Materi Gelombang

70,946 views

Published on

Published in: Technology, Education
7 Comments
31 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
70,946
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
7
Actions
Shares
0
Downloads
4,619
Comments
7
Likes
31
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Materi Gelombang

  1. 1. SMA NEGERI 3 MAKASSAR BAHAN AJAR FISIKA KELAS XII SEMESTER I GELOMBANG OLEH BAHAN AJAR FISIKA KELAS XII SEMESTER I REVIEW OLEH: NUR SAMSUDIN.S.Pd.Fis SMA NEGERI 2 PURBALINGGA AMIR DUMA
  2. 2. Standar kompetensi dan kompetensi dasar Indikator Pencapaian Materi Latihan Evaluasi Keluar
  3. 3. <ul><li>Standar Kompetensi. </li></ul><ul><li>Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam menyelesaikan masalah </li></ul><ul><li>Kompetensi Dasar. </li></ul><ul><li>Mendeskripsikan gejala dan ciri-ciri gelombang secara umum </li></ul>
  4. 4. Indikator Pencapaian <ul><li>Mengidentifikasi karakteristik gelombang transfersal dan longitudinal </li></ul><ul><li>Mengidentifikasi karakteristik gelombang mekanik dan elektromagnetik </li></ul><ul><li>Menyelidiki sifat-sifat gelombang (pemantulan/pembiasan, superposisi, interferensi, dispersi, difraksi, danpolarisasi) serta penerapnnya dalam kehidupan sehari-hari </li></ul><ul><li>Mengidentifikasi persamaan gelombang berjalan dan gelombang stasioner </li></ul>
  5. 5. GELOMBANG <ul><li>I. Pengertian Gelombang </li></ul><ul><li>Gelombang adalah perambatan getaran </li></ul><ul><li>II. Pembagian Gelombang </li></ul><ul><ul><li>1. Pembagian Gelombang karena Arah getarnya </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>- Gelombang transversal </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>- Gelombang Longitudinal </li></ul></ul></ul><ul><ul><li>2. Pembagian Gelombang karena Amplitudo dan fasenya </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>- Gelombang Berjalan </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>- Gelombang Diam ( Stasioner) </li></ul></ul></ul><ul><ul><li>3. Pembagian gelombang karena mediumnya </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>- Gelombang Mekanik </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>- Gelombang Elektromagnetik </li></ul></ul></ul>
  6. 6. <ul><li>Setelah A bergetar selama t detik maka titik P telah bergetar selama : </li></ul>P A I II X V Y GELOMBANG BERJALAN TRANSVERSAL
  7. 7. Maka Simpangan Gelombang berjalan :
  8. 8. <ul><li>Secara umum persamaan </li></ul><ul><li>Gelombang berjalan : </li></ul>Dimana : Yp = Simpangan gelombang di titik P ( m,cm ) A = Amplitudo gelombang ( m,cm ) X = Jarak titik P dari titik pusat O ( m, cm ) V = Kecepatan rambat gelombang ( m/s, cm/s ) k = Bilangan gelombang λ = Panjang gelombang ( m,cm ) f = Frekuensi Gelombang ( Hz ) T = Periode gelombang ( s ) ω = Kecepatan sudut ( rad/s ) t = Lamanya titik asal telah bergetar ( s ) ωt = Sudut fase gelombang ( rad)
  9. 9. Gelombang Stasioner ( Gelombang Diam ) <ul><li>a. Pemantulan Pada Ujung Bebas </li></ul>P y 1 Untuk Gelombang Datang di titik P: L x Untuk Gelombang pantul di titik P: - y 2
  10. 10. <ul><li>Untuk gelombang Stasioner </li></ul>Y P = y 1 + y 2 Maka Simpangan Gelombang Stasioner di titik P :
  11. 11. <ul><li>Untuk gelombang Stasioner </li></ul>Letak Simpul dan Perut : Letak simpul dan perut dihitung dari ujung pantul ke titik yang bersangkutan . 1. Letak simpul. Simpul terjadi jika A p = 0 dan dan secara umum teletak pada: S n =( 2n +1). ¼ λ Tempat-tempat yang mempunyai amplitudo terbesar disebut perut dan secara umum teletak pada: 2. Letak Perut. P n = n ( ½ λ )
  12. 12. <ul><li>b. Pemantulan pada ujung tetap </li></ul>P · y 1 y 2 x Gel. datang Gel. pantul Gel. stasioner Untuk Gelombang Datang di titik P: Untuk Gelombang pantul di titik P: - Terjadi loncatan fase
  13. 13. <ul><li>Y=y 1 +y 2 </li></ul>
  14. 14. Letak simpul dan perut : Letak simpul dan perut merupakan kebalikan gel.stasioner pada pemantulan ujung bebas. Letak simpul ke n : S n = n ( ½ λ ) P n =( 2n +1). ¼ λ Letak perut ke n:
  15. 15. Soal Latihan <ul><li>Tentukan sudut fase gelombang di titik P, jika titik O telah bergetar selama 1 sekon. Jarak titik P ke O 2 m cepat rambat gelombang 4 m/s dan periode gelombang adalah 1 sekon </li></ul><ul><li>2. Sebuah gelombang berjalanm dengan persamaan simpangan y = 0,02 sin ( 8πt – 4 x ), dimana y dan x dalam m dan t dalam s, Tentukan : </li></ul><ul><li>a. arah rambatan </li></ul><ul><li>b. Frekuensi </li></ul><ul><li>c. Panjang gelombang </li></ul><ul><li>d. Kecepatan rambat gelombang </li></ul><ul><li>e. Amplitudo gelombang </li></ul><ul><li>f. bilangan gelombang </li></ul>
  16. 16. <ul><li>3. Seutas tali yang panjangnya 2,5 m direntangkan yang ujungnya diikat pada sebuah tiang,kemudian ujung lain digetarkan harmonis dengan frekuensi 2 Hz dan amplitudo 10 cm. Jika cepat rambat gelombang dalam tali 40 cm/s. Tentukan : </li></ul><ul><li>a. Amplitudo gelombang stasioner disebuah titik yan g berjarak 132,5 cm dari titik awal </li></ul><ul><li>b. Simpangan gelombang pada titik tersebut setelah tali digetarkan selama 12 sekon </li></ul><ul><li>c. Letak simpul ke enam tidak termasuk S 0 </li></ul><ul><li>d. Banyaknya pola gelombang stasioner yang terjadi pada tali </li></ul>
  17. 17. Pembahasan <ul><li>1. Diketahui : </li></ul><ul><li>t = 1 sekon ; x = 2 m </li></ul><ul><li>V = 4 m/s ; T = 1 sekon </li></ul><ul><li>Ditanyakan : </li></ul><ul><li>θ = ... rad </li></ul><ul><li>Penyelesaian : </li></ul>
  18. 18. Pembahasan 2. Diketahui : y = 0,02 sin ( 8πt – 4 x ) Ditanyakan : a. Arah rambat gelombang b. A = ..... ? ; e. λ = ..... ? c. f = ..... ? ; f . V = ..... ? d. k = ..... ? Penyelesaian : a. Karena tanda didepan x negatif (-) dan didepan t positif ( + ) maka arah rambatan gelombang ke kanan b. A = 0,02 m = 2 cm diambil dari persamaan simpangan c. 2π ft = 8πt 2π f = 8 f = 4 Hz d. k = 4/m e. k = 2 Π / λ λ = 2 Π /k = 1,57 m f. V = f.λ = 4 x 1,57 = 6,28 m/s
  19. 19. <ul><li>3. Diketahui : </li></ul><ul><li>L = 2,5 m = 250 cm ; A = 10 cm </li></ul><ul><li>f = 2 Hz ; T = ½ sekon ; V = 40 cm/s </li></ul><ul><li>t = 12 sekon </li></ul><ul><li>X = 250 – 132,5 = 117,5 cm </li></ul><ul><li>Ditanyakan : </li></ul><ul><li> a. As = ..........? b. Y = ..........? c. S 6 = .......... ? </li></ul><ul><li> d. banyaknya pola gelombang = ……..? </li></ul><ul><li>Penyelesaian : </li></ul><ul><li>λ = V/f = 40/2 = 20 c m </li></ul><ul><li> </li></ul>c. <ul><li>Banyaknya pola = L / λ </li></ul><ul><li>=250/20 =12½ pola gel. </li></ul>
  20. 20. Referensi <ul><li>Fisika SMA, Bob Foster, Erlangga </li></ul><ul><li>www.praweda.com </li></ul><ul><li>www.physics2000.com </li></ul>

×