Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Pengantar Optika
Definisi
Optika adalah ilmu fisika yang
mempelajari tentang cahaya, yaitu
sifat-sifat cahaya dan hubungan...
Tinjauan Optika
1.Optika Geometris : mempelajari sifat-sifat geometri
cahaya, yaitu tentang pemantulan dan pembiasan,
dide...
Optika Geometris
Pengertian dan Sifat-Sifat Cahaya
Cahaya adalah rentang frekuensi gelombang elektromagnetik
(gelombang ya...
Sifat-Sifat Cahaya
Sifat-sifat cahaya adalah sebagai berikut:
a. Dapat dilihat oleh mata
b. Memiliki arah rambat yang tega...
Laju Cahaya
1. Percobaan Fizeau (secara nonastronomis)
S
E
8,67
km
L1
G
L2 L3 M
Roda
bergeri
gi
• Pada saat itu frekuensi roda adalah 25
putaran/sekon, dan roda berisi 720 gigi.
Sehingga waktu yang dibutuhkan oleh tiap...
• Dengan demikian cepat rambat cahaya
adalah
• Hasil percobaan dengan alat Fizeau
memang kurang teliti, hasil ini kemudian...
2. Percobaaan Foucault
mengukur laju cahaya di udara dan di air.
Hasil percobaan menunjukkan bahwa laju
cahaya di air lebi...
3. Percobaan Albert Abraham Michelson
dengan penggunaan cermin rotasi untuk
mengukur waktu yang dibutuhkan cahaya
pada 2 x...
4. Percobaan Louis Essen dan A. C.
Gordon-Smith
dengan pengukuran konstanta
(permitivitas vakum) dan (permeabilitas
vakum)...
Indeks Bias
Indeks bias adalah perbandingan laju cahaya dalam ruang hampa c
terhadap laju cahayadalam medium tersebut, ata...
Lintasan Optik
lintasan optik salah satu besaran yang sangat penting didalam optika
geometri. Jika lintasan cahaya di dala...
Jika cahaya melewati suatu susunan medium optik dengan
ketebalan d, d’, d’’,…………… dan dengan indeks bias n,
n’, n’’,………………...
Hukum Pemantulan dan
Pembiasan
1. Sinar yang dipantulkan dan dibiaskan
terletak pada satu bidang yang
dibentuk oleh sinar ...
Melukis Sinar Bias
A
P
B
N
Q
R
O
0’
0”
n1
n2
Melukis Sinar Bias
Pertama kali, kita lukiskan terlebih dulu bidang batas AB dan garis
normal N. Kita lukiskan sinar datan...
Prinsip Fermat Aufa
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Presentasi resume i

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Presentasi resume i

  1. 1. Pengantar Optika Definisi Optika adalah ilmu fisika yang mempelajari tentang cahaya, yaitu sifat-sifat cahaya dan hubungan sifat- sifat cahaya tersebut dengan bahan atau material di sekitarnya.
  2. 2. Tinjauan Optika 1.Optika Geometris : mempelajari sifat-sifat geometri cahaya, yaitu tentang pemantulan dan pembiasan, didekati dengan konsep bahwa cahaya merambat lurus. 2.Optika Fisis : mempelajari cahaya dengan memandang bahwa cahaya mempunyai sifat-sifat gelombang. 3.Optika Kuantum : mempelajari cahaya dengan konsep interaksi cahaya dengan bahan.
  3. 3. Optika Geometris Pengertian dan Sifat-Sifat Cahaya Cahaya adalah rentang frekuensi gelombang elektromagnetik (gelombang yang merambat tanpa memerlukan medium) yang merangsang retina mata. Gelombang cahaya mempunyai panjang gelombang dari ± 400 nm sampai 700 nm.
  4. 4. Sifat-Sifat Cahaya Sifat-sifat cahaya adalah sebagai berikut: a. Dapat dilihat oleh mata b. Memiliki arah rambat yang tegak lurus arah getar (transversal) c. Cahaya merambat lurus sehingga dapat menjelaskan konsep pemantulan dan pembiasan. d. Cahaya ditinjau sebagai gelombang dapat menjelaskan konsep difraksi dan interferensi. e. Cahaya dapat berinteraksi dengan bahan sehingga diperoleh pola spektrum bahan yang menjelaskan tingkat energi bahan
  5. 5. Laju Cahaya 1. Percobaan Fizeau (secara nonastronomis) S E 8,67 km L1 G L2 L3 M Roda bergeri gi
  6. 6. • Pada saat itu frekuensi roda adalah 25 putaran/sekon, dan roda berisi 720 gigi. Sehingga waktu yang dibutuhkan oleh tiap pulsa gelombang untuk pulang pergi adalah s 18000 1 25 1 720 1 =×
  7. 7. • Dengan demikian cepat rambat cahaya adalah • Hasil percobaan dengan alat Fizeau memang kurang teliti, hasil ini kemudian diperbaiki oleh Foucault. skm s km t d v 000.312 180001 67,82 = × ==
  8. 8. 2. Percobaaan Foucault mengukur laju cahaya di udara dan di air. Hasil percobaan menunjukkan bahwa laju cahaya di air lebih kecil dari pada laju cahaya di udara.
  9. 9. 3. Percobaan Albert Abraham Michelson dengan penggunaan cermin rotasi untuk mengukur waktu yang dibutuhkan cahaya pada 2 x jarak tempuh antara Gunung Wilson dan Gunung San Antonio, di California. Hasil pengukuran menunjukkan 299.796.000 meter/detik.
  10. 10. 4. Percobaan Louis Essen dan A. C. Gordon-Smith dengan pengukuran konstanta (permitivitas vakum) dan (permeabilitas vakum) c = 299.792.457 m / sekon 0ε 0µ 00 1 µε =c
  11. 11. Indeks Bias Indeks bias adalah perbandingan laju cahaya dalam ruang hampa c terhadap laju cahayadalam medium tersebut, atau perbandingan sinus sudut datang terhadap sinus sudut bias. Rapat optik medium transparan (bening) merupakan ukuran dari indeks biasnya, artinya jika indeks bias tinggi, maka rapat optik juga tinggi dan sebaliknya. v c n = 00 00 1 1 µε εµ εµ µε ==n
  12. 12. Lintasan Optik lintasan optik salah satu besaran yang sangat penting didalam optika geometri. Jika lintasan cahaya di dalam suatu medium adalah d, maka dapat dinyatakan Dengan v adalah kecepatan cahaya di dalam medium dan t adalah waktu. Sudah kita ketahui bahwa sehingga Maka atau Perkalian dn inilah yang dinamakan lintasan optis vtd = v c n = n c v = n ct d = ctdn = nd=∆
  13. 13. Jika cahaya melewati suatu susunan medium optik dengan ketebalan d, d’, d’’,…………… dan dengan indeks bias n, n’, n’’,……………………, maka lintasan optik totalnya adalah Gambar 1.2. lintasan optik yang melewati susunan medium optik .....................'''''' +++=∆ dndnnd n n’ n” d d’ d”
  14. 14. Hukum Pemantulan dan Pembiasan 1. Sinar yang dipantulkan dan dibiaskan terletak pada satu bidang yang dibentuk oleh sinar datang dan normal bidang batas di titik datang. 2. Untuk pemantulan berlaku : sudut datang = sudut pantul, udara air 11 ' θθ = 21 1 2 2 1 sin sin n n n == θ θ 3. Untuk pembiasan berlaku : perbandingan sinus sudut datang dengan sinus sudut bias berharga konstan. n21 adalah konstanta yang disebut indeks refraksi dari medium 2 terhadap medium 1.
  15. 15. Melukis Sinar Bias A P B N Q R O 0’ 0” n1 n2
  16. 16. Melukis Sinar Bias Pertama kali, kita lukiskan terlebih dulu bidang batas AB dan garis normal N. Kita lukiskan sinar datang PO dengan sudut datang, kemudian kita buat dua buah lingkaran dengan jari-jari OQ dan OR yang memiliki perbandingan O”R adalah proyeksi O’Q pada lingkaran kedua, dengan demikian OR adalah sinar bias. dan O’Q = O”R, maka 2 1 n n OR OQ = OQ QO' sin 1 =θ OR RO" sin 2 =θ 21 sinsin θθ OROQ = 2211 sinsin θθ nn = 1 2 2 1 sin sin n n = θ θ
  17. 17. Prinsip Fermat Aufa

×