Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Laporan survei Koperasi Bahari Jaya Jambi

3,651 views

Published on

just for information

Published in: Education
  • Just got my check for $500 ✤✤✤ https://t.cn/A6ybK3XL
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Best survey site online! $1,500 a month thanks to you guys! Without a doubt the best paid surveys site online!I have made money from other survey sites but made double or triple with GoldOpinions.com for the same time and effort. The variety and number of daily paid surveys I get from them is unmatched. A must for anyone looking for extra cash or a full time income. ●●● http://t.cn/AieXAuZz
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here

Laporan survei Koperasi Bahari Jaya Jambi

  1. 1. 1 BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Bahari Jaya didirikan oleh Bp.B. Hutauruk bersama para rekannya pada tahun 2008. Koperasi ini disahkan oleh Kementrian Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia melalui Keputusan Menteri Negara Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Nomor 518.08/96/BH/XIV.10/VIII/2008 tanggal Agustus 2008. Koperasi Simpan Pinjam Usaha Mandiri didirikan oleh 20 orang yang mempunyai satu visi ingin menjadikan Koperasi Simpan Pinjam Yang Sehat, Terdepan dan Berkualitas dalam Pelayanan Usaha Mikro dan Kecil sehingga menjadi Koperasi yang Terpercaya dan Berdaya Saing dan didukung pengelola yang amanah dengan mengedapankan prinsip-prinsip koperasi secara profesional. 2. Manfaat Dan Tujuan 1.2.1. Manfaat Adapun manfaat dari survei ini adalah sebagai sumber pengetahuan bagi pembaca dan sebagai sumber informasi bagi mahasiswa yang ingin melakukan penelitian terhadap koperasi simpan-pinjam di Provinsi Jambi. 1.2.2. Tujuan Adapun tujuan dari survei ini adalah sebagai berikut: a) Sebagai salah satu tugas dari mata kuliah koperasi b) Untuk mengetahui apakah koperasi Bahari Jaya menggunakan prinsip- prinsip koperasi c) Untuk menerapkan ilmu-ilmu koperasi yang sudah dipelajari secara langsung.
  2. 2. 2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian Koperasi Drs. Arifinal Chaniago (1984) dalam bukunya Perkoperasian Indonesia memberikan definisi, “ Koperasi adalah suatu perkumpulan yang beranggotakan orang – orang atau badan hukum yang memberikan kebebasan masuk dan keluar sebagai anggota dengan bekerja sama secara kekeluargaan menjalankan usaha untuk mempertinggi kesejahteraan”. Munkner mendefinisikan koperasi sebagai organisasi tolong – menolong yang menjalankan “urus niaga” secara kumpulan, yang berazaskan konsep tolong – menolong.Aktivitas dalam urusniaga semata – mata bertujuan ekonomi, bukan social seperti yang dikandung gotong – royong. Koperasi adalaah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi, dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat, yang berdasar atas azas kekeluargaan. 4 unsur koperasi Indonesia: a) Koperasi adalah badan usaha b) Koperasi adalah kumpulan orang – orang atau badan hukum koperasi c) Koperasi Indonesia , koperasi yang bekerja berdasarkan prinsip – prinsip koperasi d) Koperasi Indonesia adalah gerakan ekonomi rakyat Sehingga dapat disimpulkan bahwa koperasi adalah: 1) Koperasi adalah perkumpulan orang-orang 2) Penggabungan orang-orang berdasarkan kesukarelaan 3) Terdapat tujuan ekonomi yang ingin dicapai 4) Koperasi berbentuk organisasi bisnis yang diawasi dan dikendalikan secara demokratis 5) Terdapat kontribusi yang adil terhadap modal yang dibutuhkan 6) Anggota koperasi menerima resiko dan manfaat secara seimbang
  3. 3. 3 2.2. Tujuan Koperasi Berdasarkan UU No. 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian pasal 3 , tujuan koperasi adalah memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Berdasarkan UU No. 17 tahun 2012 tentang Perkoperasian pasal 4 , tujuan koperasi adalah meningkatkan kesejahteraan Anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, sekaligus sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari tatanan perekonomian nasional yang demokratis dan berkeadilan. 2.3. Prinsip Koperasi Prinsip koperasi menurut para ahli, adalah sebagai berikut: 1. Menurut Freidrich William Raiffeisen (1818-1888) , dari Jerman , prinsip koperasi adalah sebagai berikut. a) Swadaya b) Daerah kerja terbatas c) Sisa hasil usaha (SHU) untuk cadangan d) Tanggung jawab anggota tidak terbatas e) Pengurus bekerja atas dasar kesukarelaan f) Usaha hanya kepada anggota g) Keanggotaan atas dasar watak, bukan uang 2. Menurut Hans H. Munkner, prinsip koperasi adalah sebagai berikut. a) Keanggotaan bersifat sukarela b) Keanggotaan terbuka c) Identitas sebagai pemilik dan pelanggan d) Manajemen dan pengawasan dilakukan secara demokratis e) Perkumpulan dengan sukarela f) Kebebasan dalam pengambilan keputusan dan penetapan tujuan g) Pendistribusian yang adil dan merata akan hasil-hasil ekonomi
  4. 4. 4 Prinsip koperasi menurut Undang-Undang adalah sebagai berikut: 1) Prinsip Koperasi Indonesia Menurut UU No. 12 tahun 1967 adalah sebagai berikut. a) Sifat keanggotaannya sukarela dan terbuka untuk setiap WNI b) Rapat anggota ialah kekuasaan tertinggi sebagai cermin demokrasi dalam koperasi. c) Pembagian SHU diatur menurut jasa masing-masing anggota d) Adanya pembatasan bunga atas modal e) Mengembangkan kesejahteraan anggota khususnya dan masyarakat umumnya f) Usaha dan ketatalaksanaannya bersifat terbuka g) Swadaya, swakarya, dan swasembada sebagai pencerminan prinsip dasar percaya pada diri sendiri. 2) Prinsip Koperasi Indonesia Menurut UU No.25 tahun 1992 adalah sebagai berikut. a) Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka b) Pengelolaan dilakukan secara demokrasi c) Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan jasa masing- masing d) Pemberian batas jas yang terbatas terhadap modal e) Pendidikan perkoperasian f) Kerja sama antar koperasi 3) Prinsip koperasi Indonesia Mmenurut UU No. 27 Tahun 2012 pasal 6 adalah sebagai berikut: a) keanggotaan Koperasi bersifat sukarela dan terbuka b) pengawasan oleh Anggota diselenggarakan secara demokratis c) Anggota berpartisipasi aktif dalam kegiatan ekonomi Koperasi d) Koperasi merupakan badan usaha swadaya yang otonom, dan independen e) Koperasi menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan bagi Anggota, Pengawas, Pengurus, dan karyawannya, serta
  5. 5. 5 memberikan informasi kepada masyarakat tentang jati diri, kegiatan, dan kemanfaatan Koperasi f) Koperasi melayani anggotanya secara prima dan memperkuat Gerakan Koperasi, dengan bekerja sama melalui jaringan kegiatan pada tingkat lokal, nasional, regional, dan internasional g) Koperasi bekerja untuk pembangunan berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakatnya melalui kebijakan yang disepakati oleh Anggota. 2.4. Pengertian koperasi simpan pinjam Koperasi Simpan Pinjam merupakan salah satu lembaga keuangan bukan bank yang bertugas memberikan pelayanan masyarakat, berupa pinjaman dan tempat penyimpanan uang bagi masyarakat. 2.5. Prinsip koperasi simpan pinjam Usaha koperasi yang dikelola oleh para anggota dengan membentuk kepengurusan koperasi melalu Rapat Anggota yang pelaksanaan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi. 2.6. Manfaat koperasi simpan pinjam 1. Anggota dapat memperoleh pinjaman dengan mudah dan tidak berbelit – belit. 2. Proses pembagian bunga adil, karena disepakati dalam rapat anggota. 3. Pada saat peminjaman dana, tidak menggunakan syarat adanya jaminan. 2.7. Manajemen koperasi simpan pinjam Ruang lingkup kegiatan usaha koperasi simpan pinjam secara umum adalah penghimpunan dan penyaluran dana yang berbentuk penyaluran pinjaman terutama dari dan untuk anggota. Kegiatan dari sisi pasiva, koperasi simpan pinjam melakukan kegiatan penghimpunan dana baik dari anggota ataupun masyarakat umum. Bentuk penghimpunan dana ini bisa berupa tabungan atau simpanan sedangkan dari masyarakat bisa berbentuk pinjaman modal usaha.
  6. 6. 6 Sedangkan kegiatan dari sisi aktiva adalah melakukan upaya untuk memperoleh laba dengan cara mengalokasikan dari hasil penghimpunan dana yang disalurkan kepada anggota dalam bentuk pinjaman. Dilihat secara rincinya, kegiatan koperasi adalah sebagai berikut: 1. Koperasi simpan pinjam dituntut mampu melayani penyimpanan dan juga penarikan dana oleh anggota sesuai dengan ketentuan dan kesepakatan. 2. Koperasi simpan pinjam juga menyalurkan dana yang terkumpul dari anggota yang di masa datang akan diterima kembali secara bertahap. Di kedua kegiatan diatas, harus dikelola sedemikian rupa agar kegiatan penghimpunan dan penyaluran dana berjalan dengan seimbang. 2.8. Penghimpunan dana koperasi simpan pinjam Dana – dana yang dihimpun oleh koperasi simpan pinjam dimasukkan kedalam hutang atau ekuitas atau kekayaan bersih. Jika dilihat dari sumbernya, dana yang berbentuk hutang berasal dari tabungan kemudian simpanan berjangka atau pinjaman yang diterima koperasi simpan pinjam. Sedangkan yang bersumber dari kekayaan bersih, diantaranya berasal dari sumber simpanan wajib anggota dan simpanan sukarela, cadangan umum di tahun berjalan. Simpanan menurut PP Tahun 1995 simpanan adalah dana yang dipercayakan oleh anggota, calon anggota, koperasi lain dan atau anggotanya kepada KSP/USP. Sementara itu, ada jenis simpanan lain dari anggota yang merupakan kekayaan bersih bagi KSP/USP, yaitu simpanan pokok dan simpanan wajib(bagi KSP). 2.9. Jenis simpanan koperasi simpan pinjam 1. Simpanan Pokok Simpanan pokok adalah sejumlah uang yang sama banyaknya dan atau sama nilainya yang wajib di bayarkan pada koperasi saat masuk menjadi anggota. Simpanan pokok tidak dapat diambil selama masih menjadi anggota.
  7. 7. 7 2. Simpanan Wajib Simpanan wajib adalah sejumlah simpanan tertentu yang tidak harus sama, wajib dibayar oleh anggota kepada koperasi dalam waktu dan kesempatan tertentu. Simpanan wajib tidak dapat diambil selama masih menjadi anggota. 3. Tabungan Koperasi Tabungan koperasi adalah simpanan pada koperasi yang penyetorannya dilakukan berangsur – angsur dan penarikannya hanya dapat dilakukan oleh anggota yang bersangkutan atau kuasanya dengan menggunakan Buku Tabungan Koperasi, setiap hari pada jam kerja koperasi. 2.10. Ketentuan – ketentuan Ketentuan – ketentuan yang berkaitan dengan tabungan meliputi: 1. Penyetoran dan pengambilan dapat dilakukan setiap saat pada jam kerja. 2. Jumlah setoran minimal pertama (saat pembukaan tabungan) dan setoran minimal selanjutnya. 3. Jumlah saldo minimal yang harus ada dalam tabungan. 4. Penyetoran dapat dilakukan oleh siapa saja, tidak harus pemilik tabungan. 5. Pengambilan tabungan hanya dapat dilakukan oleh pemilik tabungan atau yang diberi kuasa. 6. Sebagai imbalan, KSP/USP memberikan bunga tabungan kepada penyimpan. 7. Bunga tabungan dihitung menggunakan metode tertentu misalnya saldo rata – rata harian, saldo terkecil atau yang lainnya. 8. Pembayaran bunga dilakukan setiap akhir bulan dengan menambahkannya kedalam saldo tabungan. 9. Penanggung jawab perhitungan adalah bagian pembukuan. 10. Simpanan Berjangka Koperasi Simpanan Berjangka Koperasi adalah simpanan pada koperasi yang penyetorannya dilakukan satu kali untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan
  8. 8. 8 perjanjian antara penyimpan dengan koperasi yang bersangkutan dan tidak boleh diambil sebelum jangka waktu tersebut berakhir. Ketentuan – ketentuan yang berkaitan dengan Simpanan Berjangka meliputi: 1. Calon penyimpan pada simpanan berjangka disyaratkan terlebih dahulu untuk menjadi penabung. 2. Jumlah setoran minimal. 3. Sebagai imbalan, penyimpan akan mendapatkan bunga sesuai dengan jangka waktu simpanan berjangka tersebut. 4. Pembayaran bunga simpanan berjangka dilakukan setiap akhir bulan dengan menambahkannya kedalam saldo tabungan.
  9. 9. 9 BAB III METODOLOGI SURVEI 3.1. Waktu Survei Survei kami lakukan pada: Hari : Rabu, 10 Desember 2014 3.2. Lokasi Survei Survei yang kami laksanakan berlokasi di Perum Aur Duri Blok Kelurahan Penyengat Sembah Kecamatan Telanai Pura-Jambi. 3.3. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang kami lakukan adalah wawancara. 3.4. Sumber Data Data dari survei yang kami lakukan adalah data primer yang berasal dari tanya jawab langsung terhadap petugas koperasi dan data sekunder yaitu berupa catatan keuangan koperasi.
  10. 10. 10 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN I. Nama koperasi : Koperasi Bahari Jaya II. Jenis koperasi : Koperasi simpan-pinjam III. Alamat : Perum Aur Duri Blok Kelurahan Penyengat Rendah Kecamatan Telanai Pura-Jambi. IV. Badan Hukum : Koperasi Nomor 20/BH/VII.10/2011 tahun 2011 V. Alamat Koperasi : Perum Aur Duri Blok F No. 19 Kel. Penyengat Rendah Kecamatan Telanai Pura – Jambi VI. Visi, Misi dan Moto : a) Visi : menjadikan koperasi yang mandiri dengan mengedepankan pelayanan terbaik di dalam membangun dan mengembangkan potensi ekonomi rakyat b) Misi : meningkatkan kinerja koperasi yang sehat memberikan pelayanan terbaik kepada anggota /calon anggota c) Moto : maju dan sukses bersama anggota VII. Pengurus : 1. Ketua : Bp. B. Hutauruk 2. Sekretaris : Ira 3. Bendahara : Septia VIII. Produk Dan Layanan : a. Simpanan Usaha mandiri (Simpundi) Merupakan simpanan yang dapat ditarik sewaktu waktu dengan kewmudahan pelayanan di kntor maupun tempat usaha (jemput bola).
  11. 11. 11 b. Simpanan Siswa Cendikia Produk simpanan terencana yang ditujukan untuk mempersiapkan masa depan dana pendidikan anak. c. Tabungan Hari Raya (TAHARA) Produk simpanan terencana yang ditujukan untuk mempersiapkan apapun hari raya anda d. Simpanan Berjangka Simpanan berjangka yang memberikan jasa setiap bulannya sesuai kesepakatan dengan koperasi tentunya dengan jasa yang relative tinggi dan dapat dijadikan fasilitas jaminan untuk kebutuhan pembiayaan anggota,tersedia flexibilitas jangka waktu sesuai kondisi keuangan anggota yaitu 3 bulan, 6 bulan dan 12 bulan. IX. Struktur organisasi : Komitmen : Selalu berusaha menjadi koperasi yang mandiri dan prefesional dalam mewujudkan dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota, khususnya masyarakat pada umumnya. ketua sekertaris bendahara wakil ketua anggota
  12. 12. 12 X. Pembagian sisa hasil usaha (Sisa Hasil Usaha) sebagai berikut : a) 25% cadangan umum b) 50% dana pembagian anggota c) 15% dana pendidikan d) 5% dana kesejahteraan karyawan e) 2,5% dana pembangunan daerah kerja f) 2,5% dana sosial XI. Persyaratan Pinjaman A. Persyaratan Pinjaman Bagi Pegawai Negeri Sipil 1. SK pengankatan menjadi PNS (asli) 2. SK golongan / pangkat terakhir (asli) 3. TASPEN (asli) 4. KARPEG (asli) 5. BPKB (Tahun 2005 keatas) Hak milik (asli) 6. Poto copy KTP suami / istri masing – masing 1 lembar 7. Poto copy KK 1 lembar 8. Pas foto suami / istri masing –masing 1 lembar 9. Slip gaji bulan terakhir 10. SK terakhir 11. SK berkala terakhir Ketentuan yang berlaku 1. Permohonan pinjaman harus disetujui dan ditandatangani oleh  Kepala kantor dan ditambah cap / stempel  Bendahara  Suami / istri 2. Sebelum pinjaman dicairkan calon peminjam terlebih dahulu disurvei oleh petugas koperasi kebendahara / instansi yang bersangkutan dan ke alamat tempat tinggal calon peminjam. 3. Besar peminjaman harus disesuaikan dengan kemampuan setiap bulan. 4. Besar administrasi 5% dari pinjaman 5. Materai 6000 sebanyak 3 lembar
  13. 13. 13 6. Simpanan baru Rp. 5000 7. Lamanya pinjaman 12 – 24 bulan 8. Pengambilan pinjaman tidak boleh dikuasakan 9. Hal – hal kurang jelas dapat ditanyakan ke alamat kantor. B. Persyaran Pinjaman Bagi Swasta 1. Sertifikat rumah (Asli) 2. Sertifikat tanah (Asli) 3. BPKB (Tahun 2005 keatas) Hak milik (asli) 4. Poto copy KTP suami / istri masing – masing 1 lembar 5. Poto copy KK 1 lembar 6. Pas foto suami / istri masing –masing 1 lembar Ketentuan yang berlaku 1. Sebelum pinjaman dicairkan calon peminjam terlebih dahulu disurvei oleh petugas koperasi ke tempat tinggal calon peminjam. 2. Besar peminjaman harus disesuaikan dengan kemampuan mengangsur setiap bulan 3. Permohonan pinjaman harus disetujui dan ditandatangani oleh suami/istri 4. Besar administrasi 5% dari pinjaman 5. Materai 6000 sebanyak 3 lembar 6. Simpanan baruRp. 5000 7. Lama nya pinjaman 12 – 24 bulan 8. Pengambilan pinjaman tidak boleh dikuasakan atau diwakilkan 9. Hal – hal kurang jelas dapat ditanyakan ke alamat kantor XII. Jumlah anggota Dari pertama terbentuknya koperasi Bahari Jaya ini, bermula dari 20 orang sebagai anggota dan hingga saat ini jumlah anggota sudah mencapai kurang lebih 100 orang. XIII. Sistem pembukuan Koperasi Bahari Jaya hanya mempunyai 1 pembukuan seharusnya pembukuan yang baik ada 12 – 16 buku, koperasi ini tidak mempunyai ADRT.
  14. 14. 14 XIV. Sistem peminjaman Dari setiap peminjaman di koperasi Bahari Jaya dikenakan bunga 3% setiap bulannya, berapa pun besar peminjaman yang dipinjam. Misalnya Rp. 1.000.000 dalam jangka waktu satu tahun, yang harus dibayar perbulannya adalah sebesar RP.114.000 sudah termasuk bunga peminjaman. Apabila peminjam telat membayar angsuran pinjaman perbulan akan dikenakan denda Rp. 2000 per 4 hari.
  15. 15. 15 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Dari hasil survei yang tela kami lakukan, maka kami dapat menyimpulkan: a) Koperasi adalah suatu perkumpulan yang beranggotakan orang – orang atau badan hukum yang memberikan kebebasan masuk dan keluar sebagai anggota dengan bekerja sama secara kekeluargaan menjalankan usaha untuk mempertinggi kesejahteraan. b) Prinsip Koperasi yaitu: keanggotaan koperasi bersifat sukarela dan terbuka, pengelolaan koperasi dilakukan secara demokratis, pembagian laba (sisa hasil usaha) dilakukan secara adil dan sebanding dengan besar jasa para anggota, kemandirian, pendidikan perkoperasian, kerjasama antar koperasi. c) Koperasi Simpan Pinjam merupakan salah satu lembaga keuangan bukan bank yang bertugas memberikan pelayanan masyarakat, berupa pinjaman dan tempat penyimpanan uang bagi masyarakat. d) Koperasi Bahari Jaya adalah koperasi swasta yang beranggotakan kurang lebih 100 orang dan setiap anggota yang meminjam dikenakan bunga sebesar 3%, jika terjadi keterlambatan dalam proses pembayaran angsuran setiap bulannya dikenakan denda sebesar Rp. 2000 / 4 hari. e) Rata- rata anggota koperasi Bahari Jaya ini adalah swasta dan pegawai negeri sedangkan petani hanya sedikit, berkisar antar 2-4 orang. 5.2. Saran Koperasi Baharai Jaya ini belum sempurna dan memiliki kekurangan, maka kelompok kami memberikan beberapa saran sebagai berikut: a. Sebaiknya Koperasi Bahari Jaya ini memiliki ADRT yang jelas dan tertulis dan diketahui oleh seluruh anggota koperasi. b. Sebaiknya Koperasi Bahari Jaya ini meiliki pembukuan yang jelas dan lengkap. c. Seharusnya koperasi Bahari Jaya memiliki kerjasama dan komunikasi yang lebih interaktif antar anggota dan pengurus koperasi.

×