Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Pengawasan proyek

38,491 views

Published on

Share Knowledge

Published in: Engineering

Pengawasan proyek

  1. 1. SOP PENGAWASAN PPEELLAAKKSSAANNAAAANN PPEEKKEERRJJAAAANN FFIISSIIKK JJAALLAANN DDIISSUUSSUUNN OOLLEEHH :: 11..FFRREENNGGKKII RROONNSSUUMMBBRREE 22..MMUUJJII SSIISSWWAATTII 33..RRAAYYMMOONNDD BB.. MMUUNNTTHHEE 44..WWAAHHYYUUDDIINN MMAAGGIISSTTEERR MMAANNAAJJEEMMEENN RREEKKAAYYAASSAA IINNFFRRAASSTTRRUUKKTTUURR 22001144
  2. 2. KONTRAKTOR (PENYEDIA JASA) KONSULTAN PENGGUNA JASA
  3. 3. TTUUGGAASS PPAARRAA PPIIHHAAKK TUGAS BERSAMA: MEWUJUDKAN BANGUNAN (JALAN) YANG SESUAI DENGAN DESAIN DAN SPESIFIKASI.
  4. 4. Secara umum terdapat 4 Fungsi Dasar Pengawasan yaitu : 1. Quality Control yaitu mengamankan seluruh komponen secara menyeluruh dan mendetail (tidak secara random) untuk memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan dan selalu dilengkapi daftar simak apa yang akan diperiksa. 2. Quality Assurance yaitu suatu kegiatan yang sistematik dan terencana yang ditetapkan dalam sistem mutu, untuk menyakinkan apakah proses Quality Control cukup terarah sesuai sasaran dan cukup efektif, secara random dilakukan kontrol pengamanan kualitas sebagai sarana counter check. 3. Safety Control yaitu menekankan pada pengamanan dalam seluruh proses pekerjaan yang terlibat, secara teknis lebih banyak kearah mengamankan struktur pekerjaan dan langkah pengendalian resiko dalam cara pelaksanaan (kemungkinan kecelakaan, kebakaran dll). 4. Observasi berkala yaitu mengamankan tercapainya sasaran desain dengan segala konsep, metode, asumsi, perilaku struktur, urutan pelaksanaan, dan observasi cermat serta detail. FUNGSI PENGAWASAN
  5. 5. PENGAWASAN Sasaran Utama Pengawasan Pekerjaan Konstruksi antara lain : SASARAN adalah progress dan progress rata-rata yang selalu dimonitoring sehingga tepat waktu. 1. Sasaran Biaya maka yang diawasi adanya pekerjaan tambah yang signifikan dan diusakan bila ada review atau modifikasi diusahakan dapat seimbang/balance, kecuali alasan teknis yang tidak dapat dihindari. 2. Sasaran Mutu maka yang perlu diawasi semua aspek yang menjadi mata rantai yang membentuk pengamanan mutu yang menghasilkan kinerja yang ditetapkan, semua tahapan kerja, seluruh rencana mutu, penerapan metode kerja dan urutan proses pekerjaan serta program pengamanan dipelaksanaan. 3. Sasaran Waktu maka yang perlu diawasi benar
  6. 6. PENGAWASAN KONSTRUKSI BAGAN ALIR KERANGKA KERJA KONSULTAN SUPERVISI Tidak Review Jadwal Pelaksanaan Ya EVALUASI PENGENDALIAN WAKTU - Jadwal Pelaksanaan - Jadwal Alat, Personil, Material - Review Kurva "S" Harian, Mingguan, Bulanan Tidak Review Volume Pelaksanaan Ya MONITORING VOLUME PEKERJAAN - Kajian ulang data teknis & - Volume Pelaksanaan/Shop Drawing administrasif yang ada - Field Engineer - Pemahaman & penyamanan - Kuantitas Revisi volume pekerjaan persepsi atas dokumen kontrak - Sistem Pengukuran - Penjelasan manual sistem dan Tidak prosedur kerja pengendalian - Penolakan Bahan - Evaluasi rencana kerja kontrak- - Perbaikan to & metode kerja MONITORING - Evaluasi rencana mobilisasi MUTU Ya alat & Base Camp - Evaluasi rencana mobilisasi personil kontraktor dan konsultan - Tahapan Pengujian - Evaluasi rencana pengaturan lalu - Lingkup Pengujian lintas (traffic manajemen) - Struktur Pengujian - Pengujian bahan - Quarry material - Daftar Material - Metode pelaksanaan - Lokasi AMP/Batch Plant - Daftar Pengujian (Pola 3-2-5) - Test hasil pekerjaan - Ijin-ijin dan hubungan dengan Pemda & Masyarakat setempat - Asuransi PENGENDALIAN BIAYA PENGENDALIAN MUTU PRE-CONSTRUCTION MEETING HASIL PEKERJAAN: - TEPAT WAKTU - TEPAT BIAYA - TEPAT MUTU
  7. 7. Rapat Persiapan Pelaksanaan Kontrak/PCM : Selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sejak diterbitkannya SPMK dan sebelum pelaksanaan pekerjaan, PPK bersama dengan penyedia, unsur perencanaan, dan unsur pengawasan, harus sudah menyelenggarakan rapat persiapan pelaksanaan kontrak. Beberapa hal yang dibahas dan disepakati dalam PCM sekurang-kurangnya meliputi: a. program mutu termasuk RMK; b. organisasi kerja; c. tata cara pengaturan pelaksanaan pekerjaan; d. jadwal pelaksanaan pekerjaan yang diikuti uraian tentang metode kerja yang memperhatikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja; e. jadwal pengadaan bahan/material, mobilisasi peralatan, dan personil; f. penyusunan rencana dan pelaksanaan pemeriksaan lokasi pekerjaan. PCM
  8. 8. KONDISI KHUSUS a. Apabila pada saat pelaksanaan Rapat Persiapan Pekerjaan, keberadaan Konsultan Supervisi belum tersedia dilapangan, maka Rapat Persiapan Pekerjaan tetap dapat dilaksanakan, berita acara Rapat Persiapan Pekerjaan harus menyusul disampaikan kepada konsultan supervisi untuk dipedomani. b.Dalam hal konsultan supervisi memiliki pandangan yang berbeda dengan hasil rapat yang telah ditentukan, maka usulan atau persamaan persepsi dapat dilakukan melalui rapat rapat koordinasi yang dilaksanakan pada tahap selanjutnya. PCM
  9. 9. • Evaluasi RMK dilakukan oleh Pengguna Jasa pada saat PCM. • Disahkan oleh Ka Satker dan diperiksa oleh PPK. • Dibuat sebagai acuan pelaksanaan kegiatan. • RMK adalah dokumen yang dinamis, dalam arti dapat berubah sesuai kebutuhan pada saat kegiatan berjalan, dengan tetap, memperhatikan kaidah kaidah penyusunan dan persetujuan. • RMK harus disosialisasikan, dipahami oleh semua unsur yang terlibat dalam kegiatan organisasi penyedia jasa. EVALUASI RMK
  10. 10. Pastikan RMK yang diajukan setidaknya meliputi: 1. Sasaran Mutu Proyek. 2. Informasi proyek. 3. Lingkup proyek. 4. Pihak Yang terlibat. 5. Struktur organisasi Penyedia Jasa. 6. Tugas tanggung jawab dan wewenang. 7. Daftar induk bukti Kerja. 8. Bagan alir pelaksanaan pekerjaan. 9. Jadwal pelaksanaan pekerjaan. 10. Jadwal tenaga Kerja. 11. Jadwal Material. 12. Jadwal Peralatan. 13. Jadwal arus kas. 14. Jadwal inspeksi uji dan tes. 15. Daftar Dokumen, Prosedur dan Instruksi Kerja. 16. Daftar keberterimaan. 17. Daftar Gambar Kerja. EVALUASI RMK
  11. 11. Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan Penyedia Jasa harus membuat Jadwal Pelaksanaan Kegiatan atau lebih dikenal dengan nama "Curva S“. Curva S dibuat detail per item pekerjaan, dengan menyediakan lajur rencana kegiatan dan realisasi kegiatan. Dinyatakan dalam bobot terhadap total pekerjaan dan dinyatakan dalam persen (%). Curva S dapat dibuat berdasarkan bar maupun vektor diagram. EVALUASI RMK
  12. 12. EVALUASI RMK
  13. 13. Mobilisasi harus sudah dilaksanakan paling lambat dalam waktu 30 hari sejak diterbitkan SPMK atau sesuai dengan ketentuan kontrak. Mobilisasi meliputi kegiatan: •Mendatangkan alat-alat berat dan kendaraan. •Mempersiapkan fasilitas lapangan base camp. •Mendatangkan alat-alat laboratorium. •Mendatangkan personil Penyedia Jasa dan Direksi Teknis. • Pemeriksaan Quarry termasuk izin penggunaan. Mobilisasi peralatan / personil Penyedia Jasa dapat dilakukan secara bertahap. PENGAWASAN MOBILISASI
  14. 14. PENYIAPAN GAMBAR KERJA PROSEDUR DAN TANGGUNG JAWAB
  15. 15. PENGAJUAN GAMBAR KERJA PROSEDUR PENGAJUAN GAMBAR KERJA PENGGUNA JASA KONSULTAN SUPERVISI PENYEDIA JASA DIREKSI PEKERJAAN DIREKSI TEKNIK KONTRAKTOR PROJECT OFFICER (P.O) PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN PERSIAPAN a. Survai Lapangan b. Daftar Kuantitas c. Spesifikasi GAMBAR KERJA a. Survai Lapangan b. Daftar Kuantitas c. Spesifikasi DIPERIKSA CHIEF INSPEKTOR SITE ENGINEER PEDOMAN PELAKSANAAN DAN PENGUKURAN GENERAL SUPERINTENDENT QUANTITY SURVEYOR DITOLAK 3 COPY DISETUJUI 1 COPY 1 COPY YA
  16. 16. PENGAJUAN REQUEST
  17. 17. PENGAJUAN REQUEST
  18. 18. Dalam pelaksanaan pengawasan kewenangan yang diberikan oleh Direksi Teknis meliputi : 1. Inspeksi dan Persetujuan yang meliputi : a.Persetujuan gambar kerja dan spesifikasi untuk PELAKSANAAN pekerjaan sementara; g.Chek kelaikan peralatan yang digunakan kontraktor; h.Instruksi Pekerjaan Harian; i. Gambar terlaksana. 2. Pengetesan Material (Uji Mutu) yang meliputi : a. Pengesahan Rancangan Mutu Kerja; b. Penerimaan Hasil Pengujian Material; c. Penerimaan Hasil Pekerjaan dilapangan; d. Identifikasi Pekerjaan Cacat Mutu; e. Instruksi pengujian tambahan; f. Pengesahan perbaikan Pekerjaan Cacat Mutu; g. Instruksi kepada kontraktor untuk memperbaiki Pekerjaan Cacat. b.Persetujuan ijin kerja/request of work; c.Penerbitan instruksi kepada Kontraktor; d.Persetujuan usulan program kerja kontraktor; e.Persetujuan metode kerja kontraktor; f.Instruksi kepada kontraktor terkait dengan peringatan dini; PENGAWASAN
  19. 19. 3. Pengujian untuk Pengukuran dan Pembayaran yang meliputi : a. Pengesahan jumlah tertentu yang dapat dibayarkan; b. Pengesahan nilai pekerjaan yang selesai di kerjakan; c. Pengesahan Sertifikat Bulanan; d. Pengesahan pembayaran pekerjaan harian; e. Pengesahan Pekerjaan Selesai; f. Pengesahan pembayaran akhir. 4. Laporan Progres dan Administrasi Pekerjaan yang meliputi : a. Laporan Harian (Daily Report); b. Laporan Progress Mingguan (Weekly Progress Report); c. Laporan Progress Bulanan (Monthly Progress Report); d. Laporan Teknik (Technical Report); e. Menyiapkan Sistem Informasi Laporan/Pekerjaan. PELAKSANAAN PENGAWASAN
  20. 20. PENGENDALIAN WAKTU 66..66 SSCCHHEEDDUULLEE CCOONNTTRROOLL INPUTS TOOLS & TECHNIQUES OUTPUTS • Schedule management plan • Schedule baseline • Performance reports • Approved change requests • Progress reporting • Schedule change control system • Performance measurement • PPrroojjeecctt mmaannaaggeemmeenntt ssooffttwwaarree • Variance analysis • Schedule comparison bar charts • Schedule model data (updates) • Schedule baseline (updates) • Performance measrmnts • Requested changes • Recom corrective actions • Orgazional process assets (updates) • Activity list • Activity attributes (updates) • Project management plan (updates) CM-05 TM-06
  21. 21. PENGENDALIAN BIAYA 77..33 CCOOSSTT CCOONNTTRROOLL INPUTS TOOLS & TECHNIQUES OUTPUTS • Cost baseline • Project funding requirement • Performance reports • Work performance information • Approved change requests • Project management plan • Cost change control system • Performance measurement analysis • Forecasting • Project performance reviews • PPrroojjeecctt mmaannaaggeemmeenntt ssooffttwwaarree • Variance management • Cost estimate (updates) • Cost baseline (updates) • Performance measurements • Forecasted completion • Requested changes • Recommended corrective actions • Organizational process assets (updates) • Project management plan (updates) CM-06 CS-03
  22. 22. PENGAWASAN KONSTRUKSI 1/3
  23. 23. PENGAWASAN KONSTRUKSI 2/3
  24. 24. Rencana Mutu; Dokumen rencana mutu dibedakan menjadi : 1) Rencana Mutu Unit Kerja (RMU) RMU merupakan dokumen rencana penetapan kinerja sebagai penjabaran dari sasaran dan program tahunan berjalan yang disusun oleh Unit Kerja Eselon I sampai dengan Eselon II dalam rangka penjaminan mutu. 2) Rencana Mutu Pelaksanaan (RMP) Rencana Mutu Pelaksanaan merupakan dokumen sistem manajemen mutu pelaksanaan yang disusun oleh Kepala Satker, SNVT dan PPK dalam rangka penjaminan mutu. 3) Rencana Mutu Kontrak (RMK) Rencana Mutu Kontrak merupakan dokumen sistem manajemen mutu yang disusun oleh Penyedia Jasa untuk setiap kontrak pekerjaan dalam rangka penjaminan mutu. MANAJEMEN MUTU
  25. 25. Rencana Pengendalian Mutu harus mencakup seluruh pekerjaan, termasuk bahan yang dipasok Penyedia Jasa / Sub- Penyedia Jasa, dan semua jenis dan tahap pelaksanaan pada Kegiatan. Rencana itu dapat dioperasikan seluruhnya atau sebagian oleh Sub-Penyedia Jasa atau badan/ organisasi mandiri yang qualified. Tetapi, administrasi perencanaan dan mutu Pekerjaan tetap menjadi tanggung-jawab Penyedia Jasa. Rencana Pengendalian Mutu harus dikelola baik, dengan hasil pengujian yang mewakili operasi yang aktual. Hasil tersebut dilaporkan dengan akurat secara berkala. MANAJEMEN MUTU
  26. 26. Pengajuan Rencana Pengendalian Mutu Pengajuan Lengkap Rencana Pengendalian Mutu harus menyediakan rincian cara, metoda, dan frekwensi pengukuran Pengendalian Mutu untuk semua elemen dari Pekerjaan dalam Kontrak. Pengajuan Sebagian Pada kegiatan dengan tingkat kerumitan dan/ atau resiko rendah, dan secara eksplisit disebutkan di dalam Ketentuan Khusus, Direksi Pekerjaan/Teknis dapat menerima pengajuan sebagian dari Rencana Pengendalian Mutu. Tanpa mengabaikan setiap ketentuan pengajuan sebagian tersebut, Penyedia Jasa tetap bertanggung-jawab untuk semua aspek dari Pekerjaan. MANAJEMEN MUTU
  27. 27. CONTOH PENGENDALIAN MUTU AGREGAT UNTUK CAMPURAN ASPAL PANAS PENGUJIAN STANDAR PENGUJIAN N I L A I AASHTO S.N.I T.104 - 86 03 - 3407 - 1994 Kekekalan bentuk agregat thp natrium dan Mgs Maks. 12 % Abrasi dengan mesin Los Angeles T.96 - 77 03 - 2417 - 1991 Maks. 40 % Kelekatan agregat terhadap aspal T.182 - 84 03 - 2439 - 1991 Min.95 % Material lolos ayakan No.200 03 - 4142 - 1996 Maks. 3 % Flat and Elongated Particles ASTM D - 4791 Maks. 1 % Coarse Aggregate Angularitas < 10 Cm ESA < 1 Juta DoT's 85 / 80 ESA ≥ 1 Juta 95 / 90 Pennsylvania Test Method , PTM No.621 Angularitas ≥ 10 Cm ESA < 1 Juta 60 / 50 ESA ≥ 1 Juta 80 / 75 Fine Aggregate Angularitas < 10 Cm ESA < 1 Juta Min. 40 % ESA ≥ 1 Juta AASHTO Min. 45 % Angularitas ≥ 10 Cm ESA < 1 Juta Min. 40 % ESA ≥ 1 Juta Min. 40 % Nilai Setara Pasir Min.50% (G.Halus) Min.70% (G.Kasar) Kadar Lempung Maks. 1 % PENGUJIAN ASPAL PENGUJIAN UNIT STANDAR PENGUJIAN NILAI Pen.60-70 Penetrasi pada 25 ºC, 100 g, 5 detik 0,1 MM SNI 06 - 2456 - 1991 Titik Lembek º C SNI 06 - 2434 - 1991 Titik Nyala (COC) º C SNI 06 - 2433 - 1991 Daktilitas pada 25 ºC, 5 cm/menit Cm. SNI 06 - 2432 - 1991 Berat Jenis - SNI 06 - 2488 - 1991 Kelarutan dalam Toluene % ASTM D - 5546 Berat yang hilang % SNI 06 - 2441 - 1991 Penetrasi pada 25 ºC % SNI 06 - 2456 - 1991 Indeks Penetrasi Temperatur Pencampuran perkiraan º C ASTM E 102 - 73 Temperatur Pemadatan perkiraan º C ASTM E 102 - 73 - - 60 - 70 ≥ 48 ≥ 232 ≥ 100 ≥ 1,0 ≥ 99 ≤ 0,80 ≥ 54 ≥ -1,0 T P - 33 SNI - 03 - 4428 - 1997 T 112 - 87 M - 01 - 1994 - 03
  28. 28. CONTOH PENGENDALIAN UJI MUTU BAHAN DAN PENGUJIAN FREKWENSI PENGUJIAN (Setiap Contoh Bahan ) Agregat Los Angeles Abration 5.000 M3. Aggregate Grading when adding to stockpile 1.000 M3. Aggregate Grading from Hot Bins 250 M3. (min.2 kali per hari) Sand Equivalent 250 M3. Campuran Aspal Panas Temperature at the mixing plant and on delevery to site Setiap Jam Grading and bituminous binder content 200 Ton (min.2 kali per hari) Marshall density, Stability, Flow, 200 Ton (min.2 kali per hari) Quotient at 75 blows and voids at refusal density Voids in mix at refusal density 3.000 Ton Marshall Mix Design Setiap perubahan agregat Penghamparan Aspal Panas 6 benda uji untuk setiap 200m panjang Core Drill Size : dan kelipatannya. Untuk sisa segmen Dia. 4" for aggregate size < 1" <200m jumlah benda uji ditentukan se- Dia. 6" for aggregate size > 1" bagai зѴ sisa panjang segmen Toleransi Campuran Paling sedikit 3 titik yang diukur melin- Surface levels, for the cross section of each carriageway tang pada setiap 12,50 meter meman-jang sepanjang jalan tersebut
  29. 29. PENETRASI Menurun (makin keras) % KAN-DUNGAN Meningkat Optimum Menurun % KANDUNGAN (F+B) Meningkat Optimum Menurun F/B Meningkat Optimum Menurun % KANDUNGAN ASPAL Meningkat Optimum Menurun % RONGGA Meningkat Optimum Menurun PENGARUH TERHADAP KEKA-KUAN KETAHANAN LELAH KETAHANAN DEFORMASI MORTAR ASPAL CAM-PURAN PARAMETER PERUBAHAN
  30. 30. TUJUAN Memastikan bahwa hasil pekerjaan yang diajukan oleh Penyedia Jasa untuk divalidasi telah sesuai dengan ketentuan Kontrak yang ditunjukkan dalam rekaman pengawasan pelaksanaan dan data hasil pengukuran pekerjaan, sehingga hasil pekerjaan tersebut dapat diajukan untuk dibayar. VALIDASI PEKERJAAN
  31. 31. VALIDASI PEKERJAAN
  32. 32. VALIDASI PEKERJAAN
  33. 33. Addendum kontrak bisa disebabkan: • adanya perpanjangan waktu (time extension); • pengurangan nilai kontrak (negative addendum); • penambahan nilai kontrak (positive addendum); akibat adanya revisi design atau adanya item baru. Tiga unsur penting didalam mengajukan suatu perubahan kontrak adalah: 1. apa yang menjadi `alasan utama' (Why) sehingga addendum perlu diadakan. 2. pekerjaan apa atau subyek apa (What) yang akan dijadikan issue sehingga terjadi perubahan. 3. bagaimana kajian (How) perubahan tersebut memenuhi kelayakan teknis maupun keuangan. Ketiga unsur pertanyaan di atas harus dibahas dan dikembangkan untuk dapat dipertanggung jawabkan baik secara teknis maupun keuangan. PERUBAHAN KONTRAK
  34. 34. Contract Change Order (CCO) • Apabila tidak ada perubahan (penambahan/ pengurangan ) dalam keseluruhan lingkup pekerjaan seperti : panjang efektif dalam kilometer tidak berubah. • Apabila tidak ada perubahan (penambahan/ pengurangan ) dalam periode kontrak. • Ada sedikit perubahan di dalam masing-masing PERUBAHAN item pekerjaan (variation order). • Tidak ada item pekerjaan baru. • Tidak ada perubahan (pengurangan /penambahan) di dalam keseluruhan biaya. KONTRAK
  35. 35. Dokumen Pendukung CCO • Pembenaran secara teknis (Justifikasi Teknis) yang dihasilkan oleh PPK, Direksi Teknis dan Penyedia Jasa serta ditandatangani (PPK, SE dan GS); • Hasil rapat yang tertulis (notulen) untuk ditandatangani antara PPK, Direksi Teknis dan Penyedia Jasa; • Ringkasan tabel dari perubahan per item pekerjaan dan photo dokumentasi; • Hasil rapat disampaikan kepada Kasatker kemudian dilakukan Penelitian oleh Tim Teknis. • Setelah disetujui oleh Kasatker, kemudian tembusan disampaikan ke Balai; • Dibuat Revised Schedule. • Hasil kesepakatan CCO harus dibuat ADDENDUM KONTRAK PERUBAHAN KONTRAK
  36. 36. Perubahan Kontrak Digunakan apabila : • Perubahan (penambahan / pergurangan) di dalam keseluruhan/sebagian lingkup pekerjaan seperti : panjang efektif kontrak dalam kilometer tidak berubah; • Penambahan / pengurangan dalam periode waktu kontrak; • Ada perubahan (penambahan/ pengurangan) kuantitas per item pekerjaan dan menimbulkan harga baru; • Perubahan (penambahan/pengurangan) keseluruhan biaya kontrak; • Penambahan biaya harus mempertimbangkan tersedianya anggaran dan tidak melebihi 10% dari kontrak awal. PERUBAHAN KONTRAK
  37. 37. Dokumen Pendukung Hasil pengukuran/pemeriksaan lapangan disepakati oleh PPK, SE dan GS kemudian disampaikan ke Kasatker, dengan ketentuan berikut: • Untuk penambahan item pekerjaan baru harus dilakukan negosiasi untuk masing-masing harga satuan pekerjaan, oleh Panitia Peneliti Pelaksanaan Kontrak yang dibentuk oleh Kasatker. • Harga tetap mengacu pada ketentuan yang tercantum dalam kontrak awal. • Hasil penelitian Panitia dibuat Berita Acara dilengkapi data pendukung lainnya. • Setelah disetujui, dikirimkan ke Ka-Balai untuk mendapatkan rekomendasi, jika disetujui dikirim ke Direktorat Wilayah terkait. • Kemudian Direktorat Wilayah terkait memberikan keputusan setelah dievaluasi oleh Tim Teknis. • Hasil keputusan jika diterima, maka PPK melakukan ADDENDUM KONTRAK. PERUBAHAN KONTRAK
  38. 38. PERUBAHAN KONTRAK NOMOR : 03/SE/Db/2012 TANGGAL : 26 Januari 2012 KONTRAK LAMPIRAN I SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL BINA MARGA BAGAN ALUR PERUBAHAN KONTRAK TANPA PERUBAHAN TARGET Masa Waktu Mobilisasi : ã Pemeriksaan lapangan bersama ã Usulan perubahan kontrak dari penyedia jasa kepada pengguna jasa Paling Lambat 14 hari Kalender : ã Keputusan PPK dengan persetujuan Ka Satker terhadap usulan perubahan kontrak dari penyedia jasa ( setelah melalui tim teknis ) ã Tembusan surat kepada Ka Balai Jika disetujui PERUBAHAN KONTRAK
  39. 39. PERUBAHAN KONTRAK LAMPIRAN II SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL BINA MARGA NOMOR : 03/SE/Db/2012 TANGGAL : 26 Januari 2012 KONTRAK BAGAN ALUR PERUBAHAN KONTRAK TANPA PERUBAHAN TARGET Paling Lambat 14 hari kalender : ã Keputusan PPK dengan persetujuan Ka Satker terhadap usulan perubahan kontrak dari penyedia jasa ( setelah melalui tim teknis ) ã Jika disetujui, dikirimkan kepada Ka Balai untuk mendapatkan rekomendasi Masa Waktu Mobilisasi : ã Pemeriksaan lapangan bersama ã Usulan perubahan kontrak dari penyedia jasa kepada pengguna jasa Paling lambat 14 hari kalender : Dir.Bin.Pel Wil.An Dirjen Bina Marga telah memberikan keputusan setelah dievaluasi oleh Tim Teknis Direktorat Bina Pelaksana Wilayah Paling lambat 14 hari kalender : ã Ka Balai telah memberikan rekomendasi ã Jika disetujui, dikirimkan kepada Dirjen BM melalui Direktur Bina Pelaksanaan Wilayah Keputusan diterima oleh PPK PERUBAHAN KONTRAK
  40. 40. PERUBAHAN KONTRAK REVISI SCHEDULE Prinsip Utama yang harus diperhatikan pada revisi schedule/jadwal adalah : a. Kurva 'S' awal (original 'S' curve) yang-sudah disepakati pada saat awal kontrak harus tetap dipertahankan. Jadi walaupun terjadi revisi, bentuk dan trend kurva S tidak mengalami perubahan. b. Revisi schedule tidak bertujuan untuk memperkecil deviasi keterlambatan. yang dapat memperkecil deviasi hanya re-schedule akibat perpanjangan waktu. c. Pembuatan re-schedule selalu pada kurva S, dimulai pada titik dimana tanggal terjadinya perubahan. Jadi kurva re-schedule tidak melanjutkan kurva realisasi.
  41. 41. PERUBAHAN KONTRAK
  42. 42. PERUBAHAN KONTRAK
  43. 43. KONTRAK KRITIS Kontrak telah memasuki kondisi kritis jika realisasi fisik : a. Terlambat 10% dari rencana saat itu (pada periode 5% – 70%) atau b. Terlambat 5% dari rencana saat itu (pada periode 70% – 100%) atau c. Rencana fisik 70% - 100% dari kontrak, realisasi fisik terlambat kurang dari 5% dari rencana dan akan melampaui tahun anggaran berjalan. maka selambat-lambatnya dalam waktu 3 hari sejak diketahuinya kondisi kritis, PPK memberikan Surat Peringatan Pertama kepada Penyedia dan melaporkan secara tertulis kepada Kepala Satuan Kerja selaku atasan langsung.
  44. 44. PEMBAYARAN Pembayaran prestasi pekerjaan konstruksi untuk kontrak harga satuan dilakukan dengan cara Bulanan berdasarkan prestasi pekerjaan yang telah dilaksanakan/ terpasang (bukan material on site). Dokumen penunjang yang disyaratkan untuk mengajukan tagihan pembayaran prestasi pekerjaan: 1. Berita acara prestasi hasil pekerjaan; 2. Perincian kuantitas hasil pekerjaan; 3. Laporan mutu hasil pekerjaan.
  45. 45. SERAH TERIMA PEKERJAAN
  46. 46. SERAH TERIMA PEKERJAAN
  47. 47. Ringkasan Kemajuan Bulanan (Monthly Progress Summary) • Data Pokok (Basic Data) • Kemajuan Fisik (Physical Progress) Uraian/data tentang kemajuan menyeluruh dibandingkan dengan "Rencana kerja Penyedia Jasa". Sebutkan kegiatan yang secara signifikan melebihi atau terlambat dari jadwal. • Pembayaran (Monthly Certificate) Total yang tersertifikasi sampai laporan Bulan lalu; Pembayaran yang tersertifikasi Bulan ini; Total yang tersertifikasi sampai saat ini. • Variasi dan Addendum (Variations and Addendum) Uraian singkat tentang variasi terhadap kontrak yang tidak mempengaruhi Nilai Kontrak. Penjelasan singkat tentang Addendum yang diajukan Penyedia Jasa, Konsultan Regional (jika ada) atau P2JJ bersama dengan kenaikan dan pengurangan terhadap kontrak. • Pokok Persoalan Lain ( Other Issues ) Penjelasan singkat tentang permasalahan yang terjadi pada bulan laporan, umpamanya: Kasus Pembebasan Tanah, Sosial dan masalah Lingkungan atau Bencana Alam (BA). Bila diperlukan, lampirkan foto-foto penting mengenai kasus-kasus tersebut di atas. PELAPORAN
  48. 48. SSEEKKIIAANN && TTEERRIIMMAA KKAASSIIHH

×