Penyusun:
1.Viktorianus viktor (Pembaca3)
2.Yessy christien Adventura (Pembaca2)
3.Yohana (Moderator)
4.Veronika Uvik (Ope...
A.Hakikat Strategi
o Cravens (2001) strategi adalah rencana yang
disatukan dan terintegrasi, menghubungkan
keunggulan stra...
o Aliminsyah dan Pandji (2004) mengartikan bahwa
strategi adalah wujud rencana yang terarah untuk
memperoleh hasil yang ma...
Manajemen strategi merupakan rangkaian
keputusan dan tindakan manajerial yang menentukan
kinerja suatu organisasi atau ins...
Aliran dari strategi menyediakan pedoman luas
untuk pengambilan keputusan suatu organisasi secara
keseluruhan yang merupak...
Untuk mengembangkan budaya kualitas dari suatu
sistem organisasi yang menghasilkan lingkungan yang
kondusif bagi pembentuk...
B.Hakikat Kepemimpinan
Pengertian Kepemimpinan



Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, kepemimpinan
adalah perihal memi...
 Kusnadi (2005) mengemukakan bahwa
kepemimpinan tidak saja berarti pemimpin dan
mempengaruhi orang-orang, tetapi juga pem...
Beberapa implikasi dari berbagai definisi adalah : (1)
kepemimpinan melibatkan orang lain yaitu pengikut.
Sebagai akibat d...
Gitosudarmo dan Sudita (2000) mengartikan bahwa
kepemimpinan merupakan faktor yang sangat penting
dalam mempengaruhi prest...
Teori-Teori Kepemimpinan
Kemampuan seseorang dalam menyelenggarakan
berbagai fungsi manajerial, sesungguhnya merupakan
bu...
Robbins (2002) mengemukakan terdapat tiga dimensi
kemungkinan situasi yang dapat mempengaruhi
efektifitas kepemimpinan yai...
 Teori Situasional Hersey dan Blanchard yaitu teori
yang memfokuskan kepada pengikut. Menurut teori
ini bahwa kepemimpina...
 Teori jalur tujuan yaitu perilaku seorang pemimpin
dapat diterima baik oleh bawahan sejauh mereka
pandang sebagai suatu ...
Menurut Robbins (1996) ketepatan penerapan gaya
kepemimpinan didasarkan pada tingkat kematangan
(maturity) atau kesiapan (...
 Teori atribusi pemimpin yaitu bahwa kepemimpinan
semata-mata sebagai atribusi yang dibuat orang
mengenai individu-indivi...
 Teori transaksional lawan transformasional yaitu
memandu atau memotivasi pengikut mereka ke arah
tujuan yang telah ditet...
 Teori kepemimpinan situasional didasarkan atas
hubungan antara kadar bimbingan dan arahan
(perilaku tugas), kadar hubung...
C.Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
Efektivitas Kepemimpinan Dalam
Manajemen Pendidikan



Dalam melaksanakan aktivitasnya ...
(2) Harapan dan perilaku atasan; (3)
Karakteristik, harapan dan perilaku bawahan
mempengaruhi terhadap apa gaya kepemimpin...
Peranan seorang pemimpin sebagaimana
dikemukakan oleh Kartono sebagai berikut : (1)Sebagai
pelaksana (executive);(2) Sebag...
D.Strategi Kepemimpinan
Yang Efektif

 seorang
 Di dalam kedudukan sebagai

pemimpin, pengaruh keadaan sekitar tetap tid...
(1) Bersumber dari pihak yang lebih
berkuasa, termasuk di dalamnya aturan-aturan yang
berada
di luar kelompoknya akan teta...
Untuk menjembatani antara kesuksesan sesaat dan
keefektifan jangka panjang, Seorang pemimpin harus
mengembangkan 3 (tiga) ...
TERIMAKASIH

ATAS PERHATIANNYA
SEMOGA BERMANFAAT BAGI
KITA SEBAGAI PROFESI YANG
UNIK . .   
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Strategi dalam kepemimpinan

5,055 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
5,055
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
196
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Strategi dalam kepemimpinan

  1. 1. Penyusun: 1.Viktorianus viktor (Pembaca3) 2.Yessy christien Adventura (Pembaca2) 3.Yohana (Moderator) 4.Veronika Uvik (Operator) 5.Krisna Jayanti (Pembaca1)
  2. 2. A.Hakikat Strategi o Cravens (2001) strategi adalah rencana yang disatukan dan terintegrasi, menghubungkan keunggulan strategi organisasi dan dicapai melalui pelaksanaan yang tepat oleh organisasi. Strategi dimulai dengan konsep menggunakan sumber daya organisasi secara efektif dalam lingkungan yang berubah-ubah. o Kotler (2004) mengemukakan bahwa strategi adalah penempatan misi suatu organisasi, penetapan sasaran organisasi dengan mengingat kekuatan eksternal dan internal, perumusan kebijakan dan teknik tertentu untuk mencapai sasaran dan memastikan implementasinya secara tepat sehingga tujuan dan sasaran utama dari organisasi akan tercapai. 
  3. 3. o Aliminsyah dan Pandji (2004) mengartikan bahwa strategi adalah wujud rencana yang terarah untuk memperoleh hasil yang maksimal. Dalam hal ini strategi dalam setiap organisasi merupakan suatu rencana keseluruhan untuk mencapai tujuan. Jadi organisasi tidak hanya memilih kombinasi yang terbaik, tetapi juga harus mengkoordinir berbagai macam elemen untuk melaksanakan kegiatannya secara efisien dan efektif. o Dengan demikian strategi adalah sarana yang digunakan untuk mencapai tujuan akhir dari suatu organisasi, namun strategi bukanlah sekedar suatu rencana, melainkan adalah rencana yang menyatukan. Strategi mengikat semua bagian yang ada dalam organisasi menjadi satu, sehingga strategi meliputi semua aspek penting dalam suatu organisasi, strategi itu terpadu dari semua bagian rencana yang harus serasi satu sama lain dan berkesesuaian.Tim organisasi tersebut bertanggung jawab dalam memajukan strategi yang mengacu pada hasil atau tujuan akhir. 
  4. 4. Manajemen strategi merupakan rangkaian keputusan dan tindakan manajerial yang menentukan kinerja suatu organisasi atau instansi dalam jangka panjang yang meliputi, pengamatan lingkungan, rumusan strategi atau biasa disebut dengan perencanaan strategi jangka panjang, impelementasi strategi dan evaluasi serta pengendalian. Manajemen strategi menekankan pada pengamatan dan evaluasi peluang dan ancaman lingkungan dengan melihat kekuatan dan kelemahan suatu organisasi, namun demikian manajemen strategi tidak selalu membutuhkan proses. 
  5. 5. Aliran dari strategi menyediakan pedoman luas untuk pengambilan keputusan suatu organisasi secara keseluruhan yang merupakan kebijakan untuk menghubungkan perumusan strategi dan implementasinya. Dalam implementasi strategi diharapkan dapat mewujudkan strategi kebijakan dalam tindakan melalui pengembangan program, anggaran dan prosedur, sehingga proses tersebut meliputi perubahan budaya secara menyeluruh, struktur dan sistem manajemen dari suatu organisasi secara keseluruhan, serta diharapkan proses tersebut akan menghasilkan informasi hasil kerja yang perlu dievaluasi dan dikendalikan sebagai tindakan perbaikan dan tahapan pemecahan masalah. 
  6. 6. Untuk mengembangkan budaya kualitas dari suatu sistem organisasi yang menghasilkan lingkungan yang kondusif bagi pembentukan dan penyempurnaan kualitas secara terus menerus yang terdiri dari filosofi, keyakinan, sikap, norma, nilai tradisi, prosedur dan harapan.  Dapat disimpulkan bahwa tujuan penerapan strategi dalam suatu organisasi atau instansi adalah sebagai sarana untuk mencapai hasil akhir dengan merumuskan kebijakan dan teknik tertentu untuk mencapai sasaran tersebut dan memastikan implementasinya secara tepat.
  7. 7. B.Hakikat Kepemimpinan Pengertian Kepemimpinan  Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, kepemimpinan adalah perihal memimpin/cara memimpin. Men.Rebecca Kepemimpinan bisa dirumuskan sebagai kiat mempengaruhi orang banyak agar mau bekerjasama memperjuangkan tujuan-tujuan yang ingin mereka capai. Rebecca kemudian menambahkan bahwa seorang pemimpin adalah penggerak ke arah usaha bersama yang terorganisasi. Berdasarkan paradigma tersebut mempengaruhi persepsi atau cara pandang kita mengenai orang-orang yang menempati posisi istimewa dan menjadi boss untuk mempengaruhi orang banyak. Hal ini tidak terlepas dari karateristik kualitas IQ dan Emotional Inteligent seorang pemimpin sebagai pribadi yang luar biasa yang membedakannya dari manusia-manusia lain.
  8. 8.  Kusnadi (2005) mengemukakan bahwa kepemimpinan tidak saja berarti pemimpin dan mempengaruhi orang-orang, tetapi juga pemimpin terhadap perubahan dan sumber aspirasi serta motivasi bawahan.  Winardi (2000) mengartikan bahwa kepemimpinan merupakan suatu kemampuan yang melekat pada diri seseorang yang memimpin, yang tergantung dari macam-macam, faktor-faktor intern maupun ekstern, diantaranya meliputi orang-orang; bekerja dari sebuah posisi organisatoris; dan timbul dalam sebuah situasi yang spesifik. Sehingga kepemimpinan timbul, apabila ketiga faktor tersebut saling mempengaruhi satu sama lain yaitu situasi dan posisi ada,orang-orangnya juga ada. 
  9. 9. Beberapa implikasi dari berbagai definisi adalah : (1) kepemimpinan melibatkan orang lain yaitu pengikut. Sebagai akibat dari kesediaan menerima petunjuk dari seorang pemimpin. Anggota kelompok harus dapat memahami status pemimpinnya yang memungkinkan proses kepemimpinan berjalan dengan baik. (2) Kepemimpinan melibatkan kekuasaan yaitu kemampuan untuk menggunakan pengaruh artinya kemampuan untuk mengubah sikap dan tingkah laku individu atau kelompok. (3) Kepemimpinan melibatkan pengaruh (influence) yaitu tindakan tingkah laku yang menyebabkan perubahan sikap dan tingkah laku individu dan kelompok. 
  10. 10. Gitosudarmo dan Sudita (2000) mengartikan bahwa kepemimpinan merupakan faktor yang sangat penting dalam mempengaruhi prestasi organisasi, karena kepemimpinan merupakan aktivitas yang utama, untuk dicapainya tujuan organisasi. Dari pengertian ini kepemimpinan didefinisikan sebagai salah satu proses mempengaruhi aktivitas dari individu atau kelompok untuk mencapai tujuan dalam situasi tertentu. kepemimpinan adalah suatu proses, bahwa orang yang meliputi faktor pemimpin pengikut dan faktor situasi untuk menghasilkan prestasi dan kepuasan. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Kusnadi dkk (2005) bahwa : kepemimpinan adalah sebagai tindakan atau upaya untuk memotivasi atau mempengaruhi orang lain agar mau bekerja atau bertindak ke arah pencapaian tujuan organisasi yang telah ditetapkan atau kepemimpinan merupakan tindakan membuat sesuatu menjadi kenyataan. 
  11. 11. Teori-Teori Kepemimpinan Kemampuan seseorang dalam menyelenggarakan berbagai fungsi manajerial, sesungguhnya merupakan bukti yang paling nyata dari efektivitasnya sebagai seorang pemimpin sehingga dewasa ini banyak gaya yang digunakan untuk mengidentifikasi tipe-tipe kepemimpinan. Teori kepemimpinan pada dasarnya ada tiga yaitu : (1) Trait theories, (2) Style theories, (3) Contingency theories.(Veryard Projects Ltd & Antelope Projects Ltd, dalam Robbin, 2002). o Gitosudarmo dan Sudita (2000) mengemukakan dasar dari pendekatan gaya kepemimpinan ini diyakini bahwa pemimpin yang efektif menggunakan gaya (style) tertentu untuk mengarahkan individu atau kelompok untuk mencapai tujuan tertentu. 
  12. 12. Robbins (2002) mengemukakan terdapat tiga dimensi kemungkinan situasi yang dapat mempengaruhi efektifitas kepemimpinan yaitu : (1) Hubungan pemimpin dengan anggota meliputi tingkat keyakinan, kepercayaan dan aspek bawahan terhadap pemimpin. (2) Struktur tugas meliputi tingkat di mana tugas pekerjaan terstruktur atau tidak berstruktur. (3) Kekuasaan jabatan meliputi tingkat di mana seorang pemimpin mempunyai variabel seperti mempekerjakan, memecat, mendisiplinkan, memprom osikan, serta menaikkan gaji. 
  13. 13.  Teori Situasional Hersey dan Blanchard yaitu teori yang memfokuskan kepada pengikut. Menurut teori ini bahwa kepemimpinan yang berhasil dicapai dengan memilih gaya kepemimpinan yang tepat, bersifat tergantung pada kesiapan atau kedewasaan para pengikutnya.  Menurut Paul Hersey dan Blachard (1995) mengemukakan bahwa hubungan antara pemimpin dengan bawahannya berjalan melalui 4 (empat) tahap menurut perkembangan dan kematangan bawahan yaitu:  Gaya Penjelasan (telling style)  Gaya Menjual (selling style)  Gaya Partisipasi (participating style)  Gaya Pendelegasian (delegating style)
  14. 14.  Teori jalur tujuan yaitu perilaku seorang pemimpin dapat diterima baik oleh bawahan sejauh mereka pandang sebagai suatu sumber dari atau kepuasan segera atau kepuasan masa depan. Jadi hakekatnya teori ini adalah tugas pemimpin untuk membantu pengikutnya dalam mencapai tujuan mereka, memberikan arahan atau dukungan yang diperlukan guna memastikan apakah tujuan mereka sesuai dengan sasaran keseluruhan kelompok atau organisasi.  Teori model partisipasi pemimpin adalah suatu teori kepemimpinan yang memberikan seperangkat aturan untuk menentukan ragam dan banyaknya pengambilan keputusan partisipatif dalam situasisituasi yang berlainan. (Robbins, 2002:55). Model partisipasi pemimpin mengandalkan bahwa pemimpin dapat menyesuaikan dirinya dengan situasi yang berlainan. 
  15. 15. Menurut Robbins (1996) ketepatan penerapan gaya kepemimpinan didasarkan pada tingkat kematangan (maturity) atau kesiapan (readiness) para pengikut yaitu kemampuan dan kemauan (ability and willingness) para pengikut dalam hal ini memikul tanggung jawab untuk mengarahkan perilaku para pengikut itu sendiri. Kematangan para pengikutnya terdiri dari : (1) Kematangan rendah, dalam hal ini pengikut tidak memiliki kemampuan dan kemauan untuk memikul tanggung jawab. (2) Kematangan rendah ke sedang, artinya anggota tidak memiliki kemampuan akan tetapi memiliki keinginan untuk memikul tanggung jawab. (3) Kematangan sedang ke tinggi, dalam hal ini anggota memiliki kemampuan akan tetapi tidak memiliki kemauan untuk memikul tanggung jawab. (4) Kematangan tinggi, artinya anggota memiliki kemampuan dan kemauan untuk memikul tanggung jawab. 
  16. 16.  Teori atribusi pemimpin yaitu bahwa kepemimpinan semata-mata sebagai atribusi yang dibuat orang mengenai individu-individu lain. Atribusi-atribusi yang dimaksud seperti kecerdasan, kepribadian ramah-tamah keterampilan verbal yang kuat, keagresifan, pemahaman dan kerajinan. Salah satu tema yang menarik dalam teori atribusi kepemimpinan adalah persepsi bahwa kepemimpinan yang efektif umumnya dinggap konsisten dalam keputusan mereka.  Teori kepemimpinan kharismatik, yaitu para pengikut membuat atribusi (penghubungan) dari kemampuan pemimpin yang heroik atau luar biasa bila mereka mengamati perilaku-perilaku tertentu. 
  17. 17.  Teori transaksional lawan transformasional yaitu memandu atau memotivasi pengikut mereka ke arah tujuan yang telah ditetapkan dengan memperjelas peran dan tuntutan tugas, sedangkan kepemimpinan transaksional, pemimpin memberikan pertimbangan dan rangsangan intelektual individual, dan memiliki kharisma.  Teori kepemimpinan visioner yaitu kemampuan untuk menciptakan dan mengartikulasikan suatu visi yang atraktif, terpercaya, realistik tentang masa depan suatu organisasi atau suatu unit organisasi yang terus tumbuh dan membaik pada saat ini. 
  18. 18.  Teori kepemimpinan situasional didasarkan atas hubungan antara kadar bimbingan dan arahan (perilaku tugas), kadar hubungan sosio emosional (perilaku hubungan), level kesiapan (kematangan). Dengan demikian kepemimpinan memiliki tiga dimensi yaitu perilaku tugas, perilaku hubungan dan kematangan anggota.  Kombinasi dari perilaku tugas dan perilaku hubungan menciptakan gaya kepemimpinan situasional sebagai berikut : 1. Telling (memberitahukan) 2. Selling (menjajakan) 3. Participating (mengikutsertakan) 4. Delegation (mendelegasikan) 
  19. 19. C.Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Efektivitas Kepemimpinan Dalam Manajemen Pendidikan  Dalam melaksanakan aktivitasnya bahwa pemimpin dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Faktor-faktor tersebut sebagaimana dikemukakan oleh Jodeph Reitz (dalam Nanang, 2003:24) sebagai berikut : (1) Kepribadian (personality), pengalaman masa lalu dan harapan pemimpin, hal ini mencakup nilai-nilai, latar belakang dan pengalamannya akan mempengaruhi pilihan akan gaya kepemimpinan;
  20. 20. (2) Harapan dan perilaku atasan; (3) Karakteristik, harapan dan perilaku bawahan mempengaruhi terhadap apa gaya kepemimpinan; (4) Kebutuhan tugas, setiap tugas bawahan juga akan mempengaruhi gaya pemimpin. (5) Iklim dan kebijakan organisasi mempengaruhi harapan dan perilaku bawahan. (6) Harapan dan perilaku rekan.  Berdasarkan faktor-faktor tersebut, maka jelaslah bahwa kesuksesan pemimpin dalam aktivitasnya dipengaruhi oleh faktor-faktor yang dapat menunjang untuk berhasilnya suatu kepemimpinan, oleh sebab itu suatu tujuan akan tercapai apabila terjadinya keharmonisan dalam hubungan atau interaksi yang baik antara atasan dengan bawahan
  21. 21. Peranan seorang pemimpin sebagaimana dikemukakan oleh Kartono sebagai berikut : (1)Sebagai pelaksana (executive);(2) Sebagai perencana (planner);(3) sebagai seorang ahli (expert); (4) Sebagai mewakili kelompok dalam tindakannya ke luar (external group representative); (5) Sebagai mengawasi hubungan antar anggota - anggota kelompok (controller of internal relationship); (6) Bertindak sebagai pemberi gambaran atau pujian atau hukuman (purveyor of rewards and punishments); (7) Bertindak sebagai wasit dan penengah (arbitrator and mediator); (8)Merupakan bagian dari kelompok (exemplar); (9) Merupakan lambing dari pada kelompok (symbol of the group); (10) Pemegang tanggung jawab para anggota kelompoknya (surrogate for individual responsibility); (11) Sebagai pencipta atau memiliki cita-cita (ideologist); (12) Bertindak sebagai seorang ayah (father figure); (13) Sebagai kambing hitam (scape goat). 
  22. 22. D.Strategi Kepemimpinan Yang Efektif  seorang  Di dalam kedudukan sebagai pemimpin, pengaruh keadaan sekitar tetap tidak dapat dilepaskan sama sekali, baik pengaruh dari dalam, maupun pengaruh dari luar kelompok atau organisasinya. Atas pengaruh-pengaruh yang ada, maka dalam pembuatan kebijakan akan terdapat tiga sumber penting. Sebagaimana yang dikemukakan Anoraga (2001:23) yaitu :
  23. 23. (1) Bersumber dari pihak yang lebih berkuasa, termasuk di dalamnya aturan-aturan yang berada di luar kelompoknya akan tetapi tetap memberikan pengaruh terhadap kehidupan kelompoknya, (2) Bersumber dari pihak bawahan, bagaiman juga bawahan sebagai pengikut, tetap memegang peran yang tidak kecil dalam menentukan pencapaian tujuan bersama, (3) Bersumber dari dirinya selaku pemimpin, maka sebagai seorang pemimpin otonomi dipegangnya untuk menetapkan keputusan mengenai suatu kebijakan yang akan diambil. 
  24. 24. Untuk menjembatani antara kesuksesan sesaat dan keefektifan jangka panjang, Seorang pemimpin harus mengembangkan 3 (tiga) kemampuan dalam bekerja sama dengan sejumlah orang. Kemampuan ini sangat penting bagi seorang manager di tempat kerja, orang tua di rumah, ataupun guru ketika mengajar di kelas. Karena itu, jenis keahlian yang diperlukan para pemimpin yang efektif dalam mempengaruhi perilaku orang lain dan bekerjasama dengan orang lain adalah : (1) Pemahaman perilaku di waktu yang lalu; (2) Memperkirakan perilaku di masa mendatang; (3) Memimpin, mengubah dan mengendalikan perilaku. 
  25. 25. TERIMAKASIH  ATAS PERHATIANNYA SEMOGA BERMANFAAT BAGI KITA SEBAGAI PROFESI YANG UNIK . .   

×