UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
           FAKULTAS EKONOMI
           MEDAN




                                              ...
Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2...
PERNYATAAN


           Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi dengan judul :

           Pengaruh Partisipasi Anggaran ...
KATA PENGANTAR



                     Puji syukur penulis panjarkan kehadirat Allah SWT , yang telah memberi

           ...
5. Ibu Dra.Naleni Indra,MM, selaku Dosen Pembanding I. Terima kasih atas

                     saran-saranya.

           ...
keterbatasan pengetahuan penulis Untuk itu, dengan segala kerendahan hati,

           penulis menerima setiap saran dan k...
ABSTRAK



                   Pengaruh partisipasi dalam penyusunan anggaran telah menarik perhatian
           para penel...
ABSTRACT



                   The effect of participation in the budgeting process has been attracting
           researc...
DAFTAR ISI

                                                                                                              ...
1. Pengertian Partisipasi.............................................................       10

                         ...
b. Struktur Organisasi.............................................................              38

                     ...
DAFTAR TABEL



           Nomor            Judul                                                                         ...
DAFTAR GAMBAR



           Nomor                 Judul                                                                   ...
DAFTAR LAMPIRAN



           Lampiran 1         Tabulasi Hasil Kuesioner Partisipasi Anggaran

           Lampiran 2     ...
1




                                                            BAB I

                                                 ...
2




                     Menurut Anthony dan Govindarajan (2005:86) ”Terdapat tiga pendekatan

           yang digunakan...
3




           dengan kinerja manajerial dalam beberapa dasawarsa belakangan ini mengalami

           ketidakkonsistens...
4




           dan gangguan pasokan listrik di Sumatera Utara yang terjadi belakangan ini tentu

           saja sangat ...
5




           dengan latar belakang yang peneliti kemukakan dan perumusan masalah maka

           penelitian ini bertu...
6




                                                           BAB II

                                                T...
7




                sebagai alat manajemen untuk perencanaan, pengendalian serta penilaian

                kinerja mana...
8




           B. Penyusunan Anggaran

                1. Pendekatan Dalam Penyusunan Anggaran

                        ...
9




                manajeman puncak, maka target anggaran mungkin tidak sesuai dengan tujuan

                organisas...
10




                persetujuanatasan. Penyusunan anggaran tipe bottom up ini mempunyai

                banyak kebaika...
11




                Indriantoro (1998) menyatakan bahwa ”partisipasi dalam penyusunan

                anggaran merupak...
12




                2. Keunggulan Partisipasi dalam Penyusunan Anggaran

                         Nur Indriantoro (1993...
13




                         2. Penganggaran partisipasi menghasilkan pertukaran informasi yang

                      ...
14




                              sebenarnya tidak. Dalam hal ini bawahan terpaksa menyatakan

                        ...
15




                         Argyris (1952) dalam Bachtiar dan Susilowati (1998) menyarankan

                perlunya ...
16




                     Sementara itu Hasibuan (1997:) mengatakan ”Kinerja adalah suatu hasil

           kerja yang d...
17




           pemalas dan tidak dapat dipercaya. Sehingga pemimpin tersebut akan memotivasi

           dengan cara ca...
18




           manajemen yang ada dalam teori manajemen klasik yaitu: perencanaan,

           koordinasi, evaluasi, pe...
19




                     3. Koordinasi

                              ”Setiap fungsi manajerial adalah pelaksana koordi...
20




                     6. Staffing

                              Menurut Sabardi (1992: 93) ”Penataan staff merupaka...
21




                     8. Perwakilan

                              ”Manajer menciptakan hubungan dan menggunakan pen...
22




                     2. Indriantoro (1993) dalam Supomo dan Indriantoro (1998) melakukan

                         ...
23




           F. Kerangka Konseptual

                     Menurut Mulyadi (2001:139) ”Anggaran merupakan pernyataan m...
24




                     negatif anggaran yaitu faktor kriteria kinerja, sistem penghargaan (reward)
                  ...
25




                                                           BAB III

                                               ...
26




                     Manajer bawah                                                                18 orang

       ...
27




                     5. Besarnya pengaruh terhadap penetapan anggaran akhir

                     6. Seringnya atas...
28




                                                   Tabel 3.1
                                        Rencana Jadwal...
29




                         b. Data Sekunder

                                   Data sekunder yang penulis kumpulkan ...
30




                         Menurut Riyadi (2000) “uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui

                sebera...
31




           G. Uji Asumsi Klasik

                     Penggunaan analisis regresi dalam statistik harus bebas dari ...
32




                       tertentu pada grafik scatterplot di sekitar nilai X dan Y. Jika ada pola

                  ...
33




                         Keterangan :

                         Y = Kinerja Manajerial

                         a ...
34




           signifikansi pada tabel ANOVA ≥ 0,05, maka Ha ditolak atau dapat disimpulkan

           bahwa antara pa...
35




                                                           BAB IV

                                 HASIL PENELITIA...
36




                     surat dari BKM No. 18/V/PMA/1993 tanggal 6 Agustus 1993 yang

                     selanjutnya...
37




                              Proses produksi yang dilakukan dalam PT. Cakra Compact

                     Aluminiu...
38




                         ·    Cutting, yaitu proses pemotongan billet pada kedua ujungnya, serta

                 ...
39




                         (1). Board of Commisioners

                                        Adalah pemegang saham ...
management control system journal
management control system journal
management control system journal
management control system journal
management control system journal
management control system journal
management control system journal
management control system journal
management control system journal
management control system journal
management control system journal
management control system journal
management control system journal
management control system journal
management control system journal
management control system journal
management control system journal
management control system journal
management control system journal
management control system journal
management control system journal
management control system journal
management control system journal
management control system journal
management control system journal
management control system journal
management control system journal
management control system journal
management control system journal
management control system journal
management control system journal
management control system journal
management control system journal
management control system journal
management control system journal
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

management control system journal

3,985 views

Published on

Published in: Education, Business
  • Be the first to like this

management control system journal

  1. 1. UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI MEDAN SKRIPSI PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA MANAJERIAL PADA PT CAKRA COMPACT ALUMINIUM INDUSTRIES OLEH : NAMA : FRISILIA WIHASFINA HAFIZ NIM : 040503073 DEPARTEMEN : AKUNTANSI Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi 2007 Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009
  2. 2. Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009
  3. 3. PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi dengan judul : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT. Cakra Compact Aluminium Industries. Adalah benar hasil karya saya sendiri dan judul dimaksud belum pernah dimuat, dipublikasikan atau diteliti oleh mahasiswa lain dalam konteks penulisan skripsi level program S1 Reguler Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. Semua sumber data dan informasi yang diperoleh, telah dinyatakan dengan jelas, benar apa adanya, dan apabila di kemudian hari pernyataan ini tidak benar, saya bersedia menerima sanksi yang ditetapkan oleh universitas. Medan, 17 Desember 2007 Yang Membuat Pernyataan, (Frisilia Wihasfina Hafiz) NIM : 040503073 i Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009
  4. 4. KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjarkan kehadirat Allah SWT , yang telah memberi rahmat, hidayah, kesehatan, dan kemudahan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini guna memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. Sholawat serta salam semoga senantiasa selalu tercurahkan kepada Rasullullah SAW. Sepanjang proses penyusunan skripsi ini, penulis mendapatkan banyak bantuan serta dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis ini ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar – besarnya kepada : 1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, MEc, selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. 2. Bapak Drs.Arifin Akhmad, MSi, Ak selaku Ketua Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. 3. Bapak Fahmi Natigor Nasution, SE, MAcc selaku Sekertaris Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara sekaligus selaku Dosen Pembanding II. 4. Bapak Zainul Bahri Torong, SE, MSi, selaku Dosen Pembimbing. Terima kasih yang sebesar – besarnya atas segala waktu, kesempatan, bimbingan, dan arahan yang diberikan untuk penulis selama proses penyusunan dan penyelesaian skripsi ini. ii Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009
  5. 5. 5. Ibu Dra.Naleni Indra,MM, selaku Dosen Pembanding I. Terima kasih atas saran-saranya. 6. Bapak-bapak dan ibu-ibu dosen pengajar yang telah memberikan ilmunya kepada penulis selama kuliah di Universitas Sumatera Utara. 7. Bapak Pimpinan PT. Cakra Compact Aluminium Industries, juga kepada Bang Manan dan Kak Mila. Terima kasih atas kerja sama dan bantuannya dalam pengisian kuesioner. 8. Semua Staff Jurusan Akuntansi (Kak Dame, Bang Chairil, Bang Oyong, dll). Terima kasih telah membantu menyiapkan segala administrasi dan keperluan penulis di Jurusan Akuntansi USU. 9. Kedua Orang Tua penulis. Terima kasih atas kasih sayang dan dukungannya, serta didikan yang amat sangat berguna ini. 10. Kedua saudara laki-laki penulis, atas dukungan dan kritik membangunnya. 11. Sumber motivasi penulis, Ifhan Taufiq Lubis. Terima kasih atas semua dukungan dan semangatnya untuk penulis. 12. Sahabat-sahabat penulis, LiaRaraDesi, NdahChaRi. Terima kasih atas waktu yang indah serta dukungan yang tak henti. 13. Teman-teman penulis, Doli M Jaffar, Fajri, Yudha. Terima kasih atas bantuannya dalam penulisan skripsi ini. Juga kepada teman-teman akuntansi 04 yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Segenap daya telah penulis usahakan, namun demikian skripsi ini jauh sempurna dan masih banyak kelemahan-kelemahan yang semata-mata disebabkan iii Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009
  6. 6. keterbatasan pengetahuan penulis Untuk itu, dengan segala kerendahan hati, penulis menerima setiap saran dan kritik yang membangun bagi kesempurnaan skripsi ini. Penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi ilmu pengetahuan khususnya di bidang akuntansi. Medan, Desember 2007 Penulis, (Frisilia Wihasfina Hafiz) NIM : 040503073 iv Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009
  7. 7. ABSTRAK Pengaruh partisipasi dalam penyusunan anggaran telah menarik perhatian para peneliti beberapa tahun belakangan ini. Beberapa riset mengenai hubungan partisipasi dalam penyusunan anggaran terhadap kinerja manajerial mengindikasikan hasil yang tidak konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan ada tidaknya dan bagaimana pengaruh partisipasi dalam penyusunan anggaran terhadap kinerja manajerial. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari persepsi manajer- manajer yang terlibat dalam penyusunan anggaran termasuk manajer middle dan manajer lower. Data tersebut diperoleh melalui penyebaran kuesioner terhadap 32 manajer. Model analisis yang digunakan adalah regresi linar sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa partisipasi anggaran berpengaruh terhadap kinerja manajerial. Penelitian ini juga menemukan bahwa partisipasi anggaran memiliki pengaruh positif terhadap kinerja manajerial. Kata kunci : Partisipasi Anggaran, Kinerja Manajerial v Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009
  8. 8. ABSTRACT The effect of participation in the budgeting process has been attracting researcher’s attention for many years. Prior researches on the relationship between budgetary participation with managerial performance indicate that there were no consistent conclusions in their results. This research aim to examination how influence of budgetary participation variable on the managerial performance. The data that used in this research get from managers perceptions that involved in budgetary arrangement including middle managers and lower managers. Those data were obtained with questioners distribution for 32 managers. Analysis model that used is simple regression. The result in this research indicate that budgetary participation has effect towardmanagerial performance. This research also found that budgetary participation has positive effect toward managerial performance. Keywords : Budgetary Participation, Managerial Performance vi Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009
  9. 9. DAFTAR ISI Halaman PERNYATAAN............................................................................................. i KATA PENGANTAR................................................................................... ii ABSTRAK..................................................................................................... v ABSTRACT................................................................................................... vi DAFTAR ISI.................................................................................................. vii DAFTAR TABEL......................................................................................... x DAFTAR GAMBAR..................................................................................... xi DAFTAR LAMPIRAN................................................................................. xii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah............................................................. 1 B. Perumusan Masalah................................................................... 4 C. Perumusan Masalah................................................................... 4 D. Manfaat Penelitian..................................................................... 5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian dan Fungsi Anggaran............................................... 6 1. Pengertian Anggaran.............................................................. 6 2. Fungsi Anggaran.................................................................... 7 B. Penyusunan Anggaran................................................................. 8 1. Pendekatan Dalam Penyusunan Anggaran............................... 8 2. Faktor Manusia Dalam Penyusunan Anggaran...................... 9 C. Partisipasi dalam Penyusunan Anggaran.................................... 8 vii Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009
  10. 10. 1. Pengertian Partisipasi............................................................. 10 2. Keunggulan Partisipasi dalam Penyusunan Anggaran............ 11 3. Kelemahan Partisipasi dalam Penyusunan Anggaran............. 13 4. Hubungan Partisipasi Dalam Penyusunan Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial................................................. 14 D. Kinerja Manajerial..................................................................... 15 E. Penelitian Terdahulu.................................................................. 21 F. Kerangka Konseptual................................................................. 23 G. Hipotesis Penelitian.................................................................... 24 BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian................................................................. 25 B. Populasi dan Sampel Penelitian................................................. 25 C. Defenisi Operasional dan Pengukuran Variabel........................ 26 D. Lokasi dan Waktu Penelitian..................................................... 27 E. Jenis dan Teknik Pengambilan Data.......................................... 28 F. Pengujian Kualitas Data ........................................................... 29 G. Uji Asumsi Klasik...................................................................... 31 H. Model dan Teknik Analisis Data............................................... 32 I. Pengujian Hipotesis.................................................................... 33 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian.......................................................................... 35 1. Gambaran Umum PT Cakra Compact Industries.................. 35 a. Sejarah Singkat dan Aktivitas............................................. 35 viii Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009
  11. 11. b. Struktur Organisasi............................................................. 38 B. Pembahasan................................................................................ 41 1. Statistik Deskriptif................................................................. 41 2. Hasil Uji Kualitas Data.......................................................... 42 3. Hasil Uji Asumsi Klasik........................................................ 44 4. Hasil Pengujian Hipotesis...................................................... 48 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan................................................................................ 52 B. Keterbatasan Penelitian.............................................................. 53 C. Saran........................................................................................... 54 DAFTAR PUSTAKA.................................................................................... 56 LAMPIRAN ix Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009
  12. 12. DAFTAR TABEL Nomor Judul Halaman Tabel 3.1 Rencana Jadwal Waktu Penelitian............................................. 28 Tabel 4.1 Hasil Statistik Deskriptif............................................................ 41 Tabel 4.2 Validitas Instrumen Pertanyaan Variabel X............................... 43 Tabel 4.3 Validitas Instrumen Pertanyaan Variabel Y............................... 44 Tabel 4.4 Variables Entered/Removed...................................................... 48 Tabel 4.5 Model Summary......................................................................... 48 Tabel 4.6 Anova......................................................................................... 49 Tabel 4.7 Coefficients................................................................................ 50 x Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009
  13. 13. DAFTAR GAMBAR Nomor Judul Halaman Gambar 2.1 Kerangka Konseptual Penelitian......................................... 24 Gambar 4.1 Normal P-Plot of Regression Standarized Residual............ 45 Gambar 4.2 Histogram............................................................................ 46 Gambar 4.3 Scatterplot............................................................................ 47 xi Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009
  14. 14. DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Tabulasi Hasil Kuesioner Partisipasi Anggaran Lampiran 2 Tabulasi Hasil Kuesioner Kinerja Manajerial Lampiran 3 Reliability Partisipasi Anggaran Lampiran 4 Reliability Kinerja Manajerial Lampiran 5 Descriptives dan Regression Lampiran 6 Charts Lampiran 7 Kuesioner Penelitian Lampiran 8 Struktur Organisasi xii Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009
  15. 15. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perusahaan sebagai suatu unit kesatuan yang terintegrasi, dengan tujuan menghasilkan laba dewasa ini dituntut untuk dapat bersaing dalam ligkungan bisnis. Agar dapat bersaing, perusahaan harus melaksanakan fungsi-fungsi dalam manajemen, terutama fungsi perencanaan. Menurut Nafarin (2004:5), ”perencanaan merupakan tindakan yang dibuat berdasarkan fakta dan asumsi mengenai gambaran kegiatan yang dilakukan pada waktu yang akan datang dalam mencapai tujuan yang diinginkan”. Komponen penting dalam fungsi perencanaan adalah dengan membuat anggaran. Menurut Hansen dan Mowen (2004 :354), ”anggaran adalah suatu rencana kuantitatif dalam bentuk moneter maupun nonmoneter yang digunakan untuk menerjemahkan tujuan dan strategi perusahaan dalam satuan operasi”. Oleh karena pentingnya anggaran dalam suatu perusahaan, dibutuhkan penyusunan anggaran yang baik. Anggaran yang disusun hendaknya dapat mengakomodir kepentingan setiap departemen yang terkait dalam pelaksanaannya. Untuk itu diperlukan partisipasi dalam penyusunan anggaran oleh berbagi pihak dalam perusahaan. Baik dari manajemen tingkat atas ( top level management ) maupun manajemen tingkat bawah (lower level management ). Pihak-pihak inilah yang akan memainkan peranan penting dalam mempersiapkan dan mengevaluasi berbagai alternatif dari partisipasi dalam proses penyusunan anggaran. Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009
  16. 16. 2 Menurut Anthony dan Govindarajan (2005:86) ”Terdapat tiga pendekatan yang digunakan dalam penyusunan anggaran, yaitu top – down (pendekatan dari atas ke bawah), bottom – up (pendekatan dari bawah ke atas) dan pendekatan lain yang merupakan gabungan dari kedua pendekatan tersebut, yaitu pendekatan partisipasi”. Inti dari partisipasi dalam penyusunan anggaran adalah diperlukan kerjasama antara seluruh tingkatan organisasi. Manajer puncak biasanya kurang mengetahui bagian sehari-hari, sehingga harus mengandalkan informasi anggaran yang lebih rinci dari bawahannya. Dari sisi lain, manajer puncak mempunyai perspektif yang lebih luas atas perusahaan secara keseluruhan yang sangat vital dalam pembuatan anggaran secara umum. ”Setiap tingkatan tanggung jawab dalam suatu organisasi harus memberikan masukan terbaik sesuai dengan bidangnya dalam suatu sistem kerjasama penyusunan anggaran” (Garrison dan Noreen, 2000:409). Partisipasi bawahan dalam penyusunan anggaran kemungkinan juga dapat mempengaruhi kinerja manajerial, karena dengan adanya partisipasi bawahan dalam menyusun anggaran, maka bawahan merasa terlibat dan harus bertanggung jawab pada pelaksanaan anggaran. Sehingga diharapkan bawahan dapat melaksanakan anggaran dengan lebih baik dan pada akhirnya bisa meningkatkan kinerja manajerialnya. Untuk itu diperlukan suatu pengujian terhadap pengaruh partisipasi dalam penyusunan anggaran terhadap kinerja manajerial. Apakah partisipasi dalam penyusunan anggaran memiliki pengaruh terhadap kinerja manajerial atau tidak. Penelitian tentang hubungan antara partisipasi dalam penyusunan anggaran Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009
  17. 17. 3 dengan kinerja manajerial dalam beberapa dasawarsa belakangan ini mengalami ketidakkonsistensian. Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Bass dan Leavitt (1963); Schuler dan Kim (1976); Brownell dan McInnes (1986), Brownell (1982b), Indriantoro (1993), Sinambela (2003), dan Prasetyaningtiyas (2006) menemukan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara partisipasi penyusunan anggaran dengan kinerja manajerial. Hasil penelitian yang berbeda dihasilkan oleh Milani (1975) dan Riyanto (1996). Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang tidak signifikan di antara keduanya, bahkan penelitian lain seperti Bryan dan Locke (1967), dan Chenhall dan Brownell (1988) melaporkan bahwa hubungan kedua variabel tersebut bertolak belakang atau negatif. Untuk itu peneliti tertarik untuk membuktikan pengaruh partisipasi dalam penyusunan anggaran terhadap kinerja manajerial. PT. Cakra Compact Aluminium Industries yang terletak di Jl. Raya Medan-Tg.Morawa Km. 11 Tanjung Morawa, Deli Serdang Sumatera Utara merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang industri aluminium yang bertujuan konstruksi. Perusahaan ini menghasilkan aluminium dalam bentuk billet, extrusion, dan fabrication, dimana 95% hasil produksinya diekspor ke luar negeri. Perusahaan ini memiliki pekerja lapangan sebanyak 480 orang dan pegawai administrsi sebanyak 80 orang. Karena perusahaan ini memproduksi aluminium, maka dalam pengolahannya selain sangat tergantung pada pasokan bahan baku, juga sangat bergantung dengan ketersediaan listrik dan bahan bakar. Kenaikan harga BBM Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009
  18. 18. 4 dan gangguan pasokan listrik di Sumatera Utara yang terjadi belakangan ini tentu saja sangat mempengaruhi perusahaan ini. Saat fenomena itu terjadi, yang pertama sekali menghadapi kendala tentu saja para karyawan dan manajer bawah. Anggaran yang telah disusunpun tidak dapat terwujud. Namun, apakah mereka secara individu ikut bertanggung jawab? Para karyawan dan manajer bawah yang terlibat secara langsung dengan dampak fenomena tersebut tentu saja memiliki pengalaman dan pengetahuan tentang hal-hal semacam itu. Untuk itu, saat anggaran berikutnya dibuat, partisipasi mereka tentu sangat diperlukan agar dapat menghasilkan anggaran yang tepat dan menimbulkan rasa tanggung jawab di setiap individu. Memperhatikan betapa pentingnya partisipasi dalam penyusunan anggaran, dan bagaimana pengaruhnya terhadap kinerja manajerial, peneliti menetapkan judul : “ Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT.Cakra Compact Aluminium Industries. “ B. Perumusan masalah Dari uraian di atas, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut : “Apakah partisipasi dalam penyusunan anggaran berpengaruh terhadap kinerja manajerial pada PT.Cakra Compact Aluminium Industries ? “ C. Tujuan Penelitian Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan pengaruh partisipasi dalam penyusunan anggaran terhadap kinerja manajerial. Sesuai Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009
  19. 19. 5 dengan latar belakang yang peneliti kemukakan dan perumusan masalah maka penelitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah ada pengaruh antara partisispasi anggaran dengan kinerja manajerial pada PT. Cakra Compact Aluminium Industries. D. Manfaat Penelitian 1. Bagi peneliti, penelitian ini bermanfaat dalam memperdalam pengetahuan peneliti di bidang akuntansi manajemen dan sistem pengendalian manajemen khususnya mengenai hubungan partisipasi penyusunan anggaran dan kinerja manajerial. 2. Bagi PT.Cakra Compact Aluminium Industries, khususnya untuk pihak manajemen. Penelitian ini diharapkan menjadi bahan referensi dan informasi sebagai bahan pertimbangan untuk menerapkan partisipasi anggaran lebih efektif untuk peningkatan kinerja manajerial. 3. Bagi pihak lain, penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan referensi dalam penelitian-penelitian selanjutnya yang sejenis. Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009
  20. 20. 6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian dan Fungsi Anggaran 1. Pengertian Anggaran Mulyadi (2001:488) mendefinisikan anggaran (budget) ”sebagai suatu rencana kerja yang dinyatakan secara kuantitatif, yang diukur dalam satuan moneter standar dan satuan ukuran yang lain, yang mencakup jangka waktu satu tahun”. Anthony dan Govindarajan (2005:90) mendefinisikan anggaran ”sebagai sebuah rencana keuangan, biasanya mencakup periode satu tahun dan merupakan alat-alat untuk perencanaan jangka pendek dan pengendalian dalam organisasi”. Hansen dan Mowen (2004:354) mendefinisikan anggaran ”sebagai suatu rencana kuantitatif dalam bentuk moneter maupun nonmoneter yang digunakan untuk menerjemahkan tujuan dan strategi perusahaan dalam satuan operasional”. Oleh karena itu, dapat ditarik kesimpulan bahwa anggaran merupakan rencana kuantitatif dalam bentuk moneter dan nonmoneter sebagai alat koordinasi, komunikasi, perencanaan dan pengendalian laba dalam jangka waktu tertentu. Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa anggaran merupakan perencanaan yang terjadi pada jangka pendek secara kuantitatif yang diukur dalam satuan moneter dan satuan ukuran lain untuk menunjukkan perolehan dan penggunaan sumber-sumber daya organisasi Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009
  21. 21. 7 sebagai alat manajemen untuk perencanaan, pengendalian serta penilaian kinerja manajemen dalam upaya mencapai tujuan organisasi. 2. Fungsi Anggaran Menurut Garrison (2000:404) ”Perusahaan tidak akan mencapai tingkat kesuksesan maksimal jika tidak menggunakan sistem penganggaran terkoordinasi”. Garrison (2000:404) menyatakan bahwa ”fungsi anggaran adalah pengendalian dan perencanaan. Perencanaan mencakup pengembangan tujuan untuk masa depan, sedangkan pengendalian digunakan untuk menjamin bahwa seluruh fungsi manajemen dilaksanakan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan sebelumnya”. Siegel dan Marconi (1989:115) menyebutkan bahwa anggaran memiliki beberapa fungsi yaitu: 1. Anggaran merupakan hasil akhir dari proses perencanaan perusahaan sebagai hasil dari perundingan antara anggota organisasi yang dominan, yang menunjukkan persetujuan organisasi mengenai tujuan-tujuan operasi untuk masa depan. 2. Anggaran merupakan blueprint bagi perusahaan untuk bertindak yang menggambarkan prioritas manajemen dalam mengalokasikan sumber daya, dan menunjukkan bagaimana bagian organisasi diharapkan bekerja dalam mencapai keseluruhan tujuan perusahaan. 3. Anggaran bertindak sebagai alat komunikasi internal yang menghubungkan berbagai departemen atau divisi dalam organisasi dan dengan manajemen puncak. 4. Anggaran bertindak sebagai standar untuk melakukan evaluasi. 5. Anggaran sebagai alat pengendali yang memungkinkan manajemen menunjukkan area dimana perusahaan kuat dan lemah 6. Anggaran berusaha mempengaruhi dan memotivasi manajer untuk bertindak efektif dan efisien Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009
  22. 22. 8 B. Penyusunan Anggaran 1. Pendekatan Dalam Penyusunan Anggaran Anthony dan Govindarajan (2005:86) menyatakan bahwa ”terdapat dua pendekatan utama dalam penyusunan anggaran, yaitu pendekatan dari atas ke bawah (top down approach) dan pendekatan dari bawah ke atas (bottom up approach). Pendekatan lain merupakan gabungan dari kedua pendekatan tersebut, yaitu pendekatan partisipasi”. Pada pendekatan dari atas ke bawah, anggaran yang harus dilaksanakan oleh manajer pusat pertanggungjawaban ditetapkan oleh manajemen puncak. Keuntungan pendekatan ini antara lain adalah proses anggaran yang membutuhkan waktu yang lebih hemat, dukungan kuat dari manajemen puncak dalam pengembangan anggaran serta prosesnya menjadi lebih mudah dikendalikan oleh manajemen puncak. Sedangkan kelemahannya adalah kurangnya komitmen dari para pelaksana anggaran tersebut. Pendekatan ini biasanya diterapkan pada organisasi yang memiliki struktur tersentralisasi. Dalam pendekatan dari bawah ke atas, para manajer pusat pertanggungjawaban sebagai pelaksana anggaran mengajukan usul untuk ditelaah dan dinegoisasikan dengan manajemen puncak. Keuntungan pendekatan ini bahwa partisipasi terlalu sering menimbulkan konflik dan akan memakan waktu yang panjang dalam prosesnya. Bila yang disusulkan para manajer pusat pertanggungjawaban tidak dikendalikan secara seksama oleh Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009
  23. 23. 9 manajeman puncak, maka target anggaran mungkin tidak sesuai dengan tujuan organisasi secara keseluruhan. Pendekatan partisipasi adalah gabungan dari pendekatan top down dan pendekatan bottom up. Pendekatan ini dianggap pendekatan yang paling efektif karena kerjasama dan interaksi antara manajemen puncak dengan manajemen pusat pertanggungjawaban dalam menyusun anggaran akan menghasilkan anggaran yang benar-benar mendapat dukungan dari kedua belah pihak sehingga diharapkan ada komitmen yang kuat untuk melaksanakannya. Anggaran disusun oleh setiap manajer pusat pertanggungjawaban yang ada dengan berpedoman pada tujuan, strategi dan kebijakan pokok yang telah ditetapkan. Kelemahan pendekatan top down dan bottom up dapat dikurangi sehingga bawahan akan merasa dirinya diperhitungkan dan efektivitas pelaksanaan yang lebih terjamin. 2. Faktor Manusia Dalam Penyusunan Anggaran Proses penyusunan anggaran biasanya dimulai ketika manajer menerima hasil forecast ekonomi dan sasaran-sasaran untuk tahun atau periode yang akan datang dari manajemen puncak dan inilah yang dijadikan pedoman untuk penyusunan anggaran. Dalam beberapa perusahaan, anggaran disusun oleh para manajer puncak tanpa atau sedikit konsultasi dengan manajer-manajer tingkat bawah. Tetapi sebahagian perusahaan, anggaran disiapkan, paling tidak permulaan oleh para karyawan yang harus melakukan kegiatan. Anggaran kemudian dkirim ke atas untuk dimintakan Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009
  24. 24. 10 persetujuanatasan. Penyusunan anggaran tipe bottom up ini mempunyai banyak kebaikan organisasi, yaitu antara lain anggaran akan lebih realistik, menaikkan partisipasi, moral dan kepuasan kerja karyawan dan sebagainya. Bagaimanapun juga, penyusunan anggaran merupakan tanggungjawab manajer lini, yang mungkin mendapatkan bantuan informasi dan teknis dari staf kelompok perencanaan atau departemen anggaran. Selama proses penyusunan anggaran, sumber daya-sumber daya organissi dialokasikan, dan para manajer mungkin merasa takut bahwa mereka tidak akan diberi bagian yang adil. Pemikiran dasar dalam memahami manusia adalah keyakinan bahwa partisipasi berpotensi besar mengatasi masalah dalam suatu organisasi. Peningkatan produktivitas timbul atas adnya kebebasan dalam berkreasi pada tiap individu, yang kemudian pemimpin berperan dalam menciptakan suatu iklim yang memungkinkan para anggota berpartisipasi penuh dalam proses pengambilan keputusan. Pada gilirannya, para individu yang berpartisipasi menghargai tanggung jawab yang diberikan pada mereka, sehingga moral menjadi tinggi dan motivasi bertambah. C. Partisipasi dalam Penyusunan Anggaran 1. Pengertian Partisipasi Menurut Robbins (2003:179) ”Partisipasi merupakan suatu konsep dimana bawahan ikut terlibat dalam pengambilan keputusan sampai tingkat tertentu bersama atasannya”. Sementara Brownell (1982a) dalam Supomo dan Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009
  25. 25. 11 Indriantoro (1998) menyatakan bahwa ”partisipasi dalam penyusunan anggaran merupakan proses dimana individu terlibat dalam penyusunan target anggaran, lalu individu tersebut dievaluasi kinerjanya dan memperoleh penghargaan berdasarkan target anggaran”. Menurut Kennis (1979) “Pada penyusunan dengan menggunakan pendekatan partisipasi, informasi anggaran yang didapat oleh manajemen puncak, digunakan untuk mengevaluasi kinerja manajerial fungsional dan mendistribusikan penghargaan dan hukuman”. Sehingga, sampai sedemikian pentingnya anggaran partisipasi dalam memainkan peran untuk meningkatkan sikap dan kinerja manajerial. “Penggunaan anggaran untuk pengendalian, evaluasi kerja, komunikasi, dan koordinasi menyiratkan untuk membawa banyak dimensi prilaku” (Hansen dan Mowen, 2000: 714). Inti dari partisipasi anggaran adalah diperlukan kerjasama antara seluruh tingkatan organisasi. Manajer puncak biasanya kurang mengetahui bagian sehari-hari, sehingga harus mengandalkan informasi anggaran yang lebih rinci dari bawahannya. Dari sisi lain, manajer puncak mempunyai perspektif yang lebih luas atas perusahaan secara keseluruhan yang sangat vital dalam pembuataanggaran secara umum. Menurut Garrison dan Noreen (2000:409) “Setiap tingkatan tanggung jawab dalam suatu organisasi harus memberikan masukan terbaik sesuai dengan bidangnya dalam suatu sistem kerjasama penyusunan anggaran”. Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009
  26. 26. 12 2. Keunggulan Partisipasi dalam Penyusunan Anggaran Nur Indriantoro (1993) dalam Poerwati (2002) berpendapat bahwa Kinerja dinyatakan efektif apabila tujuan anggaran tercapai dan bawahan mendapat kesempatan terlibat dan berpartisipasi dalam proses penyusunan anggaran serta memotivasi bawahan mengidentifikasi dan melakukan negoisasi dengan atasan mengenai target anggaran, menerima kesepakatan anggaran dan melaksanakannya sehingga dapat menghindarkan dampak negatif anggaran yaitu faktor kriteria kinerja, sistem pengahargaan (reward) dan konflik. Siegel dan Marconi (1989:139) menyatakan bahwa Keuntungan dari partisipasi adalah memacu peningkatan moral, dan inisiatif bagi mereka untuk mengembangkan ide dan informasi pada seluruh tingkat manajemen, meningkatkan group cohesiveness yang kemudian meningkatkan kerjasama antarindividu dalam pencapaian tujuan, terbentuknya group internalization yaitu penyatuan tujuan individu dan organisasi, menghindari tekanan dan kebingungan dalam melaksanakan pekerjaan dan manajer menjadi tanggapterhadap masalah-masalah sub unit tertentu serta memiliki pemahaman yang lebih baik tentangketergantungan antar departemen. Garrison dan Noreen (2000) dalam Anggraeni (2003) menyatakan bahwa Keunggulan partisipasi adalah menghargai pendapat dan pandangan tingkat menengah dan bawah sehingga mereka lebih cenderung terdorong untuk mencapai anggaran. Selain itu, dalam penganggaran partisipasi terdapat sistem kendali yang unik, yaitu kesalahan dan tanggung jawab terdapat pada penyusun anggaran itu sendiri sehingga mereka tidak dapat berdalih bahwa anggarannya tidak masuk akal untuk dicapai Sementara Anthony dan Govindarajan (2005:93) menyatakan bahwa penganggaran partisipasi memiliki dua keunggulan yaitu: 1. Tujuan anggaran akan dapat lebih mudah diterima apabila anggaran tersebut berada dibawah pengawasan manajer. Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009
  27. 27. 13 2. Penganggaran partisipasi menghasilkan pertukaran informasi yang efektif antara pembuat anggaran dan pelaksana anggaran yang dekat dengan produk dan pasar. 3. Kelemahan Partisipasi dalam Penyusunan Anggaran Hansen dan Mowen (2005:90) menyatakan bahwa “penganggaran partisipasi dapat menyebabkan pembuatan standar yang terlalu tinggi sejak tujuan yang dianggarkan menjadi tujuan manajer”. Sementara Dunk (1993) dan Yuwono (1999) menyatakan “penganggaran partisipasi dapat menyebabkan senjangan anggaran, yaitu perbedaan antara jumlah sumber daya yang sebenarnya diperlukan untuk menyelesaikan tugas secara efisien dengan jumlah yang diajukan oleh manajer yang bersangkutan untuk mengerjakan tugas yang sama”. Menurut Hansen dan Mowen (2004:362) ada 3 masalah yang timbul yang menjadi kelemahan dalam partisipasi penganggaran antara lain : 1. Pembuatan standar yang terlalu tinggi atau rendah, sejak yang dianggarkan menjadi tujuan manajer. 2. Slack anggaran, adalah perbedaan antara jumlah sumberdaya yang sebenarnya diperlukan untuk menyelesaikan tugas secara efisien dengan jumlah yang diajukan oleh manajer yang bersangkutan untuk mengerjakan tugas yang sama 3. Pseudoparticipation, yang mempunyai arti bahwa perusahaan menggunakan partisipasi dalam partisipasi penganggaran padahal Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009
  28. 28. 14 sebenarnya tidak. Dalam hal ini bawahan terpaksa menyatakan persetujuan terhadap keputusan yang akan diterapkan karena perusahaan membutuhkan persetujuan mereka (Argyris, 1952 dalam Supomo dan Indriantoro, 1998). 4. Hubungan Partisipasi Dalam Penyusunan AnggaranTerhadap Kinerja Manajerial Menurur Bambang Supomo (1998) Partisipasi dalam penyusunan anggaran umumnya dinilai sebagai pendekatan manajerial yang dapat meningkatkan knerja anggota organisasi. Para bawahan yang merasa aspirasinya dihargai dan mempunyai pengaruh pada anggaran yang disusun akan lebih mempunyai tanggung jawab dan konsekuensi moral yang akan meningkatkan kinerja sesuai yang ditargetkan dalam anggaran. Penelitian mengenai partisipasi anggaran dan pengaruhnya terhadap kinerja manajerial merupakan salah satu bidang penelitian yang mengalami ketidakkonsistensian. Penelitian Nur Indriantoro (1993) menemukan hubungan positif dan signifikan antara partisipasi anggaran dengan kinerja manajerial. Begitu juga dengan penelitian Brownell dan McInnes (1986) yang melakukan penelitian terhadap para manajer tingkat menengah pada perusahaan manufaktur, menemukan hubungan positif antara kedua variabel tersebut. Menurutnya perilaku manajer itu dapat terjadi karena partisipasi memberikan kesempatan pada bawahan untuk menjalankan anggaran yang dapat dicapai dengan lebih mudah bila dibanding tanpa partisipasi. Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009
  29. 29. 15 Argyris (1952) dalam Bachtiar dan Susilowati (1998) menyarankan perlunya penggunaan partisipatif dalam organisasi. Partisipasi penganggaran akan dapat menghindari sikap perlawanan karyawan kepada atasan dan menghindari rasa tertekan pada diri supervisor. Sehingga hal tersebut dapat menimbulkan efisiensi, kerjasama yang baik dan menghindari perpecahan. Semua pengaruh partisipasi diatas mencerminkan dampak positif terhadap kinerja para supervisor. Sedangkan penelitian Bambang dan Indriantoro (1998) menunjukkan partisipasi anggaran tidak mempunyai pengaruh secara langsung terhadap kinerja manajerial. Hasil penelitian tersebut didukung oleh penelitian yang dilakukan Poerwati (2002) yang hasil penelitiannya menunjukkan partisipasi anggaran tidak mempunyai pengaruh secara langsung terhadap kinerja manajerial. D. Kinerja Manajerial Menurut A.A. Anwar Prabu Mangkunegara (2000) memberiakan suatu kesamaan antara kinerja dengan prestasi kinerja, dengan suatu konsep defenisinya, yaitu : Istilah kinerja aberasal dari Job Performance atauActusl Performance (kinerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai oleh seseorang). Pengertian kinerja adalah hasil kerja secara kulitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009
  30. 30. 16 Sementara itu Hasibuan (1997:) mengatakan ”Kinerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melakasanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasrkan atas kecakapan, pengalaman, dan kesungguhan serta waktu”. Simamora (1995:76) mengemukakan ”Kinerja karyawan adalah tingkat terhadap mana para karyawan mencapai persyaratan-persyaratanpekerjaan. Penilaian kinerja pada umumnya mencakup baik aspek kualitatif maupun kuantitatif dari pelaksanaan pekerjaan”. Berdasarkan defenisi di atas maka dpat disimpulkan bahwa kinerja adalah suatu upaya dalam melaksanakan tugas, sehingga sasaan yang diinginkan dapat tercapai berdasarkan atas kemampuan yang dimiliki karyawan atas masalah yang dihadapi pada saat melaksanakan pekerjaan. Dalam mencapai sasaran atas peningkatan kinerja maka diperlukan suatu pertimbangan atas faktor-faktor yang dapat mempengaruhi masalah tersebut. Hal ini penting sebagi titik tolak dari suatu pelaksanaan konsep dalam usaha meningkatkan kinerja. Menurut Mangkunegara (2000:65) menyatakan ”Faktor-faktor yang mempengaruhi pencapaian kinerja adalah fakor kemampuan (ability) dan faktor motivasi (motivation). Seperti halnya “Teori X dan Y Donald McGregor – Manusia Baik dan Jahat, teori motivasi ini menyatakan bahwa cara pandang seorang pemimpin akan mempengaruhi caranya memotivasi bawahan” dalam Robbins (2003:210). Teori X, yaitu pemimpin menganggap bawahan : membenci pekerjaannya, membenci tanggung jawab, tidak terlalu berambisi, tidak mempunyai gagasan, tidak mampu menyelesaikan masalah, hanya memikirkan uang, perlu dikendalikan secara ketat, Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009
  31. 31. 17 pemalas dan tidak dapat dipercaya. Sehingga pemimpin tersebut akan memotivasi dengan cara cara berikut: · Mengatakan dengan jelas apa yang harus dilakukan, kapan dan bagaimana membuat semua keputusan · Melakukan pengawasan secara ketat · Tidak menghendaki adanya partisipasi · Mengharapkan kontribusi minimum dalambentuk gaji Sementara Teori Y, pemimpin menganggap bawahan: menikmati pekerjaannya, bersedia memberi kontribusi, bersedia menerima tanggung jawab, dapat membuat keputusan bagi diri sendiri, mampu menanggulangi masalah- masalah, mampu membuat rencana rencana jangka panjang dan mencapainya. Sehingga pemimpin tersebut akan memotivasi dengan cara-cara berikut: · Memberi kesempatan untuk membuat keputusan · Memberi tanggung jawab · Memberi mereka kesempatan memberikan saran-saran dalam menjalankan pekerjaan · Memberi penghargaan dengan cara lain, bukan hanya dengan uang. Kinerja merupakan faktor penting yang digunakan untuk mengukur efektifitas dan efisiensi organisasi. Dalam penelitian ini, defenisi kinerja yang digunakan mengacu pada penelitian Mahoney et al, (1963) dalam Supomo dan Indriantoro (1998). Kinerja manajerial didasarkan pada fungsi – fungsi Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009
  32. 32. 18 manajemen yang ada dalam teori manajemen klasik yaitu: perencanaan, koordinasi, evaluasi, pengaturan staffing, negosiasi, investigasi, perwakilan dan pengawasan. 1. Perencanaan ”Perencanaan meliputi pemilihan strategi, kebijakan, program dan prosedur untuk mencapai tujuan perusahaan. Tanggungjawab untuk perencanaan tidak dapat sama sekali dipisahkan dari pelaksanaan manajerial sebab semua merencanakan, baik manajemen puncak, tengah, atau dasar dari suatu struktur organisasi” (Koontz et al., 1996). Menurut Welsch (2000: 4). ”Dalam kaitannya dengan fungsi perencanaan, anggaran merupakan tujuan yang ditetapkan untuk dicapai dalam periode tertentu. Dalam perencanaan kegiatan diperlukan adanya umpan balik”. Umpan balik diperlukan untuk: (1) Memperbaiki kinerja yang kurang baik (2) Mengatasi kejadian-kejadian yang tidak terantisipasi (3) Mendapatkan manfaat dari pengembangan rencana baru. 2. Investigasi Menurut Supomo dan Indriantoro (1998) Laporan dari setiap manajer pada pusat pertanggungjawaban yang dipimpinnya, menjelaskan kinerja manajerial yang bersangkutan. Untuk menyusun laporan tersebut, manajer melaksananakan salah satu fungsimanajemen, yaitu investigasi. Dalam hal ini manajemen bertugas untuk mengumpulkan dan menyampaikan informasi untuk catatan, laporan dan rekening, mengukur hasil, menentukan persediaan, dan analisa pekerjaan. Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009
  33. 33. 19 3. Koordinasi ”Setiap fungsi manajerial adalah pelaksana koordinasi. Kebutuhan akan mengsinkronisasikan tindakan individu timbul dari perbedaan dalam pendapat mengenai bagaimana cita-cita kelompok dapat dicapai atau bagaimana tujuan individu atau kelompok diperpadukan” (Koontz et al., 1996). ”Koordinasi ini bisa dilakukan dengan tukar menukar informasi dengan bagian organisasi yang lain untuk mengkaitkan dan menyesuaikan program, memberitahu departemen lain, dan berhubungan dengan manajer lain” (Supomo dan Indriantoro, 1998) 4. Evaluasi Supomo dan Indriantoro (1998) menyatakan bahwa ”evaluasi merupakan salah satu fungsi pokok manajemen yang digunakan untuk menilai dan mengukur proposal, kinerja, penilaian pegawai, penilaian catatan hasil, penilaian laporan keuangan dan pemeriksaan produk”. 5. Pengawasan ”Pengawasan adalah pengukuran dan pembetulan terhadap kegiatan para bawahan untuk menjamin pelaksanaan sesuai dengan rencana yang ditetapkan” (Koontz et al., 1996). Pengawasan menurut Supomo dan Indriantoro (1998) ”meliputi kegiatan mengarahkan, memimpin dan mengembangkan bawahan, membimbing, melatih, memberikan tugas pada bawahan, dan menangani keluhan”. Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009
  34. 34. 20 6. Staffing Menurut Sabardi (1992: 93) ”Penataan staff merupakan faktor penting dalam pengelolaan sumber daya manusia agar para karyawan dapat dimanfaatkan secara efektif”. Terry dan Rue (1991:75) mendefenisikan ”penataan staff adalah suatu proses yang terdiri dari spesifikasi pekerjaan (job description), pergerakan tenaga, spesifikasi pekerja, seleksi dan penyusunan organisasi untuk mempersiapkan dan melatih karyawa agar melaksanakan pekerjaan dengan baik”. 7. Negoisasi Komunikasi merupakan faktor yang penting bagi seorang manajer untuk memahami perilaku agar dapat menangani karyawa secara efektif. Disamping itu, komunikasi merupakan suatu cara untuk mendapatkan informasi yang sangat dibutuhkan seorang manajer dalam pengambilan keputusan. Namun, dalam pelaksanaannya komunikasi tidak selalu berjalan efektif. ”Barbagai macam gangguan (noise) menyebabkan pesan yang disampaikan dalam komunikasi tidak diterima dengan tepat. Oleh karena itu untuk memperbaiki komunikasi kelompok dapat dilakukan melalui negoisasi” (Gibson et al., 1997). ”Bentuk negoisasi yang dilakukan oleh manajer antara lain terjadi pada saat melakukan pembelian, penjualan atau melakukan kontrak untuk barang dan jasa, menghubungi pemasok, tawar menawar dengan wakil penjual maupun secara kelompok” (Supomo dan Indriantoro, 1998). Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009
  35. 35. 21 8. Perwakilan ”Manajer menciptakan hubungan dan menggunakan pendekatan kontijensi dalam mencapai tujuan organisasi, karena ia dapat menjadi wakil unit kerjanya dan dapat mewakili organisasi secara keseluruhan” (Sabardi,1991”97). ”Perwakilan adalah fungsi manajemen untuk menghadiri pertemuan dengan perusahaan lain, pertemuan perkumpulan bisnis, pidato unuk acara kemasyarakatan, pendekatan ke masyarakat, dan mempromosikan tujuan umum perusahaan” (Supomo dan Indriantoro, 1998). E. Penelitian Terdahulu Penelitian partisipasi anggaran dan kinerja manajerial telah banyak dilakukan, baik pada perusahaan manufaktur maupun perusahaan jasa yang bersifat non positif motif seperti Perguruan Tinggi Swasta dengan berbagai tambahan modifikasi variabel. Penelitian-penelitian tersebut antaralain : 1. Brownell (1982b) dalam Supomo dan Indriantoro (1998) melakukan studi lapangan terhadap 48 manajer pusat biaya level menengah yang bekerja pada perusahaan-perusahaan menufaktur skala besar di San Fransisco. Penelitian ini menggunakan instrumen Milani (1975) untuk mengukur partisipasi penganggarandan instrumen Mahoney et al. (1963) untuk mengukur kinerja manajerial tersebut, menemukan hubungan positif dan signifikan antara partisipasi dengan kinerja manajerial. Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009
  36. 36. 22 2. Indriantoro (1993) dalam Supomo dan Indriantoro (1998) melakukan studi lapangan pada perusahaan pada berbagai ukuran dan tipe industri yang berlokasi di Jakarta. Berdasarkan jawaban 179 manajer dari berbagi fungsi antara lain akuntansi, administrasi, produksi, sistem informasi dan pemasaran, penelitian tersebut menemukan bahwa partisipasi dalam penyusunan anggaran akan meningkatkan kinerja manajerial. 3. Penelitian Heni Prasetyaningtiyas, 2006 yang dilakukan terhadap 50 manajer perusahaan rokok yang ada di Kota Malang menunjukkan bahwa partisipasi dalam penyusunan anggaran memiliki pengaruh langsung terhadap kinerja manajerial. 4. Penelitian Tjahjaning Poerwati (2002) yang dilakukan terhadap manajer-manajer pada perusahaan manufaktur menunjukkan bahwa partisipasi dalam penyusunan anggaran tidak mempunyai pengaruh secara langsung terhadap kinerja manajerial. Temuan ini mendukung hasil penelitian Bambang dan Indriantoro (1998). 5. Penelitian Sinambela (2003) yang dilakukan terhadap dekan-dekan pada perguruan tinggi swasta di kota medan menunjukkan bahwa partisipasi dalam penyusunan anggaran mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja manajerial. Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009
  37. 37. 23 F. Kerangka Konseptual Menurut Mulyadi (2001:139) ”Anggaran merupakan pernyataan mengenai apa yang diharapkan, direncanakan atau diperkirakan terjadi dalam periode tertentu pada masa yang akan dating. Anggaran sebagi suatu rencana kerja yang dinyatakan secara kuantitatif, yang diukur dalam satuan moneter atau satuan lain yang mencakup jangka waktu satu tahun”. Proses penyusunan anggaran merupakan kegiatan yang penting dan melibatkan berbagai pihak. Agar pelaksanaannya berjalan efektif, para pelaksana hendaknya berpartisipasi untuk merencanakan anggaran dan mengusahakan agar anggaran dapat tercapai. Tetapi yang lebih penting adalah sejauh mana tingkat partisipasi atau peran serta dalam penyiapan anggaran, karena sebenarnya anggaran yang disetujui pada dasarnya selalu menggambarkan suatu kesepakatan bersama dari banyak orang di dalam suatu organisasi atau perusahaan. Partisipasi merupakan suatu proses dimana individu-individu terlibat langsung didalamnya dan mempunyai pengaruh pada penyusunan target anggaran yang kinerjanya akan dievaluasi dan kemungkinan akan dihargai atas dasar tercapainya target anggaran mereka. Sedangkan kinerja merupakan evaluasi terhadap pekerjaan yang dilakukan lewat atasan langsung, teman, dirinya sendiri dan bawahan. Menurut Indriantoro dan Supomo (1998) Kinerja dinyatakan efektif apabila tujuan anggaran tercapai dan bawahan mendapat kesempatan terlibat atau berpartisipasi dalam proses penyusunan anggaran serta memotivasi bawahan, mengidentifikasi dan melakukan negosiasi dengan atasan mengenai target anggaran, menerima kesepakatan anggaran dan melaksanakannya sehingga dapat menghindarkan dampak Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009
  38. 38. 24 negatif anggaran yaitu faktor kriteria kinerja, sistem penghargaan (reward) dan konflik. Partisipasi anggaran umumnya dinilai sebagai pendekatan manajerial yang dapat meningkatkan kinerja anggota organisasi. Dengan demikian model teori dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : PARTISIPASI KINERJA ANGGARAN MANAJERIAL (X) (Y) Gambar 2.1 : Kerangka Konseptual Penelitian Partisipasi anggaran dalam model penelitian tersebut merupakan variabel independen yang mempunyai hubungan dengan kinerja manajerial sebagai variabel dependen. G. Hipotesis Penelitian Hipotesis menurut Sugiyono (2004:51) merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian. .Dalam penelitian ini, peneliti merumuskan hipotesis sebagai berikut : Ha : Partisipasi dalam penyusunan anggaran berpengaruh terhadap kinerja manajerial. Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009
  39. 39. 25 BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah “pengujian hipotesis yaitu penelitian yang biasanya menjelaskan sifat hubungan tertentu, atau menentukan perbedaan antarkelompok atau kebebasan (independensi) dua atau lebih faktor dalam suatu situasi” (Sekaran, 2006). Hipotesis disini termasuk ke dalam hipotesis kausal, yaitu hipotesis yang menyatakan hubungan satu variabel menyebabkan perubahan variabel lainnya. Dalam penelitian ini, untuk mengetahui dan membuktikan hubungan antara dua variabel yaitu partisipasi dalam penyusunan anggaran sebagai variabel independen, dan kinerja manajerial sebagai variabel dependen. Dimensi waktu penelitian ini adalah ”cross sectional”, yaitu melibatkan satu waktu tertentu dengan banyak sampel” (Jogiyanto, 2003: 23). B. Populasi dan Sampel Penelitian Menurut Sakaran (2000:121) ”populasi adalah sekumpulan orang, kejadian atau segala sesuatu yang menjadi sasaran penelitian, sedangkan sampel adalah bagian populasi yang akan mewakili populasi untuk diteliti”. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh manajer di perusahaan, dengan rincian sebagai berikut: Manajer atas 4 orang Manajer menengah 10 orang Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009
  40. 40. 26 Manajer bawah 18 orang Populasi dalam penelitian ini berjumlah 32 orang. Seluruh populasi tersebut dijadikan sampel, untuk itu penelitian ini bersifat survei. ”Unit analisis merupakan tingkat agregasi data yang dianalisa dalam penelitian. Unit analisis ini merupakan elemen yang penting dalam desain penelitian, karena mempengaruhi proses pemilihan, penyampelan, dan analisis data” (Indriantoro dan Supomo, 1998). Unit analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah tingkat individu, karena yang diamati adalah perilaku manajer. C. Defenisi Operasional dan Pengukuran Variabel Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah partisipasi anggaran sebagai variabel independen dan kinerja manajerial sebagai variabel dependen. Partisipasi anggaran dalam penelitian ini berkaitan dengan seberapa jauh keterlibatan manajer dalam mementukan atau menyusun anggaran yang ada dalam setiap departemen dalam perusahaan. Instrumen yang digunakan dalam mengukur variabel ini diadopsi dari Milani (1975). Ada enam item yang digunakan untuk mengukur partisipasi dalam penyusunan anggaran, yaitu : 1. Keikutsertaan dalam penyusunan anggaran 2. Kepuasan dalam penyusunan anggaran 3. Kebutuhan memberikan pendapat 4. Kerelaan dalam memberikan pendapat Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009
  41. 41. 27 5. Besarnya pengaruh terhadap penetapan anggaran akhir 6. Seringnya atasan meminta pendapat atau usulan saat anggaran sedang disusun Untuk mengukur item-item tersebut digunakan skala interval dengan teknik penilaian skala numerik, dimana skor terendah (poin 1) menunjukkan partisipasi rendah, sedangkan skor tertinggi (poin 7) menunjukkan partisipasi tinggi. Instrumen ini dipilih dan digunakan dalam penelitian ini karena sudah banyak digunakan dalam penelitian-penelitian sebelumnya seperti Brownel dan Mclnnes (1986), Indriantoro dan Supomo (1998), dan Poerwati (2002). Kinerja manajerial yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kinerja para manajer di perusahaan dalam kegiatan manajerial yang meliputi : perencanaan, investigasi, pengkoordinasian, evaluasi, pengawasan, pemilihan staf, negosiasi, dan perwakilan. Instrumen ini diukur dengan menggunakan kuesioner “self- rating” yang dikembangkan oleh Mahoney et.al (1963). Instrumen ini dipilih dan digunakan dalam penelitian-penelitian sebelumnya seperti Indriantoro dan Supomo (1998) Sinambela (2003), dan Prasetyaningtyas (2006). Pengukurannya dilakukan dengan skala interval dengan teknik penilaian skala likert dimana skala 1 (sangat rendah), skala 2 (rendah), skala 3 (di bawah rata-rata), skala 4 (rata- rata), skala 5 (di atas rata-rata), skala 6 (tinggi), dan skala 7 (sangat tinggi). D. Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi subjek penelitian di PT. Cakra Compact Aluminium Industries yang beralamat di Jl.Raya Medan-Tg.Morawa Km.11 Tanjung Morawa, Deli Serdang Sumatera Utara. Berikut jadwal penelitian ini : Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009
  42. 42. 28 Tabel 3.1 Rencana Jadwal Waktu Penelitian BULAN (2007) NO Kegiatan Agustus September Oktober November Desember 1 Proposal penelitian Survei awal Penyusunan proposal Bimbingan proposal Seminar proposal 2 Penelitian Pengiriman kuesioner Pengembalian kuesioner Analisis data penelitian Penyusunan hasil penelitian 3 Ujian skripsi (meja hijau) E. Jenis dan Teknik Pengambilan Data 1. Jenis Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data kualitatif yang terdiri dari data primer dan data sekunder a. Data Primer Data primer pada penelitian ini, berasal dari hasil kuesioner yang telah diisi oleh manajer setiap departemen pada perusahaan. Instrumen dalam kuesioner partisipasi anggaran diambil dari penelitian Milani (1975). Sedangkan untuk kuesioner kinerja manajerial diambil dari penelitian Mahoney,et.al (1963). Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009
  43. 43. 29 b. Data Sekunder Data sekunder yang penulis kumpulkan dari pihak internal perusahaan antara lain: 1. Sejarah singkat dan aktivitas perusahaan 2. Struktur organisasi 2. Teknik Pengambilan Data Langkah-langkah pengambilan data primer atau pengiriman kuesioner adalah sebagi berikut : 1. Kuesioner dikirim kepada semua anggota populasi 2. Setelah 1 minggu, peneliti mengumpulkan kuesioner yang telah diisi responden 3. Jika ada responden yang belum mengembalikan daftar pertanyaan tersebut, maka kepada mereka diberi waktu 1 minggu lagi. 4. Setelah batas waktu yang ditentukan dan kuesioner telah dikembalikan oleh responden, maka peneliti akan mengolah data jika jumlah data yang terkumpul sudah lebih dari 30, tetapi jika data belum mencukupi, maka akan dicoba kembali untuk mengirimkan kuesioner kepada responden yang belum mengembalikan kuesioner tersebut. F. Pengujian Kualitas Data 1. Uji Reliabilitas Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009
  44. 44. 30 Menurut Riyadi (2000) “uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh hasil pengukuran tatap konsisten apabila dilakukan lebih dari dua kali terhadap gejala yang sama dengan menggunakan alat pengukuran yang sama”. Untuk melihat reliabilitas masing-masing instrumen yang digunakan, peneliti menggunakan koefisien cronbach alpha. Cronbach’s alpha yang baik adalah yang semakin mendekati 1. Menurut Sekaran (2000:40) “reliabilitas yang kurang dari 0,6 adalah kurang baik, 0,7 dapat diterima dan reliabilitas dengan Cronbach’s alpha 0,8 atau di atasnya adalah baik”. Pengujian reliabilitas dilakukan dengan menggunakan program SPSS (Statistical Production and Service Solution) versi 12.00 2. Uji Validitas “Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat validitas atau kesahihan suatu instrumen, sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang ingin diukurnya” (Sugiyono, 2002:105). Pengujian validitas dilakukan dengan menggunakan program SPSS (Statistical Production and Service Solution) versi 12.00, dengan kriteria sebagai berikut : 1. Jika r hitung positif dan r hitung > r tabel maka butir pertanyaan tersebut valid. 2. Jika r hitung negatif atau r hitung < r tabel, maka butir pertanyaan tersebut tidak valid. 3. r hitung dapat dilihat pada kolom Corrected Item Total corelation. Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009
  45. 45. 31 G. Uji Asumsi Klasik Penggunaan analisis regresi dalam statistik harus bebas dari asumsi-asumsi klasik seperti normalitas data, autokorelasi, heterokedasitas dan asumsi-asumsi klasik lainnya. Untuk menguji hal tersebut peneliti juga menggunakan program SPSS. Berdasarkan hasil output tersebut barulah dilakukan analisis terhadap asumsi-asumsi klasik tersebut. 1. Uji Normalitas Menurut central limit theorem, asumsi normalitas akan terpenuhi apabila jumlah sampel yang digunakan lebih dari atau sama dengan 25 (Mendenhall dan Beaver, 1992). Metode uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah dalam model regresi variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Cara yang digunakan untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak adalah dengan analisis grafik. Jika data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogramnya menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas, demikian sebaliknya. 2. Uji Heteroskedastisitas ”Metode ini digunakan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual pada satu pengamatan ke pengamatan yang lain” (Santoso, 2004:208). Deteksi ada tidaknya gejala heteroskedastisitas adalah dengan melihat ada tidaknya pola Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009
  46. 46. 32 tertentu pada grafik scatterplot di sekitar nilai X dan Y. Jika ada pola tertentu, maka telah terjadi gejala heterokedastisitas. Uji asumsi klasik yang digunakan hanya terbatas pada kedua uji di atas, sedangkan uji autokorelasi dan uji multikolinearilitas tidak digunakan. Hal ini dikarenakan menurut Erlina (2007:108) ”uji autokorelasi hanya digunakan untuk data penelitian yang berdimensi waktu timeseries. Sedangkan uji multikolinearilitas digunakan untuk penelitian yang menggunakan lebih dari satu variabel independen. H. Model dan Teknik Analisis Data Analisis data dalam penelitian ini terdiri dari statistik deskriptif mengenai variabel penelitian, pengujian hipotesis dan pembahasan hasil penelitian. Untuk memberikan gambaran tentang variabel penelitian yaitu partisipasi dalam penyusunan anggaran dan kinerja manajerial, peneliti menggunakan tabel statistik deskriptif, yang menggambarkan mean, standar deviasi, jumlah jawaban keseluruhan dari responden serta jumlah jawaban minimum dan maksimum. Untuk menguji hipotesis (Ha), metode analisis data yang digunakan adalah Analisa Regresi Sederhana, karena menyangkut sebuah variabel independen dan sebuah variabel dependen. Disamping itu, metode analisis ini digunakan untuk melihat hubungan antara kedua variabel tersebut. Model persamaan regresi untuk menguji hipotesis, dengan formulasi sebagai berikut : Y = a + bX + e Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009
  47. 47. 33 Keterangan : Y = Kinerja Manajerial a = Konstanta X = Partisipasi anggaran b = Koefisien arah regresi e = Tingkat kesalahan pengganggu Dalam menganalisis data, digunakan program SPSS (Statistical Product and Service Solution) relesase 12. I. Pengujian Hipotesis Hipotesis penelitian diuji dengan menggunakan analisa regresi sederhana. Pengujian hipotesis ditujukan untuk menguji ada tidaknya pengaruh dari variabel bebas secara keseluruhan terhadap variabel dependen. Dari hasil pengolahan data dengan program SPSS release 12, dapat diperoleh hasil dari Regresi yang terdiri dari Model Summary, Anova, dan Coefficients. Dari hasil tersebut kemudian dilakukan analisa untuk memperoleh jawaban hipotesis apakah diterima atau ditolak. Dengan menggunakan data analisis ini dimaksudkan untuk membuktikan apakah variabel independen akan berinteraksi dengan variabel dependen yaitu kinerja manajerial. Pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen akan diuji dengan tingkat signifikansi α ≤ 0,05. Apabila hasil signifikansi pada tabel ANOVA ≤ 0,05 maka Ha diterima atau dapat disimpulkan bahwa partisipasi anggaran berpengaruh terhadap kinerja manajerial. Sedangkan jika hasil Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009
  48. 48. 34 signifikansi pada tabel ANOVA ≥ 0,05, maka Ha ditolak atau dapat disimpulkan bahwa antara partisipasi anggaran tidak berpengaruh terhadap kinerja manajerial. Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009
  49. 49. 35 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Gambaran Umum PT Cakra Compact Industries a. Sejarah Singkat dan Aktivitas Sejarah Singkat Perusahaan PT.Cakra Compact Aluminium Industries mulai dibangun (masa konsutruksi) sekitar bulan Oktober 1991, dimana pada waktu itu nama perusahaanadalah PT.Cakra Mantaputama dengan status perizinan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) berupa Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) No. 1134/1/PDMN/1990 tanggal 2 November 1990 dengan status badan hukum Perseroan Terbatas (PT) yang dikuatkan dengan Akte Notaris No.117 tanggal 24 Agustus. Setahun kemudian proses konstruksi tersebut selesai dan mulai berproduksi secara komersial. Tahun 1993 merupakan era baru bagi perusahaan, dimana pada tahun tersebut salah satu produk dari PT. Cakra Mantaputama yang berasal dari Singapura yaitu Compact Metal Industries Ltd tertarik untuk mengadakan kerjasama dengan ikut menanamkan modalnya di PT. Cakra Mantaputama. Atas dasar tersebut maka semakin bertambahlahmodal usaha dari perusahaan dan berubah juga status perizinan perusahaan dari PMDN menjadi PMA (Penanaman Modal Asing) yang tertuang dalam Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009
  50. 50. 36 surat dari BKM No. 18/V/PMA/1993 tanggal 6 Agustus 1993 yang selanjutnya diikuti dengan perubahan nama perusahaan menjadi PT. Cakra Compact Aluminium Industries berdasarkan Akte Notaris No.43 tanggal 4 Februari 1994 yang merupakan kombinasi dari nama kedua perusahaan yang mengadakan kerjasama tersebut. Adapun kegiatan industri yang terdapt di PT. Cakra Compact Aluminium Industries meliputi proses-proses sebagai berikut : proses melting (proses peleburan), proses diemaking (pembuatan cetakan), proses eksruksi (pembuatan profil aluminium), dan proses powder coating (pelapisan profil aluminium). Pabrik dan kantor PT. Cakra Compact Aluminium Industries berlokasi di jalan Raya Medan-Tanjung Morawa Km 11,5 Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara. Pabrik dan kantor dengan konstuksi permanent berdiri di atas tanah seluas 2,4 Ha. Areal ini digunakan untuk banguan kantor, pabrik, laboratorium, gudang, tempat parker, tempat perawatan mesin, dan bengkel serta kesejahteraan karyawan seperti kantin, mushallah, kamar mandi, dan sebagainya. Aktivitas Perusahaan Proses produksi adalah interaksi antara bahan baku, tenaga kerja dan bahan-bahan penolong yang digunakan. Dengan adanya inetraksi antara unsur-unsur produksi tersebut, maka dihasilkan output. Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009
  51. 51. 37 Proses produksi yang dilakukan dalam PT. Cakra Compact Aluminium Industries menghasilkan produk keluaran berupa Aluminium Billets, Aluminium Extrsions, Anodized Extrusions, Powder Coated Extrusions, dan Fabricated Windows/Doors. Adapunproses pembuatan Aluminium Billet ini dibagi atas babarapa cara, yaitu : · Meting, yaitu proses unuk mencairkan bahan baku Aluminum Igot serta Master Alloy sesuai dengan persentase standar produksi. · Holding, yaitu proses untuk menahan temperature dari cairan sehingga sesuai dengan temperatur yang diinginkan untuk proses Casting serta meratakan kembali cairan dan membersihkan kembali kotoran sisa Melting. · Degassing, yaitu proses pengadukan cairan alumiinium sehingga campuran aluminium timbale dan grain refeiner dapat tercampur dengan rat. Pada proses inijuga dilakukan penghembusan gas Nitrogen. · Filtering, yaitu cairan aluminium disaring dari kotoran ataupun butiran aluminum yang tidak lebur brsama cairan. · Casting, yaitu proses dimana cairan aluminum dialirkan ke masing- masing lubang pada Cast Table. · Homogenizer, yaitu proses pemanasan yang dilanjutkan dengan proses pendinginan. Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009
  52. 52. 38 · Cutting, yaitu proses pemotongan billet pada kedua ujungnya, serta diukur panjangnya sesuai denans standar yang ada. · Packing, yaitu proses pengemasan dengan mengikat kedua ujungnya dengan menggunakan pita dari seng. b. Struktur Organisasi Struktur organisasi merupakan suatu bagan yang menggambarkan pola hubungan kerja antara dua orang atau lebih dalam suatu susunan hirarji dan pertangggungjawaban untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam suatu struktur organisasi akan tergambar arus wewenang dan tanggung jawab sesuai dengan fungsi tiap-tiap jabatan dalam organisasi mulai dari tingkat yang paling tinggi sampai kepada tingkat yang paling rendah. Menyusun organisasi adalah merupakan langkah yang sangat penting sebelum kegiatan lain dilaksanakan. Dengan adanya struktur organisasi akan kelihatan pembagian tugas dan tanggungjawab untuk memudahkan dalam menuntun, mengarahkan, dan mengawasi pelaksanaan kegiatan yang dicanangkan sebelumnya. Pembagian tugas dan tanggung jawab yang tercantum dalam struktur memadukan ketrampilan mereka dalam suatu kerja sama yang baik dan keserasian bertindak dalam pencapaian tujuan yang telah direncanakan.Adapun pembagian tugas dan tanggung jawab (struktur organisasi) pada PT. Cakra Compact Aluminium Industries adalah sebagi berikut : Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009
  53. 53. 39 (1). Board of Commisioners Adalah pemegang saham perusahaan yang bertanggung jawab untuk mengawasi perkembangan perusahaan. (2). Board of Director Board of Director mempunyai tugas untuk menetapkan sasaran usaha yang ingin dicapai oleh perusahaan sesuai dengan anggaran, mengarahkan aktivitas untuk mencapai sasaran, dan menetapkan kebijakan perusahaan. (3). Executive Director Executive Director mempunyai tugas sebagai pelaksana yang bertanggung jawab kepada Board of Director. (4). General Manager Memiliki wewenang dan tanggung jawab tertinggi dalam mengambil keputusan yang berhubungan dengan rencana operasional, rencana pemasaran, masalah keuangan, dan pengembangan perusahaan. (5). Business Manager Business manager mempunyai tugas untuk menyusun rencana bisnis perusahaan, membina hubungan dengan para pemasok material dan komponen dari dan luar negeri, mengawasi stok material dan komponen yang ada di perusahaan serta barang jadi, dan menyusun dan memberi laporan ekspor produk dan impor material maupun komponen dari dalam maupun luar negeri. Frisilia Wihasfina Hafiz : Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Cakra Compact Alumunium..., 2007 USU e-Repository © 2009

×