GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG PENGGUNAAN JARUM SUNTIK PADA PENGGUNA NAPZA DI RSKO JAKARTA
LATAR BELAKANG <ul><li>Pada tahun 2000 lebih dari 50% penyuntikan pada penasun dilakukan secara berkelompok sebanyak 2 – 1...
Continue… <ul><li>Hasil Survei Surveilend Perilaku (SSP) tahun 2002-2003 menunjukkan bahwa 84,5% Penasun menggunakan jarum...
Tinjauan Pustaka <ul><li>Penyalahgunaan Napza adalah penggunaan Napza di luar keperluan medis, tanpa pengawasan dokter dan...
Continue… <ul><li>Kesehatan seseorang dipengaruhi perilaku. Perilaku ditentukan dari 3 faktor, yaitu faktor predisposisi, ...
Continue… <ul><li>Pengetahuan merupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suat...
<ul><li>(P2PL, 2006) </li></ul>DAMPAK JARUM SUNTIK HIV/ AIDS Hepatitis B dan C Overdosis Trombloplebitis Abses Endokarditis
Kerangka Teori Kerangka Konsep
METODOLOGI PENELITIAN <ul><li>Desain Penelitian:  cross sectional , dengan pendekatan deskiptif  kuantitatif </li></ul><ul...
 
 
 
 
 
 
 
Kesimpulan <ul><li>26 responden (68,4%) yang mempunyai pengetahuan baik tentang penggunaan jarum suntik, 11 responden (28,...
Saran… <ul><li>Meningkatkan pelayanan kesehatan dan memberikan pendidikan kesehatan ke arah yang lebih baik, agar selama m...
TERIMA KASIH
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

SKRIPSI

1,776 views

Published on

GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG PENGGUNA AN JARUM SUNTIK PADA PENGGUNA NAPZA DI RSKO JAKARTA

Published in: Health & Medicine
1 Comment
0 Likes
Statistics
Notes
  • apa gak bisa aku download langsung?
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,776
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
44
Comments
1
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

SKRIPSI

  1. 1. GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG PENGGUNAAN JARUM SUNTIK PADA PENGGUNA NAPZA DI RSKO JAKARTA
  2. 2. LATAR BELAKANG <ul><li>Pada tahun 2000 lebih dari 50% penyuntikan pada penasun dilakukan secara berkelompok sebanyak 2 – 10 pengguna. Sebagian besar menggunakan jarum suntik dan semprit secara bergantian. Sterilisasi alat dan jarum suntik tidak dilakukan dengan baik, sebagian besar melaporkan hanya menggunakan air dingin untuk membersihkan alat dan jarum suntik bekas pakai (PPK UI, 2004). </li></ul><ul><li>Penularan penyakit melalui jarum suntik: </li></ul>Tahun 1995: 0,65% Tahun 2004: 35,87%
  3. 3. Continue… <ul><li>Hasil Survei Surveilend Perilaku (SSP) tahun 2002-2003 menunjukkan bahwa 84,5% Penasun menggunakan jarum yang telah digunakan orang lain untuk menyuntik selama seminggu terakhir. </li></ul>68% pasien RSKO adl penasun 72% menggunakan jarum suntik bekas 50% saling tukar jarum suntik
  4. 4. Tinjauan Pustaka <ul><li>Penyalahgunaan Napza adalah penggunaan Napza di luar keperluan medis, tanpa pengawasan dokter dan merupakan perbuatan melanggar hukum (UU No. 5 tahun 1997 tentang Psikotropika dan UU No.35 tahun 2009 tentang Narkotika). </li></ul><ul><li>Ketergantungan napza adalah keadaan dimana telah terjadi ketergantungan fisik dan psikis, sehingga tubuh memerlukan jumlah napza yang makin bertambah, apabila pemakaian dikurangi atau dihentikan akan timbul gejala putus obat (Zaenal, 2009). </li></ul>
  5. 5. Continue… <ul><li>Kesehatan seseorang dipengaruhi perilaku. Perilaku ditentukan dari 3 faktor, yaitu faktor predisposisi, faktor pendukung, dan faktor pengaruh. </li></ul><ul><li>Menurut Roger (1974) perilaku didasarkan pengetahuan, kesadaran dan sikap yang positif, maka perilaku tersebut akan bertahan lama. Sebaliknya apabila perilaku itu tidak didasari oleh pengetahuan dan kesadaran, maka perilaku tersebut tidak akan berlangsung lama. </li></ul>
  6. 6. Continue… <ul><li>Pengetahuan merupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang (Notoatmodjo, 2007). </li></ul><ul><li>Sikap merupakan kesiapan atau kesediaan untuk bertindak, dan bukan merupakan pelaksanaan motif tertentu. Sikap belum merupakan suatu tindakan atau aktifitas, akan tetapi merupakan predisposisi tindakan suatu perilaku. </li></ul>
  7. 7. <ul><li>(P2PL, 2006) </li></ul>DAMPAK JARUM SUNTIK HIV/ AIDS Hepatitis B dan C Overdosis Trombloplebitis Abses Endokarditis
  8. 8. Kerangka Teori Kerangka Konsep
  9. 9. METODOLOGI PENELITIAN <ul><li>Desain Penelitian: cross sectional , dengan pendekatan deskiptif kuantitatif </li></ul><ul><li>Populasi : Pengguna Napza Suntik </li></ul><ul><li>Teknik pengambilan Sampel: Uji Estimasi </li></ul><ul><li>Lokasi : RSKO Jakarta </li></ul><ul><li>Waktu : November 2010 </li></ul><ul><li>Analisa penelitian : analisa univariat </li></ul><ul><li>Validitas dan Reliabilitas: 20 Responden </li></ul>
  10. 17. Kesimpulan <ul><li>26 responden (68,4%) yang mempunyai pengetahuan baik tentang penggunaan jarum suntik, 11 responden (28,9%) memiliki pengetahuan yang cukup dan 1 responden (2,6%) yang memiliki pengetahuan rendah tentang penggunaan jarum suntik </li></ul><ul><li>sebanyak 20 responden (52,6%) memiliki sikap negatif tentang penggunaan jarum suntik dan yang memiliki sikap positif sebanyak 18 responden (47,4%) tentang penggunaan jarum suntik. </li></ul>
  11. 18. Saran… <ul><li>Meningkatkan pelayanan kesehatan dan memberikan pendidikan kesehatan ke arah yang lebih baik, agar selama menjalani terapi di RSKO klien dapat menjalani hidup yg baru dg optimis. </li></ul><ul><li>Perlunya diadakan terapi rohani, dg penanaman nilai2 islam dapat membentuk sikap yang positif dan perilaku yg baik </li></ul><ul><li>Dapat meningkatkan peran perawat dalam promosi kesehatan sbgai health educator terhadap penggunaan jarum suntik </li></ul><ul><li>Dapat menjadi evidence based bagi perkembangan ilmu keperawatan. </li></ul>
  12. 19. TERIMA KASIH

×