Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Veetha Adiyani Pardede                 M0209054                                ©2011           TAMAN FISIKA, EDUKATIF, KRE...
Veetha Adiyani Pardede                 M0209054                                 ©2011         Upaya menyikapi masalah dala...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

TAMAN FISIKA, EDUKATIF, KREATIF DAN APLIKATIF

378 views

Published on

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

TAMAN FISIKA, EDUKATIF, KREATIF DAN APLIKATIF

  1. 1. Veetha Adiyani Pardede M0209054 ©2011 TAMAN FISIKA, EDUKATIF, KREATIF DAN APLIKATIF Coba bayangkan dalam pikiran Anda, sebuah kata yang sederhana namunbanyak maknanya, Fisika. Ya itu dia, sebuah kata yang dapat membuat Andamenggeleng-gelengkan kepala, mengangguk-angguk, tersenyum manis penuh arti,atau bahkan membuat Anda menghela napas panjang. Jika ditanya apa itu fisika,Anda pasti akan menjawab “Fisika itu…”. Banyak hal yang ditafsirkan darisebuah kata tersebut, akan ada banyak jawaban yang akan keluar dari mulut Anda.Namun apa arti sebenarnya dari fisika? Fisika adalah sebuah ilmu pasti yangsangat menarik, sebuah ilmu yang menghasilkan cabangan ilmu lain, dan sebuahilmu yang dianggap oleh sebagian masyarakat susah. Anggapan bahwa fisika itu “susah” bagi sebagian masyarakat dikarenakankurang minatnya terhadap bidang fisika tersebut. Padahal penjelasan fisika ituberada di sekitar kita, mulai dari bangun hingga kita tidur lagi. Namun terkadangkita hanya berfikir bahwa penjelasan fisika harus berupa rumus, padahal tidakhanya sekedar itu. Tradisi di masyarakat pun masih kolot, mereka masihmemandang sebelah mata pada fisika. Kekurangminatan pada fisika terjadi pada tiap generasi. Tidak hanya daripihak orang dewasa, dari pihak anak-anak atau disebut saja pihak pelajar, jugakurang berminat dalam mengembangkan diri mereka di bidang ilmu fisika.Ketidakminatan para pelajar dikarenakan susahnya dalam mempelajari fisika yangbergantung dengan materi dalam buku, begitu pula dalam menghapal rumusfisika. Ketidakminatan timbul dari ketidakbiasaan dalam mendalami sesuatu.Padahal penjelasan fisika selalu ada di sekitar kita, namun tidak ada pembiasaandalam mempelajari fisika di sekitar lingkungan. Pada lingkungan keluarga,seorang anak tumbuh untuk belajar sesuatu dari sekitarnya. Setiap hal dipelajaridengan melihat dan merasakan. Namun pembelajaran dalam masapertumbuhannya tidak diiringi dengan penjelasan mengapa dan bagaimana daripihak orang tuanya. Contoh tadi masih sering terjadi di masyarakat. Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia
  2. 2. Veetha Adiyani Pardede M0209054 ©2011 Upaya menyikapi masalah dalam mempelajari fisika dapat dilakukandalam kelompok kecil. Pembelajaran dalam kelompok kecil dinilai lebih efektif,dari kelompok-kelompok kecil tersebut akan membentuk kelompok besar. Salahsatu upaya konkret yang dapat dilakukan yakni pembuatan Taman Fisika yanggratis dan terbuka untuk umum. Taman Fisika penulis anggap lebih efektif,kreatif, dan aplikatif. Dinilai efektif, karena taman tersebut terletak pada tempatrekreasi keluarga, pengunjung dapat berekreasi sekaligus berlajar. Dinilai kreatifdan aplikatif, karena diharapkan pengunjung akan terbuka pandangannya danberfikir lebih luas dalam aplikasi fisika. Pada taman fisika tersebut akan diisibeberapa pos praktikum. Pos praktikum tersebut diisi dengan alat-alat yang biasakita temui, seperti alat-alat rumah tangga. Setiap pos merupakan pos praktikumyang dapat dicoba sendiri oleh pengunjung. Pos-pos tersebut juga akandidampingi tentor yang akan memberi penjelasan, dimana tentor adalahmahasiswa fisika yang belajar untuk terjun ke masyarakat. Sebagai contoh, dibuatpos permainan nada. Pos ini berisi lima buah gelas kaca yang akan diisi dengan airserta sendok. Pengunjung akan diberikan kesempatan berpraktikum sendiri.Pengunjung akan dipandu tentor untuk mengisi air pada tiap gelas, air dalam gelasdibuat mempunyai ketinggian yang berbeda. Sendok untuk mencobamendengarkan nada dari sendok yang diketukkan pada gelas. Setelah pengunjungmempraktikan, maka tentor akan memberi penjelasan tentang bunyi ditimbulkanoleh sumber bunyi yang bergetar. Ketika gelas dipukul dengan sendok, gelas akanbergetar dan menimbulkan bunyi. Keras, lemah, tinggi, dan rendah nadatergantung pada tinggi atau rendahnya ruang kosong di dalam gelas. Selainadanya pos-pos praktikum, di taman tersebut juga akan diberikan lahan untuksharing sebagai kesimpulan dari tiap pos praktikum yang telah dilalui tadi.Penempatan Taman Fisika selain diletakkan pada tempat strategis yang menjaditempat rekreasi keluarga, bisa juga ditempatkan di sekitar di sekolah-sekolah, ataubahkan sebagai bahan demo fisika di sekolah. Manfaat ke depannya dari pembuatan Taman Fisika diharapkan membuatmasyarakat semakin tertarik dalam mempelajari fisika. Terkhusus para pelajarjuga pengenalan fisika kepada anak sejak dini. Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia

×