Semester 01

Modul II
Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD)
Kegiatan Belajar II

Manusia, Nilai, Moral, dan hukum

Badan Pen...
Nilai

Nilai dapat diartikan sebagai sifat atau kualitas dari
sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia
baik lahir ma...
Nilai

1. Nilai material yaitu sesuatu yang berguna bagi
unsur jasmani manusia.
2. Nilai vital yaitu segala sesuatu yang b...
Nilai

Nilai itu tidak konkret dan pada dasarnya bersifat
subyektif. Nilai yang abstrak dan subyektif ini perlu
lebih diko...
Norma

Norma ialah sesuatu yang dipakai untuk mengatur
sesuatu yang lain atau sebuah ukuran. Dengan
norma ini orang dapat ...
Norma

1.
2.
3.
4.

Norma kepercayaan atau keagamaan
Norma kesusilaan
Norma sopan santun/adab
Norma hukum
Moral

Moral adalah yang sesuatu sesuai dengan ide-ide
yang umum diterima tentang tindakan manusia,
mana yang baik dan man...
Moral

Bisa dikatakan manusia yang bermoral adalah
manusia yang sikap dan tingkah lakunya sesuai
dengan nilai-nilai dan no...
Manusia
dan Hukum

Untuk mencapai ketertiban dalam masyarakat,
diperlukan adanya kepastian dalam pergaulan antarmanusia da...
Manusia
dan Hukum

Terdapat adagium yang terkenal yang berbunyi: “Ubi
societas ibi jus” (di mana ada masyarakat di situ
ad...
Tujuan
Hukum

Hukum bertujuan menjamin adanya kepastian
hukum dalam masyarakat. Selain itu, menjaga dan
mencegah agar tiap...
Penegakan
Hukum

Ketika memilih bentuk negara hukum, otomatis
keseluruhan penyelenggaraan Negara ini harus
sedapat mungkin...
Penegakan
Hukum

Penegakan hukum tidak saja dilakukan melalui
perundang-undangan, namun juga bagaimana
memberdayakan apara...
Penegakan
Hukum

Penegakan hukum menuntut konsistensi dan
keberanian dari aparat. Juga, hadirnya fasilitas
penegakan hukum...
Hubungan

Hukum & Moral

“Quid leges sine moribus?” (apa artinya undangundang jika tidak disertai moralitas?). Dengan demi...
Perbedaan

Hukum & Moral

Hukum lebih dikodifikasikan daripada moralitas, artinya
dibukukan secara sistematis dalam kitab ...
Perbedaan

Hukum & Moral

Meski moral dan hukum mengatur tingkah laku
manusia, namun hukum membatasi diri sebatas lahiriah...
Perbedaan

Hukum & Moral

Sanksi yang berkaitan dengan hukum berbeda dengan
sanksi yang berkaitan dengan moralitas. Hukum ...
Perbedaan

Hukum & Moral

Hukum didasarkan atas kehendak masyarakat dan
akhirnya atas kehendak negara. Meskipun hukum tida...
Problematika
Hukum

1. Aparatur penegak hukum ditengarai kurang banyak
diisi oleh sumber daya manusia yang berkualitas.
2....
Problematika
Hukum

4. Para pembentuk peraturan perundang-undangan
sering tidak memerhatikan keterbatasan aparatur.
5. Kur...
Sumber Gambar
http://kfk.kompas.com/image/preview/aW1hZ2VzL3Nma19waG90b3Mvc2ZrX3Bob3Rvc18xMzA0
MDcyOTQ5X3U0dEFwRTBYLmpwZw%...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Modul 2 kb 3

679 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
679
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
289
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Modul 2 kb 3

  1. 1. Semester 01 Modul II Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) Kegiatan Belajar II Manusia, Nilai, Moral, dan hukum Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan Jakarta 2013
  2. 2. Nilai Nilai dapat diartikan sebagai sifat atau kualitas dari sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia baik lahir maupun batin. Bagi manusia nilai dijadikan sebagai landasan, alasan atau motivasi dalam bersikap dan bertingkah laku, baik disadari maupun tidak.
  3. 3. Nilai 1. Nilai material yaitu sesuatu yang berguna bagi unsur jasmani manusia. 2. Nilai vital yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan atau aktivitas. 3. Nilai kerohanian yaitu sesuatu yang berguna bagi rohani manusia.
  4. 4. Nilai Nilai itu tidak konkret dan pada dasarnya bersifat subyektif. Nilai yang abstrak dan subyektif ini perlu lebih dikonkretkan serta dibentuk menjadi lebih objektif.
  5. 5. Norma Norma ialah sesuatu yang dipakai untuk mengatur sesuatu yang lain atau sebuah ukuran. Dengan norma ini orang dapat menilai kebaikan atau keburukan suatu perbuatan.
  6. 6. Norma 1. 2. 3. 4. Norma kepercayaan atau keagamaan Norma kesusilaan Norma sopan santun/adab Norma hukum
  7. 7. Moral Moral adalah yang sesuatu sesuai dengan ide-ide yang umum diterima tentang tindakan manusia, mana yang baik dan mana yang wajar. Istilah moral mengandung integritas dan martabat pribadi manusia. Derajat kepribadian seseorang sangat ditentukan oleh moralitas yang dimilikinya
  8. 8. Moral Bisa dikatakan manusia yang bermoral adalah manusia yang sikap dan tingkah lakunya sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat.
  9. 9. Manusia dan Hukum Untuk mencapai ketertiban dalam masyarakat, diperlukan adanya kepastian dalam pergaulan antarmanusia dalam masyarakat. Kepastian ini bukan saja agar kehidupan masyarakat menjadi teratur akan tetapi akan mempertegas lembaga-lembaga hukum mana yang melaksanakannya.
  10. 10. Manusia dan Hukum Terdapat adagium yang terkenal yang berbunyi: “Ubi societas ibi jus” (di mana ada masyarakat di situ ada hukumnya). Artinya bahwa dalam setiap pembentukan suatu bangunan struktur sosial yang bernama masyarakat, maka selalu akan dibutuhkan bahan yang bersifat sebagai “semen perekat” atas berbagai komponen pembentuk dari masyarakat itu, dan yang berfungsi sebagai “semen perekat” tersebut adalah hukum.
  11. 11. Tujuan Hukum Hukum bertujuan menjamin adanya kepastian hukum dalam masyarakat. Selain itu, menjaga dan mencegah agar tiap orang tidak menjadi hakim atas dirinya sendiri, namun tiap perkara harus diputuskan oleh hakim berdasarkan dengan ketentuan yang sedang berlaku
  12. 12. Penegakan Hukum Ketika memilih bentuk negara hukum, otomatis keseluruhan penyelenggaraan Negara ini harus sedapat mungkin berada dalam koridor hukum. Semua harus diselenggarakan secara teratur (in order) dan setiap pelanggaran terhadapnya haruslah dikenakan sanksi yang sepadan.
  13. 13. Penegakan Hukum Penegakan hukum tidak saja dilakukan melalui perundang-undangan, namun juga bagaimana memberdayakan aparat dan fasilitas hukum. Juga, yang tak kalah pentingnya adalah bagaimana menciptakan budaya hukum masyarakat yang kondusif untuk penegakan hukum
  14. 14. Penegakan Hukum Penegakan hukum menuntut konsistensi dan keberanian dari aparat. Juga, hadirnya fasilitas penegakan hukum yang optimal adalah suatu kemestian. Masyarakatpun harus senantiasa mendapatkan penyadaran dan pembelajaran yang kontinyu.
  15. 15. Hubungan Hukum & Moral “Quid leges sine moribus?” (apa artinya undangundang jika tidak disertai moralitas?). Dengan demikian hukum tidak akan berarti tanpa disertai moralitas. Oleh karena itu kualitas hukum harus selalu diukur dengan norma moral, perundang-undangan yang immoral harus diganti
  16. 16. Perbedaan Hukum & Moral Hukum lebih dikodifikasikan daripada moralitas, artinya dibukukan secara sistematis dalam kitab perundangundangan. Oleh karena itu norma hukum lebih memiliki kepastian dan objektif dibanding dengan norma moral. (K.Berten)
  17. 17. Perbedaan Hukum & Moral Meski moral dan hukum mengatur tingkah laku manusia, namun hukum membatasi diri sebatas lahiriah saja, sedangkan moral menyangkut juga sikap batin seseorang(K.Berten)
  18. 18. Perbedaan Hukum & Moral Sanksi yang berkaitan dengan hukum berbeda dengan sanksi yang berkaitan dengan moralitas. Hukum untuk sebagian besar dapat dipaksakan,pelanggar akan terkena hukuman. Tapi norma etis tidak bisa dipaksakan, sebab paksaan hanya menyentuh bagian luar, sedangkan perbuatan etis justru berasal dari dalam (K.Berten)
  19. 19. Perbedaan Hukum & Moral Hukum didasarkan atas kehendak masyarakat dan akhirnya atas kehendak negara. Meskipun hukum tidak langsung berasal dari negara seperti hukum adat, namun hukum itu harus di akui oleh negara supaya berlaku sebagai hukum. Moralitas berdasarkan atas norma-norma moral yang melebihi pada individu dan masyarakat (K.Berten)
  20. 20. Problematika Hukum 1. Aparatur penegak hukum ditengarai kurang banyak diisi oleh sumber daya manusia yang berkualitas. 2. Peneggakkan hukum tidak berjalan sebagaimana mestinya karena sering mengalami intervensi kekuasaan dan uang 3. Kepercayaan masyarakat terhadap aparatur penegak hukum semakin surut
  21. 21. Problematika Hukum 4. Para pembentuk peraturan perundang-undangan sering tidak memerhatikan keterbatasan aparatur. 5. Kurang diperhatikannya kebutuhan waktu untuk mengubah paradigma dan pemahaman aparatur.
  22. 22. Sumber Gambar http://kfk.kompas.com/image/preview/aW1hZ2VzL3Nma19waG90b3Mvc2ZrX3Bob3Rvc18xMzA0 MDcyOTQ5X3U0dEFwRTBYLmpwZw%3D%3D.jpghttp://teguhalkhawarizmi.files.wordpress.com/2 012/07/law.jpg http://lpmtechno.files.wordpress.com/2010/04/001_abdiwan_gotong-royong.jpg http://ads2.kompas.com/layer/canonphotocompetition/assets/upload/1337314863.jpg http://2.bp.blogspot.com/Cqb_e3GeIZo/ULXhldb1cxI/AAAAAAAABNA/n3KWrZzLQGw/s1600/hukum+positif.gif http://cdni.wired.co.uk/1240x826/g_j/Handcuffs_1.jpg http://1.bp.blogspot.com/__KpXZ4DesSw/TOzWQOhjvNI/AAAAAAAAALI/byWnoPPL1os/s1600/P1 017621.JPG http://hiduptama.files.wordpress.com/2011/05/img_0367.jpg http://4.bp.blogspot.com/siVYMK8Wnzc/UeRGiS8AjDI/AAAAAAAAAiU/LBPgBRY4HVE/s640/Foto+Polisi+Indonesia.JPG http://pn-depok.go.id/uploads/IMG_0533.jpg http://rri.co.id/Upload/Berita/AKSHukum2.jpg http://media.viva.co.id/thumbs2/2010/08/09/94060_razia-lalu-lintas_663_382.jpg

×