Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

 Kesehatan ternak unggas

2,876 views

Published on

Kesehatan ternak unggas

Published in: Science
  • Be the first to comment

 Kesehatan ternak unggas

  1. 1. Ilmu Kesehatan Ternak By drh. Siti Susanti Ph.D Program Studi Peternakan
  2. 2.  Dipelihara dalam skala usaha: kecil - Industri, ( sehingga ayam hidup dalam komonitas / jml banyak)  Manajemen zooteknis (kandang, pakan, cara pemeliharaan): sederhana – modern.  Pemeliharaan kesehatan (Biosecurity dan Vaksinasi): belum dilakukan – sdh dg baik.  Kejadian penyakit : sif-nya individual atau peny menular,
  3. 3. Daya tahan tubuh sehat Agen penyakit di lingkungan Pencegahan lebih baik dari pada pengobatan biosekuriti
  4. 4.  Peny menular menyerang ayam sec bersama /pd banyak ayam  Sangat sering terjadi komplikasi (lebih dari satu penyakit)  Waktu penyerangan penyakit sangat spesifik pada umur tertentu, serta terkadang pada kondisi cuaca tertentu  Tindakan vaksinasi adl usaha pencegahan penyakit, ttp terkadang bisa terserang penyakit lagi
  5. 5.  Ayam dlm kondisi sehat akan aktif kesana kemari/ Lincah, tidak menyendiri  Mau makan dan minum (minum tdk terlalu banyak)  Feses lunak berbentuk (bulat panjang)  Bernafas dengan tenang  Jengger/pial merah muda (lurus/tegak)  Pertumbuhan dalam kelompok homogen, sesuai standart  Produktifitasnya/ bertelur/ kenaikan berat badan sesuai standart
  6. 6.  Berbeda dibandingkan hewan mamalia  Sistem kekebalan ayam dibagi 3, yaitu 1. Sistem kekebalan humoral 2. Sistem kekebalan selluler 3. Sistem kekebalan sekresi (Lokal) Bursa fabrisius mrpk organ berperan membentuk sistem kekebalan, letaknya di atas anus, berbentuk bulatan, apabila dibuka seperti bunga mekar
  7. 7. Organ ini makin dewasa kelamin akan makin mengecil dan hilang. Dapat ditemukan hingga umur unggas 6 bulan, ttp kadang telah hilang,krn dipengaruhi oleh hr reproduksi. Bursa fabrisius mrpk organ berkumpulnya pematangan sebagian besar sel limfosit B, Sel Limfosit B apabila sdh matang akan bertemu dg Antigen (Vaksin) akan teraktifasi dan membentuk antibody sbg tanggap kebal. Sel limfosit B juga sedikit diproduksi di Tymus dan Limpa.
  8. 8. SEL – SEL T SEL SEL B Tempat pembentukan Thymus Bursa fabrisius Bahan yg dihasilkan Lymphokines Immunoglobulin Fungsi Utama Kekebalan selluler Kekebalan Humoral & lokal Distribusi /lokasi  Limpa 50% 50% Kl Harderin 20 80 Cecal tonsil 50 50 Darah tepi 70 30 Lokasi Pembentukan Sel kekebalan dan Sifat
  9. 9. Karena Virus
  10. 10. Tanda tanda:  pilek (hidung berair dan tersumbat)  mengorok  sayap lemas (terkulai)  kaki terseret  kepala terkulai atau melipat.  Ayam muda dapat segera mati  Ayam dewasa, kematian biasanya terjadi dua sampai tiga hari setelah gejala pertama kali terlihat.
  11. 11.  Bengkak dan kebiruan pada jengger,pial dan kelopak mata  perdarahan dibawah kulit pada daerah kaki ( tungkai, telapak kaki ) dan bagian badan yang tidak berbulu  keluar cairan dari hidung yang jernih dan kadang- kadang bercampur dengan darah  perdarahan titik pada daerah dada , kaki dan telapak kaki  batuk bersin dan ada suara ngorok  produksi telur turun/berhenti bertelur  Diare,nafsu makan kurang  Kematian sangat tinggi (100%) dalam 2 hari s/d 1 minggu
  12. 12. Gumboro klinis: diare putih, bulu kusam, ayam sering mematuki bulu di sekitar dubur, peradangan di sekitar dubur, gemetar, lesu, kematian bisa sampai 60 % di awal wabah dan menurun setelah 1 minggu Gumboro sub-klinis: Tidak ada gejala yang tampak, terjadi pada ayam usia kurang dari 3 minggu, laju pertambahan BB menurun/FCR tinggi, ukuran bursa fabricius mengecil, rentan terhadap penyakit lainnya
  13. 13. Ayam lesu, mengantuk, nafsu makan turun, ngorok, diare, bulu kusut.. Kotoran menempel disekitar dubur, berwarna putih kental, bercampur asam urat, bag tsb suka dipatukki oleh ayam shg timbul perdarahan
  14. 14. JAR DI BAWAH KULIT MEMAR BURSA FABRISIUS BENGKAK BERCAK DARAH DLM DAGING PEMBESARAN BURSA FABRISIUS BECAK DARAH PD GINJAL ISI AS URAT PERDARAHAN DALAM BURSA FABRISIUS
  15. 15. Biosekuriti (kebersihan dan kesehatan lingkungan) -> desinfektan Vaksinasi secara tepat dan teratur
  16. 16. Vaksin adl: MO dg proses tertentu dipergunakan sgb perangsang (penggertak) bekerjanya sistem kekebalan pd makluk hidup lain, krn MO tsb (vaksin) bertindak sbg benda asing (antigen) Dibedakan menjadi dua macam vaksin, yi : 1. V. Aktif: Mo yg dipergunakan unt pembuatannya dlm keadaan “hidup” / aktif 2. V. Pasif: Mo yg digunakan mrpk MO dlm keadaan dimatikan
  17. 17. No V. Aktif V. Inaktif 1 Jml antigen sedikit dpt “berkembang biak” Jumlah antigennya banyak, krn tdak “ berkembang biak” 2 Dapat terjadi penyebaran virus vaksin Tidak terjadi 3 Dapat dipergunakan berbagai cara Penggunaannya dpt disuntik 4 Dapat terjadi kontaminasi Tidak dapat terkontaminasi 5 Dapat dipengaruhi oleh matermal antibody (kekebalan induk) Tidak dapat PERBEDAAN VAKSIN AKTIF DAN INAKTIF
  18. 18. • Pilek (Snot/coryza) • Kolibasilosis • Berak kapur (cholera) • Sesak nafas (Chronic Respiratory Disease) CRD -> Mycoplasma gallisepticum Karena Bakteri
  19. 19.  PENYEBAB : bakteri Hemophilus gallinarum  PENULARAN Melalui kontak langsung antara ayam sakit dengan ayam yang sehat dalam satu kandang. Lewat udara. Lewat peralatan kandang. Makanan dan minuman yang tercemar  menyerang ayam ras pada semua umur, terutama umur 14 minggu dan ayam dewasa. Pilek ayam umumnya timbul di musim penghujan atau ada kaitannya dengan kondisi lingkungan kandang yang dingin dan lembab.
  20. 20. • Pembengkakan dan busung pada muka dan mata. • Rongga hidung mengeluarkan lendir kental yang lengket dan berbau busuk. • Ayam bersin-bersin dan mengguncangkan kepala untuk mengeluarkan cairan hidung. • Kelopak matannya menjadi lengket. Nanah pada mata berbau busuk yang dapat mengerak disekitar lubang hidung dan mengkeju disekitar lubang hidung dan sinus. • Getah radang dalam trachea dan bronchi dapat menghasilkan bunyi ngorok. Pernapasan cepat. • Nafsu makan dan minum menurun sehingga terjadi penurunan produksi. • Bedah bangkai : Busung bawah kulit pada muka dan tulang, radang paru dan radang kantung udara
  21. 21.  Pencegahan Ayam yang sakit pilek dipisahkan dari kandang (kelompok) ayam yang sehat. Jangan mencampur ayam yang umurnya berbeda. Kandang dan lingkungan harus selalu dalam keadaan bersih. Usahakan dalam kandang terkena sinar matahari. Perlakuan dalam Pemotongan : Ayam yang sakit pilek dapat dipotong dan dagingnya boleh dikonsumsi. Bangkai ayam yang mati dan sisa pemotongan dibakar atau dikubur.  Pengobatan Obat kimia yang bisa digunakan antara lain: Sulfatiasol. Sulfadimetoksin. Streptomisin.
  22. 22.  Disebabkan oleh bakteri Echericia coli (E.coli)  Bakteri ini normal hidup dalam saluran pencernaan (Non patogen), ttp apbl: jmlnya terlalu banyak dan kondisi ternak turun akan berubah menjadi jahat (Patogen)  Bakteri akan sepsis/ masuk ke rongga perut dan dada, menginfeksi organ dalam seperti, usus, hati, jantung dll.  Pencemaran lingkungan air minum dianggap sebagai penyebab utama
  23. 23.  Serangan E.coli biasa berkomplikasi kejadian penyakit lain seperti : CRD, ND, kolera dll,  Kebanyakan /terutama berkomplikasi dengan CRD  Ayam yg sakit ditandai dengan gejala ngorok, krn lapisan kantong udara keruh/terinfeksi, perut membesar, mula mula berisi air kemudian berubah menjadi endapat/padatan seperti keju  Pabila krn pencemaran dalam air minum, kejadiannya dapat total seluruh kandang
  24. 24. Salpingitis. This disorder is observed in the oviducts that have not reached their full development as those in functional maturity.
  25. 25. Pencegahan :  Kurangi kejadian stress pd ayam  Perhatikan kondisi kebersihan air minum, sumber maupun penampungannya  Secara berkala berikan pencegahan dengan antibiotik lewat air minum, cuci rutin tempat minum Pengobatan :  Pada kondisi awal serangan, masih bisa diberi antibiotik, tp bila sdh kronis dan berkomplikasi sangat sulit  Pertimbangkan pengobatan apabila ayam sudah bisa dijual  Beri derinfektan pada saluran minum, diberi kaporit tablet atau desinfektan dosis ringan (desinfektan yg dpt terminum)
  26. 26.  Disebabkan oleh Pasteurella : P.multocida, P.aviseptica, P.gallinarum.  Morbiditas dan Mortalitasnya cukup tinggi  Kerugian yang ditimbulkan oleh penyakit ini adalah kematian ayam, penurunan berat badan dan penurunan produksi telur.  Biasanya menyerang ayam umur 3 bulan keatas (12 mg), dengan masa inkubasi 4-9 hari dan dapat berlangsung secara perakut dan akut (kronis).  Infeksi kolera terjadi setelah ada kontak langsung antara ayam yang peka dengan ayam yang sakit atau karier yang telah sembuh.  Penularan penyakit dpt juga terjadi melalui pencemaran pakan atau air oleh lendir hidung dari ayam yang sakit. Kandang yang penuh sesak, kedinginan, kepayahan, dan sanitasi lingkungan yang jelek dapat menurunkan ketahanan tubuh terhadap infeksi.
  27. 27. Bentuk akut menyebabakan ayam tiba2 mati tanpa ditandai adanya gangguan sebelumnya. Pada bentuk kronis ditemui adanya ciri : - Conjunctivitis (mata merah) dan kotoran dari mata. - Daerah muka, jengger dan pial membengkak berwarna kebiruan dan adanya gangguan pernafasan. - Feses encer berwarna hijau kekuningan, berlendir dan berbau busuk - Unggas lumpuh akibat adanya peradangan pada sendi tarsus. Ayam yang mati karena infeksi kolera biasanya memiliki ciri2 daerah muka menjadi biru kehitaman.
  28. 28. Pencegahan 1. Sanitasi kandang yang baik 2. Jumlah ayam dalam kandang tidak terlalu padat 3. Litter tidak terlalu kering (berdebu) ataupun terlalu lembab 4. Tidak menempatkan ayam dengan umur berbeda dalam satu petak Pengobatan  Antibiotika yang dapat dipergunakan untuk pengobatan penyakit ini adalah Streptomisin, Kloramfenikol, Teramisin.
  29. 29.  bakteri Mycoplasma gallisepticum, bakteri Gram (-) berbentuk polimorfik kokoid dan tidak memiliki dinding sel sehingga bakteri ini mudah pecah/mati oleh desinfektan, panas, sinar matahari dan faktor lainnya.  Kemunculannya pun kerap kali diikuti dengan serangan penyakit lainnya, yang salah satunya ialah infeksi bakteri Eschericia coli (penyebab Kolibacillosis). Komplikasi kedua penyakit ini disebut sebagai penyakit CRD kompleks  Sifatnya kronis. Disebut “kronis” karena penyakit ini berlangsung secara terus menerus dalam jangka waktu lama dan sulit untuk disembuhkan  Pada ayam pedaging CRD kompleks sering menyerang di umur 20-28 hari (minggu ke-3 pemeliharaan), sedangkan pada ayam petelur pada umur < 22 minggu
  30. 30.  Bisa terjadi baik secara vertikal maupun horizontal. Secara vertikal dapat melalui induk yang menularkan penyakit melalui telur dan secara horizontal disebarkan dari ayam yang sakit ke ayam yang sehat, baik melalui kontak langsung maupun tidak langsung. Penularan tidak langsung dapat melalui kontak dengan tempat peralatan, tempat makan dan minum, hewan liar/vektor maupun petugas kandang. Ayam muda biasanya memiliki kepekaan yang lebih tinggi terhadap penyakit dibandingkan ayam dewas
  31. 31.  Pada ayam umur muda (DOC dan pullet) sering terlihat gejala sakit pernapasan, menggigil, kehilangan nafsu makan, penurunan bobot badan dan peningkatan rasio konversi ransum. Anak ayam lebih sering terlihat bergerombol di dekat pemanas brooder. Pada ayam dewasa kadang-kadang terlihat ingus keluar dari hidung dan air mata, sulit bernapas, ngorok, dan bersin
  32. 32.  Secara keilmuan, penyebab CRD kompleks dapat berasal dari induk (induk yang terserang CRD secara otomatis akan menularkannya ke anak ayam yang dihasilkannya), shg kondisi induk hrs diperktikan kesehatannya  Merebaknya kasus CRD kompleks seringkali disebabkan karena kesalahan tata laksana pemeliharaan. Bahkan, penyakit ini disebut juga sebagai penyakit kesalahan manajemen.  Pada ayam pedaging, pertumbuhan berat badan yang begitu pesat tidak diimbangi dengan perkembangan organ dalam, seperti jantung dan paru-paru. Hal ini mengakibatkan paru-paru dipaksa bekerja keras dalam menyuplai oksigen untuk proses metabolisme tubuh. Akibatnya, organ pernapasan ini menjadi lebih rentan terhadap gangguan. Kondisi ini juga dialami oleh organ pernapasan lainnya, seperti hidung (sinus hidung), trakea dan kantung udara. Pertumbuhan berat badan yang cepat tanpa diikuti dengan perkembangan organ dalam akan memicu munculnya penyakit saluran pernapasan  Kesalahan manajemen brooding, Masa brooding menjadi “pondasi” bagi pertumbuhan ayam pada masa selanjutnya  Tingginya kadar amonia  Lemahnya biosecurity  Kondisi cuaca yang tidak nyaman, Kandang yang nyaman, yaitu memiliki suhu 25-28oC dan kelembaban 60-70% akan mendukung produktivitas ayam.
  33. 33. Selaput lendir pada trakea, bengkak dan berwarna merah Kantung udara keruh (a) dan berbusa (b). Perihepatitis dan pericarditis
  34. 34. dosis dan lama pemberian yang tepat -> Mengapa ?? ?????

×