Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
KEPUTUSAN INVESTASI      Pada prinsipnya semua keputusan yang diambil oleh manajer keuanganbaik yang menyangkut keputusan ...
cashflow adalah kebutuhan dana yang akan digunakan untuk modalkerja. Inicial cashflow biasanya dikeluarkan pada saat awal ...
untuk menghitung rata-rata EAT dengan cara menjumlahkan EATselama umur investasi dibagi dengan umur investasi. sedangkan u...
Contoh:À. PT DUTA merencanakan sebuah proyek investasi yang diperkirakan akan      menghabiskan dana sebesar Rp.750.000.00...
Cashflow th1             184.000                               566.000      Cashflow th2             205.000              ...
Dengan demikian :   rr     = 18 %                            NPVrr = 44.490.000   rt     = 24%   TPVrr = 794.490.000,-   T...
Tahun 2015          Rp.1000.000.000,-       Struktur biaya dari proyek ini adalah 40% merupakan biaya       variabel.    B...
Nilai buku AT lama                           xxx             Laba(Rugi) penjualan AT lama                 xxx             ...
Tambahan Cashflow     Untuk menilai kelayakan investasi penggantian , aliran kas yangdigunakan adalah aliran kas tambahan(...
PEMILIHAN INVESTASI DENGAN UMUR BERBEDADalam keputusan investasi penggantian, kadang-kadang umur ekonomis dariaktiva tetap...
Dari cashflow tersebut, selanjutnya dihitung besarnya NPV dan IRR untuk     proyek F selama enam tahun. Setelah dihitung d...
12
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Keputusan investasi

11,273 views

Published on

  • Be the first to comment

Keputusan investasi

  1. 1. KEPUTUSAN INVESTASI Pada prinsipnya semua keputusan yang diambil oleh manajer keuanganbaik yang menyangkut keputusan investasi, keputusan pembelanjaan dankebijakan dividen memiliki tujuan yang sama. Semua itu mensyaratkan suatuestimasi hasil yang diharapkan dan risiko atau kemungkinan tidakdiperolehnya hasil seperti yang diharapkan. Keputusan investasi mempunyai dimensi waktu jangka panjang,sehingga keputusan yang diambil harus dipertimbangkan dengan baik, karenamempunyai konsekwensi berjangka panjang pula. Perencanaan terhadapkeputusan investasi sangat penting karena beberapa hal sebagai berikut: a. Dana yang dikeluarkan untuk investasi jumlahnya besar, dan dana tersebut tidak bisa diperoleh kembali dalam jangka pendek atau diperoleh sekaligus. b. Dana yang dikeluarkan akan terikat dalam jangka panjang, sehingga perusahaan harus menunggu untuk memperoleh kembalinya dana yang sudah diinvestasikan. Dengan demikian akan mempengaruhi penyediaan dana untuk keperluan lain. c. Keputusan investasi menyangkaut harapan terhadap hasil keuntungan di masa yang akan dating. Kesalahan dalam mengadakan peramalan akan dapat mengakibatkan kerugian bagi perusahaan. d. Keputusan investasi berjangka panjang, sehingga kesalahan dalam pengambilan keputusan akan mempunyai akibat yang panjang dan berat, serta kesalahan dalam keputusan ini tidak dapat diperbaiki tanpa adanya kerugian yang besar. ALIRAN KAS (CAHFLOW) Keputusan investasi yang dilakukan oleh perusahaan mengharapkan akan bisa ditutup oleh penerimaan-penerimaan dimasa yang akan datang. Dimana penerimaan tersebut berasal dari proyeksi keuntungan yang diperoleh atas investasi yang bersangkutan. Keuntungan ini bisa dalam dua pengertian: 1)Laba Akuntansi yaitu laba yang terdapat dalam laporan keuangan yang disusun oleh bagian akuntansi yakni cukup dilihat dari laba pada laporan Rugi-Laba. 2)Laba Tunai yaitu laba berupa aliran kas atau cashflow. PENGGOLONGAN CASHFLOW Cashflow dikelompokkan dalam 3 macam aliran kas: 1)Inicial Cashflow adalah aliran kas yang berhubungan dengan pengeluaran-pengeluaran kas untuk keperluan investasi, seperti pengeluaran kas untuk pembelian tanah,pembangunan pabrik, pembelian mesin, pengeluaran kas lain dalam rangka mendapatkan aktiva tetap. Termasuk dalam inicial 1
  2. 2. cashflow adalah kebutuhan dana yang akan digunakan untuk modalkerja. Inicial cashflow biasanya dikeluarkan pada saat awal pendirianstatu proyek investasi.2)Operacional Cashflow merupakan aliran kas yang akan dipergunakan untuk menutupinvestasi. Operational cashflow biasanya diterima setiap tahun selamausia investasi, dan berupa aliran kas bersih. Operasional cashflowdiperoleh dapat dihitung dengan menambahkan laba akuntansi(EAT)dengan penyusustan.Permasalahan operasional cashflow ini muncul bila dalam keputusaninvestasi sumber dana yang dipergunakan berasal dari hutang, yangmengakibatkan laba setelah pajak berbeda, dan tentunya akanmengakibatkan cashflownya menjadi berbeda antara bila dibelanjaidengan modal sendiri dan dibelanjai dengan hutang. Sehingga suatuproyek akan kelihatan lebih baik dibiayai dengan modal sendiri sebabakan menghasilkan cashflow yang lebih besar. Padahal satu proyekhanya mempunyai kesimpulan yaitu layak apa tidak layak, tidak peduliapakah proyek itu dibiayai dengan modal sendiri atau modal asing.Oleh karena itu dalam menaksir operasiona cashflow tidak bolehmencampuradukkan keputusan pembiayaan dengan keputusan investasi.Sehingga untuk menaksir aliran kas operasi bila sebagian atauseluruhnya dibelanjai dengan modal asing adalah :Cashflow= Laba Setelah Pajak+Penyusutan+Bunga(1-pajak)3)Terminal cashflow merupakan aliran kas yang diterima sebagai akibat habisnya umurekonomis suatu proyek.( seperti niali residu dan modal kerja yangdigunakan)METODE PENILAIAN INVESTASIAda beberapa alat analisa dalam menilai keputusan investasi Yaitu:1. Metode Accounting Rate of Return2. Metode Payback Periode3. Metode Net Present Value4. Metode Internal Rate of Return5. Metode Profitability Index*Metode Accounting Rate of Return adalah metode penilaian investasiyang mengukur seberapa besar tingkat keuntungan dari investasi.Metode ini menggunakan dasar laba akuntansi, sehingga angka yangdigunakan adalah laba setelah pajak(EAT) yang dibandingkan denganrata-rata investasi. Rata-rata EAT ARR = Rata-rata Investasi 2
  3. 3. untuk menghitung rata-rata EAT dengan cara menjumlahkan EATselama umur investasi dibagi dengan umur investasi. sedangkan untukmenghitung rata-rata investasi hádala investasi dengan nilai residudibagi 2.**Metode Payback Periodehádala metode yang mengukur lamanya dana investasi yang ditanamkankembali seperti semula.(statu periode yang diperlukan untuk menutupkembali pengeluaran investasi dengan menggunakan aliran kas yangditerima) Investasi Payback Periode = x 1Th Cashflow***Metode Net Present ValueSalah satu metode untuk menilai investasi yang memperhatikan timevalue of money adalah net present value. NPV adalah selisih antaranilai sekarang dari cashflow dengan nilai sekarang dari investasi.Untuk menghitung NPV, pertama menghitung present value daripenerimaan atau cashflow dengan discount rate tertentu, kemudiandibandingkan dengan present value dari investasi. Jika selisih antara PVdari cashflow lebih besar berarti terdapat NPV positif, artinya proyekinvestasi adalah layak. dan sebaliknya.****Metode Internal Rate of ReturnJika pada NPV mencari nilai sekarang bersih dengan tingkat discountrate tertentu, maka metode IRR mencari discount rate yang dapatmenyamakan antara present value dari aliran kas dengan present valuedari investasi. atau IRR adalah tingkat discount rate yang dapatmenyamakan PV of cashflow dengan PV of investment. Sehingga untumencari besar IRR diperlukan data NPV yang mempunyai dua kutubpositif dan negative. dan selanjutnya dilakukan interpolasi. NPVrr IRR = rr + x (rt –rr) TPVrr - TPVrtDimana:rr = tingkat discount rate(r) lebih rendahrt = tingkat discount rate(r) lebih tinggiTPV = Total Present ValueNPV = Net Present Value***** Metode Profitability Indexmetode ini membandingkan antara present value dari penerimaandengan present value dari investasi. Jika PI lebih besar dari 1, makaproyek dikatakan layak untuk dijalankan. 3
  4. 4. Contoh:À. PT DUTA merencanakan sebuah proyek investasi yang diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar Rp.750.000.000,- Dana tersebut Rp.100.000.000,- merupakan modal kerja, dan sisanya modal tetap dengan nilai residu diperkirakan sebesar Rp.150.000.000,-dan mempunyai umur ekonomis 5 tahun. Proyeksi penjualan selama usia ekonomis diperkirakan sebagai berikut: Tahun 1 Rp.400.000.000,- Tahun 2 Rp.450.000.000,- Tahun 3 Rp.500.000.000,- Tahun 4 Rp.550.000.000,- Tahun 5 Rp.600.000.000,- Struktur biaya pada proyek ini adalah biaya variabel 40%, dan biaya tetap tunai selain penyusutan sebesar Rp.20.000.000,-pertahun. Pajak yang diperhitungkan 30% dan return yang diharapkan 18 %. Dari data tersebut apakah proyek investasi tersebut layak dijalankan! (Gunakan 5 metode penilaian)JAWAB:Perhitungan laba setelah pajak dan cashflow(000)KETERANGAN Tahun1 Tahun2 Tahun3 Tahun4 Tahun5Penjualan 400.000 450.000 500.000 550.000 600.000Biaya Variabel 160.000 180.000 200.000 220.000 240.000Bia Tetap Tunai 20.000 20.000 20.000 20.000 20.000Penyusutan 100.000 100.000 100.000 100.000 100.000Total Biaya 280.000 300.000 320.000 340.000 360.000Laba Sbl Pajak 120.000 150.000 180.000 210.000 240.000Pajak 30% 36.000 45.000 54.000 63.000 72.000Laba Setelah Pajak 84.000 105.000 126.000 147.000 168.000Penyusutan 100.000 100.000 100.000 100.000 100.000Nilai Residu - - - - 150.000Modal Kerja - - - - 100.000Cashflow 184.000 205.000 226.000 247.000 518.000Analisa Kelayakan: 1. Accounting Rate of Return 84.000 + 105.000 + 126.000 + 147.000 +168.000/5 ARR = X 100% 750.000+150.000 2 = 28 % Karena tingkat keuntungan yang diharapkan sebesar 18% ,maka menurutmetode ini investasi layak untuk dijalankan. 2. Payback Period Investasi 750.000 4
  5. 5. Cashflow th1 184.000 566.000 Cashflow th2 205.000 361.000 Cashflow th3 226.000 135.000 Cashflow th 4 247.000 135.000 Payback Periode = 3 tahun + x 1Th 247.000 = 3,55 tahun Jika target kembalinya investasi 4 tahun, maka investasi ini layak ,karenaPBP lebih kecil disbanding dengan target kembalinya investasi. 3. Net Present Value Tabel Perhitungan Net Present Value r = 18% Tahun Cashflow Discount Factor Present Value R =18% Of Cashflow 1 184.000.000 0,847 155.848.000 2 205.000.000 0,718 147.190.000 3 226.000.000 0,609 137.634.000 4 247.000.000 0,516 127.452.000 5 518.000.000 0,437 226.366.000 Total Present Value of Cashflow 794.490.000 Present Value of Investment 750.000.000 44.490.000 Dengan menggunakan tingkat keuntungan yang diharapkan sebesar 18%, ternyata diperoleh NPV sebesar Rp.44.490.000,- Artinya dengan NPV positif maka proyek investasi ini layak untuk dilaksanakan. 4. Internal Rate of Return Tabel Perhitungan Net Present Value r = 24% Tahun Cashflow Discount Factor Present Value R =24% Of Cashflow 1 184.000.000 0,806 148.304.000 2 205.000.000 0,650 133.250.000 3 226.000.000 0,524 118.424.000 4 247.000.000 0,423 104.481.000 5 518.000.000 0,341 176.638.000 Total Present Value of Cashflow 681.097.000 Present Value of Investment 750.000.000 -68.903.000 5
  6. 6. Dengan demikian : rr = 18 % NPVrr = 44.490.000 rt = 24% TPVrr = 794.490.000,- TPVrt = 681.097.000,- NPVrr IRR = rr + x (rt –rr) TPVrr - TPVrt 44.490.000 IRR = 18% + x (24% -18%) 794.490.000 – 681.097.000 IRR = 20,35% Karena IRR yang diperoleh lebih besar dari tingkat keuntungan yang disyaratkan maka proyek tersebut layak untuk dijalankan.5. Profitability Index PV of Cashflow Profitability Index = Investasi 794.490.000 PI = 750.000.000 = 1,06 Karena PI lebih besar dari 1 maka proyek dikatakan layak. Soal : 1. PT Swadaya awal tahu 2010 mempertimbangkan sebuah proyek yang membutuhkan dana sebesar Rp.1.300.000.000,-.Dana tersebut, sebesar Rp.200.000.000,- diperuntukkan sebagai modal kerja, sedang sisanya sebagai modal tetap. Umur ekonomis proyek tersebut diperkirakan 6 tahun dengan nilai residu Rp.150.000.000,- Proyeksi Penjualan untuk tahun-tahun kedepan adalah sebagai berikut : Tahun 2010 Rp.400.000.000,- Tahun 2011 Rp.600.000.000,- Tahun 2012 Rp. 750.000.000,- Tahun 2013 Rp.850.000.000,- Tahun 2014 Rp.900.000.000,- 6
  7. 7. Tahun 2015 Rp.1000.000.000,- Struktur biaya dari proyek ini adalah 40% merupakan biaya variabel. Biaya tetap tunai selain penyusutan sebesar Rp.50.000.000,- per tahun. Pajak 30% dan keuntungan yang disyaratkan sebesar 17 %. Menurut saudara apakah proyek ini layak? INVESTASI PENGGANTIAN Karena kemajuan teknologi, kadang peralatan dan mesin yang digunakan oleh perusahaan menjadi ketinggalan jaman (out of date) padahal umur ekonomisnya masih cukup panjang. Aktiva tetap baru tersebut bisa lebih efisien, sehingga dapat menghemat biaya- biaya yang dikeluarkan, seperti penghematan biaya tenaga kerja, penghematan bahan baku dan sebagainya. Investasi penggantian adalah mengganti aktiva tetap lama yang masih mempunyai umur ekonomis dengan aktiva tetap baru yang lebih menguntungkan. Karena AT lama masih mempunyai umur ekonomis, artinya At lama tersebut mempunyai nilai buku, yaitu selisih harga perolehan aktiva dikurangi dengan akumulasi penyusutannya. AT lama juga mempunyai harga jual, sehingga bila diganti dengan AT baru perlu dihitung laba atau rugi atas penjualan aktiva tetap lama tersebut. Laba didapat jika harga jual aktiva tetap lama lebih tinggi dibanding dengan nilai bukunya.dan sebaliknya, jika harga jual lebih rendah dibanding nilai bukunya berarti mengalami kerugian. Untuk menilai penggantian aktiva tetap layak atau tidak layak, perlu menghitung: (1) Investasi bersih, (2) tambahan cashflow. Investasi Bersih Pada penilaian investasi penggantian, yang dianalisis adalah besarnya tambahan keuntungan dan tambahan investasi. Tambahan investasi atau sering disebut investasi bersih ini didapatkan dari harga beli aktiva baru dengan penerimaan bersih atas penjualan mesin lama. Dengan demikian perhitungan investasi bersih sebagai berikut:a. Perhitungan penjualan aktiva tetap lama Harga beli aktiva tetap lama xxx Akumulasi penyusutan xxx Nilai Buku xxx Harga jual aktiva tetap lama xxx Laba(Rugi) penjualan AT lama xxx Pajak xxx Laba bersih penjualan AT lama xxxb. Perhitungan penerimaan bersih dan investasi bersih 7
  8. 8. Nilai buku AT lama xxx Laba(Rugi) penjualan AT lama xxx Penerimaan bersih xxx Harga Beli AT baru xxx Investasi Bersih xxxinvestasi bersih ini nantinya yang akan menjadi initial cashflow yang harusditutup dengan aliran kas yang diterima dari penggantian.Contoh:PT Abadi merencanakan akan mengganti mesin yang dibeli 3 tahun laluseharga Rp.500.000.000,- umur ekonomis 7 tahun dan nilai residuRp.80.000.000,- dengan mesin baru yang diperkirakan lebih efisien sehargaRp.700.000.000,- dengan umur ekonomis 4 tahun dan nilai residu sebesarRp.200.000.000,- Mesin lama diperkirakan akan laku dijual dengan hargaRp.350.000.000,- Atas penggantian mesin tersebut diharapkan akan bisamenghemat biaya tunai dari penurunan bahan baku dan biaya TK sebesarRp.115.000.000,- Pajak 30% dan return yang diharapkan sebesar 18%Dari contoh soal tersebut kita bisa menghitung besarnya investasi bersihsebagai berikut: 500juta - 80 jutaPenyusutan Mesin Lama per tahun = = Rp.60 juta 7 700juta - 200 jutaPenyusutan Mesin Baru per tahun = = Rp.125 juta 4 a. Perhitungan penjualan aktiva tetap lama Harga beli aktiva tetap lama 500.000.000 Akumulasi penyusutan 3xRp60.000.000 180.000.000 Nilai Buku 320.000.000 Harga jual aktiva tetap lama 350.000.000 Laba(Rugi) penjualan AT lama 30.000.000 Pajak 9.000.000 Laba bersih penjualan AT lama 21.000.000 b. Perhitungan penerimaan bersih dan investasi bersih Nilai buku AT lama 320.000.000 Laba bersih penjualan AT lama 21.000.000 Penerimaan bersih 341.000.000 Harga Beli AT baru 700.000.000 Investasi Bersih 359.000.000Investasi bersih ini (359.000.000) yang nantinya akan ditutup denganpenerimaan – penerimaan dari proyek penggantian ini.(atau sebagai initialcashflow) 8
  9. 9. Tambahan Cashflow Untuk menilai kelayakan investasi penggantian , aliran kas yangdigunakan adalah aliran kas tambahan(incremental cashflow) yang disebabkanpenggantian aktiva tetap tersebut. Tambahan aliran kas ini bisa disebabkankarena adanya penghematan biaya tunai seperti turunya biaya bahan baku danbiaya tenaga kerja, dan juga karena peningkatan penjualan yang disebabkanaktiva tetap baru. Penghematan-penghematan ini akan menjadi tambahanpenghasilan, sehinngga perlu dikurangi dengan kenaikan biaya, sepertikenaikan penyusutan (penyusutan mesin baru – penyusutan mesin lama).Dengan demikian dari contoh diatas dapat dihitung tambahan cashflowsebagai berikut:Penghematan tunai Rp.115.000.000,-Tambahan Ph:Ph Mesin Baru = Rp.125.000.000Ph Mesin Lama = Rp. 60.000.000 Rp. 65.000.000,-Tambahan EBIT Rp. 50.000.000,-Pajak 30 % Rp. 15.000.000,-Tambahan EAT Rp. 35.000.000,-Tambahan Penyusutan Rp. 65.000.000,-Tambahan Cashflow Rp.100.000.000,-Dengan demikian penggantian tersebut menghasilkan tambahan cashflowsebesar Rp.100.000.000,-Untuk menilai kelayakannya, misal dengan menggunakan metode NPV makadapat dihitung NPV nya sebagai berikut:PV dari tambahan cashflow tahun 1-4 = Rp 100.000.000 x 2,690 = Rp269.000.000,-PV dari nilai residu tahun 4 = Rp 200.000.000 x 0,516 = Rp103.200.000,- Total PV of Cashflow Rp 372.200.000,- Investasi Rp 359.000.000,- Net Present Value Rp 13.200.000,-Dari perhitungan tersebut ternyata menghasilkan NPV positif sebesar Rp13.200.000,- sehingga dapat disimpulkan bahwa investasi penggantiantersebut adalah layak.Soal: 2PT Argolawu sedang mempertimbangkan untuk mengganti mesinnya yangdibeli dua tahun lalu dengan harga Rp 360.000.000,- umur ekonomis 6 tahun,dan nilai residu Rp 60.000.000,- dengan mesin baru yang lebih efisien yangmempunyai harga Rp 500.000.000,- umur ekonomis 4 tahun dan nilai residuRp 150.000.000,- Mesin lama laku dijual dengan harga Rp 250.000.000,-Atas penggantian tersebut didapatkan penghematan tunai dari efisiensi bahanbaku dan biaya tenaga kerja sebesar Rp 75 juta per tahun. Pajak 30 % danreturn yang diharapkan sebesar 17 %, apakah proyek penggantian ini layak? 9
  10. 10. PEMILIHAN INVESTASI DENGAN UMUR BERBEDADalam keputusan investasi penggantian, kadang-kadang umur ekonomis dariaktiva tetap yang akan diganti dengan aktiva tetap pengganti berbeda. Sebagaicontoh perusahaan akan mengadakan pembaharuan dalam pergudangan. Adadua alternative alat pemindah barang yaitu system conveyor(proyek C) dantruk forklift (proyek F). Proyek C mempunyai umur 6 tahun dan proyek Fmempunyai umur 3 tahun. Investasi dan cashflow masing-masing proyekadalah sebagai berikut:Tahun Proyek C Proyek F 0 -100.000.000,- -50.000.000,- 1 25.000.000,- 25.000.000,- 2 35.000.000,- 27.500.000,- 3 37.500.000,- 35.000.000,- 4 35.000.000,- 5 27.000.000,- 6 35.000.000,-NPV r= 15% 21.676.207 15.546.149IRR 22,72% 32,55%Dari contoh diatas dapat dilihat dari analisis NPV proyek yang lebih baikadalah proyek C, karena menghasilkan NPV positif lebih besar disbandingproyek F. Tetapi jika dilihat dari analisis IRR ternyata proyek yang lebih baikadalah proyek F, karena IRRnya lebih tinggi disbanding dengan proyek C.Untuk itu penyelesaiannya dapat menggunakan : 1) Replacement Chain Approach 2) Equivalen Annual Annuity Approach1. Replacement Chain Approach yaitu merupakan metode yang menjadikan kedua mesin yang umurnya berbeda dibuat menjadi sama dengan mengasumsikan membeli mesin tersebut beberapa kali, sehingga menghasilkan umur yang sama. Misal: Mesin A umur ekonomis 2 tahun dan mesin B umur ekonomis 3 tahaun. Maka untuk menyamakan umur mesin A dianggap membeli tiga kali sehingga umurnya 6 tahun, sedang mesin B dianggap membeli 2 kali sehingga umurnya sama. Selanjutnya kedua mesin tersebut dianalisis dengan NPV dan IRR, proyek yang memberikan NPV dan IRR lebih besar yang dianggap lebih baik. Dari contoh kasus proyek C dan F di atas, karena umur proyek F 3 tahun sementara proyek C mempunyai umur 6 tahun, maka proyek F dianggap melakukan 2 kali investasi. Sehingga proyek F akan tampak sbb: 0 1 2 3 4 5 6 -50000 25000 27500 35000 25000 27500 35000 -50000 -15000 10
  11. 11. Dari cashflow tersebut, selanjutnya dihitung besarnya NPV dan IRR untuk proyek F selama enam tahun. Setelah dihitung discount rate 15% ternyata menghasilkan NPV sebesar Rp.25.757,5 dengan IRR sebesar 32,88%. Dengan demikian baik dengan NPV maupun dengan IRR lebih besar proyek F, oleh karena itu dusulkan yang dipilih adalah proyek F.2. Equivalen Annual Annuity Approach Dalam pendekatan ini, masing-masing proyek perlu dicari NPVnya, yang kemudian yang kemudian dibuat rata-rata tahunan dengan membaginya dengan discount factor anuitetnya selama umur ekonomis masing-masing proyek. Dengan demikian langkah yang perlu diambil adalah: 1. Menghitung NPV masing-masing proyek dengan tingkat diskonto tertentu. Misal proyek C dan F di atas, dengan tingkat diskonto 15% diperoleh NPV proyek C = Rp 21.676.207 dan proyek F NPVnya = Rp15.545.149 2. Menghitung discount factor anuity masing-masing proyek dengan discount rate sama dengan untuk mencari NPV yakni 15%. Oleh karena itu discount factor 15% untuk 3 tahun = 2,283 dan 6 tahun = 3,784. 3. Selanjutnya menghitung Equivalen Annual Annuity (EAA) masing-masing proyek dengan jalan membagi NPV proyek dengan discount factor annuitynya. EAA proyek C = Rp 21.676.207 : 3,784 = Rp5.728.385,- EAA proyek F = Rp 15.546.149 : 2,283 = Rp6.809.527,- Dengan demikian EAA proyek F lebih besar, sehingga dengan metodeini , proyek F sebaiknya yang dipilih sebab menghasilkan EAA lebih besardisbanding dengan proyek C. 11
  12. 12. 12

×