Copyright © 2013 | Kelompok 6
All Rights Reserved
 Dalam kehidupan sehari-hari kita sering berjumpa dengan beberapa
macam zat yang sukar digolongkan sebagai zat padat, cai...
LARUTAN KOLOID SUSPENSI
Homogen
Homogen jika
menggunakan
mikroskop ultra
Heterogen
Stabil Stabil Labil
<1nm 1-100nm >100nm...
Fase Terdispersi Fase Pendispersi Sistem Koloid Contoh
Padat Padat Sol padat Kaca, gelas,
intan
Padat Cair Sol cair Cat, t...
1. Efek tyndall
Gejala terlihatnya berkas
cahaya apabila diarahkan ke
dalam suatu medium yang
mengandung partikel koloid,
...
2.Gerak brown
Gerak brown ditemukan oleh Robert brown seorang ahli
biologi inggris (1773-1858) gerak brown merupakan
gerak...
Muatan koloid yang penting untuk dibahas dalam hal
ini meliputi dual hal yaitu elektroforesis dan adsorpsi
1. Elektrofores...
2. Adsorpsi
Peristiwa penyerapan pada permukaan suatu zat
disebut adsorpsi. (jika penyerapan itu sampai ke bagian
dalam ba...
6. Koloid Pelindung
Ada pula system koloid
yang harus dilindungi dari proses
koagulasi. Untuk itu, ke dalam
koloid tersebu...
7. Dialisis ( Penyaringan)
 Koloid dimasukkan ke dalam kantong yang
terbuat dari selaput semi permeable. Selaput ini
dapa...
Koloid liofil dan liofob
Dibagi menjadi 2 cara yaitu :
Kondensasi
Dispersi
Cara menghaluskan partikel suspensi atau kasar menjadi
partikel berukuran koloid.
1. Cara mekanik
Dilakukan dengan pengger...
Partikel larutan diubah menjadi partikel besar yang
berukuran koloid.
1. Reaksi redoks
Sol belerang dapat dibuat dengan me...
Molekul sabun terdiri atas bagian yang
kepala (polar) dan badan (nonpolar). Bagian
polar adalah gugus hidrofil (tertarik k...
kain kotoran
(a) Kotoran atau bercak lemak
pada bahan cucian
(b) Molekul sabun menarik
kotoran dengan gugus
nonpolarnya
(c...
TERIMAKASIH
Disusun Oleh Kelompok 6
1. Loka Winda S P
2. Mariyatus Shiddiqi
3. Tri Khully ismayana
4. Tri Putri Rachmawati...
Sistem koloid ini terbentuk dari fasa
terdispersi berupa padatan dan fasa
pendispersinya berupa padatan.
Sol Padat (Padat-...
Sistem koloid ini terbentuk dari fasa
terdispersi berupa padatan dan fasa
pendispersinya berupa cairan.
Sol Cair (Padat-Ca...
Sistem koloid ini terbentuk dari fasa
terdispersi berupa cairan dan fasa
pendispersinya berupa padatan.
Emulsi Padat (Cair...
Sistem koloid ini terbentuk dari fasa
terdispersi berupa cairan dan fasa
pendispersinya berupa cairan
Emulsi Cair (Cair-Ca...
Sistem koloid ini terbentuk dari fasa
terdispersi berupa padatan dan fasa
pendispersinya berupa gas.
Aerosol Padat(Padat-G...
Sistem koloid ini terbentuk dari fasa
terdispersi berupa cairan dan fasa
pendispersinya berupa gas.
Aerosol Cair (Cair-Gas)
Sistem koloid ini terbentuk dari fasa
terdispersi berupa gas dan fasa pendispersinya
berupa padatan.
Busa Padat (Gas-Padat)
Sistem koloid ini terbentuk dari fasa
terdispersi berupa gas dan fasa pendispersinya
berupa cairan.
Busa Cair (Gas-Cair)
B...
+
-
+
Zat yang
diendapkan
Gas-gas
buangan
yang
berasap
Cottrel
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
3-
3-
3-
3-
3-
+
+
+
+
+
+
++
+
+
+
+
+ +
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
Sol Fe(OH)3 dikelilingi
ion Cl-
Sol ...
-
--
+
+
+
+
+
+
+
-
-
-
Cahaya
Larutan
Layar
Cahaya
Larutan
Layar
Larutan sejati
meneruskan
cahaya, berkas
cahaya tidak
kelihatan
Sistem koloid
me...
Kimia Sistem Koloid
Kimia Sistem Koloid
Kimia Sistem Koloid
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Kimia Sistem Koloid

3,710 views

Published on

menjelaskan bab sistem koloid untuk mapel Kimia Kelas 2 SMA IPA

Published in: Education
1 Comment
5 Likes
Statistics
Notes
  • :)
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total views
3,710
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
299
Comments
1
Likes
5
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Kimia Sistem Koloid

  1. 1. Copyright © 2013 | Kelompok 6 All Rights Reserved
  2. 2.  Dalam kehidupan sehari-hari kita sering berjumpa dengan beberapa macam zat yang sukar digolongkan sebagai zat padat, cairan atau gas.. contoh zat-zat semacam itu anatara lain adalah susu, kanji, cat, asap, kabut, buih sabun dan karet busa.zat-zat di atas dalam ilmu kimia dinamakan koloid.  System koloid adalah suatu bentuk campuran yang keadaannya terletak antara larutan dan suspensi (campuran kasar). System koloid ini mempunyai sifat-sifat khas yang berbeda dari sifat larutan ataupun suspense.  Proses-proses di alam sekitar kita banyak berhubungan dengan system koloid, kegunaan dari cabang ilmu “kimia koloid” terdapat di berbagai bidang. Ketika mandi kita menggunakan sabun, sabun akan membentuk system koloid dengan kotoran yang melekat di tubuh kita. Warna merah pada lampu belakang mobil disebabkan oleh koloid selenium yang terkandung dalam kaca lampu itu.  Dalam bidang industry kimia koloid banyak dimanfaatkan pada pembuatan berbagai produk seperti keramik, plastic, tekstil, perekat, tinta, semen, karet, sabun, deterjen, obat-obatan, kosmetika, insektisida dan bahan-bahan makanan.  Fakta-fakta diatas membuktikan bahwa betapa besar peranan system koloid dalam kehidupan dan penghidupan umat manusia.
  3. 3. LARUTAN KOLOID SUSPENSI Homogen Homogen jika menggunakan mikroskop ultra Heterogen Stabil Stabil Labil <1nm 1-100nm >100nm Tidak dapat disaring Saringan ultra Dapat disaring jernih agak keruh Keruh Tembus cahaya Agak keruh Keruh Tembus cahaya Tembus cahaya Tidak tembus cahaya 1 fasa 1 fasa (mata) 2 fasa (M. Ultra) 2 fasa Air dengan gula Air dengan tanah liat Air dengan pasir
  4. 4. Fase Terdispersi Fase Pendispersi Sistem Koloid Contoh Padat Padat Sol padat Kaca, gelas, intan Padat Cair Sol cair Cat, tinta, lem Padat Gas Aerosol padat Asap, debu Cair Padat Emulsi padat Es, mentega, keju, jelly Cair Cair Emulsi cair Susu, santan Cair Gas Aerosol cair Awan, embun, kabut, hairspray Gas Padat Buih / busa padat Batu apung, spoon Gas Cair Buih/ busa cair Busa
  5. 5. 1. Efek tyndall Gejala terlihatnya berkas cahaya apabila diarahkan ke dalam suatu medium yang mengandung partikel koloid, disebut efek tyndall. Hal ini mula-mula diterangkan oleh john tyndall (1829-1893), seorang ahli fisika inggris. Tokoh ini berhasil menrangkan bahwa langit berwarna biru karena penghamburan cahaya pada daerah panjang gelombang biru oleh partikel2 oksigen dan nitrogen di udara. Efek tyndall dapat digunakan untuk membedakan system koloid dengan larutan sejati.. Partikel2 koloid akan menghamburkan cahaya itu ke segala arah, meskipun partikel2 koloidnya tidak tampak. Liat Animasinya yuk…
  6. 6. 2.Gerak brown Gerak brown ditemukan oleh Robert brown seorang ahli biologi inggris (1773-1858) gerak brown merupakan gerak acak (tidak beraturan) yang terjadi terus menerus dari partikel koloid. Gerak brown ini yang menyebabkan partikel terdispersi tersebar merata pada medium pendispersi dan tidak mengendap. Gerak brown ini pun membuktikan teori kinetic molekul, karena gerak tersebut adalah akibat tabrakan antara partikel2 koloid dengan molekul2 fasa pendispersinya yang tampak oleh mikroskop. Gerak brown akan makin hebat jika partikel2 koloid semakin kecil. Contoh : serbuk sari dalam air
  7. 7. Muatan koloid yang penting untuk dibahas dalam hal ini meliputi dual hal yaitu elektroforesis dan adsorpsi 1. Elektroforesis Partikel2 koloid dapat bergerak dalam medan listrik karena partikel ini bermuatan. Partikel koloid yang bermuatan negative akan akan menuju anoda (elektroda positif) dan sebaliknya partikel koloid yang bermuatan positif akan menuju katoda (elektroda negative) gejala ini disebut elektroforesis.partikel2 koloid akan dinetrakkan muatannya dan digumpalkan di bawah elektroda. Cottrell. Contoh : Cerobong asap, penyaring debu, Cottrell LIHAT YUK…
  8. 8. 2. Adsorpsi Peristiwa penyerapan pada permukaan suatu zat disebut adsorpsi. (jika penyerapan itu sampai ke bagian dalam bawah permukaan, istilahnya adalah adsorpsi). Suatu system koloid memiliki permukaan yang sangat luas. Contoh : Obat diare, pewarnaan tekstil, pemutihan gula, deodorant. Lihat Yuk… 4. Koagulasi Partikel2 koloid dapat mengalami koagulasi (penggumpalan) dengan penambahan suatu elektrolit. Koloid yang bermuatan negative akan menarik ion positif (kation) sedangkan koloid yang bermuatan positif akan menarik ion negative (anion). Ion-ion tersebut akan membentuk selubung lapisan. Contoh : delta muara sungai, tawas, pembuatan karet dari lateks, pemanasan putih telur. Lihat Yuk!
  9. 9. 6. Koloid Pelindung Ada pula system koloid yang harus dilindungi dari proses koagulasi. Untuk itu, ke dalam koloid tersebut perlu ditambahkan suatu koloid yang lain. Koloid pelindung ini akan membentuk lapisan di sekeliling partikel koloid yang dilindungi. Koloid pelindung banyak digunakan pada pembuatan es krim, tinta, cat, dan sebagainya, agar partikel2 koloidnya tidak mengendap. Koloid pelindung yang berfungsi menstabilkan emulsi (system koloid dari dua cairan yang tak homogen) disebut zat pengemulsi. Contoh Gelatin pada es krim (tidak cepat cair) Kasein pada susu (tidak menggumpal)
  10. 10. 7. Dialisis ( Penyaringan)  Koloid dimasukkan ke dalam kantong yang terbuat dari selaput semi permeable. Selaput ini dapat melewatkan molekul-molekul air dan ion- ion, tetapi tidak dapat dilewati oleh partikel- partikel koloid. Jika kantong yang berisi koloid ini dimasukkan ke dalam air, maka ion-ion pengganggu akan menembus selaput, masuk ke dalam air dan partikel2 koloid tetap berada dalam kantong. Proses dislisis dapat dipercepat dengan menggunakan air keras mengalir. Lihat Yuk…
  11. 11. Koloid liofil dan liofob
  12. 12. Dibagi menjadi 2 cara yaitu : Kondensasi Dispersi
  13. 13. Cara menghaluskan partikel suspensi atau kasar menjadi partikel berukuran koloid. 1. Cara mekanik Dilakukan dengan penggerusan atau penggilingan, zat cair dengan pengadukan kemudian didispersikan ke dalam medium pendispersi. 3. Cara Peptisasi Dengan menggunakan zat pemeptisasi (zat kimia) partikel yang kasar dipecah menjadi partikel koloid. 2. Cara busur bredig Dua kawat logam yang berfungsi sebagai elektroda dicelupkan ke dalam air, kemudian diberi loncatan listrik diantara kedua ujung kawat, sebagian logam akan mendebu ke dalam air dan jadilah partikel koloid. +-
  14. 14. Partikel larutan diubah menjadi partikel besar yang berukuran koloid. 1. Reaksi redoks Sol belerang dapat dibuat dengan mengalirkan gas H2S ke dalam larutan SO2 2H2S(g) + SO2(aq) 2H2O(l) + 3S 2. Reaksi Hidrolisis Sol Fe (OH)3 dibuat dengan menambahkan larutan FeCl3 ke dalam air mendidih FeCl3(aq) + 3H2O(l) Fe(OH)3(koloid) + 3HCl(aq) 3. Reaksi Pengenceran Sol AS2S3 dibuat dengan mengalirkan gas H2S ke dalam larutan asam asernit yang encer.
  15. 15. Molekul sabun terdiri atas bagian yang kepala (polar) dan badan (nonpolar). Bagian polar adalah gugus hidrofil (tertarik ke air) dan bagian nonpolar adalah gugus hidrofob (takut air)
  16. 16. kain kotoran (a) Kotoran atau bercak lemak pada bahan cucian (b) Molekul sabun menarik kotoran dengan gugus nonpolarnya (c) Kotoran mulai terangkat (d) Kotoran didispersikan dalam air Daya pengemulsi dari sabun dan detergen disebabkan gugus nonpolar dari sabun akan menarik partikel kotoran (lemak) dari bahan cucian kemudian mendispersikannya ke dalam air.
  17. 17. TERIMAKASIH Disusun Oleh Kelompok 6 1. Loka Winda S P 2. Mariyatus Shiddiqi 3. Tri Khully ismayana 4. Tri Putri Rachmawati 5. Try Adi Anjoyo
  18. 18. Sistem koloid ini terbentuk dari fasa terdispersi berupa padatan dan fasa pendispersinya berupa padatan. Sol Padat (Padat-Padat)
  19. 19. Sistem koloid ini terbentuk dari fasa terdispersi berupa padatan dan fasa pendispersinya berupa cairan. Sol Cair (Padat-Cair)
  20. 20. Sistem koloid ini terbentuk dari fasa terdispersi berupa cairan dan fasa pendispersinya berupa padatan. Emulsi Padat (Cair-Padat)
  21. 21. Sistem koloid ini terbentuk dari fasa terdispersi berupa cairan dan fasa pendispersinya berupa cairan Emulsi Cair (Cair-Cair)
  22. 22. Sistem koloid ini terbentuk dari fasa terdispersi berupa padatan dan fasa pendispersinya berupa gas. Aerosol Padat(Padat-Gas)
  23. 23. Sistem koloid ini terbentuk dari fasa terdispersi berupa cairan dan fasa pendispersinya berupa gas. Aerosol Cair (Cair-Gas)
  24. 24. Sistem koloid ini terbentuk dari fasa terdispersi berupa gas dan fasa pendispersinya berupa padatan. Busa Padat (Gas-Padat)
  25. 25. Sistem koloid ini terbentuk dari fasa terdispersi berupa gas dan fasa pendispersinya berupa cairan. Busa Cair (Gas-Cair) BUSA
  26. 26. + - + Zat yang diendapkan Gas-gas buangan yang berasap Cottrel
  27. 27. - - - - - - - - - - 3- 3- 3- 3- 3- + + + + + + ++ + + + + + + + + + + + + + + + + + + Sol Fe(OH)3 dikelilingi ion Cl- Sol Fe(OH)3 dikelilingi ion PO4 3-
  28. 28. - -- + + + + + + + - - -
  29. 29. Cahaya Larutan Layar Cahaya Larutan Layar Larutan sejati meneruskan cahaya, berkas cahaya tidak kelihatan Sistem koloid menghamburkan cahaya, berkas cahaya kelihatan EFEKTYNDALL

×