Pelayanan Kesehatan
Pelayanan Kesehatan’Set iap upaya yang diselenggar akan sendir i  at au secar a ber sama-sama dalam suat u  or ganisasi   ...
Jenis pelayanan K   esehatan secara garis                     besar                terbagi dua ;1. Pelayanan Kedokteran   ...
Perbedaan Pelayanan Kedokteran dengan       Pelayanan Kesehatan masyarakatNo.           Pelayanan Kedokteran              ...
Syarat Pokok Pelayanan Kesehatan1.      Tersedia dan berkesinambungan2.       Dapat diterima dan wajar3.       Mudah dicap...
Stratif ikasi Pelayanan Kesehatan1. Pelayanankesehat an t ingkat per t ama     Pelayanan t ingkat per t ama adalah pelayan...
Jenis- jenis Pelayanan KedokteranDari segi Jumlah Tenaga Pengelola :1. Diselenggarakan satu orang2. Diselenggarakan oleh k...
Dari Segi Cara Pelayanan1.   Pelayanan rawat jalan2. Pelayanan rawat jalan dan rawat inap
Dari Segi Macam Pelayanan1.   Satu macam pelayanan kedokteran saja2.   Labih dari satu macam pelayananDari segi Penggunaan...
Dari Segi Tingkat pendidikan1.   Dilaksanakan oleh tenaga yang tidak     mendapatkan pendidikan kedokteran modern2.   Dila...
Dari segi perannya dalam penyembuhan penderita1.   Berhubungan langsung dengan penyembuhan     penderita2.   Tidak     Ber...
Pelayanan Kedokteran di Indonesia      :    Dasar hukum :   UU No. 23 tahun 1992 tentang kesehatan   Sistem Kesehatan Na...
Pelayanan rawat jalan    Adalah pelayanan kedokteran yang disediakan untuk     pasien tidak dalam bentuk rawat inap    B...
2. Pelayanan RJ oleh KlinikMandiri1.   Klinik mandiri sederhana2.   Klinik mandiri institusi
Pelayanan gawat Darurat    Adalah pelayanan kedokteran yang dibutuhkan segera     oleh pasien untuk menyelamatkan kehidup...
Rumah sakit    ‘’Suatu organisasi yang melalui tenaga medis profesional    yang terorganisir serta sarana kedokteran yang ...
   Permenkes No. 1045/Menkes/Per/XI/2006 tentang    Pedoman Organisasi Rumah Sakit di Lingkungan    Depkes    ‘’ Rumah Sa...
Fungsi Sosial Rumah Sakit   RS Pemer int ah menyediakan f asilit as    unt uk mer awat pender it a yang kur ang    mampu ...
Fungsi Pelayanan  Ada 4 f ungsi dar i r umah        sakit   dalam  member ikan pelayanan, yait u :1. Pelayanan pasien,2.Pe...
Jenis Rumah Sakit1. Dar i Pengelolaannya / kepemilikannya r umah   sakit dapat dikelompokkan sebagai ber ikut :a.   Rumah ...
2.    RS    dar i  sif at  pelayanannya,          dapat     dikelompokkan sebagai ber ikut : a.    Rumah Sakit Umumb.   Ru...
3. RS dar i Kalsif ikasinya, menur ut Per menkes   983/ MENKES/ SK/ XI / 1988, meliput i :a. Kelas A,   Mempunyai f asilit...
   Permenkes No. 1045/Menkes/Per/XI/2006, RS    Umum terdiri dari       RSU kelas A       RSU Kelas B Pendidikan      ...
   Dat a klasif ikasi RS sampai t ahun    2004 adalah sebagai ber ikut :1.  6 RSU Kelas A dengan 5.102 T.T2.  75 RSU Kela...
Jumlah Rumah S Menurut J Pengelolaan                                       akit      enis                                 ...
Pelayanan rumah sakit dikelompokan     kedalam beberapa pelayanan, yaitu1.    Pelayanan dasar meliput i r awat j alan     ...
Ciri-ciri Penting Rumah Sakit     (Huffman, 15:1999)1.     Fungsi utama RS adalah untuk menyediakan diagnosis       dan pe...
5. Ter dapat st af medis t er or ganisir6. Set iap pasien dilayani at as per int ah daan    dibawah pengawasan7. Layanan K...
11. Layanan X r ay diagnosa dengan f asilit as dan    st af yang mampu melaksanakan ber bagai    pr osedur ,12. Layanan la...
Ada beberapa f aktor penting yang secara  dominan mempengaruhi pengembangan danpeningkatan rumah sakit di Indonesia, yaitu...
PEMERINTAHAN                                          BADAN MANDIRI  PENGELOLAAN                                          ...
Organisasi Rumah Sakit    Ada Tiga kelompok organisasi :1.   Para penentu kebijakan /Dewan Perwalian2.   Para pelaksana n...
Staff di RS1. Staf Medis, (Medis dan Paramedis)2. Staf non medis   a. Administrator   b. Teknisi   c. Penunjang   d. Dll
Susunan Organisasi RSU              di Indonesia di lingkungan Depkes diatur            SK Menkes no. 1054/Menkes/Per/XI/2...
RS UMUM                        JABATAN STRUKTURAL  1. Kelas A Pendidikan                             Dirut membawahi 4 Di...
RS UMUM                  JABATAN STRUKTURAL                      Direktur membawahi 2 Wadir (Max)  3. Kelas B Non     Pen...
RS KHUSUS                          JABATAN STRUKTURAL                               Dirut membawahi 4 Direktorat (Max)  1...
RS UMUM                   JABATAN STRUKTURAL  1                           Direktur Utama   Eselon II.a                   ...
RS UMUM                   JABATAN STRUKTURAL                      Direktur            Eselon II.b  3. Kelas B Non     Pen...
RS KHUSUS              JABATAN STRUKTURAL1. Kelas A         Direktur Utama   Eselon II.a                   Direktur     ...
STRUKTUR ORGANISASI                                              RUMAH SAKIT KHUSUS KELAS A                               ...
STRUKTUR ORGANISASI                            RUMAH SAKIT KHUSUS KELAS B                                                 ...
STRUKTUR ORGANISASI                                   RUMAH SAKIT KHUSUS KELAS C                                          ...
LAMPIRAN PERATURAN MENTERI                                                                                                ...
LAMPIRAN PERATURAN MENTERI KESEHATAN                                                                                      ...
LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN                                                                                      ...
STRUKTUR ORGANISASI                                                       PERJAN RUMAH SAKIT Dr. HASAN SADIKIN BANDUNG    ...
   Jenis-jenis instalasi pada RS kelas A ;    a. Instalasi rawat jalan,    b. rawat inap,    c. rawat intensif    d. Rawa...
SMF (Satuan Medis Fungsional )   Terdiri dari Dokter umum, dokter gigi, dokter    spesialis dan subspesialis   Mempunyai...
     Untuk RS kelas      A minimal 15      SMF, yaitu ;1.    Bedah,2.    Kesehatan Anak,3.    Kebidanan dan      Penyakit...
Pusat Kesehatan Masyarakat(Puskesmas)   Adalah unit pelaksana fungsional yang berfungsi   sebagai sebagai pusat pembanguna...
   Puskesmas mulai dikembangkan didirikan pada    tahun 1971   Puskesmas didirikan di tiap kecamatan dan untuk    jumlah...
Kedudukan Puskesmas   Peraturan Mendagri No. 5 tahun 74 :       Puskesmas secara administratif berada    di    bawah adm...
Program Puskesmas   Program puskesmas berkembang terus   Mulai dari basic seven WHO   Menjadi 12 basic dan berkembang j...
Program Pokok1.    Kesehatan ibu dan anak2.    Keluarga Berencana3.    Pemberantasan Penyakit Menular4.    Peningkatan giz...
Program      Kegiatan Utama                    Kegiatan IntegrasipokokKIA/KB       -Pertolongan Persalinan           - Imu...
Program      Kegiatan Utama                        Kegiatan IntegrasipokokKesehatan    -Pengawasan tempat-tempat umum     ...
Program   Kegiatan Utama                       Kegiatan IntegrasipokokUKS       -Pelayanan Kesehatan yg  dilakukan   Pemer...
Komponen Sistem Manajemen Puskesmas              Kegiatan               Pokok                                          Tuj...
SP2TP   Harus dianalisis dan dimanfaatkan secara    optimal oleh staf Puskesmas untuk    merencanakan program puskesmas, ...
Pelaporan    JENIS         FORM               ISI DATALaporan Bulanan   LB1    Data Kesakitan                  LB2    Data...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Pelayanan Kesehatan (Tiwii L. Hardiant)

1,839 views

Published on

Medical Services

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,839
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
76
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pelayanan Kesehatan (Tiwii L. Hardiant)

  1. 1. Pelayanan Kesehatan
  2. 2. Pelayanan Kesehatan’Set iap upaya yang diselenggar akan sendir i at au secar a ber sama-sama dalam suat u or ganisasi unt uk memelihar a dan meningkat kan kesehat an mencegah dan menyembuhkan penyakit ser t a memulihkan kesehat an per seor angan, keluar ga kelompok at aupun masyar akat ’’. (Levey dan Loomba, Azwar , 1996)
  3. 3. Jenis pelayanan K esehatan secara garis besar terbagi dua ;1. Pelayanan Kedokteran Dit andai dengan car a pengor ganisasian dapat ber sif at (solo pr act ice) at au secar a ber sama-sama dalam sat u or ganisasi, t uj uan ut amanya unt uk menyembuhkan penyakit dan memulihkan kesehat an, ser t a sasar annya t er ut ama unt uk per or angan dan keluar ga 2. Pelayanan K esehatan Masyarakat Dit andai dengan car a pengor ganisasian yang umumnya secar a ber sama-sama dalam sat u or ganisasi, t uj uan ut amanya unt uk memelihar a dan meningkat kankesehat an ser t a mencegah penyakit , ser t a sasar annya t er ut ama unt uk kelompok dan masyar akat
  4. 4. Perbedaan Pelayanan Kedokteran dengan Pelayanan Kesehatan masyarakatNo. Pelayanan Kedokteran Pelayanana Kesehatan Masyarakat1 Tenaga pelaksana utamanya adalah Tenaga pelaksananya ter utama ahli Dokter kesehatan masyar akat2 Perhatian utamanya pada penyembuhan Per hatian ut amanya pada penyembuhan penyakit pencegahan3 Sasaran utamnya adalah per seorangan Sasar an utamnya adalah masyar akat atau keluarga secar keselur a uhan4 Kurang memper hatikan efisiensi Elalu ber upaya mencar car yang ef i a isien5 Tidak boleh menar per ik hatian kar ena Dapat menar ik per hatian masyar akat bertentangan dengan etika misalnya dengan penyuluhan kesehatan6 Menj alankan fungsi perseorangan Menj alankan fungsi dengan mengor ganisir masyar akat dan mendapat dukungan undang- undang7 Penghasilan diperoleh dar imbal j i asa Penghasilan ber upa gaj dar pemer i i intah8 Ber tanggung j awab hanya kepada Ber tanggung jawabkepadaselur uh pender ita masyar akat9 Tidak dapat memonopoli upaya Dapat memonopoli upaya kesehatan kesehatan dan bahkan mendapat saingan10 Masalah adaministr amat seder asi hana Menghadapi berbagai persoalan kepemimpinan
  5. 5. Syarat Pokok Pelayanan Kesehatan1.      Tersedia dan berkesinambungan2.       Dapat diterima dan wajar3.       Mudah dicapai4.       Mudah dijangkau5.       Bermutu
  6. 6. Stratif ikasi Pelayanan Kesehatan1. Pelayanankesehat an t ingkat per t ama Pelayanan t ingkat per t ama adalah pelayanan kesehat an yang ber sif at pokok,yang sangat dibut uhkan oleh sebagian besar masyar akat ser t a mempunyai nilai st r at egis unt uk meningkat kan der aj at kesehat an masyar akat .Pada umumnya pelayanan t ingkat per t ama ini ber sif at pelayanan r awat j alan. 2. Pelayanan Kesehat an t ingkat kedua Pelayanan kesehat an t ingkat kedua adalah pelayanan kesehat an yang lebih lanj ut , t elah ber sif at r awat inap dan unt uk menyelenggar akannya t elah dibut uhkan t er sedianya t enaga- t enaga spesialis. 3. Pelayanan kesehat an t ingkat ket iga Pelayanan t ingkat ket iga adalah pelayanan kesehat an yang ber sif at lebih kompleks dan umumnya diselenggar akan oleh t enaga-t enaga subspesialis
  7. 7. Jenis- jenis Pelayanan KedokteranDari segi Jumlah Tenaga Pengelola :1. Diselenggarakan satu orang2. Diselenggarakan oleh kelompok a. Satu pelayanan b. > satu pelayanan
  8. 8. Dari Segi Cara Pelayanan1. Pelayanan rawat jalan2. Pelayanan rawat jalan dan rawat inap
  9. 9. Dari Segi Macam Pelayanan1. Satu macam pelayanan kedokteran saja2. Labih dari satu macam pelayananDari segi Penggunaan Teknologi :1. Pelayanan Kedokteran tradisional2. Pelayanan Kedokteran modern
  10. 10. Dari Segi Tingkat pendidikan1. Dilaksanakan oleh tenaga yang tidak mendapatkan pendidikan kedokteran modern2. Dilaksanakan oleh tenaga para medik3. Dilaksanakan oleh tenaga dokter umum4. Dilaksanakan oleh tenaga doter spesialis dan sub spesialis
  11. 11. Dari segi perannya dalam penyembuhan penderita1. Berhubungan langsung dengan penyembuhan penderita2. Tidak Berhubungan langsung dengan penyembuhan penderita
  12. 12. Pelayanan Kedokteran di Indonesia : Dasar hukum : UU No. 23 tahun 1992 tentang kesehatan Sistem Kesehatan NasionalTerbagi dua :1. Diselenggarakan oleh pemerintah Puskesmas (tingkat satu), Rumah sakit2. Diselenggarakan oleh swasta Praktek kebidanan, praktek dokter, BP, Poliklinik
  13. 13. Pelayanan rawat jalan Adalah pelayanan kedokteran yang disediakan untuk pasien tidak dalam bentuk rawat inap Bentuk pelayanan rawat jalan (RJ) :1. Pelayanan RJ oleh klinik RS a. Pelayanan gawat darurat b. Pelayanan rawatjalan paripurna c. Pelayanan rujukan d. Pelayanan bedah jalan
  14. 14. 2. Pelayanan RJ oleh KlinikMandiri1. Klinik mandiri sederhana2. Klinik mandiri institusi
  15. 15. Pelayanan gawat Darurat Adalah pelayanan kedokteran yang dibutuhkan segera oleh pasien untuk menyelamatkan kehidupannya Kegiatan UGD1. Menyelenggarakan pelayanan gawat darurat2. Menyelenggarakan pelayanan penyaringan untuk kasus-kasus yang yang membutuhkan pelayanan rawat inap intensif, ICU, ICCU3. Menyelanggarakan pelayanan informasi medis darurat
  16. 16. Rumah sakit ‘’Suatu organisasi yang melalui tenaga medis profesional yang terorganisir serta sarana kedokteran yang permanen menyelenggarakan pelayanan kedokteran, asuhan keperawatan yang berkesinambungan, diagnosis serta pengobatan penyakit yang diderita oleh pasien’’ (AHA, Azwar, 1996) 
  17. 17.  Permenkes No. 1045/Menkes/Per/XI/2006 tentang Pedoman Organisasi Rumah Sakit di Lingkungan Depkes ‘’ Rumah Sakit adalah suatu fasilitas pelayanan kesehatan perorangan yang menyediakan rawat inap dan rawat jalan yang memberikan pelayanan kesehatan jangka pendek dan jangka panjang yang terdiri dari observasi, diagnostik, terapeutik dan rehabilitatif untuk orang-orang yang menderita sakit, cidera dan melahirkan Sarana upaya kesehatan yang menyelenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan serta dapat dimanfaatkan untuk tenaga kesehatan dan penelitian ‘
  18. 18. Fungsi Sosial Rumah Sakit RS Pemer int ah menyediakan f asilit as unt uk mer awat pender it a yang kur ang mampu at au t idak mampu sekur ang- kur angnya 75 per sen dar i kapasit as t empat t idur yang t er sedia RS Swast a sekur ang-kur angnya 25 per sen dar i kapasit as t empat t idur yang t er sedia.
  19. 19. Fungsi Pelayanan Ada 4 f ungsi dar i r umah sakit dalam member ikan pelayanan, yait u :1. Pelayanan pasien,2.Pelayanan komunit as ber upa suat u ker j asama dengan pihak-pihak lain diluar r umah sakit yang biasanya ber upa upaya-upaya pr event if , pr omot if dan r ehabilit at if ,3.Pendidikan t er ut ama bagi r umah r umah sakit besar yang ber f ungsi sebagai t empat pendidikan, penelit ian dan4.Pelayanan inf or masi.
  20. 20. Jenis Rumah Sakit1. Dar i Pengelolaannya / kepemilikannya r umah sakit dapat dikelompokkan sebagai ber ikut :a.   Rumah Sakit Dep Kes RIb.   Rumah Sakit Pemer int ah Pr opinsic.   Rumah Sakit Pemer int ah Kabupat en/ Kot ad.   Rumah Sakit TNI / POLRIe.   Rumah Sakit Dep.Lain/ BUMNf.   Rumah Sakit Swast a
  21. 21. 2. RS dar i sif at pelayanannya, dapat dikelompokkan sebagai ber ikut : a.    Rumah Sakit Umumb.   Rumah Sakit Jiwac. Rumah Sakit Khusus, yang meliputi : 1)   Rumah Sakit Kusta 2)   Rumah Sakit Tuberkulosa Paru 3)   Rumah Sakit Mata 4)   Rumah Sakit Orthopedi 5)   Rumah Sakit Bersalin 6)   Rumah Sakit Gigi & Mulut 7)   Rumah Sakit Khusus Spesialis lainnya
  22. 22. 3. RS dar i Kalsif ikasinya, menur ut Per menkes 983/ MENKES/ SK/ XI / 1988, meliput i :a. Kelas A, Mempunyai f asilit as dan kemampuan pelayanan medis spesialis luas dan sub spesialist ikb. Kelas B Mempunyai f asilit as dan kemampuan pelayanan medis sekur ang-kur angnya 14 spesialist ik dan dan sub spesialist ik t er bat asc.  Kelas C Mempunyai f asilit as dan kemampuan pelayanan medis unt uk spesialis dasar (Bidan, Anak, Dalam dan bedah) dan 3 penunj angd. Kelas D Mempunyai f asilit as dan kemampuan pelayanan medis unt uk spesialis dasar
  23. 23.  Permenkes No. 1045/Menkes/Per/XI/2006, RS Umum terdiri dari  RSU kelas A  RSU Kelas B Pendidikan  RSU Kelas B Non - Pendidikan  RSU Kelas C  RSU Kelas D Dan untuk RS khusus diklasifikasikan sebagai berikut :  Kelas A  Kelas B  Kelas C
  24. 24.  Dat a klasif ikasi RS sampai t ahun 2004 adalah sebagai ber ikut :1.  6 RSU Kelas A dengan 5.102 T.T2.  75 RSU Kelas B dengan 22.028 T.T3.   226 RSU Kelas C dengan 23.026 T.T4.   54 RSU Kelas D dengan 2.699 T.T
  25. 25. Jumlah Rumah S Menurut J Pengelolaan akit enis RSKhusus RS RS Pengelola RS RS Umum Jiwa RSTP RSO RSB Lain Lain Jumlah Kusta Mata Depkes.RI 14 5 3 3 1 1 - 4 31Pemda Tk.I 45 19 13 4 - - 1 - 82Pemda Tk.I I 287 11 6 1 - - 1 1 307TNI& POLRI 110 - - - - - 1 1 112BUMN 70 - - - - - - 8 78Swasta 427 16 1 1 9 - 52 99 605 953 51 23 9 10 1 55 113 1215 *) Sumber dari : Depkes.RITahun 2004/2005
  26. 26. Pelayanan rumah sakit dikelompokan kedalam beberapa pelayanan, yaitu1. Pelayanan dasar meliput i r awat j alan ( spesialist ik, sub-spesialist ik ), gawat dar ur at , r awat inap.2. Penunj ang meliput i kamar bedah, penunj ang diagnost ik ( labor at or ium, r adiologi), inst alasi gizi, f ar masi/ apot ik, r ehabilit asi medik.3. Pelayanan administ r asi,4. Pelayanan t eknik dan pemelihar aan sar ana r umah sakit ,5. Ser vis yait u kamar j enazah, ambulance, pengelolaan limbah, keamanan, par kir dan
  27. 27. Ciri-ciri Penting Rumah Sakit (Huffman, 15:1999)1. Fungsi utama RS adalah untuk menyediakan diagnosis dan pengobatan, baik bedah atau non bedah untuk pasien yang memiliki kondisi apapun dari berbagai jenis kondisi medis2. Pasien rawat inap di dalam institusi3. Terdapat susunan pengurus yang secara hukum bertanggung jawab akan intitusinya4. Terdapat seorang administrator tempat pengurus mendelegasikan tanggung jawab purnawaktu dalam hal pekerjaan intitusi sesuai dengan kebijaksanaan yang telah digariskan
  28. 28. 5. Ter dapat st af medis t er or ganisir6. Set iap pasien dilayani at as per int ah daan dibawah pengawasan7. Layanan Keper awat an ber ada di bawah pengar ahan per awat pr of esional8. Pengawasan per awat pr of esional dan pelayanan keper awat an lainya ber langsung t er us mener us 9. Sebuah r ekam medis dipelihar a unt uk set iap pasien10. layanan f ar masi dipelihar a dan diawasi oleh apot eker
  29. 29. 11. Layanan X r ay diagnosa dengan f asilit as dan st af yang mampu melaksanakan ber bagai pr osedur ,12. Layanan labor at or ium klinis, dengan f asilit as dan st af mampu melaksanakan ber bagai penguj ian dan pr osedur ,13. Layanan kamar oper asi, dengan f asilit as dan st af14. Makanan yang dihidangkan kepada pasien memenuhi per syar at an gizi mer eka, dan makanan yang dimodif ikasi t er sedia secar a r eguler  
  30. 30. Ada beberapa f aktor penting yang secara dominan mempengaruhi pengembangan danpeningkatan rumah sakit di Indonesia, yaitu : 1.  Per kembangan sosial ekonomi masyar akat ; 2. Per kembangan ilmu penget ahuan dan t eknologi di bidang kedokt er an; 3.  Per kembangan macam-macam penyakit ; 4.Ter sedianya anggar an at au dana unt uk pengembangan dan peningkat an r umah sakit ; 5. Per kembangan dan kemaj uan manaj emen t er masuk manaj emen r umah sakit ; 6. Adanya per saingan r umah sakit ; 7. Per ubahan-per ubahan kebij akan pemer int ah, t er ut ama mengenai pelayanan di bidang kesehat an;
  31. 31. PEMERINTAHAN BADAN MANDIRI PENGELOLAAN PENGELOLAAN BIROKRATIS Entepreneur & Visionary RS yang : •Mandiri 1986 1991 1997-98 1999-2000 2004/2005 •Dari & oleh masyarakat •Bermutu •Terjangkau Kebijakan UU PNBP •Efisien Jasa medik •Mampu(Reward System) bersaing Kebijakan Swadana Kebijakan RS Perjan BLU (Autonomous (Public Enterprise) Entity) AFTA 20 03
  32. 32. Organisasi Rumah Sakit Ada Tiga kelompok organisasi :1. Para penentu kebijakan /Dewan Perwalian2. Para pelaksana non medis/adminstraror3. Para pelaksana pelayanan medis
  33. 33. Staff di RS1. Staf Medis, (Medis dan Paramedis)2. Staf non medis a. Administrator b. Teknisi c. Penunjang d. Dll
  34. 34. Susunan Organisasi RSU di Indonesia di lingkungan Depkes diatur SK Menkes no. 1054/Menkes/Per/XI/2006, diantaranya yaitu :Untuk RS U Kelas A, susunan organisasinya yiatu :1. RSU Kelas A dipimpin oleh seorang Kepala disebut Direktur Utama.2. Direktur Utama membawahi paling banyak 4 (empat) Direktorat.3. Masing-masing Direktorat terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Bdang atau 3 (tiga) Bagian4. Masing-masing Bidang terdiri dari dari paling banyak 3 (tiga ) Seksi5. Masing-masing Bagian terdiri dari dari paling banyak 3 (tiga ) Sub Bagian
  35. 35. RS UMUM JABATAN STRUKTURAL 1. Kelas A Pendidikan  Dirut membawahi 4 Direktorat (Max)  Direktorat membawahi 3 Bid atau Bag (Max)  Bidang membawahi 3 Seksi (Max)  Bagian membawahi 3 Subbagian (Max)2. Kelas B Pendidikan  Dirut membawahi 3 Direktorat (Max)  Direktorat membawahi 3 Bid atau Bag (Max)  Bidang membawahi 3 Seksi (Max)  Bagian membawahi 3 Subbagian (Max)
  36. 36. RS UMUM JABATAN STRUKTURAL  Direktur membawahi 2 Wadir (Max) 3. Kelas B Non Pendidikan  Wadir membawahi 3 Bid atau Bag (Max)  Bidang membawahi 3 Seksi (Max)  Bagian membawahi 3 Subbagian (Max)4. Kelas C  Direktur membawahi 2 Bidang & 1 Bagian (Max)  Bidang membawahi 3 Seksi (Max)  Bagian membawahi 3 Subbagian (Max)4. Kelas D  Direktur membawahi 2 Seksi & 3 Subbagian (Max)
  37. 37. RS KHUSUS JABATAN STRUKTURAL  Dirut membawahi 4 Direktorat (Max) 1. Kelas A (Pendidikan)  Direktorat membawahi 3 Bid atau Bag (Max)  Bidang membawahi 3 Seksi (Max)  Bagian membawahi 3 Subbagian (Max)2. Kelas B  Direktur membawahi 2 Wadir (Max)  Wadir membawahi 2 Bidang atau Bag (Max)  Bidang membawahi 3 Seksi (Max)  Bagian membawahi 3 Subbagian (Max)3. Kelas C  Direktur membawahi 2 Seksi & 3 Subbagian (Max)
  38. 38. RS UMUM JABATAN STRUKTURAL 1  Direktur Utama Eselon II.a  Direktur Eselon II.b  Kasubdit/Kabag Eselon III.b  Kasie/Kasubbag Eselon IV.a2. Kelas B Pendidikan  Direktur Utama Eselon II.a  Direktur Eselon II.b  Kasubdit/Kabag Eselon III.b  Kasie/Kasubbag Eselon IV.a
  39. 39. RS UMUM JABATAN STRUKTURAL  Direktur Eselon II.b 3. Kelas B Non Pendidikan  Wakil Direktur Eselon III.a  Kasubdit/Kabag Eselon III.b  Kasie/Kasubbag Eselon IV.a4. Kelas C  Direktur Eselon III.a  Kasubdit/Kabag Eselon III.b  Kasie/Kasubbag Eselon IV.b Direktur Eselon III.b5. Kelas D Kasie/Kasubbag Eselon IV.b
  40. 40. RS KHUSUS JABATAN STRUKTURAL1. Kelas A  Direktur Utama Eselon II.a  Direktur Eselon II.b  Kasubdit/Kabag Eselon III.b  Kasie/Kasubbag Eselon IV.a2. Kelas B  Direktur Eselon II.b  Wakil Direktur Eselon III.a  Kasubdit/Kabag Eselon III.b  Kasie/Kasubbag Eselon IV.a3. Kelas C  Direktur Eselon III.a  Kasubdit/Kabag Eselon III.b  Kasie/Kasubbag Eselon IV.b
  41. 41. STRUKTUR ORGANISASI RUMAH SAKIT KHUSUS KELAS A DIREKTUR UTAMA SKOMITE KOMITE P DIREKTUR DIREKTUR DIREKTUR DIREKTUR I BIDANG BIDANG BIDANG BAGIAN BAGIAN BAGIAN BAGIAN BAGIAN BAGIAN BAGIAN BAGIAN BAGIAN seksi seksi seksi SUB SUB SUB SUB SUB SUB SUB SUB SUB BAG BAG BAG BAG BAG BAG BAG BAG BAG seksi seksi seksi SUB SUB SUB SUB SUB SUB SUB SUB SUB BAG BAG BAG BAG BAG BAG BAG BAG BAG seksi seksi seksi SUB SUB SUB SUB SUB SUB SUB SUB SUB BAG BAG BAG BAG BAG BAG BAG BAG BAG INSTA INSTA INSTA UPF KJF LASI KJF LASI KJF LASI KJF SMF
  42. 42. STRUKTUR ORGANISASI RUMAH SAKIT KHUSUS KELAS B DIREKTUR SKOMITE KOMITE WAKIL DIREKTUR WAKIL DIREKTUR P I BIDANG BIDANG BAGIAN BAGIAN seksi seksi SUB SUB BAG BAG seksi seksi SUB SUB BAG BAG seksi seksi SUB SUB BAG BAG UPFI INSTA SMF KJF LASI KJF
  43. 43. STRUKTUR ORGANISASI RUMAH SAKIT KHUSUS KELAS C DIREKTUR BIDANG BAGIAN SKOMITE KOMITE P I seksi seksi Subag Subag Subag INSTA SMF UPF KJF LASI KJF
  44. 44. LAMPIRAN PERATURAN MENTERI KESEHATAN NOMOR : 1682/Menkes/Per/XII/2005 TANGGAL : 27 Desember 2005 STRUKTUR ORGANISASI RS JANTUNG & PEMBULUH DARAH HARAPAN KITA JAKARTA DIREKTUR UTAMA DEWAN PENGAWAS KOMITE DIREKTORAT DEPARTEMEN SATUAN MEDIK, DIREKTORAT DIREKTORAT DIREKTORAT DIVISI DIVISI PENELITIAN KARDIOLOGI UMUM DAN PENDIDIKANPEMERIKSAAN DAN DAN ETIK DAN DAN INTERN PELAYANAN PENUNJANG KEUANGAN PELATIHAN PENGEMBANGAN KEDOKTERAN HUKUM SUMBER DAYA MANUSIA VASKULER FKUI BAGIAN SUB SATUAN BIDANG BIDANG BIDANG BAGIAN SUB KOMITE BIDANG PERBENDAHARAAN BAGIAN BAGIANPENGAWASAN MEDIK DAN PROMOSI DAN SARANA SUMBER DAYA MANUSIA KEDOKTERAN SARANA MEDIK DAN MOBILISASI AKUNTANSI SEKRETARIAT KEUANGAN KEPERAWATAN PEMASARAN NON MEDIK DAN RUMAH TANGGA DANA SUB SATUAN SUB KOMITE SEKSI SEKSI SEKSI SUBBAGIAN SUBBAGIAN SUBBAGIANPENGAWASAN KEPERAWATAN PELAYANAN SEKSI PERENCANAAN PERENCANAAN SUBBAGIAN PERENCANAAN AKUNTANSI ORGANISASI DAN MUTU DAN KEPERAWATAN PEMASARAN PENGADAAN PENGADAAN SARANA ANGGARAN EVALUASI DAN KEUANGAN KEPEGAWAIAN PELAYANAN KETEKNISIAN RAWAT JALAN SARANA MEDIK NON MEDIK LAPORAN SEKSI SEKSI SUBBAGIAN SEKSI SEKSI SUBBAGIAN PELAYANAN PEMELIHARAAN SUBBAGIAN SUBBAGIAN HUBUNGAN PELAYANAN PEMELIHARAAN AKUNTANSI KEPERAWATAN SARANA TATA REKENING TATA USAHA MASYARAKAT PELANGGAN SARANA MEDIK MANAJEMEN RAWAT INAP NON MEDIK DAN PROTOKOLER SEKSI SEKSI SEKSI SUBBAGIAN SUBBAGIAN SEKSI SUBBAGIAN SUBBAGIAN PENGENDALIAN LOGISTIK DAN LOGISTIK DAN VERIFIKASI DAN SISTEM INFORMASI PELAYANAN PERBENDAHARAAN RUMAH TANGGA INFEKSI INVENTARISASI INVENTARISASI PEMBUKUAN RUMAH SAKIT CARITAS NOSOKOMAL SARANA MEDIK SARANA NON MEDIK UNIT PELAKSANA FUNGSIONAL MENTERI KESEHATAN, Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP (K)
  45. 45. LAMPIRAN PERATURAN MENTERI KESEHATAN NOMOR : 1683/Menkes/Per/XII/2005 TANGGAL : 27 Desember 2005 STRUKTUR ORGANISASI RS ANAK DAN BUNDA HARAPAN KITA JAKARTA DIREKTUR UTAMA DEWAN PENGAWAS DIREKTORAT KOMITE KOMITE DIREKTORAT DIREKTORAT DIREKTORAT SATUAN MEDIK HUKUM SUMBER DAYA MANUSIA PEMERIKSAAN MEDIK DAN KEPERAWATAN KEUANGAN UMUM DAN OPERASIONAL INTERN DAN PENDIDIKAN BAGIAN BAGIAN BAGIAN BAGIAN BAGIAN BAGIAN BIDANG BIDANG BAGIAN SUMBER DAYA PENDIDIKAN PENYUSUNAN DAN PERBENDAHARAAN AKUNTANSI PERENCANAAN DAN MEDIK KEPERAWATAN UMUM MANUSIA DAN PENELITIAN EVALUASI ANGGARAN DAN MOBILISASI DANA DAN VERIFIKASI PEMASARAN SEKSI SEKSI SUBBAGIAN SUBBAGIAN SUBBAGIAN SUBBAGIAN SUBBAGIAN SUBBAGIAN SUBBAGIAN PENGELOLAAN ASUHAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN DAN PENYUSUNAN AKUNTANSI PERENCANAAN PERBENDAHARAAN TATA USAHA PELAYANAN MEDIK KEPERAWATAN KEPEGAWAIAN PENELITIAN KESEHATAN ANGGARAN KEUANGAN DAN EVALUASI SEKSI SUBBAGIAN SUBBAGIAN SEKSI SUBBAGIAN SUBBAGIAN PENGENDALIAN PENDIDIKAN SUBBAGIAN VERIFIKASI DAN SUBBAGIAN SUBBAGIAN PENGELOLAAN PENGEMBANGAN EVALUASI PELAYANAN DAN PENELITIAN MOBILISASI DANA AKUNTANSI RUMAH TANGGA PEMASARAN PENUNJANG MEDIK SUMBER DAYA MANUSIA ANGGARAN KEPERAWATAN NON KESEHATAN MANAJEMEN SUBBAGIAN SEKSI SUBBAGIAN KESEJAHTERAAN REKAM MEDIK PERLENGKAPAN PEGAWAI INSTALASI INSTALASI INSTALASI PENDIDIKAN DANSTAF MEDIK PELATIHANFUNGSIONAL MENTERI KESEHATAN, Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP (K)
  46. 46. LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN NOMOR : 1684/MENKES/PER/XII/2005 TANGGAL : 27 DESEMBER 2005 STRUKTUR ORGANISASI RS KANKER DHARMAIS JAKARTA DIREKTUR DEWAN UTAMA PENGAWAS SATUAN PEMERIKSAAN INTERN KOMITE KOMITE DIREKTORAT DIREKTORAT DIREKTORAT ETIK DAN DIREKTORAT MEDIK HUKUM MEDIK DAN KEPERAWATAN SUMBER DAYA MANUSIA KEUANGAN UMUM DAN OPERASIONAL DAN PENDIDIKAN BAGIAN BAGIAN BAGIAN BAGIAN BAGIAN BAGIAN BIDANG BIDANG BIDANG PENYUSUNAN & SUMBER DAYA PENDIDIKAN DAN PENELITIAN DAN EVALUASI PERBENDAHARAAN AKUNTANSI DAN BAGIAN BAGIAN MEDIK KEPERAWATAN REKAM MEDIK & MOBILISASI DANA VERIFIKASI BAGIAN MANUSIA PELATIHAN PENGEMBANGAN ANGGARAN PROGRAM DAN PELAYANAN UMUM SIM RS PELANGGAN SUBBAGIAN SUBBAGIAN SEKSI SUB BAGIAN SUBBAGIAN AKUNTANSI SEKSI SEKSI SUB BAGIAN SUB BAGIAN PENYUSUNAN PERBENDAHARAAN KEUANGAN PELAYANAN KEPERAWATAN CATATAN MEDIK ADMINISTRASI PENGELOLAAN ANGGARAN SUBBAGIAN MEDIK RAWAT JALAN PENELITIAN SUBBAGIAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN DIKLAT PENGEMBANGAN TATA USAHA PROMOSI SIM RS SUBBAGIAN SUBBAGIAN SUBBAGIAN AKUNTANSI EVALUASI SEKSI SEKSI SUB BAGIAN SUB BAGIAN SUB BAGIAN MOBILISASI DANA MANAJEMEN DAN SEKSI ANGGARAN PENUNJANG KEPERAWATAN ADMISI PENGEMBANGAN PENGELOLAAN PENGEMBANGAN VERIFIKASI SUBBAGIAN SUBBAGIAN SUBBAGIAN MEDIK RAWAT INAP SDM SARANA DIKLAT SARANA PENELITIAN RUMAH TANGGA PENYUSUNAN PENGEMBANGAN & HUMAS PROGRAM USAHA SEKSI SEKSI SEKSI SUB BAGIAN SUB BAGIAN SUB BAGIAN PENINGKATAN & PENGKODEAN DAN PERPUSTAKAAN REGISTRASI SUBBAGIAN KEPERAWATAN PERENCANAAN PENGENDALIAN MUTU RAWAT KHUSUS SUBBAGIAN SUBBAGIAN PELAYANAN MEDIK PENYIMPANAN SDM DAN DOKUMENTASI KANKER DATA DAN PERLENGKAPAN PEMASARAN LAPORAN INSTALASI INSTALASI INSTALASISTAF MEDIK INSTALASI INSTALASI INSTALASI INSTALASI INSTALASI INSTALASIFUNGSIONAL MENTERI KESEHATAN, Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP (K)
  47. 47. STRUKTUR ORGANISASI PERJAN RUMAH SAKIT Dr. HASAN SADIKIN BANDUNG SK .Direksi No:0213/D1.8-32/OT.01.01/XII/2002 DEWAN PENGAWAS Dewan Direksi DIREKTUR SPI UTAMAKomite Komite MUTU &Medik K3 RS Komite Etik & HK Direktur Direktur Direktur Direktur Pelayanan & Penunjang & Keuangan & Komite Pengadaan Umum & SDM Keperawatan Pendidikan Pemasaran Humas & Protokoler Bidang Bidang Bidang Bidang Bidang Bidang Bidang Bidang Akuntansi & SDM,Sistim Keperawatan Pelayanan Pendidikan Penunjang Keuangan Umum informasi Pemasaran Seksi Perenc. Seksi Perenc. Seksi Seksi Asuhan Pengadaan & Pengadaan & Seksi Akunt Seksi Diklat Perbend. & Seksi T U Seksi SDM Keperawatan Pemeliharaan Pemeliharaan Keuangan Verifikasi Fas Yan Fas Jang Seksi Etika & Seksi Ev & Seksi Penelitian Seksi Ev. Seksi Mobili Seksi Akunt. Seksi RT & Seksi Profesi Pengendalian Pengembangan & Pengen- sasi Dana Manajemen Perlengkapan Rekam Medik Keperawatan Pelayanan &Perpustakaan dalian Jang Seksi Seksi Penyusun Seksi Pema Seksi Pengemb. Seksi Inform an & Pengend. saran & Penyu Kamtib RS & Perenc. Mutu Kprwt Anggaran luhan & Kerohanian Bagian Bagian 1 s/d 6 1 s /d 14 Divisi Instalasi 1 s/d 4 1 s/d 4 BAGIAN 1 /d 14 DIVISI 1s/d 4 BAGIAN 1 s/d 6 INSTALASI 1 s/d 4 1. Penyakit Dalam 1. RIK Pav.Parahyangan 1. Radiologi 1. Farmasi 2. Obgin 2. Pelayanan Terpadu 2. Patologi Klinik 2. Gizi 3. Kesehatan Anak 3. Rawat Jalan 3. Patologi Anatomi 3. Pemeliharaan Sarana RS 4. Bedah 4. R.IX 4. Binatu 4. Kedokteran Nuklir 5. B. Saraf 6. B. Ortho 5. Kedokteran Forensik 7. B. Mulut 6. Farmakologi Klinik
  48. 48.  Jenis-jenis instalasi pada RS kelas A ; a. Instalasi rawat jalan, b. rawat inap, c. rawat intensif d. Rawat darurat e. Bedah sentral f. Farmasi g. Patologi klinik, anatomi h. Gizi i. Laboratorium j. IPRS k. Pemulasaran Jenazah l. Sterilisasi, sentral m. Laundry
  49. 49. SMF (Satuan Medis Fungsional ) Terdiri dari Dokter umum, dokter gigi, dokter spesialis dan subspesialis Mempunyai tugas menegakan diagnosisi, memberikan pengobatan, pencegahan penyakit, peningkatan dan pemulihan kesehatan, penyuluhan, pelatihan san penelitian dan pengembangan pelayanan medis
  50. 50.  Untuk RS kelas A minimal 15 SMF, yaitu ;1. Bedah,2. Kesehatan Anak,3. Kebidanan dan Penyakit kandungan4. Penyakit dalam5. Penyakit syaraf6. Penyakit kulit dan kelamin7. THT8. Gigi dan Mulut9. Mata10. Radiologi
  51. 51. Pusat Kesehatan Masyarakat(Puskesmas) Adalah unit pelaksana fungsional yang berfungsi sebagai sebagai pusat pembangunan kesehatan, pusat pembinaan peran serta pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menyelenggarakan kegiatannya secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan pada suatu masyarakat yang bertempat tinggal di dalam suatu wilayah
  52. 52.  Puskesmas mulai dikembangkan didirikan pada tahun 1971 Puskesmas didirikan di tiap kecamatan dan untuk jumlah penduduk lebih dari 30.000 orang didirikan Puskesmas Pembantu Tujuan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan pada masyarakat, dengan pelayanan dasar, menyeluruh dan terpadu Fungsi menyelengarakan pelayanan kesehatan masyarakat dan pelayanan kedokteran
  53. 53. Kedudukan Puskesmas Peraturan Mendagri No. 5 tahun 74 : Puskesmas secara administratif berada di bawah administrasi pemerintah daerah Tetapi secara teknis mendapat pembinaan dari Dinas Kesehatan kabupaten/Kota Wewenang Untuk menetapkan luas wilayah kerja puskesmas ditentukan oleh Bupati/walikota atas saran Kepala Dinkes
  54. 54. Program Puskesmas Program puskesmas berkembang terus Mulai dari basic seven WHO Menjadi 12 basic dan berkembang jadi 18 program pokok
  55. 55. Program Pokok1. Kesehatan ibu dan anak2. Keluarga Berencana3. Pemberantasan Penyakit Menular4. Peningkatan gizi5. Kesehatan lingkungan6. Pengobatan7. Penyuluhan Kesehatan Masyarakat8. Laboratorium9. Kesehatan sekolah10. Perawatan Kesehatan masyarakat11. Kesehatan jiwa12. Kesehatan Gigi
  56. 56. Program Kegiatan Utama Kegiatan IntegrasipokokKIA/KB -Pertolongan Persalinan - Imunisasi -Pemasangan alat kontrasepsi - Pemeriksaan Hb -Pemeriksaan Efek samping - Penimbangan berat badan anak - Pembagian Vit A - KonselingP2M -Survilan Epid Penyluhan -Imunisasi Kebersihan ling. -Pemberantasan vektor PengobatanGizi Pemeriksaan Hb Penyuluhan - Penimbangan berat badan anak Konseling - Pembagian Vit APengobatan -Pemeriksaan pasien Pendidikan Kesehatan -Diagnosis Konseling -Pengobatan
  57. 57. Program Kegiatan Utama Kegiatan IntegrasipokokKesehatan -Pengawasan tempat-tempat umum PenyuluhanLingkungan -Perlindungan sumber air minum pendudukPKM -Penyuluhan secara berkelompok Penyuluhan/Konseling -Perawatan pasien di rumah Kegiatan pengobatan Kegiatan Kesling Kegiatan KIALab -Pemeriksaan sediaan (darah, urine, sputum faces) -RujukanUKG -Pemeriksaan Gigi Penyuluhan -Pengobatan -Rujukan
  58. 58. Program Kegiatan Utama Kegiatan IntegrasipokokUKS -Pelayanan Kesehatan yg dilakukan Pemeriksaan kesehatan di sekolkah dgn sasaran murid dan Pengobatan lingk. Sekolah Pemeriksaan gigi Penyuluhan ImunisasiUKJ -Pemeriksaan Kes Jiwa Penyuluhan -Pengobatan Konseling -Rujukan PKM
  59. 59. Komponen Sistem Manajemen Puskesmas Kegiatan Pokok Tujuan TujuanSumber daya SP2TP Umum Operasional Program Kegiatan Integratif
  60. 60. SP2TP Harus dianalisis dan dimanfaatkan secara optimal oleh staf Puskesmas untuk merencanakan program puskesmas, dan menilai keberhasilannya
  61. 61. Pelaporan JENIS FORM ISI DATALaporan Bulanan LB1 Data Kesakitan LB2 Data Obat-obatan LB3 Gizi, KIA, Immu, P2M LB4 Kegiatan PuskesmasLaporan Bulanan LB1S Data penyakit dapat dicegah denganSentinel (SST) immunisasi (PD3I),Ispa dan Diare. Khusus untuk Puskesmas Sentinel (ditunjuk) LB2S Data KIA, Gizi,Tetenus Neo, PAK, khusus untuk Puskesmas dengan TTLaporan Tahunan LT1 Data Dasar Puskesmas LT2 Data Kepegawaian LT3 Data Peralatan

×