Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Chain Sampling<br />Acceptance Sampling –Variabel-<br />Disusun Oleh :<br />Aris Nurlaili             (0810950027)<br />Ra...
Ruang Lingkup<br />Sampling Penerimaan dengan Metode Chain Sampling memeiliki ruang lingkup sebagai berikut :<br />
Sampling Rantai<br /><ul><li>Latar Belakang</li></ul>Pada single sampling jika digunakan ukuran sample yang kecil akan men...
Berikut ini kurva OC dengan berbagai nilai i, n=0<br />Sampling Rantai<br />Kurva OC<br />Titik pada kurva OC diperoleh da...
Sampling Terus Menerus<br />Pada beberapa operasi produksi, tidak dihasilkan produk dalam bentuk kotak. Misalnya perakitan...
Membuat bahaya keselamatan
Tidak efisien</li></li></ul><li>Sampling Terus Menerus<br />2. Menandai pada bagian tertentu (misalnya pada perakitan komp...
CSP-1<br />prosedure CSP-1<br />CSP-1 digunakan dalam proses perakitan yang rumit. Sehingga yang diperiksa kerusakannya.<b...
Tabel Nilai i CSP-1<br />
Kurva OC CSP-1<br /><ul><li>Banyakunit yang diperiksa(penyaringan 100%) setelahterjadinyacacatyakni</li></ul>u=1−qipqi<br ...
Kurva OC CSP-1<br />Berikut hasil perhitungan Pa dengan berbagai nilai p, i dan f<br />
Kurva OC CSP-1<br />Berdasarkan kurva diatas, dapat disimpulkan bahwa perubahan nilai i memiliki pengaruh yang besar jika ...
PERENCANAAN CSP-2, CSP-3, DAN BANYAK TINGKAT<br />
CSP-2<br />Di dalamperencanaanCSP-2, pemeriksaan100% tidakakandikembalikanlagiapabiladalamsampelpemeriksaan yang digunakan...
Tabel Nilai i CSP-2<br />
ProsedurCSP-2<br />
2. CSP-3<br />CSP-3 dirancanguntukmemberikanperlindungantambahanterhadapproduksi yang turunnaik. Jikaditemukansatu unit ca...
3.  Banyak Tingkat   <br />Perencanaan sampling terusmenerusbanyaktingkatdimulaidenganpemeriksaan 100% danberalihkepemerik...
MIL STD 1235B<br />Perencanaan sampling MIL STD 1235B terdiri<br />dari 5 jenisperencanaan sampling terusmenerus<br />yang...
MIL STD 1235B<br />Perencanaan sampling MIL STD 1235B terdiri<br />dari 5 jenisperencanaan sampling terusmenerus<br />yang...
MIL STD 1235B<br /><ul><li> MIL STD 1235B merupakankumpulandari sampling terusmenerus, ada 5 jenisperencanaan sampling seb...
Prosedur CSP-T dilukiskandalam flowchart berikut</li></li></ul><li>ProsedurCSP-T<br />
Prosedur CSP-T<br />Prosedur CSP-T dimulaidenganpemeriksaan<br />produksi 100%, jikasesudahbanyak unit tertentu<br />ditem...
Tabelhurufkodefrekuensi<br />
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Chain sampling Statistika Pengendalian Mutu

1,449 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Chain sampling Statistika Pengendalian Mutu

  1. 1. Chain Sampling<br />Acceptance Sampling –Variabel-<br />Disusun Oleh :<br />Aris Nurlaili (0810950027)<br />Rahma Kusuma R. (0810953015)<br />Handyga Putra M. (0810953041)<br />Heri Sembodo (0810953043)<br />M. Hakim Ardha (0810953049)<br />Virgiana Nanda S. (0810953063)<br />
  2. 2. Ruang Lingkup<br />Sampling Penerimaan dengan Metode Chain Sampling memeiliki ruang lingkup sebagai berikut :<br />
  3. 3. Sampling Rantai<br /><ul><li>Latar Belakang</li></ul>Pada single sampling jika digunakan ukuran sample yang kecil akan menyebabkan bilangan penerimaan 0. Hal ini dapat merugikan produsen, sehingga dapat digunakan prosedure pengganti yakni sampling rantai.<br /><ul><li>Prosedure Sampling Rantai</li></ul>Pilih ukuran sampel n pada tiap kotak, amati banyak cacat<br />Cacat = 0  Terima Kotak<br />Cacat > 2  Tolak kotak<br />Cacat = 1  Terima kotak, jika i kotak sebelumnya tidak cacat<br /><ul><li>Syarat – Syarat Sampling Rantai</li></ul>Kotak berasal dari aliran terus menerus, produksi berulang<br />Diharapkan kualitas kotak sama<br />Diasumsikan kualitas kotak sekarang tidak lebih rendah dari sebelumnya<br />Ada trackrecord kualitas<br />Agen sampling percaya pada leveransir (pembuat trackrecord)<br />
  4. 4. Berikut ini kurva OC dengan berbagai nilai i, n=0<br />Sampling Rantai<br />Kurva OC<br />Titik pada kurva OC diperoleh dari Pa=P0,n+P1,nP0,ni dengan <br />P(d,n)=n!d!n−d!pd(1−p)n−d<br />Keterangan : <br />n = banyak sampel<br />i = bilangan izin<br />d = banyak cacat (0 dan 1)<br />p = probabilitas cacat<br /> <br />Bentuk kurva OC bentuknya tidak begitu cembung, sehingga lebih disenangi. Nilai i dalam praktek berubah ubah antara 3 dan 5 karena mendekati kurva OC single sampling. Nilai i=1 tidak disenangi karena merugikan produsen.<br />
  5. 5. Sampling Terus Menerus<br />Pada beberapa operasi produksi, tidak dihasilkan produk dalam bentuk kotak. Misalnya perakitan elektronik dimana dibentuk jalur perakitan berjalan (terus menerus). Dalam sampling, digunakan 2 pendekatan, yakni<br />1. Pengumpulan produk pada titik tertentu.<br />Kelemahan :<br /><ul><li>Membutuhkan ruang tambahan
  6. 6. Membuat bahaya keselamatan
  7. 7. Tidak efisien</li></li></ul><li>Sampling Terus Menerus<br />2. Menandai pada bagian tertentu (misalnya pada perakitan komponen B).<br />Kelemahan :<br /><ul><li>Jika kotak ditolak, dilakukan pemeriksaan 100% yakni mengumpulkan kembali produk dari operasi produksi yang telah berjalan jauh.</li></ul>“Pada sampling terus menerus, pemeriksaansampling dilakukansampaimenemukancacatkemudiandilakukanpemeriksaan100%. Pemeriksaanterusmenerusinimerupakanpembetulanpemeriksaan, dalam arti kualitas produk ditingkatkan dengan penyaringan bagian”<br />
  8. 8. CSP-1<br />prosedure CSP-1<br />CSP-1 digunakan dalam proses perakitan yang rumit. Sehingga yang diperiksa kerusakannya.<br />CSP-1 mempunyai BKRK keseluruhan yang nilainya bergantung pada i (bilangan izin) dan f (bagian sampling).<br />Nilai BKRK yang sama dapat diperoleh dari i dan f yang berbeda yakni. Pemilihan nilai i dan f didasarkan atas pertimbangan praktis dalam proses produksi.<br />
  9. 9. Tabel Nilai i CSP-1<br />
  10. 10. Kurva OC CSP-1<br /><ul><li>Banyakunit yang diperiksa(penyaringan 100%) setelahterjadinyacacatyakni</li></ul>u=1−qipqi<br />Keterangan : p = bagiancacat yang diproduksiapabila proses terkendali<br />q = 1-p<br /><ul><li>Banyak unit rata – rata yang lolosdibawahprosedurpemeriksaan sampling sebelum unit yang cacatadalah</li></ul>v=1fp<br /><ul><li>Bagian rata-rata dariseluruh unit yang diproduksi yang diperiksadalamjangkawaktu lama adalah</li></ul>BRP=u+fvu+v<br /><ul><li>Bagian rata-rata dari unit yang diproduksi yang lolosdibawah procedure sampling adalah</li></ul>Pa=vu+v=1−fp(1−1−pi)fp1−1−pi+p(1−p)i<br />Kurva OC CSP-1 ini merupakan hubungan antara Pa dengan fungsi p.<br /> <br />
  11. 11. Kurva OC CSP-1<br />Berikut hasil perhitungan Pa dengan berbagai nilai p, i dan f<br />
  12. 12. Kurva OC CSP-1<br />Berdasarkan kurva diatas, dapat disimpulkan bahwa perubahan nilai i memiliki pengaruh yang besar jika dibandingkan dengan perubahan nilai f.<br />
  13. 13. PERENCANAAN CSP-2, CSP-3, DAN BANYAK TINGKAT<br />
  14. 14. CSP-2<br />Di dalamperencanaanCSP-2, pemeriksaan100% tidakakandikembalikanlagiapabiladalamsampelpemeriksaan yang digunakan, tidakterdapat 2 produk yang cacatataulebih, dalamruang K unit sampelsatudengan yang lain.<br />
  15. 15. Tabel Nilai i CSP-2<br />
  16. 16. ProsedurCSP-2<br />
  17. 17. 2. CSP-3<br />CSP-3 dirancanguntukmemberikanperlindungantambahanterhadapproduksi yang turunnaik. Jikaditemukansatu unit cacatdalampemeriksaan sampling disyaratkanbahwaempat unit berikutnyaharusdiperiksa. Jikadiantaraempat unit tersebutada yang cacat, makadilakukannpemeriksaan 100% kembali. Namun, jikadalamempat unit tersebuttidakditemukan yang cacat, makaperencanaanterusdibawah CSP-2.<br />
  18. 18. 3. Banyak Tingkat <br />Perencanaan sampling terusmenerusbanyaktingkatdimulaidenganpemeriksaan 100% danberalihkepemeriksaan f bagiandariproduksisesudahbanyak unit tertentuditemukanbebascacatataucacatsamadengan nol. Tetapi, apabiladibawahpemeriksaan sampling padatingkat f , perjalanani unit sampelberturutanditemukanbebascacat, maka sampling berlanjutpadatingkat f2. Apabilalebihlanjutperjalanani unit berturutanbebascacat, maka sampling dapatberlanjutpadatingkat f3.<br />
  19. 19. MIL STD 1235B<br />Perencanaan sampling MIL STD 1235B terdiri<br />dari 5 jenisperencanaan sampling terusmenerus<br />yang berbeda, yaitu:<br />1. CSP-1<br />2. CSP-2<br />3. CSP-F<br />4. CSP-V<br />5. CSP-T<br />
  20. 20. MIL STD 1235B<br />Perencanaan sampling MIL STD 1235B terdiri<br />dari 5 jenisperencanaan sampling terusmenerus<br />yang berbeda, yaitu:<br />1. CSP-1<br />2. CSP-2<br />3. CSP-F<br />4. CSP-V<br />5. CSP-T<br />
  21. 21. MIL STD 1235B<br /><ul><li> MIL STD 1235B merupakankumpulandari sampling terusmenerus, ada 5 jenisperencanaan sampling sebagaistandarnya. CSP-1 dan CSP-2(bagiandari MIL STD 1235B), CSP-F dan CSP-V(satu-tingkat), merupakan 4 bagiandari sampling terusmenerusitudan yang kelimaadalah CSP-T(banyak-tingkat).
  22. 22. Prosedur CSP-T dilukiskandalam flowchart berikut</li></li></ul><li>ProsedurCSP-T<br />
  23. 23. Prosedur CSP-T<br />Prosedur CSP-T dimulaidenganpemeriksaan<br />produksi 100%, jikasesudahbanyak unit tertentu<br />ditemukanbebascacatataucacatsamadengan<br />nol, dilakukanpemeriksaan sampling<br />menggunakan f bagiandari unit yang diproduksi.<br />Jikai unit berturutandalampemeriksaan sampling<br />ditemukancacatnyasamadengannol, makatingkat<br />sampling dikurangimenjadi f/2 bagian. Sekalilagi,<br />apabilai unit berturutanditemukancacatnyasama<br />dengannoldalamtingkat sampling ini, makadigunakan<br />sampling yang dikunrangidengan f/4 bagiandari unit<br />yang diproduksidipilihsecaraacak. Dalam CSP-T, setelah<br />ditemukan unit cacat, dilakukankembalipemeriksaan 100%. <br />
  24. 24. Tabelhurufkodefrekuensi<br />
  25. 25. Tabel Nilai CSP-T<br />

×