Pancasila

763 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
763
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
9
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pancasila

  1. 1. 1. Pancasila sebagai dasar filsafat negara: Pancasila dikatakan sebagai dasar filsafat negara karena pancasila memiliki isi arti: a. Abstrak, umum, dan universal. Abstrak : sesuatu yang hanya ditangkap dengan akal budi/ratio, awalan ke-an dan per-an atas kelima dasar Pancasila menunjukaan keabstrakan itu. Contohnya ketuhanan, persatuan, dll. Umum : Sesuatu yang berlaku untuk siapa saja. Kata-kata dasar dari kelima sila dari Pancasila menunjukkan hal tersebut. Contohnya Tuhan, manusia, dll. Universal : Sesuatu yang berlaku di mana saja; kapan saja dan untuk siapa saja. b. Umum kolektif: Pancasila akan dimengerti oleh seluruh bangsa (kolektif); bila Pancasila abstrak, umum, dan universal sudah diterapkan dalam situasi tempat, waktu yang konkrit. Dalam hal ini, Pancasila yang ada dalam Pembukaan UUD 1945 berlaku sama (umum) untuk setiap warga negara RI. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia: Pancasila dikatakan sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia karena Pancasila digunakan sebagai petunjuk hidup atau perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila digunakan sebagai petunjuk arah semua kegiatan atau aktivitas hidup dan kehidupan di dalam segala bidang. Semua tingkah laku dan perbuatan setiap manusia harus dijiwai dan merupakan pancaran dari semua sila dalam Pancasila. 2. Ideologi diartikan sebagai weltanschauung atau science of ideas yang berarti pengetahuan yang mengandung pemikiran-pemikiran besar mengenai kehidupan manusia yang dicita-citakan serta mengandung strategi bagaimana cara-cara menyampaikannya. Ideologi berasal dari bahasa Yunani yaitu edios yang berarti gagasan atau konsep, sedangkan logos yang berarti ilmu.
  2. 2. Pancasila sebagai ideologi nasional: pancasila sebagai ideologi nasional yang artinya Pancasila merupakan kumpulan atau seperangkat nilai yang diyakini kebenaranya oleh pemerintah dan rakyat Indonesia dan digunakan oleh bangsa Indonesia untuk menata/mengatur masyarakat Indonesia atau berwujud Ideologi yang dianut oleh negara (pemerintah dan rakyat) indonesia secara keseluruhan, bukan milik perseorangan atau golongan tertentu atau masyarakat tertentu saja, namun milik bangsa Indonesia secara keseluruhan. Pancasila sebagai ideologi terbuka: Ideologi tebuka mempunyai ciri khas yaitu nilai-nilai dan cita-citanya tidak berasal dan dipaksakan dari luar, melainkan digali dan diambil dari harta kekayaan rohani, moral, dan budaya itu sendiri (Magnis-suseno, 1987: 3371). Ideologi tebuka juga tidak diciptakan oleh negara dan elite politiknya, melainkan digali dan ditemukan dalam masyarakat itu sendiri. Ideologi adalah milik seluruh rakyat, sehingga masyarkat akan dapat menemukan ‘kepribadiannya’ dalam ideologi tersebut. Dalam hal ini, pancasila dikatakan sebagai ideologi terbuka karena berdasarkan asal-usulnya, ideologi pancasila lahir dan terjadi dari suatu perjuangan yang mencita-citakan kemerdekaan, persatuan, solidaritas, kemajuan, kecerdasan, demokrasi dan kebudayaan, yang semuanya itu telah dituangkan dalam Pembukaan UUD 1945 sebagai piagam dasar perjuangan kebangsaan Indonesia, piagam konstitusional Negara Indonesia, serta piagam kultural masyarakat dan bangsa Indonesia. Berdasarkan pengertian dan ciri khas ideologi terbuka diatas, ideologi pancasila memiliki perngertian dan ciri khas yang sama yaitu ideologi pancasila bukan untuk kepentingan suatu golongan tertentu saja, melainkan merupakan suatu ideologi demi kepentingan seluruh Bangsa Indonesia dalam menyongsong masa depan yang dicita-citakan bersama. Oleh karena itu, Pancasila dikatakan sebagai ideologi terbuka karena pancasila memiliki nilai-nilai dan dimiliki oleh seluruh rakyat Indonesia dan masyarakat mengetahui isi dari pancasila tersebut. Ideologi Pancasila tidak mengajarkan dogmatisme, ekslusivme, serta totalitrianisme. Ideologi pancasila memiliki keterbukaan sosiologis dan juga keterbuakan histories. Pancasila dikatakan sebagai ideologi terbuka karena Pancasila adalah ideologi terbuka : -Pancasila memiliki pandangan hidup dan tujuan serta cita – cita masyarakat Indonesia
  3. 3. -Tekad untuk mengembangkan kekreatifitasan dan dinamis untuk mencapai tujuan nasional -Pengalaman sejarah bangsa Indonesia -Terjadi atas dasar keinginan bangsa ( masyarakat ) Indonesia sendiri tanpa campur tangan atau paksaan dari sekelompok orang - Isinya tidak operasional - Menginspirasikan kepada masyarakat agar bertanggung jawab sesuai dengan nilai – nilai Pancasila - Menghargai pluralitas, sehingga dapat diterima oleh semua masyarakat yang memiliki latar belakang dan budaya yang berbeda. Faktor-faktor yang menjadi pendorong pemikiran keterbukaan ideologi pancasila. Faktor yang mendorong pemikiran mengenai keterbukaan ideologi Pancasila adalah sebagai berikut : a. Kenyataan dalam proses pembangunan nasional dan dinamika masyarakat yang berkembang secara cepat. b. Kenyataan menunjukkan, bahwa bangkrutnya ideologi yang tertutup dan beku dikarenakan cenderung meredupkan perkembangan dirinya. c. Pengalaman sejarah politik kita di masa lampau. d. Tekad untuk memperkokoh kesadaran akan nilai-nilai dasar Pancasila yang bersifat abadi dan hasrat mengembangkan secara kreatif dan dinamis dalam rangka mencapai tujuan nasional. Batas-batas keterbukaan ideologi Pancasila a. Stabilitas nasional yang dinamis. b. Larangan terhadap ideologi marxisme, leninisme dan komunisme. c. Mencegah berkembangnya paham liberal.
  4. 4. d. Larangan terhadap pandangan ekstrim yang mengelisahkan kehidupan masyarakat. e. Penciptaan norma yang baru harus melalui konsensus. 3.2 aspek yang sangat fundamental di dalam pembukaan UUD 1945 dalam kedudukannya sebagai tertib hukum Indonesia adalah: 1. Aspek kesejarahan: yaitu bahwa riwayat singkat perumusan dan kesepakatan Pancasila bersama dengan perumusan naskah Proklamasi dan Undang-Undang Dasar, yang dilakukan oleh para tokoh perjuangan kemerdekaan dan opendiri negara RI. Yang tergabung dalam BPUPKI dan PPKI dri tanggal 29 Mei 1945 sampai dengan tanggal 18 Agustus 1945. 2. Aspek kemakmuran: yaitu bahwa rumusan Pancasila tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 yang merupakan pokok kaidah negara fundamental, dengan demikian Pancasila mempunyai hakikat, sifat dan kedudukan serta fungsi sebagai pokok kaidah negara fundamental Tertib hukum (legal order) adalah seperangkat hukum yang secara bersama-sama mempunyai kesamaan dalam hal: a. Kesatuan subyek (penguasa) yang mengadakan peraturan hukum tersebut. b. Kesatuan asas kerohanian (ideologi) yang menjadi dasar pembuatan hukum tersebut. c. Kesatuan daerah tempat keseluruhan peraturan hukum tersebut diberlakukan. d. Kesatuan waktu dalam negara yang mana keseluruhan hukum tersebut berlaku. Pembukaan UUD 1945 memiliki unsur sebagai tertib hukum tertinggi di Indonesia karena di dalam pembukaan UUD 1945 terdapat dua aspek yang fundamental yaitu: 1. Memberikan faktor-faktor mutlak bagi terwujudnya tertib hukum Indonesia. 2. Memasukan diri dalam tertib hukum Indonesia, sebagai tertib hukum Indonesia sebagai tertib hukum tertinggi.
  5. 5. Pembukaan UUD 1945 juga dapat menentukan ketentuan hukum di bawahnya termasuk UUD. Pembukaan UUD 1945 sebagai staatfundamentalnorm, yaitu tidak dapat digantikan oleh siapapun juga (kecuali oleh pendiri negara yang sudah mati semua). Pada dasarnya Pembukaan UUD 1945 dapat berdiri sendiri lepas dari UUD sebab dengan pancasila sebagai ideologi ada di dalamnya menjadi sumber dari segala sumber hukum di Indonesia.

×