Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Peran & Posisi AK Dalam Memperkuat Lembaga Litbang

221 views

Published on

Disampaikan pada Workshop “Penguatan Peran AK dalam Litbangjirap untuk Mendukung Kebijakan Hasil Riset”, Kedeputian IPSK LIPI
Jakarta, 7 Januari 2020

Published in: Government & Nonprofit
  • Be the first to comment

Peran & Posisi AK Dalam Memperkuat Lembaga Litbang

  1. 1. Peran & Posisi AK Dalam Memperkuat Lembaga Litbang Disampaikan pada Workshop “Penguatan Peran AK dalam Litbangjirap untuk Mendukung Kebijakan Hasil Riset”, Kedeputian IPSK LIPI Jakarta, 7 Januari 2020 Dr. Tri Widodo W. Utomo, SH.,MA PEDULIINOVATIFINTEGRITAS PROFESIONAL
  2. 2. Perbandingan Peneliti & Analis Kebijakan DIMENSI / ASPEK PENELITI ANALIS KEBIJAKAN Tujuan Dasar Mengembangkan ilmu pengetahuan Meningkatkan kualitas kebijakan Jenis Aktivitas Pure research & applied research Policy research / study / analysis Produk / Karya KTI (buku, jurnal) dan prototype Naskah kebijakan (policy paper, brief, note, policy draft) Indikator Keberhasilan Publikasi/konferensi; research expo Agenda legislasi dan/atau perubahan kebijakan Organisasi & Utilisasi Terkonsentrasi di unit Kajian/ Litbang tertentu Terdistribusi di seluruh unit yang ada fungsi perumusan kebijakan Kompetensi Tidak ada kompetensi politis Kompetensi analisis saja tidak cukup, butuh kompetensi politis
  3. 3. Issu Dasar Peneliti v.s. Analis Kebijakan: Overlapping? Reinforcing? Apa yang harus dibenahi? Bagaimana membangun sinergi?
  4. 4. Relasi Penelitian & Kebijakan Sumber: Rethinking policy ‘impact’: four models of research-policy relations Hubungan resiprokal yang positif (positive sum game) Peneliti berposisi juga sebagai analis kebijakan. AK tidak begitu relevan atau dibutuhkan Ketika riset tidak akur dengan kebijakan; ketika riset menjadi menara gading, dan ketika kebijakan mengabaikan riset, maka AK menjadi sangat releven.
  5. 5. Relasi Penelitian & Kebijakan KebijakanPenelitian o Peneliti kebijakan menyatakan bahwa pengambil kebijakan enggan menggunakan hasil penelitian kebijakan; o Pelaku kebijakan tidak memiliki kapasitas dan idealisme melakukan reformasi kebijakan. o Pengambil kebijakan menyatakan bahwa peneliti kebijakan tidak mengerti detil persoalan di lapangan, serta gagal menangkap komplikasi realitas politik mikro; o Hasil kajian para peneliti kebijakan terlalu akademis, normatif, dan abstrak. Sumber: Fadillah Putra dan Anwar Sanusi, 2019, Analisis Kebijakan Publik Neo-Institusionalisme: Teori dan Praktek, Jakarta: LP3ES (dimodifikasi) Butuh peran baru (AK)?
  6. 6. Sinergi Peneliti & AK
  7. 7. Role of Policy Analyst Researcher Works Policy Analyst Works Policy Formulation The K* Spectrum Policy Formulation Policy Imple- mentation Policy Evalua- tion & Impact feedback (dimodifikasi)
  8. 8. Ilustrasi Peran AK (yang jarang dilakukan Peneliti): “Translating academic report into policy note” Issu kebijakan Framework & hasil analisis
  9. 9. Rekomendasi / saran kebijakan
  10. 10. Issu kebijakan Konteks / Framework
  11. 11. Hasil kajian / analisis
  12. 12. Rekomendasi / saran kebijakan
  13. 13. Peneliti memberi nuansa knowledge yang lebih kuat terhadap karya AK, sementara AK membuat karya Peneliti lebih berkarakter kebijakan. AK adalah jembatan Peneliti menuju arena pengambilan keputusan (policy making); sedangkan Peneliti merupakan knowledge center bagi AK. Lembaga Litbang tidak hanya butuh Peneliti, namun juga AK. Keberadaan keduanya akan memberi efek sinergis terhadap penguatan Lembaga litbang dan program litbangjirap. Peneliti dan AK tidak bersifat saling menggantikan (substitution), melainkan saling melengkapi (complementary). Simpulan
  14. 14. Terima Kasih Semoga Bermanfaat … !! PEDULIINOVATIFINTEGRITAS PROFESIONAL

×