Semester 02
Prodi Kebidanan

Mutu Layanan Kebidanan dan Kebijakan Kesehatan Modul 2
Kegiatan Belajar 2

Standar Persyarata...
Standar

Persyaratan Minimal

adalah menunjuk pada keadaan minimal yang harus dipenuhi untuk dapat menjamin
terselenggaran...
Standar
persyaratan
minimal ini
dibedakan
atas 3
macam, yakni
:

a. Standar masukan

b. Standar lingkungan
c. Standar pros...
1

Standar masukan

Dalam standar masukan ditetapkan persyaratan minimal unsur masukan yang
diperlukan untuk dapat menyele...
2

Standar Lingkungan

Dalam standar lingkungan ditetapkan persyaratan minimal unsur lingkungan yang diperlukan
untuk dapa...
3

Standar Proses

Dalam standar proses ditetapkan persyaratan minimal unsur proses yang harus dilakukan
untuk dapat menye...
Standar

Penampilan Minimal

minimun performance standard adalah menunjuk pada penampilan pelayanan kesehatan
yang masih d...
Standar ini perlu dipantau serta dinilai secara obyektif dan
berkesinambungan, apabila ditemukan penyimpangan, perlu seger...
langkah-langkah
yang perlu
dilakukan dalam
menyusun atau
mengembangkan
standar.

1. Menetapkan tingkatan organisasi yang
m...
Menetapkan
Tingkatan Organisasi Yang Memerlukan Standar

Standar dapat dirumuskan pada setiap tingkat organisasi. Tetapkan...
Menetapkan
Area Fungsi Yang Memerlukan Standar.

Setiap tingkatan organisasi dapat mempunyai beberapa area fungsi. Kajilah...
Menetapkan
Kegiatan Pokok Yang Memerlukan Standar

Setiap area fungsi dapat memiliki beberapa kegiatan pokok. Kajilah kegi...
Menetapkan
Bagian Dari Kegiatan Pokok
Yang Memerlukan Standar

Pada setiap kegiatan selalu ditemukan unsur masukan, tetapk...
Misalnya, setelah dilakukan kajian ditetapkan unsur-unsur yang paling menentukan adalah
sebagai berikut.
• Unsur masukan :...
Menetapkan
Kriteria Standar Yang Akan Diperlukan

contoh dari kriteria standar untuk pelayanan imunisasi, yaitu hepatitis ...
Menetapkan
Kriteria Standar Yang Akan Dipergunakan

Contoh standar untuk pelayanan imunisasi hepatitis B adalah sebagai be...
Dimensi Mutu
pelayanan
kesehatan
bersifat
multidimensi, an
tara lain:












Dimensi Kompetensi Teknis
Dime...
Keenam langkah
dalam menetapkan
Standar ini harus
dilaksanakan secara
utuh, sebaiknya dilakukan
oleh satu tim, misalnya
ti...
Gambar Refrensi
http://shotofprevention.files.wordpress.com/2012/02/stethoscope-backgrounds-wallpapers.jpg
http://img.anta...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Modul 2 kb 2 mutu layanan kesehatan dan kebijakan kesehatan

987 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
987
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
263
Actions
Shares
0
Downloads
38
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Modul 2 kb 2 mutu layanan kesehatan dan kebijakan kesehatan

  1. 1. Semester 02 Prodi Kebidanan Mutu Layanan Kebidanan dan Kebijakan Kesehatan Modul 2 Kegiatan Belajar 2 Standar Persyaratan dan Penampilan Minimal Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan Jakarta 2013
  2. 2. Standar Persyaratan Minimal adalah menunjuk pada keadaan minimal yang harus dipenuhi untuk dapat menjamin terselenggaranya pelayanan kesehatan yang bermutu.
  3. 3. Standar persyaratan minimal ini dibedakan atas 3 macam, yakni : a. Standar masukan b. Standar lingkungan c. Standar proses
  4. 4. 1 Standar masukan Dalam standar masukan ditetapkan persyaratan minimal unsur masukan yang diperlukan untuk dapat menyelengarakan pelayanan kesehatan yang bermutu. Jika standar masukan tersebut menunjuk pada tenaga pelaksanan disebut dengan nama standar ketenagaan (standard of personel). Sedangkan jika standar masukan tersebut menunjuk pada sarana dikenal dengan nama standar sarana (standard of facilities). Contohnya jenis dan jumlah tenaga kesehatan, jenis, jumlah dan spesifikasi sarana, serta jumlah dana (modal).
  5. 5. 2 Standar Lingkungan Dalam standar lingkungan ditetapkan persyaratan minimal unsur lingkungan yang diperlukan untuk dapat menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang bermutu. Populer dengan sebutan standar organisasi dan manajemen (standard of organization and management) Contohnya garis-garis besar kebijakan, pola organisasi serta sistem manajemen yang harus dipatuhi oleh setiap pelaksana pelayanan kesehatan.
  6. 6. 3 Standar Proses Dalam standar proses ditetapkan persyaratan minimal unsur proses yang harus dilakukan untuk dapat menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang bermutu. Dikenal dengan nama standar tindakan (standard of conduct). Karena baik atau tidaknya mutu pelayanan kesehatan sangat ditentukan oleh kesesuaian tindakan dengan standar proses, maka haruslah dapat diupayakan tersusunnya standar proses tersebut. Misalnya tindakan medis dan tindakan non medis pelayanan kesehatan.
  7. 7. Standar Penampilan Minimal minimun performance standard adalah menunjuk pada penampilan pelayanan kesehatan yang masih dapat diterima. Standar ini menunjuk pada unsur keluaran, disebut dengan nama standar keluaran (standard of output), Contohnya satandar keluaran aspek medis (angka kesembuhan, angka efek samping, angka komplikasi dan angka kematian) dan standar keluaran aspek non medis (hubungan dokter pasien, keramahtamahan petugas, keluhan pasien dan kepuasan pasien).
  8. 8. Standar ini perlu dipantau serta dinilai secara obyektif dan berkesinambungan, apabila ditemukan penyimpangan, perlu segera diperbaiki. Secara sederhana kedudukan dan peranan standar ini dalam program menjaga mutu dapat Anda lihat sebagai berikut: STANDAR LINGKUNGAN STANDAR MASUKAN STANDAR PROSES STANDAR KELUARAN Penyimpangan Penyimpangan PENYEBAB MASALAH MUTU PELAYANAN MASALAH MUTU PELAYANAN Gambar: Kedudukan dan peranan standar dalam Program Menjaga Mutu
  9. 9. langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam menyusun atau mengembangkan standar. 1. Menetapkan tingkatan organisasi yang memerlukan standar 2. Menetapkan area fungsi yang memerlukan standar. 3. Menetapkan kegiatan pokok yang memerlukan standar. 4. Menetapkan bagian dari kegiatan pokok yang memerlukan standar. 5. Menetapkan kriteria standar yang akan diperlukan 6. Merumuskan standar yang akan dipergunakan
  10. 10. Menetapkan Tingkatan Organisasi Yang Memerlukan Standar Standar dapat dirumuskan pada setiap tingkat organisasi. Tetapkanlah tingkatan organisasi yang paling memerlukan standar. Pilihan biasanya lebih diutamakan pada tingkat organisasi yang paling bertanggung jawab menyelenggarakan kegiatan utama organisasi, yakni yang paling erat hubungannya dengan pencapaian tujuan organisasi. Misalnya, setelah melakukan kajian yang seksama, tingkatan organisasi yang memerlukan standar adalah bagian poliklinik.
  11. 11. Menetapkan Area Fungsi Yang Memerlukan Standar. Setiap tingkatan organisasi dapat mempunyai beberapa area fungsi. Kajilah dan tetapkan area fungsi yang paling penting, yakni yang berkaitan dengan pencapaian tujuan organisasi. Tetapkan area fungsi yang memerlukan standar. Misalnya, setelah melakukan kajian yang seksama, are fungsi yang mmemerlukan standar adalah fungsi pelayanan.
  12. 12. Menetapkan Kegiatan Pokok Yang Memerlukan Standar Setiap area fungsi dapat memiliki beberapa kegiatan pokok. Kajilah kegiatan pokok tersebut, yakni yang merupakan kegiatan utama yang harus diselenggarakan oleh organisasi. Tetapkanlah kegiatan pokok yang memerlukan standar. Misalnya setelah melakukan kajian, kegiatan pokok yang memerlukan standar adalah imunisasi hepatitis B.
  13. 13. Menetapkan Bagian Dari Kegiatan Pokok Yang Memerlukan Standar Pada setiap kegiatan selalu ditemukan unsur masukan, tetapkanlah unsur-unsur yang paling menentukan, yang menggambarkan ciri-ciri atau kriteria utama dari masukan, lingkungan, proses serta keluaran yang berkaitan dengan kegiatan, dalam hal ini dikaitkan dengan kehendak untuk meningkatkan mutu pelayanan.
  14. 14. Misalnya, setelah dilakukan kajian ditetapkan unsur-unsur yang paling menentukan adalah sebagai berikut. • Unsur masukan : tenaga pelaksana, sarana, dan bahan-bahan habis pakai • Unsur lingkungan: kebijakan personalia • Unsur proses : penyuluhan, tindakan sterilisasi, tindakan imunisasi. • Keluaran: kekebalan terhadap penyakit hepatitis B
  15. 15. Menetapkan Kriteria Standar Yang Akan Diperlukan contoh dari kriteria standar untuk pelayanan imunisasi, yaitu hepatitis B yang bermutu.  Unsur masukan : tenaga pelaksana telah mendapatkan pelatihan yang cukup dalam teknik dan dosis imunisasi, suhu lemari es tempat menyimpan vaksin sesuai dengan ketentuan, vaksin tidak kadaluarsa, serta alat suntik tersedia dengan jumlah yang cukup.  Unsur lingkungan: kebijakan personalia membenarkan semua tenaga medis aktif menyelenggarakan imunisasi  Unsur proses : teknik penyuluhan dilakukan dengan benar, teknik sterilisasi alat suntik dilakukan dengan benar, teknik imunisasi dilakukan dengan benar.  Unsur keluaran: penduduk terlindung dari penyakit hepatitis B.
  16. 16. Menetapkan Kriteria Standar Yang Akan Dipergunakan Contoh standar untuk pelayanan imunisasi hepatitis B adalah sebagai berikut:  Unsur masukan : semua tenaga pelaksana telah mendapatkan pelatihan teknik dan dosis imunisasi, semua lemari es tempat menyimpan vaksin terkontrol suhunya, semua vaksin tidak kadaluarsa dan jumlah alat suntik tersedia sesuai dengan jumlah penduduk yang akan diimunisasi.  Unsur lingkungan: semua petugas medis aktif menyelenggarakan imunisasi  Unsur proses : semua calon peserta imunisasi mendapat penyuluhan dengan teknik yang benar, semua alat suntik disterilisasi dengan benar, dan semua teknik imunisasi dilakukan dengan benar  Unsur keluaran: semua pendduduk yang telah mendapat pelayanan imunisasi terlindung dari penyakit hepatitis B.
  17. 17. Dimensi Mutu pelayanan kesehatan bersifat multidimensi, an tara lain:           Dimensi Kompetensi Teknis Dimensi Keterjangkauan atau Akses Dimensi Efektivitas Dimensi Efisiensi Dimensi Kesinambungan Dimensi Keamanan Dimensi Kenyamanan Dimensi Informasi Dimensi Ketepatan Waktu Dimensi Hubungan Antar Manusia
  18. 18. Keenam langkah dalam menetapkan Standar ini harus dilaksanakan secara utuh, sebaiknya dilakukan oleh satu tim, misalnya tim menjaga mutu yang seharusnya dibentuk di tiap institusi kesehatan.
  19. 19. Gambar Refrensi http://shotofprevention.files.wordpress.com/2012/02/stethoscope-backgrounds-wallpapers.jpg http://img.antaranews.com/new/2012/02/ori/20120222CuciDarahi210212-2.jpg http://hongkong.panduanwisata.com/files/2011/09/layanan-kesehatan3.gif http://reksanews.com/wp-content/uploads/2013/02/pelayanan-kesehatan-di-Papua-kinerja-or.id_-342x227.png http://tangseloke.com/news/wp-content/gallery/yass_baksos/yass_baksos_08.jpg http://dikes.badungkab.go.id/asset/news_images/Manajemen%20Pelayanan%20Kesehatan.jpg http://klinik-healthy.com/wp-content/themes/Ravda/images/default-slides/pelayanan-klinik.jpg http://tipskesehatan.web.id/wp-content/uploads/2012/10/imunisasi-hepatitis.jpg http://2.bp.blogspot.com/-gzz2VKwXuf4/UEz0yZpq_VI/AAAAAAAAA_c/_U5lgmrTKD8/s1600/vaksinasi.jpg http://www.dharmais.co.id/tl_files/facilities/Akupuntur1%20copy.gif http://banjarangkan1.diskesklungkung.net/wp-content/uploads/2013/09/DSC04308.jpg http://blogs.unpad.ac.id/kknmpadaherang2011/files/2011/07/posyandu2.jpg http://2.bp.blogspot.com/-6m6fyIFFQjY/T6-9wOAfXAI/AAAAAAAAACk/MhoSptM_K3w/s1600/vaccine+2.jpg

×