TAKSONOMI BLOOMApa dan Bagaimana Menggunakannya?Oleh : Retno UtariWidyaiswara Madya, Pusdiklat KNPK.PENDAHULUANPembuatan k...
konsultan dan aktivis internasonal di bidang pendidikan dan berhasil membuat perubahan besar dalamsistem pendidikan di Ind...
Level ranah ini dapat digambarkan dalam bentuk piramida berikut:Tiga level pertama (terbawah) merupakan Lower Order Thinki...
pemahaman yang lebih luas atasdampak komponen – komponenterhadap konsep tersebut secarautuh.Contoh: Menganalisa penyebabme...
termotivasi untuk segerabereaksi dan mengambiltindakan atas suatu kejadian.Contoh: berpartisipasi dalamdiskusi kelasmemili...
RANAH PSIKOMOTORIK – KETRAMPILAN (SKILLS)No. Kategori Penjelasan Kata kerja kunci1. Persepi Kemampuan menggunakan sarafsen...
sesuai dengan yang dbutuhkan,Contoh: Melakukan perubahansecara cepat dan tepat terhadapkejadian tak terduga tanpamerusak p...
Perubahan istilah dan pola level taksonomi bloom dapat digambarkan sebagai berikut:Sama dengan sebelum revisi, tiga level ...
itu sebenarnya cocok untuk proses pembelajaran yang terintegrasi. Kritik lain mengatakan bahwa higherlevel (Menganalisa, m...
apakah termasuk Persepi, Kesiapan, Reaksi yang diarahkan, Reaksi natural (mekanisme),Adaptasi, Reaksi yang kompleks Kreati...
pengertian/makna ide ataukonsep yang telah diajarkan baikdalam bentuk lisan, tertulis,maupun grafik/diagramContoh : Merang...
PenutupDemikian sedikit uraian mengenai taksonomi bloom, dan untuk memudahkan para penyusunkurikulum dalam memilih kata ke...
DAFTAR PUSTAKA :Benjamin Bloom–New World Encyclopedia ,from http://newworldencyclopedia.org/entry/Benjamidiakses tanggal 1...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

766 1 taksonomi bloom - retno-ok-mima

4,692 views

Published on

Published in: Economy & Finance, Technology
0 Comments
10 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
4,692
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
10
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

766 1 taksonomi bloom - retno-ok-mima

  1. 1. TAKSONOMI BLOOMApa dan Bagaimana Menggunakannya?Oleh : Retno UtariWidyaiswara Madya, Pusdiklat KNPK.PENDAHULUANPembuatan kurikulum yang terdiridari Term of Reference (TOR), GarisBesar Program Pembelajaran(GBPP) maupun Satuan AcaraPembelajaran (SAP) dapatdikatakan pekerjaan rutinwidyaiswara. Mengenai contentmateri, walaupun tidak mudah,masih bisa ditangani karenatentunya penugasan tersebut telahdisesuaikan dengan kompetensiwidyaiswara. Masalah biasanyatimbul ketika mencari kesepakatanmengenai pemilihan taksonomibloom. Kadang pemilihan katakerja untuk menyatakan tujuanprogram, kompetensi dasarmaupun indikator pencapaian dalam GBPP tersebut dirasakan kurang pas dengan apa yang dimaksudoleh penyusun. Masalah ini pulalah yang dialami oleh penulis ketika pertama kali ditugaskan menyusunkurikulum program diklat di Pusdiklat KNPK dan itu terjadi lagi pada penugasan-penugasan berikutnya.Bosan menghadapi masalah inilah yang mendorong penulis untuk mengetahui lebih dalam mengenaitaksonomi bloom.SEJARAH TAKSONOMI BLOOMTaksonomi berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani yaitu tassein yang berarti mengklasifikasidan nomos yang berarti aturan. Jadi Taksonomi berarti hierarkhi klasifikasi atas prinsip dasar atauaturan. Istilah ini kemudian digunakan oleh Benjamin Samuel Bloom, seorang psikolog bidangpendidikan yang melakukan penelitian dan pengembangan mengenai kemampuan berpikir dalam prosespembelajaran. Bloom, lahir pada tanggal 21 Februari 1913 di Lansford, Pennsylvania dan berhasil meraihdoktor di bidang pendidikan dari The University of Chicago pada tahun 1942. Ia dikenal sebagai
  2. 2. konsultan dan aktivis internasonal di bidang pendidikan dan berhasil membuat perubahan besar dalamsistem pendidikan di India. Ia mendirikan the International Association for the Evaluation of EducationalAchievement, the IEA dan mengembangkan the Measurement, Evaluation, and Statistical Analysis(MESA) program pada University of Chicago. Di akhir hayatnya, Bloom menjabat sebagai Chairman ofResearch and Development Committees of the College Entrance Examination Board dan The Presidentof the American Educational Research Association. Ia meninggal pada 13 September 1999.Sejarah taksonomi bloom bermulaketika awal tahun 1950-an, dalamKonferensi Asosiasi Psikolog Amerika, Bloomdan kawan-kawan mengemukakan bahwadari evaluasi hasil belajar yang banyakdisusun di sekolah, ternyata persentaseterbanyak butir soal yang diajukan hanyameminta siswa untuk mengutarakan hapalan mereka. Konferensi tersebut merupakan lanjutan darikonferensi yang dilakukan pada tahun 1948. Menurut Bloom, hapalan sebenarnya merupakan tingkatterendah dalam kemampuan berpikir (thinking behaviors). Masih banyak level lain yang lebih tinggiyang harus dicapai agar proses pembelajaran dapat menghasilkan siswa yang kompeten di bidangnya.Akhirnya pada tahun 1956, Bloom, Englehart, Furst, Hill dan Krathwohl berhasil mengenalkankerangka konsep kemampuan berpikir yang dinamakan Taxonomy Bloom. Jadi, Taksonomi Bloom adalahstruktur hierarkhi yang mengidentifikasikan skills mulai dari tingkat yang rendah hingga yang tinggi.Tentunya untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi, level yang rendah harus dipenuhi lebih dulu. Dalamkerangka konsep ini, tujuan pendidikan ini oleh Bloom dibagi menjadi tiga domain/ranah kemampuanintelektual (intellectual behaviors) yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik.Ranah Kognitif berisi perilaku yang menekankan aspek intelektual, seperti pengetahuan, danketerampilan berpikir. Ranah afektif mencakup perilaku terkait dengan emosi, misalnya perasaan, nilai,minat, motivasi, dan sikap. Sedangkan ranah Psikomotorik berisi perilaku yang menekankan fungsimanipulatif dan keterampilan motorik / kemampuan fisik, berenang, dan mengoperasikan mesin. Paratrainer biasanya mengkaitkan ketiga ranah ini dengan Knowledge, Skill and Attitude (KSA). Kognitifmenekankan pada Knowledge, Afektif pada Attitude, dan Psikomotorik pada Skill. Sebenarnya diIndonesia pun, kita memiliki tokoh pendidikan, Ki Hajar Dewantara yang terkenal dengan doktrinnyaCipta, Rasa dan Karsa atau Penalaran, Penghayatan, dan Pengamalan. Cipta dapat diidentikkan denganranah kognitif , rasa dengan ranah afektif dan karsa dengan ranah psikomotorik.Ranah kognitif mengurutkan keahlian berpikir sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Prosesberpikir menggambarkan tahap berpikir yang harus dikuasai oleh siswa agar mampu mengaplikasikanteori kedalam perbuatan. Ranah kognitif ini terdiri atas enam level, yaitu: (1) knowledge (pengetahuan),(2) comprehension (pemahaman atau persepsi), (3) application (penerapan), (4) analysis (penguraianatau penjabaran), (5) synthesis (pemaduan), dan (6) evaluation (penilaian).Taksonomi berasal dari dua kata dalambahasa Yunani yaitu tassein yang berartimengklasifikasi dan nomos yang berartiaturan.
  3. 3. Level ranah ini dapat digambarkan dalam bentuk piramida berikut:Tiga level pertama (terbawah) merupakan Lower Order Thinking Skills, sedangkan tiga levelberikutnya Higher Order Thinking Skill. Namun demikian pembuatan level ini bukan berarti bahwa lowerlevel tidak penting. Justru lower order thinking skill ini harus dilalui dulu untuk naik ke tingkatberikutnya. Skema ini hanya menunjukkan bahwa semakin tinggi semakin sulit kemampuan berpikirnya.RANAH KOGNITIF - PENGETAHUAN (KNOWLEDGE)No. Kategori Penjelasan Kata kerja kunci1. Pengetahuan Kemampuan menyebutkan ataumenjelaskan kembaliContoh: menyatakan kebijakan.Mendefinisikan, menyusun daftar, menamai,menyatakan, mengidentifikasikan,mengetahui, menyebutkan, membuatrerangka, menggaris bawahi, menggambarkan,menjodohkan, memilih2. Pemahaman Kemampuan memahamiinstruksi/masalah,menginterpretasikan danmenyatakan kembali dengankata-kata sendiriContoh : Menuliskan kembaliatau merangkum materipelajaranMenerangkan, menjelaskan , menguraikan,membedakan, menginterpretasikan,merumuskan, memperkirakan, meramalkan,menggeneralisir, menterjemahkan, mengubah,memberi contoh, memperluas, menyatakankembali, menganalogikan, merangkum3. Penerapan Kemampuan menggunakankonsep dalam praktek atausituasi yang baruContoh: Menggunakanpedoman/ aturan dalammenghitung gaji pegawai.Menerapkan, mengubah, menghitung,melengkapi, menemukan. membuktikan,menggunakan, mendemonstrasikan,memanipulasi, memodifikasi, menyesuaikan,menunjukkan, mengoperasikan, menyiapkan,menyediakan, menghasilkan.4. Analisa Kemampuan memisahkankonsep kedalam beberapakomponen untuk memperolehMenganalisa, mendiskriminasikan, membuatskema /diagram, membedakan,membandingkan, mengkontraskan,
  4. 4. pemahaman yang lebih luas atasdampak komponen – komponenterhadap konsep tersebut secarautuh.Contoh: Menganalisa penyebabmeningkatnya Harga pokokpenjualan dalam laporankeuangan dengan memisahkankomponen- komponennya.memisahkan, membagi, menghubungkan,menunjukan hubungan antara variabel,memilih, memecah menjadi beberapa bagian,menyisihkan, mempertentangkan.5. Sintesa Kemampuan merangkai ataumenyusun kembali komponen-komponen dalam rangkamenciptakan arti/pemahaman/struktur baru.Contoh: Menyusun kurikulumdengan mengintegrasikanpendapat dan materi daribeberapa sumberMengkategorikan mengkombinasikan,mengatur memodifikasi, mendisain,mengintegrasikan, mengorganisir,mengkompilasi, mengarang, menciptakan,menyusun kembali, menulis kembali,merancang, merangkai, merevisi,menghubungkan, merekonstruksi,menyimpulkan, mempolakan6. Evaluasi Kemampuan mengevaluasi danmenilai sesuatu berdasarkannorma, acuan atau kriteria.Contoh: Membandingkan hasilujian siswa dengan kuncijawaban.Mengkaji ulang, membandingkan,menyimpulkan, mengkritik, mengkontraskan,mempertentangkan menjustifikasi,mempertahankan, mengevaluasi,membuktikan, memperhitungkan,menghasilkan, menyesuaikan, mengkoreksi,melengkapi, menemukan.Ranah Afektif mencakup segala sesuatu yang terkait dengan emosi, misalnya perasaan, nilai,penghargaan, semangat,minat, motivasi, dan sikap. Lima kategori ranah ini diurutkan mulai dari perilakuyang sederhana hingga yang paling kompleks.RANAH AFEKTIF – SIKAP (ATTITUDE)No. Kategori Penjelasan Kata kerja kunci1. Penerimaan Kemampuan untuk menunjukkanatensi dan penghargaanterhadap orang lainContoh: mendengar pendapatorang lain, mengingat namaseseorangmenanyakan, mengikuti, memberi, menahan /mengendalikan diri, mengidentifikasi,memperhatikan, menjawab.2. Responsif Kemampuan berpartisipasi aktifdalam pembelajaran dan selaluMenjawab, membantu, mentaati, memenuhi,menyetujui, mendiskusikan, melakukan,
  5. 5. termotivasi untuk segerabereaksi dan mengambiltindakan atas suatu kejadian.Contoh: berpartisipasi dalamdiskusi kelasmemilih, menyajikan, mempresentasikan,melaporkan, menceritakan, menulis,menginterpretasikan, menyelesaikan,mempraktekkan.3. Nilai yangdianut (Nilaidiri)Kemampuan menunjukkan nilaiyang dianut untuk membedakanmana yang baik dan kurang baikterhadap suatu kejadian/obyek,dan nilai tersebut diekspresikandalam perilaku.Contoh: Mengusulkan kegiatanCorporate Social Responsibilitysesuai dengan nilai yang berlakudan komitmen perusahaan.Menunjukkan, mendemonstrasikan, memilih,membedakan, mengikuti, meminta,memenuhi, menjelaskan, membentuk,berinisiatif, melaksanakan, memprakarsai,menjustifikasi, mengusulkan, melaporkan,menginterpretasikan, membenarkan,menolak, menyatakan / mempertahankanpendapat,4. Organisasi Kemampuan membentuk sistemnilai dan budaya organisasidengan mengharmonisasikanperbedaan nilai.Contoh: Menyepakati danmentaati etika profesi, mengakuiperlunya keseimbangan antarakebebasan dan tanggung jawabMentaati, mematuhi, merancang, mengatur,mengidentifikasikan, mengkombinasikan,mengorganisisr, merumuskan, menyamakan,mempertahankan, menghubungkan,mengintegrasikan, menjelaskan, mengaitkan,menggabungkan, memperbaiki, menyepakati,menyusun, menyempurnakan, menyatukanpendapat, menyesuaikan, melengkapi,membandingkan, memodifikasi5. Karakterisasi Kemampuan mengendalikanperilaku berdasarkan nilai yangdianut dan memperbaikihubungan intrapersonal,interpersonal dan social.Contoh: Menunjukkan rasapercaya diri ketika bekerjasendiri, kooperatif dalamaktivitas kelompokMelakukan, melaksanakan, memperlihatkanmembedakan, memisahkan, menunjukkan,mempengaruhi, mendengarkan, memodifikasi,mempraktekkan, mengusulkan, merevisi,memperbaiki, membatasi, mempertanyakan,mempersoalkan, menyatakan, bertindak,Membuktikan, mempertimbangkan.Ranah Psikomotorik meliputi gerakan dan koordinasi jasmani, keterampilan motorik dankemampuan fisik. Ketrampilan ini dapat diasah jika sering melakukannya. Perkembangan tersebut dpatdiukur sudut kecepatan, ketepatan, jarak, cara/teknik pelaksanaan. Ada tujuh kategori dalam ranahpsikomotorik mulai dari tingkat yang sederhana hingga tingkat yang rumit.
  6. 6. RANAH PSIKOMOTORIK – KETRAMPILAN (SKILLS)No. Kategori Penjelasan Kata kerja kunci1. Persepi Kemampuan menggunakan sarafsensori dalammenginterpretasikan nya dalammemperkirakan sesuatuContoh: menurunkan suhu ACsaat merasa suhu ruangan panasMendeteksi, mempersiapkan diri, memilih,menghubungkan, menggambarkan,mengidentifikasi, mengisolasi, membedakanmenyeleksi,.2. Kesiapan Kemampuan untukmempersiapkan diri, baik mental,fisik, dan emosi, dalammenghadapi sesuatu. Contoh:melakukan pekerjaan sesuaiurutan, menerima kelebihan dankekurangan seseorang.Memulai, mengawali, memprakarsai,membantu, memperlihatkan mempersiapkandiri, menunjukkan, mendemonstrasikaan.3. Reaksi yangdiarahkanKemampuan untuk memulaiketrampilan yang kompleksdengan bantuan / bimbingandengan meniru dan ujicoba.Contoh: Mengikuti arahandari instruktur.Meniru, mentrasir, mengikuti, mencoba,mempraktekkan, mengerjakan, membuat,memperlihatkan, memasang, bereaksi,menanggapi.4. Reaksinatural(mekanisme)Kemampuan untuk melakukankegiatan pada tingkatketrampilan ahap yang lebihsulit. Melalui tahap inidiharapkan siswa akan terbiasamelakukan tugas rutinnya.Contoh: menggunakancomputer.Mengoperasikan, membangun, memasang,membongkar, memperbaiki, melaksanakansesuai standar, mengerjakan, menggunakan,merakit, mengendalikan, mempercepat,memperlancar, mempertajam, menangani.5. Reaksi yangkompleksKemampuan untuk melakukankemahirannya dalam melakukansesuatu, dimana hal ini terlihatdari kecepatan, ketepatan,efsiensi dan efektivitasnya.Semua tindakan dilakukan secaraspontan, lancar, cepat, tanparagu.Contoh: Keahlian bermain piano.Mengoperasikan, membangun, memasang,membongkar, memperbaiki, melaksanakansesuai standar, mengerjakan, menggunakan,merakit, mengendalikan, mempercepat,memperlancar, mencampur, mempertajam,menangani, mngorganisir, membuatdraft/sketsa, mengukur6. Adaptasi Kemampuan mengembangkankeahlian, dan memodifikasi polaMengubah, mengadaptasikan, memvariasikan,merevisi, mengatur kembali, merancang
  7. 7. sesuai dengan yang dbutuhkan,Contoh: Melakukan perubahansecara cepat dan tepat terhadapkejadian tak terduga tanpamerusak pola yang ada.kembali, memodifikasi.7. Kreativitas Kemampuan untuk menciptakanpola baru yang sesuai dengankondisi/situasi tertentu dan jugakemampuan mengatasi masalahdengan mengeksplorasikreativitas diri. Contoh:membuat formula baru, inovasi,produk baru.Merancang, membangun, menciptakan,mendisain, memprakarsai,mengkombinasikan, membuat, menjadipioneerRevisi Taksonomi BloomPada tahun 1994, salah seorang murid Bloom, Lorin Anderson Krathwohl dan para ahli psikologialiran kognitivisme memperbaiki taksonomi Bloom agar sesuai dengan kemajuan zaman. Hasil perbaikantersebut baru dipublikasikan pada tahun 2001 dengan nama Revisi Taksonomi Bloom. Revisi hanyadilakukan pada ranah kognitif. Revisi tersebut meliputi:1. Perubahan kata kunci dari kata benda menjadi kata kerja untuk setiap level taksonomi.2. Perubahan hampir terjadi pada semua level hierarkhis, namun urutan level masih sama yaitu dariurutan terendah hingga tertinggi. Perubahan mendasar terletak pada level 5 dan 6. Perubahan-perubahan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: Pada level 1, knowledge diubah menjadi remembering (mengingat). Pada level 2, comprehension dipertegas menjadi understanding (memahami). Pada level 3, application diubah menjadi applying (menerapkan). Pada level 4, analysis menjadi analyzing (menganalisis). Pada level 5, synthesis dinaikkan levelnya menjadi level 6 tetapi dengan perubahan mendasar,yaitu creating (mencipta). Pada level 6, Evaluation turun posisisinya menjadi level 5, dengan sebutan evaluating (menilai).Jadi, Taksonomi Bloom baru versi Kreathwohl pada ranah kognitif terdiri dari enam level: remembering(mengingat), understanding(memahami), applying (menerapkan),analyzing (menganalisis, mengurai),evaluating (menilai) dan creating(mencipta). Revisi Krathwohl ini seringdigunakan dalam merumuskan tujuanbelajar yang sering kita kenal denganistilah C1 sampai dengan C6.Taksonomi Bloom baru versi Kreathwohl padaranah kognitif terdiri dari enam level:remembering (mengingat), understanding(memahami), applying (menerapkan), analyzing(menganalisis, mengurai), evaluating (menilai)dan creating (mencipta).
  8. 8. Perubahan istilah dan pola level taksonomi bloom dapat digambarkan sebagai berikut:Sama dengan sebelum revisi, tiga level pertama (terbawah) merupakan Lower Order ThinkingSkills, sedangkan tiga level berikutnya Higher Order Thinking Skill. Jadi, dalam menginterpretasikanpiramida di atas, secara logika adalah sebagai berikut:- Sebelum kita memahami sebuah konsep maka kita harus mengingatnya terlebih dahulu- Sebelum kita menerapkan maka kita harus memahaminya terlebih dahulu- Sebelum kita menganalisa maka kita harus menerapkannya dulu- Sebelum kita mengevaluasi maka kita harus menganalisa dulu- Sebelum kita berkreasi atau menciptakan sesuatu, maka kita harus mengingat, memahami,mengaplikasikan, menganalisis dan mengevaluasi.Beberapa kritik dilemparkan kepada penggambaran piramida ini. Ada yang beranggapan bahwasemua kegiatan tidak selalu harus melewati tahap yang berurutan. Proses pembelajaran dapat dimulaidari tahap mana saja tergantung kreasi tiap orang. Namun demikian, memang diakui bahwa pentahapan
  9. 9. itu sebenarnya cocok untuk proses pembelajaran yang terintegrasi. Kritik lain mengatakan bahwa higherlevel (Menganalisa, mengevaluasi dan mencipta) sebenarnya bersifat setara sehingga bentuk segitigamenjadi seperti di bawah ini. (Anderson and Krathwohl, 2001; dalam Wikipedia)Hingga saat ini ranah afektif dan psikomotorik belum mendapat perhatian. Skill menekankanaspek psikomotorik yang membutuhkan koordinasi jasmani sehingga lebih tepat dipraktekkan bukandipelajari. Attitude juga merupakan faktor yang sulit diubah selama proses pembelajaran karenaattitude terbentuk sejak lahir. Mungkin itulah alasan mengapa revisi baru dilakukan pada ranah kognitifyang difokuskan pada knowledge.Bagaimana Cara Menggunakan Taksonomi Bloom?Dalam kaitannya dengan tugas pengajar/widyaiswara dalam menyusun kurikulum, pemilihankata kerja kunci yang tepat memegang peranan penting dalam menjelaskan tujuan program diklat,kompetensi dasar dan indikator pencapaian agar konsep materi tersampaikan secara effektif. Kata kerjakunci tersebut merupakan acuan bagi instruktur dalam menentukan kedalaman penyampaikan materi,apakah cukup memahami saja, mendemonstrasikan, menilai, dan sebagainya.Langkah-langkah yang harus digunakan dalam menerapkan Taksonomi Bloom adalah sebagaiberikut:1. Tentukan tujuan pembelajaran2. Tentukan kompetensi pembelajaran yang ingin dicapaiapakah peningkatan knowledge, skills atau attitude. Dalamhal ini perlu dipertimbangkan karakteristik mata diklat,dan peserta didik3. Tentukan ranah kemampuan intelektual sesuai dengankompetensi pembelajaran.a. Ranah kognitif : Tentukan tingkatan taksonomi,apakah pada tingkatan Mengingat,Memahami,Menerapkan, Menganalisis, Menilai,Membuat.b. Ranah Psikomotorik : Kategorikan ranah tersebut,Pemilihan kata kerja kunci yangtepat memegang peranan pentingdalam menjelaskan tujuanprogram diklat, kompetensidasar dan indikator pencapaianagar konsep materi tersampaikansecara effektif.
  10. 10. apakah termasuk Persepi, Kesiapan, Reaksi yang diarahkan, Reaksi natural (mekanisme),Adaptasi, Reaksi yang kompleks Kreativitas.c. Ranah Afektif: Kategorikan ranah tersebut, apakah termasuk penerimaan, Responsif, Nilai yangdianut (Nilai diri), Organisasi dan Karakterisasi.4. Gunakan kata kerja kunci yang sesuai, untuk menjelaskan instruksi kedalaman materi, baik padatujuan program diklat, kompetensi dasar dan indikator pencapaian.5. Sebagai tambahan, untuk penerapan taksonomi bloom dalam ranah kognitif, dapat ditentukan pulamedia pembelajaran yang sesuai dengan mengacu pada Bloom’s Cognitive Wheel. Pilihan mediapembelajaran ini dapat dilihat pada lingkaran terluar yang berwarna hijau.Walaupun Bloom’s Cognitive Wheel ini belum direvisi, namun masih dapat dijadikan acuan mengingatperubahannya yang tidak terlalu signifikan. Untuk lebih jelasnya penerapan taksonomi bloom ini dapatdilihat dalam Bloom’s Cognitive Wheel berikut ini.Berikut ini adalah penjelasan dan pilihan kata kerja kunci dari ranah kognitif yang telah direvisi.REVISI RANAH KOGNITIF - PENGETAHUAN (KNOWLEDGE)No. Kategori Penjelasan Kata kerja kunci1. Mengingat Kemampuan menyebutkankembali informasi /pengetahuan yang tersimpandalam ingatan. Contoh:menyebutkan arti taksonomi.Mendefinisikan, menyusun daftar,menjelaskan, mengingat, mengenali,menemukan kembali, menyatakan,mengulang, mengurutkan, menamai,menempatkan, menyebutkan.2. Memahami Kemampuan memahamiinstruksi dan menegaskanMenerangkan, menjelaskan,menterjemahkan, menguraikan, mengartikan,
  11. 11. pengertian/makna ide ataukonsep yang telah diajarkan baikdalam bentuk lisan, tertulis,maupun grafik/diagramContoh : Merangkum materiyang telah diajarkan dengankata-kata sendirimenyatakan kembali, menafsirkan,menginterpretasikan, mendiskusikan,menyeleksi, mendeteksi, melaporkan,menduga, mengelompokkan, membericontoh, merangkum menganalogikan,mengubah, memperkirakan.3. Menerapkan Kemampuan melakukan sesuatudan mengaplikasikan konsepdalam situasi tetentu. Contoh:Melakukan proses pembayarangaji sesuai dengan sistemberlaku.Memilih, menerapkan, melaksanakan,mengubah, menggunakan,mendemonstrasikan, memodifikasi,menginterpretasikan, menunjukkan,membuktikan, menggambarkan,mengoperasikan, menjalankanmemprogramkan, mempraktekkan, memulai.4. Menganalisis Kemampuan memisahkankonsep kedalam beberapakomponen dan mnghubungkansatu sama lain untukmemperoleh pemahaman ataskonsep tersebut secara utuh.Contoh: Menganalisis penyebabmeningkatnya Harga pokokpenjualan dalam laporankeuangan dengan memisahkankomponen- komponennya.Mengkaji ulang, membedakan,membandingkan, mengkontraskan,memisahkan, menghubungkan, menunjukanhubungan antara variabel, memecah menjadibeberapa bagian, menyisihkan, menduga,mempertimbangkan mempertentangkan,menata ulang, mencirikan, mengubahstruktur, melakukan pengetesan,mengintegrasikan, mengorganisir,mengkerangkakan.5. Mengevaluasi/menilaiKemampuan menetapkanderajat sesuatu berdasarkannorma, kriteria atau patokantertentuContoh: Membandingkan hasilujian siswa dengan kuncijawaban.Mengkaji ulang, mempertahankan,menyeleksi, mempertahankan, mengevaluasi,mendukung, menilai, menjustifikasi,mengecek, mengkritik, memprediksi,membenarkan, menyalahkan.6. Mencipta Kemampuan memadukan unsur-unsur menjadi sesuatu bentukbaru yang utuh dan koheren,atau membuat sesuatu yangorisinil. Contoh: Membuatkurikulum denganmengintegrasikan pendapat danmateri dari beberapa sumberMerakit, merancang, menemukan,menciptakan, memperoleh,mengembangkan, memformulasikan,membangun, membentuk, melengkapi,membuat, menyempurnakan, melakukaninovasi, mendisain, menghasilkan karya.
  12. 12. PenutupDemikian sedikit uraian mengenai taksonomi bloom, dan untuk memudahkan para penyusunkurikulum dalam memilih kata kerja yang sesuai terkait dengan tujuan program, kompetensi dasar danindikator pencapaian, berikut ini adalah daftar pilihan kata kerja yang dapat digunakan dalam ranahkognitif (knowledge). Selamat membuat kurikulum, semoga bermanfaat!Daftar contoh kata kerja operasional yang dapat dipakai untuk ranah KognitifMengetahui Memahami Mengaplikasikan Menganalisis Mengevaluasi MembuatMengutipMenyebutkanMenjelaskanMenggambarMembilangMengidentifikasiMendaftarMenunjukkanMemberi labelMemberi indeksMemasangkanMenamaiManandaiMembacaMenyadariMenghafalMeniruMencatatMengulangMereproduksiMeninjauMemilihMenyatakanMempelajariMentabulasiMemberi kodeMenelusuriMenulisMemperkirakanMenjelaskanMengkategorikanMencirikanMerinciMengasosiasikanMembandingkanMenghitungMengkontraskanMengubahMempertahankanMenguraikanMenjalinMembedakanMendiskusikanMenggaliMencontohkanMenerangkanMengemukakanMempolakanMemperluasMenyimpulkanMeramalkanMerangkumMenjabarkanMenugaskanMengurutkanMenentukanMenerapkanMenyesuaikanMengkalkulasiMemodifikasiMengklasifikasiMenghitungMembangunMengurutkanMembiasakanMencegahMenggambarkanMenggunakanMenilaiMelatihMenggaliMengemukakanMengadaptasiMenyelidikiMengoperasikanMempersoalkanMengkonsepkanMelaksanakanMeramalkanMemproduksiMemprosesMengaitkanMenyusunMensimulasikanMemecahkanMelakukanMentabulasiMenganalisisMengauditMemecahkanMenegaskanMendeteksiMendiagnosisMenyeleksiMemerinciMenominasikanMendiagramkanMengkorelasikanMerasionalkanMengujiMencerahkanMenjelajahMembagankanMenyimpulkanMenemukanMenelaahMemaksimalkanMemerintahkanMengeditMengaitkanMemilihMengukurMelatihMentransferMembandingkanMenyimpulkanMenilaiMengarahkanMengkritikMenimbangMemutuskanMemisahkanMemprediksiMemperjelasMenugaskanMenafsirkanMempertahankanMemerinciMengukurMerangkumMembuktikanMemvalidasiMengetesMendukungMemilihMemproyeksikanMengabstraksiMengaturMenganimasiMengumpulkanMengkategorikanMengkodeMengkombinasikanMenyusunMengarangMembangunMenanggulangiMenghubungkanMenciptakanMengkreasikanMengoreksiMerancangMerencanakanMendikteMeningkatkanMemperjelasMemfasilitasiMembentukMerumuskanMenggeneralisasiMenggabungkanMemadukanMembatasMereparasiMenampilkanMenyiapkanMemproduksiMerangkumMerekonstruksiMembuat
  13. 13. DAFTAR PUSTAKA :Benjamin Bloom–New World Encyclopedia ,from http://newworldencyclopedia.org/entry/Benjamidiakses tanggal 13 September 2011.Berbagi Ilmu-Taksonomi Bloom, dari http://endang965.wordpress.com/2009/03/18/taksonomi-blodiakses tanggal 14 September 2011.Bloom’s Taxonomy–Emerging Perspectives on Learning, Teaching and Technology, fromhttp://projects.coe.uga/epitt/?title=Bloom_taxonomy, diakses tanggal 14 September 2011.Blooms Taxonomy [image]. (2008),from: http://www.thecaepepreschool.com/bloomspop.html, ditanggal 13 September 2011.Bloom’s Taxonomy of Learning Domains, The Three Types of Learning – Big Dog & Little Dog PerforJuxtaposition from http://www.nwlink.com/~donclark/hrd/bloom.html, diakses tanggal 17 SeptemBloom’s Taxonomy–Wikipedia, the free encyclopedia from http://en.wikipedia.org/wiki/Bloom, diatanggal 17 September 2011.Revisi Taksonomi Bloom atau Revised Bloom Taxonomy, darihttp://www.hilman.web.id/posting/blog/852/revisi-taksonomi-bloom, diakses tanggal 18 SeptembTaksonomi Bloom-Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas,darihttp://id.wikipedia.org/wiki/Taksonomi Bloom diakses tanggal 13 September 2011

×