Advanced Management Theory

1,439 views

Published on

Advanced Management Theory

Published in: Business, Technology
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,439
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
8
Actions
Shares
0
Downloads
31
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Advanced Management Theory

  1. 1. Dr(c). Sandy Wahyudi,MM,MA. BPU – Universitas Ciputra Harry Braverman: the degradation of work William Ouchi: theory Z Charles Handy: the future of work. Advanced Management Theory
  2. 2. HARRY BRAVERMAN and THE DEGRADATION of WORK
  3. 3. BIOGRAFI <ul><li>Lahir di New York (9 December 1920), keturunan pasangan Polandia-Yahudi. Sering menggunakan nama samaran Harry Frankel. </li></ul><ul><li>Lulus dari New School kota New York jurusan Riset Sosial pada tahun 1963. </li></ul><ul><li>Pengalaman bekerja di perkapalan Brooklyn dan pabrik baja Ohio. </li></ul><ul><li>Bergabung dengan the Trotskyist movement yakni kegerakan partai sosialis pada tahun 1937. Menjadi editor dari The American Socialist sampai tahun 1959. </li></ul><ul><li>Menjadi editor dari Grove Press, merupakan tokoh yang menerbitkan The Autobiography of Malcom X. Hasil karya terpentingnya adalah Labor and Monopoly Capitalism , diterbitkan tidak lama sebelum kematiannya akibat kanker pada Agustus 1976. Meninggal di Honesdale, Pennsylvania pada tanggal 2 Agustus 1976 akibat kanker. </li></ul>
  4. 4. Latar Belakang Pemikiran <ul><li>Degradasi kualitas pekerjaan </li></ul><ul><li>Human machine </li></ul><ul><li>Pergeseran ini yang menyebabkan para pekerja lama harus menyerahkan kebebasannya pada proses kerja, penalty keuangan dan bahkan harga diri yang terusakkan ( damaged self esteem ). </li></ul>
  5. 5. Kontribusi bagi Manajemen <ul><li>Teori Perusakan kualitas/ labour de-skilling </li></ul><ul><li>Pembentukan serikat buruh </li></ul><ul><li>Kesalahan HRD dalam Rekruitmen dan start-up training </li></ul><ul><li>Menentang kapitalisme monopoli tenaga kerja </li></ul><ul><li>Ide mengenai the decline of family life </li></ul>
  6. 6. Hasil Karya Publikasi <ul><li>Labor and Monopoly Capital: The degradation of work in the 20 th century (1976) </li></ul><ul><li>Editor of The American Socialist Journal </li></ul><ul><li>The Autobiography of Malcolm X (1960) </li></ul><ul><li>Automation: Promise and Menace (1955) </li></ul><ul><li>The New America (1955) </li></ul><ul><li>Book review (&quot;Our Corporate Middle Class&quot;) of William Whyte’s The Organizational Man (1957) </li></ul><ul><li>Marx in the Modern World (1958) </li></ul><ul><li>The World of Work (1959) </li></ul><ul><li>The American Class Structure </li></ul><ul><li>The essay was entitled &quot;Socialism in Our Time.” </li></ul><ul><li>Marxist Economic Theory </li></ul><ul><li>The Formation of the Economic Thought of Karl Marx, 1843 to Capital </li></ul>
  7. 7. Komentar Penulis <ul><li>Braverman adalah seorang pemikir yang anti-manajemen </li></ul><ul><li>Braverman: fungsi manajemen adalah sama dengan the erosion of skill and the degradation of work under capitalism </li></ul><ul><li>Braverman memiliki pengaruh sangat radikal saat itu dan memberi kontribusi pada ide reformis manajemen yang telah dilakukan oleh pemikir-pemikir seperti Maslow, McGregor, dan Herzberg. </li></ul><ul><li>titik kesamaan antara karya Braverman dengan seorang penulis Inggris bernama George Orwell yang merupakan penganut Unorthodox sayap kiri yang sangat tidak suka dengan konsumerisme dari dunia modern. </li></ul>
  8. 8. SARAN <ul><li>Ide upgrading of skill yang diusulkan oleh Braverman sebaiknya juga dapat diterapkan pada industry yang memang lebih membutuhkan kualitas produk daripada mass production (contoh: Ferrari) . Tiap pekerja seharusnya diberi kelonggaran khusus dimana mereka dapat berkreativitas pada karya yang dihasilkan. Kepuasan akan mereka dapatkan begitupula perusahaan juga akan diuntungkan olehnya. </li></ul>
  9. 9. WILLIAM OUCHI and THEORY Z
  10. 10. BIOGRAFI <ul><li>Lahir di Honolulu, Hawaii (1943). Lulus dengan gelar B.A. in Political Economy dari Williams College (1965), MBA dari Stanford University (1967) dan Ph.D. in Business Administration dari University of Chicago (1972). Sekarang adalah Stanford business school professor dan menjadi anggota faculty member of the Anderson School of Management at University of California, Los Angeles . Menjabat di the Sanford and Betty Sigoloff sebagai Professor di bidang Corporate Renewal in the Anderson Graduate School of Management at UCLA. </li></ul><ul><li>Dr. Ouchi juga seorang director of AECOM Technology Corporation and FirstFed Financial Corp., Director of The Alliance for College Ready Public Schools, the California Heart Center Foundation, the Japanese American National Museum and the Conrad N. Hilton Foundation. </li></ul>
  11. 11. <ul><li>Penghargaan </li></ul><ul><li>L.H.D., The Ohio State University, 1999 UCLA Medal for Distinguished Teaching, by the UCLA Academic Senate and the UCLA Alumni Association, 1993 The Asian Woman Warrior Award, by the Asian-Pacific Women's Network, 1987 D.Litt., 1982, Williams College Grand Prix des Meilleurs Livres de Management, by Universite de Paris and Harvard L'Expansion, 1982 </li></ul><ul><li>Topik Perhatian K-12 public education, organizational structures, decentralized management, board of directors, CEO succession, multinational companies, nonprofit organizations, China, Japan, Los Angeles, government relations </li></ul><ul><li>Fokus Pengajaran </li></ul><ul><li>Designing the structure of complex organizations Restructuring Public School Districts K-12 Organizational Behavior Corporate Governance </li></ul>
  12. 12. Latar Belakang Pemikiran <ul><li>Mengapa perusahaan Jepang di negara asal memiliki kinerja yang lebih baik daripada yang ada di Amerika? </li></ul><ul><li>Lima area kunci yang menyebabkan perbedaan tersebut diantaranya adalah: </li></ul><ul><li>1. Adanya pendekatan inisiatif bawahan untuk memberikan arus informasi pada atasan </li></ul><ul><li>2. Membuat Top Manajemen sebagai agen fasilitator atas sebuah keputusan bersama daripada sebagai penetap kebijaksanaan </li></ul><ul><li>3. Menggunakan manajemen madya sebagai pendorong, pembentuk jawaban atas masalah yang terjadi </li></ul><ul><li>4. Mengadakan permufakatan sebagai jalan untuk mengambil keputusan </li></ul><ul><li>5. Memberikan perhatian khusus bagi masing-masing karyawan, memperlakukan sebagaimana manusia seutuhnya </li></ul>
  13. 13. Kontribusi bagi manajemen <ul><li>Type Z Organization??? </li></ul><ul><li>Fokus pada tenaga kerja  lifetime>>, turnover<< </li></ul><ul><li>Sistem rekruitmen di Jepang </li></ul>
  14. 14. Hasil Karya Publikasi <ul><li>Theory Z: How American Management Can Meet the Japanese Challenge (Addison-Wesley, 1981) </li></ul><ul><li>Making Schools Work: A Revolutionary Plan to Get Your Children the Education They Need , diterbitkan pada September 2003. </li></ul>
  15. 15. Pendukung dan Kritisi <ul><li>Beyond Theory Z  England (1983), </li></ul><ul><li>Anti-Theory Z  Keys dan Miller (1984) </li></ul><ul><li>Japanization  Oliver dan Wilkinson (1992) </li></ul>
  16. 16. Komentar Penulis <ul><li>Theory Z yang dikemukakan Ouchi adalah sebuah bentuk pemikiran dunia barat atas pertanyaan yang muncul mengapa Industri Jepang begitu fenomenal keberhasilannya. Pandangannya terlalu sederhana karena hanya menyertakan faktor tenaga kerja saja bukan system perusahaan secara keseluruhan seperti teknologi, dan faktor teknis lainnya. Ouchi lebih menekankan hubungan jangka panjang dengan karyawan dan nilai budaya perusahaan saja daripada faktor efektivitas dan efisiensi. </li></ul>
  17. 17. SARAN <ul><li>Ouchi seharusnya melakukan risetnya tidak hanya pada budaya Jepang-Amerika saja melainkan perkawinan budaya lain dengan demikian dapat ditarik kesimpulan yang lebih generik. </li></ul>
  18. 18. CHARLES HANDY and THE FUTURE of WORK
  19. 19. BIOGRAFI <ul><li>Handy lahir di Kildare, Ireland, tahun 1932, anak dari seorang Archdeacon. </li></ul><ul><li>Pendidikan ditempuh di Inggris dan Amerika, lulus dari Oriel College, Oxford, dengan penghargaan first-class honors in “Greats”, an intellectual study of classics, history, and philosophy. Setelah lulus, Handy bekerja untuk Shell International sebagai marketing executive, economist, and management educator , di Asia Tenggara dan London sebelum mulai sekolah lagi di the Sloan School of Management at the Massachusetts Institute of Technology. </li></ul><ul><li>Tahun 1967, kembali ke England untuk mendisain dan mendirikan the only Sloan Program outside the US, at Britain’s first Graduate Business School in London. </li></ul>
  20. 20. BIOGRAFI –con’t <ul><li>Tahun 1972 Handy menjadi full Professor di sekolah tersebut dan spesialisasinya dalam bidang managerial psychology. </li></ul><ul><li>Dari tahun 1977 hingga 1981, Handy menjadi pengawas dari St George’s House in Windsor Castle, sebuah lembaga studi mengenai etika dan nilai-nilai sosial kemasyarakatan. </li></ul><ul><li>Menjadi Chairman of the Royal Society of Arts in London (1987 to 1989). </li></ul><ul><li>Memiliki honorary Doctorates or Fellowships dari 13 Universitas di Inggris dan satu lagi dari Trinity College, Dublin. </li></ul><ul><li>Charles Handy sekarang menjadi seorang professor di the London Business School serta menjadi seorang independent writer dan broadcaster . </li></ul>
  21. 21. Latar Belakang Pemikiran <ul><li>mengembangkan perusahaan di luar batasan-batasan teori perilaku organisasi menuju dimensi dunia kerja yang lebih luas seperti perubahan teknologi yang cepat, etika dan kemasyarakatan. </li></ul><ul><li>Sikap pada serikat buruh?? </li></ul><ul><li>Stagflation  future of work </li></ul>
  22. 22. Kontribusi bagi manajemen <ul><li>Ada beberapa jenis pekerjaan baru yang muncul pada dekade terakhir disisi lain jenis pekerjaan lama ada yang menghilang. </li></ul><ul><li>Ada tiga jenis pekerjaan: </li></ul><ul><li>1) Job Work , 2) Marginal Work , 3) Gift Work. </li></ul><ul><li>setiap orang akan dengan segala upaya membentuk suatu jejaring sosial sebagai portofolio aktivitas dan hubungan yang pada gilirannya akan berkontribusi pada penambahan pendapatan </li></ul><ul><li>Fulltime jobs  parttime jobs  Outsource </li></ul>
  23. 23. Kontribusi bagi manajemen –con’t <ul><li>No secure jobs </li></ul><ul><li>Dunia pendidikan  wajib berperan </li></ul><ul><li>Generasi tua  terancam oleh yang muda </li></ul><ul><li>Egoisitas  polaritas </li></ul><ul><li>Headquarter  virtual office  mental karyawan siap?? </li></ul><ul><li>Tujuh prinsip trust: </li></ul><ul><li>1) Trust is not blind, 2)Trust needs boundaries, 3)Trust demand learning, 4)Trust is tough, 5)Trust needs bonding, 6)Trust needs touch, 7)Trust requires leadership. </li></ul>
  24. 24. Hasil karya publikasi <ul><li>The Age of Unreason (1989). </li></ul><ul><li>Gods of Management (Business Books 1992). </li></ul><ul><li>Understanding Organizations (Penguin 4th. Edn.1993). </li></ul><ul><li>&quot;Balancing Corporate Power: A New Federalist Paper&quot;, 1992. </li></ul><ul><li>&quot;Trust and the Virtual Organization&quot;, 1995. </li></ul><ul><li>The Empty Raincoat (Age of Paradox in the US) 1994. </li></ul><ul><li>Beyond Certainty, a collection of his articles and essays, 1995. </li></ul><ul><li>Waiting for the Mountain to Move (1995). </li></ul><ul><li>The Hungry Spirit, 1997. </li></ul><ul><li>The New Alchemists (1999). </li></ul>
  25. 25. Hasil karya publikasi – con’t <ul><li>Reinvented Lives: Women at Sixty, A Celebration, 2002. </li></ul><ul><li>The Elephant and the Flea, 2001. </li></ul><ul><li>Myself and Other More Important Matters, 2006. </li></ul><ul><li>The New Philanthropists (2006). </li></ul><ul><li>The Future of Work (1984) </li></ul><ul><li>Understanding Schools (1986) </li></ul><ul><li>Understanding Voluntary Organisations (1988) </li></ul><ul><li>Inside Organisations(1990) </li></ul><ul><li>Thoughts for the Day (1999) - (first published in 1991 as Waiting for the Mountain to Move) </li></ul><ul><li>A Journey through Tea - with Elizabeth Handy </li></ul>
  26. 26. Komentar penulis <ul><li>Penulis disini tidak tampak mengkomentari Handy melainkan setuju dengan pendapatnya. Namun harusnya ada sedikit penambahan bahwa Handy lupa menambahkan bagaimana sikap seseorang yang baik pada masa depan kerja ( future of work) agar kompetisi satu sama lain tetap terjadi disisi lain hubungan baik antar individu tetap terjaga. </li></ul>
  27. 27. Saran <ul><li>Charles Handy telah terbukti sebagai pemikir visioner, pada tahun 1984 dia telah mampu melihat keadaan 20 tahun kedepan dan ternyata sekarang dapat kita lihat bersama bahwa memang pemikirannya benar-benar terbukti. Pemikiran Handy yang visioner untuk 20 tahun ke depan lagi sangat dibutuhkan, semua orang ingin tahu bagaimana kira-kira wujud organisasi manajemen pada tahun 2030-an. </li></ul>
  28. 28. Thank for the Attention

×