SlideShare a Scribd company logo
OBAT GAGAL JANTUNG
Ayu Lestari
Indriyanti Widya
Rohmah Madya Ayu Fitriana
Wafa Aufia
Patofisiologi Gagal Jantung
• Gagal jantung : sindroma klinik yang kompleks
akibat kelainan struktural dan fungsional jantung
yang mengganggu kemampuan ventrikel untuk
diisi darah atau mengeluarkan darah.
• Terjadi jika curah jantung tidak cukup untuk
memenuhi kebutuhan oksigen dalam tubuh
• Manifestasi gagal jantung
1. sesak nafas dan rasa lelah
2. retensi cairan  kongesti paru dan edema
perifer
Lanjutan..
• Pasien gagal jantung dapat mengalami
disfungsi sistolik dan disfungsi diastolik secara
bersamaan
• Disfungsi sistolik terjadi akibat infark miokard
• Disfungsi diastolik terjadi akibat hipertensi 
kompensasi miokard berupa hipertrofi dan
kekakuan dinding ventrikel (bilik)
Kompensasi pada gagal jantung sistolik
1. Sistem simpatis
• Reaksi terhadap penurunan curah jantung
yang dipersepsi oleh baro reseptor
2. RAA (Renin-Angiotensin-Aldosteron)
• Sekresi renin  Angiotensin II
• Aldosteron  retensi air dan Na yang akan
menambahkan preload jantung
• Untuk menyesuaikan kebutuhan curah
jantung, maka terjadilah perubahan
maladaptif pada
• Maladaptif dapat berupa :
a. Hipertrofi dinding ventrikel
b. Ekspansi volume ventrikel
• Perubahan maladaptif secara berlebihan
mengakibatkan :
a. Apoptosis sel jantung
b. Poliferasi jaringan ikat
• Menyebabkan penurunan kontraktilitas
miokard
• Perubahan-perubahan maladaptif ini disebut
remodelling jantung
PROSES REMODELLING JANTUNG
• Bersifat progesif,sehingga akan berjalan terus
tanpa adanya kerusakan baru/berulang
• Karena menurunnya kontraktilitas miokar,
makan akan mengakibatkan menurunnya
curah jantung, sehingga terjadilah
dekompensasi jantung
• Kegagalan jantung dalam bahasan ini disebut
gagal jantung yang low-output
GAGAL JANTUNG
• Berdasarkan tingkatan curah jantung :
a. Low-output
b. High-output
• Berdasarkan jumlah aktivitas fisik :
a. Kelas I  tidak ada limitasi aktivitas fisik
b. Kelas II  sedikit limitasi aktifitas fisik
c. Kelas III  aktifitas fisik sangat terbatas
d. Kelas IV  aktifitas yang sedikit saja akan
memperberat gejala
PENGOBATAN GAGAL JANTUNG
• Tujuan primer  mencegah terjadinya
kegagalan jantung dengan mengoreksi
penyebab dasarnya
• Tujuan lainnya jika tidak memungkinkan :
- Mencegah memburuknya fungsi jantung 
pemberian penghambat ACE (kronik)
- Mengurangi gejala-gejala gagal jantung 
diuretik, vasodilator, & obat inotropik (akut)
TERAPI GAGAL JANTUNG, ada 2 :
• FARMAKOLOGIK :
a. Penghambat ACE f. Vasodilator lain
b. Antagonis Ang II g. Digoksin
c. Diuretik h. Obat Inotropik lain
d. Antagonis Aldosteroni. Antitrombotik
e. β- bloker j. Antiaritmia
• TERAPI NON-FARMAKOLOGIK :
a. Diet
b. Merokok
c. Aktivitas Fisik
d. Istirahat
e. Bepergian
PENGHAMBAT ACE
• Merupakan pengobatan lini pertama pasien
sistolik ventrikel kiri yang menurun
• Dengan fraksi ejeksi di bawah normal untuk
mengurangi resiko infark miokard dan
kematian mendadak
• Efek samping : batuk kering, hipotensi,
gangguan fungsi ginjal, hiperkalemia, dan
angioedema
PROSEDUR PENGOBATAN GAGAL JANTUNG
DENGAN PENGHAMBAT ACE / AT1 - bloker
• Pasien pengguna diuretik  penurunan dosis atau
penghentian selama 24 jam
• Pengobatan dimulai petang hari sewaktu berbaring
• Dimulai dengan dosis rendah dan titrasi (peningkatan 2
x lipat setiap kalinya) sampai dosis target
• Fungsi ginjal memburuk  hentikan pengobatan
• Hindari diuretik hemat kalium dalam terapi awal
• Hindari penggunaan AINS dan coxib
• Pemeriksaan tekanan darah, fungsi ginjal, dan kadar K
secara bertahap
ANTAGONIS ANGIOTENSIN II (AT1-bloker)
• Tidak menimbulkan batuk kering, karena tidak
adanya hambatan kininase II, bradikin dipecah
 kinin inaktif => vasodilator NO dan PGI2
tidak terbentuk
• Pasien dengan riwayat angiodema pada
penggunaan penghambat ACE jangan diberi
AT1-bloker karena dapat terjadi reaksi silang
antara penghambat ACE dan AT1-bloker
PASIEN DENGAN DISFUNGSI SISTOLIK Ven.kiri
• AT1-bloker dapat digunakan sebagai alternatif
peng. ACE dengan fraksi ejeksi ≤ 40%  tidak bisa
metoleransi peng. ACE
• AT1-bloker dan penghambat ACE mempunyai
efikasi yang sebanding pada gagal jantung sistolik
dgn fraksi ejeksi ≤ 40% infark miokard akut
• AT1-bloker dapat dipertimbangkan dalam
kombinasi dengan penghambat ACE pada pasien
yang masih simtomatik
DIURETIK
• Merupakan obat utama untuk mengatasi gagal jantung
akut yang selalu disertai dengan overload cairan yang
berbentuk sebagai kongesti paru atau edema perifer
dipakai hingga terjadi diuresis untuk mencapai
euvolemia.
• Untuk tujuan ini diberikan diuretik kuat (ex :
furosemid) dengan dosis awal 40 mg od/bid
• Pemberian diuretik harus selalu disertai dengan
pemberian penghambat ACE
• Diuretik TIDAK BOLEH diberikan pada penderita gagal
jantung yang asimtomatik maupun yang tidak ada
overload cairan
Macam-macam DIURETIK
• D. Tiazid  diberikan dalam kombinasi dengan D. Kuat.
• Pada laju filtrasi glomelurus < 30mg/menit D. Tiazid TIDAK
BOLEH digunakan kecuali dengan kombinasi D. Kuat
• D. Hemat Kalium  merupakan D. Lemah karena tidak
efektif mengurangi volumedigunakan untuk pengeluaran
K/Mg oleh ginjal dan memperkuat respons diuresis obat
lain
• Pada obatan gagal jantung obat ini digunakan jika
hipokalemia menetap setelah awal terapi dengan peng. ACE
dan diuretik
• Dimulai dengan dosis rendah selama 1 minggu, dengan
pengukuran secara berkala kadar K dan kreatinin serum
setelah 5-7 hari.
ANTAGONIS ALDOSTERON
• Mengurangi progresi remodelling jantung.
karena Antagonis Aldosteron menghambat
kerja Aldosteron.
• 2 jenis antagonis aldosteron :
1. Spirolonakton
2. Eplerenon
Penggunaan antagonis aldosteron
direkomendasikan untuk ditambahkan pada :
a. Penghambat ACE dan diuretik kuat untuk
gagal jantung lanjut kelas III dan IV
(spironolakton)  fraksi ejeksi ≤35%
b. Penghambat ACE dan β-bloker pada gagal
jantung setelah infark miokard dengan
disfungsi sistolik ven. Kiri  fraksi ejeksi
≤40% (eplerenon)
PEMBERIAN OBAT
• Kondisi tubuh harus memiliki kadar K ≤ 5,0
mmol /L, Kreatinin ≤ 2,0 – 2,5 mg/dL, Klirens
Kreatinin > 30 mL/menit
• Jika kadar K 5,0 – 5,5 mmol/L KURANGI DOSIS
obat 50%,
• Jika kadar > 5,5 mmol/L HENTIKAN OBAT
β-bloker
• Mekanisme kerja :
a. Menghambat efek merugikan dari aktivitas
simpatis
b. Menghambat pelepasan rennin sehingga
menghambat aktivitas sistem RAA
PEMBERIAN β-bloker pada pasien gagal
jantung :
• Pada pasien gagal jantung kelas II dan III dengan
fraksi ejeksi <35% - 45%, etiologi iskemik maupun
yang non-iskemik bersama peng. ACE atau
Antagonis A II dan diuretik jika diperlukan
• Pada pasien gagal jantung kelas III B dan IV 
HARUS SANGAT HATI-HATI
• Pada pasien gagal jantung yang baru saja terjadi
TIDAK BOLEH DIBERI β-bloker sampai kondisi
stabil
• Pemberian dimulai dengan dosis sangat rendah < 1/10
dosis target dengan peningkatan perlahan (biasanya 2
x lipat setiap 1-2 minggu) sampai dosis target
• Efek samping yang mungkin terjadi :
a. Retensi cairan dan memburuknya gejala-gejala 
tingkatkan dosis diuretik
b. Hipotensi  kurangi dosis peng. ACE atau β-bloker
c. Bradikardia kurangi dosis β-bloker
d. Rasa lelah  kurangi dosis β-bloker, Setelah kondisi
pasien stabil tingkatkan kembali dosis
VASODILATOR LAIN
a. Hidralazin-isosorbid dinitrat  untuk pasien gagal
jantung sistolik yang tidak mentoleransi peng. ACE
dan antagonis A II, merupakan vasodilator arteri =>
menurunkan afterload, isobarbid merupakan
venodilator=> menurunkan preload
b. NA Nitroprusid I.V  prodrug Nitric Oxid (NO) suatu
vasodilator kuat bekerja di arteri dan vena sehingga
menurunkan afterload dan preload jantung untuk
gagal jantung akut di IGD
c. Nitrogliserin I.V  prodrug NO mendilatasi vena
hanya menurunkan preload jantung untuk
pengobatan gagal jantung kiri akibat iskemia
miokard akut, non-iskemik, dan pasien overload
cairan yang simtomatik dan belum mencapai
diuresis yang cukup
d. Nesiritid I.V  rekombinan dari peptida natriuretik
otak (BNP) manusia, untuk gagal jantung akut
dengan sesak nafas saat istirahat atau dengan
aktifitas minimum , diberikan sebagai infus selama
24-48 jam
GLIKOSIDA JANTUNG
• Saat ini hanya digoksin yang digunakan untuk
terapi gagal jantung, digitoksin dan foliadigitalis
tidak digunakan lagi.
• Diindikasikan untuk gagal jantung dengan fibrilas
atrium dan gagal jantung dengan ritme sinus yang
masih simtomatik
• Efek digoksin :
• a. Inotropik positif
• b. Konotropik negatif
• c. Mengurangi aktifasi saraf simpatik
Mekanisme kerja :
• A. Inotropik positif
• Menghambat pompa Na-K-ATPase pada
membran sel otot jantung
• B. Konotropik negatif
• Meningkatkan tonus vaga dan mengurangi
aktifitas simpatis
• C. Mengurangi aktifasi saraf simpatis,
mekanisme kerja sama dengan konotropik
negatif
INTERAKSI PENTING :
• Kuinidin, verapamil, amiodaron  menghambat P-
Glikoprotein  peningkatan absorbsi dan
penurunan sekresi digoksin => kadar plasma
digoksin meningkat 70-100 %
• Rifampisin  menginduksi transporter P-
Glikoprotein di usus  penurunan kadar plasma
digoksin
• Aminoglikosida, siklosporin, amfoterisin B 
gangguan fungsi ginjal => ekskresi digoksin melalui
ginjal terganggu => peningkatan kadar plasma
digoksin
• Kolestiramin, kaolin-pectin, antasida 
mengadsorbsi digoksin => absorbsi digoksin
menurun
• Diuretik tiazid, furosemid  hipokalemia =>
meningkatkan toksisitas digoksin
• β-bloker, verapamil, diltiazem  aditif dengan
digoksin dalammemperlambat konduksi AV dan
mengurangi efek inotropik digoksin
EFEK TOKSIK DIGOKSIN :
a. Efek proaritmik : penurunan potensial istirahat
dan peningkatan automatisitas
b. Efek samping gastrointastinal : anorexia,mual,
muntah, nyeri lambung
c. Efek samping visual : penglihatan berwarna
kuning
d. Lain-lain : delirium, rasa lelah, malaise, bingung,
mimpi buruk
• Dosis digoksin biasanya 0,125-0,25 mg sehari jika
fungsi ginjal normal, pada lansia 0,0625-0,125
mg, kadang-kadang 0,25 mg
DOSIS DIGOKSIN
Dosis dogoksin biasanya 0,125-0,25 mg sehari
jika fungsi ginjal normal (pada lansia 0,0625-
0,125 mg, kadang-kadang 0,25 mg)
DIGOKSIN TERSEDIA DALAM BENTUK TABLET
0,25 mg.
INOTROPIK LAIN
• Yang biasa digunakan pada pengobatan gagal
jantung :
a. Dopamin dan dobutamin I.V  menunjang
sirkulasi dalam jangka pendek pada gagal jantung
yang parah
• Dopamin  penggunaan yang terbatas pada
pengobatan pasien dengan kegagalan sirkulasi
kardiogenik
• Dobutamin  β agonis yang terpilih untuk
pasien gagal jantung dengan disfungsi sistolik
• Dobutamin diberikan dalam sebagai infus
selama bebrapa hari, dengan dosis awal 2-3
µg/kg/menit dan ditingkatkan sampai efek
hemodinamik yang diinginkan
• Efek samping utama  takikardia berlebihan
dan aritmia, penggunaan jangka panjang dapat
menimbulkan toleransi sehingga
memerlukansubtitusi dengan obat alternatif, ex:
penghambat fosfodiesterase kelas III
PENGHAMBAT FOSFODIESTERASE I.V
• Inamrinon (dulunya disebut amrinon) dan
milrinon  penghambat fosfodiesterase kelas
III sebagai penunjang sirkulasi jangka pendek
pada gagl jantung yang parah
• Pada penggunaan jangka panjang dapat
MEMPERCEPAT KEMATIAN
ANTITROMBOTIK
• Warfarin (antikoagulan oral) diindikasikan pada
gagal jantung dengan fibrilasi atrial, riwayat
kejadian tromboembolik sebelumnya, atau
adanya trombus di vent. kiri untuk mencegah
stroke atau tromboembolisme
ANTIARITMIA
• Digunakan pada gagal jantung hanyalah β-
bloker dan amiodaron
• β-bloker mengurangi kematian mendadak
pada gagal jantung
• Amiodaron digunakan pada gagal jantung
hanya jika disertai dengan fibrilasi atrial dan
dikehendaki ritme sinus. Merupakan satu-
satunya obat antiaritmia yang tidak disertai
efek inotropik negatif
Obat gagal jantung

More Related Content

What's hot

Farmakologi
Farmakologi Farmakologi
Farmakologi
Dokter Tekno
 
Farmakologi antiaritmia
Farmakologi antiaritmiaFarmakologi antiaritmia
Farmakologi antiaritmia
4nakmans4
 
Farmakologi kardiovaskuler
Farmakologi kardiovaskulerFarmakologi kardiovaskuler
Farmakologi kardiovaskuler
octo zulkarnain
 
Sediaan liquid 1
Sediaan liquid 1Sediaan liquid 1
Sediaan liquid 1
Dokter Tekno
 
Farmakologi Analgetik
Farmakologi AnalgetikFarmakologi Analgetik
Farmakologi Analgetik
Lia Oktaviani
 
Bentuk sediaan obat
Bentuk sediaan obatBentuk sediaan obat
Bentuk sediaan obat4nakmans4
 
FARMAKOLOGI GAGAL JANTUNG
FARMAKOLOGI GAGAL JANTUNGFARMAKOLOGI GAGAL JANTUNG
FARMAKOLOGI GAGAL JANTUNG
Sulistia Rini
 
Farmakologi antihipertensi
Farmakologi antihipertensiFarmakologi antihipertensi
Farmakologi antihipertensi
4nakmans4
 
Penggunaan obat pada pediatrik
Penggunaan obat pada pediatrikPenggunaan obat pada pediatrik
Penggunaan obat pada pediatrik
Fadhol Romdhoni
 
Ppt tirosin kinase
Ppt tirosin kinasePpt tirosin kinase
Ppt tirosin kinase
Dang Sony
 
PERTEMUAN 4 EKSTRAKSI KONVENSIONAL 2022.pptx
PERTEMUAN 4 EKSTRAKSI KONVENSIONAL 2022.pptxPERTEMUAN 4 EKSTRAKSI KONVENSIONAL 2022.pptx
PERTEMUAN 4 EKSTRAKSI KONVENSIONAL 2022.pptx
chilonkduppa
 
Farmakokinetik Klinik Carbamazepin
Farmakokinetik Klinik CarbamazepinFarmakokinetik Klinik Carbamazepin
Farmakokinetik Klinik Carbamazepin
Taofik Rusdiana
 
EKSTRAKSI.ppt
EKSTRAKSI.pptEKSTRAKSI.ppt
EKSTRAKSI.ppt
VindaNesya
 
Ppt gout
Ppt goutPpt gout
Ppt gout
AstriedAmalia
 
Suspensi
SuspensiSuspensi
Batuk dan pengobatannya
Batuk dan pengobatannyaBatuk dan pengobatannya
Batuk dan pengobatannya
rula25
 
Farmakodinamik interaksi obat (fauzi al amrie)
Farmakodinamik interaksi obat (fauzi al amrie)Farmakodinamik interaksi obat (fauzi al amrie)
Farmakodinamik interaksi obat (fauzi al amrie)
Achmad Fauzi Al' Amrie
 
Obat sistem saraf pusat
Obat sistem saraf pusatObat sistem saraf pusat
Obat sistem saraf pusatbarkah1933
 

What's hot (20)

Farmakologi
Farmakologi Farmakologi
Farmakologi
 
Farmakologi antiaritmia
Farmakologi antiaritmiaFarmakologi antiaritmia
Farmakologi antiaritmia
 
Farmakologi kardiovaskuler
Farmakologi kardiovaskulerFarmakologi kardiovaskuler
Farmakologi kardiovaskuler
 
Sediaan liquid 1
Sediaan liquid 1Sediaan liquid 1
Sediaan liquid 1
 
Farmakologi Analgetik
Farmakologi AnalgetikFarmakologi Analgetik
Farmakologi Analgetik
 
Bentuk sediaan obat
Bentuk sediaan obatBentuk sediaan obat
Bentuk sediaan obat
 
FARMAKOLOGI GAGAL JANTUNG
FARMAKOLOGI GAGAL JANTUNGFARMAKOLOGI GAGAL JANTUNG
FARMAKOLOGI GAGAL JANTUNG
 
Farmakologi antihipertensi
Farmakologi antihipertensiFarmakologi antihipertensi
Farmakologi antihipertensi
 
Penggunaan obat pada pediatrik
Penggunaan obat pada pediatrikPenggunaan obat pada pediatrik
Penggunaan obat pada pediatrik
 
Ppt tirosin kinase
Ppt tirosin kinasePpt tirosin kinase
Ppt tirosin kinase
 
PERTEMUAN 4 EKSTRAKSI KONVENSIONAL 2022.pptx
PERTEMUAN 4 EKSTRAKSI KONVENSIONAL 2022.pptxPERTEMUAN 4 EKSTRAKSI KONVENSIONAL 2022.pptx
PERTEMUAN 4 EKSTRAKSI KONVENSIONAL 2022.pptx
 
Farmakokinetik Klinik Carbamazepin
Farmakokinetik Klinik CarbamazepinFarmakokinetik Klinik Carbamazepin
Farmakokinetik Klinik Carbamazepin
 
Bentuk Sediaan Obat
Bentuk Sediaan ObatBentuk Sediaan Obat
Bentuk Sediaan Obat
 
EKSTRAKSI.ppt
EKSTRAKSI.pptEKSTRAKSI.ppt
EKSTRAKSI.ppt
 
Ppt gout
Ppt goutPpt gout
Ppt gout
 
Suspensi
SuspensiSuspensi
Suspensi
 
Antihistamin
AntihistaminAntihistamin
Antihistamin
 
Batuk dan pengobatannya
Batuk dan pengobatannyaBatuk dan pengobatannya
Batuk dan pengobatannya
 
Farmakodinamik interaksi obat (fauzi al amrie)
Farmakodinamik interaksi obat (fauzi al amrie)Farmakodinamik interaksi obat (fauzi al amrie)
Farmakodinamik interaksi obat (fauzi al amrie)
 
Obat sistem saraf pusat
Obat sistem saraf pusatObat sistem saraf pusat
Obat sistem saraf pusat
 

Viewers also liked

Sistem transport-lanjutan
Sistem transport-lanjutan Sistem transport-lanjutan
Sistem transport-lanjutan
aufia w
 
Keragaman potensi tumbuhan berguna di cagar alam mandor
Keragaman potensi tumbuhan berguna di cagar alam mandor Keragaman potensi tumbuhan berguna di cagar alam mandor
Keragaman potensi tumbuhan berguna di cagar alam mandor
aufia w
 
HPH profile - PM
HPH profile - PMHPH profile - PM
HPH profile - PM
Sunny Duong
 
Genetik
GenetikGenetik
Genetik
aufia w
 
Resume karbohidrat dan glikosida
Resume karbohidrat dan glikosidaResume karbohidrat dan glikosida
Resume karbohidrat dan glikosida
aufia w
 
Analisis etidronic acid
Analisis etidronic acidAnalisis etidronic acid
Analisis etidronic acid
aufia w
 
makalah lobelin
makalah lobelin makalah lobelin
makalah lobelin
aufia w
 
Pancasila sebagai sistem etika
Pancasila sebagai sistem etikaPancasila sebagai sistem etika
Pancasila sebagai sistem etika
aufia w
 
Laporan praktikum kromatografi 4 (klt)
Laporan praktikum kromatografi 4 (klt)Laporan praktikum kromatografi 4 (klt)
Laporan praktikum kromatografi 4 (klt)
aufia w
 
Metabolisme dan peranan enzim pada tumbuhan
Metabolisme dan peranan enzim pada tumbuhanMetabolisme dan peranan enzim pada tumbuhan
Metabolisme dan peranan enzim pada tumbuhan
aufia w
 
Laporan praktikum kromatografi 1 (autosaved)
Laporan praktikum kromatografi 1 (autosaved)Laporan praktikum kromatografi 1 (autosaved)
Laporan praktikum kromatografi 1 (autosaved)
aufia w
 
problematika lingkungan sosial budaya masyarakat
problematika lingkungan sosial budaya masyarakatproblematika lingkungan sosial budaya masyarakat
problematika lingkungan sosial budaya masyarakat
aufia w
 
Laporan praktikum kromatografi 3 (klt)
Laporan praktikum kromatografi 3 (klt)Laporan praktikum kromatografi 3 (klt)
Laporan praktikum kromatografi 3 (klt)
aufia w
 
Laporan praktikum asidi alkalimetri doc
Laporan praktikum asidi alkalimetri docLaporan praktikum asidi alkalimetri doc
Laporan praktikum asidi alkalimetri doc
aufia w
 

Viewers also liked (14)

Sistem transport-lanjutan
Sistem transport-lanjutan Sistem transport-lanjutan
Sistem transport-lanjutan
 
Keragaman potensi tumbuhan berguna di cagar alam mandor
Keragaman potensi tumbuhan berguna di cagar alam mandor Keragaman potensi tumbuhan berguna di cagar alam mandor
Keragaman potensi tumbuhan berguna di cagar alam mandor
 
HPH profile - PM
HPH profile - PMHPH profile - PM
HPH profile - PM
 
Genetik
GenetikGenetik
Genetik
 
Resume karbohidrat dan glikosida
Resume karbohidrat dan glikosidaResume karbohidrat dan glikosida
Resume karbohidrat dan glikosida
 
Analisis etidronic acid
Analisis etidronic acidAnalisis etidronic acid
Analisis etidronic acid
 
makalah lobelin
makalah lobelin makalah lobelin
makalah lobelin
 
Pancasila sebagai sistem etika
Pancasila sebagai sistem etikaPancasila sebagai sistem etika
Pancasila sebagai sistem etika
 
Laporan praktikum kromatografi 4 (klt)
Laporan praktikum kromatografi 4 (klt)Laporan praktikum kromatografi 4 (klt)
Laporan praktikum kromatografi 4 (klt)
 
Metabolisme dan peranan enzim pada tumbuhan
Metabolisme dan peranan enzim pada tumbuhanMetabolisme dan peranan enzim pada tumbuhan
Metabolisme dan peranan enzim pada tumbuhan
 
Laporan praktikum kromatografi 1 (autosaved)
Laporan praktikum kromatografi 1 (autosaved)Laporan praktikum kromatografi 1 (autosaved)
Laporan praktikum kromatografi 1 (autosaved)
 
problematika lingkungan sosial budaya masyarakat
problematika lingkungan sosial budaya masyarakatproblematika lingkungan sosial budaya masyarakat
problematika lingkungan sosial budaya masyarakat
 
Laporan praktikum kromatografi 3 (klt)
Laporan praktikum kromatografi 3 (klt)Laporan praktikum kromatografi 3 (klt)
Laporan praktikum kromatografi 3 (klt)
 
Laporan praktikum asidi alkalimetri doc
Laporan praktikum asidi alkalimetri docLaporan praktikum asidi alkalimetri doc
Laporan praktikum asidi alkalimetri doc
 

Similar to Obat gagal jantung

Antihypertensive drugs
Antihypertensive drugsAntihypertensive drugs
Antihypertensive drugs
FebbyAyudya
 
Farmakologi .pptx
Farmakologi .pptxFarmakologi .pptx
Farmakologi .pptx
TriyaMustika
 
Studi Kasus Farmakoterapi Congestive Heart Failure
Studi Kasus Farmakoterapi Congestive Heart FailureStudi Kasus Farmakoterapi Congestive Heart Failure
Studi Kasus Farmakoterapi Congestive Heart Failure
Nesha Mutiara
 
Farmakologi hipertensi
Farmakologi hipertensiFarmakologi hipertensi
Farmakologi hipertensi
Fuadrizalfauzi
 
Hypertensionhosppharm
HypertensionhosppharmHypertensionhosppharm
Hypertensionhosppharm
Diana Fernandez
 
FARMAKOLOGI CARDIOVASCULAR.pptx
FARMAKOLOGI CARDIOVASCULAR.pptxFARMAKOLOGI CARDIOVASCULAR.pptx
FARMAKOLOGI CARDIOVASCULAR.pptx
maulianaamirudin
 
Bahan Ajar 1 Hipertensi.ppt
Bahan Ajar 1 Hipertensi.pptBahan Ajar 1 Hipertensi.ppt
Bahan Ajar 1 Hipertensi.ppt
FajrianAulia
 
FARMAKOLOGI HIPERTENSI
FARMAKOLOGI HIPERTENSIFARMAKOLOGI HIPERTENSI
FARMAKOLOGI HIPERTENSI
Sulistia Rini
 
Obat kardiovaskular
Obat kardiovaskularObat kardiovaskular
Obat kardiovaskular
Fina Ratih Wiraputri
 
ACE Inhibitors (Penghambat Enzim Konversi Angiotensin)
ACE Inhibitors (Penghambat Enzim Konversi Angiotensin)ACE Inhibitors (Penghambat Enzim Konversi Angiotensin)
ACE Inhibitors (Penghambat Enzim Konversi Angiotensin)
Seputar Jantung
 
Antihipertensi_ppt.pptx
Antihipertensi_ppt.pptxAntihipertensi_ppt.pptx
Antihipertensi_ppt.pptx
DollyIndraSiregar
 
Penyakit Jantung Iskemik dan Angina.pptx
Penyakit Jantung Iskemik dan Angina.pptxPenyakit Jantung Iskemik dan Angina.pptx
Penyakit Jantung Iskemik dan Angina.pptx
azimahakim1
 
FARMAKOLOGI HIPERTENSI
FARMAKOLOGI HIPERTENSIFARMAKOLOGI HIPERTENSI
FARMAKOLOGI HIPERTENSI
Sulistia Rini
 
PPT HIPERTENSI DAN JANTUNG 2022.pptx
PPT HIPERTENSI DAN JANTUNG 2022.pptxPPT HIPERTENSI DAN JANTUNG 2022.pptx
PPT HIPERTENSI DAN JANTUNG 2022.pptx
JeffriMardiansyah
 
AH 2.docx
AH 2.docxAH 2.docx
AH 2.docx
dodyprasetia2
 
AH 2.docx
AH 2.docxAH 2.docx
AH 2.docx
dodyprasetia2
 
Farmakodinamika captopril full (fix)
Farmakodinamika captopril full (fix)Farmakodinamika captopril full (fix)
Farmakodinamika captopril full (fix)
Euis Noorhayaty
 
Modul 2 kb 2
Modul 2 kb 2Modul 2 kb 2
Modul 2 kb 2
pjj_kemenkes
 
bimbingan.ppt
bimbingan.pptbimbingan.ppt
bimbingan.ppt
awendika
 

Similar to Obat gagal jantung (20)

Antihypertensive drugs
Antihypertensive drugsAntihypertensive drugs
Antihypertensive drugs
 
Farmakologi .pptx
Farmakologi .pptxFarmakologi .pptx
Farmakologi .pptx
 
Studi Kasus Farmakoterapi Congestive Heart Failure
Studi Kasus Farmakoterapi Congestive Heart FailureStudi Kasus Farmakoterapi Congestive Heart Failure
Studi Kasus Farmakoterapi Congestive Heart Failure
 
Farmakologi hipertensi
Farmakologi hipertensiFarmakologi hipertensi
Farmakologi hipertensi
 
Hypertensionhosppharm
HypertensionhosppharmHypertensionhosppharm
Hypertensionhosppharm
 
FARMAKOLOGI CARDIOVASCULAR.pptx
FARMAKOLOGI CARDIOVASCULAR.pptxFARMAKOLOGI CARDIOVASCULAR.pptx
FARMAKOLOGI CARDIOVASCULAR.pptx
 
Bahan Ajar 1 Hipertensi.ppt
Bahan Ajar 1 Hipertensi.pptBahan Ajar 1 Hipertensi.ppt
Bahan Ajar 1 Hipertensi.ppt
 
FARMAKOLOGI HIPERTENSI
FARMAKOLOGI HIPERTENSIFARMAKOLOGI HIPERTENSI
FARMAKOLOGI HIPERTENSI
 
Obat kardiovaskular
Obat kardiovaskularObat kardiovaskular
Obat kardiovaskular
 
ACE Inhibitors (Penghambat Enzim Konversi Angiotensin)
ACE Inhibitors (Penghambat Enzim Konversi Angiotensin)ACE Inhibitors (Penghambat Enzim Konversi Angiotensin)
ACE Inhibitors (Penghambat Enzim Konversi Angiotensin)
 
Obat kardiovaskuler AKPER PEMKAB MUNA
Obat kardiovaskuler AKPER PEMKAB MUNAObat kardiovaskuler AKPER PEMKAB MUNA
Obat kardiovaskuler AKPER PEMKAB MUNA
 
Antihipertensi_ppt.pptx
Antihipertensi_ppt.pptxAntihipertensi_ppt.pptx
Antihipertensi_ppt.pptx
 
Penyakit Jantung Iskemik dan Angina.pptx
Penyakit Jantung Iskemik dan Angina.pptxPenyakit Jantung Iskemik dan Angina.pptx
Penyakit Jantung Iskemik dan Angina.pptx
 
FARMAKOLOGI HIPERTENSI
FARMAKOLOGI HIPERTENSIFARMAKOLOGI HIPERTENSI
FARMAKOLOGI HIPERTENSI
 
PPT HIPERTENSI DAN JANTUNG 2022.pptx
PPT HIPERTENSI DAN JANTUNG 2022.pptxPPT HIPERTENSI DAN JANTUNG 2022.pptx
PPT HIPERTENSI DAN JANTUNG 2022.pptx
 
AH 2.docx
AH 2.docxAH 2.docx
AH 2.docx
 
AH 2.docx
AH 2.docxAH 2.docx
AH 2.docx
 
Farmakodinamika captopril full (fix)
Farmakodinamika captopril full (fix)Farmakodinamika captopril full (fix)
Farmakodinamika captopril full (fix)
 
Modul 2 kb 2
Modul 2 kb 2Modul 2 kb 2
Modul 2 kb 2
 
bimbingan.ppt
bimbingan.pptbimbingan.ppt
bimbingan.ppt
 

More from aufia w

Farmasi dalam khazanah islam
Farmasi dalam khazanah islamFarmasi dalam khazanah islam
Farmasi dalam khazanah islam
aufia w
 
Peran ilmu sejarah peradaban kedokteran islam
Peran ilmu sejarah peradaban kedokteran islamPeran ilmu sejarah peradaban kedokteran islam
Peran ilmu sejarah peradaban kedokteran islam
aufia w
 
Pengujian obat-batuk-dengan-spektrofotometer-uv-vis
Pengujian obat-batuk-dengan-spektrofotometer-uv-visPengujian obat-batuk-dengan-spektrofotometer-uv-vis
Pengujian obat-batuk-dengan-spektrofotometer-uv-vis
aufia w
 
Rancangan formula-suppositoria-aminofilin
Rancangan formula-suppositoria-aminofilinRancangan formula-suppositoria-aminofilin
Rancangan formula-suppositoria-aminofilin
aufia w
 
Hubungan struktur-struktur-kimia-dan-aktivitas-biologi-kimed
Hubungan struktur-struktur-kimia-dan-aktivitas-biologi-kimedHubungan struktur-struktur-kimia-dan-aktivitas-biologi-kimed
Hubungan struktur-struktur-kimia-dan-aktivitas-biologi-kimed
aufia w
 
Laporan praktikum titrasi argentometri.doc
Laporan praktikum titrasi argentometri.docLaporan praktikum titrasi argentometri.doc
Laporan praktikum titrasi argentometri.doc
aufia w
 
Stoikiometri
Stoikiometri Stoikiometri
Stoikiometri
aufia w
 
مجالات العبادة في الاسلام
مجالات العبادة في الاسلاممجالات العبادة في الاسلام
مجالات العبادة في الاسلام
aufia w
 

More from aufia w (8)

Farmasi dalam khazanah islam
Farmasi dalam khazanah islamFarmasi dalam khazanah islam
Farmasi dalam khazanah islam
 
Peran ilmu sejarah peradaban kedokteran islam
Peran ilmu sejarah peradaban kedokteran islamPeran ilmu sejarah peradaban kedokteran islam
Peran ilmu sejarah peradaban kedokteran islam
 
Pengujian obat-batuk-dengan-spektrofotometer-uv-vis
Pengujian obat-batuk-dengan-spektrofotometer-uv-visPengujian obat-batuk-dengan-spektrofotometer-uv-vis
Pengujian obat-batuk-dengan-spektrofotometer-uv-vis
 
Rancangan formula-suppositoria-aminofilin
Rancangan formula-suppositoria-aminofilinRancangan formula-suppositoria-aminofilin
Rancangan formula-suppositoria-aminofilin
 
Hubungan struktur-struktur-kimia-dan-aktivitas-biologi-kimed
Hubungan struktur-struktur-kimia-dan-aktivitas-biologi-kimedHubungan struktur-struktur-kimia-dan-aktivitas-biologi-kimed
Hubungan struktur-struktur-kimia-dan-aktivitas-biologi-kimed
 
Laporan praktikum titrasi argentometri.doc
Laporan praktikum titrasi argentometri.docLaporan praktikum titrasi argentometri.doc
Laporan praktikum titrasi argentometri.doc
 
Stoikiometri
Stoikiometri Stoikiometri
Stoikiometri
 
مجالات العبادة في الاسلام
مجالات العبادة في الاسلاممجالات العبادة في الاسلام
مجالات العبادة في الاسلام
 

Recently uploaded

Materi pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih 2024.pdf
Materi pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih 2024.pdfMateri pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih 2024.pdf
Materi pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih 2024.pdf
yukaardiansyah921
 
juknis_2024_new pendaftaran ppdb kota kediri
juknis_2024_new pendaftaran ppdb kota kedirijuknis_2024_new pendaftaran ppdb kota kediri
juknis_2024_new pendaftaran ppdb kota kediri
DaraAOi
 
Pengenalan Morfologi & Tata Bahasa Indonesia
Pengenalan Morfologi & Tata Bahasa IndonesiaPengenalan Morfologi & Tata Bahasa Indonesia
Pengenalan Morfologi & Tata Bahasa Indonesia
sucibrooks86
 
Modul Ajar PJOK Kelas 4 Fase B Kurikulum Merdeka
Modul Ajar PJOK Kelas 4 Fase B Kurikulum MerdekaModul Ajar PJOK Kelas 4 Fase B Kurikulum Merdeka
Modul Ajar PJOK Kelas 4 Fase B Kurikulum Merdeka
Fathan Emran
 
Jurnal Refleksi Dwimingguan Modul 2.1.pdf
Jurnal Refleksi Dwimingguan Modul 2.1.pdfJurnal Refleksi Dwimingguan Modul 2.1.pdf
Jurnal Refleksi Dwimingguan Modul 2.1.pdf
pahrullah55
 
TP dan ATP prakarya dan kewirausahaan (pengolahan) kelas xii.docx
TP dan ATP prakarya dan kewirausahaan (pengolahan) kelas xii.docxTP dan ATP prakarya dan kewirausahaan (pengolahan) kelas xii.docx
TP dan ATP prakarya dan kewirausahaan (pengolahan) kelas xii.docx
PUTRIUTAMA1
 
PELAKSANAAN + Link2 Materi BimTek _(Ketentuan TERBARU) "PTK 007 Rev-5 Tahun 2...
PELAKSANAAN + Link2 Materi BimTek _(Ketentuan TERBARU) "PTK 007 Rev-5 Tahun 2...PELAKSANAAN + Link2 Materi BimTek _(Ketentuan TERBARU) "PTK 007 Rev-5 Tahun 2...
PELAKSANAAN + Link2 Materi BimTek _(Ketentuan TERBARU) "PTK 007 Rev-5 Tahun 2...
Kanaidi ken
 
KIAN karya ilmiah akhir ners keperawatan medikal bedah.ppt
KIAN karya ilmiah akhir ners keperawatan medikal bedah.pptKIAN karya ilmiah akhir ners keperawatan medikal bedah.ppt
KIAN karya ilmiah akhir ners keperawatan medikal bedah.ppt
WAYANDARSANA1
 
MODUL AJAR BAB 1 - B. INDONESIA KELAS 4 FASE B.docx
MODUL AJAR BAB 1 - B. INDONESIA  KELAS 4 FASE B.docxMODUL AJAR BAB 1 - B. INDONESIA  KELAS 4 FASE B.docx
MODUL AJAR BAB 1 - B. INDONESIA KELAS 4 FASE B.docx
AtikIstikhomatin
 
JUKNIS PENGISIAN IJAZAH SD TAHUN 2024.pdf
JUKNIS PENGISIAN IJAZAH SD TAHUN 2024.pdfJUKNIS PENGISIAN IJAZAH SD TAHUN 2024.pdf
JUKNIS PENGISIAN IJAZAH SD TAHUN 2024.pdf
SeptianTriadi2
 
Modul Ajar Informatika Kelas 8 Fase D Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Informatika Kelas 8 Fase D Kurikulum MerdekaModul Ajar Informatika Kelas 8 Fase D Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Informatika Kelas 8 Fase D Kurikulum Merdeka
Fathan Emran
 
BAHAN MENGAJAR MATEMATIK KEPADA KANAK - KANAK
BAHAN MENGAJAR MATEMATIK KEPADA KANAK - KANAKBAHAN MENGAJAR MATEMATIK KEPADA KANAK - KANAK
BAHAN MENGAJAR MATEMATIK KEPADA KANAK - KANAK
HUMAH KUMARASAMY
 
Safety Talk (pentingnya Kesehatan dalam tubuh)
Safety Talk (pentingnya Kesehatan dalam tubuh)Safety Talk (pentingnya Kesehatan dalam tubuh)
Safety Talk (pentingnya Kesehatan dalam tubuh)
pradita22
 
Modul Ajar Fisika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka [abdiera.com]
Modul Ajar Fisika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka [abdiera.com]Modul Ajar Fisika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka [abdiera.com]
Modul Ajar Fisika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka [abdiera.com]
Fathan Emran
 
Modul AJar Rekayasa Perangkat Lunak 2024
Modul AJar Rekayasa Perangkat Lunak 2024Modul AJar Rekayasa Perangkat Lunak 2024
Modul AJar Rekayasa Perangkat Lunak 2024
Herry Prasetyo
 
PANDUAN PENGGUNAAN APLIKASI E-KOSP 2024-2025.pdf
PANDUAN PENGGUNAAN APLIKASI E-KOSP 2024-2025.pdfPANDUAN PENGGUNAAN APLIKASI E-KOSP 2024-2025.pdf
PANDUAN PENGGUNAAN APLIKASI E-KOSP 2024-2025.pdf
MayaSiswindari
 
simulasi digital untuk smk kelas X semeste ganjil .ppt
simulasi digital untuk smk kelas X semeste ganjil .pptsimulasi digital untuk smk kelas X semeste ganjil .ppt
simulasi digital untuk smk kelas X semeste ganjil .ppt
SelowGaming1
 
LAPORAN LOKAKARYA 2 PENDIDIKAN GURU PENGGERAK
LAPORAN LOKAKARYA 2 PENDIDIKAN GURU PENGGERAKLAPORAN LOKAKARYA 2 PENDIDIKAN GURU PENGGERAK
LAPORAN LOKAKARYA 2 PENDIDIKAN GURU PENGGERAK
restiyanita0000
 
UNIT 3 PB 2 MODUL AJAR PPKn KELAS 5 - modulguruku.com.docx
UNIT 3 PB 2 MODUL AJAR PPKn KELAS 5 - modulguruku.com.docxUNIT 3 PB 2 MODUL AJAR PPKn KELAS 5 - modulguruku.com.docx
UNIT 3 PB 2 MODUL AJAR PPKn KELAS 5 - modulguruku.com.docx
nengenok23
 
REVIEW KSP PERMENDIKBUDRISTEK 12 TH 2024.pptx
REVIEW KSP PERMENDIKBUDRISTEK 12 TH 2024.pptxREVIEW KSP PERMENDIKBUDRISTEK 12 TH 2024.pptx
REVIEW KSP PERMENDIKBUDRISTEK 12 TH 2024.pptx
adityanoor64
 

Recently uploaded (20)

Materi pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih 2024.pdf
Materi pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih 2024.pdfMateri pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih 2024.pdf
Materi pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih 2024.pdf
 
juknis_2024_new pendaftaran ppdb kota kediri
juknis_2024_new pendaftaran ppdb kota kedirijuknis_2024_new pendaftaran ppdb kota kediri
juknis_2024_new pendaftaran ppdb kota kediri
 
Pengenalan Morfologi & Tata Bahasa Indonesia
Pengenalan Morfologi & Tata Bahasa IndonesiaPengenalan Morfologi & Tata Bahasa Indonesia
Pengenalan Morfologi & Tata Bahasa Indonesia
 
Modul Ajar PJOK Kelas 4 Fase B Kurikulum Merdeka
Modul Ajar PJOK Kelas 4 Fase B Kurikulum MerdekaModul Ajar PJOK Kelas 4 Fase B Kurikulum Merdeka
Modul Ajar PJOK Kelas 4 Fase B Kurikulum Merdeka
 
Jurnal Refleksi Dwimingguan Modul 2.1.pdf
Jurnal Refleksi Dwimingguan Modul 2.1.pdfJurnal Refleksi Dwimingguan Modul 2.1.pdf
Jurnal Refleksi Dwimingguan Modul 2.1.pdf
 
TP dan ATP prakarya dan kewirausahaan (pengolahan) kelas xii.docx
TP dan ATP prakarya dan kewirausahaan (pengolahan) kelas xii.docxTP dan ATP prakarya dan kewirausahaan (pengolahan) kelas xii.docx
TP dan ATP prakarya dan kewirausahaan (pengolahan) kelas xii.docx
 
PELAKSANAAN + Link2 Materi BimTek _(Ketentuan TERBARU) "PTK 007 Rev-5 Tahun 2...
PELAKSANAAN + Link2 Materi BimTek _(Ketentuan TERBARU) "PTK 007 Rev-5 Tahun 2...PELAKSANAAN + Link2 Materi BimTek _(Ketentuan TERBARU) "PTK 007 Rev-5 Tahun 2...
PELAKSANAAN + Link2 Materi BimTek _(Ketentuan TERBARU) "PTK 007 Rev-5 Tahun 2...
 
KIAN karya ilmiah akhir ners keperawatan medikal bedah.ppt
KIAN karya ilmiah akhir ners keperawatan medikal bedah.pptKIAN karya ilmiah akhir ners keperawatan medikal bedah.ppt
KIAN karya ilmiah akhir ners keperawatan medikal bedah.ppt
 
MODUL AJAR BAB 1 - B. INDONESIA KELAS 4 FASE B.docx
MODUL AJAR BAB 1 - B. INDONESIA  KELAS 4 FASE B.docxMODUL AJAR BAB 1 - B. INDONESIA  KELAS 4 FASE B.docx
MODUL AJAR BAB 1 - B. INDONESIA KELAS 4 FASE B.docx
 
JUKNIS PENGISIAN IJAZAH SD TAHUN 2024.pdf
JUKNIS PENGISIAN IJAZAH SD TAHUN 2024.pdfJUKNIS PENGISIAN IJAZAH SD TAHUN 2024.pdf
JUKNIS PENGISIAN IJAZAH SD TAHUN 2024.pdf
 
Modul Ajar Informatika Kelas 8 Fase D Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Informatika Kelas 8 Fase D Kurikulum MerdekaModul Ajar Informatika Kelas 8 Fase D Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Informatika Kelas 8 Fase D Kurikulum Merdeka
 
BAHAN MENGAJAR MATEMATIK KEPADA KANAK - KANAK
BAHAN MENGAJAR MATEMATIK KEPADA KANAK - KANAKBAHAN MENGAJAR MATEMATIK KEPADA KANAK - KANAK
BAHAN MENGAJAR MATEMATIK KEPADA KANAK - KANAK
 
Safety Talk (pentingnya Kesehatan dalam tubuh)
Safety Talk (pentingnya Kesehatan dalam tubuh)Safety Talk (pentingnya Kesehatan dalam tubuh)
Safety Talk (pentingnya Kesehatan dalam tubuh)
 
Modul Ajar Fisika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka [abdiera.com]
Modul Ajar Fisika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka [abdiera.com]Modul Ajar Fisika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka [abdiera.com]
Modul Ajar Fisika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka [abdiera.com]
 
Modul AJar Rekayasa Perangkat Lunak 2024
Modul AJar Rekayasa Perangkat Lunak 2024Modul AJar Rekayasa Perangkat Lunak 2024
Modul AJar Rekayasa Perangkat Lunak 2024
 
PANDUAN PENGGUNAAN APLIKASI E-KOSP 2024-2025.pdf
PANDUAN PENGGUNAAN APLIKASI E-KOSP 2024-2025.pdfPANDUAN PENGGUNAAN APLIKASI E-KOSP 2024-2025.pdf
PANDUAN PENGGUNAAN APLIKASI E-KOSP 2024-2025.pdf
 
simulasi digital untuk smk kelas X semeste ganjil .ppt
simulasi digital untuk smk kelas X semeste ganjil .pptsimulasi digital untuk smk kelas X semeste ganjil .ppt
simulasi digital untuk smk kelas X semeste ganjil .ppt
 
LAPORAN LOKAKARYA 2 PENDIDIKAN GURU PENGGERAK
LAPORAN LOKAKARYA 2 PENDIDIKAN GURU PENGGERAKLAPORAN LOKAKARYA 2 PENDIDIKAN GURU PENGGERAK
LAPORAN LOKAKARYA 2 PENDIDIKAN GURU PENGGERAK
 
UNIT 3 PB 2 MODUL AJAR PPKn KELAS 5 - modulguruku.com.docx
UNIT 3 PB 2 MODUL AJAR PPKn KELAS 5 - modulguruku.com.docxUNIT 3 PB 2 MODUL AJAR PPKn KELAS 5 - modulguruku.com.docx
UNIT 3 PB 2 MODUL AJAR PPKn KELAS 5 - modulguruku.com.docx
 
REVIEW KSP PERMENDIKBUDRISTEK 12 TH 2024.pptx
REVIEW KSP PERMENDIKBUDRISTEK 12 TH 2024.pptxREVIEW KSP PERMENDIKBUDRISTEK 12 TH 2024.pptx
REVIEW KSP PERMENDIKBUDRISTEK 12 TH 2024.pptx
 

Obat gagal jantung

  • 1. OBAT GAGAL JANTUNG Ayu Lestari Indriyanti Widya Rohmah Madya Ayu Fitriana Wafa Aufia
  • 2.
  • 3. Patofisiologi Gagal Jantung • Gagal jantung : sindroma klinik yang kompleks akibat kelainan struktural dan fungsional jantung yang mengganggu kemampuan ventrikel untuk diisi darah atau mengeluarkan darah. • Terjadi jika curah jantung tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan oksigen dalam tubuh • Manifestasi gagal jantung 1. sesak nafas dan rasa lelah 2. retensi cairan  kongesti paru dan edema perifer
  • 4. Lanjutan.. • Pasien gagal jantung dapat mengalami disfungsi sistolik dan disfungsi diastolik secara bersamaan • Disfungsi sistolik terjadi akibat infark miokard • Disfungsi diastolik terjadi akibat hipertensi  kompensasi miokard berupa hipertrofi dan kekakuan dinding ventrikel (bilik)
  • 5. Kompensasi pada gagal jantung sistolik 1. Sistem simpatis • Reaksi terhadap penurunan curah jantung yang dipersepsi oleh baro reseptor 2. RAA (Renin-Angiotensin-Aldosteron) • Sekresi renin  Angiotensin II • Aldosteron  retensi air dan Na yang akan menambahkan preload jantung
  • 6. • Untuk menyesuaikan kebutuhan curah jantung, maka terjadilah perubahan maladaptif pada • Maladaptif dapat berupa : a. Hipertrofi dinding ventrikel b. Ekspansi volume ventrikel
  • 7. • Perubahan maladaptif secara berlebihan mengakibatkan : a. Apoptosis sel jantung b. Poliferasi jaringan ikat • Menyebabkan penurunan kontraktilitas miokard • Perubahan-perubahan maladaptif ini disebut remodelling jantung
  • 8. PROSES REMODELLING JANTUNG • Bersifat progesif,sehingga akan berjalan terus tanpa adanya kerusakan baru/berulang • Karena menurunnya kontraktilitas miokar, makan akan mengakibatkan menurunnya curah jantung, sehingga terjadilah dekompensasi jantung • Kegagalan jantung dalam bahasan ini disebut gagal jantung yang low-output
  • 9. GAGAL JANTUNG • Berdasarkan tingkatan curah jantung : a. Low-output b. High-output • Berdasarkan jumlah aktivitas fisik : a. Kelas I  tidak ada limitasi aktivitas fisik b. Kelas II  sedikit limitasi aktifitas fisik c. Kelas III  aktifitas fisik sangat terbatas d. Kelas IV  aktifitas yang sedikit saja akan memperberat gejala
  • 10. PENGOBATAN GAGAL JANTUNG • Tujuan primer  mencegah terjadinya kegagalan jantung dengan mengoreksi penyebab dasarnya • Tujuan lainnya jika tidak memungkinkan : - Mencegah memburuknya fungsi jantung  pemberian penghambat ACE (kronik) - Mengurangi gejala-gejala gagal jantung  diuretik, vasodilator, & obat inotropik (akut)
  • 11. TERAPI GAGAL JANTUNG, ada 2 : • FARMAKOLOGIK : a. Penghambat ACE f. Vasodilator lain b. Antagonis Ang II g. Digoksin c. Diuretik h. Obat Inotropik lain d. Antagonis Aldosteroni. Antitrombotik e. β- bloker j. Antiaritmia
  • 12. • TERAPI NON-FARMAKOLOGIK : a. Diet b. Merokok c. Aktivitas Fisik d. Istirahat e. Bepergian
  • 13. PENGHAMBAT ACE • Merupakan pengobatan lini pertama pasien sistolik ventrikel kiri yang menurun • Dengan fraksi ejeksi di bawah normal untuk mengurangi resiko infark miokard dan kematian mendadak • Efek samping : batuk kering, hipotensi, gangguan fungsi ginjal, hiperkalemia, dan angioedema
  • 14. PROSEDUR PENGOBATAN GAGAL JANTUNG DENGAN PENGHAMBAT ACE / AT1 - bloker • Pasien pengguna diuretik  penurunan dosis atau penghentian selama 24 jam • Pengobatan dimulai petang hari sewaktu berbaring • Dimulai dengan dosis rendah dan titrasi (peningkatan 2 x lipat setiap kalinya) sampai dosis target • Fungsi ginjal memburuk  hentikan pengobatan • Hindari diuretik hemat kalium dalam terapi awal • Hindari penggunaan AINS dan coxib • Pemeriksaan tekanan darah, fungsi ginjal, dan kadar K secara bertahap
  • 15. ANTAGONIS ANGIOTENSIN II (AT1-bloker) • Tidak menimbulkan batuk kering, karena tidak adanya hambatan kininase II, bradikin dipecah  kinin inaktif => vasodilator NO dan PGI2 tidak terbentuk • Pasien dengan riwayat angiodema pada penggunaan penghambat ACE jangan diberi AT1-bloker karena dapat terjadi reaksi silang antara penghambat ACE dan AT1-bloker
  • 16. PASIEN DENGAN DISFUNGSI SISTOLIK Ven.kiri • AT1-bloker dapat digunakan sebagai alternatif peng. ACE dengan fraksi ejeksi ≤ 40%  tidak bisa metoleransi peng. ACE • AT1-bloker dan penghambat ACE mempunyai efikasi yang sebanding pada gagal jantung sistolik dgn fraksi ejeksi ≤ 40% infark miokard akut • AT1-bloker dapat dipertimbangkan dalam kombinasi dengan penghambat ACE pada pasien yang masih simtomatik
  • 17. DIURETIK • Merupakan obat utama untuk mengatasi gagal jantung akut yang selalu disertai dengan overload cairan yang berbentuk sebagai kongesti paru atau edema perifer dipakai hingga terjadi diuresis untuk mencapai euvolemia. • Untuk tujuan ini diberikan diuretik kuat (ex : furosemid) dengan dosis awal 40 mg od/bid • Pemberian diuretik harus selalu disertai dengan pemberian penghambat ACE • Diuretik TIDAK BOLEH diberikan pada penderita gagal jantung yang asimtomatik maupun yang tidak ada overload cairan
  • 18. Macam-macam DIURETIK • D. Tiazid  diberikan dalam kombinasi dengan D. Kuat. • Pada laju filtrasi glomelurus < 30mg/menit D. Tiazid TIDAK BOLEH digunakan kecuali dengan kombinasi D. Kuat • D. Hemat Kalium  merupakan D. Lemah karena tidak efektif mengurangi volumedigunakan untuk pengeluaran K/Mg oleh ginjal dan memperkuat respons diuresis obat lain • Pada obatan gagal jantung obat ini digunakan jika hipokalemia menetap setelah awal terapi dengan peng. ACE dan diuretik • Dimulai dengan dosis rendah selama 1 minggu, dengan pengukuran secara berkala kadar K dan kreatinin serum setelah 5-7 hari.
  • 19. ANTAGONIS ALDOSTERON • Mengurangi progresi remodelling jantung. karena Antagonis Aldosteron menghambat kerja Aldosteron. • 2 jenis antagonis aldosteron : 1. Spirolonakton 2. Eplerenon
  • 20. Penggunaan antagonis aldosteron direkomendasikan untuk ditambahkan pada : a. Penghambat ACE dan diuretik kuat untuk gagal jantung lanjut kelas III dan IV (spironolakton)  fraksi ejeksi ≤35% b. Penghambat ACE dan β-bloker pada gagal jantung setelah infark miokard dengan disfungsi sistolik ven. Kiri  fraksi ejeksi ≤40% (eplerenon)
  • 21. PEMBERIAN OBAT • Kondisi tubuh harus memiliki kadar K ≤ 5,0 mmol /L, Kreatinin ≤ 2,0 – 2,5 mg/dL, Klirens Kreatinin > 30 mL/menit • Jika kadar K 5,0 – 5,5 mmol/L KURANGI DOSIS obat 50%, • Jika kadar > 5,5 mmol/L HENTIKAN OBAT
  • 22. β-bloker • Mekanisme kerja : a. Menghambat efek merugikan dari aktivitas simpatis b. Menghambat pelepasan rennin sehingga menghambat aktivitas sistem RAA
  • 23. PEMBERIAN β-bloker pada pasien gagal jantung : • Pada pasien gagal jantung kelas II dan III dengan fraksi ejeksi <35% - 45%, etiologi iskemik maupun yang non-iskemik bersama peng. ACE atau Antagonis A II dan diuretik jika diperlukan • Pada pasien gagal jantung kelas III B dan IV  HARUS SANGAT HATI-HATI • Pada pasien gagal jantung yang baru saja terjadi TIDAK BOLEH DIBERI β-bloker sampai kondisi stabil
  • 24. • Pemberian dimulai dengan dosis sangat rendah < 1/10 dosis target dengan peningkatan perlahan (biasanya 2 x lipat setiap 1-2 minggu) sampai dosis target • Efek samping yang mungkin terjadi : a. Retensi cairan dan memburuknya gejala-gejala  tingkatkan dosis diuretik b. Hipotensi  kurangi dosis peng. ACE atau β-bloker c. Bradikardia kurangi dosis β-bloker d. Rasa lelah  kurangi dosis β-bloker, Setelah kondisi pasien stabil tingkatkan kembali dosis
  • 25. VASODILATOR LAIN a. Hidralazin-isosorbid dinitrat  untuk pasien gagal jantung sistolik yang tidak mentoleransi peng. ACE dan antagonis A II, merupakan vasodilator arteri => menurunkan afterload, isobarbid merupakan venodilator=> menurunkan preload b. NA Nitroprusid I.V  prodrug Nitric Oxid (NO) suatu vasodilator kuat bekerja di arteri dan vena sehingga menurunkan afterload dan preload jantung untuk gagal jantung akut di IGD
  • 26. c. Nitrogliserin I.V  prodrug NO mendilatasi vena hanya menurunkan preload jantung untuk pengobatan gagal jantung kiri akibat iskemia miokard akut, non-iskemik, dan pasien overload cairan yang simtomatik dan belum mencapai diuresis yang cukup d. Nesiritid I.V  rekombinan dari peptida natriuretik otak (BNP) manusia, untuk gagal jantung akut dengan sesak nafas saat istirahat atau dengan aktifitas minimum , diberikan sebagai infus selama 24-48 jam
  • 27. GLIKOSIDA JANTUNG • Saat ini hanya digoksin yang digunakan untuk terapi gagal jantung, digitoksin dan foliadigitalis tidak digunakan lagi. • Diindikasikan untuk gagal jantung dengan fibrilas atrium dan gagal jantung dengan ritme sinus yang masih simtomatik • Efek digoksin : • a. Inotropik positif • b. Konotropik negatif • c. Mengurangi aktifasi saraf simpatik
  • 28. Mekanisme kerja : • A. Inotropik positif • Menghambat pompa Na-K-ATPase pada membran sel otot jantung • B. Konotropik negatif • Meningkatkan tonus vaga dan mengurangi aktifitas simpatis • C. Mengurangi aktifasi saraf simpatis, mekanisme kerja sama dengan konotropik negatif
  • 29. INTERAKSI PENTING : • Kuinidin, verapamil, amiodaron  menghambat P- Glikoprotein  peningkatan absorbsi dan penurunan sekresi digoksin => kadar plasma digoksin meningkat 70-100 % • Rifampisin  menginduksi transporter P- Glikoprotein di usus  penurunan kadar plasma digoksin • Aminoglikosida, siklosporin, amfoterisin B  gangguan fungsi ginjal => ekskresi digoksin melalui ginjal terganggu => peningkatan kadar plasma digoksin
  • 30. • Kolestiramin, kaolin-pectin, antasida  mengadsorbsi digoksin => absorbsi digoksin menurun • Diuretik tiazid, furosemid  hipokalemia => meningkatkan toksisitas digoksin • β-bloker, verapamil, diltiazem  aditif dengan digoksin dalammemperlambat konduksi AV dan mengurangi efek inotropik digoksin
  • 31. EFEK TOKSIK DIGOKSIN : a. Efek proaritmik : penurunan potensial istirahat dan peningkatan automatisitas b. Efek samping gastrointastinal : anorexia,mual, muntah, nyeri lambung c. Efek samping visual : penglihatan berwarna kuning d. Lain-lain : delirium, rasa lelah, malaise, bingung, mimpi buruk • Dosis digoksin biasanya 0,125-0,25 mg sehari jika fungsi ginjal normal, pada lansia 0,0625-0,125 mg, kadang-kadang 0,25 mg
  • 32. DOSIS DIGOKSIN Dosis dogoksin biasanya 0,125-0,25 mg sehari jika fungsi ginjal normal (pada lansia 0,0625- 0,125 mg, kadang-kadang 0,25 mg) DIGOKSIN TERSEDIA DALAM BENTUK TABLET 0,25 mg.
  • 33. INOTROPIK LAIN • Yang biasa digunakan pada pengobatan gagal jantung : a. Dopamin dan dobutamin I.V  menunjang sirkulasi dalam jangka pendek pada gagal jantung yang parah • Dopamin  penggunaan yang terbatas pada pengobatan pasien dengan kegagalan sirkulasi kardiogenik • Dobutamin  β agonis yang terpilih untuk pasien gagal jantung dengan disfungsi sistolik
  • 34. • Dobutamin diberikan dalam sebagai infus selama bebrapa hari, dengan dosis awal 2-3 µg/kg/menit dan ditingkatkan sampai efek hemodinamik yang diinginkan • Efek samping utama  takikardia berlebihan dan aritmia, penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan toleransi sehingga memerlukansubtitusi dengan obat alternatif, ex: penghambat fosfodiesterase kelas III
  • 35. PENGHAMBAT FOSFODIESTERASE I.V • Inamrinon (dulunya disebut amrinon) dan milrinon  penghambat fosfodiesterase kelas III sebagai penunjang sirkulasi jangka pendek pada gagl jantung yang parah • Pada penggunaan jangka panjang dapat MEMPERCEPAT KEMATIAN
  • 36. ANTITROMBOTIK • Warfarin (antikoagulan oral) diindikasikan pada gagal jantung dengan fibrilasi atrial, riwayat kejadian tromboembolik sebelumnya, atau adanya trombus di vent. kiri untuk mencegah stroke atau tromboembolisme
  • 37. ANTIARITMIA • Digunakan pada gagal jantung hanyalah β- bloker dan amiodaron • β-bloker mengurangi kematian mendadak pada gagal jantung • Amiodaron digunakan pada gagal jantung hanya jika disertai dengan fibrilasi atrial dan dikehendaki ritme sinus. Merupakan satu- satunya obat antiaritmia yang tidak disertai efek inotropik negatif

Editor's Notes

  1. Poliferasi  pertumbuhan pesat jaringan baru Apoptosis  kematian sel