Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Rancangan formula-suppositoria-aminofilin

330 views

Published on

Suppositoria adalah sediaan padat dalam berbagai bobot dan bentuk, yang diberikan melalui rektal, vagina atau uretra. Umumnya meleleh, melunak atau melarut pada suhu tubuh (FI ed.IV hal 1 6).
Aminofilin adalah senyawa anhidrat atau mengandung tidak lebih dari dua molekul hidrat, tidak kurang dari 84,0% dan tidak lebih dari 87,4 % teofilin anhidrat.
Amiofilin adalah obat yang digunakan untuk mengobati beberapa penyakit pernafasan seperti asma, bronkitis, emfisema dan penyakit paru-paru kronis. Selain itu amnofilin termasuk obat golongan bronkodilator dengan mekanisme kerja membuka saluran pernafasan di dalam paru-paru, sehingga udara dapat mengalir dengan lancar.
RANCANGAN FORMULA
Suppositoria mengandung :
Aminofilin 500 mg / 3 g suppositoria
PEG (Basis Suppositoria) 1000 (75%) dan PEG 4000 (25%)
2. Basis suppositoria (PEG)
 Pemerian: serbuk hablur putih, bau manis yang samar/sedikit.
 Titik lebur: 56 - 610C
 Titik beku: 4 – 8 0C
Fungsi: Pengikat tablet; lubrikan
Kelarutan: Larut dalam air, aseton, diklorometana, etanol dan metanol. Agak sukar larut dalam hidrokarbon alifatik dan eter. Tidak larut dalam lemak, fixed oil, dan minyak mineral. Semua PEG dapat bercampur dengan polietilen glikol (setelah dipanaskan, jika diperlukan). Polietilen glikol yang cair larut dalam aseton, alkohol, benzene, gliserin dan glikol. Polietilen glikol yang wujudnya padat larut dalam aseton, diklorometan, etanol (95%).


Published in: Education
  • Be the first to comment

Rancangan formula-suppositoria-aminofilin

  1. 1. RANCANGAN FORMULA SUPPOSITORIAAMINOFILIN By :  Ayu Lestari  Farah Afifah Riza Amalia  Wafa Aufia 
  2. 2. PENDAHULUAN  Suppositoria adalah sediaan padat dalam berbagai bobot dan bentuk, yang diberikan melalui rektal, vagina atau uretra. Umumnya meleleh, melunak atau melarut pada suhu tubuh (FI ed.IV hal 1 6).  Aminofilin adalah senyawa anhidrat atau mengandung tidak lebih dari dua molekul hidrat, tidak kurang dari 84,0% dan tidak lebih dari 87,4 % teofilin anhidrat.  Amiofilin adalah obat yang digunakan untuk mengobati beberapa penyakit pernafasan seperti asma, bronkitis, emfisema dan penyakit paru-paru kronis. Selain itu amnofilin termasuk obat golongan bronkodilator dengan mekanisme kerja membuka saluran pernafasan di dalam paru-paru, sehingga udara dapat mengalir dengan lancar.
  3. 3. METODE PEMBUATAN SUPPOSITORIA • Basis diiris, diaduk dengan bahan-bahan aktif dengan menggunakan mortar dan stamper, kemudian massa digulung menjadi suatu batang silinder dengan garis tengah dan panjang yang dikehendaki. Amilum atau talk dapat mencegah pelekatan pada tangan . Batang silinder dipotong dan salah satu ujungnya diruncingkan. Menggunakan tangan •Parutan massa dingin dikempa menjadi suatu bentuk yang dikehendaki. Suatu roda tangan berputar menekan suatu piston pada massa suppositoria yang diisikan dalam silinder sehingga massa terdorong kedalam cetakan. Menggunakan pencetak kompresi •Bahan basis dilelehkan diatas penangas air, kemudian bahan-bahan aktif diemulsikan atau disuspensikan kedalamnya dan massa dituang kedalam cetakan logam yang telah didinginkan dan umumnya dilapisi krom atau nikel. Mencetak tuang
  4. 4. RANCANGAN FORMULA Aminofilin 500 mg / 3 g suppositoria PEG (Basis Suppositoria) 1000 (75%) dan PEG 4000 (25%) Suppositoria mengandung :
  5. 5. URAIAN BAHAN a. Sifat kimia • Nama lain: aminophyllinum • Nama kimia: Theofilina Etilendiamina • Rumus molekul: C16H24N10D4 • Berat molekul: 420,43 b. Sifat fisika •Pemerian: serbuk hablur putih atau agak kekuningan, bau lemah mirip amoniak, rasa pahit, bersifat anhydrous atau tidak mengandung lebih dari 2 molekul air. Aminofilin mengandung tidak kurang dari 84.0% dan tidak lebih dari 87.4% teofilin anhydrous, serta mengandung 13.5% sampai 15% anhydrous ethylenediamine. •Kelarutan: larut dalam lebih kurang 5 bagian air, jika dibiarkan mungkin menjadi keruh, praktis tidak larut dalam etanol (95%) dan dalam eter. •Khasiat: Bronkodilator, antispasmodikan, diuretikum •Stabilitas: Sediaan parenteral: disimpan pada suhu 15°C-30°C, terlindung dari cahaya. Disimpan dalam kardus sampai pada waktu ingin digunakan. Aminofilin merupakan larutan yang stabil pada suhu ruangan. Pada pH 3.5-8.6, stabilitas dalam suhu kamar pada konsentrasi tidak kurang dari 40 mg/mL dapat dijaga hingga 48 jam. Stabilitas Aminofilin dalam plastic syringes ± 5 jam. Aminofilin bersifat basa (pH sekitar 8.8) sehingga memiliki kecenderungan untuk meluluhkan plastik dan karet, oleh karena itu tidak direkomendasikan penyimpanan dalam plastic syringes dalam waktu lama. 1. Zat aktif (Aminofilin)
  6. 6. 2. Basis suppositoria (PEG)  Pemerian: serbuk hablur putih, bau manis yang samar/sedikit.  Titik lebur: 56 - 610C  Titik beku: 4 – 8 0C  Fungsi: Pengikat tablet; lubrikan  Kelarutan: Larut dalam air, aseton, diklorometana, etanol dan metanol. Agak sukar larut dalam hidrokarbon alifatik dan eter. Tidak larut dalam lemak, fixed oil, dan minyak mineral. Semua PEG dapat bercampur dengan polietilen glikol (setelah dipanaskan, jika diperlukan). Polietilen glikol yang cair larut dalam aseton, alkohol, benzene, gliserin dan glikol. Polietilen glikol yang wujudnya padat larut dalam aseton, diklorometan, etanol (95%). Lanjutan....
  7. 7.  Stabilitas: secara kimia stabil di udara dan dalam larutan, walaupun PEG>2000 higroskopis. PEG tidak rentan terhadap pertumbuhan mikroba dan tidak mudah menjadi tengik. PEG (padat atau cair) dapat disterilisasi dengan autoklaf, filtrasi atau gama irasiasi. Sterilisasi PEG yang padat dengan pemanasan pada suhu 150ºC selama 1 jam dapat menyebabkan oksidasi, penggelapan warna dan pembentukan degradasi asam. Idealnya sterilisasi dilakukan pada lingkungan yang inert. Oksidasi PEG dapat juga dihambat dengan penambahan antioksidan yang tepat. Penyimpanan dalam bnitrogen dapat mengurangi kemungkinan terjadinya oksidasi. Harus disimpan dalam wadah yang tertutup baik pada tempat yang sejuk dan kering. Wadah yang terbuat dari stainless steel, aluminium, kaca atau lined steel diutamkan untuk penyimpanan PEG cair. Lanjutan...
  8. 8.  Incompatibilitas:  PEG dalam wujud padat dan cair inkompatibel dengan beberapa zat pewarna.  Aktivitas antibakteri dari beberapa antibiotik, seperti penisilin dan basitrasin, berkurang dalam basis PEG.  Efektivitas pengawet seperti paraben juga dapat berkurang karena membentuk ikatan dengan PEG.  Perubahan fisik yang terjadi pada basis PEG adalah menjadi lebih lunak atau lebih cair dengan adanya campuran fenol, asam tannat dan asam salisilat.  Dapat menyebabkan perubahan warna sulfonamid dan ditranol, juga pengendapan sorbitol.  Plastik, seperti polietilen, fenolformaldehid, polivinilklorida dan membran selulosa dapat mnejadi lebih lunak atau larut dengan PEG.  Perpindahan PEG dapat terjadi dari salut film tablet, menyebabkan interaksi dengan komponen pada inti tablet. Lanjutan...
  9. 9. PERHITUNGAN BAHAN Dibuat suppositoria Aminofilin dengan dosis 500 mg untuk dewasa dengan berat per suppositorium 3 gr berjumlah 8 buah. Suppositorium dasar yang digunakan pada sediaan ini adalah PEG 1000 (75 %) dan PEG 4000 (25 %). Suppositorium yang dibuat: 8 + 2 = 10 buah (perhitungan dibuat lebih) Berat suppositorium : 10 x 3 gr = 30 gr Aminophylin : 0,5 gr x 10 = 5 gr Basis : berat suppos – total zat aktif : 30 gr – 5 gr = 25 gr PEG 1000 (75 %) : 75 100 𝑥 25 = 18,75 𝑔𝑟 PEG 4000 (25 %) : 25 100 𝑥 25 𝑔𝑟 = 6,25 𝑔𝑟
  10. 10. PENIMBANGAN 1. Aminophylin = 5gr = 5.000 mg 2. PEG 1000 (75 %) = 18,75gr = 18.750mg 3. PEG 4000 (25 %) = 6,25gr = 6.250 mg
  11. 11. ALAT DAN BAHAN
  12. 12. CARA PEMBUATAN Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkanca Timbang seluruh bahan yang dibutuhkan yaitu Aminophylin: 4000 mg, PEG 1.000: 18.750 mg, dan PEG 4000: 6.250 mg. Lebur PEG 1000 dan PEG 4000 di atas penangas air ad mencair (massa I) Setelah massa I melebur, turunkan dari penangas. Tambahkan Aminophylin yang sudah digerus terlebih dahulu, aduk menggunakan pengaduk kaca (massa II). Jika massa II mengeras lakukan sedikit saja pemanasan sambil diaduk. Tuang massa II kedalam cetakan suppositoria yang telah dilubrikasi dengan Paraffin Liquidum. Pastikan massa II dituang kedalam cetakan secara terus – menerus tanpa berhenti dan biarkan isi melebihi cetakan. Cetak suppositoria sebanyak 8 buah. Biarkan suppos mendingin dalam suhu ruang terlebih dahulu. Setelah suhu suppos sama dengan suhu ruang, suppos dapat dimasukkan ke lemari pendingin untuk proses pengerasan lebih lanjut. Keluarkan suppos dari lemari pendingin, buka cetakan dan dorong suppos perlahan dengan hati – hati. Segera lapisi suppositoria dengan aluminium foil, masukkan kedalam kotak, simpan di tempat yang kering dan sejuk, dan tambahkan brosur ke dalam kotak.

×