Perubahan sosial dalam masyarakat pedesaan

22,593 views

Published on

berikut ini perubahan sosial dalam masyarakat desa

  • Be the first to comment

Perubahan sosial dalam masyarakat pedesaan

  1. 1. PERUBAHAN SOSIAL DALAM MASYARAKAT PEDESAAN
  2. 2. Disusun oleh: Rts. Karmila C. Kurniwan Saputra Veronika Silalahi Solikhatun Rexsa Nopriyanda (D1B012119) (D1B012120) (D1B012121) (D1B012122) (D1B012123)
  3. 3. PERUBAHAN SOSIAL DALAM MASYARAKAT PEDESAAN • Pengertian Perubahan Sosial Menurut Richard P Appelbaum (1970) perubahan sosial dapat meliputi 4 bagian dari aktivitas atau kegiatan manusia seperti kepribadian individu, interaksi dari individu, kelompok atau sistem sosial dan sistem kebudayaan yang mengalami perubahan
  4. 4. David L.Sills (1968) dalam bukunya Internasional Encyclopedie of the Social Science memberikan pengertian kepada perubahan yang signifikan dari struktur sosial, dalam hal ini pola-pola tindakan sosial dan interaksi yang termasuk akibat dan manifestasi dari struktur yang berisikan norma-norma, nilai-nilai, hasil-hasil kebudayaan dan berbagai simbol
  5. 5. Everett M Rogers ( 1969) mendefinisikan perubahan sosial yang yang terjadi pada struktur dan fungsi dalam sistem sosial. Menurut Rogers proses perubahan sosial dapat dikategorikan menjadi 3 tingkat yaitu penemuan baru (invention), difusi (diffution) dan akibat ( concequences).
  6. 6. Dari pengertian tersebut diatas, maka dapat dikatakan bahwa perubahan sosial adalah suatu perubahan pada struktur dan fungsi dalam sistem sosial termasuk didalamnya aspek kebudayaan seperti nilai-nilai, normanorma, kebiasaan, kepercayaan, tradisi, sikap dan pola tingkah laku dalam masyarakat.
  7. 7. Perubahan Sosial Dan Perubahan Kebudayaan  Kigsley Davis (1960) maupun J.R Landis (1974) menyatakan bahwa perubahan sosial adalah bagian dari perubahan kebudayaan.  Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi (1964 ) perbedaan antara perubahan sosial ( social change ) dan perubahan kebudayaan (cultural change) hanya dapat dibedakan kalau orang membedakan definisi antara masyarakat dan kebudayaan  William F Orgburn (1966) melihat bahwa perubahan kebudayaan material yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial.
  8. 8. Sebab-sebab Terjadinya Perubahan • Faktor Biologis Apabila jumlah penduduk besar sedangkan luas tanah terbatas akan terjadi pengangguran. Para penganggur kemudian mencari pekerjaan kedaerah perkotaan sehingga menimbulkan urbanisasi. • Faktor Teknologi Dalam masyarakat terutama masyarakat yang telah maju biasanya perubahan sosial berjalan dengan cepat karena proses perubahannya melalui perkembangan teknologi yang dihasilkan dari hasil penemuan, penciptaan bentuk baru dan melalui proses penyebaran penemuan-penemuan baru yang disebutproses difusi.
  9. 9. • Faktor Kebudayaan Masuknya suatu kebudayaan asing ke dalam suatu masyarakat yang telah memiliki kebudayaan, akan menyebabkan terjadinya perubahan sosial. Perubahan yang dikehendaki (intented change) dan perubahan yang tidak dikehendaki (unintented change) Perubahan yang dikehendaki biasanya dirumuskan dalam perubahan yang direncanakan (planed change) melalui usaha-usaha pembangunan (development change). Dari perubahan yang dikehendaki dapat saja terjadi perubahan yang tidak dikehendaki (unintented change). Perubahan yang tidak dikehendaki berlangsung diluar jangkauan yang menghendaki akan adanya perubahan dalam masyarakat.
  10. 10. Faktor-faktor yang memudahkan terjadinya perubahan sosial Penyebaran Kebudayaan lain Masuknya Kebudayaaan lain Pendidikan yang tinggi Sikap yang menerima pada hal-hal yang baru Stratifikasi atau lapisan masyarakat yang terbuka Adanya rasa tidak puas dalam masyarakat
  11. 11. Faktor-faktor yang menghambat terjadinya perubahan • Adanya isolasi dari masyarakat lainnya • Pendidikan yang rendah • Sifat yang tradisional • Adanya vested interests
  12. 12. TEORI-TEORI PERUBAHAN SOSIAL Auguste Comte melihat bahwa perubahan sosial pada hakikatnya adalah perubahan cara berpikir yang melalui tiga tahap yaitu teologis, metapisik dan positif. Herbert Spencer mengembangkan teori perubahan sosial didasarkan atas adanya proses perubahan dari masyarakat yang homogen kearah masyarakat yang heterogen yang mencerminkan meningkatnya diferensiasi dari struktur dan fungsi.
  13. 13. menurut J.A Ponsioen dapat disimpulkan Perubahan sosial dapat pula diartikan sebagai suatu modernisasi. Oleh karena itu modernisasi dapat dikatakan sebagai suatu proses dimana individu-individu mengalami perubahan dari cara hidup yang tradisional ke cara hidup yang lebih kompleks dan menggunakan teknologhi modern serta berubahya gaya hidup mereka.
  14. 14. PERUBAHAN SOSIAL DALAM MASYARAKAT PEDESAAN Masyarakat desa yang tradisional mulai mengalami perubahan akibat adanya benturan-benturan sendi-sendi masyarakat desa ketika masuknya pengaruhkebudayaan barat sekitar abad ke 19 dengan berbagai macam peraturan –peraturan untuk kepentingan para penjajah seperti peraturan tanam paksa landrente, kultur stelsel dan lainlainnya
  15. 15. a. Unit Daerah Kerja Pembangunan (UDKP) Unit Daerah Kerja Pembangunan (UDKP) adalah suatu sistem pembangunan desa-desa dalam wilayah kecamatan dengan pendekatan menyeluruh (komprehensive) dan terpadu dibidang perencanaan, pelaksanaan, pengendalian serta evaluasi pelaksanaannya. Tujuan UDKP adalah meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat serta tata lingkungan hidup yang baik di pedesaan dalam rangka mempercepat tercapainya Desa Swasembada.
  16. 16. Fungsi UDKP adalah sebagai berikut: • Mengkomunikasikan aspirasi dan kebutuhan nyata masyarakat desa. • Mengimformasikan data dan permasalahan desa • Mengkoordinasikan berbagai kegiatan pembangunan sektoral, regional, inpres dan swadaya masyarakat desa • Mengadakan diversifikasi usaha dan kegiatan masyarakat baik secara vertikal maupun horizontal untuk meningkatkan produksi dan pendapatan yang nyata bagi masyarakat desa. • Mewujudkan percepatan (akselarasi) pembangunan dan pemerataan hasil-hasilnya bagi seluruh masyarakat desa
  17. 17. b. Lembaga Ketahanan Masyarakat desa (LKMD) LKMD merupakan lembaga masyarakat didesa/kelurahan yang tumbuh dari, oleh dan untuk masyarakat yang mempunyai tujuan untuk membantu pemerintahan desa atau kelurahan dalam meningkatkan pelayanan pemerintah.
  18. 18. Tugas Pokok LKMD • Merencanakan pembangunan yang didasarkan atas musyawarah • Menggerakkan dan meningkatkan prakarsa dan partisipasi masyarakat • Menumbuhkan koordinasi dinamis masyarakat untuk mengembangkan ketahanan di desa atau kelurahan
  19. 19. Fungsi LKMD • Sebagai wadah partisipasi masyarakat dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan. • Menambah pengertian dan kesadaran penghayatan dan pengamalan pancasila • Menggali, memanfaatkan potensi dan menggerakkan swadaya gotong royong masyarakat untuk pembangunan. • Sebagai sarana komunikasi antara pemerintah dan masyarakat • Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat • Membina dan menggerakkan potensi pemuda untuk pembangunan • Meningkatkan peranan wanita dalam mewujudkan keluarga sejahtera
  20. 20. Program Utama LKMD • Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat melalui pusat latihan lembaga Ketahanan Masyarakat Desa • Meningkatkan peranan wanita dalam mewujudkan keluarga sejahtera melalui gerakan PKK • Meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi, administrasi dan pengurusannya agar masyarakat dan pemerintah merasakan manfaatnya
  21. 21. c. Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) PKK merupakan suatu gerakan dan sekaligus suatu wadah bersama untuk menampung aspirasi dan inisiatif masyarakat dalam usaha menciptakan/ meningkatkan kesejahteraan keluarga. PKK mempunyai tujuan untuk mewujudkan suatu keluarga yang sejahtera yaitu yang menikmati ketenangan, ketentraman dan kesejahteraan hidup lahir maupun batin dalam tata kehidupan masyarakat yang berdasarkan Pancasila dan Undag-undang Dasar 1945.
  22. 22. MODERNISASI PEDESAAN Menurut Everett M. Rogers mendefinisikan modernisasi sebagai suatu proses dimana individu-individu mengalami perubahan dari cara hidup yang tradisional ke cara hidup yang lebih kompleks dan menggunakan teknologi modern serta adanya perubahan gaya hidup mereka yang cepat. • Schrool menyebutkan bahwa modernisasi sesuatu masyarakat ialah proses transformasi dari masyarakat yang tradisional ke masyarakat dengan teknologi dan organisasinya yang lebih maju. • Neil J. Smelser menyebutkanmodernisasi merupakan suatu yang sangat erat sekali hubungannya dengan pembangunan ekonomi
  23. 23. Modernisasi di pedesaan sangat diperlukan karena sebagian besar penduduk di indonesia tinggal dipedesaan membutuhkan peningkatan kualitas hidup mereka. Dengan menggunakan teknologi modern maka produktivitas pertanian akan meningkat dan dapat pula meningkatkan taraf hidup masyarakat pedesaan
  24. 24. KONSEP PEMBANGUNAN PEDESAAN 1. Pengertian Pembangunan dan Pembangunan Pedesaan Pembangunan diartikan sebagai suatu proses perubahan yang yang terus-menerus, yang merupakan kemajuan dan perbaikan menuju kearah tujuan yang ingin dicapai. Pembangunan selalu dilaksanakan dengan Trilogi pembangunan Pembangunan Pedesaan merupakan kegiatan pembangunan yang mencakup seluruh aspek kehidupan dan penghidupan masyarakat dipedesaan dan terdiri dari berbagai sektor dan program yang saling berkaitan dan dilaksanakan oleh masyarakat.
  25. 25. 2. Konsep dan Pendekatan Pembangunan Pedesaan Konsep Pembangunan Pedesaan merupakan suatu gagasan untuk meningkatkan tingkat ekonomi dan sosial atau kesejahteraan masyarakat pedesaan. Pendekatan yang digunakan dalam pembangunan pedesaan adalah: – komprehensif multi sektoral yang meliputi berbagai aspek kesejahteraan dan aspek keamanan, dengan mekanisme dan sistim pelaksanaan yang terpadu antara berbagai kegiatan pemerintah dan berbagai kegiatan masyarakat. – Perpaduan sasran dan regional dengan kebutuhan essensial masyarakat. – Pemerataan dan penyebarluasan pembangunan keseluruh pedesaan, termasuk desa-desa diwilayah kota/kelurahan. – Satu kesatuan pola dengan pembangunan nasional regional dan daerah pedesaan dengan daerah perkotaan serta antar wilayah pengembangan besar dengan wilayah pengembangan sedang dan kecil. – Menggerakkan partisipasi prakarsa dan swadaya gotong royong masyarakat serta mendinamisir unsur-unsur kepribadian dengan teknologi yang tepat guna.
  26. 26. 3. Pelaksanaan Pembangunan Pedesaan Pelaksanaan atau penyelenggaraan pembangunan pedesaan secara fungsional menjadi tanggung jawab departemen dalam negeri dan secara operasional meliputi dan menjadi kewajiban atau tanggung jawab departemen/ lembaga non departemen.
  27. 27. 4. Mekanisme dan Sistem Pembangunan Pedesaan Kegiatan-kegiatan partisipasi masyarakat yang tumbuh dari bawah sebagai inisiatif dan kreasi yang lahir dari adanya rasa kesadaran tanggung jawab masyarakat pedesaan sesuai dengan hakekat pembangunan pedesaan yang prinsipnya dilakukan masyarakat sendiri dengan pengarahan, bimbingan pembinaan, bantuan dan pengurusan dari pemerintah.
  28. 28. CUKUP SEKIAN & TERIMAKASIH...

×