KEPRIBADIAN MUSLIM DAN
MAKNA EXCELLENCE WITH MORALITY
Disusun Oleh :
Kelompok IV
Ulva Siti Nurmaryani 081012015
Tri Septia...
Latar Belakang
Dalam kehidupan manusia, tingkah laku atau
kepribadian merupakan hal yang sangat
penting sekali, sebab aspe...
Rumusan Masalah
1. Apa sajakah komponen pembentuk
kepribadian muslim?
2. Apakah syarat-syarat terciptanya
kepribadian isla...
Tujuan
1. Mengetahui komponen-komponen
pembentuk kepribadian muslim.
2. Mengetahui syarat-syarat terciptanya
kepribadian i...
Manfaat
1. Sebagai bahan acuan tentang kepribadian
muslim yang disyariatkan islam dalam upaya
membentuk kepribadian muslim...
Definisi Kepribadian
Kepribadian Muslim
Komponen Pembentuk Kepribadian Manusia
Syarat Terciptanya Kepribadian Muslim (Isla...
Definisi Kepribadian
Kepribadian berasal dari kata “pribadi” yang berarti diri
sendiri, atau perseorangan.
Kepribadian seb...
Kepribadian Muslim
Kepribadian muslim dapat diartikan sebagai identitas
yang dimiliki seseorang sebagai ciri khas bagi
kes...
Komponen Pembentuk Kepribadian Manusia
Faktor Internal
Faktor Eksternal
Insting Biologis
Kebutuhan Psikologis
Kebutuhan Pe...
Salimul ‘Aqidah (Aqidah yang Selamat)
Syarat Terciptanya Kepribadian Muslim
Shahihul Ibadah (Ibadah yang Benar)
Matinul Kh...
Salimul ‘Aqidah = Aqidah yang Selamat
“Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku, semua bagi Allah
tuhan semesta...
Matinul Khuluq = Akhlaq yang Kokoh
“Sesunnguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq yang baik”.
(HR. Ahmad, hadits no....
Qowiyyul Jismi = Jasmani yang Kuat
“Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah Subhanahu
wa Ta 'ala d...
Harishun Ala Waqtihi = Disiplin Waktu
“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara: Waktu mudamu
sebelum datang waktu tua...
Qodirun Alal Kasbi = Memiliki Kemandirian
Mampu mempertahankan kebenaran dan berjuang menegakkannya.
Karena Alloh tidak me...
Makna Excellence with Morality
Makna dari Excellence with Morality adalah sebuah konsep yang memiliki
pengertian dan makna...
Definisi Moralitas Islami
Moralitas islami ialah suatu kondisi atau sifat yang
telah meresap dalam jiwa seorang muslim dan...
Hubungan Moralitas Islami & Kepribadian Muslim
Hubungan antara moralitas islami dan kepribadian
islami yaitu jika seseoran...
Kandungan Alqur’an Surat Ali ‘Imron : 146-148
Kandungan Alqur’an Surat Ali ‘Imron : 146
Artinya:
“Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka
sejumlah ...
Kandungan Alqur’an Surat Ali ‘Imron : 146
Dalam rangka belajar untuk dapat memiliki kepribadian
muslim/islami kita dapat m...
Kandungan Alqur’an Surat Ali ‘Imron : 147-148
Para pengikut Nabi yang bertaqwa senantiasa berdoa dan menerima
musibah deng...
Terima Kasih
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Kelompok iv kelas abcdtlis 4 (ulva, tri septia, wahyu, marina, helen, catur,hima)

1,124 views

Published on

Tugas Kelompok Agama 2 dengan Judul "KEPRIBADIAN MUSLIM DAN MAKNA EXCELLENCE WITH MORALITY"

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,124
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
47
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Kelompok iv kelas abcdtlis 4 (ulva, tri septia, wahyu, marina, helen, catur,hima)

  1. 1. KEPRIBADIAN MUSLIM DAN MAKNA EXCELLENCE WITH MORALITY Disusun Oleh : Kelompok IV Ulva Siti Nurmaryani 081012015 Tri Septiawahyuni 081012068 Wahyu Priyanti 081012091 Marina Ratnasari 081012114 Helen Dyah P 081015083 Catur Rosalia O 081111008 Hima Dewi Mariastuti 081114051 Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga
  2. 2. Latar Belakang Dalam kehidupan manusia, tingkah laku atau kepribadian merupakan hal yang sangat penting sekali, sebab aspek ini akan menentukan sikap identitas diri seseorang. Baik dan buruknya seseorang itu akan terlihat dari tingkah laku atau kepribadian yang dimilikinya. Seorang muslim haruslah memiliki kepribadian yang mulia karena dengan kepribadian atau akhlaq yang mulia itulah seorang muslim bisa dianggap mulia.
  3. 3. Rumusan Masalah 1. Apa sajakah komponen pembentuk kepribadian muslim? 2. Apakah syarat-syarat terciptanya kepribadian islami? 3. Apa makna dari Exellence with Morality? 4. Bagaimana hubungan antara moralitas islami dengan kepribadian islami?
  4. 4. Tujuan 1. Mengetahui komponen-komponen pembentuk kepribadian muslim. 2. Mengetahui syarat-syarat terciptanya kepribadian islami. 3. Mengetahui makna dari Exellence with Morality. 4. Mengetahui hubungan antara moraliatas islami dengan kepribadian islami.
  5. 5. Manfaat 1. Sebagai bahan acuan tentang kepribadian muslim yang disyariatkan islam dalam upaya membentuk kepribadian muslim yang Exellence with morality. 2. Upaya peningkatkan kualitas iman dan ketaqwaan manusia dari aspek kepribadian muslim. 3. Menjadi media syiar agama dalam membentuk manusia yang berakhlakul karimah.
  6. 6. Definisi Kepribadian Kepribadian Muslim Komponen Pembentuk Kepribadian Manusia Syarat Terciptanya Kepribadian Muslim (Islami) Makna Excellence with Morality Pengertian Moralitas Hubungan Moralitas Islami dengan Kepribadian Muslim Pokok Bahasan
  7. 7. Definisi Kepribadian Kepribadian berasal dari kata “pribadi” yang berarti diri sendiri, atau perseorangan. Kepribadian sebagai keseluruhan pola sikap, kebutuhan, ciri-ciri kas dan prilaku seseorang. Pola berarti sesuatu yang sudah menjadi standar atau baku, sehingga kalau di katakan pola sikap, maka sikap itu sudah baku berlaku terus menerus secara konsisten dalam menghadapai situasi yang di hadapi. (Schever Dan Lamm, 1998)
  8. 8. Kepribadian Muslim Kepribadian muslim dapat diartikan sebagai identitas yang dimiliki seseorang sebagai ciri khas bagi keseluruhan tingkah laku sebagai muslim, baik yang disampaikan dalam tingkah laku secara lahiriyah maupun sikap batinnya. Dalam pandangan Islam, kepribadian merupakan interaksi dari kualitas-kualitas qalbu, akal dan nafs. QALBUAKAL NAFSU
  9. 9. Komponen Pembentuk Kepribadian Manusia Faktor Internal Faktor Eksternal Insting Biologis Kebutuhan Psikologis Kebutuhan Pemikiran Lingkungan Keluarga Lingkungan Sosial Lingkungan Pendidikan
  10. 10. Salimul ‘Aqidah (Aqidah yang Selamat) Syarat Terciptanya Kepribadian Muslim Shahihul Ibadah (Ibadah yang Benar) Matinul Khuluq (Akhlak yang Kokoh) Mutsaqqoful Fikri (Wawasan yang Luas) Qowiyyul Jismi (Jasmani yang Kuat) Mujahadatul Linafsihi (Berjuang Melawan Hawa Nafsu) Harishun Ala Waqtihi (Disiplin Menggunakan Waktu) Munazhzhamun fi Syuunihi (Teratur dalam Urusan) Qodirun Alal Kasbi (Memiliki Kemandirian) Nafi’un Lighoirihi (Bermanfaat Bagi Orang Lain)
  11. 11. Salimul ‘Aqidah = Aqidah yang Selamat “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku, semua bagi Allah tuhan semesta alam”. (QS. al-An’aam *6+:162). Shahihul Ibadah = Ibadah yang Benar “ Siapa yang membuat perkara baru dalam urusan kami ini yang tidak ada perintahnya maka perkara itu tertolak”. (HR. Bukhari, Hadits No. 2499)
  12. 12. Matinul Khuluq = Akhlaq yang Kokoh “Sesunnguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq yang baik”. (HR. Ahmad, hadits no. 8595) Mutsaqqoful Fikri = Wawasan yang Luas “(Al Quran) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran”. (QS. Ibrahim: 52).
  13. 13. Qowiyyul Jismi = Jasmani yang Kuat “Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta 'ala daripada orang mukmin yang lemah. (HR. Muslim, hadits no. 4816) Mujahadatul Linafsihi = Berjuang Melawan Hawa Nafsu “... Dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.”(QS. Al Kahfi : 28)
  14. 14. Harishun Ala Waqtihi = Disiplin Waktu “Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara: Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, Hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Al Hakim) Munazhzhamun fi Syuunihi = Teratur dalam Urusan Segala suatu urusan mesti dikerjakan secara profesional. Apapun yang dikerjakan, profesionalisme selalu diperhatikan. Bersungguh- sungguh, bersemangat, berkorban, berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan merupakan hal-hal yang mesti mendapat perhatian serius dalam penunaian tugas-tugas.
  15. 15. Qodirun Alal Kasbi = Memiliki Kemandirian Mampu mempertahankan kebenaran dan berjuang menegakkannya. Karena Alloh tidak membebani umatnya dibatas kemampuannya. “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al Baqrah : 286) Nafi’un Lighoirihi = Bermanfaat Bagi Orang Lain “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain.”(HR. At-Thabarani)
  16. 16. Makna Excellence with Morality Makna dari Excellence with Morality adalah sebuah konsep yang memiliki pengertian dan makna bahwa salah satu bentuk kualitas prioritas capaian jati diri atau kepribadian dan terintegrasinya nilai berupa kualitas moral dan akhlak. Excellence mengandung pengertian terpuji, terbaik, dan paling bernilai. seseorang dikatakan excellence apabila berhasil memiliki prestasi atau keunggulan seperti memiliki pengetahuan, persepsi, sikap dan perilaku yang baik dan benar, serta yang berkualitas tinggi, sehingga orang lain memberikan penghargaan, pujian dan penghormatan. Morality berorientasi kepada moralitas, akhlak, dan keimanan yang dapat diberikan pada seseorang yang mampu mengendalikan diri dan mengembangkan emosi secara positif. Moralitas ini berintikan pada kebiasaan-kebiasaan (habits) yang baik dan positif, seperti kejujuran, sikap tidak arogan, rendah hati, mengedepankan kebersamaan dan sebagainya.
  17. 17. Definisi Moralitas Islami Moralitas islami ialah suatu kondisi atau sifat yang telah meresap dalam jiwa seorang muslim dan telah menjadi kepribadian, hingga dari situ timbul berbagai macam perbuatan dengan cara mudah dan spontan tanpa dibuat dan tanpa memerlukan pemikiran. Apabila dari kondisi tadi timbul kelakuan yang baik dan terpuji menurut pandangan syari’at dan akal pikiran, maka ia dinamakan moral yang mulia dan sebaliknya apabila yang lahir kelakuan yang buruk, maka disebutlah moral yang tercela.
  18. 18. Hubungan Moralitas Islami & Kepribadian Muslim Hubungan antara moralitas islami dan kepribadian islami yaitu jika seseorang telah memiliki kepribadian islami maka akan memunculkan dalam dirinya moral atau etika yang islami juga (moralitas islami). Moral merupakan aplikasi dari segala ciri atau karakter yang ada dalam jiwa manusia. Sehingga hubungan antara kepribadian islami dan moral islami sangatlah berkaitan satu sama lain. Kepribadian islami membentuk moral islami, dan sebaliknya adanya moral islami yang terpancar dipengaruhi oleh kepribadian islami yang dimiliki seseorang
  19. 19. Kandungan Alqur’an Surat Ali ‘Imron : 146-148
  20. 20. Kandungan Alqur’an Surat Ali ‘Imron : 146 Artinya: “Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. “(QS. Ali-Imron: 146) “Tidak ada doa mereka selain ucapan: "Ya Rabb kami, ampunilah dosa- dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” “(QS. Ali-Imron: 147) Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan .“(QS. Ali-Imron: 48)
  21. 21. Kandungan Alqur’an Surat Ali ‘Imron : 146 Dalam rangka belajar untuk dapat memiliki kepribadian muslim/islami kita dapat mencontoh perjuangan-perjuangan para pendahulu kita seperti perjuangan para Nabi ketika berperang menghadapi atau melawan musuh-musuh Alloh. Dalam perjuangannya para Nabi beserta pengikutnya yang bertaqwa tidak berputus asa, mereka tidak menjadi lemah dan tidak pula merasa takut (karena hal-hal yang menimpa mereka di jalan Allah) seperti mendapat luka dan terbunuhnya nabi-nabi dan para sahabat mereka (dan tidak menjadi lelah) menghadapi perjuangan (dan tidak pula menyerah) atau tunduk kepada musuh-musuh.
  22. 22. Kandungan Alqur’an Surat Ali ‘Imron : 147-148 Para pengikut Nabi yang bertaqwa senantiasa berdoa dan menerima musibah dengan penuh kesabaran. (Ya Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami) yaitu tindakan mereka yang melanggar batas (dalam urusan kami) sebagai pengakuan bahwa musibah yang menimpa mereka itu ialah karena jeleknya perbuatan mereka yang berarti menghancurkan diri mereka sendiri (dan tetapkanlah hati kami) dengan kekuatan menghadapi perjuangan (serta tolonglah kami terhadap kaum yang kafir. Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia yaitu berupa kemenangan-kemenangan, harta rampasan serta pujian-pujian dan pahala yang baik di akhirat karena sesungguhnya Alloh menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.
  23. 23. Terima Kasih

×