Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Pengenalan permainan tradisional hadang part i

1,085 views

Published on

Permainan murah meriah dan menyehatkan.

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Pengenalan permainan tradisional hadang part i

  1. 1. Pengenalan Permainan Tradisional Hadang Part I A. PENDAHULUAN Hadang adalah permainan olahraga tradisional yang tidak mempergunakan alat apapun sebagaimana permainan tradisional lainnya. Hadang merupakan olahraga tradisional Indonesia untuk meningkatkan kebugaran dan kualitas jasmani masyarakat Indonesia, kiranya “Hadang” bisa juga menjadi salah satu olahraga alternatif dikarenakan didalamnya banyak terdapat unsur peningkatan kebugaran jasmani. Dengan penyempurnaan Peraturan permainan dan pembinaan yang serius dan tidak terputus, olahraga ini diharapkan digemari oleh masyarakat dan suatu saat akan meningkat dari olahraga Tradisional menjadi olahraga Prestasi. B. TUJUAN Mengisi waktu luang, bermain, meningkatkan kekompakan tim. C. MANFAAT Gembira, meningkatkan kebugaran jasmani dan bersosialisasi. D. SASARAN Anak-anak, remaja, dan dewasa. E. PERATURAN DAN PERMAINAN 1. Lapangan Lapangan permainan dapat dibuat diruang tertutup (stadion tertutup, gedung olahraga, gedung pertemuan, dll) atau dapat pula dilakukan diruang terbuka (stadion terbuka, halaman rumah, lapangan terbuka, jalan raya, dll) Bentuk lapangan yaitu berbentuk empat persegi panjang berpetak-petak, dengan ukuran:  Panjang 15 meter dan lebar 9 meter. Dibagi menjadi 6 petak dengan masing- masing petak berukuran 4,5 m x 5 m.  Lapangan permainan ditandai dengan garis dengan lebar 5 cm.  Garis pembagi lapangan permainan menjadi 2 bagian memanjang disebut garis tengah. Dalam perkembangannya, hadang bukan hanya dilakukan dilapangan-lapangan konvensional (lantai keras, rumput dan tanah liat), tetapi dewasa ini, perlu dan sedang dikembangkan hadang yang dilakukan di lapangan dengan bahan sintetis, dengan tujuan lebih kepada kenyamanan dan keamanan.
  2. 2. Lapangan hadang 2. Perlengkapan  Bendera untuk hakim garis dengan ukuran masing-masing 30 x 30 cm, panjang tangkai 40 cm. Warna kuning dan merah berbentuk segi empat.  Papan nilai untuk mencatat nilai papan tulis atau (white board).  Kapur/tepung terigu/cat/line paper, kapur atau tepung terigu digunakan apabila lapangan permainan di rumput atau tanah. Cat dan paper line digunakan apabila lapangan di atas lantai semen dan jalan beraspal.  Peluit diperuntukan pada kedua wasit yang akan mmemimpin pertandingan.  Jam/ stop watch.  Meja dan kursi.  Alat tulis.  Formulir pertandingan untuk mencatat susunan pemain dan hasil pertandingan. Updated: July 3, 2015 — 6:20 am Pengenalan Permainan Tradisional Hadang Part II 3. Pemain  Pemain terdiri dari 2 regu, masing-masing terdiri dari 5 (lima) orang dan 3 (tiga) orang cadangan.  Pertandingan hanya untuk beregu putra dan beregu putri. Namun jika permainan hadang bukan sebagai pertandingan resmi yang diperlombakan, maka pemainnya bisa oleh anak laki-laki dan perempuan (bebas). 4. Seragam pemain Setiap regu diharuskan memakai seragam dengan memakai nomor dada atau nomor punggung, dengan ukuran kurang lebih 15 cm serta diberi nomor 1 sampai nomor 8. Kapten regu diberi tanda di lengan kanan berbentuk pita melingkar. 5. Lamanya permainan Permainan berlangsung selama 2 x 15 menit bersih, dengan istirahat selama 5 menit. Time out diberikan satu kali untuk setiap regu, masing-masing selama 1
  3. 3. menit, dengan jam/stop watch dimatikan. Time outdiberikan atas permintaan pelatih atau manajer tim kepada petugas meja. Saat time out diberikan, posisi pemain dicatat, setelah time out habis, posisi pemain adalah seperti pada saat time out diberikan. 6. Petugas pertandingan  Setiap pertandingan dipimpin oleh 2 orang wasit, keduanya mempunyai tugas dan kewenangan yang sama. Wasit memberikan tanda dengan meniupkan peluit.  Setiap pertandingan wasit dibantu oleh 2 orang hakim garis, yang bertugas memberi tanda apabila terjadi pelanggaran atau ada tim yang mati. Hakim garis memberi tanda dengan mengangkat bendera merah dan bendera satunya menunjuk kepada pemain yang melakukan pelanggaran atau mati.  2 orang bertugas sebagai pencatat nilai, dan ditempatkan disudut garis depan, dan 2 orang disudut garis belakang. Petugas pencatat nilai bertugas mencatat atau memberi nilai pada penyerang yang telah berhasil melewati garis di belakang dan garis di depan. 7. Jalannya permainan  Sebelum permainan dulimuai, diadakan pengundian regu, regu yang kalah sebagai penjaga, dan yang menang sebagai regu penyerang.  Regu penjaga menempati garis jaganya masing-masing dengan kedua kaki berada diatas garis, sedang regu penyerang bersiap untuk masuk menyerang.  Permainan dimuali setelah wasit membunyikan peluit.  Penyerang berusaha melewati garis di depannya dengan menghindari tangkapan, atau sentuhan dari penjaga.  Setiap pemain penyerang yang telah berhasil melewati seluruh garis dari garis depan samapai garis belakang, dan dari garis belakang sampai depan, langsung dapat melanjutkan permainan seperti semula. Demikian seterusnya permainan berjalan tanpa henti, kecuali jika diberhentikan oleh wasit karena ada: pemain penyerang yang tersentuh, waktu istirahat, terjadi kesalahan pemain dan time out.  Salah satu kaki pemain( kanan atau kiri) penyerang dibolehkan berada diluar garis samping, apabila kaki yang satu masih berada didalam lapangan permainan. Apabila salah satu kaki yang berada didalam lapangan permainan terangkat sementara kaki yang lain berada diluar garis, maka pemain tersebut dinyatakan salah mati.  Kaki penyerang yang telah menginjak garis didepannya (walaupun hanya ujung kaki saja) harus melangkah maju, apabila menarik kembali kaki dari garis yang diinjaknya maka dinyatakan mati. Penyerang yang berbalik masuk ke petak yang dibelakngnya juga dinyatakan mati.  Apabila salah satu pemain dari regu penyerang tersentuh dan dinyatakan mati oleh wasit, maka permainan dihentikan dan terjadi pergantian posisi penyerang menjadi penjaga dan sebaliknya.  Penjaga berusaha menangkap atau menyentuh penyerang dengan tangan terbuka dan jari-jari tangan tidak boleh mengepal, dalam posisi kedua kaki berpijak diatas garis.  Penjaga tidak boleh mententuh/menangkap penyerang yang telah melewati garis jaganya.
  4. 4.  Penjaga tidak boleh menyentuh/menangkap dalam posisi menghadap kedepan, sedangkan telapak tangan menghadap kebelakang.  Penjaga boleh menyentuh penyerang dengan cara menjatuhkan badan, tetapi posisi kaki tetap berada di atas garis.  Penjaga dinyatakan sah menyentuh/menangkap penyerang yang telah melewati garis dalam satu lintasan penjaga.  Penjaga garis tengah atau sodor, sentuhan/tangkapannya dinyatakan sah hanya pada garis tengah dari awal sampai akhir.  Pergantian pemain diadakan pada saat permaian berhenti, istirahat, dan time out. Tiap regu diberikan paling banyak tiga kali penggantian pemain selama pertandingan.  Pergantian regu penyerang menjadi penjaga atau sebaliknya ditentukan oleh wasit dengan membunyikan peluit, setelah: 1. Penjaga menyentuh/menangkap penyerang. 2. Kedua kaki penyerang keluar dari garis samping kiri dan kanan lapangan. 3. Satu kaki di dalam terangkat dan satu kaki berada diluar garis samping. 4. Penyerang berbalik masuk petak dibelakang yang telah dilaluinya. 5. Penyerang yang telah menginjak garis didepannya kemudian menarik kembali kakinya. 6. Tidak ada perubahan posisi dari penyerang pada petak kedepan atau kesamping selama 2 menit.  Istirahat Apabila permainan telah berjalan selama 15 menit, maka wasit membunyikan peluit tanda waktu istirahat, dan posisi pemain dicatat. Saat permainan babak kedua dilanjutkan, posisi pemain sama seperti saat babk pertama dihentikan. 8. Pelanggaran dan Hukuman  Bagi pemain penjaga, apabila: 1. Menyentuh atau menyerang dengan tangan dikepal atau meninju penyerang. 2. Mendorong pemain penyerang dengan sengaja. 3. Menyerang wasit dan membuat keributan.  Bagi pemain penyerang apabila:  Mengait dengan sengaja kaki penjaga.  Mengganggu penjaga yang telah dilaluinya.  Menyerang dan membuat keributan. Apabila penjaga atau pennyerang melakukan pelanggaran, permainan akan dihentikan dan bagi yang melakukan pelanggaran diberikan teguran atau peringatan. Dan jika masih melakukan pelanggaran, maka akan diberikan kartu kuning dan dicatat nomor dada, serta menit kejadian. Dan apabila melakukan pelanggaran berikutnya maka akan diberikan kartu merah dan nilai dikurangi 1 (satu). 9. Nilai:  Pemain yang telah berhasil melewati garis depan sampai garis belakang diberi niai 1 (satu).
  5. 5.  Pemain yang berhasil melewati garis belakang sampai dengan garis depan diberi nilai 1 (satu). 10. Penentuan pemenang: Pemenang ditentukan dari besarnya nilai setelah pertandingan berakhir selama 2 x 15 menit. Apabila terjadi nilai yang sama serelah waktu 2 x 15 menit, maka diadakan perpanjangan waktu selama 2 x 5 menit, tanpa istirahat/time out. Apabila masih tetap sama, maka penentuan pemenang diambil dari nilai regu yang memperoleh akumulasi nilai terbanyak di garis depan. Updated: July 3, 2015 — 6:18 am Lahat , 7 September 2015

×