TEKNIK PENGELOLAN & PENGEMASAN                 INBOUND DAN         DOMESTIK TOUR KE JAWA BARAT                  BY : KHOIR...
CURICULUM VITAEDATA PERSONALNama                          : KHOIRUL FAJRI SE.MMTempat/Tgl Lahir              : Purworejo, ...
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA                     NOMOR 10.TAHUN 2009                          TENTANG                 ...
4. Kepariwisataan adalah keseluruhan kegiatan yang terkait dengan pariwisata     dan bersifat multidimensi serta multidisi...
9. Industri Pariwisata adalah kumpulan usaha pariwisata yang saling terkait dalam            rangka menghasilkan barang da...
TIGA POKOK USAHA                            PARIWISATA                        ( Sesuai UU no. 10 Th                       ...
PROMOSI DTW OLEH PEMERINTAH Tindakan yang dilakukan oleh pemerintah dalam    melakukan promosi DTW di dalam dan luarnegeri...
Produk PariwisataMenurut Spillane (1994:14), kegiatan pariwisata    dapat menjadi besar disebabkan tiga hal :     Pertama,...
THE BASIC                       CYCLUS                      OF TRAVEL                      ACTIVITIES                     ...
DATA KUNJUNGAN WISATAWAN KE JAWA BARAT  BANDUNG : Kunjungan wisatawan mancanegara yang masuk ke Jawa Barat  melalui Bandar...
"Wisman asal negara Asia lainnya juga meningkat seperti dari Thailand tumbuh 23,81% dari 42 wisman di Mei menjadi 52 wisma...
Mengemas Fasilitas        Langkah awal yang dianjurkan oleh    Kotler, Bowen & Makens (2002:251) dalam  mengemas produk pa...
Banyak obyek dan atraksi wisata di Indonesia yang       ditawarkan kan tetapi pada beberapa tempat  dikeluhkan oleh Tour L...
Style produk sangat diperlukan dalam mengemas                  Daerah Tujuan Wisata, tujuannya ialah untuk memperbaharui d...
mengemas product style sistem  pariwisata perlu diadakan survey obyek dan atraksi   wisata yang potensial untuk ditawarkan...
Penyempurna pengemasan    patut diperhatikan penataan lima jenis komponenDaerah Tujuan Wisata oleh Hadinoto (1996:36), ber...
Pengemasan fasilitas-fasilitas produk pariwisata yang   baik tidak akan cukup menarik wisatawan bila tidak  diberi roh. Pe...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEGIATAN        PENGELOLAAN DAN PENGEMASAN PRODUK                              Produk•5(li...
Harga•Harga adalah elemen kunci dalam merancang produk dan sebagai alatpenting dalam mempengaruhi permintaan kunjungan•Har...
Tempat/Distribusi/Akses Pasar•Keputusan pemasaran dari pada operator perjalanan berpengaruh kuatterhadap :–Segmen pasar ya...
Keputusan pemasaran dari pada operator perjalanan berpengaruh kuatterhadap :–Aliran informasi kepada wisatawan tentang des...
D. Perkembangan Volume Penumpang angkutan udara dan Pertarifan  PERKEMBANGAN PENUMPANG ANGKUTAN UDARA DOMESTIK            ...
PEMBERLAKUKAN TARIF PENERBANGAN BATAS ATAS DAN              BAWAH OLEH PEMERINTAH SEJAK TAHUN 2005-2010  Dengan semakin be...
FLIGHT SCHEDULE DARI BANDUNGNO   FLT NO   ORIGIN   DEST    FTD     FTA    AVAILABILITY       KET 1                        ...
19              DPS     6:05    9:5020              TKG     6:30    7:4021        BDO   SRG     9:20   10:30   Setiap Hari...
Bandara Husein Sastranegara Bandung
Penerbangan Dari dan Ke Bandung (Domestik & Internasional)
Materi strategi teknik pengelolaan & pengemasan inbound dom tour jabar slide
Materi strategi teknik pengelolaan & pengemasan inbound dom tour jabar slide
Materi strategi teknik pengelolaan & pengemasan inbound dom tour jabar slide
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Materi strategi teknik pengelolaan & pengemasan inbound dom tour jabar slide

1,995 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,995
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
487
Actions
Shares
0
Downloads
21
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Materi strategi teknik pengelolaan & pengemasan inbound dom tour jabar slide

  1. 1. TEKNIK PENGELOLAN & PENGEMASAN INBOUND DAN DOMESTIK TOUR KE JAWA BARAT BY : KHOIRUL FAJRI SE.MM * Pengurus DPD ASITA Jabar (Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia) periode 2009- 2013, Bidang Pendidikan,SDM & Keorganisasian* Pengurus DPP ASKKINDO ( Assosiasi konsultan non konstruksi ) periode 2012-2017, Bidang seni, Budaya dan Pariwisata * Asessor nasional tenaga kerja pariwisata bidang BPW dari BNSP sejak 2011 * Auditor nasional sertifikasi usaha jasa pariwisata – Kemenparekraft sejak 2010 * Ketua Ikatan Alumni STIP-ARS Internasional Bandung periode 1992-1997, 2010-2015 * Pengajar program UPW di STIEPAR-AKTRIPA, Bandung 2005 – Sekarang * Pengajar/Kajur program UPW di SMK YPPT dan SMK ICB, Bandung 1999 - Sekarang * Pimpinan/Owner TRAVALINK INDONESIA Tours & Travel, 2004 - Sekarang * Pimpinan/Owner GLOBAL TOURISM CONSULTANT, 2003 - Sekarang
  2. 2. CURICULUM VITAEDATA PERSONALNama : KHOIRUL FAJRI SE.MMTempat/Tgl Lahir : Purworejo, August 9th 1970Agama : IslamPekerjaan Pengajar bidang pariwisata di SMK ICB sejak 1999 s.d. sekarang Pengajar Matpel Adm Keuangan BPW dan TIS di SMK YPPT sejak 2009 s.d. sekarang Pengajar jurusan UPW D3 STIEPAR YAPARI sejak 2005 s.d. sekarang Pimpinan Perusahaan-perusahaan : PT. GLOBAL EVENT ORGANIZER – Bandung, sejak tahun 1998 (Bidang Event Organizer) SIEGMATAMA TRAVEL AGENT – Bandung, sejak tahun 1998 (Bidang Biro Perjalanan-Keagenan tiket Airlines) PT. TRAVALINK INDONESIA TOURS – Bandung, sejak tahun 2003 (Bidang Biro Perjalanan-Tour Operator & UMROH) PT. TRAVALINK TOURISM CONSULTANT, sejak tahun 2003 (Bidang Konsultan Pengembangan Pariwisata dan manajemen BPW )Alamat Rumah : Komp. Green City View Blok A 14 – Jatihandap Bandung, Ph. 87241847Email Address : khoirul.fajri@yahoo.com kfajri@telkom.net.id info@travalinktours.comBlogger : khoirulf.blogspot.com travalinkindonesia.blogspot.com / www.travalinktours.comPENDIDIKAN :Lulus SD tahun 1983 TOUR ,HOTEL, AIRPORT & AIRLINE EXPERIENCE :Lulus SMP tahun 1986 Ticketing Merpati Airline office : 1990 – 1992Lulus SMA tahun 1989Lulus D 3 - Akademi Pariwisata STIP-ARS, tahun 1992 Airport Handling Staff : 1992 – 1993Lulus S1 – Manajemen Bisnis tahun 2007Lulus S2 – Magister Management STIMA IMMI Jakarta, tahun 2009 Inbound Tour Opr staff : 1993 - 1995 (BHARA TOUR) Domestik & Inbound Tour : 1995 – 1998 (Satriavi, Bina Citra, dll )KEORGANISASIAN / :Pengurus DPD ASITA Jabar (Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia) periode 2009-2014Pengurus DPP ASKKINDO ( Assosiasi konsultan non konstruksi ) periode 2012-2017, Bidang seni, Budaya dan PariwisataAsessor nasional tenaga kerja pariwisata bidang BPW dari BNSPAuditor nasional sertifikasi usaha jasa pariwisata - KemenparekraftKetua Ikatan Alumni STIP-ARS Bandung periode 1992-1997, 2010-2015
  3. 3. UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10.TAHUN 2009 TENTANG KEPARIWISATAAN BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan: 1. Wisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atausekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya tarik wisata yang dikunjungi dalam jangka waktu sementara. 2. Wisatawan adalah orang yang melakukan wisata3. Pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah dan pemerintah daerah.
  4. 4. 4. Kepariwisataan adalah keseluruhan kegiatan yang terkait dengan pariwisata dan bersifat multidimensi serta multidisiplin yang muncul sebagai wujud kebutuhan setiap orang dan negara serta interaksi antara wisatawan danmasyarakat setempat, sesama wisatawan, Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan pengusaha. 5. Daya Tarik Wisata adalah segala sesuatu yang memiliki keunikan, keindahan, dan nilai yang berupa keanekaragaman kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau tujuan kunjungan wisatawan.6. Daerah tujuan pariwisata yang selanjutnya disebut Destinasi Pariwisata adalah kawasan geografis yang berada dalam satu atau lebih wilayah administratif yang di dalamnya terdapat daya tarik wisata, fasilitas umum, fasilitas pariwisata, aksesibilitas, serta masyarakat yang saling terkait dan melengkapi terwujudnya kepariwisataan.7. Usaha Pariwisata adalah usaha yang menyediakan barang dan/atau jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan dan penyelenggaraan pariwisata. 8. Pengusaha pariwisata adalah orang atau sekelompok orang yang melakukan kegiatan usaha pariwisata
  5. 5. 9. Industri Pariwisata adalah kumpulan usaha pariwisata yang saling terkait dalam rangka menghasilkan barang dan/atau jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan dalam penyelenggaraan pariwisata. 10. Kawasan Strategis Pariwisata adalah kawasan yang memiliki fungsi utama pariwisata atau memiliki potensi untuk pengembangan pariwisata yangmempunyai pengaruh penting dalam satu atau lebih aspek, seperti pertumbuhan ekonomi, sosial dan budaya, pemberdayaan sumber daya alam, daya dukung lingkungan hidup, serta pertahanan dan keamanan. 11. Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan,keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki,dihayati, dan dikuasai oleh pekerja pariwisata untuk mengembangkan profesionalitas kerja. 12. Sertifikasi adalah proses pemberian sertifikat kepada usaha dan pekerja pariwisata untuk mendukung peningkatan mutu produk pariwisata, pelayanan, dan pengelolaan kepariwisataan. 13 – 15. Tentang struktural kepemerintahan
  6. 6. TIGA POKOK USAHA PARIWISATA ( Sesuai UU no. 10 Th 2009 Bab VI Pasal 14 ) TOURISM SERVICE TOURISM TOURISM DESTINATION FACILITIES S• TOURS & TRAVEL • TOURIST ATTRACTION • HOTEL• TOUR GUIDE • ART & CULTURE AREA • TOURIST TRANSPORTATION• MICE ORGANIZER • RECREATION AREA • RESTAURANT & CAFE• EVENT ORGANIZER • ENTERTAINMENT AREA • TOURISM AREA• TOURISM CONSULTANT - AMUSEMENT , PUB , NIGHT• TOURIST INFORMATION CLUB, THEATER SERVICE
  7. 7. PROMOSI DTW OLEH PEMERINTAH Tindakan yang dilakukan oleh pemerintah dalam melakukan promosi DTW di dalam dan luarnegeri saat ini sudah tepat bila dibarengi d engan kesiapan Daerah Tujuan Wisata yang dipromosikannya. Sampai sekarang Daerah Tujuan Wisata tertentu saja yang siap menerima kunjungan wisatawan. Se -hingga sebaik apapun bentuk promosi yang dilakukan oleh pemerintah tidak akan membawa hasil yang signifi kan bila tidak dibarengi oleh pengemasan produk pariwisata di Daerah Tujuan Wisata. Faktor ini akan menimbulkan kekecewaan wisa-tawan karena kenyataan di lapangan ber -beda dengan janji promosi yang mereka lihat dan dengar.
  8. 8. Produk PariwisataMenurut Spillane (1994:14), kegiatan pariwisata dapat menjadi besar disebabkan tiga hal : Pertama, penampilan yang eksotis dari pariwisata, kedua, adanya keinginan dan kebutuhan orang modern yang disebut hiburan waktu senggangdan ketiga, memenuhi kepentingan politis pihak yang berkuasa dari Negara yang dijadikan daerah tujuan turisme. Dapat dikatakan bahwa pariwisata adalahaktivitas yang dilibatkan oleh orang -orang yang melaku-kan perjalanan (Mill,2000:21). Memang, sebagian besar aktivitas pariwisata berhubungan dengan mobilitas dengan istilah pariwisatanya disebut tur yaitu suatu kegiatan perjalanan yang mempunyai ciri -ciri tersendiri yang memberi warna wisata, bersifatsantai, gembira, bahagia, dan untuk bersenang - senang (Nuriata, 1992:11).
  9. 9. THE BASIC CYCLUS OF TRAVEL ACTIVITIES TOURTRAVELLER ACTIVITIES TRAVELING BUSINESS ACTIVITIES TOURIST • TOURS & TRAVEL • HOTEL FAMILY • RESTURANT VISIT / • TOUR GUIDE • TRANSPORTATION OTHERS • OTHERS FACILITIES (BANK, POST OFFICE, ETC)
  10. 10. DATA KUNJUNGAN WISATAWAN KE JAWA BARAT BANDUNG : Kunjungan wisatawan mancanegara yang masuk ke Jawa Barat melalui Bandara Husein Sastranegara pada Juni 2012 meningkat tajam hingga 15.417 pendatang tertinggi dalam 5 tahun terakhir. Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Provinsi Jawa Barat Anggoro Dwitjahyono menjelaskan meningkatnya wisman yang berkunjung Jabar di antaranya terdongkrak dengan dibukanya rute penerbangan langsung antara Malaysia- Bandung tanpa harus melalui Jakarta. "Pada 2008 jumlah wisman yang masuk lewat Husein rata-rata hanya 5.748 pendatang, 2009 sebanyak 6.804 orang, 2010 ada 7.707, dan tahun lalu 9.796 orang. Sedangkan pada 2012, rata-rata jumlah wisman mencapai 12.500 orang.Puncaknya pada Juni 2012 meningkat 22,39% menjadi 15.417 dari Mei berjumlah 12.597 pengunjung," katanya, Rabu (1/8/2012). Anggoro menjelaskan wisman yang datang ke Jabar didominasi dari Malaysia10.852 pendatang pada Juni 2012 atau meningkat 10,64% dari bulan sebelumnya. Selain itu, wisman asal Singapura yang masuk lewat Husein tercatat 2.106 orangpada Mei meningkat 75,12% pada Juni 2012 menjadi 3.688 orang. (Sumber : bisnis indonesi.com)
  11. 11. "Wisman asal negara Asia lainnya juga meningkat seperti dari Thailand tumbuh 23,81% dari 42 wisman di Mei menjadi 52 wisman pada Juni. Asal Korea Selatan pada Mei 2012 tercatat 21 wisman pada Juni 2012 menjadi 43 wisman atau naik 104,76%. Untuk wisman asal Eropa seperti Inggris dan Prancis justru menurun padaJuni 2012. Wisman asal Inggris tercatat 58 orang pada Mei turun menjadi 45 wisman pada Juni sebanyak 23 orang atau turun 37,84%. Sedangkan rata-rata tingkat penghunian kamar (TPK) hotel di Jabar pada Juni 2012 menjadi 47,80% dari Mei 43,30%. (Sumber : bisnis indonesia.com)
  12. 12. Mengemas Fasilitas Langkah awal yang dianjurkan oleh Kotler, Bowen & Makens (2002:251) dalam mengemas produk pariwisata adalah membagipasar menjadi kelompok -kelompok pembeli khas yang mungkin membutuhkan produk disebut dengan segmentasi pasar. Langkah selanjutnya adalah membidik pasar dengan caramengevaluasi daya tarik masing -masing segmen dan memilih satu atau beberapa segmen pasar. Maksudnya, tindakan yang harus dilakukan setiap Daerah Tujuan Wisata adalah mengemas produknya disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan wisatawan mancanegara yang dibidiknya. Mendukung tindakan tersebut, Daerah Tujuan Wisata harus mengembang-kan posisi bersaing produk pariwisatanya dengan Daerah Tujuan Wisata yang lainnya yang disebut menetapkan posisi.
  13. 13. Banyak obyek dan atraksi wisata di Indonesia yang ditawarkan kan tetapi pada beberapa tempat dikeluhkan oleh Tour Leader luar negeri karena tidak ada perubahan (Yoeti:1997:58). Ini, perlu diperhatikan, karena Tour Leader adalah perwakilan dari tur operator yangmempromosikan dan membawa wisatawan datang ke Daerah Tujuan Wisata. Bilamana obyek yang dipromosikan terbatas pada atraksi yang terbatas, suatu saat dia akan menghentikan promosi daerah tersebut kemudian memilih Daerah Tujuan Wisata lain. Harus disadari bahwa wisatawanmelakukan perjalanan wisata ke suatu Daerah Tujuan Wisata tertentu adalah untuk mencari pengalaman- pengalaman baru, mene-mukan sesuatu yang anehdan belum pernah disaksikannya. Wisatawan biasanya lebih menyukai sesuatu yang berbeda (something different) dari apa yang pernah dilihat, d irasakan, dilakukan di negara dimana biasanya ia tinggal. Yoeti (1997) menyarankan bahwa mengemas produk pariwisata harus mempertahankan keaslian lingkungan karena selalu lebih menarik daripada yang dibuat -buat.
  14. 14. Style produk sangat diperlukan dalam mengemas Daerah Tujuan Wisata, tujuannya ialah untuk memperbaharui dan menguasai pasar ( to re-new dan re-sell the market) sehingga dapat menjamin penjualan. Dikatakan oleh Yoeti (1997:59) dalam kepariwisataan product style yang baik, misalnya (1) obyek harus menarik untuk disaksikan maupun diperlajari, (2) mempunyai kekhususan dan berbeda dari obyek yang lain, (3) prasarana menuju ke tempat tersebut terpelihara dan baik,(4) tersedia fasilitas something to see, something to do dan something to buy, (5) kalau perlu dilengkapi dengan sarana -sarana akomo-dasi dan hal lain yang dianggap perlu. Bilamana produk yang ditawarkan oleh berba gai produsen dianggap sama oleh wisatawan, maka perbedaan yang meng-untungkan terletak pada product style yang dimiliki
  15. 15. mengemas product style sistem pariwisata perlu diadakan survey obyek dan atraksi wisata yang potensial untuk ditawarkan. Hadinoto (1996:69-70) menjelaskan bahwa survey diadakan untuk penggolongan obyek dan atraksi wisata yang digolongkan, menjadi (1) penggolongan Jenis Kepariwisataaan berupa destination tourism (untuk wisa-tawan yang tinggal lama), touring tourism (untuk wisatawan yang tinggal se-bentar), (2) penggolongan atraksi berupa atraksi utama ( core attraction), atraksi pendukung (supporting attraction), (3) penggolongan jenis atraksi terdiri dariresource-based attraction, dan user-oriented attraction.Pada penjelasan di atas yang dimaksud dengan touring tourism ialah atraksi, transportasi, fasilitas pelayanan, dan pengarahan promosi yang digunakan di dalam tour ke beberapa lokasi selama perjalanan akhir minggu atau libur. Atraksi terletak dekat rute perjalanan, di persimpangan jalan, dan hanya dikunjungi satu kali oleh masing - masing kelompok pengunjung. Aktivitas hampir pasif karena waktu hampir terbatas, sebab jadwal perjalanan tertentu.
  16. 16. Penyempurna pengemasan patut diperhatikan penataan lima jenis komponenDaerah Tujuan Wisata oleh Hadinoto (1996:36), berupa (1) gateway atau pintu masuk, pintu gerbang berupa bandar udara, pelabuhan laut, stasiun kereta api, dan terminal bis, (2) tourist centre atau pusat pengembangan pariwisata (PPP), yang dapat berupa suatu kawasan wisata ( resort) atau bagian kota yang ada, (3) attraction atau atraksi kelompok satu atau lebih, (4) tourist corridor atau pintumasuk wisata, yang menghubungkan gateway dengan tourist centre, dan dari tourist centre ke attraction, (5) hinterland atau tanah yang tidak digunakan untuk 4komponen tersebut. Wisatawan lazimnya datang lewat gateway, kemudian menuju ke PPP dimana ia menemukan akomodasi dan semua usaha jasa pelayanan pendukung wisata, seperti restoran, toko cinderamata, biro perjalanan wisata, persewaan kendaraan, dan lain -lain. Dari PPP ia mengadakan perjalanan wisata ke atraksi wisata, melewati korido rwisata. Sambil berjalan di koridor wisata, ia menikmati pemandangan indah dan kehidupan rakyat (desa, pengolahan tegal, dan sawah) yang disebut sebagai hinterland
  17. 17. Pengemasan fasilitas-fasilitas produk pariwisata yang baik tidak akan cukup menarik wisatawan bila tidak diberi roh. Pelayanan adalah roh yang akan meng - gerakkan aktivitas pariwisata sebab yang dibeli oleh wisatawan adalah pelayanan sejak dia berangkat, datang ke Daerah Tujuan Wisata dan kembali lagi ke tempat asal. Menurut Sugiarto (1999:36) pelayanan adalah tindakan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan orang lain(konsumen, pelanggan, tamu, klien,pasien, penumpang , dan lainnya) yang tingkat pemuasnya hanya dapat dirasakan orang yang sedang melayani maupun yang dilayani. Berkaitan dengan memberikan pelayan-an yang perlu diperhatikan adalah tingkat kepuasan wisatawan. Agar wisatawan ter -puaskan selama melakukan perjalanan wi -sata, maka jasa-jasa pariwisata harus dapat menunjukkan kualitas jasanya. Terdapat dua faktor utama yang mempengaruhi kualitas jasa, yaitu expected service dan perceived service. Apabila jasa yang diteri-ma atau dirasakan sesuai dengan yang diha -rapkan, maka kualitas jasa dipersepsikan baik dan memuaskan. Jika jasa yang diterima melampaui harapan pelanggan, maka kualitas jasa dipersepsikan sebagai kualitas yang ideal. wisatawan secara
  18. 18. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEGIATAN PENGELOLAAN DAN PENGEMASAN PRODUK Produk•5(lima)karakteristikprodukyangdibutuhkanuntukdipertimbangkanketikamencobamembuatprodukyangadasesuaidenganprinsipkeberlanjutan,Dimanatermasuk:–Rancanganfasilitas–Rancanganygberorintasikeberlanjutankedaalamoperasionalbisnis–Presentasidaripadaproduk–Elemenpelayanan–“Branding”ataurancangancitradaripadaprodukyangdikomunikasikandandipromosikankepadatargetpengunjung
  19. 19. Harga•Harga adalah elemen kunci dalam merancang produk dan sebagai alatpenting dalam mempengaruhi permintaan kunjungan•Harga terkait dengan penilaian apa yang diharapkan , karaketistiksegmen pasar yang akan diharapkan dan jumlah dan kapasitas yangditawarkan kepada pasar•Ketika memformulasikan strategi harga, para pelaku usaha padadasarnya mempertimbangkan berbagai ragam biaya produksi dankeuntungan yang diharapkan serta kondisi persaingan bisnis•Biaya terkait dengan lingkungan perlu dipertimbangkan dalammerancang harga produk wisata disamping pertimbangan sebagaibarang publik
  20. 20. Tempat/Distribusi/Akses Pasar•Keputusan pemasaran dari pada operator perjalanan berpengaruh kuatterhadap :–Segmen pasar yang dituju dalam kegiatan promosi dan distribusi–Rancangan produk dan kualitas dalam kaitannya dengan apa yangdiharapkan konsumen (wisatawan) dalam membeli produk wisata–Kapasitas produk wisata yang akan ditawarkan untuk dijual–Harga dimana produk wisata akan dijual–Citra dan penempatan destinasi (fokus kepada aspek lingkungan baiksecara langsung dan tidak langusng)
  21. 21. Keputusan pemasaran dari pada operator perjalanan berpengaruh kuatterhadap :–Aliran informasi kepada wisatawan tentang destinasi–Evaluasi tentang tanggapan konsumen terhadap destinasi–Pemahaman tentang wisatawan dan profilnya yang dapat dimanfaatkan sebagai data base analisis pasar kedepan dan kegiatan pemasaran–Sasaran pemasaran, target kunjungan , anggaran dan program Promosi•Pesan yang disamapikan melalui iklan dan promosi sangat kuat pengaruhnyatehadap ekpektasi pengunjung tentang apa yang akan mereka temukan di suatudestinasi dan dalam menarik kelompok wisatawan tertentu.•Organisasi perorangan (swasta) harus bekerjasama dengan pengelolapariwisata pemerintah setempat yang memiliki tanggung jawab terhadap upayapromosi secara akurat mengenai gambaran produk destinasi dalam pesanpromosi dan iklan, sehingga mampu meningkatkan pemahaman pengunjungpotensial berkenaan dengan perilaku yang diharapkan oleh pengelola pariwisatadestinasi
  22. 22. D. Perkembangan Volume Penumpang angkutan udara dan Pertarifan PERKEMBANGAN PENUMPANG ANGKUTAN UDARA DOMESTIK SEJAK TAHUN 1996 TH 1996 2000 Sejak 13,5jt Rata-rata Th 1999Penumpan kenaikan/T Izin Airline g h22% Th 2001 http://hubud.dephub.go.id/?id+izin+detail+1 Munculnya LCC Airline Th 2011 Th 2010 Th 2007 71,80jt 42,18jt 26,13jtPenumpan Penumpan Penumpan g g g NOW EVERYONE CAN FLY Sumber : http://hubud.dephub.go.id/?+statistik+detail+angudbulan TONY FERNANDEZ
  23. 23. PEMBERLAKUKAN TARIF PENERBANGAN BATAS ATAS DAN BAWAH OLEH PEMERINTAH SEJAK TAHUN 2005-2010 Dengan semakin berkembangnya perusahaan angkutan udara yang melakukan sistem penarifan normal dan low cost carrier maka untuk menciptakan industri penerbangan yang sehat dengan tingkat keselamatan tinggi, sejak tahun 2002 - 2005 pemerintah memberlakukan tarif acuan batas atas dan tarif referensi (batas bawah) untuk perusahaan penerbangan adalah sebesar Rp.338.386 per jam perpenumpang atau dengan biaya operasi rata-rata per kilometer sebesar Rp. 376 perpenumpang. Dan berdasarkan KM 26 Tahun 2010 Tentang : Mekanisme Formulasi Perhitungan Dan Penetapan Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri maka ada penyesuaian- penyesuaian kembali dari Kepmenhub No. 9 tahun 2002. Kepmenhub No 9 Tahun 2002 tentang Tarif Penumpang Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri Kelas Ekonomi. http://118.97.61.233/perundangan/images/stories/doc/permen/2010/km._no._26_tahun_2010.pdf PERBEDAAN PEMBERLAKUKAN TARIF PENERBANGAN SEBELUM DAN SESUDAH TAHUN 2001 SETELAH TAHUN 2001 SEBELUM TAHUN 2001 HARGA ANGKUTAN UDARA UNTUK SEMUA HARGA ANGKUTAN UDARA UNTUK SEMUA RUTE DITETAPKAN OLEH MASING-MASING RUTE DITETAPKAN OLEH PEMERINTAH AIRLINE DENGAN BERDASAR SISTEM BERARTI SEMUA AIRLINE HARGA SAMA BATAS ATAS DAN BAWAH
  24. 24. FLIGHT SCHEDULE DARI BANDUNGNO FLT NO ORIGIN DEST FTD FTA AVAILABILITY KET 1 8:30 11:40 2 12:15 15:20 KUL Setiap Hari 3 14:55 18:00 4 19:45 22:50 5 5:50 8:30 SIN Setiap Hari 6 QZ BDO 11:15 13:55 7 5:35 7:55 Setiap Hari MES 8 19:55 22:15 1, 3, 5 9 19:55 22:40 Setiap Hari DPS10 10:15 13:00 2, 3, 4, 5, 6, 711 PKU 7:50 9:35 Setiap Hari12 SJ BDO SUB 9:35 10:45 Setiap Hari13 JOG 14:25 15:35 WI BDO Setiap Hari14 SUB 14:25 17:1515 SUB 16:10 17:25 JT BDO 11:20 14:05 Setiap Hari DPS16 12:00 14:4517 Y6 BDO SIN 12:25 15:10 2, 4, 7 9:05 11:55 2, 3, 418 MI BDO SIN 16:40 19:30 1, 5, 6, 7
  25. 25. 19 DPS 6:05 9:5020 TKG 6:30 7:4021 BDO SRG 9:20 10:30 Setiap Hari22 SUB 6:05 7:1523 JOG 12:50 14:00 BDO SUB 6:05 7:1524 Setiap Hari Transit SUB SUB BWW 13:40 14:30 BDO DPS 6:05 9:5025 2, 5, 7 Transit DPS DPS BMU 13:15 14:35 BDO DPS 6:05 9:5026 Setiap Hari Transit DPS DPS KOE 11:25 15:55 MZ BDO DPS 6:05 9:5027 2, 5 Transit DPS DPS LBJ 11:15 13:00 BDO DPS 6:05 9:5028 Setiap Hari Transit DPS DPS LOP 13:35 14:20 BDO DPS 6:05 9:5029 2, 5 Transit DPS DPS MOF 11:25 14:30 BDO TKG 6:30 7:4030 Setiap Hari Transit TKG TKG PLM 8:10 9:10 BDO SRG 9:20 10:3031 1, 2, 4, 6 Transit SRG SRG SMQ 11:00 13:40 BDO DPS 6:05 9:5032 1, 3, 4, 6, 7 Transit DPS DPS TMC 12:10 13:4533 GA BDO SUB 14:35 15:55 Setiap Hari
  26. 26. Bandara Husein Sastranegara Bandung
  27. 27. Penerbangan Dari dan Ke Bandung (Domestik & Internasional)

×