Modul t.akuntansi

3,321 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
3,321
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
70
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Modul t.akuntansi

  1. 1. BAB I STRUKTUR AKUNTANSI DAN SEPERANGKAT KONSEP-KONSEP AKUNTANSI Hubungan proses pemikiran teoritis dan praktik akuntansi : Kepuasan ekonomik dalam lingkungan tertentu Keputusan apa? Siapa mengambil keputusan? Bagaimana perilaku pengambil keputusan? Bidang pengetahuan PENALARAN LOGIS Informasi apa yang diperlukan? Berapa banyak dilaporkan? Elemen apa saja dilaporkan? Apa definisi elemen laporan keuangan? Bagaimana mengukur elemen laporan keuangan? Bagaimana kriteria pengakuan? Apa media pelaporan? Bagaimana informasi disajikan? Seperangkat konsep yang terpadu dan saling berkaitan yang disebutkan dengan kerangka acuan konseptual Standar dan konvensi akuntansi Bidang pengetahuan PRAKTIK Prosedur , teknik, metode Bentuk dan isi laporan keuangan Bidang pengetahuan praktik Teori sbg lawan PRAKTEK, TA adalah : Seperangkat konsep yang membahas tentang bagaimana seharusnya praktik akuntasi berjalan/alternatif prinsip yang dapat digunakan dalam praktek. Teori sbg Pembenaran, TA memberikan penjelasan dan alasan tentang perlakuan akuntansi tertentu. Teori sbg Penjelasan Ilmiah, TEORI merupakan pernyataan tentang hubungan antara perilaku variabel alam atau sosial yang dapat digunakan untuk menjelaskan dan memprediksi gejala alam atau sosial. [Teori akuntansi] UNIVERSIDADE DA PAZ Francisco S. Vital UNIVERSIDADE DA PAZ Hal. 1
  2. 2. Sifat penjelasan ilmiah menurut Littleton, mulai dari tingkat kemampuan menjelaskan yang paling tidak memadai : 1. Penjelasan spekulatif (berupa terkaan atau guess) 2. Penjelasan hipotetis ( berupa kepercayaan atau belief) 3. Penjelasan presumtif (berupa keyakinan atau conviction) 4. Penjelasan Konklusif (berupa pengetahuan atau knowledge) Teori sebagai MODEL, Model adalah representasi sesuatu yang terdapat dalam dunia nyata. TA sebagai MODEL, merupakan model penalaran untuk menciptakan suatu praktek akuntansi yang dianggap - baik/sehat serta sesuai dengan lingkungan tempat akuntansi dipraktekkan. Teori sebagai Penalaran LOGIS, berarti suatu proses pemikiran/penalaran dengan menggunakan konsep-konsep yang relevan sebagai landasan untuk menjelaskan kelayakan prinsip/praktek akuntansi tertentu yang sudah berjalan/untuk mendukung prinsip/praktek yang baru/diharapkan. Menurut Hendriksen, teori akuntansi (dalam arti kerangka acuan konseptual) dapat digunakan untuk menjelaskan praktik yang berjalan. Kerangka acuan konseptual tersebut adalah : 1. Mengarahkan badan penyusun standar dalam menetapkan standar akuntansi 2. Memberikan landasan konseptual untuk memecahkan masalah perlakuan akuntansi tertentu bila belum ada standar yang mengaturnya 3. Memberikan batas keleluasaan (bound for judgement) dalam menyusun laporan keuangan 4. Meningkatkan pemahaman dan keyakinan pemakai terhadap arti penting laporan keuangan 5. Meningkatkan daya banding laporan keuangan Hubungan Penalaran Logis, Kerangka Acuan, dan Praktik Akuntansi : Penalaran Logis Kerangka Acuan Konseptual atau Coordinate Body of Doctrine atau A Set of Broad Principles Mempengaruhi/me ngembangkan Menjelaskan / Mengevaluasi PRAKTIK PRAKTIK Masa Mendatang Berjalan / Sekarang [Teori akuntansi] UNIVERSIDADE DA PAZ Francisco S. Vital UNIVERSIDADE DA PAZ Hal. 2
  3. 3. Langkah-langkah dan faktor yang harus dipertimbangkan dalam menyusun kerangka acuan konseptual: 1. Pernyataan tentang karakteristik lingkungan ekonomi, politik, budaya dan sosial tempat akuntansi akan diterapkan 2. Pernyataan tentang tujuan pelaporan keuangan 3. Penetapan kendala (constraints) yang mengarahkan/mempengaruhi proses penalaran 4. Identifikasi dan pemilihan informasi apa yang harus disajikan dan simbol/elemen laporan keuangan apa yang dapat merepresentasikan makna informasi tersebut 5. Pengembangan dan pendefinisian tentang operasi suatu unit usaha dan lingkungannya 6. Identifikasi dan evaluasi terhadap kendala mengenai pengukuran, penilaian , pengakuan dan pengungkapan informasi ke dalam elemen laporan keuangan 7. Pengembangan standar akuntansi yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam pengukuran , penilaian, pengakuan dan penyajian elemen laporan 8. Perancangbangunan (designing)struktur dan format sistem informasi (prosedur, metode , teknik) untuk mengumpulkan dan mengolah data serta untuk meringkas dan melaporakan informasi yang relevan. 9. Penerapan standar dalam situasi yang sesungguhnya berdasarkan prosedur dan metode yang dipilih Menurut PATON & LITTLETON, teori adalah seperangkat pernyataan-pernyataan beserta penalarannya. Menurut HENDRIKSEN, TA dapat digunakan untuk menjelaskan praktek yang berjalan untuk mendapatkan pemahaman & makna praktek tersebut. Penalaran dalam menyusun prinsip akuntansi berterima umum (GAAP) : Faktor Lingkungan (sosial, budaya, ekonomi, dan politik) Tujuan Pelaporan Konsep Dasar Prinsip Akuntansi Berterima Umum (GAAP) Standar Akuntansi + Tradisi/Konvensi +Praktek yang lazim Praktek (Prosedur, Metode, Teknik) [Teori akuntansi] UNIVERSIDADE DA PAZ Francisco S. Vital UNIVERSIDADE DA PAZ Hal. 3
  4. 4. BAB II ARTI PENTING & KARAKTERISTIK PRINSIP AKUNTANSI Arti penting Prinsip Akuntansi : 1. Dasar untuk pedoman penentuan perlakuan akuntansi dalam menyusun maupun menginterpretasikan laporan keuangan. 2. Pedoman peringkasan dan pengungkapan informasi keuangan. 3. Suatu kesepakatan / aturan main tentang bagaimana laporan keuangan disusun agar terjadi komunikasi yang efektif antara pihak-pihak yang terpisah secara fisik dan fungsional Paton & Littleton (P&L) menekankan bahwa informasi tentang kemampuan menghasilkan laba perusahaan (earning power) merupakan hal yang sangat penting dalam pengambilan keputusan ekonomik, karena earning power menjadi ukuran/criteria investasi. Hal ini akan efektif jika perekonomian suatu negara didasarkan pada mekanisme pasar. Akuntan Publik : pihak ketiga yang bebas (independen) yang harus menentukan bahwa laporan keuangan telah disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku. Suatu laporan keuangan dapat dikatakan wajar oleh akuntan publik jika memenuhi 2 sasaran pemeriksaan: 1. Kesesuaian laporan dengan prinsip akunasi berterima umum, sasarannya : pengukuran (measurement), penilaian (valuation), klasifikasi/pendefinisian (classification), saat pengakuan yang tepat (cutoff), dan penyajian ( presentation). 2. Bebasnya laporan keuangan dari unsur kesalahan, ketidakjujuran dan ketidakpastian yang material, sasarannya: Validitas pos (validity), eksistensi fisik (physical existence), kebenaran kejadiannya (occurrence), Ketelitian perhitungannya (mechanical accuracy), penguasaan dan pemilikan (control & ownership), kelengkapan (completeness), dan pengungkapan informasi penting dan ketidakpastian (disclosure). Karakteristik Prinsip Akuntansi, menurut P&L menyarankan agar karakteristik berikut melekat pada seperangkat prinsip akuntansi: 1. Prinsip akuntansi menunjukkan pedoman umum yang lengkap tentang fungsi akuntasi sebagai alat untuk mengungkapkan informasi keuangan suatu perusahaan. 2. Prinsip akuntansi tidak harus dikembangkan mengikuti praktik akuntansi yang sedang berjalan karena praktek akuntansi yang sedang berjalan itu sering dilandasi oleh prinsip dan konsep yang dalam beberapa hal saling bertentangan dan secara teoritis tidak konsisten. 3. Prinsip akuntansi hendaknya tidak bertentangan atau mendorong pelanggaran terhadap ketentuan hukum dan perundangundangan yang berlaku tetapi penyusunan prinsip akuntansi tidak harus menganut konsep, pengertian, pendekatan, kebijaksanaan dan praktik hukum/yuridis tersebut 4. Prinsip akuntansi harus merupakan alat yang praktis di bidang usaha dan keuangan, dapat diandalkan dan relevan untuk memenuhi kebutuhan manajemen, investor, pemerintah dan masyarakat umum. 5. Prinsip akuntansi harus juga logis dan dikembangkan atas dasar penalaran yang jelas sehingga dapat diterima oleh mereka yang berkepentingan dengan akuntansi. Prinsip Akuntansi Berterima Umum (Generally Accepted Accounting Principles): Seperangkat pedoman resmi dan kebiasaan dunia usaha yang dianggap berlaku dalam lingkungan (negara) dan waktu tertentu. Steven Rubin menggambarkan tingkat otoritatif standar dan praktik yang masuk dlam pengertian prinsip akuntasi berterima umum sebatgai suatu bangunan rumah yang disebut : “The House of GAAP” sebagai berikut : [Teori akuntansi] UNIVERSIDADE DA PAZ Francisco S. Vital UNIVERSIDADE DA PAZ Hal. 4
  5. 5. Fourth floor Third floor Second floor First floor Foundati on APB statement FASB technical bulletins AICPA industry audit guides AICPA issues papers Other professional pronouncements AICPA accounting interpretations FASB concepts statements Textbook & articles Prevalent industry practices AICPA AICPA Industry accounting guides Statement of position FASB AICPA FASB statements APB opinions interpretation Accounting research bulletin Includes the going concern assumption, substance over the form, neutrality, the accrual basis, conservatism, materiality Unsur & kedudukan prinsip akuntasi berterima umum (GAAP) : PRINSIP AKUNTANSI PRINSIP AKUNTANSI BERTERIMA UMUM STANDAR AKUNTANSI Bersifat umum dan universal dalam arti bahwa prinsip ini merupakan seperangkat konsep, standar, prosedur, metode dan teknik sebagai objek pengetahuan akuntansi dan istilah ini dipakai dalam konteks teoritis Berupa sekumpulan konsep, standar, prosedur, metode, konvensi, kebiasaan dan praktik yang dipilih atau dianggap berterima secara umum serta dijadikan pedoman umum di lingkungan (negara) tertentu Pengumuman/ketentuan resmi yang dikeluarkan oleh badan yang berwenang mengenai konsep, standar, dan metode yang dinyatakan sebagai pedoman utama dalam praktik akuntansi perusahaan dalam lingkungan (negara) sepanjang ketentuan ini relevan dengan keadaan perusahaan atau unit usaha tertentu. Yang diatur dalam standar akuntansi : 1. Pengukuran atau penilaian : Penentuan jumlah rupiah suatu transaksi yang harus dicatat 2. Definisi elemen dan pos laporan keuangan 3. Pengakuan (recognition) : Diakui=jumlah rupiah transaksi tersebut dicatat ke dalam sistem pencatatan sehingga akan mempengaruhi laporan keuangan 4. Pengungkapan/penyajian (disclosure/presentation) : Bagaimana suatu informasi keuangan disajikan dalam laporan keuangan. Pelaporan Keuangan : Seluruh upaya dan pemikiran tentang informasi apa yang harus dimasukkan dalam sistem pelaporan , kualitas informasi dan bagaimana cara pengungkapan informasi tersebut. Tujuan pelaporan keuangan menurut konsepsi FASB yang disusun berdasar kondisi lingkungan ekonomi dan sosial di Amerika : 1. Memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya dan bermanfaat bagi investor dan kreditor untuk dasar pengambilan kepututsan investasi dan pemberian kredit. 2. Memberikan informasi posisi keuangan perushaan dengan menunjukkan sumber-sumber ekonomi perusahaan serta asal kekayaan tersebut 3. Memberikan informasi keuangan yang dapat menunjukkan prestasi perusahaan dalam menghasilkan laba (earning power) 4. Memberikan informasi keuangan yang dapat menunjukkan sumber pembiayaan perusahaan 5. Memberikan informasi keuangan yang dapat membantu para pemakai dalam meramalkan aliran kas masuk ke perusahaan. [Teori akuntansi] UNIVERSIDADE DA PAZ Francisco S. Vital UNIVERSIDADE DA PAZ Hal. 5
  6. 6. Faktor lingkungan yang dipertimbangkan dalam menetapkan tujuan di atas antara lain : 1. Sistem perekonomian pasar yang maju 2. Sistem perbankan yang canggih 3. Sistem peradilan yang kuat dan mantap 4. Pasar modal sebagai sumber utama pendanaan perusahaan 5. Pengakuan hak milik individual 6. Perseroan terbuka sebagai bentuk perusahaan yang umum 7. Penekanan penilaian prestasi individual 8. Pemisahan pemilikan dan manajemen secara tegas 9. Proses pengambilan keputusan yang rasional 10. Sistem birokrasi yang sudah mantap Struktur Akuntan dan Fungsi Pemeriksaan Akuntan : Tujuan Laporan Tercapai Pihak berkepentingan Investor Dapatkan kesamaan arti terhadap pesan informasi Perusahaan Kreditor Sistem Informasi Akuntansi Pemerintah Pelanggan Manajemen Masyarakat Umum Laporan Keuangan Laporan Akuntan Auditor Menyusun dan menyajikan berdasarkan Mengartikan & menganalisis berdasarkan Memeriksa apakah laporan keuangan sesuai dengan Standar akuntansi / Prinsip akuntansi berterima umum Konsep dasar Tujuan pelaporan Faktor lingkungan(sos,bud, eko, pol) [Teori akuntansi] UNIVERSIDADE DA PAZ Francisco S. Vital UNIVERSIDADE DA PAZ Hal. 6
  7. 7. BAB III KONSEP DASAR Konsep dasar yang dikemukakan oleh P&L : 1. Konsep KESATUAN USAHA (BUSINESS ENTITY CONCEPT) 2. Konsep KONTINUITAS USAHA (CONTINUITAS OF ACTIVITY CONCEPT) 3. Konsep HARGA POKOK SEBAGAI BAHAN OLAH AKUNTANSI (MEASURED CONSIDERATION) 4. Konsep HARGA POKOK BERDAYA IKAT (COST ATTACH) 5. Konsep UPAYA DAN HASIL (EFFORT AND ACCOMPLISHMENT) 6. Konsep BUKTI BERDAYA UJI DAN OBYEKTIF (VERIFLE, OBJECTIVE EVIDENCE) 7. Konsep AKUNTANSI MENGAKUI ADANYA ASUMSI YANG RELEVAN (ASSUMPTION) KONSEP KESATUAN USAHA: Dalam akuntansi perusahaan dipandang sebagai suatu usaha atau badan usaha yang berdiri sendiri, bertindak atas namanya sendiri, dan terpisah dari pemilik dan pihak lain yang menanamkan dana dalam perusahaan. - Batasannya : lebih menentukan pada kesatuan usaha ekonomik dari pada kesatuan usaha yuridis. - Pendapatan & Untung harus dipandang sebagai kenaikan kekayaan perusahaan. - Biaya & Rugi dipandang sebagai penurunan kekayaan perusahaan. KONSEP KONTINUITAS USAHA: Jika tidak ada tanda, gejala atau rencana pasti bahwa suatu perusahaan akan dibubarkan atau dilikuidasi maka dianggap perusahaan akan berlangsung terus sampai waktu yang tidak terbatas. - Dasar pikiran : pertimbangan kepraktisan dalam pelaksanaan akuntansi karena operasi perusahaan di masa mendatang tidak dapat diduga secara pasti. - Implikasi : Arti penting laporan periodik, kedudukan laporan laba-rugi dalam menentukan earning power jangka panjang dan fungsi neraca dalam hubungannya dengan penilaian terhadap perusahaan - Kedudukan laporan keuangan periodik : sebagai laporan yang tentatif/sementara, bukan final. - Kedudukan laporan laba-rugi : laporan laba-rugi lebih penting daripada neraca - Laporan Laba-rugi hendaknya memuat rugi (loss) dan untung (gain) luar biasa KONSEP HARGA POKOK SEBAGAI BAHAN OLAH AKUNTANSI Bahwa bahan olah akuntansi adalah harga pokok yang merupakan jumlah rupiah kesepakatan dalam transaksi pertukaran - Harga pokok : jumlah rupiah yang dicatat pertama kali untuk kemudian diolah lebih lanjut menjadi data dasar dalam penyusunan laporan keuangan. KONSEP HARGA POKOK BERDAYA IKAT Bahwa harga pokok sebagai bahan olah akuntansi bersifat mudah bergerak dan dapat dipecah-pecah atau digabung-gabungkan kembali seakan proses ini tidak ada kaitannya dengan rekening tersebut. - Implikasi : penting pada saat pengakuan tambahan manfaat produk fisik yang dihasilkan pada khususnya dan pengakuan pendapatan pada umumnya. - Pendapatan hendaknya diakui setelah pendapatan tersebut terealisasi. - Wadah/takaran penggabungan : Jika ikatan dengan produk mudah dikenali PRODUK Jika ikatan dengan produk sulit ditelusur dgn produk WAKTU [Teori akuntansi] UNIVERSIDADE DA PAZ Francisco S. Vital UNIVERSIDADE DA PAZ Hal. 7
  8. 8. KONSEP UPAYA DAN HASIL Harga pokok merupakan pengukur upaya (effort) dan pendapatan merupakan pengukur hasil (accomplishment). - Dasar pikiran : Kegiatan perusahaan terletak di masa yang akan datang, tetapi keputusan untuk menentukan kemajuan jalannya perusahaan tidak dapat menunggu sampai akhir perusahaan terjadi, maka diperlukan alat ukur untuk mengukur kemajuan perusahaan. - Implikasi : banyak berpengaruh terhadap penyusunan dari interpretasi prinsip (standar) akuntansi, khususnya yang menyangkut penentuan laba periodik. - Depresiasi : Menurut P&L depresiasi bukan proses penilaian dan juga bukan sarana untuk menutup harga pengganti aktiva tetap dari konsumen tetapi depresiasi adalah suatu langkah (prosedur) dalam proses menandingkan (associating) antara jumlah rupiah jasa yang telah diperoleh (past-cost) yang menunjukkan upaya yang direncanakan untuk memproduksi barang atau jasa dan pendapatan yang benar-benar berasal dari barang atau jasa yang diproduksi / dijual. KONSEP BUKTI BERDAYA UJI DAN OBJEKTIF Setiap transaksi harus didukung oleh bukti transaksi yang kuat dan sah. KONSEP AKUNTANSI MENGAKUI ADANYA ASUMSI-ASUMSI Asumsi – asumsi tersebut adalah : 1. Kesatuan usaha : terbatas penggunaannya jika diterapkan pada kegiatan departemen, operasi unit pemerintahan, kegiatan usaha perseorangan atau firma dan kegiatan usaha perusahaan afiliasi (anak) 2. Kontinuitas usaha : asumsinya didasarkan atas pengalaman perusahaan pada umumnya 3. Periode satu tahun : satu tahun adalah waktu yang tepat untuk pelaporan , karena tidak terlalu pendek, juga tidak terlalu panjang. 4. Harga Pokok sebagai bahan olah akuntansi : harga pokok faktor produksi tersebut adalah HP pada saat terjadinya. 5. Daya beli uang stabil 6. Tujuannya adalah mencari laba : perusahaan dipandang sebagai suatu organisasi yang dibentuk untuk menghasilkan pendapatan. KONSEP DASAR MENURUT APB STATEMENT NO.4: 1. Kesatuan usaha sebagai fokuks akuntansi 2. Kontinuitas usaha 3. Pengukuran aktiva dan pasiva unit usaha 4. Laporan berdasarkan periode waktu 5. Pengukuran dalam satuan moneter 6. Asas himpunan/akrual 7. Harga pertukaran 8. Angka/jumlah rupiah pendekatan 9. Kebijaksanaan 10. Informasi keuangan umum 11. Laporan keuangan saling berkaitan 12. Mementingkan substansi daripada bentuk luar/yuridis 13. Materialitas KONSEP DASAR MENURUT PAUL GRADY 1. Pengakuan hak milik pribadi 2. Kesatuan usaha yang berdiri sendiri 3. Kontinuitas usaha 4. Satuan uang sebagai satuan kuantifikasi transaksi [Teori akuntansi] UNIVERSIDADE DA PAZ Francisco S. Vital UNIVERSIDADE DA PAZ Hal. 8
  9. 9. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Konsistensi antar periode untuk suatu kesatuan usaha Keanekaragaman perlakuan akuntansi atas satuan usaha Konservatisme Keandalan data keuangan melalui penendalian internal Materialitas Periodisasi laporan memerlukan tafsiran KONSEP DASAR MENURUT ANTHONY & REECE 1. Satuan uang sebagai pengukur 2. Satuan usaha 3. Kontinuitas usaha 4. Prinsip Harga Pokok 5. Sistem berpasangan 6. Periode waktu 7. Konservatisme 8. Realisasi 9. Penandingan 10. Konsistensi/ketaatasasan 11. Materialitas PENJELASAN : PENGUKURAN AKTIVA DAN PASIVA PERUSAHAAN Bahwa akuntansi keuangan terutama berkepentingan dengan pengukuran sumber ekonomi dan asalnya serta perubahannya ASAS HIMPUN/ AKRUAL Bahwa dalam menentukan laba periodik dan posisi keuangan suatu unit usaha, akuntansi mendasarkan diri pada pengukuran dan penandingan secara ekonomik pendapatan dan biaya dan bukannya penandingan atas dasar kas masuk dan kas keluar (asas tunai). Konsep ini adalah konsekuensi konsep kontinuitas usaha dan konsep periodisasi. JUMLAH RUPIAH PENDEKATAN (APPROXIMATION) Bahwa angka-angka hasil pengukuran dalam akuntansi merupakan pendekatan makna objek atau kejadian yang ingin diwakili oleh angka tersebut dan bukan hasil pengukuran yang pasti. KEBIJAKSANAAN Kebijaksanaan yang dilaksanakan adalah kebijaksanaan yang obyektif atau tidak memihak dan mempertimbangkan segala kemungkinan yang ada. Konsep ini adalah konsekuensi dari konsep objektifitas bukti yang bergradasi/bertingkat. INFORMASI KEUANGAN UMUM Bahwa akuntansi keuangan difokuskan pada penyusunan seperangkat laporan keuangan yang ditunjukkan kepada pihak di luar perusahaan dan berlaku umum tanpa membedakan kepentingan pihak yang satu dan lainnya. LAPORAN KEUANGAN SALING BERKAITAN Laporan keuangan merupakan rangkaian beberapa laporan keuangan yang saling berkaitan secara unik, artinya berdasarkan hubungan fungsional tertentu. MEMENTINGKAN SUBSTANSI DARI PADA BENTUK LUAR Bahwa dalam setiap perlakuannya akuntansi akan menekankan makna atau substansi ekonomik suatu objek atau kejadian dari pada makna yuridisnya. [Teori akuntansi] UNIVERSIDADE DA PAZ Francisco S. Vital UNIVERSIDADE DA PAZ Hal. 9
  10. 10. MATERIALITAS Bahwa akuntansi hanya melaporkan atau berkepentingan dengan informasi keuangan yang dianggap material (penting) dalam hubungannya dengan pengambilan keputusan. PENGAKUAN HAK MILIK PRIBADI Bahwa struktur akuntansi yang berjalan sekarang ini dilandasi oleh struktur masyarakat dan pemerintahan yang mengakui hak milik pribadi. KEANEKARAGAMAN PERLAKUAN AKUNTANSI Bahwa perbedaan perlakuan antar unit usaha merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari karena perbedaan kondisi dan tiap unit usaha justru menghendaki perlakuan akuntansi yang berbeda agar informasi keuangan lebih menggambarkan keadaan unit usaha yang sebenarnya. KONSERVATISME Bahwa dalam keadaan ketidakpastian , akuntansi akan menentukan pilihan perlakuan atau tindakan akuntansi yang didasarkan pada keadaan, harapan kejadian, atau hasil yang dianggap kurang menguntungkan. KEANDALAN DATA MELALUI PENGENDALIAN INTERNAL Bahwa data keuangan yang diahsilkan melalui pengendalian internal yang baik akan lebih andal dibandingkan dengan data yang dihasilkan melalui sistem pengendalian internal yang tidak baik dan kurang memadai. KONSISTENSI Bahwa kalau tidak ada penjelasan atau keterangan yang menyatakan sebaliknya, akuntansi menganggap bahwa laporan keuangan disusun berdasarkan prinsip, standar, metode atau praktik yang sama dengan tahun sebelumnya. PENANDINGAN Untuk menentukan laba yang tepat dan obyektif, pendapatan hendaknya dikurangi dengan biaya yang dianggap telah menghasilkan pendapat tersebut. KONSEP KESATUAN (ENTITY) YANG LAIN : Selain konsep kesatuan usaha, ada konsep kesatuan : Pemilik (proprietary concept), Lembaga sosial (enterprise concept), investor (investor concept), pengendali (commander concept), dana (fund concept) KONSEP KESATUAN PEMILIK Bersudut pandang pemilik, sebagai pusat perhatian akuntansi. Persamaan akuntansi : Aktiva – Utang = Modal Aktiva adalah milik pribadi pemilik, juga Utang merupakan kewajiban pribadi pemilik. Tujuan akuntansi : mengukur kekayaan bersih pemilik. UNIT USAHA KREDITOR ATIVA-UTANG=MODAL PEMILIK PIHAK LAINNYA AKTIVA BERSIH = INVESTASI SUDUT PANDANG PEMILIK [Teori akuntansi] UNIVERSIDADE DA PAZ Francisco S. Vital UNIVERSIDADE DA PAZ Hal. 10
  11. 11. KONSEP KESATUAN LEMBAGA SOSIAL/EKONOMI Pusat perhatian akuntansi : kegiatan usaha yang melibatkan semua pihak sebagai bagian dari kegiatan ekonomi. UNIT kegiatan sebagai wadah mencpai tujuan bersama Manajer/karyawan Lembaga sosial lain Lembaga sosial lain PIHAK LAINNYA Kreditor SUDUT PANDANG LEMBAGA SOSIOAL KONSEP KESATUAN INVESTOR Investor : dalam arti luar yaitu kreditor (jk.panjang) dan pemegang saham (preferen dan biasa). Laba : jumlah rupiah yang menjadi hak kedua kelompok ini. UNIT USAHA ATIVA-UTANG JK. PNEDEK =EKUITAS INVESTOR PIHAK LAINNYA Kreditor Pemegang saham SUDUT PANDANG INVESTOR KONSEP KESATUAN PEMEGANG SAHAM BIASA (RESIDUAL EQUITY HOLDER CONCEPT) Memandang pemegang saham biasa merupakan pusat perhatian akuntansi. AKTIVA – EKUITAS SPESIFIK = EKUITAS RESIDUAL Ekuitas spesifik : Utang dan saham preferensi KONSEP KESATUAN PENGENDALIAN Bertitik berat pada pihak yang mengendalikan sumber ekonomi perusahaan tanpa memperlihatkan pemilikan seperti konsep kesatuan yang lain. [Teori akuntansi] UNIVERSIDADE DA PAZ Francisco S. Vital UNIVERSIDADE DA PAZ Hal. 11
  12. 12. KONSEP KESATUAN DANA Perhatian akuntansi : unit operasi (kesatuan kegiatan) dengan tujuan atau kegiatan khusus yang telah ditentukan dan untuk melaksanakan kegiatan tersebut perlu sumber ekonomi berupa aktiva likuid (mis: kas) Unit kegiatan Dana likuid AKTIVA LIKUID = SALDO DANA Objek pengeluaran & tujuannya SUDUT PANDANG KESATUAN DANA Akuntansi Dana: Aktiva likuid = saldo dana (SELF-BALANCING ACCOUNTS) KEDUDUKAN INFORMASI AKUNTANSI sebagai dasar pengambilan keputusan INFORMASI INFORMASI KUALITATIF INFORMASI KUANTITATIF INFORMASI AKUNTANSI INFORMASI OPERASI [Teori akuntansi] UNIVERSIDADE DA PAZ LAPORAN KEUANGAN UMUM Francisco S. Vital INFORMASI NON-AKUNTANSI LAPORAN MANAJEMEN UNIVERSIDADE DA PAZ Hal. 12
  13. 13. BAB IV TUJUAN LAPORAN KEUANGAN & KARAKTERISTIK KUALITATIF INFORMASI - MENURUT STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN Tujuan laporan keuangan : menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan : 1. Dapat dipahami 2. Relevan : dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai 3. Keandalan (reliable) : bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material & disajikan secara jujur Termasuk dalam pengertian ini : - substansi mengungguli bentuk - Netralitas - Pertimbangan sehat (karena adanya ketidakpastian) - Kelengkapan 4. Dapat diperbandingkan : antar periode & antar perusahaan Asumsi Dasar (SAK) : 1. ACCRUAL BASIS (DASAR AKRUAL) : Transaksi diakui pada saat terjadinya, bukan pada saat kas diterima/dibayar. 2. GOING CONCERN (Kelangsungan usaha) Unsur-unsur laporan keuangan : 1. Berhubungan langsung dengan pengukuran posisi keuangan : a. AKTIVA : Sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan akan diperoleh perusahaan. b. KEWAJIBAN : Merupakan hutang perusahaan masa kini yang timbul dari peristiwa masa lalu , penyelesaiannya diharapkan mengakibatkan arus keluar dari sumber daya perusahaan yang mengandung manfaat ekonomi c. EKUITAS : Hak residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban. 2. Berhubungan langsung dengan pengukuran kinerja : - Ukuran kinerja : LABA, unsur yang berhubungan langsung dengan laba : PENGHASILAN & BEBAN. a. PENGHASILAN : kenaikan manfaat eikonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk pemasukan atau penambahan aktiva atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal. Penghasilan (income) meliputi : Pendapatan (revenues) dan keuntungan (gains) PENDAPATAN : Timbul dalam pelaksanaan aktivitas perusahaan yang biasa dan dikenal dengan sebutan yang berbeda seperti penjualan, penghasilan jasa, bunga, dividen, royalti, dan sewa. KEUNTUNGAN : mencerminkan pos lain yang memenuhi definisi penghasilan dan mungkin timbul atau mungkin tidak timbul dalam pelaksanaan aktivitras perusahaan yang biasa. b. BEBAN : penurunan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk arus keluar atau berkurangnya aktiva atau terjadinya kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkut pembagian kepada penanam modal. Beban meliputi : KERUGIAN dan beban yang timbul dalam pelaksanaan aktivitas biasa, misalnya beban pokok penjualan, gaji dan penyusutan. KERUGIAN : mencerminkan pos lain yang memenuhi definisi beban yang mungkin timbul atau mungkin tidak timbul dari aktivitas perusahaan yang biasa. [Teori akuntansi] UNIVERSIDADE DA PAZ Francisco S. Vital UNIVERSIDADE DA PAZ Hal. 13
  14. 14. Pengakuan Unsur laporan keuangan : Unsur laporan keuangan harus diakui jika : a) Ada kemungkinan bahwa manfaat ekonomi yang berkaitan dengan pos tersebut akan mengalir dari atau ke dalam perusahaan. b) Pos tersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan andal 1. Pengakuan AKTIVA : aktiva diakui dalam neraca kalau besar kemungkinan bahwa manfaat ekonominya di masa depan diperoleh perusahaan dan aktiva tersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan andal 2. Pengakuan KEWAJIBAN : kewajiban diakui dalam neraca kalau besar kemungkinan bahwa pengeluaran sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi akan dilakukan untuk menyelesaikan kewajiban (obligation) sekarang dan jumlah yang harus diselesaikan dapat diukur dengan andal. 3. Pengakuan PENGHASILAN : penghasilan diakui dalam laporan laba-rugi kalau kenaikan manfaat ekonomi di masa depan yang berkaitan dengan peningkatan aktiva atau penurunan kewajiban telah terjadi dan dapat diukur dengan andal. 4. Pengakuan BEBAN : beban diakui dalam laporan laba-rugi kalau penurunan manfaat ekonomi masa depan yang berkaitan dengan penurunan aktiva atau peningkatan kewajiban yang telah terjadi dan dapat diukur dengan andal. Dasar pengukuran unsur laporan keuangan : 1. Biaya historis : aktiva dicatat sebesar pengeluaran kas/setara kas yang dibayar atau sebesar nilai wajar dari imbalan yang diberikan untuk memperoleh aktiva tersebut pada saat perolehan. Kewajiban dicatat sebesar jumlah yang diterima sebagai penukar dari kewajiban (obligation) , atau dalam keadaan tertentu (mis: pajak penghasilan), dalam jumlah kas/setara kas yang diharapkan akan dibayarkan untuk memenuhi kewajiban dalam pelaksanaan usaha yang normal. 2. Biaya kini (current cost) : aktiva diinilai dalam jumlah kas/setara kas yang seharusnya dibayar bila aktiva yang sama atau setara aktiva diperoleh sekarang. Kewajiban dinyatakan dalam jumlah kas /setara kas yang tidak didiskontokan yang mungkin akan diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban (obligation) sekarang. 3. Nilai realisasi/penyelesaian (realisable/setllement value) : Aktiva dinyatakan dalam jumlah kas /setara kas yang dapat diperoleh sekarang dengan menjual aktiva dalam pelepasan normal. Kewajiban dinyatakan sebesar nilai penyelesaian, yaitu jumlah kas/setara kas yang tidak didikontokan yang diharapkan akan dibayarkan untuk memenuhi kewajiban dalam pelaksanaan usaha normal 4. Nilai sekarang (present value) : aktiva dinyatakan sebesar arus kas masuk bersih di masa depan yang didiskontokan ke nilai sekarang dari pos yang diharapkan dapat memberikan hasil dalam pelaksanaan usaha normal. Kewajiban dinyatakan sebesar arus kas keluar bersih di masa depan yang didiskontokan ke nilai sekarang yang diharapkan akan diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban dalam pelaksanaan usaha normal. KONSEP MODAL DAN PEMELIHARAAN MODAL KONSEP MODAL KEUANGAN : modal adalah sinonim dengan aktiva bersih/ekuitas perusahaan. Konsep modal tersebut menciptakan konsep pemeliharaan modal : a. Pemeliharaan modal keuangan. Menurut konsep ini, laba hanya diperoleh kalau jumlah finansial (uang) dari aktiva bersih pada akhir periode melebihi jumlah finansial(uang) dari aktiva bersih pada awal periode, setelah memasukkan kembali setiap distribusi kepada dan mengeluarkan setiap kontiribusi dari, para pemilik selama periode. Pemeliharaan modal keuangan dapat diukur dalam satuan mon9eter nominal atau dalam satuan daya beli yang konstan. b. Pemeliharaan modal fisik. Menurut konsep ini , laba hanya diperoleh kalau kapasitas produktif fisik (kemampuan usaha) pada akhir periode melebihi kapasitas produktif fisik pada awal periode, setelah memasukkan kembali setiap distribusi kepada, dan mengeluarkan setiap kontribusi dari para pemilik selama suatu periode. [Teori akuntansi] UNIVERSIDADE DA PAZ Francisco S. Vital UNIVERSIDADE DA PAZ Hal. 14
  15. 15. BAB V PENGUKURAN KOS KOS : Jumlah rupiah yang disepakati untuk barang dan jasa yang diperoleh atau untuk surat surat berharga yang diterbitkan dalam transaksi keuangan antara dua pihak yang bebas (independen) Dalam transaksi tunai, kos ditentukan berdasarkan jumlah rupiah tunai pada saat transaksi, dalam transaksi kredit, kos ditentukan berdasarkan jumlah rupiah tunai yang disepakati seandainya transaksi kredit tersebut dilakukan secara tunai (implied cash cost) Bila penghargaan (jumlah rupiah yang disepakati) tidak berupa kas tetapi berupa barang atau surat berharga yang nilainya tidak dapat ditentukan secara pasti, dasar pengukurannya adalah jumlah rupiah setara tunai (cash equivalent) barang atau surat berharga yang terlibat (yang diserahkan) dalam transaksi tersebut. Standar/norma akuntansi tentang kos berlaku untuk pasiva maupun untuk aktiva, jumlah rupiah sebagai dasar untuk mencatat pertama kali utang atau modal adalah jumlah rupiah tunai atau setara tunai (dalam hal transaksi nonkas) yang ditanamkan atau disetor, bukannya jumlah nominal utang pada saat jatuh tempo atau jumlah nilai nominal modal. TAHAPAN PERLAKUAN AKUNTANSI TERHADAP KOS : 1. Pengukuran, pengakuan dan pengklasifikasian pertama kali pada saat terjadinya 2. Pencatatan berikutnya dalam rangka mengikuti aliran proses pemecahan dan penggabungan untuk kepentingan intern 3. Pembebanan terhadap pendapatan untuk periode berjalan atau periode yang akan datang KOS = Jumlah rupiah kesepakatan = Q (kuantitas) x P (harga satuan) Aktiva MONETER (kas, surat berharga dan piutang) kedudukannya sebagai kos tidak berbeda dengan aktiva lainnya sebagai suatu potensi jasa untuk menghasilkan. Dasar pengukuran kos : Jumlah rupiah uang tunai yang seharusnya dibayarkan pada saat transaksi. TRANSAKSI KHUSUS / ISTIMEWA : 1. Barang/jasa bersifat khusus / nonstandar : harga yang disepakati dalam tawar menawar yang bebas antara dua pihak yang berdiri sendiri. 2. Transaksi sepihak : harga yang terjadi dapat diterima begitu saja sebagai pengukur kos 3. Transaksi nonkas : jumlah rupiah uang tunai yang akan diperoleh seandainya barang atau kekayaan itu dijual dulu secara tunai kepada umum. 4. Saham sebagai penghargaan : Jumlah rupiah uang tunai yang akan diterima oleh perusahaan seandainya perusahaan menerbitkan saham yang digunakan untuk penghargaan di atas. 5. Penentuan kos dalam reorganisasi : didasarkan atas keadaan seakan-akan perusahaan baru berdiri. 6. Hadiah/hibah : nilai tunai implisitnya 7. Temuan (mis: exploitasi sumber alam): jumlah rupiah uang tunai yang pasti diperlukan untuk memperoleh sumber alam atau teknik pemrosesan tersebut seandainya sumber tersebut sudah dalam keadaan siap pakai atau dalam status siap dipasarkan atau dikomersialkan. KOS DALAM TRANSAKSI KREDIT 1. Potongan tunai & keringanan : harga tunai netto (net cash priced) 2. Pembelian kredit dengan kontrak utang : jumlah rupiah uang yang akan diperoleh bila surat tanda utang yang dipakai untuk pembelian tersebut ditunaikan. [Teori akuntansi] UNIVERSIDADE DA PAZ Francisco S. Vital UNIVERSIDADE DA PAZ Hal. 15
  16. 16. KOS HIPOTESIS : Jumlah rupiah yang timbul bukan karena transaksi yang pasti dan jelas dan oleh karenanya tidak mempunyai dasar penentuan kos yang objektif dan dapat diterima umum. Bunga hipotesis : dikurangkan terhadap pendapatan, alasannya : a. bunga adalah merupakan biaya produksi, maka harus dikurangkan terhadap pendapatan untuk menghitung laba bersih b. pengakuan faktor bunga hipotesis sangat penting dalam pengambilan keputusan dan perumusan kebijakan yang bersangkutan dengan operasi perusahaan KONSEP PENILAIAN AKTIVA : DASAR PENILAIAN RELEVANSI ALIRAN DANA (KAS) MASA DEPAN NILAI MASUKAN (INPUT VALUES) NILAI KELUARAN (OUTPUT VALUES) Nilai keluaran : dasar penilaian ini digunakan jika aliran dana dapat diukur dengan cukup pasti atau jelas Nilai masukan : dasar penilaian ini digunakan jika aliran dana dapat diukur dengan cukup pasti atau jelas HUBUNGAN DASAR PENILAIAN DAN TRANSAKSI PERTUKARAN DALAM UNIT USAHA : OBJEKTIVITAS PENILAIAN NILAI PERTUKARAN PEMEROLEHAN PENJUALAN NILAI MASUKAN (INPUT VALUES) NILAI KELUARAN (OUTPUT VALUES) INPUT [Teori akuntansi] AKTIVA / SUMBER EKONOMIK UNIVERSIDADE DA PAZ Francisco S. Vital OUTPUT UNIVERSIDADE DA PAZ Hal. 16
  17. 17. NILAI KELUARAN (EXCHANGE OUTPUT VALUES) : Didasarkan atas jumlah rupiah atau penghargaan lainnya (nonkas) yang diterima suatu unit usaha apabila suatu aktiva atau potensi jasa akhirnya keluar dari kesatuan usaha karena suatu pertukaran. Dasar penilaiannya : 1. Penerimaan kas atau potensi jasa di masa mendatang diskontoan (discounted future cash receipts/service potentials) Digunakan jika : harapan penerimaan kas atau setaranya cukup pasti dan senggang waktu sampai penerimaan cukup panjang tapi saat atau tanggal penerimaan pasti. Pos yang dapat menggunakan dasar penilaian ini : investasi dalam obligasi, piutang wesel jangka panjang, dan deposito berjangka. 2. Harga jual sekarang (Current output price) Digunakan jika : harga jual pada saat pelaporan mencerminkan harga di masa mendatang bila pos bersangkutan keluar dari unit usaha. Pos yang dapat menggunakan dasar penilaian ini : surat berharga dan beberapa jenis persediaan barang tertentu. 3. Nilai setara Tunai (Current cash equivalent) Nilai ini menunjukkan jumlah rupiah kas yang dapat direalisasi dengan cara menjual setiap jenis aktiva di pasar bebas dalam kondisi perusahaan yang normal. Pos yang dapat menggunakan dasar penilaian ini : pos-pos aktiva berwujud. 4. Nilai Likuidasi (Liquidation Values) Digunakan jika : unit usaha kemungkinan besar tidak akan dapat menjual produk atau aktiva dalam saluran penjualan yang normal, syaratnya : a. bila produk /potensi jasa lainnya telah berkurang manfaat normalnya, usang, atau tidak laku lagi dipasarkan. b. Bila unit usaha merencanakan untuk menutup usaha dalam waktu dekat sehingga tidak dapat menjual seluruh potensi jasa unit usaha dalam pasar yang normal NILAI MASUKAN (EXCHANGE INPUT VALUES) : Didasarkan atas jumlah rupiah yang harus dikeluarkan /dikorbankan untuk memperoleh aktiva atau objek jasa tertentu yang menjadi masukan dalam unit usaha. Dasar penilaiannya : 1. Kos Historis (Historical Costs) Kos menunjukkan harga pertukaran pada saat terjadinya. Keunggulan : dapat diuji (verifiable), dapat diandalkan (reliable) Pos yang dapat menggunakan dasar penilaian ini : pos-pos aktiva tetap berwujud. 2. Kos masukan sekarang (Current input costs) Digunakan jika : ada bukti pendukung yang kuat untuk verifikasi. Istilah lain : kos ganti (replacement cost) Pos yang dapat menggunakan dasar penilaian ini : persediaan barang dan aktiva lainnya. [Teori akuntansi] UNIVERSIDADE DA PAZ Francisco S. Vital UNIVERSIDADE DA PAZ Hal. 17
  18. 18. 3. Kos masa mendatang diskontoan (discounted future costs) Nilai ini menunjukkan nilai sekarang pengorbanan ekonomik di masa mendatang seandainya potensi jasa tertentu tidak diperoleh/dibeli sekaligus pada saat sekarang. Pos yang dapat menggunakan dasar penilaian ini : pos-pos aktiva berwujud. 4. Kos standar (Standar costs) Digunakan jika : jika kos tersebut menggambarkan kos pada saat sekarang dalam kondisi perusahaan yang normal, yaitu pada tingkat efisiensi dan kapasitas yang normal. Pos yang dapat menggunakan dasar penilaian ini : fasilitas fisik yang dibangun sendiri. PENILAIAN PASIVA 1. Penilaian Utang : nilai sekarang pengeluaran kas atau jumlah rupiah pengorbanan sumber ekonomi atau kos di masa mendatang untuk pelunasan utang bersangkutan sampai jatuh tempo (present value/dicounted future cash out-flows) Berlaku untuk : utang jangka panjang, Untuk utang jangka pendek, dengan alasan kepraktisan, disajikan sebesar nilai nominalnya. 2. Penilaian Modal : selisih penilaian aktiva dan utang. Pengukuran pos aktiva dan modal sesuai FASB adalah : A. Historical Cost (historical proceeds) B. Current (replacement) cost = current input cost C. Current market value D. Net reliazable (settlement) value E. Present (or discounted) value of future cash flows. [Teori akuntansi] UNIVERSIDADE DA PAZ Francisco S. Vital UNIVERSIDADE DA PAZ Hal. 18
  19. 19. BAB VI PENDAPATAN Sumber pendapatan : 1. Transaksi modal atau pendanaan yang mengakibatkan adanya tambahan dana yang ditanamkan oleh pemegang obligasi dan pemegang saham. 2. Laba dari penjualan aktiva yang bukan berupa produk perusahaan seperti aktiva tetap, surat berharga atau penjualan anak/cabang perusahaan. 3. hadiah , sumbangan atau penemuan 4. revaluasi aktiva 5. penyerahan produk perusahaan, yaitu aliran hasil penjualan produk Sumber pendapatan yang paling utama adalah point 5. Proses terbentuk dan terealisasinya pendapatan : 1. EARNING PROCESS (proses pembentukan pendapatan) = konsep terjadinya pendapatan Pendapatan dianggap terbentuk bersamaan dengan seluruh proses berlangsungnya operasi perusahaan (produksi, penjualan dan pengumpulan piutang) 2. REALIZATION PROCESS (proses realisasi pendapatan) Pendapatan dianggap terbentuk setelah produk selesai dikerjakan dan terjual langsung / atas dasar kontrak penjualan. Proses realisasi ditandai dengan 2 kejadian : 1) Kepastian perubahan produk menjadi potensi jasa yang lain melalui proses penjualan yang sah atau semacamnya(mis : kontrak penjualan) 2) Pengesahan atau validasasi transaksi penjualan tersebut dengan diperolehnya aktiva lancar. Pengakuan Pendapatan Pendapatan dapat diakui berdasarkan : 1. Kemajuan Produksi , mis : produksi berdasarkan pesanan, berdasarkan kontrak atas barang berwujud seperti pembuatan kapal, gedung, jalan raya, bendungan dll. 2. Saat produksi selesai, mis : industri ekstraktif (pertambangan), pertanian. Pengakuan ini disebabkan karena punya pasar yang luas dan harga yang pasti (mis : beras, timah, emas dll) AKRESI : pertambangan nilai akibat pertumbuhan fisik/proses alamiah, mis : perusahaan penghasil papan kayu, perusahaan anggur dll. 3. Penjualan (dasar paling obyektif/standar utama) Dasar ini didukung oleh P&L dengan alasan : a. Pendapatan merupakan jumlah rupiah yang menyatakan produk akhir operasi perusahaan dan oleh karena itu harus diakui dan diukur pada tingkat atau titik kegiatan yang menentukan dalam aliran kegiatan operasi perusahaan. b. Pendapatan harus benar-benar terjadi dan didukung dengan timbulnya aktiva baru yang dapat dipercaya, sebaiknya berupa kas atau piutang. a. b. c. d. Keberatan dasar penjualan ini adalah : Ada kemungkinan barang dikembalikan Tidak seluruh piutang dapat tertagih Ada biaya yang timbul setelah penjualan ( mis : biaya administrasi, biaya perbaikan barang dll) Piutang (hasil penjualan kredit) bukan aktiva yang mempunyai daya beli yang nyata. [Teori akuntansi] UNIVERSIDADE DA PAZ Francisco S. Vital UNIVERSIDADE DA PAZ Hal. 19
  20. 20. 4. Saat penerimaan Kas, mis : perusahaan jasa dan perusahaan yang menjual secara angsuran /cicilan. Untuk penjualan angsuran, dasar pikirannya adalah : a. Seluruh/sebagian piutang yang timbul bukan merupakan aktiva yang mempunyai daya beli murni b. Makin lama jangka waktu untuk mengangsur semakin besar kemungkinan piutang tidak tertagih c. Biaya sesudah penjualan, terutama biaya penagihan dan pengumpulan piutang , biasanya lebih tinggi dibanding dengan biaya sesudah penjualan untuk penjualan kredit (jk.pendek) PRESIASI : selisih nilai pasar yang wajar aktiva perusahaan dengan kos / nilai buku. Apresiasi merupakan pendapatan yang harus diakui, hal ini ditentang P&L karena : 1) Apresiasi bukan merupakan transaksi 2) Apresiasi tidak obyektif, karena beberapa aktiva nila apresiasinya hanya merupakan pendapat saja. Karakteristik Pendapatan : P&L menyatakan bahwa pendapatan dapat ditinjau dari 2 aspek : FISIK & MONETER Aspek fisik : pendapatan adalah hasil akhir suatu aliran fisik dalam proses menghasilkan laba Aspek moneter : pendapatan adalah aliran masuk aktiva yang berasal dari kegiatan operasi perusahaan dalam arti luas. Kriteria pengakuan pendapatan menurut FASB: Pendapatan baru dapat diakui apabila : 1) Jumlah rupiah pendapatan telah terealisasi/cukup pasti segera terealisasi Terealisasi : telah terjadi transasksi pertukaran produk/jasa hasil kegiatan perusahaan dengan kas /klaim untuk menerima kas. 2) Sudah terhimpun/terbentuk (earned) Kriteria pendapatan menurut KAM : Pendapatan baru dapat diakui jika memenuhi syarat : 1. Keterukuran nilai aktiva 2. Terjadinya transaksi 3. Proses penghimpunan secara substansial telah selesai. Jika produk/jasa ditukar dengan aktiva non moneter yang dapat segera dikonversi menjadi kas, pendapatan diakui pada saat aktiva non moneter tersebut menjadi hak perusahaan. [Teori akuntansi] UNIVERSIDADE DA PAZ Francisco S. Vital UNIVERSIDADE DA PAZ Hal. 20
  21. 21. BAB VII BIAYA DAN LABA Hubungan kas dengan biaya Dengan konsep dasar kontinuitas usaha, kos jasa diperlakukan sebagai aktiva, baru diperlakukan sebagai biaya Kriteria penguji sebagai dasar penentuan kos jasa tertentu, akan langsung dibebankan sebagai pengurang pendapatan pada periode terjadinya atau ditunda adalah : 1) Apakah kos jasa tersebut merupakan pengeluaran yang sah/wajar ? Jika ya berarti sebagai pengurang pendapatan (biaya), tapi bukan rugi. 2) Manfaat kos jasa tersebut di masa depan mudah diantisipasi / tidak ? Jika ya , berarti dapat ditunda pembebanannya bisa juga langsung dibebankan, tergantung kriteria berikutnya : 3) Apakah pengeluaran (kos jasa) tersebut terjadi berulang/rutin tiap periode ? Jika ya, maka dapat dibebankan langsung pada periode terjadinya, kecuali : persediaan barang dan biaya dibayar di muka. KOS GABUNGAN : Dari 1 jenis bahan baku dapat menghasilkan beberapa produk yang berbeda -mis : perusahaan farmasi, percetakan dll -contoh kos : kos administrasi dll -Jika perlu dilakukan pemecahan kos bersama/gabungan, maka dasar pemecahannya : harga pasar relatif produk. Persediaan : kos bahan baku , tenaga kerja, dan kos jasa tidak langsung lainnya yang telah dimanfaatkan tapi belum berubah menjadi pendapatan. KONSEP PENILAIAN PERSEDIAAN : 1. MPKP , dari segi penandingan dan pengukuran, konsep ini paling logis. 2. MTKP, dari segi prosedur yang sistematik, konsep ini memperlakukan kos secara tidak konsisten. Produk Rusak : jika sering terjadi, diperlakukan sebagai elemen kos produksi jika tidak biasa terjadi , diperlakukan sebagai Rugi. Produk Musiman : sebagian/seluruh kos persediaan yang tidak terjual merupakan bagian dari kos pakaian yang terjual. KOS FASILITAS FISIK ( aktiva tetap berwujud) Metode alokasi kos fasilitas fisik : 1. Garis lurus : mengabaikan hubungan tingkat kembalian investasi (ROR) dan sisa nilai investasi 2. Bunga majemuk : mengatasi kelemahan metode garis lurus tapi rumit jika aktiva tetap jumlahnya banyak. 3. Taksiran : ditaksir berdasarkan pemeriksaan fisik. KOS AKTIVA TETAP TIDAK BERWUJUD Goodwill, mis : perusahaan A membeli perusahaan B, ternyata B mampu menghasilkan laba > pendapatan perusahaan normal dengan kondisi fisik yang sama, maka perusahaan A mempunyai Goodwill/Nilai ekonomi lebih. Selisih lebih tersebut disebut Kos Goodwill. RUGI : pengorbanan kos tanpa kembalian/kompensasi LABA: 1. Laba Akuntansi : selisih pendapatan (sebagai kenaikan aktiva) dan biaya (sebagai penurunan aktiva ) dalam arti luas 2. Laba Ekonomik/Material : laba dari sudut pandang orang /masyarakat/keseluruhan. [Teori akuntansi] UNIVERSIDADE DA PAZ Francisco S. Vital UNIVERSIDADE DA PAZ Hal. 21
  22. 22. BIAYA Pengukuran biaya didasarkan pada : 1. Kos historis 2. Kos sekarang (kos pengganti, harga input sekarang) 3. Harga jual setara kas (cost equivalent) Hubungan Biaya dan pendapatan (dalam suatu periode) 1. Hubungan sebab akibat (cause & effect) disebut juga penandingan langsung (direct matching) 2. Alokasi sistematik (systematic allocation)/Penandingan periode 3. Pembebanan ARBITRER (arbitrary matching): Jika tidak ada dasar untuk menunda pembebanan, atau tidak ada dasar alokasi yang layak , kos bisa langsung dibebankan pada periode terjadinya, penandingan kos dan pendapatan seperti ini disebut secara arbitrer. PENILAIAN FASILITAS FISIK : 1. Nilai masukan historis Dasar penilaian jumlah rupiah fasilitas fisik: a) Kos historis b) Kos bijaksana (prudent cost) : semua pengeluaran yang dikeluarkan secara hati-hati/bijaksana untuk memperoleh fasilitas fisik. Rugi / inefisiensi pada proses perolehan fasilitas fisik bukan merupakan KOS. c) Kos Asli (original cost) : Kos fasilitas fisik yang terjadi pertama kali dan diakui oleh perusahaan yang pertama kali menggunakan fasilitas fisik. 2. Nilai masukan sekarang. a. Kos sekarang b. Nilai taksiran METODE ASOSIASI : Pembelian bahan baku biasanya dilakukan secara bertahap, sehingga kos per unit persediaan berbeda, maka persediaan mana yang masuk ke persediaan , mana yang masuk sebagai barang terjual , diperlukan suatu metode asosiasi : 1. Identifikasi Khusus (spesific identification) Ideal untuk penandingan yang tepat antara pendapatan dan kos tertentu Kelemahannya : a. Penandingan pendapatan tertentu dengan kos tertentu jarang terjadi b. jika barang homogen dan murah, metode ini terlalu mahal c. jika fluktuasi harga mencolok, dapat dipakai untuk manipulasi data 2. Rata - rata berbobot (weighted average) Cocok untuk perusahaan yang menggunakan sistem persediaan fisik. 3. MPKP/ FIFO, keunggulannya : a. sistematik dan konsisten dengan aliran fisik yang sesungguhnya b. Untung dan rugi karena fluktuasi harga telah terealisasi dengan sendirinya c. Persediaan akhir di neraca mendekati kos sekarang 4. Persediaan Normal/Minimal (normal stock) = persediaan permanen (iron stock) Perusahaan melakukan investasi permanen dalam persediaan [Teori akuntansi] UNIVERSIDADE DA PAZ Francisco S. Vital UNIVERSIDADE DA PAZ Hal. 22
  23. 23. 5. MTKP/LIFO, Kelebihan : a. Mudah menandingakan kos sekarang dengan pendapatan sekarang b. Jika harga naik, harga barang konservatif c. laba operasi tidak tercemar oleh untung/rugi fluktuasi harga d. Jika harga berfluktuasi , dapat meratakan laba tahunan. Kelemahan : a. bertentangan dengan aliran fisik sesungguhnya b. Tidak menunjukkan potensi jasa yang sesungguhnya /kos yang sudah usang 6. Perbandingan harga jual eceran Merupakan metode taksiran, sering digunakan untuk tujuan khusus seperti taksiran nilai persediaan yang rusak jika perusahaan menggunakan sistem persediaan fisik. 7. Prosentase laba kotor (gross profit) Konsepnya sama dengan metode harga jual eceran, bedanya dalam penentuan rasio kos dan penjualan - Metode ini tidak menggambarkan aliran kos yang sebenarnya. - Tidak dilakukan perhitungan fisik. Penilaian Persediaan, dasar penilaiannya : NILAI KELUARAN & NILAI MASUKAN Nilai keluaran : 1. Penerimaan kas diskontoan (discounted money receipts) 2. Harga jual sekarang (current selling price) 3. Nilai terealisasi neto (net reliazable values) Nilai Masukan : [Teori akuntansi] 1. Kos historis 2. Kos sekarang 3. Nilai relasiasi netto (-) laba normal 4. Kos/harga pasar yang lebih rendah (LCOM) UNIVERSIDADE DA PAZ Francisco S. Vital UNIVERSIDADE DA PAZ Hal. 23
  24. 24. BAB VIII KONSEP LABA Informasi laba berfungsi sebagai : 1. indikator efisiensi penggunaan dana 2. pengukur prestasi manajemen 3. dasar penentuan besarnya pajak 4. alat pengendali alokasi sumber daya ekonomi negara 5. dasar kompensasi dan bonus bagi karyawan 6. Alat motivasi manajemen untuk pengendalian perusahaan. 7. Dasar penilaian kenaikan kemakmuran 8. Dasar pembagian deviden Dasar pengukuran laba : 1. Pendekatan Transaksi : laba timbul karena transaksi 2. Pendekatan Kegiatan : Laba timbul bila kegiatan tertentu telah dilaksanakan Kapital : selisih aktiva dan utang, terdiri atas : 1. Kapital keuangan/finansial : kekayaan dari sudut pandang pemegang saham Jumlah kapital = jumlah rupiah modal pemegang saham. 2. Kapital Fisik : pengertiannya sama dengan aktiva Skala pengukuran kapital (berhubungan dengan waktu) : 1. Skala rupiah nominal : jumlah rupiah yang digunakan sebagai pengukur adalah jumlah rupiah yang telah terjadi dan tercatat dalam akuntansi. 2. Skala daya beli konstan : sama dengan skala rupiah nominal, tapi skala pengukurannya seragam dalam unit daya beli konstan. Pengukuran laba berdasarkan konsep mempertahankan kapital (capital maintenance) : 1. Kapitalisasi aliran kas harapan (capitalization of expected cash flows) Ditentukan nilai kapitalisasi investasi pemegang saham awal dan akhir periode Nilai kapitalisasi = nilai sekarang 2. Harga pasar perusahaan (market valuation of the firm) Kapital fisik : kapital disusun berdasarkan jumlah rupiah yang investor bayar untuk seluruh kekayaan bersih perusahaan. Kapital Finansial : kapital disusun berdasarkan jumlah lembar saham yang beredar dikalikan harga saham pada awal dan akhir periode. 3. Jumlah setara kas sekarang (current cash equivalent) Dasar pengukurannya : jumlah rupiah setara tunai semua aktiva (-) jumlah rupiah setara tunai semua utang 4. Kos historis Laba diukur berdasarkan : selisih aktiva bersih awal dan akhir periode dengan kos historis. 5. Harga masukan historis (historical input prices) Sama dengan kos historis, tapi kapital awal diukur dengan kos pengganti pada awal periode, dan kapital akhir diukur dengan kos pengganti pada akhir periode 6. Harga input sekarang (current input prices) Sama dengan harga masukan historis, tapi dasar penilaian awal = nilai masukan sekarang (akhir) periode. 7. Rupiah daya beli konstan (constant purchasing power) Kapital awal dan akhir dinyatakan dalam rupiah konstan akhir periode atau awal periode dengan angka indeks tertentu. [Teori akuntansi] UNIVERSIDADE DA PAZ Francisco S. Vital UNIVERSIDADE DA PAZ Hal. 24
  25. 25. BAB IX LABA DITAHAN & MODAL SETORAN (MODAL PEMEGANG SAHAM) Elemen Modal Pemegang Saham : Legal capital Formal capital Restricted capital Stated capital Capital stock Invested capital Paid-in capital Contributed capital Capital surplus Original capital Stockholders’ equity Residual equity Proprietary equity Stock equity Stockholders’ investment Unrestricted capital Paid-in surplus Earned surplus Accumulated surplus Surplus reserve Retained earnings MODAL SAHAM/ MODAL YURIDIS PREMIUM MODAL SAHAM/ AGIO MODAL SAHAM MODAL SETORAN MODAL PEMEGANG SAHAM LABA DITAHAN / MODAL OPERASI MODAL PEMEGANG SAHAM : Seluruh hak pemegang saham atas aktiva perusahaan MODAL SETORAN : Modal pemegang saham yang berasal dari setoran pemegang saham MODAL OPERASI = LABA DITAHAN : Modal pemegang saham yang berasal dari operasi perusahaan Susunan Laporan Laba/Rugi : 1. Bagian POS RUTIN : - pendapatan kotor dari penjualan barang/penyerahan jasa - elemen kos dan biaya yang dapat dibebankan, termasuk depresiasi, amortisasi dan deplesi aktiva yang dapat dibebankan - bunga yang diperhitungkan atas utang , termasuk amortisasi diskonto - pajak atas laba dan pajak penghasilan - kenaikan atau penurunan aktiva yang berasal dari transasksi periode bersangkutan yang sifatnya normal dan berulang tapi tidak berkaitan dengan operasi dalam arti sempit 2. Bagian POS TIDAK RUTIN : - jumlah rupiah penyesuaian debit atau kredit terhadap laba yang luar biasa sifatnya termasuk penyesuaian luar biasa yang seharusnya dibebankan pada tahun lalu tapi baru terungkap pada periode berjalan - rugi , untung atau amortisasi luar biasa yang tidak berkaitan dengan operasi periode berjalan - untung/rugi yang berasal dari pelunasan utang dengan jumlah rupiah di atas atau di bawah jumlah rupiah yang tercatat/nilai buku - dan pos lain dengan sifat yang sama dengan yang disebut di atas PERINCIAN DAN PENGKLASIFIKASIAN LABA DITAHAN : 1. Atas dasar sumber : a. Laba Ditahan dari operasi normal/rutin b. Laba ditahan dari laba luar biasa [Teori akuntansi] UNIVERSIDADE DA PAZ Francisco S. Vital UNIVERSIDADE DA PAZ Hal. 25
  26. 26. 2. Atas dasar Tujuan penggunaan, arti : dalam bentuk aktiva apa jumlah rupiah laba terikat, masalahnya laba ditahan terikat dengan seluruh aktiva, maka tidak bisa ditentukan dalam bentuk aktiva apa, sehingga klasifikasi Laba ditahan berdasar tujuan bersifat hipotesis dan tanpa dasar. Untung/Rugi penarikan saham : 1. Jika ditarik lalu dijual lagi : diperbolehkan sebagai pengurang modal dan laba ditahan yang tidak dialokasikan bukan sebagai aktiva 2. Jika ditarik lalu TIDAK dijual lagi (dilunasi) : dibebankan pada modal saham sampai jumlah yang mula-mula dikredit, sisanya dibebankan ke premium modal saham, jika masih ada sisa baru dibebankan ke Laba Ditahan Untung/Rugi dalam penebusan obligasi : - Jika untung , dilaporkan sebagai penyesuai modal - Jika Rugi , tidak dilaporkan sebagai penyesuai modal Untung/Rugi penarikan saham PRIORITAS : - Jika untung, ditambahkan ke modal / premium modal saham sebagai donasi - Jika Rugi, ditambahakan ke pengembalian modal Penyajian Modal Pemegang Saham atas dasar SUMBER : 1. Jumlah rupiah yang disetor oleh pemegang saham 2. Jumlah rupiah yang tibul akibat apresiasi/revaluasi aktiva fisik tertentu 3. Laba ditahan 4. Jumlah rupiah donasi dari pihak non pemegang saham Alasan penerbitan saham tanpa nilai nominal : 1. mengindari utang bersyarat jika saham terjual di bawah harga nominal 2. tidak ada hubungan nilai nominal dan harga pasar saham Modal YURIDIS/ LEGAL CAPITAL / STATED CAPITAL : Perseroan menetapkan nilai minimum harga saham dan saham tidak dapat diterbitkan jika dijual dengan harga di bawah nilai minimum tersebut. DEVIDEN LIKUIDASI : Jika deviden yang dibayar > laba ditahan, berarti deviden diambil dari sebagian modal setoran PERUBAHAN MODAL SETORAN : 1. KENAIKAN modal setoran , disebabkan oleh : a. pemesanan pembelian saham (capital stock subscriptions) b. obligasi berhak tukar (convertible bonds) : dapat ditukar dgn saham biasa atas inisyatif pemegang obligasi c. Saham prioritas berhak tukar (convertible prefered stock) d. Deviden saham dan pemecaham saham (stock deviden & stock splits) e. Hak beli saham (stock rights) : Hak untuk membeli saham pada penerbitan saham baru kepada pemegang saham lama f. opsi saham (stock options) : kontrak yang memberi hak kepada karyawan perusahaan untuk membeli saham perusahaan dalam jangka waktu tertentu dengan harga tertentu g. Kupon saham (stock warrants) : Penjualan hak beli saham kepada non pemegang saham - dapat dilakukan dengan menggunakan kupon saham. [Teori akuntansi] UNIVERSIDADE DA PAZ Francisco S. Vital UNIVERSIDADE DA PAZ Hal. 26
  27. 27. 2. PENURUNAN modal setoran, disebabkan oleh : a. pembayaran deviden likuidasi b. TREASURY STOCK (penarikan kembali sementara saham yang beredar oleh perusahaan) Konsep saham treasury : - Konsep SATU TRANSAKSI : Pembelian saham treasury dan penjualan kembali dianggap satu transaksi. - Konsep DUA TRANSAKSI : Perolehan kembali saham treasury dianggap likuidasi modal pemegang saham, penjualan kembali saham treasury dianggap penerbitasn saham baru. Perubahan laba ditahan disebabkan oleh : 1. Penyesuaian periode lalu (prior-period adjustments/catch up adjustment) Perlakuan jumlah rupiah yang mempengaruhi operasi periode masa lalu (yang diketahui pada periode sekarang) sebagai penyesuai laba ditahan awal periode sekarang. 2. Koreksi kesalahan dalam laporan keuangan periode 3. Pengaruh perubahan akuntansi (accounting changes) Ada 3 macam : 1) perubahan prinsip / metode akuntansi 2) Perubahan taksiran akuntansi, misal : taksiran umur fasilitas fisik 3) Perubahan kesatuan / subyek pelaporan : perubahan lingkup kesatuan usaha yang dilaporkan dalam laporan keuangan 4. Kuasai Reorganisasi Mekanisme untuk menghilangkan defisit dan menjadikan perusahaan seakan-akan baru berdiri dengan modal yuridis baru Konsep laba periode dan laba komprehensif LABA PERIODE : laba yang tidak memasukkan pos yang tidak ada hubungannnya dengan periode tersebut (berhubungan dengan periode sebelumnya) LABA KOMPREHENSIF : Seluruh perubahan aktiva bersih yang berasal dari transaksi operasi dalam arti luas. [Teori akuntansi] UNIVERSIDADE DA PAZ Francisco S. Vital UNIVERSIDADE DA PAZ Hal. 27
  28. 28. BAB X INTERPRETASI DAN PENYAJIAN INTERPRETASI : Teknik dalam akuntansi untuk menjadikan data keuangan menjadi informasi untuk pihak yang berkepentingan . INTERPRETASI STANDAR/UMUM : Batas minimal interpretasi yang harus diberikan oleh akuntansi. 4 Kriteria oleh FASB untuk dapat mengakui informasi dapat masuk ke laporan keuangan utama : 1. Definisi (definitions) :jika memenuhi definisi elemen laporan keuangan 2. Keterukuran (measuribility) : jika mempunyai makna tertentu yang dapat diukur jumlah rupiahnya dengan reabilitas yang cukup tinggi. 3. Relevansi (relevance) : jika informasi yang terkandung dalam pos tersebut mempunyai daya untuk membuat suatu perbedaan dalam keputusan pemakai laporan 4. Realibilitas (reability) : jika informasi yang dihasilkan harus sesui dengan keadaan yang direpresentasi , dapat diuji kebenarannya dan netral Media pelaporan infomrasi yang tercakup dalam pelaporan keuangan : 1. laporan keuangan (financial statement) 2. penjelasan laporan keuangan (notes to financial statement) 3. informasi tambahan/pelengkap (suplementary information) 4. media pelaporan keuangan lain (other means of financial reporting) 5. informasi lain (other information) PELAPORAN KEUANGAN DAN KERANGKA AKUNTANSI DASAR : Semua informasi yang bermanfaat untuk keputusan investasi, kredit dll PELAPORAN KEUANGAN Bidang yg langsung dipengaruhi FASB sekarang LAPORAN KEUANGAN DASAR LINGKUP PENGAKUAN & PENGUKURAN Informasi Pelengkap Laporan keuangan : laporan posisi keuangan lap.laba periode & laba komprehensif lap. Aliran dana lap.perubahan modal setoran [Teori akuntansi] Penjelasan Lap.Keuangan Contoh : kebijakan akuntansi utang bersyarat metode persediaan banyaknya lembar saham yg beredar metode penilaian UNIVERSIDADE DA PAZ Informasi Pelengkap Contoh : pengungkapan perubahan harga Anlisis laporan Francisco S. Vital Media pelaporan keuangan lain Contoh : - hasil diskusi dan analisis menajemen - laporan tahunan ke pemegang saham Informasi Lain-lain Contoh : - laporan analisis statistik ekonomi - artikel berita tentang perusahaan UNIVERSIDADE DA PAZ Hal. 28
  29. 29. AKUNTANSI UNTUK PERUBAHAN HARGA - - Dalam kondisi inflasi, ada 2 masalah yang dihadapi akuntansi dengan kos historis : 1. Masalah PENILAIAN : Nilai aktiva akan berubah dibanding aktiva lain walau daya beli uang tetap 2. Masalah UNIT PENGUKUR : Unit moneter sebagai unit pengukur akan berubah pada saat inflasi Perubahan harga ada 3 jenis : 1. Perubahan harga UMUM : Perubahan nilai satuan uang, dinyatakan dalam index harga umum Contoh : INDEX HARGA KONSUMEN Inflasi : Index harga Umum cenderung naik dari waktu ke waktu Kenaikan harga umum suatu periode dibanding periode sebelumnya : LAJU INFLASI 2. Perubahan harga SPESIFIK : Perubahan harga barang dan jasa TERTENTU. 3. Perubahan harga RELATIF : Mengukur tingkat penyimpangan perubahan harga barang/jasa tertentu terhadap perubahan harga umum seluruh barang/jasa. isal : Harga barang/jasa umum naik 10%,harga barang tertentu naik 32%, maka Perub.Harga Relatif : 12%. POS MONETER DAN NON MONETER : Besar untung / rugi daya beli ditentukan dengan memisahkan pos moneter dan non moneter, karena untung dan rugi daya beli biasanya berhubungan dengan pos moneter netto. Pos moneter berhubungan dengan aliran kas , pos non moneter berhubungan dengan aliran potensi jasa fisik (non kas) Aktiva moneter : klaim untuk menerima sejumlah rupiah di masa depan tanpa memperhatikan perubahan daya beli uang. Mis : kas, deposito, investasi dalam obligasi, piutang dagang, piutang wesel dan uang muka jaminan kontrak. Aktiva non moneter : aktiva yang mengandung jumlah unit rupiah yang berubah dengan berjalannya waktu. Mis : Persediaan barang dagangan, fasilitas fisik, investasi dalam saham dan goodwill Untung/Rugi Daya Beli : berhubungan dengan penahanan pos moneter Untung/Rugi fluktuasi harga : Berhubungan dengan pos non moneter AKUNTANSI DAYA BELI KONSTAN Tujuan : mempertahankan kapital atas dasar nilai rupiah konstan yang diukur dengan index harga umum AKUNTANSI KOS SEKARANG - Tujuan : mempertahankan kapital atas dasar kapasitas operasi / kemampuan untuk menyediakan barang/jasa dengan kuantitas yang sama dengan kapasitas / kemampuan kapital. - DASAR PENGUKURAN : 1. Harga masukan / kos pengganti Kos penggantian aktiva milik perusahaan dengan aktiva sejenis 2. Nilai Keluaran / Harga jual sekarang Nilai sekarang aktiva diukur atas dasar harga aktiva seandainya perusahaan menjual aktiva tersebut 3. Aliran kos diskontoan Nilai sekarang aliran kas masa datang. - Sumber informasi penentuan kos sekarang : 1. Informasi harga dari pihak eksternal (mis : BPS) 2. Infomrasi harga dari perusahaan sendiri [Teori akuntansi] UNIVERSIDADE DA PAZ Francisco S. Vital UNIVERSIDADE DA PAZ Hal. 29
  30. 30. - Teknik pengukuran kos sekarang : 1. Langsung (direct pricing) : membebankan langsung bahan dan tenaga kerja ke aktiva 2. Per unit (unit costing) 3. Fungsional (functional pricing) : menentukan kos pengganti fungsi produksi bukan aktiva yang berdiri sendiri Perbedaan Akuntansi Daya Beli KONSTAN dan KOS SEKARANG : AKUNTANSI DAYA BELI KONSTAN 1. Revisi atau revaluasi aktiva non moneter pada akhir periode 2. Menggunakan index harga umum 3. Mengabaikan untung/rugi fluktuasi harga pada saat revaluasi 4. Mengungkapkan untung/rugi daya beli atau aktiva moneter netto [Teori akuntansi] UNIVERSIDADE DA PAZ AKUNTANSI KOS SEKARANG 1. Revisi/revaluasi aktiva non-moneter secara terus menerus 2. Menggunakan index harga spesifik 3. Mengungkapkan untung/rugi pada saat revaluasi baik sebagai pos laporan rugi/laba maupun sebagai kenaikan /penurunan modal pemegang saham 4. Mengungkapkan untung/rugi atas aktiva moneter netto Francisco S. Vital UNIVERSIDADE DA PAZ Hal. 30

×