Successfully reported this slideshow.
Your SlideShare is downloading. ×

GSM Inspiring City Pasuruan

Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Upcoming SlideShare
Ls edisi cetak
Ls edisi cetak
Loading in …3
×

Check these out next

1 of 61 Ad
Advertisement

More Related Content

More from UTERO INDONESIA (utero.id) (20)

Advertisement

GSM Inspiring City Pasuruan

  1. 1. Pedoman Sistem Identitas KOTA PASURUAN City Branding Kota Pasuruan
  2. 2. Pedoman Sistem Identitas - City Branding Kota PasuruanKota Pasuruan - Indonesia Daftar Isi Tentang Kota Pasuruan 00 Hasil Riset 00 Temuan 00 Brand Mantra 00 Kota Pasuruan Kota Inspiratif Identitas Brand 00 Standardisasi 00 Logo 00 Filosofi logo : Konsep Logogram 00 Typeface Branding : Primary Font 00 Typeface Branding : Secondary Font 00 Konsep Color Tone 00 Logo Satu Warna 00 Logo Grid 00 Konfigurasi dan Ruang Kosong 00 Ukuran Logo Minimal 00 Secondary Graphic 00 Adaptasi Latar 00 Hal-hal yang Tidak Diperbolehkan Internal 00 Kop Surat 00 Amplop 00 Kartu nama 00 Kartu Pengenal 00 Presentasi Template 00 Polo Shirt Pria 00 Polo Shirt Wanita 00 Polo Shirt Wanita Muslim 00 Kemeja 00 Mobil Souvenir 00 Tas Kertas 00 Cangkir 00 Payung 00 Bolpoin 00 Gantungan Kuncil Komunikasi 00 T-Banner 00 Spanduk 00 Poster Grafis Lingkungan 00 Petunjuk Arah 00 Landmark 00 Gapura Selamat Datang
  3. 3. Tentang Kota Pasuruan Pedoman Sistem Identitas
  4. 4. Pedoman Sistem Identitas - City Branding Kota PasuruanKota Pasuruan - Indonesia Letak Geografis Secara geografis Pasuruan adalah wilayah yang strategis berada di pesisir pantai laut Jawa dan menjadi jalur perdagangan. Pada masa lalu dikenal sebagai dengan nama “paravan”, ada yang menyandingkan dengan kata “pasar dan Oeang”. Karena menjadi jalur yang strategis sehingga menarik banyak pedagang yang berdatangan ke kota Pasuruan dan terjadi transak- si. Sebagian masyarakat Pasuruan pada masa itu selain berdagang dan juga merupakan nelayan. Dalam sejarahnya kota Pasuruan menjadi kota tujuan dan persinggahan para pengelana dari dalam dan luar negeri. Cina dan Arab merupakan salah satu pengelana yang kemudian singgah dan menetap di kota Pasuruan, dan pasuruan berkembang menjadi kota dengan empat etnis, Jawa, Madura, Cina, dan Arab.
  5. 5. Pedoman Sistem Identitas - City Branding Kota PasuruanKota Pasuruan - Indonesia Demografis Masyarakat Kota Pasuruan tergolong heterogen terdiri dari beragam etnis. Empat etnis yang mendominasi adalah Jawa, Madura, Tionghoa dan Arab. Etnis Madura lebih banyak mendiami wilayah utara Pasuruan, sedangkan tiga ethis lainnya tersebar di bagian tengah perkotaan. Heterogenitas masyarakatnya tidak lepas dari keberadaan pelabuhan yang menarik minat orang untuk datang dan kemudian tinggal di Kota Pasuruan. Mayoritas penduduknya memeluk agama Islam. Meskipun terdiri dari multi etnis, namun hubungan masing-masing orang berjalan harmonis. Jumlah Penduduk Pada tahun 2016 bulan juni - Laki – laki : 106. 821 - Perempuan : 106. 243
  6. 6. Pedoman Sistem Identitas - City Branding Kota PasuruanKota Pasuruan - Indonesia Sejarah Kota Pasuruan Pasuruan adalah kota Bandar kuno. Pada jama kerajaan Airlangga, Pasuruan sudah dikenal dengan sebutan “paravan”. Letak geografis kota Pasuruan yang strategis menjadikan Pasuruan sebagai pelabuhan transit dan pasar perdagangan antar pulau serta banyak Negara. Banyak saudagar dan bangsawan yang berdagang, hal ini menyebabkan bangsa dan suku bangsa di Pasuruan terjalin dengan baik. Pada Tahun 1617 yang berkuasa di Pasuruan adalah seorang Tumenggung dari Kapulungan yaitu Kiai Gede Kapoeloengan yang bergelar Kiai Gedee Demoyudho I. kepemimpinan Kiai Gede Dermoyudho I berlanjut hingga keturunan selanjutnya Kiai Gedee Dermoyudho ke III pada tahun 1671 dan kemudian diganti putranya Kiai Onggojoyo hingga tahun 1686. Putra Onggojoyo kemudian harus menyerahkan kekuasaannya kepada Untung Suropati dan kemudian menjadi raja yang menguasai daerah Pasuruan dan Sekitarnya. Untung Suropati menjadi raja selama 20 Tahun (1686 – 1706). Pemerintahan Pasuruan sudah ada sejak Kiai Dermoyudho I hingga dibentuknya Residensi Pasuruan pada tanggal 1 Januari 1901. Sedangkan Kotapraja (Gementee) Pasuruan terbentuk berdasarkan Staatblat 1918 No.320 dengan nama Stads Gemeente Van Pasoeroean pada tanggal 20 Juni 1918. Berdasarkan UU no.22 tahun 1999 tentang Otonomi Daerah terjadi perubahan nama dari kotamadya menjadi kota maka Kotamadya Pasuruan berubah menjadi Kota Pasuruan.
  7. 7. Sebesar 85,5% responden memilih makam Kh.Abdul Hamid sedangkan Kampung Mebel hanya 6% Sebesar 90% memilih niilai-nilai religius sebagai motif masyarakat ketika melaksanakan khaul Tempat menarik untuk dikunjungi pilihan responden 01 Hasil Riset
  8. 8. 43,8% untuk jalur perdagangan dan 31,3% untuk perkembangan kawasan UKM, sedangkan perkembangan kawasan industri manufaktur mendapat 15,4% Pilihan responden dari sisi industri Kot Pasuruan 02
  9. 9. Potens Kota Pasuruan yang belum digali 03 47% responden memilih petik laut menjadi kegiatan menarik di Kota Pauruan selain Khaul yang hanya mendapat 26% responden Kegiatn lain seperti festival bandeng dan hari jadi Pasuruan hanya mendapat presentase 5%
  10. 10. Persepsi Negatif Kota Pasuruan yang perlu diperhatikan 04 Sebanyak 37% responden memilih tindak kejahatan begal dan peredaran narkoba, setelah itu lingkungannya sebesar 23% dan karakter masyarakat sekitar 16%
  11. 11. Pedoman Sistem Identitas - City Branding Kota PasuruanKota Pasuruan - Indonesia Temuan
  12. 12. Pedoman Sistem Identitas - City Branding Kota PasuruanKota Pasuruan - Indonesia Brand Mantra Bagaimana menciptakan sebuah Brand Spirit yang dapat menggerakkan / menguatkan / memberikan mindset kepada masyarakat untuk dapat berdaya juang tinggi pada peningkatan ekonomi, sehingga menumpas persepsi negatif dan tantangan kota saat ini “ ”
  13. 13. Pedoman Sistem Identitas - City Branding Kota PasuruanKota Pasuruan - Indonesia Kota Pasuruan Kota Inspiratif Sejarah mencatat kiprah inspiratif Pasuruan di masa lampau, pada berbagai sendi kehidupan. Oost Java van Pasoeroean, menginspirasi kebangkitan industri gula dunia dengan menemukan varietas tebu unggul pada tahun 1921, yang tahan terhadap wabah penyakit sereh. Ernest Douwes Dekker atau Dr. Setiabudi, lahir di Pasuruan 1879, menginspirasi kebangkitan dunia pergerakan Indonesia KH Abdul Hamid, ulama kharismatik Pasuruan, menginspirasi penerapan nilai-nilai cinta kasih dalam ber-Islam
  14. 14. Identitas Brand Pedoman Sistem Identitas
  15. 15. Standardisasi Standardisasi dari city branding identity mendukung terciptanya konsistensi yang dapat digunakan dalam jangka panjang, sehingga city branding Kota Pasuruan dapat terus teringat di pikiran masyarakat. Semua peraturan dalam penggunaan identitas visual kota Pasuruan dicantumkan dalam buku pedoman sistem identitas ini secara lengkap, mulai dari logo, hingga penerapannya ke stationery set, kaos, mobil, dan lain-lain. Diharapkan menggunakan aturan yang telah dipaparkan untuk menghindari dan mencegah kesalahan- kesalahan fatal yang dapat mengubah persepsi masyarakat tentang city branding Pasuruan, seperti kode warna, pengaturan logo dan ukuran yang dibuat.
  16. 16. Pedoman Sistem Identitas - City Branding Kota PasuruanKota Pasuruan - Indonesia logogram tagline logotype Logo
  17. 17. Pedoman Sistem Identitas - City Branding Kota PasuruanKota Pasuruan - Indonesia
  18. 18. Pedoman Sistem Identitas - City Branding Kota PasuruanKota Pasuruan - Indonesia Filososfi Logo : Konsep Logogram Logo cakra menyiratkan pesan spritual bahwa hakekat hidup adalah perubahan, yang berputar dalam lingkaran jagat alit maupun jagat ageng kehidupan. Bermula dari satu titik, untuk kemudian berputar dalam proses tumbuh dan berkembang, yang pada akhirnya akan bertolak kembali pada titik awalnya. Dalam filosofi Jawa dikiaskan dengan cakra manggilingan. Inspirasi yang lahir dari perenungan, merupakan titik tolak sekaligus titik balik, dalam proses tumbuh dan berkembang yang dinamis. Begitupun inspirasi Pasuruan, yang terus berproses demi setangkup harapan bagi: 1. Kota indutri yang kreatif. 2. Kota niaga dan jasa yang smart dan digital. 3. Kota kenangan yang bernilai sejarah. 4. Kota bahari yang berkesejahteraan. 5. Kota pendidikan yang bersendikan adab. 6. Kota permukiman yang hangat. 7. Kota harmoni yang lugas dalam kesantunan. Lekuk cakra berbilang tujuh (7) menggambarkan sapta cita Kota Pasuruan sebagai rangkaian karsa yang lahir dari kekuatan jiwa-jiwa untuk saling bahu membahu, agar terus tumbuh dan berkembang,bagi inspirasi kota. Waktulah yang terus berputar. Seakan cakra manggilingan mengirimkan pesan pada Kota Pasuruan, seiring berputarnya waktu,bahwa hidup itu adalah tentang menginspirasi untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Demi masa, proses inspiratif itu adalah satu titik untuk mempertemukan triwikrama, yakni: masa lalu (jati diri dan potensi kota), masa kini (bagaimana kota tumbuh dan berkembang) dan masa depan (ke mana tujuan hakiki pembangunan kota seharusnya kembali). Semata, demi kesejahteraan masyarakat. Luwesnya garis lekuk cakra, yang terispirasi dari bentuk kaki Tugu Kota Pasuruan, menyiratkan pesan bahwa seberapa kuatkarsamanusia,tetaplah harus sumeleh untuk nyawiji dengan kehendak Tuhan dalam sebuah kesadaran akan konsepsi pitulungan-Nya.
  19. 19. Pedoman Sistem Identitas - City Branding Kota PasuruanKota Pasuruan - Indonesia ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ abcdefghijklmnopqrstuvwxyz 1234567890 Mada Regular Bold Medium Black ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ abcdefghijklmnopqrstuvwxyz 1234567890 Mada ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ abcdefghijklmnopqrstuvwxyz 1234567890 Mada ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ abcdefghijklmnopqrstuvwxyz 1234567890 Mada Primary Font Typeface Branding : Primary Font Typeface (rancangan karakter dari sekumpulan huruf) yang digunakan perlu memiliki standarisasi tersendiri, agar branding Pasuruan- dapat berjalan dengan konsisten. Untuk menjaga karakter logo dalam penggunaan branding Kota Pasuruan, maka digunakan font Madasebagai primary font (rupa huruf utama) sebagai kebutuhan segala bentuk publikasi dari city branding Pasuruan, terutama dalam pemakaian headline suatu informasi.
  20. 20. Pedoman Sistem Identitas - City Branding Kota PasuruanKota Pasuruan - Indonesia Typeface Branding : Secondary Font ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ abcdefghijklmnopqrstuvwxyz 1234567890 BoldBaron Neue ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ abcdefghijklmnopqrstuvwxyz 1234567890 BlackBaron Neue ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ abcdefghijklmnopqrstuvwxyz 1234567890 RegularBaron Neue Secondary FontUntuk keperluan aktivasi branding Kota Pasuruan, seperti penulisan surat, dokumen, atau yang lainnya, dianjurkan hanya menggunakan jenis huruf dari keluarga Baron, sebagai secondary font (rupa huruf pelengkap).
  21. 21. Pedoman Sistem Identitas - City Branding Kota PasuruanKota Pasuruan - Indonesia Konsep Color Tone C:0 M:100 Y:100 K:0 R:237 G:28 B:36 #ED1C24 C:100 M:50 Y:30 K:15 R:0 G:98 B:132 #006284 C:85 M:10 Y:100 K:10 R:0 G:148 B:68 #009444 Titik pusat cakra berwarna merah menggambarkan semangat atas sebuah cita yang mendorong lahirnya prakarsa.Prakarsa manusia sekaligus merupakanKehendak Tuhan. Curigo manjing warongko, warongko manjing curigo.Menjadi sebuah keniscayaanjika yang disebut hidup itu adalah ketika memiliki prakarsa untuk tumbuh dan berkembang. Titik awal lekuk cakra,font inisial “I” dalam kata “inspiring” dan font dalam kata “pasuruan” berwarna merah mencerminkan bahwa karsa individu untuk terus tumbuh dan berkembang, harus kuat seyakin iman terhadap Kersaning Gusti. Lekuk cakra dan font dalam kata “nspiring city” berwarna biru laut mencerminkan bahwa dalam berkarsa untuk tumbuh dan berkembang, harus mewarisi sifat laut yang mengayomi dan tenang. Artinya, dalam mewujudkan karsa, individu harus memberikan manfaat bagi lingkungannya, sekaligus tenang dalam menyikapi letupan-letupan sebagai konsekuensi dari keragaman lingkungannya. Titik balik cakra bernoktah hijau yang berarti hidup. Maknanya, bahwa individu hanya akandisebut hidup ketika dia mampu mengembalikan segala karsanya demi untuk mengenal Tuhannya. Inilah titik balik dari sebuah cakra manggilingan dalam kehidupan.
  22. 22. Pedoman Sistem Identitas - City Branding Kota PasuruanKota Pasuruan - Indonesia Logo Satu Warna Pada kondisi tertentu, logo harus muncul dalam satu warna. Misalnya dalam cetak satu warna, pemasangan iklan di surat kabar pada halaman hitam-putih, dokumen yang akan diperbanyak dengan fotokopi, dll. Pada kondisi demikian, gunakan warna-warna seperti yang terlihat pada gambar di samping. Penggunaan warna lain akan beresiko merusak konsistensi logo.
  23. 23. Pedoman Sistem Identitas - City Branding Kota PasuruanKota Pasuruan - Indonesia Logo Grid 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Berikut adalah logo yang diberi garis-garis grid, atau gridlines. Gridlines adalah garis bantu yang berfungsi untuk menjaga proporsi bentuk logo.
  24. 24. 7.8 x Pedoman Sistem Identitas - City Branding Kota PasuruanKota Pasuruan - Indonesia Konfigurasi dan Ruang Kosong Konfigurasi berfungsi sebagai anatomi logo. Ketetapan konfigurasi logo menggunakan acuan skala karakter huruf 'X’, untuk mengatur keseimbangan elemen visual di dalam logo. Zona yang bersih atau kosong diciptakan untuk memastikan logo selalu menonjol apabila disandingkan dengan gambar yang lain. Sehingga, logo dapat terlihat lebih rapi, bersih, dan semakin jelas. 3.4 x 4,2x 1x 0,4x 0,6x 3,2x 0,4x 0,3x 0,6x 1x
  25. 25. Pedoman Sistem Identitas - City Branding Kota PasuruanKota Pasuruan - Indonesia Ukuran Logo Minimal 40 mm / 4 cm 30 mm / 3 cm 20 mm / 2 cm 10 mm / 1 cm Ukuran logo pada setiap implementasinya tidak boleh lebih kecil dari ukuran yang telah ditetapkan di atas. Hal ini berguna agar logo tetap dalam proporsi yang baik dan tetap mudah dikenali dan dibaca. Diharapkan ukuran ini digunakan dengan baik, karena memengaruhi readibility (keterbacaan) dari logotype. Untuk logogram masih bisa terlihat walau dalam ukuran terkecil sekalipun. Pada implementasinya diharapkan tidak terlalu mengandalkan ukuran terkecil ini saja. Untuk skala maksimal, tidak dibatasi sampai ukuran berapapun. Yang terpenting adalah ukuran dengan skala yang proporsional.
  26. 26. Pedoman Sistem Identitas - City Branding Kota PasuruanKota Pasuruan - Indonesia Saat aplikasi Logo, diharapkan tidak menaruh logo langsung di berbagai bentuk background, hanya yang tampak kontraslah yang masih bisa diterima. karena demi keterejelasan dan kemudahan saat membaca. Background standar putih polos tanpa ada pola, tekstur atau gambar Background warna abu-abu Background foto terang dengan dominasi warna putih Background gelap dengan dominasi warna hitam Adaptasi Latar
  27. 27. Pedoman Sistem Identitas - City Branding Kota PasuruanKota Pasuruan - Indonesia Hal-hal yang tidak diperbolehkan Penggunaan identitas yang benar dan konsisten, akan memperkuat brand secara umum. Untuk menjaga keutuhan, keterbacaan dan dampak dari visual logo secara menyeluruh, ada beberapa penerapan yang tidak diperbolehkan, antara lain: Dilarang memasang logo pada backgrond gradasi yang terlalu kontras dan tak sesuai dengan warna brand Pasuruan Dilarang memasang logo pada backgrond berpola atau tekstur Dilarang memberi outline atau stroke pada logo dengan cara apapun Dilarang memberi shadow atau beragam efek terhadap logo Tidak diperkenakan membuat logo satu warna diluar ketentuan pedoman logo
  28. 28. Secondary graphic (grafik menengah) adalah suatu alat visual yang unik untuk mendukung keutuhan brand. Alat ini adalah bagian kunci dari sistem identitas visual. Secondary Graphic pada identitas branding Madiun dibedakan menjadi dua, yakni supergraphic dan pattern (pola). Supergraphic Secondary graphic diambil dari unsur visual logogram-nya, yakni lekukan cakra. Luwesnya garis lekuk cakra, yang terispirasi dari bentuk kaki Tugu Kota Pasuruan, menyiratkan pesan bahwa seberapa kuat karsa manusia, tetaplah harus disandarkan pada sebuah kesadaran akan konsepsi pitulungan-Nya. Untuk warna secondary graphic,masih menyesuaikan dengan logo utama. Keberadaan supergraphic ini digunakan sebagai dekorasi suatu layout, untuk mempertahankan konsistensi branding secara visual pada Inspiring City Pasuruan . Secondary Graphic Pedoman Sistem Identitas - City Branding Kota PasuruanKota Pasuruan - Indonesia
  29. 29. Pattern (Motif) Pattern (motif) sebagai variasi unsur visual alternatif dari supergraphic, digunakan untuk mengisi detail-detail kecil pada media perancangan yang dibutuhkan dalam aktivasi city branding Madiun. Pattern diambil dari unsur visual logonya, yakni garis lengkung yang melancip dan lingkaran. Bentuk ini menggambarkan semangat bara api (tiga garis lengkung sebagai representasi dari api) untuk masa depan Madiun yang menjanjikan (lingkaran sebagai representasi dari matahari), agar tidak melupakan kesan adat yang kental dari Kota Madiun. Warna pattern menyesuaikan dengan logo utama. Pedoman Sistem Identitas - City Branding Kota PasuruanKota Pasuruan - Indonesia
  30. 30. Pedoman Sistem Identitas - City Branding Kota PasuruanKota Pasuruan - Indonesia
  31. 31. Internal Pedoman Sistem Identitas
  32. 32. Ukuran 210 x 297 mm (A4) Warna C:0 M:100 Y:100 K:0 C:100 M:50 Y:30 K:15 C:85 M:10 Y:100 K:10 Jenis Bahan HVS 80 gram Teknik Cetak Offset Jenis Font Mada dan Baron neue Ukuran Logo Lebar/tinggi : 30 mm Kop Surat Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis dolore te feugait nulla facilisi. Lorem ipsum dolor sit amet, cons ectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis dolore te feugait nulla facilisi. Lorem ipsum dolor sit amet, cons ectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. No. 21213 Lorem ipsum dolor sit amet 34390 2030 1 Yth,
  33. 33. Ukuran 230 x 110 mm Warna C:0 M:100 Y:100 K:0 C:100 M:50 Y:30 K:15 C:85 M:10 Y:100 K:10 Jenis Bahan HVS 100 gram Teknik Cetak Offset Jenis Font Mada dan Baron neue Ukuran Logo Lebar/tinggi : 30 mm Amplop John Citizen Jl. Pahlawan, Pekuncen, Panggungrejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur 67126
  34. 34. Ukuran 90 x 55 mm Warna C:0 M:100 Y:100 K:0 C:100 M:50 Y:30 K:15 C:85 M:10 Y:100 K:10 Jenis Bahan Art paper 210 Teknik Cetak Offset Jenis Font Mada dan Baron neue Ukuran Logo Lebar/tinggi : 30 mm Kartu Nama front back font mada 10pt leading 12pt John Citizen Pelayanan Publik Jl. Pahlawan, Pekuncen, Panggungrejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur 67126 p : 0343 424 019 f : 0343 424 019 Pasuruankota.co.id
  35. 35. Kartu Pengenal Nama Lengkap Jabatan
  36. 36. Pengunaan secondary graphic pada halaman utama slide presentation. Presentation Template Pasuruankota.co.id Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elitfacilisi.
  37. 37. Panduan untuk slide berisi teks dan gambar, sehingga slide bisa memiliki keterbacaan yang jelas.
  38. 38. Panduan untuk slide berisi teks.
  39. 39. Polo Shirt Pria
  40. 40. Pedoman Sistem Identitas - City Branding Kota PasuruanKota Pasuruan - Indonesia Polo Shirt Wanita
  41. 41. Pedoman Sistem Identitas - City Branding Kota PasuruanKota Pasuruan - Indonesia Polo Shirt Wanita Muslim
  42. 42. Pedoman Sistem Identitas - City Branding Kota PasuruanKota Pasuruan - Indonesia Kemeja
  43. 43. Mobil
  44. 44. Souvenir Pedoman Sistem Identitas
  45. 45. Tas Kertas
  46. 46. Cangkir
  47. 47. Payung
  48. 48. Bolpoin
  49. 49. Gantungan Kunci
  50. 50. Komunikasi Pedoman Sistem Identitas
  51. 51. T-Banner
  52. 52. Spanduk Potensi daerah memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi industri krea . Baik potensi ar k, kerajinan, kuliner, alam, sejarah, maupun kompetensi lainnya. Tari kreasi ’Krisan’ merupakan tari kreasi yang terinspirasi dari kembang ‘Krisan’ yang tumbuh subur di kawasan Nongkojajar Pasuruan. Bunga ini menjadi simbol keagungan Pasuruan. Spirit di dalamnya tertuang dalam jiw ap insan di bumi Pasuruan. Destinasi Wisata Pasuruan melalui Eksotisme Budaya dan Potensi Alam
  53. 53. Poster Potensi daerah memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi industri krea . Baik potensi ar k, kerajinan, kuliner, alam, sejarah, maupun kompetensi lainnya. Destinasi Wisata Pasuruan melalui Eksotisme Budaya dan Potensi Alam
  54. 54. Grafis Lingkungan Pedoman Sistem Identitas
  55. 55. Petunjuk Arah
  56. 56. Kota Pasuruan Kec. Bangil
  57. 57. Landmark
  58. 58. Gapura Selamat Datang
  59. 59. Contact Us : (Rumah Kreatif OXYZ) Jalan Bantaran 1 No. 25 Tulusrejo, Kec. Lowokwaru Malang - Jawa Timur - Indonesia 65141 Telp : (+62) 081 333 099 090 WhatsApp : (+62) 081 999 900 900 Email : Odigiro@gmail.com Website : odigiro.com Corporate Identity Design by ODIGIRO @2017

×