PERBANDINGAN
DUA AIRLINE / MASKAPAI
MAKALAH INI DISUSUN DALAM RANGKA MEMENUHI SALAH
SATU TUGAS MATA KULIAH SISTEM TRANSPOR...
ii
KATA PENGANTAR
Kami panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan
rahmat, taufiq serta hidayah-N...
iii
DAFTAR ISI
Halaman Judul……………………………………………………………………. i
Kata Pengantar…………………………………………………………………… ii
Daftar Isi…………………………...
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Lahirnya banyak maskapai di Indonesia tentunya akan menimbulkan banyak
perm...
2
1.4 Perumusan Masalah
Atas dasar penentuan latar belakang dan identifikasi masalah diatas,maka kami
dapat mengambil peru...
3
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Rute Penerbangan Dua Airline dan Pola Jaringan Airline
Pada bab ini kami akan memberikan sedikit p...
4
2. Sriwijaya
2.1.1 Pola jaringan
Berdasarkan data rute diatas maka dapat ditentukan jenis atau pola jaringan dari
kedua ...
5
Bandar udara atau kota sebagai titik atau poros (hub) adalah kota Makasar.
Sedangkan kota-kota sekeliling sebagai (spoke...
6
 Memungkinkan airlines menggunakan pesawat yang lebih besar akibat
penambahan load factor.
 Kerugian
 Memberikan peng...
7
Harga tiket Sriwijaya
Perhitungan :
Garuda
Harga per seat, per kilometer =
=
= Rp 875,49 /seat/km
Sriwijaya
Harga per se...
8
2.2.2 Rute penerbangan Makasar – Denpasar Bali
Diketahui :
Harga tiket Garuda
Harga tiket Sriwijaya
Perhitungan :
Garuda...
9
Sriwijaya
Harga per seat, per kilometer =
=
= Rp 867,51 /seat/km
2.2.3 Rute penerbangan Makasar – Jayapura
Diketahui :
H...
10
Perhitungan :
Garuda
Harga per seat, per kilometer =
=
= Rp 584,97 /seat/km
Sriwijaya
Harga per seat, per kilometer =
=...
11
Perhitungan :
Garuda
Harga per seat, per kilometer =
=
= Rp 474,45 /seat/km
Sriwijaya
Harga per seat, per kilometer =
=...
12
Harga tiket Sriwijaya
Perhitungan :
Garuda
Harga per seat, per kilometer =
=
= Rp 739,07 /seat/km
Sriwijaya
Harga per s...
13
BAB III
KESIMPULAN
Berdasarkan data yang kami dapatkan dan berdasarkan hasil perhitungan yang
kami lakukan maka diperol...
14
DAFTAR PUSTAKA
http://www.utiket.com/indonesia/cari/penerbangan
http://www.garuda-indonesia.com/id/destination/route-ma...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

2maskapai

568 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
568
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
21
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

2maskapai

  1. 1. PERBANDINGAN DUA AIRLINE / MASKAPAI MAKALAH INI DISUSUN DALAM RANGKA MEMENUHI SALAH SATU TUGAS MATA KULIAH SISTEM TRANSPORTASI UDARA DOSEN GUNAWAN, S.T., M.T. DISUSUN OLEH : FARID FAUZI ( 10050142 / TPB ) HENRA SADEKE ( 10050146 / TPB ) AYU WIJAYA ( 10050150 / TPB ) M. FAJAR A. A. ( 10050151 / TPB ) PRIHANTORO ( 10050156 / TPB ) JURUSAN TEKNIK PENERBANGAN SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI ADISUTJIPTO YOGYAKARTA 2012-2013
  2. 2. ii KATA PENGANTAR Kami panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat, taufiq serta hidayah-Nya sehingga makalah ini dapat tersusun dengan baik. Makalah ini penulis susun dalam rangka memenuhi salah satu tugas kelompok mata kuliah sistem transportasi udara. Makalah ini tersusun atas bantuan dari berbagai pihak, untuk itu kami mengucapkan banyak terima kasih kepada : 1. Bapak Gunawan ,ST,.MT. selaku dosen mata kuliah sistem transportasi udara. 2. Berbagai pihak yang telah membantu baik meteriil maupun spirituil terhadap penyusunan makalah ini. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan dan kekeliruan untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun guna menyempurnakan makalah selanjutnya. Yogyakarta, 6 Mei 2012 Penyusun
  3. 3. iii DAFTAR ISI Halaman Judul……………………………………………………………………. i Kata Pengantar…………………………………………………………………… ii Daftar Isi…………………………………………………………………………. iii BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………….. 1 1.1 Latar Belakang Masalah……………………………………………... 1 1.2 Identifikasi Masalah…………………………………………………. 1 1.3 Pembatasan Masalah………………………………………………… 1 1.4 Perumusan Masalah…………………………………………………. 2 1.5 Kegunaan Penelitian………………………………………………… 2 1.6 Metode Penulisan……………………………………………………. 2 BAB II PEMBAHASAN……………………………………………………….. 3 2.1 Rute Penerbangan Dua Airline dan Pola Jaringan Airline……….. 3 2.1.1 Pola jaringan…………………………………………………. 4 2.1.2 Keuntungan dan Kerugian dari Jaringan …………………….. 5 2.2 Perbandingan Harga dan perhitungan harga…………………………. 6 2.2.1 Rute penerbangan Makasar – Balikpapan……………………. 6 2.2.2 Rute penerbangan Makasar – Denpasar Bali…………………. 8 2.2.3 Rute penerbangan Makasar – Jayapura………………………. 9 2.2.4 Rute penerbangan Makasar – Ambon………………………… 10 2.2.5 Rute penerbangan Makasar – Gorontalo……………………… 11 BAB III KESIMPULAN………………………………………………………… 13 DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………. 14
  4. 4. 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Lahirnya banyak maskapai di Indonesia tentunya akan menimbulkan banyak permasalahan-permasalahan baru dan akan melahirkan banyak strategi dan usaha serta persaingan yang semakin menjadi memberikan banyak pilihan-pilihan yang diberikan oleh maskapai agar masyarakat bisa mengambil pilihan dan masyarakat dapat memilih penerbangan yang sesuai dan seperti yang masyarakat inginkan. Ada beberapa bentuk Jaringan Airline yaitu Linear system, Grid dan ( Hub and Spoke ). Dan adanya beberapa bentuk analisa jaringan tersebut maka akan semakin banyak pilihan bentuk penerbangan dan akan mengakibatkan masyarakat akan lebih jeli dalam memilih penerbangan yang mereka inginkan. Karena menurut kami masyarakat menginginkan adanya penerbangan yang singkat dan efektif serta efisien maka kami akan menganalisa bentuk jaringan airline jenis ( hub and spoke ). 1.2 Identifikasi Masalah Melihat semua hal yang melatarbelakangi perkembangan moda transportasi utamanya transportasi udara dan seiring berkembangnya teknologi penerbangan serta banyak bermunculanya maskapai-maskapai baru didalam industri penerabangan di Indonesia, Kami menarik beberapa masalah dengan berdasarkan kepada : 1. Pengaruh biaya operasional airline dan perbandingannya. 2. Waktu tunggu menjadi penilaian penumpang akan kualitas transfer airlines dan bandara hub (low minimum connecting time, MCT). 1.3 Pembatasan Masalah Karena cangkupan jaringan penerbangan yang sangat luas dan meliputi berbagai aspek dan banyaknya pilihan yang ada,maka kami hanya membataskan penelitian hanya dari perbandingan dua harga tiket, masing-masing per seat per kilometer-nya dan bentuk analisa jaringan yang dipilih dalam jaringan penerbangan.
  5. 5. 2 1.4 Perumusan Masalah Atas dasar penentuan latar belakang dan identifikasi masalah diatas,maka kami dapat mengambil perumusan masalah sebagi berikut : “Bagaimana cara memilih airline dan bagaimana menganalisa harga tiket untuk beberapa penerbangan dan dalam analisis bentuk airline ( hub and spoke )” 1.5 Kegunaan Penelitian Kegunaan penelitian ini adalah sebgai upaya membandingkan dua harga tiket 2 maskapai penerbangan dan bagaimana menyikapi perbedaan harga tersebut dan mengerti analisa perhitungan harga tiketnya per kilometer dan per seat-nya. 1.6 Metode Penulisan Untuk mendapatkan data dan informasi yang diperlukan,penulis menggunakan metode studi kepustakaan atau studi pustaka. Tidak hanya itu, kami juga mencari bahan dan sumber-sumber dari media elektronik yaitu internet.
  6. 6. 3 BAB II PEMBAHASAN 2.1 Rute Penerbangan Dua Airline dan Pola Jaringan Airline Pada bab ini kami akan memberikan sedikit penjelasan tentang perbandingan dua airline pesawat terbang. Berikut adalah gambar dari rute penerbangan airline Garuda Indonesia dan Sriwijaya, dimana dalam kedua rute gambar terdapat gambar jaringan atau jenis jaringan airline-nya. Dan kami akan mengambil beberapa rute penerbangan yang ada di Indonesia dan menganalisa jenis jaringan-nya. 1. Garuda Indonesia
  7. 7. 4 2. Sriwijaya 2.1.1 Pola jaringan Berdasarkan data rute diatas maka dapat ditentukan jenis atau pola jaringan dari kedua airline tersebut yaitu Pola jaringan pada ke-2 maskapai Garuda Indonesia dan Sriwijaya tersebut adalah : Pola jaringan hub dan spoke (hub and Spoke system) Yaitu Dipilih suatu titik (bandar udara atau kota) yang berperan sebagai poros (hub) dan terdapat banyak rute (spoke) yang menghubungkan titik sumbu tadi dengan titik-titik (kota-kota) lain sebagai spoke di sekelilingnya.
  8. 8. 5 Bandar udara atau kota sebagai titik atau poros (hub) adalah kota Makasar. Sedangkan kota-kota sekeliling sebagai (spoke) adalah kota Balikpapan, kota Denpasar Bali, kota Jayapura, kota Ambon dan kota Gorontalo. 2.1.2 Keuntungan dan Kerugian dari Jaringan (hub and spoke) :  Keuntungan  Airlines dapat memaksimalkan jumlah kemungkinan penerbangannya.  Airlines dapat memasuki tempat-tempat yang segmen pasarnya lebih kecil.  Penumpang dengan tujuan yang sama tetapi yang berbeda asal keberangkatan dapat dikumpulkan di suatu hub dan diterbangkan dengan satu pesawat ke tujuan tersebut.  Tambahan connecting traffic  meningkatkan load factor. Hub and Spoke Marketing / Operation Centralized Peaking Sensitive Directional imbalance Severe Bad weather Severe at hub Utilization Low Load factor Low (usually) Station density High One-type service Quasi-controllable
  9. 9. 6  Memungkinkan airlines menggunakan pesawat yang lebih besar akibat penambahan load factor.  Kerugian  Memberikan pengaruh besar pada biaya operasi airlines (higher unit cost)  handling penumpang lebih banyak dibanding direct traffic.  kenaikan pada landing charges, fuel serta cycle pesawat.  Waktu perjalanan lebih lama  bagi sebagian penumpang memberikan tekanan psikologis.  Konsentrasi aktivitas di hub dalam waktu singkat menimbulkan beban lebih besar bagi petugas dan fasilitas di bandara.  Waktu tunggu menjadi penilaian penumpang akan kualitas transfer airlines dan bandara hub (low minimum connecting time, MCT).  Airlines dan bandara mengejar ketepatan waktu (punctuality), jika terjadi keterlambatan maka akan berefek kepada penerbangan berikutnya. 2.2 Perbandingan Harga dan perhitungan harga ( per seat/kursi,per kilometer ) Perbandingan harga dan perhitungan harga ( per seat/kursi,per kilometer-nya ) adalah sebagai berikut. 2.2.1 Rute penerbangan Makasar – Balikpapan Diketahui : Harga tiket Garuda
  10. 10. 7 Harga tiket Sriwijaya Perhitungan : Garuda Harga per seat, per kilometer = = = Rp 875,49 /seat/km Sriwijaya Harga per seat, per kilometer = = = Rp 789,88 /seat/km
  11. 11. 8 2.2.2 Rute penerbangan Makasar – Denpasar Bali Diketahui : Harga tiket Garuda Harga tiket Sriwijaya Perhitungan : Garuda Harga per seat, per kilometer = = = Rp 867,51 /seat/km
  12. 12. 9 Sriwijaya Harga per seat, per kilometer = = = Rp 867,51 /seat/km 2.2.3 Rute penerbangan Makasar – Jayapura Diketahui : Harga tiket Garuda Harga tiket Sriwijaya
  13. 13. 10 Perhitungan : Garuda Harga per seat, per kilometer = = = Rp 584,97 /seat/km Sriwijaya Harga per seat, per kilometer = = = Rp 584,97 /seat/km 2.2.4 Rute penerbangan Makasar - Ambon Diketahui : Harga tiket Garuda Harga tiket Sriwijaya
  14. 14. 11 Perhitungan : Garuda Harga per seat, per kilometer = = = Rp 474,45 /seat/km Sriwijaya Harga per seat, per kilometer = = = Rp 474,45 /seat/km 2.2.5 Rute penerbangan Makasar – Gorontalo Diketahui Harga tiket Garuda
  15. 15. 12 Harga tiket Sriwijaya Perhitungan : Garuda Harga per seat, per kilometer = = = Rp 739,07 /seat/km Sriwijaya Harga per seat, per kilometer = = = Rp 734,97 /seat/km
  16. 16. 13 BAB III KESIMPULAN Berdasarkan data yang kami dapatkan dan berdasarkan hasil perhitungan yang kami lakukan maka diperoleh kesimpulan: 1. Jenis pola jaringan kedua maskapai atau airline ( Garuda dan Sriwijaya ) adalah jenis Hub-dan-spoke karena disitu dipilih suatu titik ( bandar udara atau kota ) yang berperan sebagai poros (hub) dan terdapat banyak rute ( spoke ) yang menghubungkan titik sumbu tadi dengan titik-titik ( kota-kota ) lain sebagai spoke di sekelilingnya. 2. Dari perhitungan perbandingan harga tiket per seat per kilometer-nya perbedaanya tidak terlalu signifikan.perbedaan harganya hanya selisih sedikit antara maskapai Garuda dan Sriwijaya
  17. 17. 14 DAFTAR PUSTAKA http://www.utiket.com/indonesia/cari/penerbangan http://www.garuda-indonesia.com/id/destination/route-map/index.page? http://www.sriwijayaair.co.id/id/peta-rute

×