Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan IHSG

36,353 views

Published on

Proposal Tesis: Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan IHSG
[sebagai tugas mata kuliah Metodologi Penelitian]
*Catatan: Akan sering direvisi :-)

Published in: Education

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan IHSG

  1. 1. PENGARUH BERBAGAI FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL TERHADAPPERGERAKAN INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG)DI BURSA EFEK INDONESIAPROPOSAL TESISSebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh GelarMagister Sains (M.Si)padaProgram Studi Ilmu Manajemen Bidang Kajian Utama Manajemen KeuanganFakultas Ekonomi Universitas SriwijayaOleh :Trisnadi WijayaNIM. 01122503012FAKULTAS EKONOMIUNIVERSITAS SRIWIJAYAJUNI 2013
  2. 2. iiDAFTAR ISIHalaman Judul....................................................................................................................iDaftar Isi.............................................................................................................................iiDaftar Tabel......................................................................................................................iiiDaftar Gambar .................................................................................................................ivPENDAHULUAN..............................................................................................................1Latar Belakang Penelitian ..........................................................................................1Rumusan Masalah Penelitian.....................................................................................6Tujuan ........................................................................................................................7Manfaat ......................................................................................................................7TINJAUAN PUSTAKA ....................................................................................................8Definisi Pasar Modal..................................................................................................8Manfaat Pasar Modal .................................................................................................9Bentuk-Bentuk Pasar Modal ....................................................................................10Instrumen Pasar Modal ............................................................................................10Saham................................................................................................................10Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)..................................................................12Pengaruh Faktor-Faktor Internal dan Eksternal Terhadap Pasar Modal..................14Penelitian Terdahulu ................................................................................................16Kerangka Pikir .........................................................................................................19Hipotesis...................................................................................................................20METODE PENELITIAN ...............................................................................................21Ruang Lingkup Penelitian........................................................................................21Jenis dan Sumber Data.............................................................................................21Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel..............................................................22Metode Pengumpulan Data......................................................................................23
  3. 3. iiiDefinisi Operasional Data........................................................................................23Teknik Analisis Data................................................................................................24Pengujian Asumsi Klasik dalam Regresi Linier ...............................................24Pengujian Hipotesis ..........................................................................................26Daftar Pustaka.................................................................................................................29
  4. 4. ivDAFTAR TABELTabel 1. Ringkasan Variabel Ekonomi dan Pengaruhnya Terhadap Pasar Modal............16Tabel 2. Ringkasan Beberapa Penelitian Terdahulu..........................................................17Tabel 3. Sumber-Sumber Data Penelitian .........................................................................22Tabel 4. Definisi Operasional Data ...................................................................................24
  5. 5. vDAFTAR GAMBARGambar 1. Pergerakan IHSG Selama 5 Tahun....................................................................2Gambar 2. Model Penelitian Pengaruh Berbagai Faktor Internal dan Eksternal TerhadapPergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia.................20
  6. 6. 1Pengaruh Berbagai Faktor Internal dan Eksternal TerhadapPergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)di Bursa Efek IndonesiaPENDAHULUANLatar Belakang PenelitianPasar modal telah menjadi salah satu lembaga yang sangat penting bagiperkembangan perekonomian di suatu negara. Besarnya investasi yang harus dikeluarkanoleh pemerintah suatu negara untuk pembangunan diharapkan dapat mengandalkan sumberdana investasi dalam negeri yang berasal dari tabungan masyarakat, tabungan pemerintah,dan devisa. Pasar modal dipandang sebagai salah satu sarana yang efektif dalampenyediaan dana untuk pembangunan nasional karena menghimpun dana jangka panjangdari masyarakat untuk disalurkan ke sektor-sektor produktif. Apabila penghimpunan danatersebut telah berjalan dengan baik melalui lembaga-lembaga keuangan maupun pasarmodal, maka negara tersebut tidak memerlukan lagi sumber dana pendukung dari luarnegeri.Dalam perekonomian nasional pasar modal menjalankan fungsi ekonomi dankeuangan. Pembentukan pasar modal banyak memberikan manfaat bagi dari segi politik,ekonomi, maupun sosial bagi suatu negara. Penawaran dan permintaan dana jangkapanjang harus seimbang agar modal dapat berkembang di samping faktor-faktorpendukung lainnya. Perkembangan pasar modal di Indonesia banyak dipengaruhi olehberbagai regulasi pemerintah mengingat peranan pasar modal yang sangat penting bagipertumbuhan ekonomi nasional dan investor asing yang menanamkan dananya di pasarmodal Indonesia.Karena pentingnya peranan pasar modal dalam perekonomian Indonesia, maka nilaiIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat menjadi leading indicator economic pada
  7. 7. 2suatu negara. Pergerakan pasar yang sedang mengalami perbaikan atau mengalamipenurunan dapat dilihat pada naiknya nilai-nilai saham yang tercatat pada Indeks HargaSaham Gabungan (IHSG). Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan sangat dipengaruhioleh beberapa faktor baik dari dalam negeri (internal) maupun dari luar negeri (eksternal).Faktor-faktor eksternal tersebut dapat berasal dari indeks bursa efek di negara lain (sepertiindeks Dow Jones Industrial Average, FTSE 100, NIKKEI 225), harga minyak mentahdunia, harga emas dunia, dan berbagai peristiwa politik yang mempengaruhi keamanan danstabilitas perekonomian dunia (seperti kerusuhan maupun serangan teroris). Sedangkanfaktor-faktor internal berasal dari kurs valuta asing, tingkat pendapatan nasional, jumlahuang yang beredar, tingkat inflasi, dan tingkat suku bunga domestik pada negara tersebut.Selama periode tahun 2008 sampai dengan tahun 2012 Bursa Efek Indonesia (BEI)telah mengalami market bearish dan market bullish karena dipengaruhi oleh berbagaifaktor internal dan faktor eksternal tersebut seperti terlihat pada Gambar 1.Sumber: Yahoo! FinanceGambar 1. Pergerakan IHSG Selama 5 TahunPeriode market bearish Bursa Efek Indonesia (BEI) terjadi selama krisis ekonomiglobal pada tahun 2008 yang berawal dari permasalahan kegagalan pembayaran kreditperumahan (subprime mortgage default) di Amerika Serikat (AS) sehingga merusak sistem
  8. 8. 3perbankan bukan hanya di AS, namun meluas hingga ke Eropa lalu ke Asia. Indeks HargaSaham Gabungan (IHSG) sepanjang 2008 ditutup pada level 1.355,408 turun sebesar51,17% dengan IHSG rata-rata mencapai 1.340,892 dibanding level penutupan 2007sebesar 2.745,826. Rebound IHSG terjadi pada akhir September 2009 hingga menembuslevel 2.467,591, naik 440,811 poin (21,74%) dari penutupan Juni 2009. Periode marketbullish ditunjukkan dari adanya tren kenaikan IHSG hingga berhasil mencatatatkan rekorindeks tertinggi sepanjang sejarah, yakni di level 4.375,16, tepatnya pada 26 November2012.Bursa efek yang tergolong maju seperti bursa Amerika, Jepang, Inggris dansebagainya memiliki pengaruh yang kuat terhadap kinerja bursa efek di negara lain.Adanya efek penularan (contagion effect) tersebut menyebabkan terjadinya hubungan atauinteraksi pasar modal yang akan membentuk suatu integrasi pasar modal. Pengintegrasianpasar modal menunjukkan bahwa pasar dapat berinteraksi dengan pasar di negara lain.Selain itu, bursa efek yang berada dalam satu kawasan juga dapat mempengaruhi karenaletak geografisnya yang saling berdekatan seperti Indeks STI di Singapura, NIKKEI 225 diJepang, Hang Seng di Hongkong, KOSPI di Korea, dan KLSE di Malaysia.Fluktuasi harga minyak mentah dunia juga merupakan suatu indikasi yangmempengaruhi pasar modal di suatu negara. Secara tidak langsung kenaikan harga minyakmentah dunia akan berimbas pada sektor ekspor dan impor suatu negara. Bagi negarapengekspor minyak, kenaikan harga minyak mentah dunia merupakan keuntungantersendiri bagi perusahaan. Di satu sisi kenaikan harga minyak ini dapat meningkatkan lababagi perusahaan-perusahaan di sektor pertambangan, namun di sisi lain kenaikan hargaminyak tersebut justru dapat menurunkan laba bagi perusahaan-perusahaan non sektorpertambangan karena menyebabkan peningkatan biaya operasional. Kenaikan danpenurunan laba suatu perusahaan akan berdampak terhadap harga saham perusahaan
  9. 9. 4tersebut. Saham-saham perusahaan yang menghasilkan laba tinggi akan menarik investoruntuk membeli saham tersebut sehingga harga sahamnya menjadi naik sesuai denganhukum permintaan dan penawaran. Naik turunnya harga-harga saham akan menyebabkanIHSG berfluktuasi.Berbeda halnya dengan minyak mentah, emas merupakan salah satu instrumeninvestasi yang sampai dengan saat ini masih sangat diminati oleh semua lapisanmasyarakat karena memiliki sifat zero inflation atau tidak terpengaruh oleh inflasi. Hargaemas akan selalu mengikuti pergerakan inflasi. Harga emas akan cenderung konstan bilalaju inflasi rendah dan bahkan cenderung sedikit menurun apabila laju inflasi di bawah duadigit dan kurs dolar stabil. Jadi, emas dapat digunakan sebagai salah satu instrumenpelindung nilai dan penimbun kekayaan. Penggunaan emas dalam bidang moneter dankeuangan berdasarkan nilai moneter absolut dari emas itu sendiri terhadap berbagai matauang di seluruh dunia, meskipun secara resmi di bursa komoditas dunia, harga emasdicantumkan dalam mata uang dolar Amerika. Bentuk penggunaan emas dalam bidangmoneter lazimnya berupa bulion atau batangan emas dalam berbagai satuan berat gramsampai kilogram. Harga emas diprediksi akan terus mengalami kenaikan karena tidakadanya kepastian kapan berakhirnya krisis hutang yang melilit negara-negara Eropa danpenurunan tingkat ekonomi dari sembilan negara anggota Uni-Eropa sehingga harga sahamdi berbagai bursa di dunia mengalami kejatuhan disebabkan karena banyaknya masyarakatyang mengalihkan dana mereka untuk berinvestasi dalam bentuk emas.Secara umum krisis ekonomi global dalam kurun waktu dari tahun 1997 sampaidengan sekarang merupakan rangkaian dari krisis-krisis ekonomi sebelumnya. Krisis yangterjadi tersebut dimulai dari penurunan nilai mata uang negara-negara Asia relatif terhadapdolar Amerika. Penurunan nilai mata uang ini disebabkan karena spekulasi dari pedagang-pedagang valas, kurang percayanya masyarakat terhadap nilai mata uang negaranya
  10. 10. 5sendiri, dan yang tidak kalah pentingnya adalah kurang kuatnya pondasi perekonomian.(Hartono, 2010:81) Bank Indonesia sebagai bank sentral kemudian mengambil kebijakanmoneter melalui Operasi Pasar Terbuka (OPT) dengan menaikkan suku bunga SertifikatBank Indonesia (SBI) dengan harapan dapat menyerap kelebihan uang primer yang beredardari penjualan SBI di pasar uang. Namun, kebijakan tersebut ternyata berakibat negatifterhadap pasar modal. Investor tidak lagi tertarik untuk menanamkan dananya di pasarmodal sehingga berakibat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot tajam.Bank sentral pada suatu negara memainkan peranan penting dalam mengendalikaninflasi. Bank sentral akan berusaha mengendalikan tingkat inflasi pada tingkat yang wajar.Pengendalian terhadap jumlah uang yang beredar dan penentuan tingkat suku bunga dapatdigunakan sebagai instrumen dalam mengendalikan harga oleh bank sentral. Selain itu,bank sentral juga berkewajiban mengendalikan tingkat nilai tukar mata uang domestik. Halini disebabkan karena nilai sebuah mata uang dapat bersifat internal (dicerminkan olehtingkat inflasi) maupun eksternal (kurs). Inflasi terjadi sebagai akibat tingginya biayaproduksi suatu produk sehingga menaikkan harga jual produk tersebut yang dipengaruhioleh kurs rupiah terhadap dolar Amerika.Keberhasilan bank sentral dalam mengkontrol inflasi dan mempertahankan kursrupiah ke level kondusif terlihat pada tahun 2006 dan 2007. Berbagai kebijakan ekonomitelah mampu menjaga kestabilan nilai tukar rupiah terhadap USD. Namun, awal tahun2008 rupiah terus mengalami depresiasi dan membaik sejenak pada bulan Februari 2008hingga bulan Maret 2008, dan terus melemah hingga bulan November 2008, rupiahmencapai Rp 11.713,65 per USD. Dengan strategi yang tepat dalam mengendalikan inflasidan suku bunga, maka nilai tukar secara perlahan meningkat dan pada akhir bulanDesember 2009 mencapai Rp 9.462,17 per USD.
  11. 11. 6Selama periode antara tahun 2007 sampai dengan tahun 2012 terjadi fenomena dimana hubungan antara berbagai variabel makro ekonomi dengan pergerakan IHSG tidaksesuai dengan teori yang ada. Hal ini tentu merupakan fenomena yang menarik untukditeliti mengapa terjadi penyimpangan seperti itu. Selain itu, beberapa hasil penelitianterdahulu mengenai pengaruh tingkat suku bunga SBI, harga minyak dunia, harga emasdunia, kurs rupiah terhadap dolar AS, indeks bursa efek lain, dan inflasi terhadappergerakan IHSG cenderung tidak konsisten atau berbeda antara peneliti satu denganpeneliti lainnya. Oleh karena adanya fenomena dan research gap ini, maka diperlukanpenelitian lebih lanjut mengenai pengaruh berbagai faktor internal dan eksternal terhadappergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia.Rumusan Masalah PenelitianBerdasarkan uraian latar belakang di atas, maka peneliti merumuskan beberaparumusan masalah penelitian sebagai berikut:1. Seberapa besar pengaruh faktor internal (kurs rupiah/USD, tingkat inflasi, dansuku bunga SBI) terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)?2. Seberapa besar pengaruh faktor eksternal (harga emas dunia, harga minyakmentah dunia, dan indeks bursa efek lain) terhadap pergerakan Indeks HargaSaham Gabungan (IHSG)?3. Seberapa besar pengaruh faktor internal dan faktor eksternal terhadappergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)?
  12. 12. 7TujuanBerdasarkan rumusan masalah tersebut, maka tujuan penelitian yang ingin dicapaiantara lain:1. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh faktor internal (kurs rupiah/USD,tingkat inflasi, dan suku bunga SBI) terhadap pergerakan Indeks Harga SahamGabungan (IHSG).2. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh faktor eksternal (harga emas dunia,harga minyak mentah dunia, dan indeks bursa efek lain) terhadap pergerakanIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG).3. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh faktor internal dan faktor eksternalterhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).ManfaatHasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik secara teoritismaupun secara praktis.a. Manfaat TeoritisPenelitian ini bermanfaat untuk menambah khasanah ilmu pengetahuanmengenai pengaruh berbagai variabel makroekonomi terhadap Indeks HargaSaham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia.b. Manfaat PraktisPenelitian ini diharapkan dapat memberikan beberapa manfaat praktis bagipihak-pihak yang berkepentingan terhadap hasil penelitian ini, di antaranya:1. Bagi Investor
  13. 13. 8Investor dapat mengambil keputusan investasi yang lebih baik setelahmereka mengetahui informasi mengenai berbagai faktor makroekonomiyang dapat mempengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan(IHSG) di Bursa Efek Indonesia.2. Bagi PemerintahPenelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada pemerintahmengenai berbagai faktor makroekonomi yang membawa pengaruh baikpositif maupun negatif terhadap perkembangan pasar modal di Indonesia.3. Bagi Peneliti LainPenelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi bagi penelitilainnya untuk melakukan penelitian mengenai berbagai faktor yang dapatmempengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BursaEfek Indonesia.TINJAUAN PUSTAKADefinisi Pasar ModalMenurut Tandelilin (2010:26) pasar modal adalah pertemuan antara pihak yangmemiliki kelebihan dana dengan pihak yang membutuhkan dana dengan caramemperjualbelikan sekuritas. Sedangkan menurut Husnan (2009:3) pasar modal dapatdidefinisikan sebagai pasar untuk berbagai instrumen keuangan (atau sekuritas) jangkapanjang yang dapat diperjualbelikan, baik dalam bentuk hutang ataupun modal sendiri,baik yang diterbitkan oleh pemerintah, public authorities, maupun perusahaan swasta.Tempat di mana terjadi transaksi jual-beli sekuritas secara fisik disebut dengan bursa efek.Indonesia memiliki satu bursa efek, yaitu Bursa Efek Indonesia (BEI). Sejak tahun 2007,
  14. 14. 9Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES) bergabung dan berubah namamenjadi Bursa Efek Indonesia (BEI).Manfaat Pasar ModalMenurut Darmadji dan Fakhruddin (2009:3) pasar modal memberikan manfaatantara lain:a. Menyediakan sumber pendanaan atau pembiayaan (jangka panjang) bagi duniausaha sekeligus memungkinkan alokasi sumber dana secara optimal.b. Memberikan wahana investasi bagi investor sekaligus memungkinkan upayadiversifikasi.c. Menyediakan indikator utama (leading indicator) bagi tren ekonomi negara.d. Memungkinkan penyebaran kepemilikan perusahaan sampai lapisan masyarakatmenengah.e. Menciptakan lapangan pekerjaan/profesi yang menarik.f. Memberikan kesempatan memiliki perusahaan yang sehat dengan prospek yangbaik.g. Alternatif investasi yang memberikan potensi keuntungan dengan risiko yangbisa diperhitungkan melalui keterbukaan, likuiditas, dan diversifikasi investasi.h. Membina iklim keterbukaan bagi dunia usaha dan memberikan akses kontrolsosial.i. Mendorong pengelolaan perusahaan dengan iklim terbuka, pemanfaatanmanajemen profesional, dan penciptaan iklim berusaha yang sehat.
  15. 15. 10Bentuk-Bentuk Pasar ModalTandelilin (2010:28) membedakan pasar modal menjadi:a. Pasar PerdanaPasar perdana terjadi pada saat perusahaan emiten menjual sekuritasnyakepada investor umum untuk pertama kalinya.b. Pasar SekunderSetelah sekuritas emiten dijual di pasar perdana, sekuritas emiten tersebutkemudian bisa diperjualbelikan oleh dan antar-investor di pasar sekunder.Pasar sekunder biasanya dimanfaatkan untuk perdagangan saham biasa,saham preferen, obligasi, waran maupun sekuritas derivatif (opsi danfutures).Instrumen Pasar ModalInstrumen pasar modal sering dikenal sebagai sekuritas atau efek merupakan asetfinansial (financial asset) yang menyatakan klaim keuangan. Pasar modal (capital market)pada prinsipnya merupakan pasar untuk sekuritas jangka panjang baik berbentuk hutangmaupun ekuitas (modal sendiri) serta berbagai produk turunannya. (Tandelilin, 2010:30)Berbagai sekuritas jangka panjang yang diperdagangkan di pasar modal Indonesia antaralain seperti saham, obligasi, derivatif, dan reksa dana.SahamMenurut Kasmir (2010:209) Saham merupakan surat berharga yang bersifatkepemilikan. Sedangkan menurut Arthesa dan Handiman (2009:229) saham adalah tandapenyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan tertentu pada perusahaan penerbit
  16. 16. 11saham bersangkutan. Mishkin (2008:41) mendefinisikan saham sebagai klaim ekuitas ataslaba bersih dan aset suatu perusahaan.Saham terbagi menjadi dua bentuk, yaitu saham biasa (common stocks) dan sahampreferen (preferred stock).a. Saham PreferenMenurut Hartono (2010:111) saham preferen mempunyai sifat gabungan(hybrid) antara obligasi (bond) dan saham biasa. Saham prefen memberikanbeberapa hak bagi pemegangnya, yaitu hak atas dividen tetap dan hakpembayaran terlebih dahulu jika terjadi likuidasi. Oleh karena itu, sahampreferen dianggap memiliki karakteristik antara obligasi dan saham biasa.Beberapa karakteristik dari saham preferen menurut Hartono (2010:112-113)antara lain:1. Preferen terhadap DividenPemegang saham preferen mempunyai hak untuk menerima dividen terlebihdahulu dibandingkan dengan pemegang saham biasa serta memberikan hakdividen kumulatif, yaitu hak untuk menerima dividen tahun-tahunsebelumnya yang belum dibayarkan sebelum pemegang saham biasamenerima dividennya.2. Preferen pada Waktu LikuidasiSaham preferen mempunyai hak terlebih dahulu atas aktiva perusahaandibandingkan dengan hak yang dimiliki oleh saham biasa pada saat terjadilikuidasi.b. Saham BiasaBeberapa hak yang dimiliki oleh pemegang saham biasa menurut Hartono(2010:117-118) antara lain:
  17. 17. 121. Hak KontrolPemegang saham biasa mempunyai hak untuk memilih dewan direksi.2. Hak Menerima Pembagian KeuntunganSebagai pemilik perusahaa, pemegang saham biasa berhak mendapat bagiandari keuntungan perusahaan.3. Hak PreemptifHak preemptif (preemptive right) merupakan hak untuk mendapatkanpersentase pemilikan yang sama jika perusahaan mengeluarkan tambahanlembar saham.Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)Menurut Sunariyah (2006:142) Indeks Harga Saham Gabungan seluruh sahamadalah suatu nilai yang digunakan untuk mengukur kinerja gabungan seluruh saham yangtercatat di suatu bursa efek. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI meliputipergerakan-pergerakan harga untuk saham biasa dan saham preferen. Indeks Harga SahamGabungan (IHSG) pertama kali diperkenalkan pada tanggal 1 April 1983 sebagai indikatorpergerakan harga saham yang tercatat di bursa. Hari dasar perhitungan indeks adalahtanggal 10 Agustus 1982 dengan nilai 100 dengan jumlah emiten yang tercatat sebanyak13 emiten. Jumlah emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia sampai dengan bulanDesember 2009 mencapai 398 emiten. (BEI, 2010:4) IHSG mencapai level tertinggisepanjang sejarah pasar modal Indonesia yang ditutup pada level 2.830,263 pada tanggal 9Januari 2008.Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat dihitung menggunakan rumusberikut: (Halim, 2005:13)
  18. 18. 13100NDNPIHSG tt Keterangan simbol:IHSGt = Indeks harga saham gabungan pada hari ke-tNPt = Nilai pasar pada hari ke-t, dari jumlah lembar saham yang tercatat dibursa dikalikan dengan harga pasar per lembarND = Nilai dasar, BEI memberi nilai dasar IHSG 100 pada tanggal 10Agustus 1982Nilai Dasar tersebut sejak 10 Agustus 1982 selalu disesuaikan bila terjadi corporateaction yang dilakukan oleh emiten seperti penawaran saham perdana (IPO), right issues,company listing, delisting, dan konversi. Salah satu faktor yang harus dihitung dalammelakukan penyesuaian Nilai Dasar adalah Harga Teoritis. Selain berpengaruh pada hargasaham, yang ditandai dengan adanya Harga Teoritis saham, corporate action juga akanmenyebabkan perubahan jumlah saham tercatat jika emiten melakukan reverse split.Rumus untuk mencari nilai dasar yang baru karena adanya corporate action tersebutadalah: (Halim, 2005:14)NDLNPLNPTNPLNDB Keterangan simbol:NDB = Nilai Dasar BaruNDL = Nilai Dasar LamaNPL = Nilai Pasar LamaNPT = Nilai Pasar Tambahan
  19. 19. 14Pengaruh Faktor-Faktor Internal dan Eksternal Terhadap Pasar ModalFaktor-faktor internal dan eksternal merupakan variabel ekonomi makro yangterjadi baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Menurut Sunariyah (2006:20)perubahan atau perkembangan yang terjadi pada berbagai variabel ekonomi suatu negaraakan memberikan pengaruh kepada pasar modal. Apabila suatu indikator ekonomi makrojelek, maka akan berdampak buruk bagi perkembangan pasar modal. Tetapi apabila suatuindikator ekonomi baik, maka akan memberi pengaruh yang baik pula terhadap kondisipasar modal. Siegel (1991) dalam Tandelilin (2010:341) menyimpulkan adanya hubunganyang kuat antara harga saham dan kinerja ekonomi makro dan menemukan bahwaperubahan pada harga saham selalu terjadi sebelum terjadinya perubahan ekonomi.Harga emas dunia memiliki pengaruh terhadap pergerakan IHSG. Emas merupakansalah satu instrumen investasi yang masih diminati di masyarakat karena memiliki sifatzero inflation. Harga emas dunia yang kian naik dari tahun ke tahun dapat menarik minatinvestor untuk berinvestasi emas sehingga mengurangi investasinya di pasar modal danberakibat IHSG mengalami penurunan karena maraknya aksi jual saham yang dilakukanoleh para investor.Kurs rupiah yang melemah terhadap dolar AS juga ikut mempengaruhi IHSG.Selain para investor dapat berinvestasi di pasar modal, mereka juga dapat berinvestasi dipasar valas. Melemahnya nilai rupiah terhadap dolar AS akan menarik minat investoruntuk berinvestasi di pasar valas. Selain itu, melemahnya kurs rupiah akan berdampakpada menurunnya laba bersih yang diperoleh oleh emiten sehingga mengakibatkan hargasahamnya juga ikut menurun. Pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS akan memicuterjadinya inflasi di masyarakat.
  20. 20. 15Penyebab terjadinya inflasi bisa disebabkan karena adanya tarikan permintaan dandesakan biaya. Inflasi tarikan permintaan (demand pull inflation) terjadi akibat adanyapermintaan total yang berlebihan di mana biasanya dipicu oleh membanjirnya likuiditas dipasar sehingga terjadi permintaan yang tinggi dan memicu perubahan pada tingkat harga.Sedangkan inflasi desakan biaya (cost push inflation) terjadi akibat adanya kelangkaanproduksi atau kelangkaan distribusi, walau permintaan secara umum tidak ada perubahanyang meningkat secara signifikan. Pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS dapat memicuterjadinya inflasi desakan biaya karena meningkatnya biaya produksi akibat penggunaanbahan baku impor.Salah satu tugas bank sentral pada suatu negara adalah mengendalikan laju inflasimelalui kebijakan moneter. Bank sentral dapat mengurangi jumlah uang yang beredar dimasyarakat melalui penjualan SBI dan menentukan tingkat suku bunga simpanan danpinjaman. BI rate yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia dapat dijadikan sebagai sukubunga acuan oleh bank-bank yang ada di Indonesia dalam menentukan besarnya sukubunga simpanan dan pinjaman serta digunakan oleh Bank Indonesia sebagai sasaran sukubunga SBI yang diinginkan untuk pelelangan pada masa periode tertentu. Tinggirendahnya BI rate ini akan mempengaruhi investasi di pasar modal karena investor dapatmengalihkan dana investasinya dalam bentuk simpanan di bank lokal dan pembelian SBIdi pasar uang sehingga berdampak pada merosotnya IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI).Inflasi desakan biaya juga dapat disebabkan oleh adanya kenaikan harga minyakmentah di dunia. Bahan Bakar Minyak (BBM) banyak digunakan sebagai bahan bakarindustri sehingga dimasukkan sebagai komponen biaya produksi suatu produk. Kenaikanharga BBM mengakibatkan kenaikan biaya produksi sehingga produsen kemudianmenaikkan harga jual produknya dan memicu terjadinya inflasi di masyarakat. Bagiperusahaan-perusahaan penambangan dan pengolahan minyak bumi, kenaikan harga
  21. 21. 16minyak mentah ini akan meningkatkan laba bersih sehingga menyebabkan harga sahamnyaikut naik di bursa efek. Naik turunnya harga saham perusahaan-perusahaan tersebutmenyebabkan naik turunnya IHSG di bursa efek akibat aksi ambil untung (profit taking)yang dilakukan oleh para investor.Ringkasan mengenai pengaruh beberapa variabel ekonomi terhadap pasar modaldapat dilihat pada Tabel 1.Tabel 1. Ringkasan Variabel Ekonomi dan Pengaruhnya Terhadap Pasar ModalNo. Variabel Ekonomi Penjelasan1 Pertumbuhan PDBMeningkatnya PDB akan berpengaruh positifterhadap pasar modal.2 Pertumbuhan produksi industriNaiknya indeks produksi akan memberikanpengaruh positif terhadap pasar modal.3 InflasiInflasi yang tinggi mempunyai pengaruhnegatif terhadap pasar modal.4 Tingkat bungaTingkat bunga yang tinggi akan berpengaruhnegatif terhadap pasar modal.5 Kurs rupiahMenurunnya kurs rupiah terhadap mata uangasing memiliki pengaruh negatif terhadap pasarmodal.6 PengangguranMeningkatnya pengangguran akan memberikandampak negatif terhadap pasar modal.7 Anggaran defisitAnggaran defisit akan meningkatkan jumlahuang yang beredar sehingga akan menyebabkanterjadinya inflasi.8 Bursa-bursa regionalPerkembangan yang terjadi pada bursa-bursa diAS berpengaruh positif terhadap bursa-bursa diAsia.Sumber: Dirangkum dari Sunariyah (2006:20-22), Tandelilin (2010:341-345)Penelitian TerdahuluPenelitian-penelitian terdahulu dapat digunakan sebagai bahan referensi penelitiuntuk membandingkan beberapa hasil penelitian mengenai pengaruh berbagai variabelmakroekonomi terhadap kurs, harga saham, dan IHSG. Ringkasan beberapa penelitianterdahulu dapat dilihat pada Tabel 2.
  22. 22. 17Tabel 2. Ringkasan Beberapa Penelitian TerdahuluNo. Nama Peneliti Judul Penelitian Hasil Penelitian1 Achmad danLiana (2012)“Pengaruh Suku BungaSBI dan Kurs DolarTerhadap Harga Sahamdi BEI” Secara parsial suku bunga SBIdan kurs dolar memilikihubungan terhadap hargasaham. Secara simultan terdapathubungan yang kuat antara sukubunga SBI dan kurs dolarterhadap harga saham.2 Chabachib danWitjaksono(2011)“Analisis PengaruhFundamental Makro danIndeks Harga GlobalTerhadap IHSG”Tingkat suku bunga SBI, kursrupiah, dan indeks Nikkei 225berpengaruh negatif terhadapIHSG, sementara harga minyakdunia, harga emas dunia, indeksHangseng, dan indeks Dow Jonesberpengaruh positif terhadap IHSG.3 Gani (2011) “Analysis of Influence ofIHSG, Rate Level, andRupiah Exchange Rate toStock Market Price ofAutomotive IndustryNoted at Bursary EffectIndonesia” Secara parsial terdapatpengaruh antara IHSG denganharga saham, tingkat sukubunga terhadap harga sahamdan nilai tukar rupiah terhadapharga Saham perusahaanotomotif yang tercatat di BursaEfek Jakarta. Secara simultan terdapatpengaruh antara IHSG, hargasaham, dan tingkat suku bungaterhadap harga sahamperusahaan otomotif yangtercatat di Bursa Efek Jakarta.4 Haryanto danRiyatno (2007)“Pengaruh Suku BungaSertifikat Bank Indonesiadan Nilai Kurs TerhadapRisiko Sistematik SahamPerusahaan di BEJ” Pada perusahaan manufakturhanya kurs yang mempengaruhirisiko saham sedangkan padaperusahaan non manufaktursuku bunga SBI yangmempengaruhi risiko sistematissaham. Hubungan antara suku bungaSBI dan risiko sistematis sahamadalah negatif.5 Kewal (2012) “Pengaruh Inflasi, SukuBunga, Kurs, danPertumbuhan PDBTerhadap Indeks HargaSaham Gabungan”Tingkat inflasi, suku bunga SBI,dan pertumbuhan PDB tidakmemiliki pengaruh yang signifikanterhadap IHSG, sedangkan kursrupiah berpengaruh negatif dansignifikan terhadap IHSG.6 Mahdi (2010) “Pengaruh Tingkat SukuBunga (BI Rate) danDalam jangka pendek tingkat sukubunga (BI Rate) dan kurs
  23. 23. 18Kurs Dolar AS TerhadapIndeks Harga SahamGabungan (IHSG)dengan MenggunakanMetode Error CorectionModel (ECM)”berpengaruh signifikan terhadapfluktuasi IHSG, sedangkan dalamjangka panjang variabel kursberpengaruh signifikan dan variabeltingkat suku bunga tidakberpengaruh signifikan.7 Mansur (2009) “Pengaruh Tingkat SukuBunga SBI dan KursDolar AS TerhadapIndeks Harga SahamGabungan Bursa EfekJakarta Periode Tahun2000‐2002” Secara bersama-sama tingkatsuku bunga SBI dan kurs dolarAS memberikan pengaruh yangsignifikan. Tetapi secaraindividual menyimpulkanbahwa tingkat suku bunga SBIdalam periode tahun 2000sampai 2002 ternyata tidakmemberikan pengaruh yangsignifikan terhadap IndeksHarga Saham Gabungan diBEJ. Pengaruh yang signifikandiberikan oleh kurs dolar AS.8 Prasetiono(2010)“Analisis PengaruhFaktor FundamentalEkonomi Makro danHarga Minyak TerhadapSaham LQ45 dalamJangka Pendek danJangka Panjang” Dalam jangka pendek variabelpertumbuhan ekonomi danharga minyak mempunyaipengaruh yang signifikanterhadap saham LQ45, tetapitidak untuk variabel sukubunga SBI dan kurs yang tidaksignifikan. Dalam jangka panjang semuavariabel bebas yang digunakantidak memiliki pengaruh yangsignifikan terhadap sahamLQ45.9 Sudiyatno danNuswandhari(2009)“Peran BeberapaIndikator Ekonomi dalamMempengaruhi RisikoSistematis PerusahaanManufaktur di BursaEfek Indonesia Jakarta” Tingkat bunga berpengaruhpositif dan signifikan terhadaprisiko sistematis. Inflasi, kurs, dan pertumbuhanekonomi berpengaruh negatifdan signifikan terhadap risikosistematis.
  24. 24. 1910 Utami danRahayu (2003)“Peranan Profitabilitas,Suku Bunga, Inflasi, danNilai Tukar dalamMempengaruhi PasarModal Indonesia SelamaKrisis Ekonomi” Profitabilitas, suku bunga,inflasi, dan nilai tukar secarabersama-sama mempengaruhiharga saham badan usahasecara signifikan selama krisisekonomi terjadi di Indonesia. Suku bunga dan nilai tukarrupiah terhadap dolar Amerikasecara parsial mempunyaipengaruh secara signifikanterhadap harga saham badanusaha selama krisis ekonomi diIndonesia.Sumber: Diolah peneliti, 2013Kerangka PikirMenurut Uma Sekaran dalam Sugiyono (2009:88) kerangka berpikir merupakanmodel konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telahdiidentifikasi sebagai masalah yang penting. Kerangka berpikir dalam suatu penelitianperlu dikemukakan apabila dalam penelitian tersebut berkenaan dua variabel atau lebih.Jadi, kerangka berpikir merupakan sintesa tentang hubungan antar variabel yang disusundari berbagai teori yang telah dideskripsikan. Hubungan antar variabel yang akan ditelititersebut dapat dijelaskan melalui suatu model yang disebut sebagai paradigma penelitianatau model penelitian. (Sugiyono, 2009:63)Berdasarkan uraian latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, dantinjauan pustaka, maka dapat disusun model penelitian seperti Gambar 2.
  25. 25. 20Gambar 2. Model Penelitian Pengaruh Berbagai Faktor Internal dan EksternalTerhadap Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa EfekIndonesiaHipotesisBerdasarkan penjelasan empiris dan hasil penelitian sebelumnya seperti tersebut diatas, maka dapat dirumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut:H1 = Faktor-faktor internal seperti kurs rupiah/USD berpengaruh positifsedangkan tingkat inflasi dan suku bunga SBI berpengaruh negatifterhadap pergerakan IHSG.H2 = Faktor-faktor eksternal seperti harga emas dunia dan harga minyakmentah dunia berpengaruh negatif sedangkan indeks bursa efek lainberpengaruh positif terhadap pergerakan IHSG..H3 = Faktor internal dan faktor eksternal memiliki berpengaruh positifterhadap pergerakan IHSG.
  26. 26. 21METODE PENELITIANRuang Lingkup PenelitianPenelitian ini memiliki ruang lingkup penelitian yang bertujuan untuk membatasiluasnya bidang permasalahan atau kajian yang akan diteliti. Adapun ruang lingkup daripenelitian ini antara lain:1. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pergerakan IHSG dapat digolongkanmenjadi internal dan eksternal. Faktor-faktor internal, yaitu faktor-faktor yangberasal dari dalam negeri meliputi kurs rupiah terhadap dolar AS, tingkat sukubunga SBI, dan tingkat inflasi. Sedangkan faktor-faktor eskternal, yaitu faktor-faktor yang berasal dari luar negeri meliputi harga minyak mentah dunia, hargaemas dunia, dan indeks bursa efek lain.2. Indeks bursa efek negara lain yang diamati adalah indeks Dow Jones IndustrialAverage (DJIA).Jenis dan Sumber DataData yang digunakan pada penelitian ini berupa data kuantitatif dan data sekunder.Data kuantitatif adalah data yang diukur dalam suatu skala numerik (angka). (Kuncoro,2009:145) Sedangkan data sekunder mengacu pada informasi yang dikumpulkan olehseseorang dan bukan peneliti yang melakukan studi mutakhir. Data tersebut bisamerupakan internal atau eksternal organisasi dan diakses melalui internet, penelusurandokumen, atau publikasi informasi. (Sekaran, 2006:65) Data sekunder dalam penelitian inidiperoleh melalui media internet seperti dapat dilihat pada Tabel 3.
  27. 27. 22Tabel 3. Sumber-Sumber Data PenelitianNo. Variabel Indikator Sumber Data1 Harga Emas Dunia Harga Emas di Pasar London Kitco2 Kurs Rp/USD Kurs Tengah BI Bank Indonesia3 Suku Bunga SBI BI Rate Bank Indonesia4Harga MinyakMentah DuniaHarga Minyak Mentah WestTexas Intermediate (WTI)U.S. EnergyInformationAdministration (EIA)5 Indeks Bursa LainDow Jones Industrial Average(DJIA)Yahoo finance6 Tingkat InflasiIndeks Harga Konsumen(Consumer Price Index)Bank Indonesia7 IHSGIndeks Harga Saham Gabungan(Jakarta Composite Index)Yahoo financeSumber: Peneliti, 2013Populasi dan Teknik Pengambilan SampelPopulasi adalah seluruh kumpulan elemen yang menunjukkan ciri-ciri tertentu yangdapat digunakan untuk membuat kesimpulan. (Sanusi, 2013:87) Populasi dalam penelitianini adalah semua periode perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak tahun 1977sampai dengan sekarang.Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan salah satu carapengambilan sampel tidak acak (non-random sampling), yaitu metode purposive sampling.Menurut Sanusi (2013:95) cara pengambilan sampel tipe ini disebut pula denganjudgement sampling, yaitu pengambilan sampel yang didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan tertentu. Sampel yang akan digunakan untuk penelitian ini adalah periodepengamatan dari tahun 2009 sampai dengan 2012 dengan pertimbangan bahwa selamaperiode pengamatan tersebut Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengalami market bearishdan market bullish karena dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan faktor eksternalsehingga sangat sesuai dengan tujuan penelitian.
  28. 28. 23Metode Pengumpulan DataMetode pengumpulan yang tepat untuk penelitian ini di mana sumber data yangdigunakan sepenuhnya merupakan data sekunder adalah teknik dokumentasi. Teknikpengumpulan data dengan dokumentasi ialah pengambilan data yang diperoleh melaluidokumen-dokumen. (Usman & Akbar, 2003:73)Menurut Sanusi (2013:114) cara dokumentasi biasanya dilakukan untukmengumpulkan data sekunder dari berbagai sumber, baik secara pribadi maupunkelembagaan. Data yang diperoleh masih sangat mentah karena informasinya tercerai-beraisehingga harus diatur sistematika data tersebut dan meminta informasi lebih lanjut kepadapengumpul data pertama.Data-data yang dikumpulkan menggunakan teknik dokumentasi dalam penelitianini diperoleh melalui sumber data sekunder seperti data harga emas dunia, kurs rupiahterhadap dolar AS, tingkat suku bunga SBI, harga minyak mentah dunia, indeks bursa efeklain, tingkat inflasi, dan IHSG yang dapat dilihat pada Tabel 3 sebelumnya.Definisi Operasional DataDefinisi operasional variabel adalah mendifinisikan variabel secara operasional danberdasarkan karakteristik yang diamati sehingga memudahkan peneliti untuk melakukanobservasi atau pengukuran secara cermat terhadap suatu objek penelitian. Secara tidaklangsung, definisi operasional itu akan menunjukan alat ukur yang tepat untuk mengambildata yang sesuai dengan variabel yang akan diukur sehingga pada definisi operasionaldapat ditentukan parameter yang dijadikan ukuran dalam penelitian. Definisi operasional
  29. 29. 24dari masing-masing variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihatpada Tabel 4.Tabel 4. Definisi Operasional DataVariabelDefinisiKonseptualDefinisi OperasionalDimensi IndikatorSkalaPengukuranFaktor-FaktorInternalFaktor-faktorekonomi makrodalam negeri.Harga EmasDuniaHarga Emas diPasar LondonRasioKurs Rp/USD Kurs Tengah BI RasioSuku BungaSBIBI Rate RasioFaktor-FaktorEksternalFaktor-faktorekonomi makroluar negeri.Harga MinyakMentah DuniaHarga MinyakMentah WestTexasIntermediate(WTI)RasioIndeks BursaLainDow JonesIndustrialAverage (DJIA)IntervalTingkat InflasiIndeks HargaKonsumen(ConsumerPrice Index)IntervalIndeks HargaSahamGabungan(IHSG)Indeks yangmenunjukkanpergerakanharga sahamsecara umumyang tercatat dibursa efek yangmenjadi acuantentangperkembangankegiatan dipasar modal.Indeks HargaSahamGabungan(IHSG)Indeks HargaSahamGabungan(JakartaCompositeIndex)IntervalSumber: Peneliti, 2013Teknik Analisis DataPengujian Asumsi Klasik dalam Analisis Regresi Linier
  30. 30. 25Uji asumsi klasik dilakukan untuk mengetahui apakah model estimasi telahmemenuhi kriteria ekonometrika, dalam arti tidak terjadi penyimpangan yang cukup seriusdari asumsi-asumsi yang harus dipenuhi dalam metode Ordinary Least Square (OLS).Terdapat enam asumsi yang diperlukan dalam penaksiran OLS, yaitu:1. Rata-rata kesalahan pengganggu (e) sama dengan nol;2. Kesalahan pengganggu berbentuk distribusi normal;3. Kesalahan pengganggu tidak berkorelasi dengan variabel independen;4. Tidak adanya autokorelasi antar gangguan (e);5. Tidak adanya multikolinearitas; dan6. Varian kesalahan pengganggu tetap atau homoskedastisitas (tidak terjadiheteroskedastisitas).Penyimpangan dari asumsi klasik yang pertama menyebabkan terjadinyapenyimpangan dari estimasi terhadap besarnya konstanta. Akan tetapi, penyimpanganestimasi terhadap besarnya konstanta dalam hal ini kurang begitu menggangu, karena yangdiperhitungkan dalam penelitian adalah besarnya pengaruh perubahan variabel independenterhadap variabel dependen. Begitu juga dengan asumsi yang kedua, jika tidak terpenuhimaka tidak terlalu berpengaruh terhadap kesahihan hasil regresi dan akan tetap dapatdiperolehnya hasil estimator OLS yang Best Linear Unbiased Estimator (BLUE).Sedangkan untuk penyimpangan pada asumsi ketiga umumnya terjadi pada modelpersamaan simultan dan tidak pernah terjadi pada model persamaan tunggal. Oleh karenaitu, dalam analisis regresi berganda yang perlu diperhatikan dan diuji adalah ada tidaknyapenyimpangan terhadap asumsi keempat (uji autokorelasi), kelima (uji multikolinearitas),dan keenam (uji heteroskedastisitas).
  31. 31. 26Uji autokorelasi digunakan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi linierterdapat korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan padaperiode t-1 (sebelumnya). Autokorelasi jarang dijumpai pada data cross section danbiasanya terjadi pada data time series (serial waktu). Multikolinieritas adalah suatu kondisidi mana terjadi korelasi yang kuat di antara variabel independen yang diikutsertakan dalampembentukan model regresi linier berganda. Sedangkan uji heteroskedastisitas digunakanuntuk menguji apakah dalam model regresi liner kesalahan pengganggu mempunyaivarians yang sama atau tidak dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain.Pengujian HipotesisUntuk dapat menganalisis pengaruh faktor internal dan faktor eksternal terhadappergerakan IHSG, maka teknik analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda.Regresi linear berganda pada dasarnya merupakan perluasan dari regresi linear sederhana,yaitu menambah jumlah variabel bebas yang sebelumnya hanya satu menjadi dua ataulebih variabel bebas. (Sanusi, 2012:134) Model analisis linier berganda berguna untukmengestimasi parameter-parameter regresi untuk menjawab hipotesis asosiatif, yaituhipotesis yang menunjukkan dugaan adanya hubungan atau pengaruh antara variabelindepeden terhadap variabel dependen.Dengan demikian, regresi linear berganda dinyatakan dalam persamaan matematikasebagai berikut:Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + … + bnXn + edi manaY = Variabel dependen
  32. 32. 27a = Konstantab1…bn = Koefisien regresi (slope)X1…Xn = Variabel independene = Variabel pengangguPersamaan regresi linear berganda semakin baik apabila didukung oleh nilaikoefisien determinasi yang semakin besar (mendekati 1) dan cenderung meningkat nilainyasejalan dengan peningkatan jumlah variabel bebas. Dalam tabel ANOVA, nilai koefisiendeterminasi (R2) dihitung dengan rumus berikut.SSTSSRR2di manaSSR = Keragaman regresiSST = Keragaman totalNilai koefisien determinasi (R2) memiliki hubungan dengan Fhitung sehingga dapatdirumuskan:1)](k)/[nR(1/kRF 22hitungdi manaR2= Koefisien determinasik = Jumlah variabel bebasn = Jumlah sampelKriteria pengambilan keputusan mengikuti aturan berikut.
  33. 33. 28Jika Fhitung ≤ Ftabel; maha H0 diterima; atau jika Fhitung > Ftabel; maka H0 ditolak.Uji F yang signifikan menunjukkan bahwa variasi variabel terikat dijelaskan sekianpersen oleh variabel bebas secara bersama-sama adalah benar-benar nyata dan bukanterjadi karena kebetulan. Dengan kata lain, berapa persen variabel terikat dijelaskan olehseluruh variabel bebas secara serempak (bersama-sama), dijawab oleh koefisiendeterminasi (R2), sedangkan signifikan atau tidak yang sekian persen itu, dijawab oleh ujiF. Berdasarkan asumsi ini, nilai koefisien determinasi (R2) dan uji F menentukan baiktidaknya model yang digunakan. Makin tinggi nilai koefisien determinasi (R2) dansignifikan, maka semakin baik model itu.Uji signifikansi terhadap masing-masing koefisien regresi diperlukan untukmengetahui signifikan tidaknya pengaruh dari masing-masing variabel bebas (Xi) terhadapvariabel terikat (Y). Berkaitan dengan hal ini, uji signifikansi secara parsial digunakanuntuk menguji hipotesis penelitian. Nilai yang digunakan untuk melakukan pengujianadalah nilai t hitung yang diperoleh dari rumus:ibiSbt di manabi = Koefisien regresiSbi = Standar error koefisien regresiKriteria pengambilan keputusan mengikuti aturan berikut.Jika –ttabel ≤ thitung ≤ ttabel; maka H0 diterima; atau jika thitung < -ttabel atau thitung > ttabel;maka H0 ditolak.
  34. 34. 29DAFTAR PUSTAKAAhmad, Noor dan Liana. 2012. “Pengaruh Suku Bunga SBI dan Kurs Dolar TerhadapHarga Saham di BEI.” Jurnal Ilmiah Ranggagading 12(2):128-135.Arthesa, Ade dan Handiman, Edia. 2009. Bank & Lembaga Keuangan Bukan Bank.Indeks, Jakarta, Indonesia.Bursa Efek Indonesia. 2010. Buku Panduan Indeks Harga Saham Bursa EfekIndonesia. Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Indonesia.Chachib, H. M. dan Witjaksono, Ardian Agung. 2011. “Analisis Pengaruh FundamentalMakro dan Indeks Harga Global terhadap IHSG.” Jurnal Karisma 5(2):63-72.Darmadji, Tjiptono dan Fakhruddin, Hendy M.. 2006. Pasar Modal di Indonesia:Pendekatan Tanya Jawab (Edisi ke-2). Salemba Empat, Jakarta, Indonesia.Gani, Raoda. 2011. “Analysis of Influence of IHSG, Rate Level, and Rupiah Exchange Rateto Stock Market Price of Automotive Industry Noted at Bursary Effect Indonesia.”Jurnal Manajemen Bisnis 1(1):119-128.Halim, Abdul. 2005. Analisis Investasi (Edisi ke-2). Salemba Empat, Jakarta, Indonesia.Hartono, Jogiyanto. 2010. Teori Portofolio dan Analisis Investasi (Edisi ke-7). BPFE,Yogyakarta, Indonesia.Haryanto, M. Y. Dedi dan Riyatno. 2007. “Pengaruh Suku Bunga Sertifikat BankIndonesia dan Nilai Kurs Terhadap Risiko Sistematik Saham Perusahaan di BEJ.”Jurnal Keuangan dan Bisnis 5(1):24-40.Husnan, Suad. 2009. Teori Portofolio & Analisis Sekuritas (Edisi ke-4). UPP STIMYKPN, Yogyakarta, Indonesia.Kasmir. 2010. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya (Edisi Revisi). Rajawali Pers,Jakarta, Indonesia.Kewal, Suramaya Suci. 2012. “Pengaruh Inflasi, Suku Bunga, Kurs, dan PertumbuhanPDB Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan.” Jurnal Economia 8(1):53-64.Kuncoro, Mudrajad. 2009. Metode Riset untuk Bisnis & Ekonomi: Bagaimana Meneliti& Menulis Tesis? (Edisi ke-3). Erlangga, Jakarta, Indonesia.Mahdi, Muhammad. 2010. “Pengaruh Tingkat Suku Bunga (BI Rate) dan Kurs Dolar ASTerhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan Menggunakan MetodeError Corection Model (ECM).” Jurnal Ekonomi Pembangunan 8(2):307-314.Mansur, Moh. 2009. “Pengaruh Tingkat Suku Bunga SBI dan Kurs Dolar AS TerhadapIndeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Jakarta Periode Tahun 2000‐2002.”Working Paper in Accounting and Finance, FE UNPAD, Oktober 2009.Mishkin, Frederic S. 2008. Ekonomi Uang, Perbankan, dan Pasar Keuangan (Edisi ke-8). Salemba Empat, Jakarta, Indonesia.
  35. 35. 30Prasetiono, Dwi Wahyu. 2010. “Analisis Pengaruh Faktor Fundamental Ekonomi Makrodan Harga Minyak Terhadap Saham LQ45 dalam Jangka Pendek dan JangkaPanjang.” Journal of Indonesian Applied Economics 4(1):11-25.Sanusi, Anwar. 2013. Metodologi Penelitian Bisnis. Salemba Empat, Jakarta, Indonesia.Sudiyatno, Bambang dan Nuswandhari, Cahyani. 2009. “Peran Beberapa IndikatorEkonomi dalam Mempengaruhi Risiko Sistematis Perusahaan Manufaktur di BursaEfek Indonesia Jakarta.” Dinamika Keuangan dan Perbankan 1(2):66-81.Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Bisnis. Alfabeta, Bandung, Indonesia.Sunariyah. 2006. Pengantar Pengetahuan Pasar Modal (Edisi ke-5). UPP STIM YKPN,Yogyakarta, Indonesia.Tandelilin, Eduardus. 2010. Portofolio dan Investasi: Teori dan Aplikasi. Kanisius,Yogyakarta, Indonesia.Usman, Husaini dan Akbar, Purnomo Setiady. 2003. Metodologi Penelitian Sosial. BumiAksara, Jakarta, Indonesia.Utami, Mudji dan Rahayu, Mudjilah. 2003. “Peranan Profitabilitas, Suku Bunga, Inflasi,dan Nilai Tukar dalam Mempengaruhi Pasar Modal Indonesia Selama KrisisEkonomi.” Jurnal Manajemen & Kewirausahaan 5(2):123-131.

×