Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
PERANGKAT PEMBELAJARAN (SILABUS DAN RPP)
KURIKULUM 2013 SMA TINGKAT SMA
A. Pendahuluan
Pemberlakuan Undang-undang No. 22 t...
untuk SD, SMP, SMA, dan SMK, dan departemen yang menangani urusan
pemerintahan di bidang agama untuk MI. MTs, MA, dan MAK
...
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan
masal...
Merupakan sumber pembelajaran yang dilakukan mulai dari metode dan media
yang digunakan dalam proses belajar mengajar.
Con...
pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana pembelajaran yang dikembangkan
secara rinci dari suatu materi pokok atau tem...
E. Prinsip-Prinsip Pengembangan RPP Menurut Kurikulum 2013
Beberapa prinsip penting yang harus diperhatikan saat mengemban...
f. Aktualitas, kedalaman, dan keluasan materi pembelajaran;
g. Ada tidaknya relevansi terhadap kebutuhan siswa serta tuntu...
eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi, dalam bentuk: mengamati, menanya,
mengumpulkan informasi, mengasosiasikan, dan meng...
c. Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan.
Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih, ...
Mata Pelajaran : ……………………………………..
Tema : ……………………………………..
Kelas : ……………………………………..
Semester : ……………………………………..
A. Materi P...
REFERENSI
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No.65 Tahun 2013
http://penelitiantindakankelas.b...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Perangkat Pembelajaran (RPP & SILABUS) Kurikulum 2013

237,286 views

Published on

Perangkat Pembelajaran (RPP & SILABUS) Kurikulum 2013

  1. 1. PERANGKAT PEMBELAJARAN (SILABUS DAN RPP) KURIKULUM 2013 SMA TINGKAT SMA A. Pendahuluan Pemberlakuan Undang-undang No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah menuntut pelaksanaan otonomi daerah dan wawasan demokrasi yang lebih menyeluruh, tentunya hal ini juga menyangkut pengelolaan sumber daya manusia. Salah satu upaya untuk mengelola dan meningkatkan sumber daya manusia, pemerintah harus memiliki keperdulian untuk memperbaiki perencanaan, pengeloaan, dan penyelenggraan pendidikan di wilayahnya masing-masing. Selain itu tuntutan globalisasi dalam bidang pendidikan juga perlu dipertimbangkan agar hasil pendidikan nasional dapat bersaing dengan negara-negara maju. Upaya ke arah ini kini sudah mulai diwujudkan dengan diperkenalkannya konsep pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan dari sentralistik ke desentralistik. Desentralisasi pengelolaan pendidikan ini diarahkan oleh Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 (PP 19/2005) tentang Standar Nasional Pendidikan, landasan hukum tersebut mengamanatkan agar kurikulum pendidikan bagi pendidikan tingkat dasar dan tingkat menengah disusun oleh satuan pendidikan dengan mengacu kepada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Kebijakan di atas kini telah diperbaharui dengan Peraturan Pemerintah yang terbaru dimana dari aspek kurikulum, banyak hal yang perlu dipersiapkan oleh daerah, karena sebagian besar kebijakan yang berkaitan dengan implementasi kurikulum dilakukan oleh daerah sebagaimana tercantum dalam landasan yuridis berikut ini: PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 17 Ayat (2) ;Sekolah dan komite sekolah, atau madrasah dan komite madrasah, mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan, di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan
  2. 2. untuk SD, SMP, SMA, dan SMK, dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI. MTs, MA, dan MAK B. SILABUS KURIKULUM 2013 TINGKAT SMA 1. Pengertian Silabus Silabus pada kurikulum 2013 merupakan acuan penyusunan kerangka pembelajaran untuk setiap bahan kajian mata pelajaran.1 2. Komponen Silabus Adapun komponen yang terdapat dalam silabus kurikulum 2013, yaitu:2 1. Identitas Mata Pelajaran Pembelajaran Contoh : Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam 2. Identitas Sekolah Merupakan identitas satuan pendidikan yang akan dituju. 3. Kompetensi Inti Contoh Kompetensi Inti PAI tingkat SMA (K1) : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya (K2) : Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro-aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagaipermasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. (K3) :Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta 1 Permendikbud No.65 Tahun 2013 2 http://www.m-edukasi.web.id/2013/07/pengembangan-silabus-kurikulum-2013.html di akses 21 Mei 2014
  3. 3. menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. (K4) :Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri,dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan. 4. Kompetensi Dasar 1.1 Berpegang teguh kepada Al-Quran, Hadits dan Ijtihad sebagai pedoman hidup 1.2 Menunjukkan perilaku kontrol diri (mujahadah an-nafs), prasangka baik (husnuzzhan), dan persaudaraan (ukhuwah) sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al-Anfal (8): 72; Q.S. Al-Hujurat (49): 12 dan 10 serta hadits yang terkait 3.1 Memahami manfaat dan hikmah kontrol diri (mujahadah an-nafs), prasangka baik (husnuzzhan) dan persaudaraan (ukhuwah), dan menerapkannya dalam kehidupan 4.1 Mendemonstrasikan hafalan Q.S. Al-Anfal (8) : 72); Q.S. Al-Hujurat (49) : 12; QS Al-Hujurat (49) : 10 dengan lancar. 5. Materi Pokok Contoh : Pengertian perilaku husnuzzan 1. Husnuzzan kepada Allah a. Pengertian husnuzzan kepada Allah b. Contoh-contoh perilaku husnuzzan kepada Allah SWT. 1. Syukur 2. Sabar c. Cara mewujudkan Husnuzzan kepada Allah 6. Pembelajaran 7. Alokasi Waktu Contoh Alokasi waktu mata pelajaran PAI di SMA, yaitu :4x3 Jam pelajaran 8. Sumber Pembelajaran.
  4. 4. Merupakan sumber pembelajaran yang dilakukan mulai dari metode dan media yang digunakan dalam proses belajar mengajar. Contoh: -Buku PAI Kls X Kemdikbud -Buku lain yang menunjang -Al-Quran dan Al-Hadits -Multimedia interaktif dan Internet -Kitab tafsir Al-Qur’an. C. CONTOH SILABUS PAI DAN BUDI PEKERTI TINGKAT SMA3 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar 1. [sisipkan seluruh KD dari KI 1] 2. [sisipkan seluruh KD dari KI 2] 3.1 ............................. 3.2 …………………. dst 4.1 ................................. 4.2 …………………... JudulMateriPokok: - …… - …….. Mengamati  ……………  …………… Menanya  ……………  …………… Mengeksperimenkan/mengek splorasikan  ……………  …………… Mengasosiasikan  ……………  …………… Mengomunikasikan  ……………  …………… Tugas Observasi Portofolio Tes …. mgg X 4 jp • Buku PAI dan BP Kls ... • ...... • ..... SILABUS MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI SMA : …………………………………………………. Kelas : ………… Kompetensi Inti KI 1: ........................................................................................................... KI 2 : ........................................................................................................... KI 3: ........................................................................................................... KI 4: ........................................................................................................... Bila 1 (satu) Materi Pokok terdapat 1 (Satu) Kompetensi Dasar (KD) di Kompetensi Inti (KI) -3 yang linear dengan 1 KD di KI-4 D. Hakikat RPP Menurut Kurikulum 2013 RPP adalah singkatan dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Dalam pedoman umum pembelajaran untuk penerapan Kurikulum 2013 disebutkan bahwa rencana 3 http://www.slideshare.net/tyarvgasela/newsfeed?redirect=1 di akses tanggal 21 Mei 2014
  5. 5. pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana pembelajaran yang dikembangkan secara rinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu yang mengacu pada silabus. RPP mencakup:4 1. Data sekolah, mata pelajaran, dan kelas/semester; 2. Materi pokok; 3. Alokasi waktu; 4. Tujuan pembelajaran, KD dan indikator pencapaian kompetensi; 5. Materi pembelajaran; metode pembelajaran; 6. Media, alat dan sumber belajar; 7. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran; dan 8. Penilaian. Semua guru di setiap sekolah harus menyusun RPP untuk mata pelajaran kelas di mana guru tersebut mengajar (guru kelas dan guru mata pelajaran). Guru kelas adalah sebutan untuk guru yang mengajar kelas-kelas pada tingkat tertentu di Sekolah Dasar (SD). Sedangkan guru mata pelajaran adalah guru yang mengampu mata pelajaran tertentu pada kenjang SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK. Pengembangan RPP dianjurkan untuk dikembangkan/disusun di setiap awal semester atau awal tahun pelajaran. Hal ini ditujukan agar agar RPP (rencana pelaksanaan pembelajaran) telah tersedia terlebih dahulu dalam setiap awal pelaksanaan pembelajaran. Sedangkan proses penyusunan/pembuatan/ atau pengembangan RPP dapat dilakukan secara mandiri atau secara berkelompokdi MGMP . Pengembangan RPP yang dilakukan oleh guru secara mandiri dan/atau secara bersama-sama melalui musyawarah guru MATA pelajaran (MGMP) di dalam suatu sekolah tertentu semestinya harus difasilitasi dan disupervisi kepala sekolah atau guru senior yang ditunjuk oleh kepala sekolah. Pengembangan RPP melalui MGMP antarsekolah atau antarwilayah dikoordinasikan dan disupervisi oleh pengawas atau dinas pendidikan. 4 http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2013/11/langkah-langkah-pengembanganrpp.html di akses tanggal 21 Mei 2014
  6. 6. E. Prinsip-Prinsip Pengembangan RPP Menurut Kurikulum 2013 Beberapa prinsip penting yang harus diperhatikan saat mengembangkan atau menyusun RPP adalah sebagai berikut;5 1. Memperhatikan perbedaan individu peserta didik. 2. Mendorong partisipasi aktif peserta didik. 3. Mengembangkan budaya membaca dan menulis. 4. Memberikan umpan balik dan tindak lanjut. 5. Mengakomodasi pada keterkaitan dan keterpaduan KD, Keterkaitan dan keterpaduan materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar. 6. Mengakomodasi pembelajaran tematik-internal, keterpaduan lintas aspek PAI, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya. 7. Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi. F. Komponen dan Sistematika RPP 1. Identifikasi Materi Pembelajaran Guru atau pengembang RPP selanjutnya mengidentifikasi materi pembelajaran yang sesuai untuk menunjang tercapainya KD. Pengidentifikasian materi pembelajaran untuk siswa ini harus mempertimbangkan beberapa hal, yaitu:6 a. Potensi yang dimiliki siswa; b. Ada tidaknya relevansi terhadap karakteristik daerah; c. Tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spritual yang dimiliki siswa saat ini; d. Manfaat untuk siswa; e. Struktur keilmuan; 5 Ibid., 6 http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2013/04/08/silabus-dan-rpp-kurikulum-2013/ di akses 21 Mei 2014
  7. 7. f. Aktualitas, kedalaman, dan keluasan materi pembelajaran; g. Ada tidaknya relevansi terhadap kebutuhan siswa serta tuntutan lingkungan; dan h. Alokasi waktu yang disediakan/tersedia. 2. Penentuan Tujuan Pembelajaran Tujuan pembelajaran bisa diorganisasikan sedemikian rupa sehingga mencakup semua KD atau dapat pula tujuan pembelajaran diorganisasikan untuk tiap-tiap pertemuan. Tujuan pembelajaran harus beracuan kepada indikator yang sudah diberikan, atau setidaknya tujuan pembelajaran tersebut harus mengandung dua aspek: Audience (peserta didik) dan Behavior (aspek kemampuan). 3. Pengembangan Kegiatan Pembelajaran Setiap kegiatan pembelajaran di dalam sebuah RPP didesain sedemikian rupa sehingga akan dapat memberi suatu pengalaman belajar (learning experiences) yang bermutu kepada siswa yang di dalamnya terjadi proses mental dan fisik melalui interaksi antar siswa, siswa dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dengan maksud untuk mencapai KD. Pengalaman belajar yang dimaksud umumnya akan dapat diwujudkan lewat penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik (student centered). Pengalaman belajar juga harus mengakomodasi pelatihan keterampilan kecakapan hidup (life skills) yang penting untuk dimiliki siswa. Berikut ini merupakan beberapa hal yang seyogyanya diperhatikan saat guru melakukan pengembangan kegiatan pembelajaran: a. Kegiatan pembelajaran didesain agar dapat memberi bantuan kepada guru, agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional. b. Kegiatan pembelajaran harus menjabarkan urutan kegiatan manajerial yang dilakukan guru, sehingga nantinya siswa akan dapat melakukan kegiatan yang diharapkan sebagaimana telah tertulis di silabus. c. Kegiatan pembelajaran untuk setiap kali pertemuan adalah skenario langkah- langkah yang harus dilakukan oleh guru sehingga merangsang siswa untuk aktif belajar. Kegiatan ini diorganisasikan menjadi kegiatan: Pendahuluan, Inti, dan Penutup. Kegiatan inti dijabarkan lebih lanjut dalam rincian kegiatan
  8. 8. eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi, dalam bentuk: mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasikan, dan mengkomunikasikan. Sedangkan pada pembelajaran yang bertujuan menguasai prosedur untuk melakukan sesuatu (procedural knowledge), kegiatan pembelajaran dapat dilakukan oleh guru dalam bentuk pemodelan/demonstrasi (modelling) oleh guru atau ahlinya, peniruan oleh siswa, pengecekan dan pemberian umpan balik oleh guru, dan pelatihan lanjutan. (Ingat langkah-langkah Model Pembelajaran Langsung/Direct Instruction). 4. Penjabaran Jenis-Jenis Penilaian Yang akan Digunakan Pada silabus telah diberikan rujukan mengenai jenis penilaian yang akan digunakan untuk setiap pembelajarannya. Penilaian pencapaian KD oleh siswa dilakukan dengan didasarkan kepada indikator yang telah dikembangkan sebelumnya. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan nontes dalam bentuk tertulis (paper and pencil test) maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri (self asessment). Oleh karena pada setiap pembelajaran siswa dipicu agar menghasilkan karya, maka penyajian portofolio adalah cara penilaian yang wajib dilakukan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. Nah, untuk merancang sebuah penilaian yang baik pengembang RPP misalnya guru, sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut: a. Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi yaitu KD-KD pada KI-3 dan KI-4. b. Penilaian menggunakan acuan kriteria; yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran, dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya.
  9. 9. c. Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan KD yang telah dimiliki dan yang belum, serta untuk mengetahui kesulitan siswa. d. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. Tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya, program remedi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah ketuntasan, dan program pengayaan bagi siswa yang telah memenuhi ketuntasan. e. Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. Misalnya, jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses misalnya teknik wawancara, maupun produk berupa hasil melakukan observasi lapangan. 5. Pentuan Alokasi Waktu yang Disediakan Di dalam menentukan alokasi waktu untuk tiap KD harus didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran setiap minggu yang tersedia dengan tetap mempertimbangkan jumlah KD, keluasan, kedalaman, tingkat kesulitan, dan tingkat kepentingan KD. Alokasi waktu yang telah dituliskan di dalam silabus adalah perkiraan waktu rata-rata yang dibutuhkan untuk penguasaan KD oleh siswa yang beragam. Karena itu, alokasi tersebut dapat dirinci dan disesuaikan kembali di dalam RPP yang dikembangkan guru. 6. Penentuan Sumber Belajar Sumber belajar (learning resources) yang dimaksud di dalam Kurikulum 2013 dan harus dikebangkan di dalam RPP merupakan rujukan, objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran, yang berupa media cetak dan elektronik, nara sumber, serta lingkungan fisik, alam, sosial, dan budaya G. Format RPP Kurikulum 2013 Nama Sekolah : ……………………………………..
  10. 10. Mata Pelajaran : …………………………………….. Tema : …………………………………….. Kelas : …………………………………….. Semester : …………………………………….. A. Materi Pokok B. Alokasi Waktu C. Tujuan pembelajaran D. Kompetensi Dasar E. Indikator Pencapaian Kompetensi F. Materi Pembelajaran G. Metode Pembelajaran H. Media Pembelajaran I. Sumber Belajar - Alat dan Bahan - Sumber Belajar J. Langkah-langkah Pembelajaran K. Penilaian Proses dan Hasil Belajar - Teknik - Bentuk - Instrumen (Tes dan Non tes) - Kunci dan Pedoman penskoran - Tugas
  11. 11. REFERENSI Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No.65 Tahun 2013 http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2013/11/langkah-langkah-pengembangan- rpp.html di akses tanggal 21 Mei 2014 http://www.slideshare.net/tyarvgasela/newsfeed?redirect=1 di akses tanggal 21 Mei 2014 http://www.m-edukasi.web.id/2013/07/pengembangan-silabuskurikulum-2013.html di akses tanggal 21 Mei 2014 http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2013/04/08/silabus-dan-rpp-kurikulum-2013/ di akses tanggal 21 Mei 2014

×