BAB I
GAMBARAN UMUM SMA MUHAMMADIYAH PURWOREJO

A. Sejarah Perkembangan Sekolah
Semua yang ada di dunia ini tidak lepas da...
2

Keterangan :
 Kepala sekolah mempunyai hubungan vertikal dengan BP3.
 Kepala sekolah mempunyai hubungan horizontal de...
3

Kepala sekolah bertugas dan bertanggung jawab terhadap keseluruhan kegiatan
yang ada di sekolah antara lain :
a. Mengat...
4

 Buku paket
 Buku induk anggota perpustakaan
 Buku inventaris
 Buku klasifikasi buku perpustakaan
 Kartu anggota p...
5

 Siswa datang ke sekolah sebelum pelajaran dimulai.
 Siswa memasuki ruang kelasnya masing - masing dengan terib dan t...
6

 Segala sesuatu yang tidak/belum disebutkan dalam tata tertib sekolah dapat
diatur lebih lanjut.

D. Usaha Sekolah Men...
7

 Disiplin dan Tata tertib
b. Ikatan Remaja Muhammadiyah
Ikatan Remaja Muhammadiyah di SMA Muhammadiyah Purworejo
kepen...
8

BAB II
KEGIATAN PEMBELAJARAN
DI SMA MUHAMMADIYAH PURWOREJO

1. Pendidikan Matematika
Wahyu Andista
A. Rencana Pembelaja...
9

Dalam penyusunan rencana pembelajaran ini, kami berpedoman pada kurikulum
yang berlaku yaitu KTSP (Kurikulum Tingkat Sa...
10

c. Memberi pesan untuk pertemuan yang akan datang.
d. Salam penutup.
8. Alat/Bahan/Sumber Belajar
Dalam mendukung kela...
11

soal, praktikan memberikan LKS yang dibuat sendiri oleh praktikan. Pada waktu siswa
mengerjakan LKS, praktikan berkeli...
12

mengerjakan LKS, praktikan berkeliling sambil menanyakan apakah ada kesulitan
dalam mengerjakan LKSnya. Setelah semua ...
13

praktikan membahas materi mengenai Diagram Lingkaran, kemudian memberikan
contoh-contoh soal. Setelah selesai membahas...
14

hubungannya dengan mata pelajaran yang berkait. Agar kegiatan ini lebih efektif hendaklah
di persiapkan dengan matang ...
15

BAB IV
KENDALA KENDALA DALAM PPL DAN PEMECAHANNYA

A. KENDALA KENDALA DALAM PPL
Dalam pelaksanaan Praktik Pengalama La...
16

19BAB V

PENUTUP

A. KESIMPULAN
Berdasarkan pengalaman penulis selama melaksanakan praktik pengalaman lapangan
(PPL) d...
17

3. Untuk Mahasiswa
 Sebaiknya sebelum melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan(PPL) hendaknya
mempersiapkan segala se...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Bab 1,2,3,4,5

1,232 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
1,232
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
40
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Bab 1,2,3,4,5

  1. 1. BAB I GAMBARAN UMUM SMA MUHAMMADIYAH PURWOREJO A. Sejarah Perkembangan Sekolah Semua yang ada di dunia ini tidak lepas dari sejarah perkembangan, tidak pula SMA Muhammadiyah Purworejo juga mempunyai sejarah hingga menjadi sebuah lembaga pendidikan formal seperti sekarang ini. Pada awalnya kemunculannya SMA Muhammadiyah Purworejo hanyalah sebuah “Perguruan Muhammadiyah“ yang didirikan oleh Bapak H. M. Daromi Irdjas SH, tepatnya pada tanggal 1 Januari 1978. Pada awal berdiri, status dari lembaga pendidikan ini masih “terdaftar”. Sejak lembaga pendidikan ini berdiri peminat yang ingin masuk sekolah ini sudah banyak, tetapi banyak peminat yang akhirnya tidak tertampung. Dengan semakin berkembangnya dunia pendidikan di Indonesia nama “ Perguruan Muhammadiyah “ yang merupakan cikal bakal dari SMA Muhammadiyah, mulai berganti nama pada tahun 1995 dengan status “disamakan” menjadi “SMA Muhammadiyah”. Hal ini sesuai dengan keputusan menteri pendidikan dan kurikulum 1994. B. Model Pelaksanaan Pembelajaran Model Pembelajaran yang digunakan di SMA Muhammadiyah Purworejo yaitu Tanya Jawab, Diskusi, dan Penugasan. Tetapi yang sering digunakan adalah Tanya jawab dan penugasan, karena disesuaikan dengan kondisi siswa. Model pembelajaran penugasan sering dilakukan dengan tujuan agar siswa bisa lebih paham dengan materi yang telah disampaikan oleh guru. C. Letak dan Kondisi Sekolah Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah Purworejo, mempunyai dua buah bangunan yang dipakai untuk berlangsungnya kegiatan belajar mengajar. Untuk kampus I terletak di Jl. KH. A. Dahlan 8 Purworejo dan kampus II terletak di Jl. Kyai Brengkelan Purworejo. Kedua kampus ini sangat mudah terjangkau, baik dengan kendaraan pribadi maupun dengan kendaraan umum. 1. Struktur Organisasi Sekolah Struktur organisasi di SMA Muhammadiyah Purworejo yang terletak di Jl. Kyai Brengkelan Purworejo adalah sebagai berikut : 1) Kepala Sekolah 2) BP 3) Kepala Urusan Tata Usaha 4) Wakasek Kurikulum 5) Wakasek Kesiswaan 6) Wakasek Sarana dan Prasarana 7) Wakasek Humas 8) Guru-guru SMA Muhammadiyah Purworejo 1
  2. 2. 2 Keterangan :  Kepala sekolah mempunyai hubungan vertikal dengan BP3.  Kepala sekolah mempunyai hubungan horizontal dengan kepala urusan TU dan Wakasek sesuai dengan bidangnya masing-masing.  Kepala sekolah mempunyai hubungan horizontal langsung dengan guru-guru yang mengajar di SMA Muhammadiyah Purworejo.  Kepala sekolah mempunyai hubungan horizontal dengan siswa-siswa yang belajar di SMA Muhammadiyah Purworejo melalai guru bidang studi dan wali kelas. 2. Keadaan Fisik Bangunan Keadaan fisik bangunan cukup memadai, berbagai macam bangunan diantaranya adalah sebagai berikut : a. Gedung : 1 buah. l. Ruang perpustakaan : 1 ruang. b. Ruang kelas : 13 ruang. m. Koperasi : 1 ruang. c. Ruang kepala sekolah : 1 ruang. k. Musholla : 1 buah. d. Ruang wakasek : 1 ruang l. Ruang tamu : 1 ruang. e. Ruang guru : 1 ruang. m. Dapur : 2 buah. f. Ruang TU : 1 ruang. n. Tempat parkir : 2 buah. g. Ruang UKS : 2 ruang. o. Kamar kecil siswa : 6 kamar. h. Ruang Keterampilan : 5 ruang. p. Kamar kecil guru : 2 kamar. i. Ruang komputer : 1 ruang. q. Laboratorium : 3 buah. j. Ruang rapat : 1 ruang. r. Ruang Osis : 1 buah : 1 ruang s. Ruang BP : 2 ruang. k. Dapur t. Jumlah guru menurut bidang studinya di SMA Muhammadiyah Purworejo ada 35 orang, yaitu : 1) Al-Islam : 4 orang. 10) Geografi : 1 orang. 2) Bahasa Inggris : 3 orang. 11) Pendidikan seni : 1 orang. 3) Matematika : 3 orang. 12) BP/BK : 2 orang. 4) Fisika : 2 orang. 13) Sosiologi : 2 orang. 5) Bahasa Indonesia : 2 orang. 14) Ekonomi : 2 orang. 6) Biologi : 2 orang. 15) Penjaskes : 1 orang. 7) Kimia : 2 orang. 16) Keterampilan : 4 orang. 8) PPKn : 1 orang. 17) Tapak suci : 1 orang. 9) Sejarah : 1 orang. 18) TIK : 1 orang. Adapun jumlah siswa di SMA Muhammadiyah Purworejo sebagai berikut : a. Kelas X yang terdiri dari 4 kelas berjumlah 146 siswa. b. Kelas XI yang terdiri dari 5 kelas berjumlah 148 siswa. c. Kelas XII yang terdiri dari 4 kelas berjumlah 114 siswa. 3. Pengaturan Personalia
  3. 3. 3 Kepala sekolah bertugas dan bertanggung jawab terhadap keseluruhan kegiatan yang ada di sekolah antara lain : a. Mengatur pelaksanaan proses belajar mengajar  Program tahunan berdasarkan kalender pendidikan  Pembagian tugas guru  Penyusunan jadwal pelajaran  Pencapaian target dan daya serap kurikuler  Pembuatan SP dan SPP b. Mengatur pelaksanaan Evaluasi  Cara pembuatan tes dan penilaian / pembuatan kisi-kisi  Pelaksanaan ulangan harian, ulangan semester,UAS dan UAN  Monitoring / supervisi guru yang sedang mengajar di kelas c. Mengatur pelaksanaan penunjang proses belajar mengajar  Pelaksanaan program BP dan BK  Pelaksanaan koperasi sekolah  Pelaksanaan perpustakaan sekolah  Peningkatan mutu guru  Wiyata mandala dan ketahanan sekolah  Ketata usahaan sekolah  Sumber dana 4. Pengaturan Sarana dan Prasarana Pengaturan sarana dan prasarana pelajaran cukup memadai dengan dibantu oleh tenaga pendidik dan tenaga bukan pendidik. a. Tenaga pendidik terdiri dari:  Guru laki-laki : 6 orang  Guru perempuan GTT : 8 orang  Guru laki-laki GTT : 9 orang  Guru yayasan : 9 orang  Guru perempuan  Guru bantu : 5 orang : 5 orang b. Tenaga bukan pendidik terdiri dari : 13 orang c. Perpustakaan 5. Penyimpanan Data dan Arsip Penyimpanan data dan arsip sekolah semuanya disimpan di sekolah : a. Arsip Bidang Pengajaran  Buku Leger : buku yang digunakan untuk mencatat nilai-nilai dari siswa, yang mereka terima seluruh bidang studi.  Buku Induk Siswa : buku yang digunakan untuk mencatat identitas siswa yang belajar di sekolah bersangkutan.  Buku Kemajuan Siswa : buku yang digunakan untuk mencatat siswa yang hadir dan tidak hadir tiap hari dan mencatat materi-materi pelajaran tiap pertemuan. b. Arsip Bidang Perpustakaan
  4. 4. 4  Buku paket  Buku induk anggota perpustakaan  Buku inventaris  Buku klasifikasi buku perpustakaan  Kartu anggota perpustakaan  Grafik pinjaman buku c. Arsip Bidang Tata Usaha Buku agenda yang berisi surat masuk dan surat keluar. d. Arsip Bidang Keuangan  Buku harian : untuk mencatat uang yang masuk dan yang keluar.  Buku tabelaris. 6. Pengaturan Keuangan a. Pengaturan keuangan di SMA Muhammadiyah purworejo ditangani oleh :  Bendahara Sekolah  Urusan sarana dan prasarana  Humas b. Jenis keuangan atau dana yang menjadi kewajiban siswa adalah :  SPP  Uang pembinaan  Uang jariyah  Uang UAS dan UAN  Iuran OSIS dan lain-lain  Bantuan perbaikan dan peralatan Adapun cara pembayaran diatur sebagai berikut : Uang SPP dibayar paling lambat tanggal 10, sedangkan uang yang lain sesuai dengan batasan-batasan lebih lanjut. c. Penggunaan uang dana, uang dana yang berasal dari siswa digunakan untuk memenuhi segala kebutuhan yang ada kaitanya dengan proses belajar mengajar antara lain :  Pembelian perlengakapan kelas.  Honorarium tenaga kerja / karyawan guru.  Keperluan luar sekolah yang masih berkaitan dengan keperluan sekolah.  Cadangan bila ada keperluan mendadak. 7. Tata Tertib Sekolah Tata tertib sekolah bukan hanya kelengkapan sekolah saja, akan tetapi merupakan bagian dan kehidupan pelajar dan merupakan kebutuhan pelajar itu sendiri dalam taraf pembentukan diri pribadi yang baik. Untuk itulah disususn pedoman tata tertib siswa SMA Muhammadiyah sebagai berikut : a. Kegiatan Intra Kurikuler 1) Waktu pelajaran berlangsung
  5. 5. 5  Siswa datang ke sekolah sebelum pelajaran dimulai.  Siswa memasuki ruang kelasnya masing - masing dengan terib dan teratur.  Siswa harus siap di kelasnya masing-masing pada waktu pelajaran dimulai.  Sebelum pelajaran dimulai dan sesudah pelajaran berakhir, berdoa bersama dipimpin oleh salah satu siswa.  Sebelum pelajaran dan sesudah pelajaran berakhir ucapkan salam.  Siswa yang datang terlambat wajib lapor keguru piket. 2) Waktu tidak ada pelajaran.  Pada jam istirahat siswa berada di luar kelas.  Pada jam pelajaran kosong siswa lapor pada guru piket.  Pada jam bebas, siswa tidak boleh ramai atau gaduh dan tidak boleh meninggalkan halaman sekolah. 3) Waktu meninggalkan Sekolah  Siswa pulang/meninggalkan sekolah setelah jam pelajaran/sekolah usai.  Pulang sebelum waktunya siswa wajib minta ijin kepada guru piket.  Siswa berhalangan hadir harus ada surat dari orang tua wali. 4) Kegiatan Ekstrakurikuler  Setiap siswa wajib menjadi anggota OSIS.  Setipa siswa sesuai dengan minat bakat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang diselenggarakan sekolah. 5) Upacara bendera  Setiap siswa wajib mengikuti upacara bendera yang diadakan di sekolah.  Setiap siswa wajib menjaga agar pelaksanaan upacara berjalan dengan tertib, hikmat dan lancar.  Setiap siswa wajib mengenakan seragam upacara yang telah ditentukan sesuai kapan waktunya upacara. 6) Lain-lain  Siswa wajib berpakaian sesuai dengan ketentuan sekolah. a. Senin : Abu-abu Putih b. Selasa : Abu-abu Putih c. Rabu : Hijau Putih d. Kamis : Hijau Putih e. Jumat : Pramuka f. Sabtu : Pramuka  Siswa wajib menjaga nama baik sekolah, baik di sekolah maupun di luar sekolah.  Siswa tidak dibenarkan membawa/menghisap rokok di sekolah.  Siswa tidak dibenarkan membawa barang terlarang, misalnya: senjata tajam, narkoba, miras, buku/gambar porno, dan alat-alat asusila.  Siswa tidak dibenarkan melakukan kegiatan yang menggangu ketertiban sekolah.
  6. 6. 6  Segala sesuatu yang tidak/belum disebutkan dalam tata tertib sekolah dapat diatur lebih lanjut. D. Usaha Sekolah Meningkatkan Kualitas 1. Kemajuan Hasil Belajar Hasil proses belajar mengajar di SMA Muhammadiyah Purworejo dapat dikatakan berhasil dengan baik, sebab hampir setiap tahunnya meluluskan 95% dari peserta ujian. Demikian pula pada kenaikan kelas setiap tahunnya. Sebagian besar lulusan SMA Muhammadiyah Purworejo melanjutkan ke Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta. Dari berbagai catatan ternyata banyak siswa yang diterima di wilayah Jawa Timur. Untuk periode 1992/1993 terdapat dua siswa yang masuk Perguruan Tinggi Negeri melalui jalur PMDK yaitu di Universitas Diponegoro Semarang dan Universitas Soedirman Purwokerto. 2. Kemajuan Organisasi Siswa Terdapat dua organisasi yang ada di SMA Muhammdadiyah Purworejo yaitu OSIS dan IRM (Ikatan Remaja Muhammadiyah). a. Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) 1) Tujuan OSIS  Memupuk dan menerapkan kehidupan pancasila serta semangat idealism.  Memupuk keterampilan kepemimpinan bagi pengurus dan pengelola organisasi dengan baik.  Menanamkan kesadaran pengurus OSIS akan tugas dan fungsinya sebagai penghimpun apresiasi, minat, bakat dan kewajiban anggota dalam proses pendidikan di dalam sekolah.  Menempatkan pengurus OSIS pada profesinya yaitu siswa sebagai obyek dan sekaligus sebagai binaan.  Memupuk keterampilan dan kemampuan pengurus OSIS agar dapat menyusun program kerja organisasi. 2) Peserta Peserta OSIS terdiri dari pengurus OSIS dan semua siswa yang ada di SMA Muhammadiyah Purworejo. 3) Pelaksana Pada kegiatan ini meliputi kepala sekolah dan Majelis pembimbing OSIS. 4) Waktu Untuk waktu disesuaikan dengan ketentuan yang telah ditetapkan dan diadakan secara bertahap serta dilaksanakan selam 1 tahun. 5) Materi Berisi  Teknik berorganisasi  Teknik menyusun program  Metode dan cara penyelenggraan  Penghayatan dan pengamalan pancasila
  7. 7. 7  Disiplin dan Tata tertib b. Ikatan Remaja Muhammadiyah Ikatan Remaja Muhammadiyah di SMA Muhammadiyah Purworejo kepengurusannya sama dengan OSIS, artinya semua pengurus OSIS adalah pengurus IRM. Kegiatan IRM difokuskan pada kegiatan kerohanian yaitu kegiatan Al Islami, misalnya pengajian tiap satu bilan sekali pada minggu pertama, perayaan hari-hari besar agama dan lain-lain. Kegiatan IRM diadakan dilingkungan sendiri. 3. Partisipasi dalam Pengabdian Masyarakat Partisipasi dalam pengabdian masyarakat ada hubungnya dengan kemajuan siswa SMA Muhammadiyah Purworejo terarah pada kegiatan wisata remaja. Rencana penyelenggraan pengabdian masyarakat disusun oleh OSIS dan dibimbing oleh pembina OSIS dan guru dengan persetujuan Kepala Sekolah. 4. Kegiatan Kokurikuler Kegiatan kokurikuler adalah kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan intra kurikuler untuk mendalami pelajaran yang telah dipelajari siswa melalui mata pelajarana program ini. Kegiatan kokurikuler ini dapat dilakukan secara individual maupun kelompok, kegiatan individual dilaksanakan untuk mengembangkan sikap percaya diri sendiri, sedangkan kegiatan kelompok dimaksudkan untuk mengembangkan sikap gotong-royong dan latihan kepemimpinan. Kegiatan ini dilakukan secara kelompok untuk mengatasi keterbatasan pembina. Adapun jenis kegiatan yang ada antara lain: a. Pramuka e. Pecinta Alam i. Otomotif b. Komputer f. Drama j. Kecantikan c. Tapak suci g. Mading k. Busana d. Drumband h. Teater Dalam hal pelaksanaan kegiatan kokurikuler harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut : a. Kegiatan kokurikuler harus mempunyai hubungan langsung dengan kegiatan intra kurikuler. b. Kegiatan kokurikuler tidak boleh memberatkan siswa. c. Kegiatan kokurikuler tidak boleh memberatkan biaya orang tua. Pelaksanaan tugas kokurikuler harus disertai sistem administrasi yang teratur, monitoring kegiatan siswa dan memberikan penilaian objektif.
  8. 8. 8 BAB II KEGIATAN PEMBELAJARAN DI SMA MUHAMMADIYAH PURWOREJO 1. Pendidikan Matematika Wahyu Andista A. Rencana Pembelajaran Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di SMA Muhammadiyah Purworejo, kami mahasiswa PPL dari jurusan Matematika Annas Majid Hidayat, Andi Suripto, Wahyu Andista terbih dahulu rapat bersama Guru SMA Muhammadiyah yang mengurusi PPL yaitu Bapak Bambang Suyanto, B.A. Pada rapat itu dibahas kelas-kelas yang akan diampu oleh masing-masing praktikan. Annas Majid Hidayat diberi tugas untuk mengajar kelas XI IPS 1 yang diampu oleh guru pamong Bapak Sumarjo, S.Pd; Andi Suripto diberi tugas untuk mengajar kelas XI IPS 2 yang diampu oleh guru pamong Bapak Sumarjo, S.Pd; Wahyu Andista diberi tugas untuk mengajar kelas XI IPS 3 dan XI IPS 4 yang diampu oleh guru pamong Ibu Titik Widayanti, S.Pd. Hari berikutnya membahas perangkat-perangkat yang harus dibuat sebelum melakukan pembelajaran di kelas. Dalam praktik pengalaman lapangan, para mahasiswa praktikan dituntut untuk mampu merencanakan kegiatan pengajaran sebelum terjun langsung untuk praktik mengajar. Kesiapan tersebut diwujudkan dalam pembuatan perangkat pembelajaran yang meliputi Program Tahunan, Rincian Minggu Efektif, Distribusi Alokasi Waktu, Program Semester, Pemetaan Standar Isi, Silabus, Rancangan Penilaian, Rancangan Kriteria Penilaian, KKM, RPP, Kisi-kisi soal ulangan harian dan soal evaluasi. Dalam rangka mengimplementasikan pogram pembelajaran yang sudah dituangkan di dalam silabus, sebelum mengajar terlebih dahulu harus menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP merupakan pegangan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas, laboratorium, dan atau lapangan untuk setiap Kompetensi Dasar. Oleh karena itu, apa yang tertuang di dalam RPP memuat hal-hal yang langsung berkaitan dengan aktivitas pembelajaran dalam upaya pencapaian penguasaan suatu Kompetensi Dasar.
  9. 9. 9 Dalam penyusunan rencana pembelajaran ini, kami berpedoman pada kurikulum yang berlaku yaitu KTSP (Kurikulum Tingkat SatuanPendidikan). Adapun komponenkomponen yang terdapat dalam rencana pembelajaran yang kami susun terdiri dari: 1. Standar Kompetensi 10 Cakupan materi yang terkandung dalam setiap standar kompetensi cukup luas dan terkait dengan konsep yang ada dalam suatu mata pelajaran. Standar kompetensi ini memuat tujuan umum yang hendak dicapai pada pokok bahasan yang akan diajarkan. 2. Kompetensi Dasar Kompetensi dasar ini merupakan tujuan umum yang telah dirinci dan yang akan hendak dicapai pada setiap subbahasan yang akan diajarkan. Penyusunan kompetensi dasar ini berdasarkan subbahasan yang akan disampaikan pada setiap subbahasan yang akan diajarkan. Penyusunan kompetensi dasar ini berdasarkan pada subbahasan yang akan disampaikan pada setiap pertemuan. 3. Indikator Indikator merupakan penjabaran kompetensi dasar secara spesifik yang akan dapat dijadikan ukuran untuk mengetahui ketercapaian hasil pembelajaran. 4. TujuanPembelajaran Merupakan ukuran untuk mengetahui hasil yang dapat dicapai siswa setelah proses belajar mengajar. Uraiannya sama seperti yang ada dalam indikator. 5. Materi Pembelajaran Merupakan materi pembelajaran yang dibutuhkan siswa untuk mencapai suatu kompetensi dasar. Untuk itu perlu disesuaikan dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang ingin dicapai. 6. Metode Pembelajaran Merupakan metode yang digunakan dalam menyampaikan materi ajar. Metode yang digunakan harus disesuaikan dengan materi ajar sehingga materi dapat diterima dengan baik oleh siswa. 7. Langkah-Langkah Pembelajaran A. KegiatanAwal Kegiatan ini meliputi salam, presensi, dan apersepsi. Kami juga mempersiapkan siswa untuk masuk ke subbahasan, misalnya dengan memberi pertanyaan yang nantinya berkaitan dengan materi yang akan diajarkan. B. KegiatanInti Kegiatan ini berisi langkah-langkah yang telah disusun yang akan dilakukan selama proses belajar mengajar berlangsung. Kegiatan ini hendaknya dilakukan secara urut sehingga dalam pelaksanaanya tidak membingungkan. Kegiatan ini sangat penting karena menentukan tercapainya atau tidak materi pembelajaran oleh siswa. C. Penutup Untuk mengakhiri pembelajaran perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut: a. Mengevaluasi proses pembelajaran yang dilakukan. b. Menyimpulkan proses pembelajaran yang telah dilakukan.
  10. 10. 10 c. Memberi pesan untuk pertemuan yang akan datang. d. Salam penutup. 8. Alat/Bahan/Sumber Belajar Dalam mendukung kelancaran proses belajar mengajar kami menggunakan buku paket dan beberapa buku pendukung. 9. Penilaian Penilaian ini berisi poin-poin khusus untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam memahami materi pelajaran. Penilaian ini harus disesuaikan dengan indikator yang telah dibuat sebelumnya. B. PelaksanaanPembelajaran Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di SMA Muhammadiyah Purworejo dilaksanakan tanggal 1 Juli 2013 sampai dengan tanggal 25 September 2013. Praktikan dibimbing oleh guru mata pelajaran Matematika yaitu Titik Widayanti,S.Pd Praktikan mendapat jatah mengajar dua kelas yaitu kelas Xl IPS 3 dan kelas XI IPS 4. Dalam satu minggu, kelas XI IPS 3 terdapat 2 kali pertemuan dan kelas XI IPS 4 terdapat 2 kali pertemuan. Masing-masing pertemuan selama 2X45 menit. Total mengajar oleh praktikan yaitu 12 kali pertemuan ditambah ulangan harian 2 kali pertemuan. Sebelum mulai mengajar, praktikan terlebih dahulu melakukan observasi di kelas XI IPS 3 dan XI IPS 4. Pada waktu observasi, praktikan di persilahkan untuk mengamati guru pamong dalam mengajar, hal itu dimaksudkan agar praktikan dapat beradaptasi dengan kondisi kelas. Selain itu praktikan juga dapat mengamati metode pembelajaran yang diterapkan guru, agar nantinya praktikan bisa mengembangkan dan memvariasikan metode tersebut. Setelah merasa cukup, praktikan menemui guru pamong dan bertanya kapan mulai bisa mengajar dan buku apa saja yang akan dipakai pada waktu pembelajaran. Akhirnya praktikan mulai mengajar satu minggu setelah libur lebaran. Dalam pelaksanaan pembelajaran praktikan jarang ditunggu oleh guru pamong. Karena pada waktu itu guru pamong melaksanakan PLPG. Sebelumnya guru pamong juga sudah memberitahu praktikan apa saja yang harus diajarkan. Adapun pengalaman pembelajaran yang telah praktikan laksanakan pada kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan ini dapat diuraikan sebagai berikut : a. Pertemuan I Dilaksanakan hari Selasa tanggal 27 Agustus 2013 di kelas XI IPS 3 dan hari Jum’at tanggal 30 Agustus 2013. Pada pertemuan I ini, guru pamong tidak menunggu praktikan selama praktikan melakukan praktik mengajar. Pertemuan kali ini, praktikan melanjutkan materi yang sudah diajarkan guru pamong. Sebelum mulai kegiatan pembelajaran, terlebih dahulu praktikan memperkenalkan diri, kemudian mengecek kehadiran siswa. Pada hari itu siswa kelas XI IPS 3 ada tiga siswa yang tidak hadir, siswa XI IPS 4 juga tiga siswa yang tidak hadir. Praktikan kemudian masuk materi berikutnya yaitu Menentukan rata-rata dengan menggunakan nilai titik tengah, kemudian memberikan contoh-contoh soal. Setelah selesai membahas contoh-contoh
  11. 11. 11 soal, praktikan memberikan LKS yang dibuat sendiri oleh praktikan. Pada waktu siswa mengerjakan LKS, praktikan berkeliling sambil menanyakan apakah ada kesulitan dalam mengerjakan LKSnya. Setelah semua siswa selesai mengerjakan, beberapa siswa diminta untuk mengerjakan di depan kelas. Kemudian soal dalam LKS tersebut dibahas agar siswa yang mengalami kesulitan dapat memperoleh penjelasan kembali mengenai soal tersebut. Setelah kegiatan pembelajaran selesai, praktikan memberikan PR. b. Pertemuan II Dilaksanakan hari Jum’at tanggal 30 Agustus 2013 di kelas XI IPS 3 dan hari Jum’at tanggal 6 September 2013 di kelas XI IPS 4. Seperti pada pertemuan sebelumnya, praktikan mengecek kehadiran siswa. Pada hari tersebut siswa kelas XI IPS 3 yang tidak hadir 4 siswa, siswa kelas XI IPS 4 yang tidak hadir 3 siswa. Selanjutnya, praktikan membahas PR, salah satu siswa mengerjakan di depan kelas dan dibahas secara bersama-sama. Pada pertemuan ini praktikan membahas materi mengenai Menentukan rata-rata dengan menggunakan rataan sementara, kemudian memberikan contoh-contoh soal. Setelah selesai membahas contoh-contoh soal, praktikan memberikan LKS yang dibuat sendiri oleh praktikan. Pada waktu siswa mengerjakan LKS, praktikan berkeliling sambil menanyakan apakah ada kesulitan dalam mengerjakan LKSnya. Setelah semua siswa selesai mengerjakan, beberapa siswa diminta untuk mengerjakan di depan kelas. Kemudian soal dalam LKS tersebut dibahas agar siswa yang mengalami kesulitan dapat memperoleh penjelasan kembali mengenai soal tersebut. c. Pertemuan III Dilaksanakan hari Selasa tanggal 3 September 2013 di kelas XI IPS 3 dan hari Kamis tanggal 12 September 2013 di kelas XI IPS 4. Seperti pada pertemuan sebelumnya, praktikan mengecek kehadiran siswa. Pada hari tersebut siswa kelas XI IPS 3 yang tidak hadir 5 siswa, siswa kelas XI IPS 4 yang tidak hadir 3 siswa. Pada pertemuan ini praktikan membahas materi mengenai Menentukan Simpangan rata-rata, kemudian memberikan contoh-contoh soal. Setelah selesai membahas contoh-contoh soal, praktikan memberikan LKS yang dibuat sendiri oleh praktikan. Pada waktu siswa mengerjakan LKS, praktikan berkeliling sambil menanyakan apakah ada kesulitan dalam mengerjakan LKSnya. Setelah semua siswa selesai mengerjakan, beberapa siswa diminta untuk mengerjakan di depan kelas. Kemudian soal dalam LKS tersebut dibahas agar siswa yang mengalami kesulitan dapat memperoleh penjelasan kembali mengenai soal tersebut. d. Pertemuan IV Dilaksanakan hari Jum’at tanggal 6 September 2013 di kelas XI IPS 3 dan hari Sabtu tanggal 14 September 2013 di kelas XI IPS 4. Seperti pada pertemuan sebelumnya, praktikan mengecek kehadiran siswa. Pada pertemuan ini praktikan membahas materi mengenai Menentukan Ragam dan simpangan baku, kemudian memberikan contoh-contoh soal. Setelah selesai membahas contoh-contoh soal, praktikan memberikan LKS yang dibuat sendiri oleh praktikan. Pada waktu siswa
  12. 12. 12 mengerjakan LKS, praktikan berkeliling sambil menanyakan apakah ada kesulitan dalam mengerjakan LKSnya. Setelah semua siswa selesai mengerjakan, beberapa siswa diminta untuk mengerjakan di depan kelas. Kemudian soal dalam LKS tersebut dibahas agar siswa yang mengalami kesulitan dapat memperoleh penjelasan kembali mengenai soal tersebut. e. Pertemuan V Dilaksanakan hari Selasa tanggal 10 September 2013 di kelas XI IPS 3 dan hari Kamis tanggal 19 September 2013 di kelas XI IPS 4. Seperti pada pertemuan sebelumnya, praktikan mengecek kehadiran siswa. Pada hari tersebut siswa kelas XI IPS 3 yang tidak hadir 1 siswa, siswa kelas XI IPS 4 yang tidak hadir 2 siswa. Pada pertemuan ini di kelas XI IPS 3 praktikan membahas kebali materi Ragam dan simpangan baku, kemudian memberikan contoh-contoh soal. Setelah selesai membahas contoh-contoh soal, praktikan memberikan LKS yang dibuat sendiri oleh praktikan. Pada waktu siswa mengerjakan LKS, praktikan berkeliling sambil menanyakan apakah ada kesulitan dalam mengerjakan LKSnya. Setelah semua siswa selesai mengerjakan, beberapa siswa diminta untuk mengerjakan di depan kelas. Kemudian soal dalam LKS tersebut dibahas agar siswa yang mengalami kesulitan dapat memperoleh penjelasan kembali mengenai soal tersebut. Sedangkan di kelas XI IPS 4 praktikan membahas soal tugas yang diberikan praktikan. f. Pertemuan VI Dilaksanakan hari Selasa tanggal 17 September 2013 di kelas XI IPS 3 dan hari Jum’at tanggal 20 September 2013 di kelas XI IPS 4. Seperti pada pertemuan sebelumnya, praktikan mengecek kehadiran siswa. Pada hari tersebut siswa kelas XI IPS 3 yang tidak hadir 4 siswa, siswa kelas XI IPS 4 yang tidak hadir 1 siswa. Pada pertemuan ini di kelas XI IPS 3 praktikan memberikan latihan soal sebagai latihan sebelum ulangan harian. Pada waktu siswa mengerjakan Soal, praktikan berkeliling sambil menanyakan apakah ada kesulitan dalam mengerjakan soalnya. Setelah semua siswa selesai mengerjakan, beberapa siswa mengerjakan di depan kelas. Kemudian soal tersebut dibahas agar siswa yang mengalami kesulitan dapat memperoleh penjelasan kembali mengenai soal tersebut. Sedangkan di kelas XI IPS 4, Praktikan memberikan evaluasi/ulangan. g. Pertemuan VII Dilaksanakan hari Jumat tanggal 20 September 2013 di kelas XI IPS 3. Seperti pada pertemuan sebelumnya, praktikan mengecek kehadiran siswa, dan pada hari ini siswa kelas XI IPS 3 hadir semua. Pada pertemuan kali ini praktikan memberikan soal evaluasi/ulangan. h. Pertemuan VIII Dilaksanakan hari Selasa tanggal 24 September 2013 di kelas XI IPS 3. Seperti pada pertemuan sebelumnya, praktikan mengecek kehadiran siswa. Pada pertemuan ini
  13. 13. 13 praktikan membahas materi mengenai Diagram Lingkaran, kemudian memberikan contoh-contoh soal. Setelah selesai membahas contoh-contoh soal, praktikan memberikan soal. Pada waktu siswa mengerjakan soal, praktikan berkeliling sambil menanyakan apakah ada kesulitan dalam mengerjakan soalnya. Setelah semua siswa selesai mengerjakan, beberapa siswa diminta untuk mengerjakan di depan kelas. Kemudian soal tersebut dibahas agar siswa yang mengalami kesulitan dapat memperoleh penjelasan kembali mengenai soal tersebut. C. Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran Salah satu tugas praktikan setelah melakukan serangkaian kegiatan pembelajaran di kelas adalah mengadakan evaluasi dari materi-materi yang diberikan. Kegiatan evaluasi dilakukan dengan pemberian tugas, ulangan harian dan remidial. Dalam pelaksanaan evaluasi ini praktikan menggunakan tes tertulis untuk tugasnya dan uraian untuk soal ulangan hariannya. Untuk pelajaran matematika, soal uraian lebih tepat digunakan, karena membutuhkan cara pengerjaan soal, langkahlangkahnya sampai pada jawaban terakhir. Sebelum melaksanakan ulangan, siswa sudah di beri kisi-kisi terlebih dahulu. Hal tersebut dimaksudkan supaya siswa lebih mudah dalam belajarnya. Soal yang praktikan buat ada 4 paket soal yang berbeda, yaitu Kanan A, Kanan B, Kiri A, Kiri B. Praktikan membuat soal seperti itu karena untuk mengantisipasi siswa yang suka mencontek temannya. Ulangan baru dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 20 September 2013. Kelas XI IPS 4 pada jam pertama, dan kelas XI IPS 3 pada jam terakhir. Praktikan sengaja mencari hari jum’at supaya dua kelas tersebut bisa melaksanakan pada hari yang sama. Hasil dari evaluasi sangat beragam, ada yang tinggi, sedang dan rendah. BAB III KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DAN TUGAS- TUGAS LAIN A. KEGIATAN EKSTRAKURIKULER Kegiatan ekstra kurikuler adalah suatu kegiatan diluar jam sekolah yang dapat dilakukan di sekolah maupun di luar sekolah. Kegiatan ekstrakurikuler ini dimaksudkan untuk memperluas cakrawala pengetahuan siswa,mengembangkan nilai nilai dan sikap, menyalurkan bakat dan minat siswa serta menerapkan secara lanjut penegetahuan yang dipelajari siswa di bangku sekolah dan dapat juga merupakan kegiatan yang ada
  14. 14. 14 hubungannya dengan mata pelajaran yang berkait. Agar kegiatan ini lebih efektif hendaklah di persiapkan dengan matang melalui kerjasama antara berbagai pihak yang terkait. Disamping harus memperhatikan minat dan kemampuan siswa, kegiatan ekstrakurikuler juga harus memperhatikan kondisi lingkungan dan sosial budaya yang ada. Penilaian terhadap kegiatan ini berdasarkan pengamatan langsung para petugas, guru atau informasi yang diperoleh dari pihak lain. Biasanya kegiatan ekstrakurikuler ini dilakukan secara kelompok karena untuk mengatasi keterbatasan pembina. Kegiatan ekstrakurikuler yang diselenggarkan di SMA Muhammadiyah Purworejo antara lain: 1. Hizbul Wathan 5. Teater 2. Komputer 6. Olah Raga 3. Tapak Suci 7. Paduan suara 4. Drum Band B. TUGAS TUGAS LAIN Tugas tugas lain yang penulis lakukan adalah: 1. Upacara  Praktikan wajib mengikuti upacara pada hari senin 2. Piket Dilakukan seminggu sekali secara bergantian a. Tugas piket antara lain: 17  Menyelesaikan masalah murid yang terlambat  Mengatur waktu pembelajaran  Mengurusi perijinan siswa dan guru  Mengisi buku daftar hadir guru dan karyawan  Mengisi kelas yang apabila guru yang seharusnya mengajar berhalangan hadir
  15. 15. 15 BAB IV KENDALA KENDALA DALAM PPL DAN PEMECAHANNYA A. KENDALA KENDALA DALAM PPL Dalam pelaksanaan Praktik Pengalama Lapanagan (PPL) yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Purworejo khususnya bagi mahasiswa yang ditempatkan di SMA Muhammadiyah Purworejo tidak lepas dari kesulitan dan hambatan diantaranya: 1. Materi pelajaran yang cukup banyak sedangkan waktu atau jam pelajaran terbatas sehingga timbul kesulitan dalam penyampaian materi. 2. Adanya siswa siswi yang mencari perhatian dan perilaku aneh di dalam kelas saat proses KBM. 3. Penyusunan perangkat pembelajaran yang sangat rinci membuat mahasiswa praktikan merasa kesulitan B. UPAYA PEMECAHAN Apapun upaya pemecahan maslah kesulitan dan hambatan yang dihadapi selama PPL antara lain: 1. Selalu mempersiapkan segala sesuatu secara matang terlebih dahulu dan mempersiapkan alat atau sarana bantu yang dapat memperlancar proses pembelajaran sebagai contoh menyiapkan ringkasan materi, bahan pelajaran dan evaluasi pelajaran. 2. Dilakukan koordinasi dengan guru wali kelas maupaun guru pembimbing mengenai tindakan siswa yang mengganggu proses KBM dengan memberi peringatan. 3. Selalu menemui guru pembimbing untuk berkonsultasi tentang perangkat pembelajaran yang harus disusun.
  16. 16. 16 19BAB V PENUTUP A. KESIMPULAN Berdasarkan pengalaman penulis selama melaksanakan praktik pengalaman lapangan (PPL) di SMA Muhammadiyah Purworejo, penulis dapat menari kesimpulan sebagai berikut: 1. Program Praktik Lapangan (PPL) merupakan kegiatan yang harus dilaksanakan oleh setiap mahasiswa (FKIP) sebagai prasyarat untuk menjadi guru. 2. Program Praktik Lapangan (PPL) dapat melatih mental diri calon guru dalam menghadapi siswa siswa di depan kelas, yaitu dengan mempraktikkan ilmu ilmu yang telah diperoleh selama di bangku kuliah , khususnya ilmu ilmu yang menyangkut dasar dasar tentang kependidikan. 3. SMA Muhammadiyah Purworejo merupakan salah satu sekolah menengah atas swasta di Purworejo yang diminati oleh siswa siswa tingkat menengah dan berada di dalam naungan Muhammadiyah. 4. Sarana dan prasarana yang di miliki SMA Muhammadiyah Purworejo cukup baik dan memadai untuk ukuran sekolah swasta. selain itu SMA Muhammadiyah Purworejo juga salah satu sekolah menengah swasta yang mempunyai hubungan kerja yang baik dengan instansi instansi di sekitarnya. B. SARAN 1. Untuk Universitas Muhammadiyah Purworejo  Untuk meningkatkan keberhasilan mahasiswa PPL, hendaknya dikoordinasikan terlebih dahulu dengan baik dan jelas, rapi dan menguntungkan semua pihak.  Sebelum mahasiswa diterjunkan ke tempat PPL, hendanknya diberikan bekal ilmu yang sesuai dengan ilmu kependididkan.  Hendaknya memberikan penejelasan tentang pelaksannan PPL lebih rinci sehingga mahasiswa nantinya akan dapat lebih lancar, lebih percaya diri serta arahan arahan yang disampaikan mengenai PPL lebih jelas. 2. Untuk SMA Muhammadiyah  Sebaiknya dipersiapkan waktu dan tempat yang tepat untuk acara penerimaan peserta program PPL.  Semoga ke depannya SMA Muhammadiyah Purworejo dapat miningat kualitasnya 20
  17. 17. 17 3. Untuk Mahasiswa  Sebaiknya sebelum melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan(PPL) hendaknya mempersiapkan segala sesuatunya sedini mungkin agar tidak mengalami kesulitan belajar mengajar.  Sebainya sebelum melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) hendaknya dapat memanfaatkan waktu micro teaching sebaiknya.  Secara teratur berkonsultasi dengan guru pembimbing sehingga apabila mengalami kesulitan dengan segera dapat diselesaikan.

×