Peran balai kesehatan paru dalam pengendalian tb di indonesia

3,977 views

Published on

Published in: Health & Medicine
3 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Assalamualaikum..
    Ibu saya umur 65 tahun...dulu batuk2 kalau malam intensitasnya meningkat...setelah berobat ke banyak dokter paru tak ada perubahan,terakhir berobat ke balai paru surakarta,kemudian batuknya berkurang dan mulai agak sembuh. tapi mulai seminggu ini kambuh lagi kalau malam makin intens...saya harus bagaimana memberi pertolongan ibu saya? mohon petunjuk.....wassalam
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Yth. Bapak Nugroho Arief Budiyono

    Asskum,
    Suami saya sakit paru-paru, dari hasil rontgen menurut dokter sudah rusak, dan hampir sulit untuk kembali normal lagi,benarkah ? sedikit saya ceritakan kronologis dari mulai sakit s.d. sekarang :
    Th. 1983 : sakit flek paru-paru karena radiasi dari alat kerja dan perokok, sampai saat hari Idulfitri tahun 2012 sudah menjalani pengobatan paru dengan suntikan yang 60 kali tanpa selang 1 haripun + pengobatan 10 bulan, alhamdulillah sehat walaupun secara fisik paru2 hasil rontgen hampir tidak ada perubahan.
    Dan menjelang hari Idul Fitri ini kambuh lagi...dengan ditandai
    demam berulang, sesak napas, batuk kering, dahak sulit keluar, napsu makan berkurang, leher sakit, dada sakit kalau batuk, berat badan menurun drastis.
    Tolong p. Nugroho, advisnya karena ybs ingin sekali mudik ke Sukabumi, sebagai seorang istri saya harus gimana ?!

    Terima kasih, mohon dibalas di taty.arya@yahoo.com

    Wassallam,
    Taty Suhartati
    Jl. Jambu II / 16 Perumnas Winong Pati
    Kabupaten Pati (Jateng)
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Yth. Bapak Nugroho Arief Budiyono

    Asskum,
    Suami saya sakit paru-paru, dari hasil rontgen menurut dokter sudah rusak, dan hampir sulit untuk kembali normal lagi,benarkah ? sedikit saya ceritakan kronologis dari mulai sakit s.d. sekarang :
    Th. 1983 : sakit flek paru-paru karena radiasi dari alat kerja dan perokok, sampai saat hari Idulfitri tahun 2012 sudah menjalani pengobatan paru dengan suntikan yang 60 kali tanpa selang 1 haripun + pengobatan 10 bulan, alhamdulillah sehat walaupun secara fisik paru2 hasil rontgen hampir tidak ada perubahan.
    Dan menjelang hari Idul Fitri ini kambuh lagi...dengan ditandai
    demam berulang, sesak napas, batuk kering, dahak sulit keluar, napsu makan berkurang, leher sakit, dada sakit kalau batuk, berat badan menurun drastis.
    Tolong p. Nugroho, advisnya karena ybs ingin sekali mudik ke Sukabumi, sebagai seorang istri saya harus gimana ?!

    Terima kasih, mohon dibalas di taty.arya@yahoo.com

    Wassallam,
    Taty Suhartati
    Jl. Jambu II / 16 Perumnas Winong Pati
    Kabupaten Pati (Jateng)
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total views
3,977
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
67
Comments
3
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Peran balai kesehatan paru dalam pengendalian tb di indonesia

  1. 1. PERAN BALAI KESEHATAN PARU DALAMPENGENDALIAN TUBERKULOSIS DI INDONESIA Nugroho Arief Budiyono Unit Pengobatan Penyakit Paru Kebumen [d.h. Balai Pengobatan Penyakit Paru Paru (BP4)]
  2. 2. Sistem Kesehatan NasionalUpaya Kesehatan Masyarakat Upaya Kesehatan Perorangan (UKM) (UKP) diselenggarakan secara berjenjang dari strata I,II dan III dengan pendekatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan Puskesmas Rumah Sakit menyelenggarakan pelayanan kesehatan dasar di menyelenggarakan pelayanan kesehatan dalam dan luar gedung di wilayah kerjanya spesialistik tetapi tidak mempunyai wilayah kerja UNTUK MEWUJUDKAN KESEHATAN BAGI SEMUA
  3. 3. MASALAH KESEHATAN MASYARAKAT ditandai dengan tingginya angka prevalensi dan angka insiden penyakit atau angka prevalensi rendah tapi mempunyai dampak kesakitan dan kematian yang tinggi DIBUTUHKAN sarana pelayanan kesehatan masyarakat strata kedua yang mempunyai wilayah kerjaBalai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas)
  4. 4. BALKESMAS merupakan upaya untuk lebih mendekatkan pelayanan spesialistik ke masyarakat untuk mengatasi berbagai permasalahan kesehatan masyarakat dibentuk sesuai jenis masalah kesehatan masyarakat yang ditanganiBalai Kesehatan Mata Masyarakat (BKMM) atau Balai Kesehatan InderaMasyarakat (BKIM), Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM), Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat (BKOM), Balai Kesehatan Kerja Masyarakat (BKKM), Balai Kesehatan Jiwa Masyarakat (BKJM)
  5. 5. BALAI KESEHATAN PARU MASYARAKAT ( BKPM )adalah Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota atau Propinsi atau Pusat yang menyelenggarakan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) strata kedua di bidang kesehatan paru di wilayah kerjanya BKPM sebagai UPT Dinas Kesehatan Kab/Kota: -Secara teknis dan administratif bertanggung jawab kepada Dinas Kesehatan Kab/Kota -BKPM membantu Dinkes Kab/Kota untuk melaksanakan pembinaan dan melaksanakan rujukan di bidang kesehatan paru kepada pelayanan kesehatan strata kedua, baik Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) maupun Upaya Kesehatan Perorangan (UKP)
  6. 6. SISTEM RUJUKAN UKM UKPDEPKES/DINKES PROP/BBKPM YANKES RS PUSAT/ PROP/BBKPM STRATA III YANKES RS KAB/KOTA/BKPM/KLINIK/DINKES KAB/KOTA, BKPM STRATA II PRAKTEK SPESIALIS /SWASTA YANKES PUSKESMAS,PRAKTEK PUSKESMAS DOKTER UMUM ,BIDAN, STRATA I BP,BKIA MASYARAKATPOSYANDU, POSYANDUPOLINDES, UKBMlainnya POLINDES RUMAH TANGGA
  7. 7. Misi Balai Kesehatan Masyarakat 1. Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan di wilayah kerjanya ( Balkesmas menggerakkan pembangunan yang dilakukan oleh sektor lain di wilayah kerjanya agar pembangunan tersebut tidak menimbulkan dampak negatif terhadap masalah kesehatan masyarakat tertentu) 2. Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat di wilayah kerjanya ( Balkesmas selalu berupaya agar setiap keluarga dan masyarakat di wilayah kerjanya secara mandiri mampu mencegah da mengatasi masalah kesehatan tertentu di masyarakat sesuai kemampuannya) 3. Meningkatkan mutu, pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan masyarakat ( Balkesmas dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan strata kedua sesuai bidangnya selalu berupaya memenuhi standar, memuaskan masyarakat serta mengupayakan pemerataan dan keterjangkauan pelayanan dengan menggunakan teknologi tepat guna) 4. Mengembangkan jejaring kemitraan dan koordinasi dengan institusi terkait ( Balkesmas selalu berupaya mengembangkan jejaring kemitraan dan koordinasi dengan isntitusi terkait dalam mengatasi masalah kesehatan di masyarakat)
  8. 8. Tugas PokokBalkesmas mempunyai tugas melaksanakan sebagian fungsi dari organisasiinduknya melalui penyelenggaraan upaya kesehatan strata kedua untukmengatasi masalah kesehatan masyarakat tertentu di wilayah kerjanya
  9. 9. Fungsi Balai Kesehatan Masyarakat1. Memberdayakan masyarakat untuk mampu mencegah dan mengatasi masalah kesehatan masyarakat tertentu2. Membantu organisasi induknya memberikan bimbingan teknis kepada sarana pelayanan kesehatan secara berjenjang sesuai bidangnya3. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan strata kedua sesuai bidangnya4. Mengembangkan jejaring kemitraan dan koordinasi dengan institusi terkait dalam mengatasi masalah kesehatan masyarakat tertentu5. Menyelenggarakan penelitian dan pelatihan teknis masalah kesehatan sesuai bidangnya
  10. 10. Upaya(Balai Kesehatan Masyarakat sesuai dengan tugas dan fungsinya): 1. Memberikan pelayanan kesehatan strata kedua untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat tertentu di wilayah kerjanya mulai dari promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif ( memberikan pelayanan medis spesialistik untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat tertentu) 2. Memberikan bimbingan teknis ke sarana pelayanan kesehatan strata yang lebih rendah ( melaksanakan bimbingan teknis kepada sarana pelayanan kesehatan strata yang lebih rendah baik pemerintah maupun swasta, contohnya melakukan pelatihan, konsultasi, rujukan, peningkatan kualitas tenaga dan lían-lain) 3. Mengembangkan jejaring kemitraan dan koordinasi dengan institusi terkait ( untuk memadukan potensi sumberdaya dengan berbagai institusi terkait dalam dan luar negeri melalui jejaring kemitraan, sesuai ketentuan yang berlaku) 4. Meningkatkan pemberdayaan masyarakat & keluarga ( disesuaikan dengan jenis pelayanan yang diberikan oleh Balai Kesehatan Masyarakat di bawah koordinasi Departemen Kesehatan atau Dinas Kesehatan Provinsi atau Kabupaten/Kota, agar masyarakat mampu mencegah dan mengatasi masalah kesehatan masyarakat) 5. Pelatihan teknis dan penelitian ( Pelatihan, dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan tenaga kesehatan sesuai bidangnya, guna peningkatan mutu pelayanan kesehatan masyarakat dan Penelitian bertujuan untuk mengembangkan program dalam rangka mengatasi masalah kesehatan masyarakat dan kebijakan di bidang kesehatan)
  11. 11. TUJUANMeningkatkan status kesehatan masyarakat melaluipenyediaan pelayanan kesehatan UKM dan UKP stratakedua dibidang paru secara proaktif kepada masyarakatdiwilayah kerjanya
  12. 12. BKPM sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) PROPINSI PUSAT PROPINSI KAB/KOTA DI. Aceh AcehSumatera Utara MedanSumatera Barat Lubuk Alung Jawa Barat Bandung Cianjur Garut Cirebon Jawa Tengah Surakarta Semarang Pekalongan Pati Ambarawa Magelang Salatiga Klaten Kebumen Tegal Purwokerto DIY DIY (Muja-Muju) Sleman Wates Bantul Kulonprogo Jawa Timur Madiun Surbaya PamekasanKalimantan Barat PontianakSulawesi Selatan Makassar Maluku Ambon
  13. 13. Unit Pengobatan Penyakit Paru(d.h. Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru) Kebumen • Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru (BP4) Kebumen semula merupakan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Pembinaan Kesehatan Masyarakat (Dirjen Binkesmas) Departemen Kesehatan RI sebagaimana tertuang dalam SK Menteri Kesehatan Nomor : 144/Menkes/SK/IV/1978 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pengobatan Penyakit Paru–Paru • Dengan diberlakukannya Undang-Undang No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang- Undang No. 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah, maka sebagian besar Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru telah diserahkan ke daerah (Kabupaten atau Provinsi), kecuali Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru Surakarta, Bandung dan Ujung Pandang yang masih tetap merupakan UPT Dirjen Binkesmas Departemen Kesehatan RI yang berubah nama menjadi BBKPM (Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat) • Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen Nomor : 22 Tahun 2001 dan dipertegas oleh Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen Nomor : 20 Tahun 2004 tentang Pembentukan, Struktur Organisasi dan Tata Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen dimana kedudukan BP4 Kebumen adalah Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen dan dikepalai oleh seorang Kepala BP4 (Eselon IV.a, sebagai satu-satunya jabatan struktural yang ada di BP4)
  14. 14. • BP4 Kebumen mengalami perubahan SOT berdasarkan Peraturan Bupati Nomor : 68/2008, sehingga tahun 2008 BP4 Kebumen dikepalai oleh seorang Kepala BP4 (Eselon IV.a) dan ditambah 1 struktural eselon IV.b sebagai Ka. Sub. Bag. Tata Usaha• Kemudian berdasar pada Peraturan Bupati Nomor 13 tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Kebumen Nomor: 24) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen Nomor: 20 tahun 2011 tetang perubahan kedua atas Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen Nomor 13 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Kebumen Tahun 2011 Nomor: 20, tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Kebumen Nomor: 61), UPT Pengobatan Penyakit Paru mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas Kesehatan di bidang pengobatan penyakit paru

×