Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Penyakit pada unggas yang disebabkan oleh jamur

3,577 views

Published on

Penyakit pada unggas yang disebabkan oleh jamur

Published in: Science
  • Sex in your area is here: ❤❤❤ http://bit.ly/39pMlLF ❤❤❤
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Follow the link, new dating source: ❤❤❤ http://bit.ly/39pMlLF ❤❤❤
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Be the first to like this

Penyakit pada unggas yang disebabkan oleh jamur

  1. 1. PENYAKIT PADA UNGGAS YANG DISEBABKAN OLEH JAMUR
  2. 2. DISUSUN OLEH : Kelompok IIA • Yogo Prapto Widodo • Ema Siti Marfuah • Eko • Tantri Widodo • M. Yunus • Marisha Pratiwi • M. Iqbal • Arditya Febrilianto • Dewi Irianingsih • Rahmat W
  3. 3. ASPERGILLOSIS (BROODER PNEUMONIA, MYCOTIC PNEUMONIA ATAU FUNGAL PNEUMONIA)
  4. 4. Histori dan Sumber Penyakit Aspergillosis didefinisikan sebagai suatu kondisi penyakit/ infeksi yang disebabkan oleh sejenis jamur, yaitu Aspergillus. Pada berbagai diagnosis Aspergillosis dilapangan komposisinya hampir bisa diprediksikan A.fumigatus adalah yang terbanyak (60- 70%) diikuti A.flavus dan A.niger. Meskipun kadang-kadang dijumpai pula species lain seperti A.nidulans, A.versicolor dan A.terreus. Keberadaannya sering dijumpai di tanah, material organik (bahan- bahan yang kaya unsur karbon – sampah, kompos, sekam dsb), berbagai biji-bijian seperti jagung, kacang-kacangan ataupun beras.
  5. 5. Penyakit ini menyerang secara sistemik, yang berarti menyerang di dalam tubuh ternak dan dapat menyebar ke seluruh bagian tubuh. Unggas yang rentan antara lain : ayam, kalkun, itik, angsa dan berbagai jenis unggas, burung liar serta burung-burung dalam sangkar, seperti : kenari, parkit, kakak tua, nuri dan camar.
  6. 6. Histori dan Sumber Penyakit (Lanjutan..... • Kejadian penyakit ini tersebar diseluruh dunia tetapi kasusnya lebih sering didiagnosis di negara-negara tropis terutama pada saat cuaca panas dan lembab. • Perkembangan spora jamur sangat didukung dengan kondisi lingkungan, pada situasi dimana faktor-faktor lingkup disekitarnya banyak dijumpai material yang mendukung maka spora tsb. akan dengan mudah mengkontaminasi. Baik terbawa oleh angin kemudian terhirup oleh anak ayam ataupun mengkonsumsi pakan yang telah tercemar.
  7. 7. • Sarang A. fumigatus yang sedang bersporulasi tampak berwarna biru kehijau hijauan yang sering mengkontaminasi pakan ternak, litter, tempat pakan dan minum. • Koloni A. flavus tampak hijau kekuningan, koloni A. niger berwarna hitam, A. Nodulans berwarna hijau dan A. terreus berwarna kecoklatan. • Faktor-faktor predisposisi yang memudahkan serangan Aspergillus, antara lain :populasi yang terlalu padat, ventilasi jelek, cuaca buruk, stres akibat pengangkutan ataupindah ternak.
  8. 8. Aspergillosis di Hatchery • Pada lingkup hatchery, mempunyai prevalensi yang amat tinggi terhadap infeksi Aspergillosis • Mekanisme infeksi aspergillus dapat dijelaskan sebagai berikut : mucus (lender) yang mengisi lubang pori-pori kulit telur menjadi permeable (mudah berdifusi dengan air), spora jamur menyelusup melalui pori-pori dan mulai tumbuh serta berkembang di selaput telur yang akan membunuh embryo. Selanjutnya berkembang dalam putih telur. Waktu pengeraman sampai terjadinya penyakit diperkirakan 8-12 hari. Sedangkan dalam incubator, telur yang berembrio terinfeksi jamur pada 6 hari setelah tercemari oleh telur-telur retak yang berada disekitarnya. Angka mortalitas paling tinggi biasanya setelah 16 hari inkubasi.
  9. 9. Aspergillosis Akut pada Anak Ayam Sangat umum jika kita menemukan doc terinfeksi segera setelah penetasan. Selama periode hatching, hatching cabinet dapat terkontaminasi berat dengan spora yang akan terhirup oleh doc yang baru menetas. Hal serupa bisa terjadi jika ada telur pecah. Atau juga sewaktu masih didalam box , alas dari serbuk gergajian, litter, sisasisa makanan. Temperatur doc masih rendah untuk melawannya disamping silia pada sistim pernafasannya juga belum berkembang. Gb. Doc terindikasi Aspergillosis akut
  10. 10. Aspergillosis pada Ayam Secara klinis ayam yang terinfeksi menunjukkan gejala kesulitan bernafas dan harus menjulurkan lehernya untuk mendapatkan oksigen yang cukup. Dari nekropsi memperlihatkan sekumpulan perkejuan jamur berwarna kuning pada trakea, kantong hawa dan paru-paru. Gejala gangguan sistim syaraf pusat terlihat jika jamur sudah mencapai aliran darah dan dipompakan ke otak. Ayam dengan gejala ini umumnya mengalami kesulitan berjalan. Sedangkan pada ayam yang terinfeksi secara subklinis tidak menunjukkan gejala, tetapi mengalami penurunan berat badan, peningkatan feed conversion, mengurangi reaksi vaksin, meningkatkan pengafkiran atau kombinasi dari masalah diatas. Gb. Paru-paru yang terinfeksi Aspergillus
  11. 11. Gejala Klinis ayam muda (akut) • nampak megap-megap, • mengantuk, • tidak bergairah, • malas, • bulu berdiri, • dan bergerombol, • rasa haus yang meningkat, • kerdil dan • kadang terjadi kejang dan mati hal ini karena jamur menyebar ke otak dan menyebabkan kelumpuhan atau menimbulkan gejala serangan saraf. ayam dewasa (kronis) • nampak kehilangan nafsu makan, • bersin, • batuk, • menjadi kurus, • anemia, • feses berwarna kuning, • ngorok (mendengkur), • menciap dan paruh terbuka, • jengger menjadi gelap dan mengkerut, • pial berwarna kebiruan. • Pada saat jamur berhasil menyerang induk semang akan terjadi radang, kematian jaringan dan pembentukan nodula berupa tuberkel. Nodula dapat sebesar kacang hijau dan ditemukan di paru- paru, trachea, bronki, kantung udara, peritoneum dan alat-alat lain di
  12. 12. Cara Penularan Penularan penyakit terjadi akibat menghirup sejumlah spora Aspergillus yang berasal dari pakan atau litter. Kejadian Aspergilosis di mesin penetasan merupakan indikasi tingkat sanitasi dan menejemen suatu perusahaan pembibitan. Aspergillus bisa menembus kulit telur, terutama telur yang kotor apalagi retak, sehingga terjadi kematian embrio saat umur16 hari inkubasi atau jika berhasil menetas, maka akan menghasilkan DOC yang lemah dengan paru-paru dan kantung udara terinfeksi Aspergillus. DOC yang demikian menderita brooderpneumonia. Tingkat kematian DOC rata-rata sebesar 5 – 10%, tingkat kematian tertinggi adalah 30%.
  13. 13. Perubahan Pasca Mati Ditemukan benjolan-benjolan atau sarang perkejuan berwarna kuning sampai abuabu dalam Trakhea, paru-paru, kantong hawa dan tenggorokan. Sering juga ditemukan dalam perut,
  14. 14. Pencegahan • Disiplin dalam tatalaksana pemeliharaan, sanitasi mesin tetas dan mementingkan higyene merupakan upaya pencegahan yang harus diperhatikan. • Pencegahan penyakit biasanya dengan mencegah penggunaan litter, pakan dan segala sesuatu yang berhubungan dengan ayam terhindar dari kontaminasi jamur.
  15. 15. Pengobatan • Tindakan pengobatan yang bisa dilakukan adalah pemberian Fungisidin, dapat diberikan secara aerosol, melalui penyemprotan dengan sprayer atau pemberian Thiabendazole 0,2% per oral melalui pakan. • Obat yang efektif untuk memberantas jamur adalah pemberian fungistat (mikostatin, Na atau Ca propionat, gentian violet) bersama dengan ransum. Namun jika ayam sudah terserang jamur dianjurkan untuk dimusnahkan.
  16. 16. SEKIAN TERIMAKASIH

×