Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Kreativitas Dalam Pelayanan Publik

57 views

Published on

Dr. Tri Widodo W. Utomo, SH.,MA
Deputi Kajian Kebijakan dan Inovasi Administrasi Negara LAN-RI

Published in: Government & Nonprofit
  • Be the first to comment

Kreativitas Dalam Pelayanan Publik

  1. 1. Dr. Tri Widodo W. Utomo, SH.,MA Deputi Kajian Kebijakan dan Inovasi Administrasi Negara LAN-RI Jakarta, Februari 2020 PEDULIINOVATIFINTEGRITAS PROFESIONAL
  2. 2. Creativity is “The New Normal”
  3. 3. Daya cipta atau kreativitas adalah proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan atau anggitan baru, atau hubungan baru antara gagasan dan anggitan yang sudah ada. Dari sudut pandang keilmuan, hasil dari pemikiran berdayacipta biasanya dianggap memiliki keaslian dan kepantasan (Wikipedia). Mengubah kebiasaan dan membiasakan perubahan; Membiasakan yang asing dan mengasingkan yang biasa (Tri Widodo WU) What Is Creativity?
  4. 4. Belief System of Creativity: Nothing Is Impossible Faith lahir tahun 2002, sehari sebelum hari Natal. Pada waktu dilahirkan, Faith memiliki 3 kaki: 2 kaki belakang & 1 kaki depan. Kaki depannya akhirnya diamputasi karena bentuknya kecil dan tidak berkembang. Sejak dilahirkan, Faith hanya bisa terbaring dengan lemah diatas lantai, dan menggerakkan tubuhnya dengan cara mengayuh dengan kedua kaki belakangnya. Induknya ingin membunuhnya dikarenakan merasa anaknya tidak dapat berkembang seperti anjing normal. Untungnya, ada Jude Stringfellow yang menemukan Faith dan rela untuk merawatnya. Ia bertekad untuk melatih Faith menjadi seekor anjing yang dapat berjalan. Jude memberinya nama Faith (Keyakinan), karena yakin akan datang suatu hari dimana Faith dapat berjalan.
  5. 5. Why Is Creativity So Difficult In Public Organization? Kebiasaan Dalam Rutinitas (business as usual) Budaya Paternalistik (top down, leader-centric management) Rezim Administrasi yang Kaku (regulation trap)
  6. 6. Do a Brain Stimuli Ketika para staf Nissan Design International (NDI) mengalami kebuntuan di tengah-tengah proyek merancang model Pathfinder, wakil presiden NDI kala itu, Jerry Hirshberg, membuat keputusan yang mencengangkan. Dia mengajak seluruh staf, termasuk para teknisi dan sekretaris, untuk … menonton film The Silence of the Lambs. Nonton setelah jam kerja selesai? Tidak, mereka menonton di siang hari (di dalam jam kerja). Hasilnya? Menurut penuturan Hirshberg, setelah acara tersebut, ketegangan di perusahaan berkurang perlahan-lahan. Dalam beberapa hari, ide-ide berdatangan dan masalah-masalah berhasil diselesaikan.
  7. 7. Be an Infinite Player !! Dimensi Finite Games Infinite Games Tujuan Memenangkan & mengakhiri permainan Melanjutkan & mengabadikan permainan Sifat Memiliki batasan tertentu (temporal, spasial, numerikal, metodikal) Memiliki batasan yang lebih lunak namun kompleks, shg mengesankan “tanpa batas” Fokus Komunitas (society) Peradaban (culture) Dampak Menghambat kreativitas Mendorong kreativitas Seluruh aspek kehidupan adalah “game”, dan setiap orang bisa menjadikannya “finite” atau “infinite”
  8. 8. konsep, pola, kategori, stereotip, penilaian, ide, paradigma, hipotesa, kerangka pikir, mental model Apapun pandangan kita terhadap sesuatu selalu menunjukkan “Kotak” berpikir kita. Apa itu “Kotak” Berpikir? Berpikir selalu membutuhkan “Kotak”. You can’t think without boxes, so don’t even try (Luc de Brabandere & Alan Iny, Thinking in New Boxes: Five Essential Steps to Spark the Next Big Idea, 2013) “Kotak” apa yang kita gunakan untuk berpikir? Creative Thinking
  9. 9. Creative Thinking
  10. 10. All terrain shoe karya Nike ini terinspirasi oleh Kambing Gunung Whatever field you work in, nature can always provide you with new insights. Whatever your field, nature has produced something that relates to your subjects. PT. KAI mengimitasi Call Center (Contact 121) dari industri perbankan; menerapkan sistem pemesanan tiket melalui agen host-to- host belajar dari industri penerbangan; dan teknik pemesanan tiket drive thru belajar dari restoran cepat saji. Analogy Thinking
  11. 11. Inside-the-Box Thinking
  12. 12. Dick Fosbury pada Olimpiade Meksiko 1968 melakukan lompatan yang tidak pernah dilakukan sebelumnya, dan berhasil medapat medali Emas. Kisah Fosbury menginspirasi Paul Arden dalam bukunya "Whatever You Think, Think the Opposite". Berpikir Terbalik adalah salah satu teknik dalam inovasi !! Opposite Thinking
  13. 13. Opposite Thinking
  14. 14. “Jadikan Yang Negatif Menjadi Positif” Roy Lichtenstein adalah pelukis expresionis-abstrak paling menonjol periode 1950-an. Suatu ketika di tahun 1961, ia berubah total menjadi ilustrator komik. Ini adalah hasil dari tantangan anak lelakinya yang memegang komik Mickey Mouse, kemudian berkata pada ayahnya: “Saya tantang ayah ga bakal bisa menggambar seperti ini!” Akhirnya, karya komik Lichtenstein menjadi salah satu karya terbesar dalam sejarah seni dunia. If others respond strongly to something you’ve done, that’s positive – even if the reaction is negative. Oxymoron Thinking
  15. 15. “Make the most of inexperience. A beginner has a fresh perspective. The amateurish and unprofessional are open to ideas: the will try anything. The don’t know how things should be done. Nothing is ‘wrong’ for them because the don’t know what is right” “It’s important to avoid becoming an expert or specialist. An expert constantly refers to past experience. Whatever has worked in the past, they repeat. The turn knowledge into a repetitive ritual”. ZEN BUDDHISM Beginner’s Mind “Jadilah Pemula Untuk Menjadi Ahli” Oxymoron Thinking
  16. 16. OLGA KORBUT Pada Olimpiade Munich 1972 berhasil merevolusi olahraga senam/ gymnastic. Ketika beraksi pada balok keseimbangan 4,5 inchi, ia melakukan lompatan membalik ke belakang (Korbut Flip), sebuah gerakan yang sebelumnya hanya bisa dilakukan para pebalet di lantai. Pelatihnya, Renald Knysh, mengatakan: "sebelumnya para pesenam memperlakukan balok seperti seutas tali tegang, tapi saya menginginkannya menjadi lantai". Imaginative Thinking
  17. 17. Juicy Lemon adalah alat pemeras jeruk yang tidak berfungsi, karya Philippe Starck. Starck membuat desain ini berdasar obsesinya sejak kecil yang suka menggambar pesawat ruang angkasa. Ia tidak butuh saran dari Chef untuk membuatnya. Ia juga tidak perlu menguji apakah pemeras jeruk itu dapat berfungsi baik. Ia hanya membuat sesuatu yang ia inginkan. The public identified with the view that expression was more important that function and that it’s the idea that count. Put your personality into everything !! Produk yang juga tidak berfungsi secara praktis adalah Well Tempered Chair, karya Ron Arad. Kursi yang terbuat dari 4 lempeng baja ini sangat tidak nyaman untuk diduduki. Imaginative Thinking
  18. 18. Inovasi Sebagai Hasil Kreativitas
  19. 19. Inovasi Sebagai Hasil Kreativitas
  20. 20. Inovasi Sebagai Hasil Kreativitas
  21. 21. Inovasi Sebagai Hasil Kreativitas
  22. 22. Inovasi Sebagai Hasil Kreativitas
  23. 23. EPILOG Inovasi Pelayanan = seni membuat pelayanan yang (sebelumnya) tidak mungkin menjadi mungkin. Kreativitas = membuat inovasi pelayanan menjadi lebih mudah dan lebih bermanfaat. Apapun masalahnya … kreativitas & inovasi solusinya !!
  24. 24. Majukan Pelayanan Publik dengan Kreativitas … !!

×