Budaya Kerja

11,314 views

Published on

Disampaikan dalam Bimbingan Teknis Budaya Kerja Instansi Pemerintah

Published in: Technology, Spiritual

Budaya Kerja

  1. 1. PENGEMBANGAN BUDAYA KERJA APARATUR PEMERINTAH DAERAH PKP2A III LAN SAMARINDA Tri Widodo W. Utomo
  2. 2. MENGAPA BUDAYA KERJA? Diperlukan sosok aparatur pemerintah yang mampu melaksanakan tugas secara profesional dengan dilandasi kaidah, nilai dan norma dalam rangka terciptanya etika kerja yang penuh tanggung jawab, sebagai suatu budaya kerja aparatur . Deputi II Bidang KMKP LAN - RI
  3. 3. <ul><li>POLA NILAI, SIKAP TINGKAH LAKU (TERMASUK BAHASA), HASIL KARSA DAN KARYA (TERMASUK SEGALA INSTRUMENNYA, SISTEM KERJA, DAN TEKNOLOGI); </li></ul><ul><li>BUDAYA BERKAITAN ERAT DENGAN PERSEPSI TERHADAP NILAI DAN LINGKUNGANNYA YANG MELAHIRKAN MAKNA & PANDANGAN HIDUP, YANG MEMPENGARUHI SIKAP DAN TINGKAH LAKU; </li></ul><ul><li>BUDAYA MERUPAKAN HASIL DARI PENGALAMAN HIDUP, KEBIASAAN-KEBIASAAN SERTA PROSES SELEKSI (MENERIMA ATAU MENOLAK) NORMA-NORMA YANG ADA DALAM CARA DIRINYA BERINTERAKSI SOSIAL ATAU MENEMPATKAN DIRINYA DI TENGAH-TENGAH LIGKUNGAN TERTENTU; </li></ul><ul><li>DALAM PROSES BUDAYA TERDAPAT SALING MEMPENGARUHI DAN SALING KETERGANTUNGAN (INTERDEPENDENSI), BAIK SOSIAL MAUPUN LINGKUNGAN NON-SOSIAL. </li></ul>MAKNA BUDAYA
  4. 4. <ul><li>HUKUMAN </li></ul><ul><li>BEBAN </li></ul><ul><li>KEWAJIBAN </li></ul><ul><li>SUMBER PENGHASILAN </li></ul><ul><li>KESENANGAN </li></ul><ul><li>GENGSI, PRESTISE </li></ul><ul><li>AKTUALISASI DIRI </li></ul><ul><li>PANGGILAN JIWA </li></ul><ul><li>PENGABDIAN DENGAN TULUS, TANPA PAMRIH </li></ul><ul><li>HIDUP </li></ul><ul><li>IBADAH </li></ul><ul><li>HAKEKAT KERJA MERUPAKAN BENTUK ATAU CARA MANUSIA UNTUK MEMANUSIAKAN DIRINYA. </li></ul><ul><li>BEKERJA MERUPAKAN BENTUK AKTUAL DARI NILAI-NILAI, KEYAKINAN YG DIANUTNYA & DAPAT MENJADI MOTIVASI UTK MELAHIRKAN KARYA ( PERFORMANCE ) (TOTO ASMARA, 2001) </li></ul>KERJA
  5. 5. KERJA KERAS KERJA CERDAS KERJA IKHLAS Hati Fisik Otak-Pikiran
  6. 6. <ul><li>BUDAYA KERJA MERUPAKAN POLA TINGKAH LAKU DAN NILAI-NILAI YANG DISEPAKATI KARYAWAN DALAM BEKERJA. </li></ul><ul><li>BUDAYA KERJA BERARTI CARA PANDANG ATAU CARA SESEORANG MEMBERIKAN MAKNA TERHADAP “KERJA” . </li></ul><ul><li>BUDAYA KERJA ADALAH SUATU FALSAFAH YANG DIDASARI OLEH PANDANGAN HIDUP SEBAGAI NILAI-NILAI YANG MENJADI SIFAT, KEBIASAAN DAN KEKUATAN PENDORONG; MEMBUDAYA DALAM KEHIDUPAN SUATU KELOMPOK MASYARAKAT ATAU ORGANISASI; KEMUDIAN TERCERMIN DARI SIKAP MENJADI PERILAKU, KEPERCAYAAN, CITA-CITA, PENDAPAT DAN TINDAKAN YANG TERWUJUD SEBAGAI “KERJA” ATAU “BEKERJA”. </li></ul><ul><li>BUDAYA KERJA ADALAH SALAH SATU KOMPONEN KUALITAS MANUSIA YANG SANGAT MELEKAT DENGAN IDENTITAS BANGSA DAN MENJADI TOLOK UKUR DASAR DALAM PEMBANGUNAN. </li></ul><ul><li>BUDAYA KERJA MERUPAKAN INSTRUMEN UNTUK MERUBAH CARA KERJA LAMA MENJADI CARA KERJA BARU YANG AKAN BERORIENTASI UNTUK MEMUASKAN PELANGGAN ATAU MASYARAKAT. </li></ul>BUDAYA KERJA
  7. 7. <ul><li>BUDAYA KERJA : </li></ul><ul><li>Pengelolaan administrasi pemerintah yang mencakup pengembangan, perencanaan, produksi & pelayanan suatu produk yang berkualitas dalam arti optimal, ekonomis dan bermanfaat (Kep Menpan No 04/1991 ttg Pemasyarakatan Budaya Kerja) </li></ul><ul><li>Sikap dan perilaku individu dan kelompok aparatur negara yang didasari atas nilai-nilai yang diyakini kebenarannya dan telah menjadi sifat serta kebiasaan dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan sehari-hari (Kep Menpan No 25/2002 ttg Pedoman Pengembangan Budaya Kerja Aparatur Negara) </li></ul><ul><li>Peraturan yang Mendukung BUKA : </li></ul><ul><li>UU No 43/1999 jo UU No 8/1974 ttg Pokok-Pokok Kepegawaian </li></ul><ul><li>UU No 20/2001 jo UU No 31/1999 ttg Pemberantasan TIPIKOR </li></ul><ul><li>UU No. 28/ 1999 ttg Penyelenggaraan Negara yang Bersih & Bebas KKN </li></ul><ul><li>PP No 30/1980 ttg Disiplin PNS dan PP No 42/2004 ttg Pembinaan Jiwa Korps & Kode Etik PNS, dll. </li></ul>
  8. 8. <ul><li>AGAMA </li></ul><ul><li>FALSAFAH </li></ul><ul><li>UUD 1945 </li></ul><ul><li>TAP MPR NO. VI/MPR/2001 </li></ul><ul><li>TAP MPR NO. XI/MPR/1998 </li></ul><ul><li>UU No. 43 / 1999 ttg Kepegawaian </li></ul><ul><li>UU No. 28 / 1999 ttg Penylengrn Negara Bersih Bebas KKN </li></ul><ul><li>UU No. 31 / 1999 jo No. 20 / 2001 ttg Pemberntsan Tipikor </li></ul><ul><li>UU No. 30 / 2002 Komisi Pemberntsan Tipikor </li></ul><ul><li>PP No. 30 / 1980 ttg Disiplin PNS </li></ul><ul><li>PP No. 42 / 2004 ttg Pembinaan Jiwa Korps & Kode Etik PNS </li></ul>Landasan Budaya Kerja
  9. 9. NILAI-NILAI DASAR (AGAMA) <ul><li>HINDU </li></ul><ul><li>YAS TWINRIYAN MANASA, NIYAMYA RA </li></ul><ul><li>BHATE ARJUNA KARMENDRIA IH KARMYOGAM, ASKTAH SA WISIYATE (Bgh. III-7) </li></ul><ul><li>Sesungguhnya orang yang dapat mengendalikan panca indrianya dengan pikirannya, oh Arjuna, dan bekerja tanpa mementingkan dirinya, ia itu adalah orang utama. </li></ul>
  10. 10. <ul><li>HINDU </li></ul><ul><li>HANA PWA TUMUNG DADI WANG WIMUKHA RING DHARMA SADHANA </li></ul><ul><li>Bila ada yang beroleh kesempatan menjadi manusia hanya mementingkan dirinya sendiri, rakus akan harta benda, memuaskan nafsu secara berlebih-lebihan, serta menyimpang dari hukum kebaikan dan kejujuran (dharma), mereka itu yang disebut kesasar hidupnya serta sangat berbahaya. </li></ul>
  11. 11. <ul><li>BUDHA - KONGHUCU </li></ul><ul><li>KUIL TRI DARMA BUMI RAYA SINGKAWANG </li></ul><ul><li>Samma Ajiva (mata pencaharian yang benar) </li></ul><ul><li>Samma Vayama (usaha yg benar) </li></ul><ul><li>Samma Sati (kesadaran yg benar) </li></ul><ul><li>Samma Samadhi (konsentrasi yg benar) </li></ul><ul><li>Samma Kamananta (perbuatan yg benar) </li></ul><ul><li>Samma Vaca (ucapan yg benar) </li></ul><ul><li>Samma Sankappa (pikiran yg benar) </li></ul><ul><li>Samma Ditthi (pandangan yg benar) </li></ul>
  12. 12. <ul><li>KRISTEN </li></ul><ul><li>Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untun Tuhan, dan bukan untuk manusia ( Kolose 3 : 23 ) </li></ul><ul><li>Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakan waktu yang ada ( Kolose 4 : 5 ) </li></ul><ul><li>Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar sehingga kamu tahu bagaimana kamu harus memberi jawaba kepada setiap orang ( Kolose 4 : 6 ) </li></ul>
  13. 13. <ul><li>ISLAM </li></ul><ul><li>Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah apa yang ada pada suatu kaum, sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka ( Ar-Ra’d: 11 ) </li></ul><ul><li>Dan tidak ada bagi manusia itu, melainkan apa yang telah ia usahakan ( An-Najm: 39 ) </li></ul><ul><li>Seseorang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin adalah beruntung, jika hari ini sama dengan kemarin maka ia orang yang merugi, dan jika hari ini lebih jelek dari kemarin maka ia dilaknat ( Hadits Nabi ) </li></ul><ul><li>Barang siapa yang hikmahnya / orientasinya pada perut, maka hasilnya sama dengan yang keluar dari perut ( Ali bin Abi Tholib ) </li></ul>
  14. 14. 17 Pasang Nilai Budaya Kerja (Kep. Menpan No. 25/KEP/M.PAN/4/2002) <ul><li>Komitmen dan konsistensi . </li></ul><ul><li>Wewenang dan tanggung jawab. </li></ul><ul><li>Keikhlasan dan kejujuran. </li></ul><ul><li>Integritas dan profesionalisme. </li></ul><ul><li>Kreativitas dan kepekaan (sensitivitas) terhadap lingkungan tugas. </li></ul><ul><li>Kepemimpinan dan keteladanan. </li></ul><ul><li>Kebersamaan dan dinamika kelompok/organisasi. </li></ul><ul><li>Ketepatan (keakurasian) dan kecepatan. </li></ul><ul><li>Rasionalitas dan emosi. </li></ul><ul><li>Keteguhan dan ketegasan. </li></ul><ul><li>Disiplin dan keteraturan bekerja. </li></ul><ul><li>Keberanian dan kearifan dalam mengambil keputusan / menangani konflik. </li></ul><ul><li>Dedikasi dan loyalitas. </li></ul><ul><li>Semangat dan motivasi. </li></ul><ul><li>Ketekunan dan kesabaran. </li></ul><ul><li>Keadilan dan keterbukaan. </li></ul><ul><li>Penguasaan IPTEK </li></ul>
  15. 15. 1. KOMITMEN DAN KONSISTENSI terhadap visi, misi dan tujuan organisasi <ul><li>PENGERTIAN: Memegang teguh sepenuh hati dan berjanji melaksanakan tugas secara taat asas. </li></ul>KONDISI SAAT INI Masih rendah KEADAAN SEHARUSNYA Memegang teguh amanat konstitusi CARA PENINGKATAN Merumuskan visi dan misi yang tepat
  16. 16. 2. WEWENANG & TG. JAWAB <ul><li>PENGERTIAN: Seorang aparat dalam menjalankan tugasnya diberi wewenang dan tg. jawab sesuai dengan kedudukan dan posisi jabatannya. </li></ul>KONDISI SAAT INI Pelaksanaan wewenang & tg. jawab belum seimbang; Tg. jawab rendah, wewenang tidak jelas KEADAAN SEHARUSNYA Jelas dan tegas, ada kepastian dan perlindungan hukum bagi aparatur dlm menjalankan tugas CARA PENINGKATAN Dibuat rinci dan jelas. Laporan didasarkan pada rencana kerja yang jelas.
  17. 17. 3. KEIKHLASAN & KEJUJURAN <ul><li>PENGERTIAN: Menjalankan tugas karena Allah. Berani melawan kebatilan yang bertentangan dengan suara hatinya. </li></ul>KONDISI SAAT INI Sulit membedakan antara yang ikhlas dan tidak ikhlas KEADAAN SEHARUSNYA Aparatur negara yang jujur dan bersih (dan ikhlas) menjadi kunci bagi tumbuhnya rasa hormat dan kepercayaan masy. CARA PENINGKATAN Perbaikan kesejahteraan, pengawasan, pengembangan sikap dan perilaku positif.
  18. 18. 4. INTEGRITAS & PROFESIONALISME <ul><li>PENGERTIAN: Integritas : orang yang tidak diragukan lagi, satu kata dan perbuatan. Profesionalisme : mutu & kemampuan kerja yang tinggi. </li></ul>KONDISI SAAT INI Masih rendah KEADAAN SEHARUSNYA Aparatur memiliki karakter / integritas serta mutu keahlian yang tinggi di biang pekerjaannya. CARA PENINGKATAN Teladan, pemberian penghargaan dan sanksi secara obyektif, tolok ukur kinerja yang jelas.
  19. 19. 5. KREATIVITAS & KEPEKAAN <ul><li>PENGERTIAN: Kreativitas : punya gagasan baru yang lebih baik. Kepekaan : peka thd peluang dan perkembangan lingkungan org. </li></ul>KONDISI SAAT INI Gagasan bawahan sering tidak ditanggapi secara memadai oleh atasan. Aparat sering kurang peka thd keluah masy. KEADAAN SEHARUSNYA Lingkungan kerja mendorong kreativitas. Keluhan masyarakat dicarikan jalan keluarnya. CARA PENINGKATAN Penghargaan bagi karyawan yang kreatif. Keterbukaan.
  20. 20. 6. KEPEMIMPINAN & KETELADANAN <ul><li>PENGERTIAN: Kemampuan memotivasi orang lain untuk mencapai sasaran. Tingkah laku yang dijadikan kerangka acuan. </li></ul>KONDISI SAAT INI Otoriter, menang sendiri, birokrat feodal. KEADAAN SEHARUSNYA Pemimpin mengenal visi dan misi organisasi dengan baik, dapat menjadi/memberi contoh. CARA PENINGKATAN Sistem rekrutmen aparatur yang sesuai; membuka diri terhadap gagasan bawahan.
  21. 21. 7. KEBERSAMAAN & DINAMIKA KLP <ul><li>PENGERTIAN: Kepentingan pribadi diselaraskan dengan kepentingan kelompok. Berkelompok untuk mencapai tujuan bersama. </li></ul>KONDISI SAAT INI Bekerja atas dasar individu, kurang merasakan tanggung jawab bersama. KEADAAN SEHARUSNYA Setiap pegawai menyadari bahwa ia merupakan mata rantai dari teman sekerja yang lain. CARA PENINGKATAN Sosialisasikan visi dan tujuan bersama, termasuk resiko dan keuntungannya.
  22. 22. 8. KETEPATAN DAN KECEPATAN <ul><li>PENGERTIAN: Pelayanan diberikan tepat kuantitas, tepat mutu, tepat anggaran, tepat prosedur, dan tepat waktu. </li></ul>KONDISI SAAT INI Mutu sering asal jadi, waktu pelayanan sering terlambat. KEADAAN SEHARUSNYA Mutu, jumlah, dan waktu pelayanan hendaknya memberikan kepuasan pada masyarakat. CARA PENINGKATAN Uraian jabatan, uraian tugas yang jelas spesifikasi, waktu serta tanggungjawabnya.
  23. 23. 9. RASIONALITAS & KECERDASAN EMOSI <ul><li>PENGERTIAN: Keputusan berdasarkan fakta dan alur logika dan ilmu yang benar, bukan emosi atau keinginan semata. </li></ul>KONDISI SAAT INI Mementingkan kekuasaan dari pada tg. jawab pekerjaan dan pelayanan kpd masyarakat. KEADAAN SEHARUSNYA Keputusan didasarkan fakta dan alur logika dan ilmu yang lurus, bukan atas dasar suka dan tidak suka, atau emosi CARA PENINGKATAN Keterbukaan thd kritik, diskusi, musyawarah setara.
  24. 24. 10. KETEGUHAN & KETEGASAN <ul><li>PENGERTIAN: Keteguhan : kuat, tidak mudah berubah dalam memegang prinsip. Ketegasan : tidak ragu-ragu. </li></ul>KONDISI SAAT INI Suka ikut-ikutan. Kurang berani tegas karena khawatir ada reaksi keras. KEADAAN SEHARUSNYA Teguh dalam memegang prinsip, tetapi tetap luwes; tegas dalam mengoreksi kesalahan. CARA PENINGKATAN Penempatan melalui fit and proper test.
  25. 25. 11. DISIPLIN & KETERATURAN KERJA <ul><li>PENGERTIAN: Disiplin: taat aturan. Teratur: sistematik dalam langkah (rencana, pelaksanaan, penilaian, perbaikan rencana). </li></ul>KONDISI SAAT INI Rendah KEADAAN SEHARUSNYA Pegawai menjalankan tugas dengan disiplin dan teratur sesuai aturan yang berlaku. CARA PENINGKATAN Perangkat lunak (SOP) diperjelas, merit system diberlakukan, perangkat keras dipenuhi.
  26. 26. 12. KEBERANIAN & KEARIFAN <ul><li>PENGERTIAN: Berani menanggung resiko dalam pembuatan keputusan yang tepat waktu. Keputusan didasarkan pada nilai-nilai. </li></ul>KONDISI SAAT INI Kurang berani, takut sanksi bila gagal. Kearifan tergeser oleh kepentingan material. KEADAAN SEHARUSNYA Berani menanggung resiko kegagalan, dengan memberikan wewenang dalam mengambil resiko. CARA PENINGKATAN Menegakkan hukum secara konsisten, tegas dan adil tanpa pandang buku.
  27. 27. 13. DEDIKASI & LOYALITAS <ul><li>PENGERTIAN: Sifat rela berkorban demi pengabdian kepada instansi, bangsa dan negara. </li></ul>KONDISI SAAT INI Masih rendah. Ada yg loyal pada atasan saja, kurang loyal pada instansi KEADAAN SEHARUSNYA Dedikasi & loyalitas tinggi thd tugas, bukan pada atasan demi kepentingan pribadi. CARA PENINGKATAN Membentuk KBK, menanamkan kesadaran thd visi.
  28. 28. 14. SEMANGAT & MOTIVASI <ul><li>PENGERTIAN: Daya yang mendorong perilaku sampai pada tingkat tertinggi. </li></ul>KONDISI SAAT INI Masih rendah KEADAAN SEHARUSNYA Aparat bersemangat tinggi utk memulihkan kepercayaan & diarahkan pada tujuan individu dan organisasi. CARA PENINGKATAN Peningkatan kesejahteraan aparatur negara + Sosialisasi Budaya Kerja
  29. 29. 15. KETEKUNAN & KESABARAN <ul><li>PENGERTIAN: Ketekunan: teliti, rajin, berkelanjutan. Kesabaran: tidak emosional, tidak putus asa dalam mencapai sasaran. </li></ul>KONDISI SAAT INI Banyak pegawai kurang tekun, menunda pekerjaan, ingin cepat lepas dari tanggung jawab, suka ambil jalan pintas. KEADAAN SEHARUSNYA Aparat memiliki sifat pejuang, memiliki semangat pelayanan prima, tidak mengeluh terus. CARA PENINGKATAN Bekerja dengan sasaran yang dirumuskan secara spesifik, terukur, dapat dicapai, realistis dan jelas.
  30. 30. 16. KEADILAN & KETERBUKAAN <ul><li>PENGERTIAN: Memperlakukan orang lain sesuai fungsi, hak dan kewajiban masyarakat, tidak melakukan kegiatan secara sembunyi 2 . </li></ul>KONDISI SAAT INI Belum memahami makna keadilan dan keterbukaan bagi masyarakat yang dilayaninya. KEADAAN SEHARUSNYA Ketentuan agar dijelaskan secara terbuka dan dilaksanakan secara adil dengan nurani yang bersih. CARA PENINGKATAN Prosedur dan ketentuan dijelaskan secara terbuka dan jelas, pelanggar mendapat sanksi yang layak.
  31. 31. 17. IP & TEK <ul><li>PENGERTIAN: Pelaksanaan pekerjaan dilakukan atas dasar ilmu yang baku (ilmu administrasi, hukum, dll). Mengerjakannya dengan alat yang tepat guna (komputer, internet, dll). </li></ul>KONDISI SAAT INI Pengerjaan tugas masih lebih didasarkan pada perasaan. Penggunaan teknologi belum optimal. KEADAAN SEHARUSNYA Mengikuti era globalisasi informasi, perlu penguasaan IPTEK oleh seluruh aparatur. CARA PENINGKATAN Program diklat tentang penyebaran informasi IPTEK, pengembangan E-govt .
  32. 32. BUDAYA KERJA BUDAYA : Nilai-nilai Luhur – (Instrumen) KERJA : Proses yang menghasilkan BUDAYA = KUALITAS BAD QUALITY = BAD MANAGEMENT BAD MANAGEMENT = BAD LEADERSHIP BAD LEADERSHIP = BAD POLICY KRISIS BUDAYA KERJA Q = f (u + c + d) Q = quality c = commitment F = function d = discipline U = Understanding Deputi II Bidang KMKP LAN - RI
  33. 33. ARAH PENGEMBANGAN BUDAYA KERJA <ul><li>Menumbuhkembangkan nilai-nilai moral dan budaya kerja produktif kepada setiap aparatur pemerintah yang bersumber dari nilai-nilai : Pancasila, agama, tradisi dan nilai-nilai kerja produktif, modern sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi; </li></ul><ul><li>Memperbaiki persepsi, pola pikir dan perilaku aparatur pemerintah yang menyimpang dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat, sekaligus untuk mempercepat pemberantasan KKN; </li></ul><ul><li>Meningkatkan kinerja aparatur pemerintah melalui kelompok-kelompok kerja dan forum-forum professional; </li></ul><ul><li>Membangun kepekaan terhadap lingkungan, kreatif dan dinamis untuk memperbaiki kinerjanya secara berkelanjutan; </li></ul><ul><li>Memperbaiki citra aparatur pemerintah dalam rangka meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada aparatur pemerintah; </li></ul><ul><li>Meningkatkan kerjasama, mengefektifkan koordinasi, memperlancar komunikasi dan hubungan kerja, menumbuhkembangkan kepemimpinan yang partisipatif, mengeliminasi hambatan-hambatan psikologis dan kultural, menciptakan suasana kerja yang menyenangkan dan mendorong kreativitas pegawai. </li></ul>
  34. 34. <ul><li>proses internalisasi ; </li></ul><ul><li>institusionalisasi dalam sistem dan prosedur kerja, dengan memperhatikan: [a] nilai-nilai yang bersumber dari Pancasila, Agama, Tradisi, Kebijakan yang berlaku; [b] penerapan nilai budaya kerja kedalam setiap individu maupun kelompok, harus disesuaikan dengan visi, misi dan tupoksi masing-masing instansi; [c] dilaksanakan secara simultan dalam suatu sistem; [d] lingkungan kerja yang kondusif terutama melalui keteladanan pimpinan dan penegakan peraturan perundangan secara konsisten. </li></ul>Deputi II Bidang KMKP LAN - RI METODE PENERAPAN NILAI-NILAI BUDAYA KERJA:
  35. 35. Manfaat Budaya Kerja <ul><li>INDIVIDU </li></ul><ul><li>ORGANISASI </li></ul><ul><li>KIS DAN KINERJA/PRODUKTIVITAS MENINGKAT ; </li></ul><ul><li>TERJADI INOVASI SISTEM MELALUI PEMBERLAKUAN REWARD & PUNISHMENT, PEMBERLAKUAN STANDAR KERJA, DAN PROSES PEMBELAJARAN / PENINGKATAN KOMPETENSI ; </li></ul><ul><li>BANGSA & NEGARA </li></ul><ul><li>MEMBANGUN MORAL, SIKAP MENTAL DAN PERILAKU POSITIF APARATUR ; </li></ul><ul><li>MEMPERBAIKI SISTEM MANAJEMEN PEMERINTAHAN, TERMASUK PERCEPATAN PEMBERANTASAN KORUPSI ; </li></ul><ul><li>AKTUALISASI DIRI DAN KEPUASAN KERJA ; </li></ul>
  36. 36. TERIMA KASIH

×