Strategi Diplomasi Indonesia dalam Merevisi Sistem Bagi
Hasil Eksploitasi Minyak Bumi dan Gas Alam dengan
Chevron Pacific ...
PT Chevron Pacific
Indonesia
PT Chevron Pacific Indonesia pertama kali
didirikan pada tahun 1924 dengan nama awal
PT Calte...
Motivasi masuknya Chevron ke
Indonesia
PT Chevron merupakan perusahaan
minyak global yang berinvestasi ke
negara-negara ya...
Strategi Diplomasi
Dalam upaya merevisi undang-
undang mengenai migas dengan
Chevron Pacific, tentunya Indonesia
harus mel...
Cont…
Indonesia pernah menggunakan sistem
konsesi (warisan kolonial); untuk perusahaan-
perusahaan minyak asing yang menge...
Cont…
Salah satu strategi diplomasi Indonesia untuk
merevisi undang-undang mengenai system bagi
hasil terkait minyak bumi ...
Keuntungan masing-masing
Pihak dengan sistem Bagi Hasil
Pihak Indonesia
 Eksplorasi dan eksploitasi migas tidak memerluka...
Cont…
Pihak Kontraktor (pihak Asing)
 Kontrak ini menempatkan kontraktor di posisi
yang setara dengan pemerintah dalam
pe...
Kesimpulan
Perevisian Undang-Undang yang dilakukan melalui
negosiasi, argumentasi, serta menawarkan kebaikan
kepada pihak ...
TERIMAKASIH
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Slide Strategi Diplomasi Indonesia dalam Merevisi Sistem Bagi Hasil Eksploitasi Minyak Bumi dan Gas Alam dengan Chevron Pacific Indonesia

913 views

Published on

STRATEGI DIPLOMASI

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
913
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
20
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Slide Strategi Diplomasi Indonesia dalam Merevisi Sistem Bagi Hasil Eksploitasi Minyak Bumi dan Gas Alam dengan Chevron Pacific Indonesia

  1. 1. Strategi Diplomasi Indonesia dalam Merevisi Sistem Bagi Hasil Eksploitasi Minyak Bumi dan Gas Alam dengan Chevron Pacific Indonesia Oleh Kelompok 8 Boy Yusuf Pane Enggra Ramadhoni Silfi Aryani Tetty Magdalena.M Era Riana
  2. 2. PT Chevron Pacific Indonesia PT Chevron Pacific Indonesia pertama kali didirikan pada tahun 1924 dengan nama awal PT Caltex Indonesia. Perusahaan kontraktor minyak ini merupakan perusahaan terbesar yang berbasis di Indonesia dan salah satu perusahaan bagi hasil unit usaha perusahaan minyak asal Amerika, Chevron Coporation.
  3. 3. Motivasi masuknya Chevron ke Indonesia PT Chevron merupakan perusahaan minyak global yang berinvestasi ke negara-negara yang memiliki sumber minyak yang luas di mana negara- negara tersebut tidak mampu secara mandiri mengelola sumber daya mereka. Hal ini yang menjadi landasan utama mengapa PT Chevron termotivasi menjajaki perminyakan di negara-negara berkembang seperti
  4. 4. Strategi Diplomasi Dalam upaya merevisi undang- undang mengenai migas dengan Chevron Pacific, tentunya Indonesia harus melakukan diplomasi terlebih dahulu dengan pihak Chevron tersebut. Diplomasi ini diperlukan guna mencapai kesepakatan di antara kedua belah pihak, yang dalam hal ini adalah Indonesia dengan Chevron Pasific.
  5. 5. Cont… Indonesia pernah menggunakan sistem konsesi (warisan kolonial); untuk perusahaan- perusahaan minyak asing yang mengeruk kekayaan alam Indonesia yang kemudian diganti dengan sistem Bagi Hasil, dimana pemerintah Indonesia melalui pertamina dapat diuntungkan dengan berlipat-lipat. Sistem bagi hasil banyak digunakan oleh negara-negara berkembang yang mempunyai sumber daya migas namun tidak mempunyai teknologi dan modal untuk melakukan eksplorasi dan
  6. 6. Cont… Salah satu strategi diplomasi Indonesia untuk merevisi undang-undang mengenai system bagi hasil terkait minyak bumi dan gas alam tersebut ialah dengan melakukan negosiasi, argumentasi, serta menawarkan kebaikan kepada pihak Chevron dengan cara membebaskan Chevron dari biaya yang berkenaan dengan pengelolaan migas tersebut. Pembagian hasil seperti itu merupakan strategi diplomasi yang dilakukan Indonesia agar pihak Chevron mau menyetujui revisi tersebut. Pembagian hasil antara pemerintah dan
  7. 7. Keuntungan masing-masing Pihak dengan sistem Bagi Hasil Pihak Indonesia  Eksplorasi dan eksploitasi migas tidak memerlukan modal yang besar dan teknologi canggih yang tidak dimiliki oleh negara.  Negara tidak menanggung resiko kerugian yang muncul dalam kegiatan penambangan migas.  Negara tidak sekedar menarik pajak, namun mendapatkan proporsi tertentu dari produksi yang dihasilkan.
  8. 8. Cont… Pihak Kontraktor (pihak Asing)  Kontrak ini menempatkan kontraktor di posisi yang setara dengan pemerintah dalam pengelolaan migas.  Kontraktor memperoleh kebebasan dalam eksplorasi dan eksploitasi migas.  Kontraktor memperoleh bagian yang cukup besar ditambah dengan pengembalian biaya operasi (cost recovery) bila hasil migas itu menguntungkan secara ekonomi
  9. 9. Kesimpulan Perevisian Undang-Undang yang dilakukan melalui negosiasi, argumentasi, serta menawarkan kebaikan kepada pihak Chevron dengan cara membebaskan Chevron dari biaya yang berkenaan dengan pengelolaan migas merupakan strategi agar Indonesia tidak merasa dirugikan dan antara pihak PT Chevron dan Indonesia terdapat keseimbangan kekuatan (balance of power).
  10. 10. TERIMAKASIH

×