Osteoporosis

3,254 views

Published on

0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
3,254
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
190
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Osteoporosis

  1. 1. Disusun Oleh:Ayu Selvya I31111031Devi Oktavia Utami I31111041Devy Permata Sari I31111028Edwin Safrianda I31111004Rizky Nurhafizah I31111043Sri Endang Kesumawati I31111029Try Mardhani I31111039Yesika Agustin I31111018
  2. 2. *Osteoporosis merupakan penyakit tulang metabolik yang ditandai dengan penurunan densitas (kepadatan) dan kualitas tulang sehingga menyebabkan tulang menjadi rapuh dan mudah terjadinya fraktur.
  3. 3. Osteoporosis pada femurOsteoporosis pada Vertebra
  4. 4. *Osteoporosis Primer*Osteoporosis Sekunder*Osteoporosis Idiopatik
  5. 5. *Osteoporosis primer merupakan osteoporosisyang terjadi karena disebabkan oleh faktor daridalam tubuh manusia, yaitu terhentinyaproduksi hormon akibat faktor usia, hal inibanyak dialami oleh para manula dan wanita.*Osteoporosis Post-menopausal (pada wanita) “Menopause umumnya terjadi pada usia 50-an, hormon estrogen wanita akan turun 2-3 tahun sebelum menopase timbul, dan terus berlangsung sampai 3-4 tahun setelah menopause” (Hans Tandra, 2009. 8)
  6. 6. *Osteoporosis Senilis (pada pria atau wanita) Sesuai dengan namanya osteoporosis senilis merupakan osteoporosis yang terjadi pada saat lansia baik pada pria ataupun wanita.
  7. 7. *Layaknya wanita, laki-laki juga mengalami hal yang sama walaupun dengan persentase yang lebih kecil dibandingkan wanita. Osteoporosis pada pria umumnya adalah hipogonadism, dimana testoteron dalam tubuh berkurang. Testoteron dalam tubuh berfungsi sama seperti estrogen, yaitu menguatkan tulang dan mencegah pengeroposan tulang.
  8. 8. *“Osteoporosis sekunder ini disebabkanoleh penyakit atau kelainan tertentu,atau bisa pula akibat tindakanpembedahan atau pemberian obat yangmempercepat pengeroposan tulang”(Hans Tandra, 2009. 8).Contoh: Obat kortikosteroid, kanker,merokok, minum alkohol, kurangaktivitas, dll.
  9. 9. **Osteoporosis idopatik relatif di temui pada wanita pra menopous dan pria pada usia pertengahan bisa di karenakan karena nyeri pinggang yang habat, penyebab osteoporosis idiopatik tidak jelas.
  10. 10. *Osteoporosis dapat disebabkan dari pembentukan massa puncak tulang yang kurang maksimal selama massa pertumbuhan dan meningkatnya pengurangan massa tulang setelah menopause.*Massa tulang akan meningkat secara konstan dan mencapai puncak pada saat usia 30-35 tahun. Pada usia diatas 40 tahun, maka pertumbuhan tulang akan berhenti dan hal ini menyebabkan kecepatan pembentukan tulang berkurang secara progresif.
  11. 11. *Pada usia dekade keempat dan kelima, resorpsi tulang mulai melebihi pembentukan tulang, dan pada wanita hal ini sering terjadi selama dan setelah menopause.*Estrogen menstimulasi aktivitas osteoblas dan membatasi efek stimulasi osteoklas pada hormon paratiroid. Dengan demikian, penurunan estrogen secara tidak langsung menyebabkan peningkatan pada aktivitas osteoklas.
  12. 12. *Osteopororsis kurang rentan dialami oleh pria karena pria memiliki tulang yang lebih padat daripada wanita, aktivitas yang berbeda, dan kadar hormon reproduktif masih tetap tinggi sampai pria mencapai usia 80 tahun.
  13. 13. 1. Usia2. Genetik : Etnis/Ras, Jenis Kelamin, Keturunan3. Lingkungan : Nutrisi, Pola Hidup
  14. 14. PATOFISIOLOGI
  15. 15. *Osteoporosis sering juga disebut silent killer karena penyakit ini tidak menunjukkan tanda dan gejala yang jelas. Umumnya, para penderita tidak mengeluh sakit, kecuali nyeri pada tulang. Gejala osteoporosis lainnya yang harus diwaspadai adalah:*Tinggi badan memendek*Sakit pinggang atau punggung*Tubuh bungkuk (kifosis)
  16. 16. *Fraktur*Penurunan fungsi*Kifosis*Nyeri dengan atau tanpa fraktur yang nyata
  17. 17. 1. Pemeriksaan Densitometri DXA (Dual-Energy X- Ray Absorbptiometry) terhadap tulang memperlihatkan penurunan ketebalan tulang.2. Pemeriksaan CT scan densitas tulang dapat memberikan gambaran akurat mengenai tingkat massa tulang dan menentukan kecepatan penipisan tulang.3. Pemeriksaan radiologik. Caranya adalah dengan menganalisis komponen-komponen yang berkorelasi cukup tepat dengan adanya osteoporosis. Namun, hasil pengukuran ini masih sangat lemah (Emma S. 2008).
  18. 18. 4. Pemeriksaan Radioisotop. Pemeriksaan ini menggunakan sinar foton radionuklida yang dapat mendeteksi densitas tulang dan ketebalan korteks tulang. Pemeriksaan ini digunakan untuk mengukur vertebra dan kolum femoris (Emma S. 2008).5. Pemeriksaan Quantitative Computerized Tamography (QCT). QCT digunakan untuk mengukur mineral tulang karena dapat menilai secara volumetrik trabekulasi tulang radius, tibia, dan vertebra. Keuntungannya adalah QCT tidak perlu memperhitungkan berat badan dan tinggi badan. Kerugiannya adalah paparan radiasinya jauh lebih tinggi daripada pemeriksaan lainnya (Emma S. 2008).
  19. 19. 6. Pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI). MRI dapat mengukut struktur trabekuler tulang dan kepadatannya. Pemeriksaan ini tidak memerlukan radiasi hanya paparan magnet. Namun pemeriksaan ini memerlukan biaya yang mahal dan sarana yang banyak (Emma S. 2008).7. Pemeriksaan Quantitative Ultra Sound (QUS). Pemeriksaan ini menggunakan kecepatan gelombang suara ultra yang menembus tulang, kemudian dinilai atenuasi kekuatan dan daya tembus melalui tulang yang dinyatakan sebagai pita lebar ultrasonik dan kekakuan. Keuntungannya adalah mudah dibawa kemana-mana dan kerugiannya adalah tidak dapat mengetahui lokalisasi osteoporosis dengan tepat (Emma S. 2008).
  20. 20. 8. Densitometer (X-ray absorptiometry) Pemeriksaan ini menggunakan sinar X yang sangat rendah. Pengukuran dilakukan pada tulang yang kemungkinan mudah patah, seperti tulang belakang, pinggung, dan pergelangan tangan atau seluruh rangka tubuh (Emma S. 2008).
  21. 21. *Terapi Hormonal : Estrogen, Kombinasi Estrogen dan Progesteron, Testosteron,*Terapi Non Hormonal : Kalsitonin, Bifosfonat, Kalsium*Vit. D dan metabolitnya*Steroid anabolik
  22. 22. *Makan makanan yang mengandung tinggi kalsium*Olahraga teratur*Hindari merokok dan minum minuman beralkohol

×