Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Kucing dan
Toxoplasma

Nusdianto Triakoso
2012

Program Kreatifitas Mahasiswa Universitas Airlangga
Toksoplasmosis
• Toksoplasmosis adalah penyakit yang
disebabkan parasit, Toxoplasma gondii
• Parasit intraselular
• Penyak...
Prevalensi
• Toxoplamosis merupakan salah satu penyakit
zoonosis yang tersebar luas di dunia
• Seroprevalensi bervariasi, ...
Prevalensi
• Republik Czech (2006) sera 413 anjing dan 286
kucing
• Antibodi IgM : anjing 2,4% dan kucing 2,8%
• Antibodi ...
Prevalensi
• Turki (2007), 150 sera anjing dengan uji indirect
fluorescence antibody test
– Hasil, positif 51,3% (77/150)
...
Prevalensi
• Seoul, Korea (2010), sera 72 kucing liar dan rumahan
menggunakan ELISA dan PCR. Kucing liar 38,9%
(28/72) pos...
Prevalensi
• Urmia, Iran (2011) uji modified agglutination test
(MAT) 130 sera kucing liar dan rumahan
– Hasil, positif 35...
Prevalensi
• Asimptomatis : sapi, unta, rusa, ayam
• Fatal pada monyet, marsupialia, terwelu (Lepus
europaeus), rubah arti...
Anamnesis
•
•
•
•
•
•
•

Umumnya penderita tidak menunjukan gejala
Gejala yang tidak khas : lethargy, depresi, anoreksia
K...
Klinik
• Gejala awal lesu dan depresi. Anoreksia, demam ringan,
pireksia, lethargy. Batuk, takipnea, atau dispnea
• Gejala...
Pemeriksaan fisik
• Paling parah anak kucing terinfeksi transplasental
[stillborn atau mati prasapih]
• Anakan kucing hidu...
Pemeriksaan fisik
• Muda
– Umumnya sistemik; demam; kurus; anoreksia; tonsillitis;
dyspnea; diarrhea; muntah

• Dewasa
– C...
Klinis
• Kucing yang terinfeksi Toksoplasma seringkali tidak
menunjukkan gejala klinis (asimptomatik)
• Imunitas rendah
– ...
Klinik
• Penyakit sering tampak pada kucing <2 tahun, berkaitan
dengan insufisiensi respon imun. Anak kucing
menunjukkan e...
Klinikopatologi
• Anemia non regeneratif, disertai leukositosis neutrofilik,
limfositosis, monositosis dan eosinofilia [ak...
Klinikopatologi
• Histologis : lesi terjadi kerusakan/kematian sel akibat
replikasi intraseluler T. gondii
• Reaksi inflam...
Klinikopatologi
• SSP, encephalitis akibat tachyzoites menginfeksi
astrocytes.Nekrosis difus dan infiltrasi limfositik non...
Klinikopatologi
• Pericardial effusion akibat tachyzoid menginfeksi
myocardium
• Invasi pada jaringan limfatik intestinal ...
Siklus hidup
• Pada kucing
– Enteroepitelial (generative)
– Extraintestinal (non generative)

• Pada individu lain
– Extra...
Siklus Hidup
•

Ookista
– Hanya dikeluarkan oleh kucing
– Ookista dikeluarkan 3-5 hari setelah kucing terinfeksi (cyste) a...
Diagnosis
•

Pemeriksaan ookista (feses)
– Memerlukan teknik dan pengalaman.
– Umumnya tidak memuaskan. Ookista dikeluarka...
Diagnosis
• Antibodi IgM
– Alat diagnosis infeksi aktif
– meningkat 1-2 mgg pasca infeksi
– menurun hingga 2-3 bulan pasca...
Diagnosis
• Antibodi IgG muncul 4-6 mgg setelah infeksi, bertahan
hingga setahun atau lebih (6 tahun)
• Titer tunggal IgG ...
Diagnosis
• CSF dan aqueous humor dianalisa terhadap adanya
tachyzoite atau antibodi anti-T. gondii. Pemeriksaan
postmorte...
Diagnosis
• Definitif :
– Deteksi tachyzoite (Dye test, gold standart
pada manusia)
– DNA (PCR, polymerase chain reaction)...
Diagnosa Banding
• Penyakit intraokular (anterior eveitis)
– FIP, FeLV, FIV, trauma

• Dispnea
– Asthma, kardiogenik, pneu...
Terapi
• Terapi umumnya sulit. Efikasi obat tidak banyak
diketahui
• Clindamycin HCl, 25-50 mg/kg/hari IM/PO (dosis
terbag...
Terapi
• Azithromycin (10 mg/kb PO q24h)
• Kombinasi Sulfadiazine (30 mg/kg PO q12h) dengan
Pyrimethamine (0,5 mg/kg PO q1...
Terapi
• Tidak ada obat yang dapat mengatasi penyakit
(menghilangkan Toxoplasma) secara sempurna
• Prognosis infausta pada...
Pencegahan
• Jaga agar kucing tidak defekasi di sembarang tempat
• Ganti kotak pasir tiap hari. Desinfeksi kotak pasir
• J...
Pencegahan
• Hindari makan makanan mentah
–
–
–
–

Sayuran
Daging
Susu
Telur

• Cuci dengan baik sayuran atau buah yang ak...
Pencegahan
• Memasak menggunakan mikrowave, pengasapan,
penggaraman tidak mampu membunuh Toksoplasma
dengan baik
• T. gond...
Reference
•
•
•
•
•
•

Lappin, MR, Greene CE, Winston S, Tool S, Epstein ME. (1989) Clinical feline
toxoplasmosis. Serolog...
Kucing dan toxoplasma 2012 - triakoso
Kucing dan toxoplasma 2012 - triakoso
Kucing dan toxoplasma 2012 - triakoso
Kucing dan toxoplasma 2012 - triakoso
Kucing dan toxoplasma 2012 - triakoso
Kucing dan toxoplasma 2012 - triakoso
Kucing dan toxoplasma 2012 - triakoso
Kucing dan toxoplasma 2012 - triakoso
Kucing dan toxoplasma 2012 - triakoso
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Kucing dan toxoplasma 2012 - triakoso

2,392 views

Published on

Menjelaskan peran penting kucing dalam penyebaran Toksoplasma, termasuk kaitan dengan hewan-hewan lain dalam penyakit zoonosis, mengenali gejala klinis, pengobatan dan pencegahan.
Presentasi ini pernah diberikan pada kegiatan Program Kreatifitas Mahasiswa, khususnya mahasiswa Kedokteran Hewan Universitas Airlangga pada bulan Maret 2012 di Surabaya

Published in: Health & Medicine
  • Be the first to comment

Kucing dan toxoplasma 2012 - triakoso

  1. 1. Kucing dan Toxoplasma Nusdianto Triakoso 2012 Program Kreatifitas Mahasiswa Universitas Airlangga
  2. 2. Toksoplasmosis • Toksoplasmosis adalah penyakit yang disebabkan parasit, Toxoplasma gondii • Parasit intraselular • Penyakit zoonosis • Menyerang pada semua hewan, termasuk manusia • Felidae adalah induk semang definitif • Hewan lain adalah induk semang intermediate (antara)
  3. 3. Prevalensi • Toxoplamosis merupakan salah satu penyakit zoonosis yang tersebar luas di dunia • Seroprevalensi bervariasi, 20-60% • Prevalensi oosit pada kucing sangat kecil (0-1%) • Bergantung pakan yang diberikan dan tempat dipelihara • Peluang terinfeksi sangat besar bila hewan berada di luar rumah, berburu atau makan daging mentah
  4. 4. Prevalensi • Republik Czech (2006) sera 413 anjing dan 286 kucing • Antibodi IgM : anjing 2,4% dan kucing 2,8% • Antibodi IgG : anjing 25,9% dan kucing 44,1% • Tidak ada perbedaan prevalensi pada hewan tampak sehat (115) dan sakit (80) – IgM, sehat 0,87% dan sakit 1,25% – IgG, sehat 33,9% dan sakit 33,75% • Pada anjing peliharaan tertinggi, diikuti anjing polisi • Tidak ditemukan gejala klinis
  5. 5. Prevalensi • Turki (2007), 150 sera anjing dengan uji indirect fluorescence antibody test – Hasil, positif 51,3% (77/150) – Umur dan jenis kelamin tidak berpengaruh • Belgia (2008), 567 sera kucing rumahan diuji indirect immunofluorescence assay – Hasil, positif 25%. – 12% umur <1tahun, meningkat 44% umur 7 tahun – Seroprevalensi berkaitan dengan titer IgG
  6. 6. Prevalensi • Seoul, Korea (2010), sera 72 kucing liar dan rumahan menggunakan ELISA dan PCR. Kucing liar 38,9% (28/72) positif, jantan lebih tinggi dibanding betina. Kucing rumahan, bebas Toxoplasma • Seoul, Korea (2011) 456 sera kucing liar menggunakan ELISA dan PCR – ELISA = 15,8% (69/456) dan PCR = 17,5% (80/456) – Jantan : ELISA, 17% (44/259) ELISA dan PCR,16.2% (42/259) – Betina : ELISA, 14.3% (28/196) dan PCR, 19.4% (38/196) • Di Han River, prevalensi 15,1% (29/192) dengan ELISA and 15,6% (30/192) dengan PCR di dataran tinggi dan 16,4% (43/264) dengan ELISA and 18,9% (50/264) dengan PCR di dataran rendah
  7. 7. Prevalensi • Urmia, Iran (2011) uji modified agglutination test (MAT) 130 sera kucing liar dan rumahan – Hasil, positif 35,3% (46/130). Titer antibodi berkisar 1:20 -1:1280 – 3 ekor kucing mengeluarkan T. gondii-like size oocysts (seronegatif MAT) – Tidak berbeda jenis kelamin dan umur • Surabaya (2004) – Tidak ditemukan ookista dari 100 ekor kucing yg diperiksa
  8. 8. Prevalensi • Asimptomatis : sapi, unta, rusa, ayam • Fatal pada monyet, marsupialia, terwelu (Lepus europaeus), rubah artik, mamalia laut, burung (Magpie geese) • Kista (di jaringan) sering ditemukan pada kambing, domba, babi, kuda. Sasmita (1991) 42,4% kambing RPH Surabaya positif, RPH Malang 40%, Kediri 20%, KalSel, 61% (Dafee et al., 1976) • Prevalensi ayam (umbaran) sangat tinggi (~ 100%) • Ayam, seroprevalensi : Costa Rica (40,5%); Iran (2256%); Amerika (~100%)
  9. 9. Anamnesis • • • • • • • Umumnya penderita tidak menunjukan gejala Gejala yang tidak khas : lethargy, depresi, anoreksia Kehilangan berat badan (weight loss) Demam Discharge okular, fotophobia, miosis pupil (kucing) Distress respirasi Neurologis—ataksia; seizure; tremor; paresis/paralisis; defisit syaraf kranial • Pencernaan—muntah; diarrhea; sakit abdominal; ikhterus • Stillborn kittens
  10. 10. Klinik • Gejala awal lesu dan depresi. Anoreksia, demam ringan, pireksia, lethargy. Batuk, takipnea, atau dispnea • Gejala lain kehilangan berat badan, diare, muntah, dermatitis, ikhterus, hiperesthesia, pincang dan pembesaran abdomen. Pembesaran kelenjar limfe • Kadang disertai gejala syaraf dan mata menyebabkan buta, inkoordinasi, jalan berputar, ataxia, seizure, perubahan perilaku, tidak bisa mengontrol defekasi, urinasi • Gejala SSP mirip rabies, intoksikasi timbal, arsenik
  11. 11. Pemeriksaan fisik • Paling parah anak kucing terinfeksi transplasental [stillborn atau mati prasapih] • Anakan kucing hidup – Anoreksia; lethargy; demam tinggi non respon antibiotik; nekrosis/inflamasi paru (dyspnea, suara respirasi abnormal), liver (ikhterus, ascites), and CNS (encephalopati) • Respirasi dan gastrointestinal (postnatal) – Sangat sering; anoreksia; lethargy; demam tinggi non respon antibiotik; dyspnea; kurus; ikhterus; muntah; diarrhea; abdominal effusion • Neurologis (postnatal) – < 10% pasien; kebutaan; stupor; inkoordinasi; circling; tortikollis; anisocoria; seizures • Gejala Okular (postnatal) – Sering; uveitis (aqueous flare, hyphema, mydriasis); iritis; lepas retina; iridocyclitis; keratic precipitates
  12. 12. Pemeriksaan fisik • Muda – Umumnya sistemik; demam; kurus; anoreksia; tonsillitis; dyspnea; diarrhea; muntah • Dewasa – Cenderung infeksi terlokalisir; terutama berkiatan dengan gejala syaraf dan muskular • Neurologis – Bervariasi; refleksi gejala neurologis difus; seizures; tremors; ataksia; paresis; paralysis; kelemahan muskulus; tetraparesis • Okular – Jarang; pada anjing mirip gejala pada kucing • Jantung – Umumnya gejala tidak jelas
  13. 13. Klinis • Kucing yang terinfeksi Toksoplasma seringkali tidak menunjukkan gejala klinis (asimptomatik) • Imunitas rendah – Kucing anakan – Stress – Menderita feline immunodeficiency virus(FIV) atau feline leukemia virus (FeLV) • Gejala klinis tidak spesifik – Akibat penyakit lain / infeksi primer akibat respon imun yang tidak bagus sehingga tidak mampu melawan invasi tachyzoite – Reaktivasi infeksi subklinis pada individu yang kekebalan menurun sehingga cyst bradizoite berubah dan mengalami multiplikasi cepat menjadi tachyzoid
  14. 14. Klinik • Penyakit sering tampak pada kucing <2 tahun, berkaitan dengan insufisiensi respon imun. Anak kucing menunjukkan encephalitis, liver insufficiency, atau pneumonia • Infeksi prenatal akan menimbulkan abortus, stillbirth, dan kematian perinatal (tanpa sebab yg jelas), termasuk the fading kitten syndrome • Infeksi T. gondii secara eksperimental (neonatal) terhadap 25 ekor anak kucing – 3 anak kucing stillborn – 22 ekor anak kucing yg hidup, 95% menunjukkan proliferative interstitial pneumonia, necrotizing hepatitis, myocarditis, dan skeletal myositis – Infeksi pada tahap neonatus juga menyerang sistem syaraf pusat (SSP)
  15. 15. Klinikopatologi • Anemia non regeneratif, disertai leukositosis neutrofilik, limfositosis, monositosis dan eosinofilia [akut sistemik] • Hyperglobulinemia akibat stimulasi antigenik yang kronik [kronis] • Peningkatan alanine aminotransferase (ALT) [penyakit hepatoseluler] • Peningkatan asparate aminotransferase (AST) dan kreatin kinase (CK) [kerusakan otot] • Hiperbilirubinemia [cholangiohepatitis atau hepatik lipidosis akibat disfungsi hepat sekunder]
  16. 16. Klinikopatologi • Histologis : lesi terjadi kerusakan/kematian sel akibat replikasi intraseluler T. gondii • Reaksi inflamasi pada hewan dewasa : makrofag • Reaksi inflamasi pada neonatus : neutrophil and makrofag (pyogranulomatous), dengan atau tanpa komponen limfoplasmasitik • Kista akan menetap (persisten) di jaringan
  17. 17. Klinikopatologi • SSP, encephalitis akibat tachyzoites menginfeksi astrocytes.Nekrosis difus dan infiltrasi limfositik non suppuratif terjadi di otak dan meluas hingga meningens • Hepatitik nekrotik dengan nekrosis koagulatif pada lobular • Paru, kongesti dan edema pulmonum disertai kolaps paru dengan area multifokal keras berwarna putih,kuning atau keabuan pada parenkim paru. Toxoplasma menginvasi pneumocyte tipe 1 dan 2, makrofag alveolar, fibroblas, sel endotelial dan sel otot polos. Reaksi proliferatif pada dinding alveolar menimbulkan adenomatosis. • Limfadenopati yang parah juga terjadi
  18. 18. Klinikopatologi • Pericardial effusion akibat tachyzoid menginfeksi myocardium • Invasi pada jaringan limfatik intestinal menimbulkan radang ulseratif usus halus • Muskulus, biasanya terjadi proses nekrosis kronis sehingga terbentuk nodul granulomatus yang besar • Mata, cukup sering dan menyebabkan inflamasi retina atau bagian anterior (anterior uveitis) disertai inflamasi granulomatus • Plasenta, nekrosis lokal dengan atau tanpa foki mineralisasi • Kulit, nodule tunggal 3 cm di sekitar kelenjar mamaria pada kucing Jepang 16 tahun.
  19. 19. Siklus hidup • Pada kucing – Enteroepitelial (generative) – Extraintestinal (non generative) • Pada individu lain – Extraintestinal (non generative)
  20. 20. Siklus Hidup • Ookista – Hanya dikeluarkan oleh kucing – Ookista dikeluarkan 3-5 hari setelah kucing terinfeksi (cyste) atau 20-34 hari (ookista), selama 10-14 hari pada infeksi primer – Ookista yang tidak bersporulasi tidak berbahaya (not infective). Sporulasi membutuhkan oksigen, kelembaban dan suhu yang mendukung (1-5 hari) • Tachyzoite, sangat infektif – Ditemukan pada jaringan hewan yang terinfeksi akut, juga pada susu, dan telur – Mudah mati dengan pasteurisasi, asam lambung dan enzim pencenaan • Bradyzoite – Karnivora terinfeksi Toksoplasma dari memakan daging yang mengandung cyst bradyzoite, termasuk manusia (babi, kambing, domba)
  21. 21. Diagnosis • Pemeriksaan ookista (feses) – Memerlukan teknik dan pengalaman. – Umumnya tidak memuaskan. Ookista dikeluarkan 1-3 minggu setelah infeksi – Gejala klinik muncul setelah ookista selesai dikeluarkan • • Pemeriksaan klinis juga tidak spesifik Serologis (memeriksa antibodi terhadap Toxoplasma). Titer serum IgM, IgG, dan antigen — merupakan sumber informasi definitif dari sampel tunggal. Menentukan tipe infeksi (aktif, akut, kronik) dengan pengambilan 3 mgg kemudian (pairing sample) – ELISA, indirect fluorescence antibody assay, indirect hemagglutination assay, modified agglutination test, latex agglutination test • • • Biologis PCR Histologis
  22. 22. Diagnosis • Antibodi IgM – Alat diagnosis infeksi aktif – meningkat 1-2 mgg pasca infeksi – menurun hingga 2-3 bulan pasca infeksi. Titer antibodi IgM (>1:256) = positif – prolonged titer : reaktivasi atau IgG lambat akibat imunosupresi (FIV, FIP atau pemberian steroid) – false negatif (infeksi akut) – 80-90% penderita – penderita FIV tidak menunjukkan IgM
  23. 23. Diagnosis • Antibodi IgG muncul 4-6 mgg setelah infeksi, bertahan hingga setahun atau lebih (6 tahun) • Titer tunggal IgG tinggi tidak bersifat diagnostik • IgG diukur ulang (stadium akut dan convalescence, interval 3-4 mgg). Hasilnya meningkat 4 kali = positif • Seropositif IgG – Tidak mengeluarkan ookista – Infeksi ulang, ookista sedikit • Seronegatif IgG – Tidak mengeluarkan ookista – Dalam tahap perkembangan, bila terifeksi Toksoplasma • Antigen : positif 1–4 mgg pasca infeksi; antigen tetap positif dalam kondisi infeksi aktif atau kronik persisten, tidak berpengaruh terhadap titer antibodi
  24. 24. Diagnosis • CSF dan aqueous humor dianalisa terhadap adanya tachyzoite atau antibodi anti-T. gondii. Pemeriksaan postmortem, tachyzoite tampak dengan teknik tissue impression smears • Pemeriksaan histologis menunjukkan adanya tachyzoite atau bradyzoite. Morfologi T. gondii mirip dengan protoza lain dan harus dibedakan dengan Sarcocystis spp (sapi), S. neurona (kuda), Neospora caninum (anjing)
  25. 25. Diagnosis • Definitif : – Deteksi tachyzoite (Dye test, gold standart pada manusia) – DNA (PCR, polymerase chain reaction) – Cairan tubuh, cairan respirasi, biopsi jaringan (metode sitologi, histologi, imunohistokimia, PCR)
  26. 26. Diagnosa Banding • Penyakit intraokular (anterior eveitis) – FIP, FeLV, FIV, trauma • Dispnea – Asthma, kardiogenik, pneumonia [bakteri, viral, parasit], neoplasia, cacing jantung, hernia diafragmatika • Neurologik (meningoencephalitis) – Viral [FIP, rabies, pseudorabies], fungal [cryptococcosis, blastomycosis, histoplasmosis] – Bakterial, Idiopati [feline polioencephalomyelitis]
  27. 27. Terapi • Terapi umumnya sulit. Efikasi obat tidak banyak diketahui • Clindamycin HCl, 25-50 mg/kg/hari IM/PO (dosis terbagi), 2-4 minggu – Respon bervariasi – Periksa 2 hari pasca terapi – gejala klinis (demam, hiperestesia, anoreksia, uveitis). Uveitis sembuh dg baik dalam 1 minggu – Periksa 2 minggu pasca terapi – neuromuskular mulai membaik, (defisit neurologis bisa permanen – SSP atau kerusakan neuromuskular perifer) – Periksa 2 minggu pasca pemilik menyatakan membaik – memutuskan pengobatan dihentikan; defisit neuromuskular permanen – Efek samping : anoreksia, muntah, diare (dose dependent) – Clindamycin dan Pyrimethamine (1 mg/kg/hari)
  28. 28. Terapi • Azithromycin (10 mg/kb PO q24h) • Kombinasi Sulfadiazine (30 mg/kg PO q12h) dengan Pyrimethamine (0,5 mg/kg PO q12h) selama 2 minggu; [depresi, anemia, leukopenia, thrombositopenia, terutama pada kucing] • Asam folat (5 mg/hari) selama terapi, memperbaiki efek supresi sum-sum tulang • Trimethoprime/Sulfadiazine • Antikoksidia lain, Monensin atau Toltrazuril dapat menurunkan oocyte shedding • Belum ada vaksin (Live vaccine untuk domba [Tovovax, Intervet BV, The Netherlands; AgVax, AgResearch, New Zealand])
  29. 29. Terapi • Tidak ada obat yang dapat mengatasi penyakit (menghilangkan Toxoplasma) secara sempurna • Prognosis infausta pada penderita yang disertai gangguan pada hepar, paru, SSP • Enukelasi mata pada penderita luksasio lensa dan glaucoma • Penderita disertai gejala SSP tidak bisa pulih
  30. 30. Pencegahan • Jaga agar kucing tidak defekasi di sembarang tempat • Ganti kotak pasir tiap hari. Desinfeksi kotak pasir • Jauhkan kucing dari kotak pasir (tutup jika tidak digunakan) atau tempat bermain dimana kucing kemungkinan defekasi • Jangan mengunakan pasir bekas kotak pasir untuk pupuk, media tanam • Jaga agar kucing tidak berburu, mencari makan di luar rumah • Beri pakan komersial atau makanan matang • Diduga kecoak dan lalat bertindak sebagai vektor mekanik
  31. 31. Pencegahan • Hindari makan makanan mentah – – – – Sayuran Daging Susu Telur • Cuci dengan baik sayuran atau buah yang akan dimakan (air mengalir) • Gunakan sarung tangan bila berkebun dan cuci tangan • Bila merencanakan hamil, periksa sebelumnya (TORCH) • Ibu hamil sebaiknya tidak mengganti kotak pasir • Ibu hamil sebaiknya menghindari kontak dengan tanah, kotak pasir, daging segar
  32. 32. Pencegahan • Memasak menggunakan mikrowave, pengasapan, penggaraman tidak mampu membunuh Toksoplasma dengan baik • T. gondii di dalam daging, mati pada panas (>67 oC) atau dingin (-13 oC) yang ekstrim • Pembekuan bahan makanan hingga -10 oC selama 24 jam dapat membunuh cyste Toksoplasma di jaringan, namun oocyte yang bersporulasi bertahan hidup pada -20 oC dalam 28 hari
  33. 33. Reference • • • • • • Lappin, MR, Greene CE, Winston S, Tool S, Epstein ME. (1989) Clinical feline toxoplasmosis. Serological diagnosis and therapeutic management in 15 cases. J Vet.Int.Med. 3(3):139-143 Sedlak K, E Bartova. (2006) The prevalence of Toxoplasmosis gondii IgM and IgG antibodies in dogs and cats from Chezch Republic. Vet.Med. 51(12):555-558 De Craeye S,A Fracart, J Chabauty, V de Vreen (2008) Prevalence Toxoplasma gondii infection in Belgian house cats. Vet.Par. 157(1):128-132 Oncel, T., E Handemir, K Kamburgl, S Yurtalan (2007) Determination of Seropositivity for Toxoplasma gondii in Stray Dog in Istanbul Turkey.Revue.Med.Vet. 158(5):223228 Park. et al. 2012. Cutaneous Toxoplasmosis in a Female Japanese Cats. Vet.Pathol. 49(20): Lingard, A. 2011. Update On Toxoplasmosis Diagnosis : Serology. ACVSc Week.Melbourne. 83-84

×