Semester 01
Prodi Kebidanan

Keterampilan Dasar Kebidanan 1

Kegiatan Belajar 2
Pemenuhan kebutuhan oksigen

Badan Pengemb...
Anatomi dan Fisiologi
Sistem Pernafasan
Sumber gambar: http://family-home-evenings.com

Udara yang kita hirup setiap hari mengandung

oksigen yang diperlukan oleh...
Pernafasan (respirasi) adalah pertukaran gas
terutama O2 dan CO2 dalam tubuh. Pernafasan
diawali di rongga hidung. Dari hi...
Sumber gambar: http://i1.ytimg.com

Laring

(tenggorok) merupakan saluran

nafas setelah faring. Ketika menelan maka
larin...
Sumber gambar: http://i1.ytimg.com

Trakea

(batang tenggorok), memiliki

panjang sekitar 9 cm, dimulai dari laring
sampai...
Sumber gambar: http://fit4zen.files.wordpress.com

Organ utama pernafasan adalah

paru, yang berada dalam rongga thorak, y...
Untuk memenuhi kebutuhan oksigen dalam
tubuh, ada tiga tahapan yang harus dilewati yaitu

ventilasi, difusi, dan transport...
1

Ventilasi

adalah merupakan proses keluar dan masuknya oksigen
dari atmosfer ke dalam alveoli atau dari alveoli ke atmo...
2

Difusi

gas merupakan pertukaran antara O2 dari alveoli ke kapiler
paru-paru dan CO2 dari kapiler ke alveoli. Proses pe...
3

Transportasi

gas merupakan proses pendistribusian O2 kapiler
ke jaringan tubuh dan CO2 jaringan tubuh ke kapiler. Tran...
Konsep
Kebutuhan Oksigen
Kebutuhan oksigen merupakan
kebutuhan dasar fisiologis yang paling vital
bagi manusia. Pemenuhan kebutuhan oksigen
ditujuk...
Pemenuhan oksigen diperoleh dengan pernafasan.
Ada perbedaan frekuensi pernafasan normal (eupnea)
antara bayi dan dewasa y...
Ketika seseorang mengalami kesulitan
memenuhi oksigen dengan bernafas
normal, maka perlu ada tindakan untuk
memenuhi kebut...
Oksigen adalah zat yang tidak berwarna, tidak
berwujud dan mudah terbakar. Pemberian oksigen
bertujuan untuk mencegah hipo...
Sumber gambar: http://upload.wikimedia.org

Ada beberapa jenis pemberian oksigen, namun yang paling sering dengan sistem

...
Sumber gambar: http://www.booostoxygen.com

Sumber oksigen
Ada beberapa bentuk atau sumber sediaan
oksigen yaitu dalam tab...
Pengkajian
Oksigenasi

Sebelum menentukan tindakan oksigenasi, Saudara perlu mengkaji keadaan
klien sehingga dapat menentu...
Konsep
Kebutuhan Oksigen
Perubahan
Pola Nafas

Ketika seseorang mengalami masalah dalam pemenuhan oksigen, ada
beberapa kemungkinan perubahan pola ...
1
Perubahan
Pola Nafas

Tachipnea adalah merupakan pernafasan cepat, dengan frekuensi
24x/menit atau lebih pada orang dewa...
2
Perubahan
Pola Nafas

Bradipnea adalah frekuensi pernafasan lambat dengan frekuensi + 10x/mnt
atau kurang, lebih dalam d...
3
Perubahan
Pola Nafas

Apnea (henti nafas) adalah penghentian nafas pada saat periode
pernafasan.

Sumber gambar: http://...
4
Perubahan
Pola Nafas

Kusmaul’s merupakan pernafasan yang cepat dan dalam. Biasanya pada
klien kencing manis (diabetes m...
5
Perubahan
Pola Nafas

Cheyne stokes adalah pernafasan periodik, mula-mula cepat, lambat
kemudian apnea, selanjutnya ke s...
6
Perubahan
Pola Nafas

Orthopnea, adalah kesulitan bernafas pada saat tidur namun bekurang
pada saat duduk atau berdiri.
...
7
Perubahan
Pola Nafas

Dispnea merupakan perasaan berat dan sesak saat bernafas, yang bisa
disebabkan perubahan kadar gas...
8
Perubahan
Pola Nafas

Hipoksia adalah rendahnya kadar oksigen dalam tubuh akibat defisiensi
oksigen atau peningkatan pen...
Tindakan untuk Mengatasi
Masalah Kebutuhan Oksigen
1
Ajarkan untuk latihan nafas dalam dengan cara menarik nafas dalam, tahan 1-1,5 detik
kemudian hembuskan melalui mulut.

...
2
Ajarkan untuk kontrol batuk (latihan batuk efektif) yaitu dengan posisi duduk ditepi tempat
tidur agak membungkuk, kemud...
3
Meningkatkan rasa nyaman dengan mengatur posisi tidur (positioning)

Sumber gambar: http://www.cad-sourcing.com/
4
Mempertahankan intake cairan

Sumber gambar: http://www.cad-sourcing.com/
5
Pemberian oksigen dengan nasal atau masker.

Sumber gambar: http://www.cad-sourcing.com/
6
Bantuan ventilator (alat bantu ventilasi)

Sumber gambar: http://www.cad-sourcing.com/
7
Resusitasi (nafas buatan) bila perlu.

Sumber gambar: http://www.cad-sourcing.com/
Pemberian Oksigen
Dengan Nasal canule
Keuntungan pemberian oksigen dengan nasal kanule adalah :
1. Non-invasif (tidak melu...
1
Bahaya
Pemberian Oksigen

Iritasi mukosa. Terjadi oleh karena oksigen tidak di lembabkan

Sumber gambar: http://metrouk2...
2
Bahaya
Pemberian Oksigen

Infeksi. Bila alat yang digunakan tercemar oleh micro organisme.

Sumber gambar: http://metrou...
3
Bahaya
Pemberian Oksigen

Nyeri sub sternal. Disebabkan oleh iritasi sal nafas yang lebih jauh
karena oksigen tidak dile...
4
Bahaya
Pemberian Oksigen

Depresi pernafasan. Dapat terjadi bila diberikan pada klien paru
kronik.

Sumber gambar: http:...
5
Bahaya
Pemberian Oksigen

Keracunan oksigen. Terjadi bila pemberian oksigen konsentrasi
tinggi F1O2 > 60 % dalam waktu l...
6
Bahaya
Pemberian Oksigen

Rentrolental fibroplasia (kerusakan pada mata). Terutama terjadi
pada bayi prematur dengan ber...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Kb2

256 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
256
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
11
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Kb2

  1. 1. Semester 01 Prodi Kebidanan Keterampilan Dasar Kebidanan 1 Kegiatan Belajar 2 Pemenuhan kebutuhan oksigen Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan Jakarta 2013
  2. 2. Anatomi dan Fisiologi Sistem Pernafasan
  3. 3. Sumber gambar: http://family-home-evenings.com Udara yang kita hirup setiap hari mengandung oksigen yang diperlukan oleh tubuh yang berperan untuk melaksanakan tugas itu semua adalah saluran nafas.
  4. 4. Pernafasan (respirasi) adalah pertukaran gas terutama O2 dan CO2 dalam tubuh. Pernafasan diawali di rongga hidung. Dari hidung, udara akan dibawa ke faring. Faring merupakan saluran berotot yang terdiri 3 bagian yaitu nasofaring, orofaring dan laringofaring. Sumber gambar: http://fc06.deviantart.net
  5. 5. Sumber gambar: http://i1.ytimg.com Laring (tenggorok) merupakan saluran nafas setelah faring. Ketika menelan maka laring akan ditutup oleh katub tulang rawan yang disebut epiglotis, agar makanan tidak masuk saluran nafas.
  6. 6. Sumber gambar: http://i1.ytimg.com Trakea (batang tenggorok), memiliki panjang sekitar 9 cm, dimulai dari laring sampai thorak kelima. Trakea dilapisi selaput lendir yang terdiri dari epitelium bersilia yang dapat mengeluarkan debu dan benda asing.
  7. 7. Sumber gambar: http://fit4zen.files.wordpress.com Organ utama pernafasan adalah paru, yang berada dalam rongga thorak, yang terdiri dari beberapa lobus. Yang diselimuti oleh pleura. Didalam paru terjadi proses pertukaran oksigen (O2) dan karbondioksida (CO2).
  8. 8. Untuk memenuhi kebutuhan oksigen dalam tubuh, ada tiga tahapan yang harus dilewati yaitu ventilasi, difusi, dan transportasi. Sumber gambar: http://mymoone.files.wordpress.com
  9. 9. 1 Ventilasi adalah merupakan proses keluar dan masuknya oksigen dari atmosfer ke dalam alveoli atau dari alveoli ke atmosfer. Proses ventilasi ini dipengaruhi oleh konsentrasi oksigen di atmosfer, kondisi jalan nafas yang baik serta kemampuan toraks dan paru untuk kembang kempis (ekspansi). Sumber gambar: http://mymoone.files.wordpress.com
  10. 10. 2 Difusi gas merupakan pertukaran antara O2 dari alveoli ke kapiler paru-paru dan CO2 dari kapiler ke alveoli. Proses pertukaran ini dipengaruhi oleh luasnya permukaan paru, tebalnya membran respirasi/ permeabilitas, perbedaan tekanan dan konsentrasi O2 serta afinitas (daya gabung) gas yaitu kemampuan untuk menembus dan mengikat Hb. Sumber gambar: http://mymoone.files.wordpress.com
  11. 11. 3 Transportasi gas merupakan proses pendistribusian O2 kapiler ke jaringan tubuh dan CO2 jaringan tubuh ke kapiler. Transportasi gas dapat dipengaruhi oleh kardiak output (jumlah darah yang dipompa jantung dalam 1 menit), frekuensi denyut jantung, kondisi pembuluh darah, latihan dan aktivitas. Sumber gambar: http://mymoone.files.wordpress.com
  12. 12. Konsep Kebutuhan Oksigen
  13. 13. Kebutuhan oksigen merupakan kebutuhan dasar fisiologis yang paling vital bagi manusia. Pemenuhan kebutuhan oksigen ditujukan untuk menjaga kelangsungan metabolisme tubuh, mempertahankan hidup, dan melakukan aktifitas bagi organ atau sel. Sumber gambar: http://ulah55.files.wordpress.com
  14. 14. Pemenuhan oksigen diperoleh dengan pernafasan. Ada perbedaan frekuensi pernafasan normal (eupnea) antara bayi dan dewasa yaitu: Frekuensi nafas Pola nafas Bayi 30-60x/mnt Pernafasan perut Dewasa 16-20x/mnt. Pernafasan dada
  15. 15. Ketika seseorang mengalami kesulitan memenuhi oksigen dengan bernafas normal, maka perlu ada tindakan untuk memenuhi kebutuhan oksigen yaitu dengan oksigenasi. Oksigenasi adalah proses penambahan O2 kedalam tubuh yang diperlukan untuk metabolisme sel. Sumber gambar: http://yeopbeast.files.wordpress.com
  16. 16. Oksigen adalah zat yang tidak berwarna, tidak berwujud dan mudah terbakar. Pemberian oksigen bertujuan untuk mencegah hipoxia dan hypoxemia Sumber gambar: http://www.biospablog.com
  17. 17. Sumber gambar: http://upload.wikimedia.org Ada beberapa jenis pemberian oksigen, namun yang paling sering dengan sistem aliran rendah (Low Flow System). Sistem ini menghasilkan konsentrasi oksigen + 20-44%, dan efektif bila pola pernafasan regular, klien sadar dan kooperatif.
  18. 18. Sumber gambar: http://www.booostoxygen.com Sumber oksigen Ada beberapa bentuk atau sumber sediaan oksigen yaitu dalam tabung silinder atau disentralkan yang dialirkan dalam pipa yang terpasang didinding.
  19. 19. Pengkajian Oksigenasi Sebelum menentukan tindakan oksigenasi, Saudara perlu mengkaji keadaan klien sehingga dapat menentukan tindakan secara tepat. Klien yang mengalami gangguan pemenuhan oksigen, biasanya mempunyai keluhan utama seperti dyspnea (sesak nafas), kadang-kadang disertai nyeri dada, batuk dan banyak sputum. Sumber gambar: http://www.pikhospital.co.id
  20. 20. Konsep Kebutuhan Oksigen
  21. 21. Perubahan Pola Nafas Ketika seseorang mengalami masalah dalam pemenuhan oksigen, ada beberapa kemungkinan perubahan pola nafas. Berikut ini beberapa perubahan yang perlu saudara ketahui. Sumber gambar: http://popv.files.wordpress.com
  22. 22. 1 Perubahan Pola Nafas Tachipnea adalah merupakan pernafasan cepat, dengan frekuensi 24x/menit atau lebih pada orang dewasa, 40-50x/menit atau lebih pada anak balita dan 50x/mnt atau lebih pada bayi neonatus. Sumber gambar: http://popv.files.wordpress.com
  23. 23. 2 Perubahan Pola Nafas Bradipnea adalah frekuensi pernafasan lambat dengan frekuensi + 10x/mnt atau kurang, lebih dalam dari pernafasan biasa, irama teratur pada saat tidur. Sumber gambar: http://popv.files.wordpress.com
  24. 24. 3 Perubahan Pola Nafas Apnea (henti nafas) adalah penghentian nafas pada saat periode pernafasan. Sumber gambar: http://popv.files.wordpress.com
  25. 25. 4 Perubahan Pola Nafas Kusmaul’s merupakan pernafasan yang cepat dan dalam. Biasanya pada klien kencing manis (diabetes mellitus) yang mengalami asidosis metabolik. Sumber gambar: http://popv.files.wordpress.com
  26. 26. 5 Perubahan Pola Nafas Cheyne stokes adalah pernafasan periodik, mula-mula cepat, lambat kemudian apnea, selanjutnya ke siklus awal lagi. Kondisi tersebut normal pada siklus tidur pada usia lanjut. Sumber gambar: http://popv.files.wordpress.com
  27. 27. 6 Perubahan Pola Nafas Orthopnea, adalah kesulitan bernafas pada saat tidur namun bekurang pada saat duduk atau berdiri. Sumber gambar: http://popv.files.wordpress.com
  28. 28. 7 Perubahan Pola Nafas Dispnea merupakan perasaan berat dan sesak saat bernafas, yang bisa disebabkan perubahan kadar gas dalam darah, kerja berat dan psikis. Sumber gambar: http://popv.files.wordpress.com
  29. 29. 8 Perubahan Pola Nafas Hipoksia adalah rendahnya kadar oksigen dalam tubuh akibat defisiensi oksigen atau peningkatan penggunaan oksigen. Sumber gambar: http://popv.files.wordpress.com
  30. 30. Tindakan untuk Mengatasi Masalah Kebutuhan Oksigen
  31. 31. 1 Ajarkan untuk latihan nafas dalam dengan cara menarik nafas dalam, tahan 1-1,5 detik kemudian hembuskan melalui mulut. Sumber gambar: http://www.cad-sourcing.com/
  32. 32. 2 Ajarkan untuk kontrol batuk (latihan batuk efektif) yaitu dengan posisi duduk ditepi tempat tidur agak membungkuk, kemudian ambil nafas dalam dengan otot diafragma, tahan 2 detik, lalu batukan 2x dengan mulut terbuka, diikuti tarikan nafas ringan. Sumber gambar: http://www.cad-sourcing.com/
  33. 33. 3 Meningkatkan rasa nyaman dengan mengatur posisi tidur (positioning) Sumber gambar: http://www.cad-sourcing.com/
  34. 34. 4 Mempertahankan intake cairan Sumber gambar: http://www.cad-sourcing.com/
  35. 35. 5 Pemberian oksigen dengan nasal atau masker. Sumber gambar: http://www.cad-sourcing.com/
  36. 36. 6 Bantuan ventilator (alat bantu ventilasi) Sumber gambar: http://www.cad-sourcing.com/
  37. 37. 7 Resusitasi (nafas buatan) bila perlu. Sumber gambar: http://www.cad-sourcing.com/
  38. 38. Pemberian Oksigen Dengan Nasal canule Keuntungan pemberian oksigen dengan nasal kanule adalah : 1. Non-invasif (tidak melukai klien) 2. Mudah dipasang 3. Penggunaan lebih enak 4. Tidak terlalu membatasi gerak 5. Pemeriksaan pada muka tidak terganggu 6. Flow rate oksigen maks : 4 – 6 lt / menit. Sumber gambar: http://cloudfront.ojcommerce.com
  39. 39. 1 Bahaya Pemberian Oksigen Iritasi mukosa. Terjadi oleh karena oksigen tidak di lembabkan Sumber gambar: http://metrouk2.files.wordpress.com
  40. 40. 2 Bahaya Pemberian Oksigen Infeksi. Bila alat yang digunakan tercemar oleh micro organisme. Sumber gambar: http://metrouk2.files.wordpress.com
  41. 41. 3 Bahaya Pemberian Oksigen Nyeri sub sternal. Disebabkan oleh iritasi sal nafas yang lebih jauh karena oksigen tidak dilembabkan dan flow yang cepat, oksigen diberikan lebih dari 8 jam. Sumber gambar: http://metrouk2.files.wordpress.com
  42. 42. 4 Bahaya Pemberian Oksigen Depresi pernafasan. Dapat terjadi bila diberikan pada klien paru kronik. Sumber gambar: http://metrouk2.files.wordpress.com
  43. 43. 5 Bahaya Pemberian Oksigen Keracunan oksigen. Terjadi bila pemberian oksigen konsentrasi tinggi F1O2 > 60 % dalam waktu lama Sumber gambar: http://metrouk2.files.wordpress.com
  44. 44. 6 Bahaya Pemberian Oksigen Rentrolental fibroplasia (kerusakan pada mata). Terutama terjadi pada bayi prematur dengan berat badan lahir < 1000 gr yang mendapat oksigen konsentrasi tinggi dalam waktu yang lama. Sumber gambar: http://metrouk2.files.wordpress.com

×