Sekilas Sejarah Reformasihttp://web.archive.org/web/20020702093842/http://www.padhangmbulan.com/spek/g5.htmPak Harto Mener...
Apakah ini suatu jebakan? Sangat mungkin, seandainya kemudian tidak terbukti bahwa iabenar-benar mundur dari jabatannya.Ka...
Bahkan menantunya sendiri pun sudah sejak lama menasehatinya agar mundur. Di JawaTengah sekitar awal 90-an saya pernah dic...
Bulan atau apapun itu ada hubungannya dengan mundurnya Pak Harto. Sekarang inimusim jamur pahlawan, dan kita tidak mendaft...
dipakai? Batasnya seberapa? Apakah yang saya tidak boleh ketemu hanyalah Pak Hartosaja ataukah juga anak-anaknya, atau bah...
Pasien Menentukan Siapa Dokternya & Kegembiraan Seluruh RakyatKenapa yang diundang hanya tokoh Islam, sehingga tidak mence...
Di mata umum, termasuk kalangan menengah serta tokoh-tokoh, Soeharto ternyatasangat besar, kuat dan menakutkan, sehingga t...
melalui resiko dengan aparat, melalui akibat pada pencekalan-pencekalan. Dan itu tetapwajib saya lakukan tidak perduli pre...
Dan ternyata "Saadullah yualliqul jaros". Allah mengabulkan harapannya. Sesungguhnyadialah pahlawan turunnya Soeharto, ses...
Dalam kasus pertemuan 2,5 jam itu, Pak Harto maupun kami bersembilan memilikikesalahan sangat fatal. Pak Harto menyangka k...
membenci si hamba Allah itu sebagai manusia, melainkan karena wajib menjalankankeadilan dan amar makruf nahi munkar...."P....
mau sampai ke saya, mendadak ada fotografer mendesak saya dari belakang sehinggasaya mau jatuh, dan spontan saya lompat ke...
Di Istana ataupun di tempat-tempat yang saya sebut itu yang terjadi sama saja:komunikasi dan inter-edukasi atau pemberdaya...
saya melakukan reformasi? Beberapa hari yang lalu? Beberapa bulan atau beberapatahun yang lalu?Saya berusaha mereformasika...
Memanggil WirantoSelain tim 9 siapa saja pejabat yang hadir di sana, apakah mereka turut mempengaruhiforum?Tidak ada, kecu...
untuk kolusi, mestinya dulu-dulu dong, kenapa baru berkolusi ketika setiap orangIndonesia sudah meminta Pak Harto mundur. ...
Mereka berdebat dan akhirnya menyepakati untuk sama-sama mendekati titik itu supayajelas apa itu dan siapa yang benar. Tib...
Itu sangat bagus dan indah. Tidak ada yang lebih saya butuhkan dalam kehidupan yanghanya sekali ini kecuali kontrol ketat ...
paginya semua ayam di lapangan itu memakai emblim yang dikalungkan di leher masing-masing mereka yang berbunyi "Ayam Goren...
kekalahan politik dan hukum yang mereka alami, tak ada yang memperhatikankehidupan mereka. Bisa melalui peleburan dengan s...
Soeharto, sehingga di akhir acara itu saya mengajak hadirin berdoa semoga Allah swt.memperkenankan Pak Harto memilih husnu...
kumpulan tulisan saya di tabloid Adil selama masa krisis sampai Soeharto jatuh. Sayabukan pahlawan, tapi saya juga bukan t...
Kalau konteks yang Anda maksudkan adalah khawatir kalau sikap kritis sayamempengaruhi proses kehamilan istri saya, maka sa...
Saya yakin, untuk mengetahui apa yang saya lakukan di dunia ini, sebaiknya pedomanAnda bukanlah media massa, sebab saya bu...
Pukul 23.30-an Cak Nur sudah pamit pulang, tapi saya memintanya untuk bertahansebentar, kemudian melalui berbagai sarana s...
tersenyum-senyum karena gembira orang tua itu mau menerima nilai zuhud dan taubah.Itulah yang disebut madeg pandito. Keban...
Dalam kegembiraan dan rasa syukur oleh Soeharto yang berhasil mereformasi dirinyasendiri itu, saya tidak boleh memakai acu...
satu visi kebangsaan atau keummatan yang memfokuskan perhatiannya padakemashlahatan seluruh bangsa dan menomerduakan gejol...
atau gerak yang harus dilakukan. Tiba-tiba, belum lima menit kesepakatan dicapai,mendadak sang mulut bicara sendiri semau ...
aktivis. Masyarakat kita amat sangat mudah dimakan isyu, sebagaimana mereka jugaamat sangat mudah mengangkat pemimpin kemu...
Gus Dur Kena Palu Godam dan tidak Jadi Presiden tidak PathekenSiapa juru bicara dalam pertemuan itu?Saya dong!..Eh, sorry....
setiap kecamatan, Pak Harto menjawab banyak dan menceritakan tentang KUD dll, yangmenurut saya jawaban itu mencerminkan ba...
Apa yang Anda perlukan? Kebesaran jiwa? Ketahanan hati? Ya begitulah. Kalau Andasudah mengenal zuhud, sudah merasakan inda...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Sekilas Sejarah Reformasi

2,779 views

Published on

Published in: News & Politics
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,779
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Sekilas Sejarah Reformasi

  1. 1. Sekilas Sejarah Reformasihttp://web.archive.org/web/20020702093842/http://www.padhangmbulan.com/spek/g5.htmPak Harto Menerima Saran untuk MundurSebagai orang yang dikenal kritis, kenapa Anda mau mendatangi undangan untukketemu dengan Pak Harto di Istana, padahal hal itu terjadi tatkala semua orangmeminta dia mundur?Pada tanggal 18 malam Cak Nur menelepon ke rumah, diterima oleh istri saya, karenasaya sedang ada acara shalawatan di sebuah kampung kumuh di Jakarta Utara. Mengutipomongan istri saya, Cak Nur mengemukakan, begini persisnya: "Waduh alhamdulillah DikVia, berkat doa Cak Nun dua hari yang lalu itu, Pak Harto menerima semua saran-sarankita. Artinya, Pak Harto bersedia untuk mundur dari jabatannya. Besok kita diundangbertemu untuk membicarakan bagaimana langkah yang terbaik untuk mundur."Yang dimaksud doa saya adalah ketika mengakhiri konperensi pers di Hotel Wisata duahari sebelumnya, yang entah kenapa membuat orang tegar macam Eki Syahrudinmenangis tersenggak-senggak.Yang dimaksud "langkah yang terbaik untuk mundur" adalah suatu prosedur yang bisamenghindarkan konflik-konflik di masyarakat, serta yang betul-betul bisa mengantarkanrakyat menuju proses reformasi yang substansial dan nyata.Yang dimaksud "Pak Harto menerima saran kita" adalah formula-formula yangdidiskusikan oleh Cak Nur dan sejumlah teman di Hotel Regent kemudian besoknyadikonperensi-perskan, dipublikasikan, serta di-cover oleh Pak Saadillah Mursyid untukdiberikan kepada Pak Harto.Jebakan dan DustaKarena mau bertemu dengan Pak Harto di Istana itu, Anda dan tim 9 lainnya dituduhpengkhianat reformasi, karena mereka menginginkan Pak Harto turun, dan Anda telahterjebak pada wilayah politik yang di kendalikan Pak Harto. Bagaimana Anda menyikapihal ini?
  2. 2. Apakah ini suatu jebakan? Sangat mungkin, seandainya kemudian tidak terbukti bahwa iabenar-benar mundur dari jabatannya.Kami mempertaruhkan nyawa, nama baik dan seluruh hidup kami di hadapan mataseluruh rakyat Indonesia. Mosok se rek saya memperjuangkan hidup hampir setengahabad lantas begitu gampang saya hancurkan sendiri melalui sebuah peristiwa yang hanya2,5 jam.Seandainya sesudah pertemuan itu sampai batas waktunya Pak Harto ternyata berdusta,ya paling tidak saya akan menggeletakkan tubuh saya di depan Istana, dan tidakberanjak sampai Pak Harto memenuhi janjinya, atau sampai saya diciduk, diangkut dandibuang. Sebagai orang kecil, ya hanya itu yang bisa saya lakukan.Kalaupun Anda tidak percaya bahwa saya punya tanggung jawab kepada bangsaIndonesia, setidak-tidaknya Anda tidak boleh menuduh bahwa saya tidak bertanggungjawab kepada diri saya sendiri, kepada harga diri dan kehormatan saya sendiri.Dan seandainya jebakan dan dusta itu terjadi, salah satu sisinya akan sangatmenyenangkan bagi saya. Karena dengan tidur di Istana, saya terbebas dari berbagaimacam pekerjaan sosial yang selama ini menyandera saya siang dan malam. Saya tidakharus omong apa-apa, tidak harus menolong orang, tidak harus meladeni ini dan itu,tidak harus berpikir apa-apa kecuali membawa satu kalimat saja: "Kok Sampeyanberdusta, yok opo se? Katanya tidak jadi presiden tidak patheken!....."Melunak Hatinya atau Hancur Seluruh SejarahnyaApakah tim 9 sepakat bahwa reformasi yang dituntut mahasiswa dan masyarakatselama ini identik dengan Pak Harto harus mundur? Apakah Pak Harto kemudianmenyadari bahwa dirinya memang harus mundur? Adakah di antara tim9 yangmendesakkan agar Pak Harto harus mundur saat itu juga?Jangankan kami bersembilan, seluruh rakyat Indonesia sampai yang paling pelosok punsaya kira sepakat bahwa Pak Harto harus mundur. Baik karena sebel, karena inginkesegaran baru, atau karena kasihan sudah sepuh kok masih mengemban tugas yangbegitu berat. Jadi semua dari sembilan orang itu, tema utama pembicaraannya sama:Pak Harto harus mundur hari itu juga.
  3. 3. Bahkan menantunya sendiri pun sudah sejak lama menasehatinya agar mundur. Di JawaTengah sekitar awal 90-an saya pernah dicekal dua tahun gara-gara di depan teman-teman Kodam, Muspida, BP7, mahasiswa dan wartawan, saya mengecam rakyatIndonesia yang berlaku sangat kejam kepada Pak Harto. [Mengenai pencekalan Emha diJawa Tengah-bahkan di beberapa tempat di luar Jawa-oleh aparat, berita, reaksi danulasannya dapat dibaca di berbagai pemberitaan media-massa bulan Mei 1993]."Menjadi presiden itu memangnya enak!" begitu saya ungkapkan waktu itu, "mau belipecel di pojok pasar ndak bisa. Mau main bola sama orang kampung ndak bisa. Maunonton bola sambil kemul-kemul sarung ndak bisa. Pokoknya jadi presiden itu susahnyabukan main. Ke mana-mana diawasi, dikawal seperti pesakitan, mau telpon sendirikepada handai tolan juga tidak bebas. Jadi sangat saya kecam keputusan rakyatIndonesia yang begitu sadistik, yang terus menerus menyuruh Pak Harto menjadipresiden. Mbok ya mulai pemilu besok itu merdekakan beliau, agar bisa menikmati sisahidupnya sebagai manusia biasa sebagaimana kita semua...."Alhasil sejak dahulu kalapun kita sudah sepakat sebaiknya Pak Harto mundur. Dan otaksaya belum cukup gila untuk membiarkan diri saya yang sudah sengsara dan dilumurifitnah dan salah sangka ini-menemui Pak Harto di depan ratusan wartawan dan ratusanjuta penonton televisi, dalam keadaan di mana saya berpikiran bahwa sebaiknya PakHarto terus saja jadi presiden.Sejak dulu masyarakat selalu saya ajak berdoa bagi husnul khatimah-nya Pak Harto. DiPadhang Bulan 11 Mei 1998 pun, sesudah di awal pengajian kalimat pertama saya adalah"Pak Harto sekarang sudah tidak punya waktu lagi. Bulan ini juga ia harusmengembalikan kekuasaan kepada rakyat..."-lantas kami berdoa massal dan sayamemohon Ibunda saya memimpin pembacaan Hizib Nashr agar Allah memberi dua pilihankepada Pak Harto untuk dipilih salah satu. Yakni, melunak hatinya dan menjauhkan diridari kekuasaan yang sudah sangat menguasainya, atau hancur seluruh sejarahnya. [Bacatranskrip isi pengajian Padhang Bulan 11 Mei 1998 tersebut di dalam buku ini: "Hari-hariTerakhir Presiden ...."]Kemudian menurut pandangan saya yang dlaif, pada pertemuan itu Pak Harto sudahmemilih yang pertama. Tapi meskipun demikian toh saya tidak tahu apakah doa Padhang
  4. 4. Bulan atau apapun itu ada hubungannya dengan mundurnya Pak Harto. Sekarang inimusim jamur pahlawan, dan kita tidak mendaftarkan diri jadi pahlawan, melainkanmengupayakan perbaikan.Pendekatan Simbolik dan Pendekatan SubstansialApakah Anda tidak menyadari betapa kecewanya orang banyak melihat Anda datang keIstana dan bertemu dengan Pak Harto?Pertemuan itu berlangsung tanggal 18 Mei 1998. Seandainya terdapat peluang semacamitu beberapa tahun yang sebelumnya, atau sekurang-kurangnya beberapa bulansebelumnya, tentu lebih bagus-karena mestinya Pak Harto mundur dulu-dulu, akan lebihjantan dan lebih terhormat.Saya paham, banyak orang kecewa melihat saya ada di Istana dan bertemu dengan PakHarto. Mudah-mudahan itu semata-mata karena mereka mencintai saya, sehingga tidakbersedia melihat saya berada bersama orang lain yang mereka tidak sukai atau bahkansudah sangat menjengkelkan mereka puluhan tahun.Saya mungkin GR dengan mengutip pernyataan Allah "lâ talbisul-haqqa bil-bâthil,"jangan campur adukkan kebenaran dengan kebatilan. Dalam konteks Orba, orang punyabanyak argumentasi untuk meletakkan Pak Harto pada kategori bathil. Tetapi sok jugakalau saya merasa bahwa saya ada di pihak haq" atau kebenaran. Namun sekedar untukmemakainya sebagai terminologi, barangkali ayat itu bisa menjelaskan kemarahansejumlah orang kenapa saya datang ke Istana.Hanya saja, mohon maaf, pendekatan mereka masih simbolik, tidak substansial.Ibaratnya begini: pokoknya asal kita berboncengan sepeda motor dengan Pak Lurah, kitadianggap melakukan kolusi dengan Pak Lurah. Begitulah cara pandang simbolik.Padahal, kalau dipakai pendekatan substansial: yang kami lakukan adalah tergesa-gesamenuju tempat di mana ada rumah kebakaran, dan kami harus segera membantumengatasinya. Jadi mestinya tanya-tanya dulu atau diselidiki dengan seksama kenapakita naik motor bersama Pak Lurah. Tidak asal tuding.Sebenarnya bagaimana sih latar belakang kekecewaan itu? Apa paremeter persisnya yang
  5. 5. dipakai? Batasnya seberapa? Apakah yang saya tidak boleh ketemu hanyalah Pak Hartosaja ataukah juga anak-anaknya, atau bahkan juga semua birokrat dan semua aparatpemerintah?Apakah kalau saya pergi shalat jumatan saya harus selidiki dulu: kalau ada Pak Camatatau Dansek shalat di situ, maka saya tidak akan sudi bersembahyang bersama mereka?Apakah sebaiknya saya jangan sampai melewati jalan tol karena ada bau Mbak Tutut diaspalnya? Atau bagaimana?Saya tidak akan mau datang bersama Cak Nur dll. itu bertemu Pak Harto kalau tidakdalam keadaan ada jaminan dan kepastian sikap dari Pak Harto sendiri bahwa ia akanmundur. Justru karena Pak Harto pasti mundur maka saya mau ikut ketemu.Kepastian mundurnya Pak Harto itu, sekali lagi, dinyatakan sesudah ia membaca hasilkonferensi pers kami sebelumnya serta mendapatkan copy teks yang dibacakan dalamkonferensi pers itu sesudah disodorkan oleh Mensesneg. Melalui Mensesneg Pak Hartomenyatakan bersedia menerima saran-saran konferensi pers itu, menyatakan siapmundur kapan saja, tinggal dirundingkan bagaimana cara yang terbaik , yang tercepatnamun minimal resiko-resikonya bagi bangsa Indonesia.Kita berhak dan wajar untuk tidak percaya kepada jaminan dan sikap Pak Harto untukmundur. Jaminan itu fakta, dan ketidakpercayaan atau kepercayaan kita adalah jugafakta. Yang lebih faktual dari fakta itu mestinya adalah kenyataan bahwa akhirnya PakHarto benar-benar mundur, pada saat ia masih memegang power, masih dipatuhi ABRIdan bisa secara legal memberlakukan keadaan darurat kemudian menguasai semuakeadaan. Mundurnya Pak Harto itu membuat fakta tentang jaminannya menjadi benar,meskipun tak usah kita permasalahkan tentang fakta kepercayaan atau ketidakpercayaankita.Kalau pertanyaan Anda itu logikanya adalah "kenapa mau ketemu dengan musuh", sayatidak sependapat dengan strategi atau moralitas atau kecengengan di balik pertanyaanitu. Panglima Perang Sabil mendatangi musuh besarnya, Panglima Perang Salib, bahkanuntuk mengobati sakitnya.
  6. 6. Pasien Menentukan Siapa Dokternya & Kegembiraan Seluruh RakyatKenapa yang diundang hanya tokoh Islam, sehingga tidak mencerminkan kebhinekaan?Pak Harto ingin cepat-cepat mundur, dan untuk itu secara pribadi ia membutuhkanketenangan batin. Sependengaran saya, ia langsung memanggil penasehat spiritualnya,Kiai Jalil dari Tulungagung, dan meminta saran beliau untuk menentukan siapa yangsebaiknya diundang, bersama dengan Cak Nur dkk.Pertimbangan siapa yang diundang berdasarkan effektivitas terhadap ketenangan batinPak Harto. Ibarat orang sakit, dia konsultasi kepada dokter spiritualnya untuk mintasaran menentukan siapa dokter-dokter spesialis yang sebaiknya diundang. Ibarat orangbutuh nasehat, ia sendiri yang tahu kepada siapa ia bisa mendapatkan nasehat.Sedangkan diundangnya Cak Nur dkk. semata-mata karena memang mereka, dan bukanlainnya, Bukan Pak Amin Rais atau Bang Buyung Nasution atau siapapun yangmengajukan formula-formula tentang mundurnya Pak Harto itu melalui konferensi persdi Hotel Wisata dua hari sebelumnya.Saya hanya berpikir bahwa pokoknya saya bergembira Pak Harto mau lengser keprabon.Itu adalah juga kegembiraan seluruh bangsa Indonesia. Kegembiraan sesudah memendamyang sebaliknya selama puluhan tahun, mudah-mudahan wajar kalau mengandung dayakonsentrasi yang melebihi soal-soal lainnya. Sama dengan kalau kesebelasan kita menangPiala Dunia, wajar kalau warung kita buka lebar-lebar dan kita gratiskan bagi siapa sajayang mau pesta merayakan kemenangan.Tapi rupanya cara berpikir saya itu keliru dan tidak dewasa. Namun waktu itu sayaberpikir: toh ada Cak Nur dan Gus Dur... masa mereka keliru dan tidak dewasa.Soeharto Bukan Monster Lagi & Tak Ada Hubungannya denganTakut atau BeraniApakah Anda sendiri takut menolak undangan itu? Apakah Anda sudah kena sihir sejakmenerima undangan itu, sehingga apalagi selama pertemuan dengannya?
  7. 7. Di mata umum, termasuk kalangan menengah serta tokoh-tokoh, Soeharto ternyatasangat besar, kuat dan menakutkan, sehingga tidak ada yang mau berurusan dengan dia-umpamanya berdebat konsep dan adu wibawa melalui Komite Reformasi. Sedemikianbesarnya Soeharto sehingga ia dianggap bukan manusia, melainkan monster, di manasetiap orang dan benda yang berdekatan dengannya dianggap pasti larut. Ada istilahumum: kalau ketemu Pak Harto, akan kena sirep, jadi bloon dan manut. Mungkin, kataorang, itu karena peran 39 dukun-dukunnya, atau support 4 pemimpin Jin Gunung Kawiyang mengelilinginya.Nyuwun sewu, tanpa bermaksud riya, hal demikian alhamdulillah tidak pernah berlakupada saya. Bukan karena saya kuat atau besar, melainkan justru karena saya lemah dankecil, sehingga satu-satunya yang bisa saya lakukan adalah berlindung pada kenyataanLâ haula wa lâ quwwata illâ billâh: Tak ada yang sungguh-sungguh menggeggam kuasa,kekuatan, pengaruh, wibawa, atau awu atas saya selain Allah. Tentu saja para kekasihAllah, para Rasul, Nabi, Auliya, orang-orang mustadhafîn (mereka yang dilemahkan),merefleksikan kuasa dan wibawa Allah yang pasti mengalahkan saya.Apakah saya tidak takut kepada Pak Harto? Kalau boleh berterus terang, lha wongkepada seekor ulat saja saya takut. Maka sejak lama, sejak sekitar 20 tahun yang laluketika saya mulai melontarkan kritik kepada Soeharto dan pemerintahannya melaluitulisan maupun di forum-forum-saya coba atur diri saya untuk menyadari bahwa soalmengkritik Soeharto itu tidak ada kaitannya dengan takut atau berani. Kalau sehelaidaun memuai, itu tidak karena berani. Kalau daun itu menguning dan layu, tidak karenatakut. Ayam berkokok tak ada hubungannya dengan berani, ayam tidak berkokok tidakada kaitannya dengan takut.Mengkritik penguasa itu sunnah, sebagaimana matahari harus terbit setiap hari dankokok ayam menandainya. Mengkritik penguasa itu menjalankan amanat amar makrufnahi munkar. Tidak ada urusan lain kecuali itu. Ya hanya itu saja konteksnya. Kalaupenguasa memutuskan 2 X 2 tidak = 4, ya kita nahi munkari dengan mengatakan bahwaitu 4.Saya melakukannya melalui ratusan tulisan saya di media cetak, melalui berpuluh-puluhbuku saya, melalui ribuan forum terbatas atau massal, melalui tabrakan dengan militer,
  8. 8. melalui resiko dengan aparat, melalui akibat pada pencekalan-pencekalan. Dan itu tetapwajib saya lakukan tidak perduli presidennya Soeharto atau Habibie atau Timbul. Dan ituwajib saya lakukan dari tempat tinggal saya di rakyat, karena saya memang tidak pernahlebih dari seorang rakyat biasa.Akan tetapi yang lebih penting adalah kenyataan tanggal 18 Mei itu di mana Pak Hartomemang sudah bukan monster lagi, melainkan seorang manusia yang sudah pasrah danmenemukan muthmainnah bagi kehidupan pribadinya. Itu pulalah yang dikemukakan GusDur tentang Pak Harto dalam pertemuan itu, meskipun tidak dengan bahasa seperti yangsaya gunakan."Doakan Saya", kata Saadillah Mursyid, si Pahlawan Sesudah Para MahasiswaApakah sebelum pertemuan di Istana itu, sudah ada kontak dengan Pak Harto?Cak Nur yang secara khusus terlibat dalam pra-meeting, terutama dengan SaadillahMursyid. Cak Nur yang menjajagi dan meyakinkan bahwa Pak Harto memang benar-benarbersedia mundur. Lha, sekali lagi, saya percaya sama Cak Nur. Masa saya ndak percayakepada kredibilitas seorang Dr. Nurcholish Madjid.Cak Nur bercerita bahwa Pak Mensesneg Saadillah Mursyid meminta doa kepada teman-teman agar Allah swt. memberinya kekuatan untuk menyodorkan teks saran-saran CakNur cs. itu kepada Pak Harto. Masalahnya, seperti berkali-kali saya bilang di forum: "Manyualliqul jaros"... Ceritanya, masyarakat tikus merasa pusing oleh seekor kucing raksasayang membuat hidup mereka tidak tenang. Kaum tikus berseminar dan menyimpulkan: dileher kucing harus kita kasih atau kita kalungi bunyi-bunyian, sehingga kalau kucing maudatang, semua tikus tahu dan bersiap-siap. Tapi di akhir seminar, para tikus menyadarisatu problem besar: "Man yualliqul jaros?" Siapa di antara tikus-tikus ini yang akanmengalungkan bunyi-bunyian di leher kucing?Demikianlah rombongan Menteri demi Menteri selalu menghadap Pak Harto dan hanyamengemukakan hal-hal yang menyenangkan Pak Harto saja. Informasi yang sampaikepada beliau tidak akurat, bahkan juga laporan-laporan bidang intelejen-sayamendengarnya sejak empat tahun sebelum Pak Harto mundur dari jabatannya.
  9. 9. Dan ternyata "Saadullah yualliqul jaros". Allah mengabulkan harapannya. Sesungguhnyadialah pahlawan turunnya Soeharto, sesudah gerakan para mahasiswa.Pak Amin Rais Sudah Sepakat dan Pak Harto Takut kepada Pak Amin RaisMengapa Muhammadiyah diwakili Malik Fadjar dan Sutrisno Muhdam, bukan Amien Rais,apakah pihak pengundang tidak berkenan atas aktivitas politiknya selama ini, ataukahkehendak Amien Rais sendiri?Itu juga saya tanyakan kepada Cak Nur dan lain-lain. Tapi proses dan konteks pertemuanitu semata-mata hanya dengan beberapa orang yang mengajukan saran, yakni Cak Nurdan kawan-kawan. Tidak ada hubungannya dengan Muhammadiyah, NU, orang Asmat,kelompok kebatinan atau apapun.Entah kenapa Pak Harto itu takut kepada Pak Amin Rais, sehingga ketika Cak Nurmengusulkan agar Pak Amin diundang, Pak Harto menjawab: "Ndak usah dululah...."Mungkin Pak Amin Rais, melalui pidato-pidatonya yang tegas dan keras itu punyakekuatan batin yang dahsyat, sehingga kalau Pak Harto berhadapan dengannya maka PakHarto tidak lagi punya kemampuan untuk tenang, sumeleh, zuhud dan pasrah. Orangyang berada di puncak ketakutan biasanya malah muncul harga dirinya, dan kalau PakHarto bangkit harga dirinya, maka bisa jadi ia tidak jadi mundur dari kursi kepresidenan.Akan tetapi memang mungkin ada ketidaktepatan redaksional pada pernyataan YusrilIhza Mahendra tatkala kepada wartawan ia mengatakan "ini kompromi terbaik". Orangbertanya: kompromi antara siapa dengan siapa? Siapa di sini yang mewakili apa? Akantetapi saya harus menyebut dengan penuh simpati bahwa Yusril sangat berperan dansaya tidak menangkap apapun dalam kepribadian Yusril yang berhubungan dengan ambisikekuasaan atau niat kolusi jenis apapun. Dalam pertemuan itu ia diajak oleh Cak Nursebagai pakar hukum dan tata negara, karena kami-kami lainnya bego dalam soal itu,meskipun belum pasti tidak bego di soal lainnya.Cak Nur dan Pak Malik Fajar menyatakan bahwa semuanya itu sudah sepengetahuan PakAmin Rais, bahkan pagi sebelum berangkat ke Istana mereka berdua sudah berundingdengan Pak Amin Rais dan terjadi kesepakatan. Lha saya yang junior ini masa ndakpercaya kepada dua senior yang sangat saya hormati itu.
  10. 10. Dalam kasus pertemuan 2,5 jam itu, Pak Harto maupun kami bersembilan memilikikesalahan sangat fatal. Pak Harto menyangka kami ini dipercaya oleh rakyat, dan kamisendiri GR untuk tidak sadar bahwa yang tidak dipercaya oleh orang banyak bukan hanyaPak Harto, tapi kami juga tidak dipercaya. Dan itulah yang membuat segala sesuatunyamenjadi kisruh.Sehingga diam-diam saya memohon kepada Tuhan: "Ya Allah, kalau Engkau juga tidakpercaya kepadaku, mampuslah aku...."Saya sangat memahami dan menerima kesalahpahaman dan ketidakpercayaan banyakorang atas pertemuan 2,5 jam itu-meskipun kalangan umum, orang-orang di pasar, dijalanan-jalanan, di kampung-kampung, seketemu saya dengan mereka tampak OK-OKsaja dan tulus. Saya berusaha mengapresiasi bahwa tingkat ketidakpercayaan umumkepada Pak Harto dan lembaga pemerintah (karena merupakan sumber dari krisis moral,krisis nilai, krisis politik, krisis budaya, serta segala macam krisis yang sangatmenyengsarakan rakyat) sudah melebihi optimal. Sehingga apapun yang ada indikasiSoeharto: langsung membuat orang apriori dan curiga. Bahkan sesudah Pak Harto benar-benar turunpun seakan-akan orang belum percaya bahwa ia sudah turun. Padahalsekurang-kurangnya dalam hal lengser dari kekuasaan, mestinya orang sudah bisapercaya kepada Pak Harto, karena ia memang sungguh-sungguh sudah turun darikursinya.Yang saya salah hitung mati-matian adalah ketidakpercayaan orang kepada Pak Hartojauh lebih besar dibanding secuil kepercayaan mereka kepada kami bersembilan.Sekarang saya engeh betul bahwa meskipun sudah puluhan tahun saya mencobabersikap kritis bahkan langsung menyebut nama Soeharto dan keluarga-bahkan di forumPondok Gontor saya pernah menuding-nuding Bambang Tri dengan tangan kiri sambilndadi seperti jaran kepang-toh orang belum percaya juga kepada kesungguhankerakyatan saya.Istri saya punya komentar menarik: "Sampeyan dulu disukai setiap mengkritik Pak Hartokarena mereka benci kepada Pak Harto, padahal Sampeyan mengkritik tidak karena
  11. 11. membenci si hamba Allah itu sebagai manusia, melainkan karena wajib menjalankankeadilan dan amar makruf nahi munkar...."P.T. Dengkulmu Mlicet dan P.T. Udelmu BodongBeberapa hari sebelum Anda bertemu dengan Pak Harto di istana itu, Anda mengkritikAmien Rais soal MAR [Majelis Amanat Rakyat]. Apakah karena mengkritik Amien Raisitu, Anda lantas diundang Pak Harto? Juga, jujur saja, apakah tim 9 telah melakukankolusi dengan Pak Harto, dengan konsesi-konsesi tertentu sehingga merekalah yangdiminta datang ke Istana, sebagai legitimasi bahwa Pak Harto telah mendapat sarandari tokoh-tokoh masyarakat?Undangan Pak Harto itu, sekali lagi, konteksnya semata-mata hanya dengan usulanformula yang dikonperensi-perskan di Hotel Wisata. Tidak ada kaitannya dengan M.A.R.Saya juga tidak mengkritik M.A.R, melainkan sekedar menjawab pertanyaan wartawan-bahwa untuk perjuangan sangat besar begini kalau bikin tim mbok ya diajak kumpul danrunding-runding dulu. Wong pertandingan sepakbola antar-RT saja kesebelasannyangumpul dulu, menentukan siapa kaptennya, bagaimana formasi pemainnya, apa gol-golnya, bagaimana strateginya dan lain-lain.Dan lagi, tolong Anda ini jangan bikin saya besar kepala. Memangnya saya ini orang besardan penting, sehingga Raja Besar seperti dia memerlukan kolusi dengan saya.Memangnya Pak Harto itu kenal saya sedemikian rupa sampai-sampai ia mendengarkandan memperhatikan dengan seksama apa yang saya lakukan, termasuk soal M.A.R. itu.Selama hidup saya hanya ketemu Pak Harto tiga kali. Pertama, tahun entah berapa sayadiundang sebagai salah satu dari 350 pakar se-Indonesia-(gundul-gundul pacul, saya kokpakar!). Selama pertemuan, saya berdiri dan beredar di sisi-sisi ruangan, ngobrol bisik-bisik dengan sejumlah petugas Istana dan tentara yang bertugas menjaga. Omongankami sekitar kapan tentara itu bisa mengundang saya untuk pengajian di masjidkampungnya. Setelah pertemuan usai, saya antre dengan 350 itu dan sesaat bersalamandengannya menggunakan satu tangan, kemudian bersalaman dengan Bu Tien, PakSudharmono dan Ibu Wapres tanpa memandang wajah mereka.Pertemuan kedua waktu Takbir dan Dzikir Akbar di Monas. Ketika Pak Harto naikpanggung, saya berdiri berjajar dengan Rhoma Irama dan qari Muammar. Pas Pak Harto
  12. 12. mau sampai ke saya, mendadak ada fotografer mendesak saya dari belakang sehinggasaya mau jatuh, dan spontan saya lompat ke belakang, kemudian bersembunyi dibelakang bedug raksasa di panggung. Saya memang seorang pengecut, sehingga sayatidak berani berpapasan dengan Pak Harto.Kemudian beberapa lama sesudah itu ketika Pak Harto hendak turun panggung, iamenyalami semua yang di panggung satu persatu. Saya sempat melirik ustadz ZainudinMZ berpelukan dengannya. Kebetulan ketika langkah Pak Harto akan tiba ke saya, pasterjadi vacum takbiran, sehingga saya berkewajiban untuk bergeser meraih mike danmemimpin takbiran. Itu alasan idiilnya, tapi alasan yang sesungguhnya adalah karenasaya memang sangat takut untuk bersalaman dengan Pak Harto.Pertemuan ketiga dengan Pak Harto ya tanggal 18 Mei itu. Tapi bukan karena Pak Hartosedemikian mengenal saya, melainkan karena kebetulan saya terlibat pendiskusiansaran-saran agar Pak Harto memilih satu dari empat jalan untuk mundur.Sebagian orang masih yakin-karena cara pandang simboliknya-bahwa saya melakukankolusi dengan Pak Harto. Hebat betul saya ini. Orang besar rupanya Ngainun Najis ini.Dan karena itu saya nyatakan di sejumlah forum bahwa saya memang diberi perusahaan,satu oleh Pak Harto, satunya lagi oleh Mbak Tutut. Yang dari Pak Harto namanya "P.T.Dengkulmu Mlicet", yang dari Mbak Tutut namanya "P.T. Udelmu Bodong".Soeharto, Parit Kotor Kedhaliman dan Reformasi InternalApakah kesembilan orang yang hadir di Istana (sebut saja Tim-9), termasuk Andasengaja meninggalkan tokoh-tokoh reformis lain?Saya bukan hanya bukan tokoh reformis yang meninggalkan tokoh reformis lainnya, lebihdari itu saya adalah bukan tokoh reformis, sebagaimana Pak Amin Rais disebut sebagaiBapak Reformasi Nasional.Apa yang saya lakukan di Istana itu bukan pekerjaan khusus yang baru, melainkan secarasubstansial itu pekerjaan rutin sehari-hari saya. Hanya saja tempatnya berbeda danmomentumnya sangat unik. Tapi secara substansial apa bedanya pertemuan itu denganyang saya alami di Tinambung Sulsel, di Banyuanyar Madura, di Tandes Surabaya atau dimanapun yang saya hampir tiap hari beredar kesana kemari?
  13. 13. Di Istana ataupun di tempat-tempat yang saya sebut itu yang terjadi sama saja:komunikasi dan inter-edukasi atau pemberdayaan di segala bidang: misalnya kesadaranpolitik, ketepatan sikap rohani, egalitarianisasi kemanusiaan, dan lain-lain. Pak Hartomemberdayakan dirinya untuk tidak selama hidupnya diperbudak oleh dunia, kekuasaandan harta.Pak Harto belajar "hijrah ilallâhi war-rasûl" dan tidak terus menerus "hijrah ilad-dunya"-memindahkan dirinya kepada nilai-nilai fitri Allah dan Rasulnya, dan tidak membiarkandirinya terus diperbudak oleh pemindahan dirinya dari keduniaan ke keduniaan yangbodoh dan memang ternyata hanya fatamorgana. Untuk itu ia harus membayarkesalahan-kesalahannya kepada rakyat Indonesia.Kita semua mempertahankan kesanggupan untuk senantiasa mengontrol diri, untukselalu menomerduakan diri sendiri dan menomersatukan kemashlahatan orang banyak.Kita semua memelihara kemampuan untuk bersikap modern, obyektif dalam melihatsesuatu, tahu diri, adil dalam berpikir, dan penuh cinta kasih dalam bergaul. Tahu kapanharus turun dari jabatan, mengerti bagaimana tidak membenci manusia, paham metodauntuk mecintai-yakni tidak membiarkan orang yang kita cintai melakukan kesalahan-kesalahan.Sedangkan seekor kucing yang terperosok jatuh masuk parit kotor, akan kita datangi,kita ambil, kita mandikan, kita handuki dan kita kasih makan. Apalagi Soeharto, saudarasesama hamba Allah, sesama khalîfah fil-ardl. Kalau ia terperosok ke dalam parit kotorkedhaliman, kita wajib mengambilnya, menariknya ke atas tanah yang bersih-melaluikritik, kecaman, saran, desakan, kalau perlu dengan langsung bertemu dengannya danmengemukakan semua muatan cinta kita itu demi keselamatannya di depan Tuhan.Kalau di masa reformasi Pak Emil Salim atau siapapun lainnya menjadi tokoh reformis,kita ambil ia dari parit histeria-nya dengan mengatakan: "Pak Emil, agak rendah hatilahomong. Pak Emil pernah ikut Pak Harto sepuluh tahun dan mengenyam segala fasilitasdari segala sesuatu yang sekarang justru sedang kita reformasikan...."Apakah itu semua yang disebut reformasi? Kalau ya, maka sejak kapankah menurut Anda
  14. 14. saya melakukan reformasi? Beberapa hari yang lalu? Beberapa bulan atau beberapatahun yang lalu?Saya berusaha mereformasikan diri saya dengan tidak berani menyebut bahwa sayaadalah seorang reformis. Saya sekedar pekerja yang menjalankan apa yang harus dansaya yakini untuk saya jalankan.Seperti yang saya ungkap di atas juga tema-tema substansial setiap perjalanan yang sayalakukan ke berbagai kalangan rakyat kecil di daerah-daerah, namun saya tidak pernahberani merasa bahwa saya adalah pelaku reformasi atau mujaddid, apalagi mujtahid danmujahid. Saya hanya seorang hamba Allah yang takut dimarahi oleh-Nya dan seorangwarga masyarakat yang ngeri kalau hidup saya tidak bermanfaat untuk mereka.Seandainya kata reformasi harus saya ucapkan, maka terutama harus saya ucapkankepada diri saya sendiri setiap menjelang tidur dan ketika bangun pagi.Bagi saya reformasi internal adalah fundamen terpenting agar reformasi eksternal tidakmenjadi omong kosong. Dan demi reformasi internal atas diri saya sendiri, sejak lebih 15tahun yang lalu saya meyakin-yakinkan diri saya dengan mengatakan kepada diri sendiri:Bagi sikap batin saya, apa bedanya Pak Harto dengan nelayan di Tuban, dengan penenundi Polewali, dengan makelar-makelar tiket sahabat-sahabat saya di Bandara Juanda ataudengan manusia siapapun lainnya? Artinya: dalam konteks itu apa beda antara IstanaNegara dengan gardu di Menturo, dengan Cakruk di Kedungombo, dengan warungsarabah di Pambusuhan?Tersinggung oleh Gerakan MahasiswaApakah Pak Harto merasa tersinggung oleh aksi-aksi mahasiswa selama ini menuntutnyamundur?Kayaknya tidak. Mungkin perih hatinya, tapi tersinggung itu kan bukan gejala psikologisseorang yang berniat madeg pandito. Justru karena dia sangat menyadari kesalahan-kesalahannya selama masa keprabon. Seandainya saya ini menantu Pak Harto, saya akanlebih tahu apakah dia tersinggung atau tidak.
  15. 15. Memanggil WirantoSelain tim 9 siapa saja pejabat yang hadir di sana, apakah mereka turut mempengaruhiforum?Tidak ada, kecuali Wiranto dipanggil oleh forum setengah jam menjelang usai, agar iamenjelaskan latar belakang pernyataannya tadi malam yang meng-counter pernyataanHarmoko.Kaum Reformis Sebagai Subyek UtamaIde bakal dibentuknya Komite Reformasi yang diumumkan Pak Harto setelah pertemuanitu, apakah datang dari para tokoh ataukah justru dari Pak Harto?Yang terpenting pada suasana saat itu adalah suasana keterbukaan, iktikad baik dankerelaan Pak Harto untuk turun panggung. Kesediaan Pak Harto untuk lengser adalahmerupakan upaya reformasi Pak Harto atas dirinya sendiri, dan itu merupakan husnulkhotimah yang sangat mempermudah jalannya reformasi. Selebihnya baca tulisan sayayang berjudul "Dilemma Reformasi dan Sembako" [di cover belakang buku ini]. SemogaTuhan memelihara akal sehat kita.Dewan Reformasi InkonstitusionalIde Komite Reformasi mirip dengan ide Dewan Reformasi yang disinggung JenderalWiranto [ABRI], apakah memang ada hubungannya?Tidak hubungan formal, meskipun mungkin ada persentuhan visi. Tapi Dewan Reformasi-nya Wiranto itu sangat berbeda, karena disebut berdampingan dengan DPR. Yusril dalampertemuan itu mengatakan kepada Wiranto bahwa hal itu inkonstitusional.Tanggung Jawab Moral kepada Kaum ReformisApakah pemilihan anggota Komite Reformasi yang akan dibentuk itu dijamin murni,tanpa campur tangan Pak Harto?Orang sembilan, terutama Cak Nur cs, tentu saja bertanggung jawab penuh secara moralkepada kaum reformis soal penentuan anggota komite. Kami mengalami bahwa kamimemiliki posisi-desak terhadap Pak Harto yang hampir mutlak, sebagaimana yangberlangsung dalam pertemuan itu. Kami insyaallah tidak terlalu bodoh untukmembiarkan diri diakal-bulusi oleh Pak Harto. Atau kalau memang kami punya karakter
  16. 16. untuk kolusi, mestinya dulu-dulu dong, kenapa baru berkolusi ketika setiap orangIndonesia sudah meminta Pak Harto mundur. Sekarang ini kan zaman cuci piring, bahkanmelego barang-barang, dan warung bangkrut. Silahkan datangi kehidupan saya, duniatidak nomor satu di sana, karena Allah menjamin nafkah saya.Langsung Menang tanpa BertandingMengapa Pak Harto yang justru akan memimpin Komite Reformasi, apakah justru tidakkontra-produktif?Pertama, Pak Harto itu sudah terlanjur melakukan banyak kesalahan, dan bagi kaumreformis sudah benar-benar tidak bisa dimaafkan, sehingga setiap langkahnya tidakdipercaya. Kedua, Pak Harto di mata banyak orang masih seorang monster, sehinggaseratus orang reformis yang berhadapan dengan seorang Soeharto sudah merasa kalahduluan.Yang dikehendaki oleh sejumlah kaum reformis dari kami bersembilan adalah-ibaratbermain sepakbola-"kemenangan langsung 5-0 tanpa pertandingan". Yang Anda sebutkontra-produktif adalah-"tak usah bertanding, sebab bagaimana kalau nanti kalah".Nasi Beracun dan Kambing TerbangKenapa Komite Reformasi ini tidak ditanggapi atau [tidak] disambut antusias olehpihak-pihak yang akan terlibat?Seorang tokoh teras senior yang sejak puluhan tahun yang lalu menjadi pembesar negaradan sekarang menjadi salah seorang pahlawan reformasi, mengatakan bahwa KomiteReformasi itu inkonstitusional. Pada tahap berikutnya lahir Pokja Reformasi danbeliaunya ini termasuk satu di antaranya. Pokja ini menurut beliau konstitusional,padahal kwa-gagasan sama persis dengan Komite Reformasi, yang menggelindingkansama juga, yakni Cak Nur.Jadi, kalau nasi di tangan tetangga, kita sebut beracun. Esok paginya nasi berpindah ketangan kita, kita sebut bergizi.Ada dua orang pengembara di padang pasir, melihat ada satu titik hitam dikejauhan.Yang seorang mengatakan itu adalah burung, lainnya menyebut itu kambing.
  17. 17. Mereka berdebat dan akhirnya menyepakati untuk sama-sama mendekati titik itu supayajelas apa itu dan siapa yang benar. Tiba-tiba titik hitam itu melesat terbang ke angkasa.Yang seorang dengan penuh semangat mengatakan: "Burung, kan?" Yang lainnya takkalah semangat juga mengatakan: "Kambing!" "Lho wong bisa terbang gitu kok!""Pokoknya kambing, meskipun bisa terbang!" Selama masa reformasi banyak kambing-kambing terbang. Orang berpendapat dan menilai tidak dengan bersetia kepadaobyektivitas dan keadilan persepsi atas sesuatu hal, melainkan berdasarkan subyektivitaskepentingannya, atau minimal berdasar ketergesaan pengamatannya.Masa reformasi sangat merupakan laboratorium sejarah untuk menyaksikan dengangamblang mana yang egois, mana yang mau menang sendiri, mana yang mau nampangterus, mana yang naif dan gampang terseret, mana yang taktis-politis, mana yang licik,mana yang idealis, mana yang melirik-lirik kesempatan. Kita sangat belajar mengenaipsikologisme dari orang-orang yang belum bebas sejarah, belum merdeka darikepentingan. Saya rakyat, dan hanya rakyat. Tak ada kekuasaan yang saya perjuangkankecuali kekuasaan atas kemandirian diri saya sindiri.Jangan Sampai Jadi MenteriMengapa tokoh-tokoh yang datang dalam pertemuan itu menolak jadi anggota atauterlibat langsung dalam Komite Reformasi yang bakal dibentuk itu?Juga tidak mau menjadi Menteri-dalam kaitan bahwa ketika itu Pak Harto akanmelakukan reshufle kabinet. Kenapa tidak mau? Wong tidak mau saja masih diributkandan dituduh kolusi kok, apalagi kalau kami mau.Namanya Juga DemokrasiTapi kenapa Cak Nur akhirnya menjadi anggota Pokja Reformasi?Kalau Cak Nur tidak apa-apa, orang tidak akan marah. Yang tidak boleh itu saya. Lainnyaboleh. Pak Malik Fajar boleh jadi menteri. Namanya juga demokrasi. Pak Emil pernahikut Pak Harto sepuluh tahun, menjadi bagian dari segala sesuatu yang sekarang kitareformasikan habis-habisan -kita junjung sebagai pahlawan reformasi. Saya sekedarketemu Pak Harto 2,5 jam, itupun sekedar untuk mengkursus agar ia mampumengatakan kepada dirinya sendiri "tidak jadi presiden tidak patheken"-sudah cukupuntuk menganggap saya seorang pengkhianat.
  18. 18. Itu sangat bagus dan indah. Tidak ada yang lebih saya butuhkan dalam kehidupan yanghanya sekali ini kecuali kontrol ketat atas diri saya.Mendikte Pak HartoApakah pernyataan yang saat itu dibacakan Pak Harto murni sebagai kesimpulan darisaran tim 9?Yusril mengatur redaksionalnya. Di tengah proses ketika Pak Harto mempelajarinya,Yusril mendikte Pak Harto seperti mengajari anak SD menulis.Kenapa Anda tak Mau Makan?Mengapa Anda jarang tampil di media massa [setelah pertemuan itu], pendapat dankesaksian Anda jarang dikutip. Apakah Anda saat ini sedang tidak marketable?Anda ini mbok jangan ngisin-isin saya tho. Sudah nggak laku, malah dipermalukan. Dalampermainan sepak bola, kalau Anda tidak dioperi bola ya tidak menendang bola. Kecualisaya beli bola sendiri lantas saya tendang-tendang sendiri. Orang tidak makan karenatidak ada nasi kok Anda tanya "Kenapa Anda tidak mau makan?" Tega amat. Nanti sayanangis lho.Bukan Tokoh Reformasi & Seribu Ayam di LapanganApakah saat ini Anda sengaja menjauhkan diri [bertapa] dari media massa dan tidakmau dianggap tokoh reformasi, seperti misalnya Amien Rais dan Emil Salim?Tidak usah dianggap atau tidak dianggap tokoh reformis, wong kenyataannya sayamemang bukan tokoh reformis.Omong-omong ada yang menggelikan selama reformasi ini. Sekarang muncul berbagaimacam lingkaran atau kelompok reformis, yang berasal dari berbagai organisasi ataulembaga yang justru merupakan obyek reformasi. Ini gejala yang sama dengan toko-tokopinggir jalan yang dikasih tulisan "Pro Reformasi", "Milik Pribumi" dll.Saya membayangkan ada ribuan ayam berkeliaran di lapangan. Sangat berisik dan tainyamemenuhi lapangan. Maka diselenggarakan reformasi, dengan cara mendayagunakanayam-ayam itu, misalnya disembelih dan digoreng agar bermanfaat bagi manusia.Penyembelihan ayam dan penggorengan ayam berlangsung gegap gempita, sehingga esok
  19. 19. paginya semua ayam di lapangan itu memakai emblim yang dikalungkan di leher masing-masing mereka yang berbunyi "Ayam Goreng".Neo-Kolonialisme dan Neo-NasionalismeApakah dibicarakan juga, soal naiknya wakil presiden bila presiden mengundurkan diridengan segala konsekuensinya? Apakah ada kekhawatiran dalam forum itu, bila WakilPresiden [Habibie] naik jadi presiden? Apakah betul skenario yang ditawarkan itu,dimaksudkan juga untuk mengantisipasi naiknya wakil presiden menjadi presiden?Justru itu memang yang kita hindarkan dalam diskusi di pertemuan itu. Kalau Pak Hartoturun hari itu juga, Habibie otomatis naik, kontraversi akan semakin merebak, kitabutuh waktu panjang lagi untuk bertengkar, historical cost-nya semakin mahal,perpecahan di masyarakat akan semakin mendalam, Habibie tidak legitimaed di dalamnegeri maupun di luar negeri, negara-negara penyandang dana akan lebih enteng untukmenekan kita, bahkan sampai ke tingkat mengganti kepala kita. [Baca juga tulisan Emhamengenai pemaksaan kehendak negara adikuasa (Amerika Serikat) terhadap prosespemilihan presiden di Indonesia pada Bagian III (Indzar Mutaakhir) buku ini.]Neo-kolonialisme akan mendapatkan wadahnya yang lebih empuk, sementara neo-nasionalisme kita tidak optimis bisa terbangun dengan kukuh. Kalau di kampung Andapunya dedengkot perampok umpamanya, silahkan menghardiknya, tapi khusus dalam halserangan dari kampung lain-Anda memerlukan dedengkot itu sebagai aset ketahanan.Atau bisa jadi Pak Harto akan terpaksa mengambil alih kepemimpinan negara lagi. Dalampertemuan di Istana itu, Pak Harto sempat omong, kalau Sidang Istimewa MPR, tak akanmencukupi kuorum, "nanti saya malah jadi presiden lagi," katanya.Berebut Bangkai Gajah dan Kembali ke Rumah Sebagai Rakyat KecilKenapa sejak awal gerakan reformasi Anda terkesan tidak kritis, Anda jarang menulisdan tampil di forum-forum kritis?Kemungkinan besar saya memang bukan orang yang kritis. Paling-paling saya hanyaseorang cengeng yang tiap hari merindukan perbaikan-perbaikan dalam masyarakat.Perbaikan hidup itu saya lakukan melalui cara apa saja yang baik. Bisa puisi dankesenian, bisa tulisan, bisa konsultasi dan pengobatan, bisa fasilitating kemandirianekonomi, bisa workshop pendidikan politik, bisa menemani nafkah dan perekonomianorang-orang Kedungombo yang terlempar ke atas-atas bukit di atas Waduk-yang sesudah
  20. 20. kekalahan politik dan hukum yang mereka alami, tak ada yang memperhatikankehidupan mereka. Bisa melalui peleburan dengan setiap kelompok masyarakat.Mengajak orang-orang kecil bikin Usaha Bersama Ekonomi, agar mereka punya ketahananterhadap mekanisme ketidakadilan struktural. Atau bisa lewat Padhang Bulan Jombangyang komplit aktivitasnya-dari pendidikan politik, pengkhusyukan rohani, doa massal,hizib untuk nanting Pak Harto, pengobatan, konsultasi segala masalah, atau apapun sajayang baik bagi orang.Di antara semua pekerjaan itu tak ada satupun yang saya mampu. Saya hanya meresponorang yang datang dengan problemnya. Kalau Tuhan mendatangkan amanat, Ia pastimenyertakan fasilitas. Kalau Tuhan menyodorkan perintah tentang sesuatu hal melaluiorang yang mendatangi saya, pasti Ia memberi juga jalan keluarnya. Saya beredar darihari ke hari ke berbagai dusun, kampung, daerah, kota, kampus, masjid-masjid, sertasegala jenis komunitas, bahkan saya harus mau berpengajian mendadak di terminal bis.Yang terjadi bukanlah perjuangan dan jasa, melainkan sekedar mimpi, kerja dan doa,kemudian kabul atau permintaan untuk terus sabar dari Tuhan.Itu semua saya lakukan bukan sebagai kiai, bukan ulama, bukan intelektual, bukanseniman atau apapun. Saya tidak punya karier, tidak punya target untuk menjadi apa-apa, juga tidak pernah merasa terbatas oleh label-label. Saya hanya selalu merasabersalah kepada wong cilik. Saya hanya selalu merasa takut kalau-kalau saya tidaksanggup menggembalakan hidup saya di dalam acuan Rasulullah saw-"Khairunnâsianfauhum lin-nâs", sebaik-baik manusia itu yang bermanfaat bagi orang lain. Bermanfaatadalah melakukan perbaikan-perbaikan, islah, kritik, reformasi, tajdid, taghyir, ijtihad,hijrah, atau apapun namanya-tanpa menunggu ada era reformasi, tanpa menunggu orangberamai-ramai mengeroyok seorang penguasa. Termasuk harus dilakukan juga perbaikanpada manusia Soeharto, betapa kecil dan lemahnyapun saya sebagai manusia. Di dalamupaya rohani, jarak tidak ada. Allah menguasai Arasy dan segala sesuatu yangdidambakan oleh kekasih-Nya, jika ia mengabulkan, maka mekanisme qobul itu hanyakalahmin bil-bashar, sekejapan mata.Pada sebuah pengajian akbar di Stadion Gajayana Malang di tahun 1992 saya cobaungkap kedhaliman struktural yang sudah sangat parah di bawah kepemimpinan
  21. 21. Soeharto, sehingga di akhir acara itu saya mengajak hadirin berdoa semoga Allah swt.memperkenankan Pak Harto memilih husnul khatîmah atau akhir yang baik bagikehidupannya. Sebagaimana kita tak tahu pasti bahwa besok pagi kita masih hidup, padatahun 1992 itu kita semua tidak yakin bahwa Pak Harto akan masih hidup seminggu lagi,sehingga kita cemas dan mendoakannya untuk berujung hidup yang baik.Tapi naudzubillâhi tolong janganlah Anda memaksa saya untuk memamerkan apa yangsaya lakukan sejak jauh sebelum rame-rame yang namanya reformasi. Jangan pojokkansaya untuk menyombongkan diri bertanya kepada Anda: siapakah di antara kitapenduduk Indonesia yang sejak bertahun-tahun yang lalu melakukan kritik eksplisitterhadap tidak hanya penguasa Indonesia, tapi juga langsung menunjuk nama Soehartodan keluarganya, sebelum satu orangpun melakukannya?Tapi rakyat kecil tidak populer dan tidak marketable, dan 80% waktu saya habis bersamadengan mereka. Tulisan saya mengenai Dewan Negara tidak dimuat oleh mediamanapun. Salah seorang redaktur Kompas menelpon saya untuk mengatakan bahwatulisan itu tidak mungkin dimuat karena menyangkut nama Pak Harto langsung. Demikianjuga nasib puluhan, bahkan ratusan tulisan saya yang lain.[Hari-hari menjelanglengsernya Soeharto Emha banyak mengeluarkan press-release, namun tak satupunmedia massa memuatnya. Termasuk usulannya mengenai Dewan Negara. Untuk lebihjelasnya baca: "Emha Ainun Nadjib: Selebaran Terang Benderang. ABRI Segera MemihakRakyat, atau Dibentuk Dewan Negara, atau Korban Terus Berjatuhan..." dalam buku ini.Bahkan di Padhang Bulan, 28 Mei 1998, di tengah 20.000-an massa jamaah, selebaran itudibacakan Emha.]Bolehkah saya memohon agar sesekali Anda pergi bersama saya berkeliling ke berbagaidaerah, atau mencari kaset-kaset rekaman ceramah atau pengajian saya di sangatbanyak forum, dan carilah fakta-fakta mengenai sikap saya terhadap Soeharto. Carilahkaset-kaset rekaman pengajian Padhang Bulan dengan puluhan ribu jamaah sejak empattahun yang lalu, temukan tudingan-tudingan langsung saya kepada Soeharto, kemudianreformasikan cara Anda melihat apa yang saya lakukan, agar terhindar dari dosa danterhindar dari penyebaran fitnah-fitnah.Sekurang-kurangnya baca buku saya Iblis Nusantara, Dajjal Dunia yang merupakan
  22. 22. kumpulan tulisan saya di tabloid Adil selama masa krisis sampai Soeharto jatuh. Sayabukan pahlawan, tapi saya juga bukan tipe orang yang suka mengeroyok. Pekerjaanamar nakruf nahi munkar termasuk langsung menuding Soeharto sudah saya lakukanselama kehidupan Orde Baru, saya melakukannya sendirian, dengan menanggung segalaresiko sendirian. Saya tidak menunggu rombongan ribuan orang mengeroyok Soeharto.Adapun kalau tidak muncul tulisan saya di media, mungkin karena khusus terhadapmasalah-masalah menjelang turunnya Soeharto: saya terlalu radikal dan frontal. Dankalau tidak banyak saya tampil di acara-acara unjuk rasa, itu karena saya berpendapatsebaiknya gerakan-gerakan semacam itu lebih diorganisir strateginya. Saya tidak maumenjadi penumpang atau figuran seakan-akan saya ini seorang muallaf dalam halmengkritik Pak Harto. Satu contoh saja: kalau Anda kapan-kapan berkenanmendengarkan rekaman apa isi pengajian Padhang Bulan 11 Mei 1998, saya doakan Andaberubah pikiran. [Baca transkrip pengajian tersebut di halaman lain dalam buku ini:"Hari-hari Terakhir Presiden Soeharto..."]Tetapi sudahlah. Sesudah Soeharto turun, semua orang jadi pahlawan, dan saya wajibmengatakan kepada diri saya bahwa saya benar-benar bukan pahlawan. Terutamasesudah para pemimpin baru di atas mempergulatkan peluang-peluang kekuasaan, salingtumpang menumpangi, saling menggunting dan nungkul, saling berebut bangkai gajah-saya bersegera terjun ke bawah dan kembali ke rumah asli saya sebagai rakyat biasa.Sepertiga Harta Pak Harto dan Saya bukan Name Makes NewsKata kebanyakan orang, Anda tidak berani kritis lagi sejak isteri Anda hamil, benarkah?Saya tidak paham apa hubungan sikap kritis dengan istri hamil. Kalau memang adabahaya yang mengancam, istri tak perlu hamil dulu untuk terancam bahaya. Bahayatetap bahaya. Seandainya saya tidak beristri, toh saya masih punya Ibu, anak, saudara-saudara dan teman-teman yang pasti saya cemaskan semuanya dari bahaya.Artinya, untuk bersikap tidak kritis, kita tidak perlu menunggu istri kita hamil dulu.Seandainya kita bersembunyi di pelosok hutan di bawah rimbunan daun-daun pun tidakterjamin akan terbebas dari bahaya. Jadi pada kesadaran saya sikap kritis tidak adakaitannya dengan bahaya. Dan lagi dengan bersikap tidak kritispun tidak pasti bahwaistri dan keluarga kita terbebas dari bahaya.
  23. 23. Kalau konteks yang Anda maksudkan adalah khawatir kalau sikap kritis sayamempengaruhi proses kehamilan istri saya, maka saya berpikir terbalik. Calon anak sayajustru saya syukuri kalau dididik oleh situasi-situasi yang berbahaya di luar perut ibunya.Mudah-mudahan sejak di kandungan ia sudah mulai belajar menjadi pendekar kehidupanyang tahan banting dan tidak cengeng.Maka, kalau pertanyaan Anda itu saya jawab ya, berarti saya tidak jujur kepada dirisaya sendiri. Tapi kalau saya jawab tidak, maka saya akan terseret oleh pola sikapkekanak-kanakan yang tercermin dari pertanyaan Anda.Sebenarnya kalau saya menuruti kepentingan pribadi, saya akan jawab "ya, memangdemikian". Artinya, syukur kalau orang menilai saya kurang bekerja, maka itu adalahpemacu agar saya bekerja lebih keras.Tentu saja akan lebih bermanfaat bagi orang banyak seandainya-untuk kepentingankeadilan informasi-Anda berkenan menilai kembali hal-hal semacam itu denganmenggunakan parameter yang rasional, faktual dan representatif. Kalau kesimpulansemacam itu hanya didasarkan pada kenyataan pemberitaan di media massa, maka Andajuga akan mendapat kesimpulan bahwa Mandra jauh lebih aktif dibanding Kiai Cholil Bisriatau Guru Zaini Martapura.Ketika krisis menggulir, sebelum reformasi menjadi buah bibir orang sehari-hari danmenjadi mode di mana-mana, dan semua orang sudah mulai berani omong tentangkekuasaan namun masih bungkam soal Soeharto, kebetulan saya ada sempat omong diacaranya Kang Eki Syahrudin di AN-Teve: "sebaiknya Pak Harto mengembalikan sepertigasaja dari hartanya kepada rakyat...." [Ramadhan 1418/Januari 1998.]Orang-orang menelpon saya karena menyangka saya akan diapa-apakan. Saya jugaditegur oleh Mbak Tutut melalui telpon salah seorang direktur perusahaannya agar sayatidak omong begitu lagi. Saya menjawab bahwa saya memerlukan data konkretmengenai harta Pak Harto sekeluarga, supaya saya tidak keliru omong. Tapi tentu sajaitu ditolak. Dan sesudah itu hanya sekitar 5% dari kegiatan atau statemen saya yang bisakeluar di media cetak maupun teve.
  24. 24. Saya yakin, untuk mengetahui apa yang saya lakukan di dunia ini, sebaiknya pedomanAnda bukanlah media massa, sebab saya bukan name makes news-bukan figur sumberberita. Sebaiknya kita bersahabat dan saya undang Anda sesekali ke kegiatan sosial saya,semoga Anda mendapatkan perspektif baru."Wawancarai Saya Dong!" dan Sapi Berlabel KerbauSebagai rakyat, kami tidak pernah menyaksikan Anda dalam pemberitaan di televisi dansuratkabar, juga tampil di depan demo mahasiswa. Apakah betul Anda sengaja tidakikut tampil dan tidak pernah tampil dalam aksi-aksi mahasiswa itu?Kapan-kapan tolonglah antar saya ke stasiun teve dan katakan kepada mereka, "Tolongini Cak Nun diwawancarai, dong! Dia orang penting lho!"....Atau kembali seperti saya katakan di atas: sejumlah tulisan saya tak mungkin dimuatkarena terlalu frontal dan langsung menyebut Pak Harto sebagaimana kebiasaan sayasejak lebih 15 tahun yang lalu. Tulisan saya yang dimuat hanya yang OK bagipertimbangan keamanan redaksi. Cermin saya di Indosiar juga hanya bisa tayangsebagian saja, sehingga untuk kasus-kasus tertentu saya dianggap tidak berkomentar,padahal saya sudah capek-capek shooting.Seperti Anda ketahui, dalam hal pemberitaan di televisi, industri layar kaca ini punyaideologi-nya sendiri. Saya tidak tergolong orang yang mereka perlukan, karena sayabukan bintang dan bukan tokoh penting masyarakat. Jadi saya omongnya di warung-warung saja dan di forum-forum rakyat kecil, yang juga tidak penting bagi televisi.Acara di sebuah kafe dengan hadiri 50 orang kalah penting bagi televisi dibanding acarasaya dengan 8000 orang lewat tengah malam di Grobogan Jawa Tengah, meskipun um-pamanya yang dibicarakan lebih progresif yang di Grobogan.Saya kasih contoh lain betapa tidak pentingnya saya, dan itu alhamdulillah karenadengan demikian saya lebih bisa mengontrol diri. Malam menjelang Pak Harto turunpaginya, sesudah ada kepastian bahwa ia akan mengumumkan lengsernya pada pukul09.00 pagi, saya mengusulkan agar Cak Nur cs. mendului pengumuman lengsernya PakHarto dan naiknya Habibie dengan pernyataan yang kami sebut "isian cek" -agar Habibienaik sudah dengan prinsip-prinsip yang dikendalikan berdasarkan kehendak reformasidan kebutuhan rakyat.
  25. 25. Pukul 23.30-an Cak Nur sudah pamit pulang, tapi saya memintanya untuk bertahansebentar, kemudian melalui berbagai sarana saya meminta para wartawan datang,termasuk CNN, BBC dan lain-lain. Sambil menunggu wartawan kami menyusun tekspernyataan yang akan dibacakan oleh Cak Nur. Ketika Pak Malik Fajar menyiapkan teknisruang konperensi pers, tiba-tiba Pak Amien Rais datang. Tentu saja Pak Amien jauh lebihpenting dari kami semua di mata wartawan, sehingga kami memutuskan untukmenyelenggarakan konperensi pers dalam dua tahap. Pertama dengan Cak Nur cs, dankemudian dengan Pak Amien Rais, karena Pak Amien memang tidak berada dalam prosesyang kami rundingkan sebelumnya.Pak Malik dan saya, bersama Utomo Dananjaya masuk ke ruang konperensi pers duluan.Cak Nur berhalo-halo dengan Pak Amien Rais. Kemudian Cak Nur masuk, langsungmembacakan teks, dan diakhiri dengan kalimat-"Tertanda: Nurkholish Madjid dan AmienRais". Saya terperangah. Tapi tetap bersyukur, yang penting ide reformasi sudahmendului naiknya Habibie. Esok paginya pukul 06.00 Cak Nur dan Pak Amien Rais nongoldi teve.Kemudian, soal lain: yang disebut demo atau unjuk rasa juga hanya yang dilakukan olehmahasiswa. Kalau yang melakukannya santri atau orang kecil, meskipun jumlahmassanya jauh lebih banyak dan temanya lebih gawat, tidak dianggap gerakan apa-apa.Demo atau unjuk rasa itu suatu idiom yang memerlukan satuan kolektif tertentu,misalnya mahasiswa atau buruh. Masyarakat umum atau ummat, bisa dan sering jugamelakukan acara yang relatif sama segala sesuatunya dengan bentuk demo mahasiswa,tapi dinamakan pengajian. Kita ini masyarakat label. Seekor sapi, asalkan cap ataustempelnya kerbau, kita sebut kerbau. Dan media massa lebih mengandalkan labeldaripada substansi suatu kenyataan sosial.Madeg Pandito, baru Lengser Keprabon & Menunduk kepada Tukang BecakMengapa Anda menunduk-nunduk waktu bersalaman dengan Pak Harto?Karena saya terharu melihat orang besar berkuasa macam itu mau turun darijabatannya, sementara ia sebenarnya masih punya kekuatan dan dipatuhi oleh militeruntuk mengambil alih segala keadaan. Saya bersyukur melihat dia mau menjadi manusiakembali. Mau madeg pandito, tatkala ia masih mampu menjadi prabu. Saya senang dan
  26. 26. tersenyum-senyum karena gembira orang tua itu mau menerima nilai zuhud dan taubah.Itulah yang disebut madeg pandito. Kebanyakan orang hanya mengenal lengserkeprabon, dan tidak mau tahu atau apalagi memahami madeg pandito, padahal keduaidiom itu menjadi satu. Pak Harto bersedia lengser keprabon, justru karena sebagaipribadi ia sudah madeg pandito.Jelasnya, madeg pandito dalam kerajaan batin-nya dulu, baru lengser keprabon darikerajaan fisik dunia. Dengan demikian, lengser keprabon-nya Pak Harto mustahil Andapahami tanpa terlebih dulu memahami konsep madeg pandito.Mungkin karena terikat oleh pemahaman tentang madeg pandito itulah maka saya tidakbersedia ikut mengutuk-ngutuk Pak Harto, tidak bersedia melampiaskan dan menguar-uarkan kebencian kepadanya, tidak bersedia gemagah dan semuci suci omong heroik danpenuh jasa serta rasa kebanggaan reformasi. Bertahun-tahun saya mengkritik Soehartoselama ia masih berkuasa dan takabbur dengan kekuasaannya itu. Tapi sesudah iamengakui kesalahan-kesalahannya, bersedia diadili dan dihukum, bisa sumeleh, pasrahdan beriktikad baik kepada dirinya sendiri maupun bangsa Indonesia-saya merasaberdosa dan kurang beradab kalau mengutuk-ngutuknya. Saya tidak bermusuhan denganmanusia, sebab permusuhan bagi saya adalah tindakan memusnahkan. Yang saya musuhiadalah nilai-nilai jahat, yang harus di tanggung oleh pemiliknya dengan cara dihukum. Iasendiri, sebagai manusia, tetap saya cintai. Kalau tidak, nanti Penciptanya marah.Dan tolong catat baik-baik bahwa yang namanya tidak mengutuk itu tidak sama denganmenganggap sepi kesalahannya. Menghormati manusia atau tidak mengutuk martabatkemanusiaan adalah antara lain justru kita lakukan dengan mengkritik kesalahannya danmenghukumnya. Kesalahannya harus tetap kita tuding dan kita masukkan ke neracakeadilan dan pengadilan, namun tak usah dengan menampar-nampar kepalanya,menendang-nendang pantatnya, atau apalagi menginjak-injak harga dirinya sebagaimanusia. Sebab satu manusia ciptaan Tuhan kita injak-injak martabatnya sebagaimanusia, pada hakekatnya kita menginjak-injak seluruh kemanusiaan.Orang boleh tidak percaya pada jaminan Pak Harto (dan itu, sekali lagi, yang membuatsaya bersedia ketemu dengannya) bahwa ia akan turun, tapi ketidakpercayaan itumestinya tak usah dipelihara sesudah ia benar-benar turun.
  27. 27. Dalam kegembiraan dan rasa syukur oleh Soeharto yang berhasil mereformasi dirinyasendiri itu, saya tidak boleh memakai acuan hadits Rasulullah saw-"at-takabburu lil-mutakabbiri shadaqatun" -sombong kepada orang sombong itu sodaqoh, yang dulu sayaterapkan dalam waktu yang lama dan dalam kesempatan dua pertemuan lainnya denganPak Harto. Ketika saya diundang sebagai salah satu di antara 350 pakar di Istana-silahkan cari recording-nya-saya bersalaman dengannya hanya dengan satu tangan.Ketika acara Takbir dan Dzikir Akbar, silahkan buka rekamannya juga, saya menghindardari salaman dengannya. Itu karena dalam penilaian saya Pak Harto masih mutakabbir(orang yang gemedhe atau takabbur) dengan kekuasaannya.Tapi apakah Anda sendiri bersedia menunduk waktu bersalaman dengan tukang-tukangangkut batang di terminal dengan tukang ojek dan penjual bakso, atau dengan wongcilik manapun-sebagaimana saya juga pasti menunduk-nunduk ketika bersalaman denganmereka?Anggota Badan Semar Jalan Sendiri-sendiri & Gareng Kembali ke KampungApakah Anda sempat berunding satu sama lain dengan kesembilan orang tokoh itu,sebelum berangkat ke Istana?Sebelum kami masuk ketemu Pak Harto, kami berempat, Cak Nur, Gus Dur dan Pak MalikFajar dan saya sepakat untuk-semacam- walk out karena menjumpai yang datang keIstana banyak sekali, terutama ada Pangab, Kasad, KSAU, Menteri-Menteri, juga tampakPrabowo. Kalau pertemuannya dengan mereka semua, tentu kami sedang dijebak untukdijadikan bemper. Tapi ternyata mereka yang saya sebut itu tidak ikut pertemuan.Dengan Cak Nur saya banyak runding, tapi tentu tidak lucu kalau saya berlagak danmengatakan bahwa ada sejumlah item yang saya tentukan dalam berbagai tahap prosesdengan Cak Nur. Yang jelas, 3 menit sebelum kami ketemu Pak Harto, sepakat bahwaAgenda-I kami adalah Pak Harto lengser hari itu juga.Tetapi pertanyaan Anda itu sangat bagus, karena soal runding itulah kelemahanpemimpin-pemimpin kita di atas. Selama hari demi hari awal reformasi, dalam arti disekitar suksesi, tampak sangat menyolok betapa dalam skala kepemimpinan UmmatIslam maupun kepemimpinan Bangsa Indonesia-para pembesar kita di atas sana tidakpernah terkoordinasikan langkah-langkahnya. Mereka sangat sukar duduk bersama dalam
  28. 28. satu visi kebangsaan atau keummatan yang memfokuskan perhatiannya padakemashlahatan seluruh bangsa dan menomerduakan gejolak-gejolak kelompok atauambisi megalomania pribadi.Kejadian pertemuan 19 Mei 1998 itu, kalau mau muluk-muluk, bisa diibaratkan melaluidunia pewayangan: di mana Bathara Guru sudah mentog sendiri oleh kesalahan-kesalahan pemerintahannya selama puluhan tahun. Ia didesak oleh gelombang goro-goroyang dahsyat, sehingga Bathara Guru lantas memerlukan Kiai Semar untuk dimintainasehat dan memandunya turun dari singgasana dengan cara yang tidak membuat bumigonjang-ganjing.Jangan ejek saya dulu. Tentu saja saya tidak termasuk Kiai Semar. Paling jauh saya iniGareng atau Bagong, yang kebetulan diajak terlibat di Kerajaan Junggring Saloka.Pekerjaan Bagong hanyalah mengintip langit, karena ia menyadari tempatnya adalah dibumi, di Mercapada.Juga jangan berprasangka dulu. Kiai semar bukanlah orang sembilan yang diundang PakHarto itu saja. Kiai Semar adalah komposisi dari semua kekuatan reformasi. Keduakakinya adalah gerakan mahasiswa. Tangannya adalah para artikulator di level atas.Pokoknya Semar adalah gabungan antar semua pekerja reformasi. Ya yang di kampus, yayang di DPR, ya yang konperensi pers untuk teve dan koran, juga rakyat banyak,meskipun bahasa mereka sangat berbeda.Akan tetapi, dalam kaitannya dengan runding tadi-badan Kiai semar ini terpecah-pecah.Tidak ada harmoni antara anggota-anggota tubuhnya. Kakinya berjalan sendiri,tangannya bergerak sendiri, mulutnya bicara sendiri, mata sebelah kiri memandang kearah yang berbeda dengan mata kanan. Bahkan kepalanya bergoyang-goyang sendiritanpa runding sama kaki, tangan dan anggota badan yang lain.Di belakang jalan sendiri masing-masing itu mungkin terkandung macam-macammotivasi atau latar belakang. Ada yang semata-mata karena kepolosan dan kenaifan.Ada yang karena diam-diam menyimpan target untuk kelompoknya atau pribadinya. Adayang asyik maksyuk dengan penampilan wajahnya sendiri. Macam-macamlah.Atau terkadang semua anggota badan sudah berdiskusi dan menyepakati langkah-langkah
  29. 29. atau gerak yang harus dilakukan. Tiba-tiba, belum lima menit kesepakatan dicapai,mendadak sang mulut bicara sendiri semau dia.Saya sebagai Gareng, sadar bahwa saya bukan pelaku politik, apalagi politisi. Garenghanya urun rembug, bantu-bantu mengangkut ini dan menggali itu. Ketika akhirnyaGareng merasa bahwa segala sesuatunya sudah khatam baginya dalam hal informasisegala sesuatu yang menyangkut Istana Junggring Saloka dan sekitarnya, termasukmereka-mereka yang sangat ngotot mengincarnya-maka ia kembali ke kampungnya yangasli, yakni wilayah kebudayaan dalam nurani rakyat.Prasangka Dijadikan Dalil dan Mudah Mencintai, Mudah MembenciMengapa pertemuan itu bersifat tertutup? Bukankah hal itu bisa menimbulkan kesanatau praduga bahwa telah terjadi kolusi antara kesembilan tokoh yang hadir dengan PakHarto?Anda rupanya penggemar lagu "Pergi Tanpa Kesan". Saya sedang mencari atau memintahak saya untuk mendapatkan rekaman pertemuan 2,5 jam itu, supaya bisa menjadi jelasbagi masyarakat.Hari itu saya pokoknya senang Pak Harto bersedia turun. Kalau harus terbuka dan siaranlangsung, saya membayangkan saya tidak tega kepada orang yang sudah pasrah sepertiitu, juga kawatir dia malah bangkit harga diri ke-Soehartoan-nya kalau dipojokkan didepan orang banyak. Nanti malah kacau semua. Karena memang semua pembicaraan itumemojokkan Pak Harto. Pak Ali Yafie sampai mengatakan soal dia harus mundur itu-"inimungkin sangat pahit bagi Pak Harto....," tapi Pak Harto menjawab: "tidak, tidak pahit,saya sudah kapok jadi presiden...."Saya mohon Anda kalau mungkin tak usah menjalankan kehidupan dengan berpedomanpada kesan, citra, seakan-akan , katanya, atau yang sejenisnya. Cari dan himpundata, supaya Anda punya bahan untuk menilai dengan adil.Kalau boleh, saya menilai bahwa sangat banyak disinformasi, silang sengkarut prasangka,rumor, isyu, penilaian sesaat, persepsi sekilas dan serabutan-yang dialami olehmasyarakat Indonesia selama masa awal reformasi ini, terutama pada level menengah
  30. 30. aktivis. Masyarakat kita amat sangat mudah dimakan isyu, sebagaimana mereka jugaamat sangat mudah mengangkat pemimpin kemudian amat sangat mudah pulamencampakkannya. Mereka amat sangat gampang mencintai dan amat sangat mudahpula membenci.Yang menurut saya paling berbahaya dan sudah sangat merugikan semua bangsaIndonesia adalah kebiasaan untuk menelan prasangka-prasangka tentang sesuatu hal,namun kemudian prasangka itu dijadikan dalil yang dianggap pasti kebenarannya. IstilahIslamnya: dhann dijadikan nash.[Yâ ayyuhal-ladzîna âmanû injâakum fâsikun binabainfa-tabbayanû an-tushîbû qauman bijahâlatin fa-tushbihû `alâ mâ fa`altum nâdimîn (Haiorang-orang yang beriman, jika datang kepada kalian orang fasik membawa suatu beritamaka periksalah dengan teliti agar kalian tidak menimpakan suatu musibah kepada suatukaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kalian menyesal atas perbuatankalian itu/Qs. al-Hujurât: 6); Yâ ayyuhal-ladzîna âmanûjtanibû katsîran minadhdhann,inna ba`dadh-dhanni itsmun, wa-lâtajassasû, walâ yaghtab ba`dhukum ba`dhâ;Ayuhibbu ahadukum an-yakula lahma ahîhi maitan fa-karihtumûh, wattaqullâh, inallâhatawwabur-rahîm (Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka(dhann), sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kalianmencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian dari kalian menggunjingsebagian yang lain. Sukakah kalian memakan daging di antara kalian yang sudah mati?Tentu saja kalian merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah MahaPenerima taubat lagi Maha Penyayang/Qs. al-Hujurât: 16).]Bahwa ini kena sihir dan disirep, bahwa itu melakukan kolusi, bahwa yang sanamelakukan penculikan, merekayasa kerusuhan, dan lain sebagainya. Kalau kita bisamelacak dan mendata segala sesuatunya, tentu akan lebih matang dan jernihpenilaiannya. Kalau tidak tahu, ya bertanya. Bukannya berprasangka, lantas meyakiniprasangka itu dan menyebarkannya ke seluruh Nusantara. Jika ada suatu isyu yangbersifat intelejen dan wilayahnya gelap bagi mata kebanyakan orang, sekurang-kurangnya kita bisa mengejar dan mempertanyakannya melalui common sense danlogika.
  31. 31. Gus Dur Kena Palu Godam dan tidak Jadi Presiden tidak PathekenSiapa juru bicara dalam pertemuan itu?Saya dong!..Eh, sorry...mosok tampang begini jadi jubir...Tentu saja utamanya Cak Nur.Tapi rata-rata semua bicara, termasuk Gus Dur, yang menyatakan seperti "kena palugodam" karena menjumpai Pak Harto sudah menjadi manusia, maksudnya-seperti sudahsaya ungkapkan-bukan monster lagi, sehingga Gus Dur menyepakati hasil pertemuan itu.Peran saya paling tidak bermutu, yakni mengkursus Pak Harto untuk mengatakan "oradadi presiden ora patheken". Maksud saya tentu agar ia mengucapkan itu kepada dirinyasendiri, supaya ada proses reformasi batin padanya, supaya ia bersikap "enteng kepadapemilikian dunia, kuasa dan harta".Di dalam sistem nilai Islam yang saya anut, berhentinya seorang maling darikemalingannya, tidak harus melalui peristiwa ia dikepung orang kampung dan dipukuliberamai-ramai. Ada fenomena lain yang lebih luhur, yakni taubah dan husnul khâtimah.Kita bisa omong-omong dengan si maling, membawanya masuk ke dalam kesadaranbahwa ia melakukan kesalahan dan itu bukan hanya merugikan dirinya sendiri tapi jugamerugikan orang banyak. Ada paradigma rohani dan metoda batin internal bagiseseorang untuk berhenti dari kesalahannya.Adalah kewajiban setiap manusia untuk menghijrahkan setiap orang yang palingjahatpun, dari kesalahan menuju kebenaran, dari keburukan menuju kebaikan. Makakalau seorang yang amat berkuasa bisa kita curi perasaan dan psikologinya di manakemudian ia bisa meyakini bahwa "tidak menjadi presiden tidak patheken", itulah yangdianjurkan oleh Allah dan Pancasila. Bahwa ternyata Pak Harto mengucapkan kalimatSuroboyoan itu kepada publik, itu bukan perintah saya.Akses Informasi tidak Akurat dan Seandainya Pak Harto TelanjangpunApa saja yang Anda nasehatkan pada Pak Harto saat itu?Salah satunya saya coba ucapkan bahwa komunikasi antara dia dengan rakyat tidakmemiliki transformator atau penjembatanan vertikal yang baik. Pak Harto ternyatabanyak tidak engeh tentang apa sebenarnya yang terjadi di masyarakat. Ketika sayamengusulkan agar ia melebur hartanya kembali kepada rakyat melalui pendirian BMT di
  32. 32. setiap kecamatan, Pak Harto menjawab banyak dan menceritakan tentang KUD dll, yangmenurut saya jawaban itu mencerminkan bahwa Pak Harto tidak benar-benar tahutentang masalah rakyat. Pak Harto tidak tahu bahwa KUD itu bukan penyejahtera rakyat.Sehingga saya berkseimpulan-melalui omongannya sebelum berangkat ke Cairo-bahwadialah yang paling tahu penderitaan rakyat, itu omongan yang lugu dan naif, bukantaktik atau diplomasi. Ia benar-benar merupakan presiden suatu alam ningrat danbudaya feodal di mana semua bawahan-bawahannya hanya mengatakan sesuatu yangmenguntungkan posisi bawahan-bawahan itu, dan bukan yang benar-benar faktual. KalauPak Harto telanjang pun para Menterinya akan menyembah dengan mengatakan bahwapakaian Pak Harto sangat indah. Namun saya tidak mengejarnya lebih lanjut, karenaskala prioritas pembicaraan kami adalah bagaimana cara lengser yang sebaik-baiknyabagi hari-hari sesudah ia turun.Bayangan Raja Feodal dan Dunia Sudah SelesaiApa benar Pak Harto bersikap amat egaliter, sehingga semua tokoh yang diundang itubebas mengutarakan pendapat-pendapatnya tanpa rasa tertekan sama sekali?Mudah-mudahan rekaman pembicaraan 2,5 jam dengan Pak Harto itu bisa didengar olehmasyarakat luas. Pak Harto bukan hanya tidak menekan. Ia yang ditekan dan tertekan,meskipun insya-Allah karena [sudah] zuhud, ia sangat tenang dan pasrah.Wajar kalau Anda membayangkan bahwa yang kami hadapi dalam pertemuan itu adalahsegala perilaku yang fasistik, diktator, kejam, licik dan pokoknya apa saja yang buruk-buruk. Mungkin Anda terbiasa nonton sandiwara klasik yang antagonisme tokoh-tokohnyasangat hitam putih, sehingga Pak Harto yang Anda kenal sebagai raja feodal pun harusbersikap jauh dari egaliterianisme.Bisakah Anda membayangkan bahwa Anda berkuasa 32 tahun dengan segala kegagahandan keunggulan, tiba-tiba bertemu dengan sejumlah orang yang bukan siapa-siapa yangmengemukakan segala sesuatu yang tidak pernah Anda dengar selama 32 tahun bahkanseumur hidup Anda. Apalagi yang terdengar di telinga Anda itu adalah hal-hal yangmenyangkut nasib buruk di mana Anda harus tercampak dari kekuasaan yang begituabsolut dalam waktu yang sangat lama.
  33. 33. Apa yang Anda perlukan? Kebesaran jiwa? Ketahanan hati? Ya begitulah. Kalau Andasudah mengenal zuhud, sudah merasakan indahnya taubah, sudah ainul-yaqîn danhaqqul-yaqîn terhadap dahsyatnya husnul khatîmah, sudah memahami apa itu "humulfâizûn" menurut definisi Allah, Anda akan kuat menahan beban semacam itu. Dunia dansegala resikonya sudah selesai di batin Anda.[]

×