus dilakukan oleh pendengar dalam komunikasi antar pribadi (Hetherington dan Parke 1979) 1) Mengukur pemahaman yang didengar secara pasti 2) Bila mengetahui bahwa pesan yang disampaikan itu tidak jelas, ia dapat memberitahukan kepada si pembicara 3) Ia dapat menentukan informasi tambahan yang dibutuhkan agar dapat menerima pesan tersebut Becakap-cakap mengandung arti belajar mewujudkan kemampuan berbahasa reseptif dan ekspresif. Sebagai bukti penguasaan bahasa reseptif ialah semakin banyknya kata-kata baru yang dikuasai oleh anak yang diperolehnya dari kegiatan bercakap-cakap. Artinya anak banyak mengenal kosa kata dari berbagai tema yang memacu pengembangan berbagai aspek perkembangan anak. Sebagai bukti berkembangnya kemampuan berbahasa ekspresif ialah semakin seringnya anak mengatakan keinginan, kebutuhan, pikiran dan perasaan kepada orang lain secara lisan. b. Manfaat kegiatan bercakap-cakap bagi anak TK Dalam bercakap-cakap diperlukan kemampuan berbahasa baik reseptif maupun Kangmartho.com Page 11
  12. 12. ekspresif. Bahasa reseptif meliputi kemampuan mendengarkan dan memahami bicara orang lain. Sedangkan bahasa ekspresif meliputi kemampuan menyatakan gagasan, perasaan dan kebutuhan kepada orang lain. Menurut Bruner bahasa itu memegang peranan penting yang sangat penting bagi perkembangan kognitif anak dan perkembangan bahasa. Fungsi bahasa menurut Hillady (Hetherington 1979:254) 1) Sebagai alat yang dapat memuaskan kebutuhan untuk menyatakan keinginannya “saya ingin”. 2) Berfungsi mengatur, melalui bahasa anak dapat mengengalikan tingkah laku orang lain. Dinyatakan dengan “lakukan itu”. 3) Sebagai hubungan antara pribadi, bahasa dapat digunakan untuk mengadakan hubungan dengan orang lain dan lingkungan sosial. 4) Berfungsi bagi diri sendiri, anak mengatakan pandangannya, perasaannya dan sikapnya yang unik melalui bahasa dan melalui bahasa anak membangun jati diri. 5) Berpikir heuristik, sesudah anak dapat membedakan dirinya dengan lingkungan, anak menggunakan bahasa yang dikuasainya untuk memiliki dan memahami lingkungan. Jadi bahasa mempunyai fungsi mempertanyakan atau “katakan padaku mengapa begitu”. 6) Fungsi imajinatif, dengan bahasa anak dapat menghindari diri dari kenyataan yang memasuki alam semesta yang dibangunnya sendiri. Bahasa membiarkan diri untuk berpura-pura atau berfungsi puitis. 7) Kangmartho.com Fungsi informatif, anak dapat mengkomunikasikan informasi baru kepada Page 12
  13. 13. orang lain dengan menggunakan bahasa dalam bentuk “aku punya sesuatu untuk kuceritakan”. c. Tujuan kegiatan bercakap-cakap bagi anak TK Sesuai dengan kemungkinan manfaat yang diperoleh anak TK dalam kegiatan belajar dengan menggunakan metode becakap-cakap yakni keberanian mengaktualisasikan diri dengan bahasa ekspresif, menyatakan apa yang dilakukan sendiri/orang lain, berhubungan dengan orang, membangun jati diri dan memperluas pengetahuan dan wawasan. Maka tujuan bercakap-cakap dapat diarahkan pada pengembangan aspek-aspek pengembangan kognitif, bahasa, sosial, emosi dan konsep diri. d. Rancangan kegiatan becakap-cakap bagi anak TK 1) Rancangan persiapan guru a) Menetapkan tujuan dan tema kegiatan b) Menetapkan rancangan bentuk percakapan yang dipilih • Monolog, merupakan percakapan yang dilakukan oleh anak, orang seorang, dihadapan teman-temannya dan guru. Tiap-tiap anak diberi kesempatan berdiri di depan kelas/di tempat duduknya untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, keinginan berkaitan dengan tema. • Dialog, merupakan percakapan yang melibatkan dua orang atau lebih, antara anak dengan anak yang lain, antara anak dengan guru. 2) Rancangan pelaksanaan kegiatan bercakap-cakap a) Menarik perhatian dan minat siswa, misal dengan menyanyikan lagu-lagu Kangmartho.com Page 13
  14. 14. sesuai dengan tema yang ditetapkan. b) Mengkomunikasi tujuan yang ingin dicapai c) Melaksanakan bercakap-cakap dibawah bimbingan guru dan pengaturan lalu lintas percakapan d) Menutup percakapan 3) Rancangan penilaian bercakap-cakap Sesuai dengan tujuan dan tema yang dipilih maka evaluasi kegiatan bercakap-cakap dapat dirancang dengan teknik evaluasi melalui observasi. Yang diobservasi adalah frekwensi masing-masing anak dalam mengungkapkan pikiran, perasaan keinginan dan sikan anak terhadap topik yang dibicarakan. 6. Metode Bercerita Bercerita merupakan cara untuk meneruskan warisan dari suatu generasu ke generasi berikutnya (Gordon dan Browne 1985:324). Bercerita juga dapat menjadi media untuk menyampaikan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. Seorang pendongeng yang baik akan menjadikan cerita sebagai sesuatu yang menarik dan hidup. Keterlibatan anak Kangmartho.com Page 14
  15. 15. terhadap dongeng yang diceritakan akan memberikan suasana yang segar menarik dan menjadi pengalaman yang unik bagi anak. Bercerita mempunyai makna penting bagi perkembangan anak TK, karena melalui bercerita kita dapat mengkomunikasikan nilai-nilai budaya, sosial, keagamaan, menanamkan etos kerja, etos waktu, etos alam, membantuk mengembangkan fantasi anak, dimensi kognitif anak dan bahasa anak. a. Pengertian metode bercerita bagi anak TK Metode bercerita merupakan salah satu pemberian pengalaman belajar bagi anak TK dengan membawakan/dengan cara bertutur kata kepada anak secara lisan. Cerita yang dibawakan harus menarik dan mengundang perhatian anak dan tidak lepas dari tujuan pendidikan bagi anak TK. Adapun teknik-teknik bercerita antara lain: 1) Membaca langsung dari buku cerita 2) Bercerita dengan menggunakan ilustrasi gambar dan buku Penggunaan ilustrasi gambar dalam bercerita dimaksudkan untuk memperjelas pesanpesan yang dituturkan, mengikat perhatian anak pada jalannya cerita. 3) Menceritakan dongeng Cerita dongeng merupakan bentuk kesenian yang paling lama. Mendongeng merupakan cara meneruskan warisan budaya dari suatu generasi ke generasi yang berikutnya. Misal menyampaikan pesan-pesan kebajiakan dan sebagainya. 4) Bercerita dengan menggunakan papan flaneli 5) Bercerita dengan media boneka Kangmartho.com Page 15
  16. 16. 6) Dramatisasi suatu cerita Guru dalam bercerita memainkan perwatakan tokoh-tokoh dalam suatu cerita yang disukai anak dan merupakan daya tarik yang bersifat universal (Gordon dan Browne). Seperti si kancil pencuri ketimun. 7) Bercerita sambil memainkan jari-jari tangan b. Manfaat metode cerita bagi anak TK Metode bercerita dapat menanamkan kejujuran, keberanian, kesetiaan, keramahan, ketulusan dan sikap-sikap positif yang lain dalam kehidupan lingkungan keluarga, sekolah dan luar sekolah. Juga dapat memberi pengetahuan sosial, nilai-nilai moral dan keagamaan serta dapat mengembangkan aspek perkembangan dasar anak yang meliputi bahasa, kognitif, seni, afektif dan psikomotor. Misal cerita bawang putih dan bawang merah dan sebagainya. c. Tujuan kegiatan bercerita bagi anak TK Bercerita dapat memberikan informasi atau menanamkan nilai-nilai sosial, moral dan keagamaan. Pemberian informasi lingkungan fisik yang meliputi segala sesuatu yang ada di sekitar anak yang non manusia serta lingkungan sosial. d. Rancangan kegiatan bercerita bagi Anak TK 1) Rancangan persiapan guru - Menetapkan tujuan dan tema yang dipilih - Menetapkan bentuk bercerita yang dipilih - Menetapkan rancangan bahan dan alat yang diperlukan Kangmartho.com Page 16
  17. 17. - Menetapkan rancangan langkah-langkah bercerita - Menetapkan rencangan penilaian kegiatan bercerita 1. 2) Adapun langkah-langkah bercerita sebagai berikut: • Mengkomuniskan tema dan tujuan • Mengatur tempat duduk • Sebagai pembukaan guru menggali pengalaman-pengalaman anak dalam kegiatan yang berkaitan dengan peristiwa cerita • Pengembangan cerita yang dituturkan guru • Menetapkan cara bertutur agar dapat menggetarkan perasaan anak dengan cara memberi gambaran anak-anak yang bernasib baik dan buruk. Misal cerita “banjir” • Kangmartho.com Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan isi cerita Page 17

×