Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

of

Teori sosiologi kependudukan Slide 1 Teori sosiologi kependudukan Slide 2 Teori sosiologi kependudukan Slide 3 Teori sosiologi kependudukan Slide 4 Teori sosiologi kependudukan Slide 5 Teori sosiologi kependudukan Slide 6 Teori sosiologi kependudukan Slide 7 Teori sosiologi kependudukan Slide 8 Teori sosiologi kependudukan Slide 9 Teori sosiologi kependudukan Slide 10 Teori sosiologi kependudukan Slide 11 Teori sosiologi kependudukan Slide 12 Teori sosiologi kependudukan Slide 13 Teori sosiologi kependudukan Slide 14 Teori sosiologi kependudukan Slide 15 Teori sosiologi kependudukan Slide 16 Teori sosiologi kependudukan Slide 17 Teori sosiologi kependudukan Slide 18 Teori sosiologi kependudukan Slide 19 Teori sosiologi kependudukan Slide 20 Teori sosiologi kependudukan Slide 21 Teori sosiologi kependudukan Slide 22 Teori sosiologi kependudukan Slide 23 Teori sosiologi kependudukan Slide 24 Teori sosiologi kependudukan Slide 25 Teori sosiologi kependudukan Slide 26 Teori sosiologi kependudukan Slide 27 Teori sosiologi kependudukan Slide 28 Teori sosiologi kependudukan Slide 29 Teori sosiologi kependudukan Slide 30 Teori sosiologi kependudukan Slide 31 Teori sosiologi kependudukan Slide 32 Teori sosiologi kependudukan Slide 33 Teori sosiologi kependudukan Slide 34 Teori sosiologi kependudukan Slide 35 Teori sosiologi kependudukan Slide 36
Upcoming SlideShare
Pertumbuhan penduduk dan pembangunan ekonomi
Next
Download to read offline and view in fullscreen.

7 Likes

Share

Download to read offline

Teori sosiologi kependudukan

Download to read offline

Teori sosiologi kependudukan dari Thomas Robert Mathus sampai kontemporer.

Related Books

Free with a 30 day trial from Scribd

See all

Teori sosiologi kependudukan

  1. 1. - TEORI KEPENDUDUKAN - dan Kaitannya Dengan Laju Pertumbuhan Penduduk Indonesia Mata Kuliah : Sosiologi Kependudukan JURUSAN SOSIOLOGI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG
  2. 2. 1 2 3 About Us : Dosen | Sisca Lestari S.Sos., M.Ag. SLIDE 2 Trisna Nurdiaman Weni Pitriana Wina Riasari 1138030215 1148030237 1148030238
  3. 3. This is Our Crews Dosen | Sisca Lestari S.Sos., M.Ag. SLIDE 3 1138030125 Trisna Nurdiaman 1148030237 1148030238 Weni Pitriana Wina Riasari
  4. 4. 1 2 3 4 5 Teori Penduduk : Mata Kuliah | Sosiologi Kependudukan SLIDE 4Ada lima teori besar tentang kependudukan yang populer dalam demografi, yaitu : Aliran Malthusian Teori Penduduk : Aliran Marxist Aliran Neo-Malthusian Teori Fisiologi dan Sosial Ekonomi Penganut Kelompok Teknologi yang Optimis
  5. 5. Aliran MalthusianDipelopori oleh seorang pendeta Inggris bernama Thomas Robert Malthus
  6. 6. Aliran Malthusian Mata Kuliah | Sosiologi Kependudukan SLIDE 6 Dalam karyanya “Principle of Populations, Malthus menyatakan bahwa : • Penduduk meningkat menurut deret ukur, sementara bahan pangan meningkat menurut deret hitung. • Pertumbuhan produktivitas pangan tidak seimbang dengan pertumbuhan penduduk. • Kesenjangan antara laju pertumbuhan penduduk dengan produktivitas pangan akan menimbulkan kemiskinan dan kelaparan.
  7. 7. Robert Malthus : Mata Kuliah | Sosiologi Kependudukan SLIDE 7 1, 2, 4, 8, 16, 32, 64, 128, ... Laju pertumbuhan penduduk : 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, ... Laju pertumbuhan hasil pangan : 1 2
  8. 8. Mata Kuliah | Sosiologi Kependudukan Oleh karena itu, “Laju pertumbuhan penduduk harus dibatasi...!”
  9. 9. Preventive checks Positive checks Cara membatasi pertumbuhan Penduduk : Mata Kuliah | Sosiologi Kependudukan SLIDE 9 1 Pertumbuhan penduduk dapat diatasi dengan : 2 Moral Restraint1 Vice2 Misery1 Vice2 (penekanan kelahiran) (proses kematian) (pengendalian moral) (perbuatan buruk) (keadaan yg menyebabkan kematian) (perbuatan buruk)
  10. 10. Moral Restraint : Mengekang Nafsu Seksual Preventive checks
  11. 11. Vice: Pengguguran kandungan Preventive checks
  12. 12. Vice: Penggunaan Alat-alat Kontrasepsi Preventive checks
  13. 13. Vice: Homoseksual Preventive checks
  14. 14. Misery :Epidemi Positive checks
  15. 15. Misery : Bencana Alam Positive checks
  16. 16. Misery : Kelaparan Positive checks
  17. 17. Misery : Peperangan Positive checks
  18. 18. Vice : Pembunuhan Positive checks
  19. 19. Aliran MarxistDipelopori oleh Karl Marx dan Friederich Engels
  20. 20. Aliran Marxist Mata Kuliah | Sosiologi Kependudukan SLIDE 20Aliran ini dipelopori oleh Karl Marx dan Friederich Engels Menurut Marx : • Tekanan penduduk yang terdapat di suatu negara bukanlah tekanan terhadap bahan makanan, tetapi tekanan penduduk terhadap kesempatan kerja. • Kemelaratan bukan disebabkan oleh pertumbuhan penduduk yang terlalu cepat, melainkan karena sistem kapitalis yang mendistribusikan kekayaan secara tidak merata. • Oleh karena itu untuk mengatasi hal tersebut, maka struktur masyarakat harus diubah menjadi sistem sosialis dimana alat-alat produksi dimiliki bersama.
  21. 21. Aliran Neo-MalthusianAliran ini dipelopori oleh Garrent Hardin dan Paul Ehrlich
  22. 22. Aliran Neo-Malthusian Mata Kuliah | Sosiologi Kependudukan SLIDE 22Penyataan Malthus kembali populer pada tahun 60-an. Pandangan Aliran Neo-Malthusian : • Aliran ini lebih radikal, menurut mereka, pembatasan peduduk harus dilakukan dengan cara “preventive checks” seperti penggunaan alat-alat kontrasepsi dan pengguguran kandungan untuk mengurangi jumlah kelahiran. • Dalam buku “The Population Bomb” tahun 1971, Paul Ehrlich menyatakan bahwa : (1) dunia ini sudah terlalu banyak manusia; (2) keadaan bahan makanan sudah sangat terbatas; (3) karena terlalu banyak manusia di dunia ini, lingkungan mulai tercemar. • Meadow dalam bukunya “The Limit to Growth” menggambarkan kesuraman masa depan dimana sumberdaya akan habis pada tahun 2100. gambaran tersebut meliputi hubungan antara variabel lingkungan yang meliputi: penduduk, produksi pertanian, produksi industri, sumberdaya alam dan polusi. The Limit to Growth
  23. 23. Teori Fisiologi dan Sosial Ekonomi
  24. 24. Fisiologi dan Sosial - Ekonomi Mata Kuliah | Sosiologi Kependudukan SLIDE 24 John Stuart Mill Emile Durkheim Arsene Dumont Sadler dan Doubleday Standar hidup menentukan tingkat fertilitas. Orang yg mempunyai produktivitas tinggi cenderung ingin mempunyai keluarga kecil. Pertumbuhan penduduk mengakibatkan evolusi sosial masyarakat dari solidaritas mekanik menjadi solidaritas organik. Untuk dapat mencapai kedudukan tinggi dlm masyarakat, keluarga yang besar merupakan beban yang berat dan perintang. Sadler : Jika kepadatan penduduk tinggi, daya reproduksi manusia akan menurun, sebaliknya jika kepadatan penduduk rendah, daya reproduksi manusia akan meningkat. (Teori Kapilaritas) Doubleday berpendapat bahwa daya reproduksi penduduk berbanding terbalik dengan bahan makanan yang tersedia. Jadi kenaikan kemakmuran menyebabkan turunnya daya reproduksi manusia.. “Semakin tinggi ukuran populasi, semakin besar tingkat kepadatan penduduknya, yang berakibat peningkatan dalam hal pembagian kerja dan penurunan dalam hal solidaritas sosial
  25. 25. Aliran Optimisme
  26. 26. Mata Kuliah | Sosiologi Kependudukan Penganut Kelompok Teknologi yang Optimis “Manusia akan mampu memenuhi kebutuhan pangannya dengan cara melipat gandakan hasil pertanian dan industri melalui bantuan ilmu pengetahuan dan teknologi.”
  27. 27. Analisis Laju pertumbuhan Penduduk Indonesia
  28. 28. Pengaruh Pandangan Malthus Mata Kuliah | Sosiologi Kependudukan SLIDE 28 Robert Maltus kemiskinan tidak bisa dihindari lagi oleh manusia karena laju pertumbuhan penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan pangan. Neo-Malthusian Isu tersebut dipopulerkan kembali oleh aliran neo-maltusian yang lebih radikal pada permulaan abad ke-20 dan segera menyebar keseluruh dunia, termasuk Indonesia. Akibatnya : Muncul berbagai gerakan di dunia yang berupaya untuk mengendalikan pertumbuhan peduduk dan usaha untuk meningkatkan hasil pertanian. Pemerintahan Orde Baru Pemerintah merespon isu ini dengan dua langkah nyata, yaitu melalui sosialisasi program revolusi hijau (revolusi agraria) dan program Keluarga Berencana (KB). Revolusi Hijau mengubah posisi Indonesia dari negara pengimpor beras terbesar di dunia dalam tahun 1970-an menjadi negara yang mencapai swasembada pangan sejak tahun 1984. Program KB Tren laju pertumbuhan penduduk Indonesia terus menurun dari 2,3% pertahun (1970) menjadi 1,4% (sekarang) (termasuk aliran Neo-Malthusian)
  29. 29. Laporan Kependudukan BPSData Sosial-Ekonomi Januari 2016
  30. 30. Pertumbuhan Penduduk Mata Kuliah | Sosiologi Kependudukan SLIDE 30(Laporan Data Sosial Ekonomi BPS, Januari 2016) Hasil proyeksi penduduk tahun 2014 1. Jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2014 adalah sebanyak 252.164,8 ribu orang; 2. Penduduk laki-laki sebanyak 126.715,2 ribu orang, sedangkan penduduk perempuan sebanyak 125.449,6 ribu orang. 3. Rasio Jenis Kelamin penduduk Indonesia sebesar 101, artinya diantara 100 perempuan terdapat 101 laki-laki. 4. Penduduk Indonesia sebagian besar berdomisili di Pulau Jawa, (56,9%). Kemudian, secara berturut-turut diikuti Pulau Sumatera (21,6%), Sulawesi (7,3%), Kalimantan (6,0%), Bali dan Nusa Tenggara (5,5%) serta Maluku dan Papua (2,7%).
  31. 31. Piramida Penduduk : Mata Kuliah | Sosiologi Kependudukan SLIDE 31(Laporan Data Sosial Ekonomi BPS, Januari 2016) Hasil proyeksi penduduk tahun 2014 • termasuk tipe expansive, dimana sebagian besar penduduk berada pada kelompok umur muda • Rasio ketergantungan di Indonesia pada tahun 2014 adalah sebesar 48,9. • Indonesia telah memasuki era bonus demografi pada tahun 2025 - 2030, dimana kelebihan penduduk usia produktif bisa dimanfaatkan untuk peningkatan pembangunan.
  32. 32. 86,8 79,3 67,8 53,8 51,3 48,8 40 45 50 55 60 65 70 75 80 85 90 1971 1980 1990 2000 2010 2014 Rasio Ketergantungan Mata Kuliah | Sosiologi Kependudukan SLIDE 32Penduduk Indonesia
  33. 33. Laju Pertumbuhan Penduduk Mata Kuliah | Sosiologi Kependudukan SLIDE 33Di Indonesia dari tahun 1971 – 2014 : Laju Pertumbuhan Penduduk • Laju pertumbuhan penduduk di Indonesia rata terus menurun. • Laju pertumbuhan penduduk Indonesia pada periode 2010 – 2014 adalah 1,4 persen. • Pulau dengan laju pertumbuhan terbesar adalah pulau kalimantan, yaitu 2,09 persen. • Provinsi dengan laju pertumbuhan terkecil adalah Jawa Timur (0,69%) 2,33 1,97 1,44 1,49 1,4 1 1,2 1,4 1,6 1,8 2 2,2 2,4 1971-1980 1980-1990 1990-2000 2000-2010 2010-2014
  34. 34. Usia Harapan Hidup The Power of PowerPoint | http://thepopp.com SLIDE 34 Usia Harapan Hidup Penduduk Indonesia : • Usia harapan hidup dalah kemungkinan umur yang akan dicapai seseorang sejak lahir. • Usia harapan hidup pada awal tahun 1970-a adalah 50 tahun • Usia harapan hidup penduduk Indonesia menurut hasil proyeksi penduduk tahun 2014 adalah 70,6 tahun. • Tiga provinsi dengan usia harapan hidup tertinggi adalah Yogyakarta, Kalimantan Timur, dan Jawa Tengah. • Tiga provinsi dengan umur harapan hidup terendah adalah Sulawesi Barat, Papua dan Nusa Tenggara Barat. Yogyakarta Kalimantan Timur Jawa Tengah Sulawesi Barat Papua NTB 74,5 73,7 73,5 63,6 64,9 65,1
  35. 35. Tabel Demografi Penduduk Indonesia Tahun 2014
  36. 36. That’s all. Thank you very much!  Any Questions? Oleh Kelompok 1 Mata Kuliah : Sisologi Kependudukan. JURUSAN SOSIOLOGI, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG © 2016
  • DiniAdola

    Sep. 24, 2020
  • BayuSaputro21

    Oct. 16, 2019
  • DwiKurnia8

    Oct. 15, 2018
  • arifitriawan7

    Aug. 30, 2018
  • friskaintania

    Sep. 13, 2017
  • akira112

    Feb. 4, 2017
  • SahrulFajar

    May. 13, 2016

Teori sosiologi kependudukan dari Thomas Robert Mathus sampai kontemporer.

Views

Total views

6,600

On Slideshare

0

From embeds

0

Number of embeds

737

Actions

Downloads

187

Shares

0

Comments

0

Likes

7

×