Contoh makalah-sosiologi

28,629 views

Published on

http://ceritaberitasekolah.blogspot.com/
htpp://belajarmakalah.blogspot.com
www.lagu-karo.tk

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
28,629
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
39
Actions
Shares
0
Downloads
148
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Contoh makalah-sosiologi

  1. 1. I. PENDAHULUAN1.1. LATAR BELAKANG MASALAHDalam konteks ini, tolok-ukur suatu masalah layak disebut sebagai masalah sosial atautidak, akan sangat ditentukan oleh nilai -nilai dan/atau norma-noma sosial yang berlakudalamkomunitas itu sendiri. Oleh karena itu, pernyataan sesuai atau tidaknya suatu masalah itudengannilai-nilai dan/atau norma-norma sosial harus dikemukakan ol eh sebagian besar(mayoritas) darianggota komunitas. Menyongsong tahun 2006 ini, tentu berbagai masalah sosial diIndonesiaakan tetap ada, tumbuh dan/atau berkembang sesuai dengan dinamika komunitas itusendiri.1.2. IDENTIFIKASI MASALAH1) Narkoba2) Korupsi3) Bencana Alam4) Kenakalan remaja5) Penggusuran6) Disorganisasi keluarga1.3. TUJUAN PEMBUATAN MAKALAH1) Sebagai tugas dari guru bidang studi sosiologi2) Sebagai bahan referensi pengetahuan tentang masalah social,3) Sebagai pengenalan terhadap pola hidup social,4) Sebagai antisifasi terhadap masalah social itu sendiri,5) Untuk menindaklanjuti masalah social yang terjadi di seputar kita,1.4. PENUTUP• Kesimpulan• Saran-saran1.5. DAFTAR PUSTAKAII. PEMBAHASAN2.1. NarkobaNarkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain “narkoba”,istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan RepublikIndonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan ZatAdiktif.
  2. 2. Semua istilah ini, baik “narkoba” atau napza, mengacu pada sekelompok zat yangumumnya mempunyai resiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatannarkoba sebenarnya adalah psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saathendak dioparasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini presepsi itudisalah gunakan akibat pemakaian yang telah diluar batas dosis.PenyebaranHingga kini penyebaran narkoba sudah hampir tak bisa dicegah. Mengingat hampirseluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yangtidak bertanggung jawab. Misalnya saja dari bandar narkoba yang senang mencarimangsa didaerah sekolah, diskotik, tempat pelacuran, dan tempat-tempat perkumpulangenk. Tentu saja hal ini bisa membuat para orang tua, ormas,pemerintah khawatir akanpenyebaran narkoba yang begitu meraja rela. Upaya pemberantas narkoba pun sudahsering dilakukan namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba darikalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun banyak yangterjerumus narkoba. Hingga saat ini upaya yang paling efektif untuk mencegahpenyalahgunaan Narkoba pada anak-anak yaitu dari pendidikan keluarga. Orang tuadiharapkan dapat mengawasi dan mendidik anaknya untuk selalu menjauhi Narkoba.Efek• Halusinogen, efek dari narkoba bisa mengakibatkan bila dikonsumsi dalam sekiandosis tertentu dapat mengakibatkan seseorang menjadi ber-halusinasi dengan melihatsuatu hal/benda yang sebenarnya tidak ada / tidak nyata contohnya kokain & LSD• Stimulan , efek dari narkoba yang bisa mengakibatkan kerja organ tubuh sepertijantung dan otak bekerja lebih cepat dari kerja biasanya sehingga mengakibatkanseseorang lebih bertenaga untuk sementara waktu , dan cenderung membuat seorangpengguna lebih senang dan gembira untuk sementara waktu• Depresan, efek dari narkoba yang bisa menekan sistem syaraf pusat danmengurangi aktivitas fungsional tubuh, sehingga pemakai merasa tenang bahkan bisamembuat pemakai tidur dan tidak sadarkan diri. Contohnya putaw• Adiktif , Seseorang yang sudah mengkonsumsi narkoba biasanya akan ingin daningin lagi karena zat tertentu dalam narkoba mengakibatkan seseorang cenderung bersifatpasif , karena secara tidak langsung narkoba memutuskan syaraf-syaraf dalamotak,contohnya ganja , heroin , putaw• Jika terlalu lama dan sudah ketergantungan narkoba maka lambat laun organdalam tubuh akan rusak dan jika sudah melebihi takaran maka pengguna itu akanoverdosis dan akhirnya kematianJenis• Heroin atau diamorfin (INN) adalah sejenis opioid alkaloid.Heroin adalah derivatif 3.6-diasetil dari morfin (karena itulah namanya adalahdiasetilmorfin) dan disintesiskan darinya melalui asetilasi. Bentuk kristal putihnyaumumnya adalah garam hidroklorida, diamorfin hidroklorida. Heroin dapat menyebabkankecanduan.• Ganja (Cannabis sativa syn. Cannabis indica) adalah tumbuhan budidayapenghasil serat, namun lebih dikenal karena kandungan zat narkotika pada bijinya,tetrahidrokanabinol (THC, tetra-hydro-cannabinol) yang dapat membuat pemakainyamengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab).
  3. 3. Ganja menjadi simbol budaya hippies yang pernah populer di Amerika Serikat. Hal inibiasanya dilambangkan dengan daun ganja yang berbentuk khas. Selain itu ganja danopium juga didengungkan sebagai simbol perlawanan terhadap arus globalisme yangdipaksakan negara kapitalis terhadap negara berkembang. Di India, sebagian Sadhu yangmenyembah dewa Shiva menggunakan produk derivatif ganja untuk melakukan ritualpenyembahan dengan cara menghisap Hashish melalui pipa Chilam/Chillum, dan denganmeminum Bhang.KontroversiDi beberapa negara tumbuhan ini tergolong narkotika, walau tidak terbukti bahwapemakainya menjadi kecanduan, berbeda dengan obat-obatan terlarang yang berdasarkanbahan kimiawi dan merusak sel-sel otak, yang sudah sangat jelas bahayanya bagi umatmanusia. Diantara pengguna ganja, beragam efek yang dihasilkan, terutama euphoria(rasa gembira) yang berlebihan, serta hilangnya konsentrasi untuk berpikir diantara parapengguna tertentu.Efek negatif secara umum adalah bila sudah menghisap maka pengguna akan menjadimalas dan otak akan lamban dalam berpikir. Namun, hal ini masih menjadi kontroversi,karena tidak sepenuhnya disepakati oleh beberapa kelompok tertentu yang mendukungmedical marijuana dan marijuana pada umumnya. Selain diklaim sebagai pereda rasasakit, dan pengobatan untuk penyakit tertentu (termasuk kanker), banyak juga pihak yangmenyatakan adanya lonjakan kreatifitas dalam berfikir serta dalam berkarya (terutamapada para seniman dan musisi.Berdasarkan penelitian terakhir, hal ini (lonjakan kreatifitas), juga di pengaruhi oleh jenisganja yang digunakan. Salah satu jenis ganja yang dianggap membantu kreatifitas adalahhasil silangan modern “Cannabis indica” yang berasal dari India dengan “Cannabissativa” dari Barat, dimana jenis Marijuana silangan inilah yang merupakan tipe yangtumbuh di Indonesia.Efek yang dihasilkan juga beragam terhadap setiap individu, dimana dalam golongantertentu ada yang merasakan efek yang membuat mereka menjadi malas, sementara adakelompok yang menjadi aktif, terutama dalam berfikir kreatif (bukan aktif secara fisikseperti efek yang dihasilkan Methamphetamin). Marijuana, hingga detik ini, tidak pernahterbukti sebagai penyebab kematian maupun kecanduan. Bahkan, di masa lalu dianggapsebagai tanaman luar biasa, dimana hampir semua unsur yang ada padanya dapatdimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Hal ini sangat bertolak belakang dan berbedadengan efek yang dihasilkan oleh obat-obatan terlarang dan alkohol, yang menyebabkanpenggunanya menjadi kecanduan hingga tersiksa secara fisik, dan bahkan berbuatkekerasan maupun penipuan (aksi kriminal) untuk mendapatkan obat-obatan kimiabuatan manusia itu.PemanfaatanTumbuhan ganja telah dikenal manusia sejak lama dan digunakan sebagai bahan pembuatkantung karena serat yang dihasilkannya kuat. Biji ganja juga digunakan sebagai sumberminyak.Namun demikian, karena ganja juga dikenal sebagai sumber narkotika dan kegunaan inilebih bernilai ekonomi, orang lebih banyak menanam untuk hal ini dan di banyak tempatdisalahgunakan.Di sejumlah negara penanaman ganja sepenuhnya dilarang. Di beberapa negara lain,penanaman ganja diperbolehkan untuk kepentingan pemanfaatan seratnya. Syaratnya
  4. 4. adalah varietas yang ditanam harus mengandung bahan narkotika yang sangat rendahatau tidak ada sama sekali.Sebelum ada larangan ketat terhadap penanaman ganja, di Aceh daun ganja menjadikomponen sayur dan umum disajikan.Bagi penggunanya, daun ganja kering dibakar dan dihisap seperti rokok, dan bisa jugadihisap dengan alat khusus bertabung yang disebut bong.• BudidayaTanaman ini ditemukan hampir disetiap negara tropis. Bahkan beberapa negara beriklimdingin pun sudah mulai membudidayakannya dalam rumah kaca.• Morfin adalah alkaloid analgesik yang sangat kuat dan merupakan agen aktifutama yang ditemukan pada opium. Morfin bekerja langsung pada sistem saraf pusatuntuk menghilangkan sakit. Efek samping morfin antara lain adalah penurunankesadaran, euforia, rasa kantuk, lesu, dan penglihatan kabur. Morfin juga mengurangirasa lapar, merangsang batuk, dan meyebabkan konstipasi. Morfin menimbulkanketergantungan tinggi dibandingkan zat-zat lainnya. Pasien morfin juga dilaporkanmenderita insomnia dan mimpi buruk.Kata “morfin” berasal dari Morpheus, dewa mimpi dalam mitologi Yunani.• Kokain adalah senyawa sintetis yg memicu metabolisme sel menjadi sangat cepat.Kokain merupakan alkaloid yang didapatkan dari tanaman Erythroxylon coca, yangberasal dari Amerika Selatan, dimana daun dari tanaman ini biasanya dikunyah olehpenduduk setempat untuk mendapatkan “efek stimulan”.Saat ini Kokain masih digunakan sebagai anestetik lokal, khususnya untuk pembedahanmata, hidung dan tenggorokan, karena efek vasokonstriksif-nya juga membantu. Kokaindiklasifikasikan sebagai suatu narkotika, bersama dengan morfin dan heroin karena efekadiktif.2.2.KorupsiDari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebasLangsung ke: navigasi, cariArtikel ini membutuhkan catatan kaki untuk pemastian.Silakan bantu memperbaiki artikel ini dengan menambahkan catatan kaki.Indeks persepsi korupsi di 2007. Biru menunjukkan sedikit korupsi, merah menunjukkanbanyak korupsiKorupsi (bahasa Latin: corruptio dari kata kerja corrumpere = busuk, rusak,menggoyahkan, memutarbalik, menyogok) menurut Transparency International adalahperilaku pejabat publik, baik politikus|politisi maupun pegawai negeri, yang secara tidakwajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya,dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka.Dari sudut pandang hukum, tindak pidana korupsi secara garis besar mencakup unsur-unsur sebagai berikut:• perbuatan melawan hukum;• penyalahgunaan kewenangan, kesempatan, atau sarana;• memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi;• merugikan keuangan negara atau perekonomian negara;
  5. 5. Selain itu terdapat beberapa jenis tindak pidana korupsi yang lain, diantaranya:• memberi atau menerima hadiah atau janji (penyuapan);• penggelapan dalam jabatan;• pemerasan dalam jabatan;• ikut serta dalam pengadaan (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara);• menerima gratifikasi (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara).Dalam arti yang luas, korupsi atau korupsi politis adalah penyalahgunaan jabatan resmiuntuk keuntungan pribadi. Semua bentuk pemerintah|pemerintahan rentan korupsi dalamprakteknya. Beratnya korupsi berbeda-beda, dari yang paling ringan dalam bentukpenggunaan pengaruh dan dukungan untuk memberi dan menerima pertolongan, sampaidengan korupsi berat yang diresmikan, dan sebagainya. Titik ujung korupsi adalahkleptokrasi, yang arti harafiahnya pemerintahan oleh para pencuri, di mana pura-purabertindak jujur pun tidak ada sama sekali.Korupsi yang muncul di bidang politik dan birokrasi bisa berbentuk sepele atau berat,terorganisasi atau tidak. Walau korupsi sering memudahkan kegiatan kriminal sepertipenjualan narkotika, pencucian uang, dan prostitusi, korupsi itu sendiri tidak terbatasdalam hal-hal ini saja. Untuk mempelajari masalah ini dan membuat solusinya, sangatpenting untuk membedakan antara korupsi dan kriminalitas|kejahatan.Tergantung dari negaranya atau wilayah hukumnya, ada perbedaan antara yang dianggapkorupsi atau tidak. Sebagai contoh, pendanaan partai politik ada yang legal di satu tempatnamun ada juga yang tidak legal di tempat lain.Kondisi yang mendukung munculnya korupsi• Konsentrasi kekuasan di pengambil keputusan yang tidak bertanggung jawablangsung kepada rakyat, seperti yang sering terlihat di rezim-rezim yang bukandemokratik.• Kurangnya transparansi di pengambilan keputusan pemerintah• Kampanye-kampanye politik yang mahal, dengan pengeluaran lebih besar daripendanaan politik yang normal.• Proyek yang melibatkan uang rakyat dalam jumlah besar.• Lingkungan tertutup yang mementingkan diri sendiri dan jaringan “teman lama”.• Lemahnya ketertiban hukum.• Lemahnya profesi hukum.• Kurangnya kebebasan berpendapat atau kebebasan media massa.• Gaji pegawai pemerintah yang sangat kecil.• Rakyat yang cuek, tidak tertarik, atau mudah dibohongi yang gagal memberikanperhatian yang cukup ke pemilihan umum.• Ketidakadaannya kontrol yang cukup untuk mencegah penyuapan atau“sumbangan kampanye”.Dampak negatifDemokrasiKorupsi menunjukan tantangan serius terhadap pembangunan. Di dalam dunia politik,korupsi mempersulit demokrasi dan tata pemerintahan yang baik (good governance)dengan cara menghancurkan proses formal. Korupsi di pemilihan umum dan di badanlegislatif mengurangi akuntabilitas dan perwakilan di pembentukan kebijaksanaan;korupsi di sistem pengadilan menghentikan ketertiban hukum; dan korupsi dipemerintahan publik menghasilkan ketidak-seimbangan dalam pelayanan masyarakat.
  6. 6. Secara umum, korupsi mengkikis kemampuan institusi dari pemerintah, karenapengabaian prosedur, penyedotan sumber daya, dan pejabat diangkat atau dinaikanjabatan bukan karena prestasi. Pada saat yang bersamaan, korupsi mempersulit legitimasipemerintahan dan nilai demokrasi seperti kepercayaan dan toleransi.EkonomiKorupsi juga mempersulit pembangunan ekonomi dan mengurangi kualitas pelayananpemerintahan.Korupsi juga mempersulit pembangunan ekonomi dengan membuat distorsi dan ketidakefisienan yang tinggi. Dalam sektor privat, korupsi meningkatkan ongkos niaga karenakerugian dari pembayaran ilegal, ongkos manajemen dalam negosiasi dengan pejabatkorup, dan resiko pembatalan perjanjian atau karena penyelidikan. Walaupun ada yangmenyatakan bahwa korupsi mengurangi ongkos (niaga) dengan mempermudah birokrasi,konsensus yang baru muncul berkesimpulan bahwa ketersediaan sogokan menyebabkanpejabat untuk membuat aturan-aturan baru dan hambatan baru. Dimana korupsimenyebabkan inflasi ongkos niaga, korupsi juga mengacaukan “lapangan perniagaan”.Perusahaan yang memiliki koneksi dilindungi dari persaingan dan sebagai hasilnyamempertahankan perusahaan-perusahaan yang tidak efisien.Korupsi menimbulkan distorsi (kekacauan) di dalam sektor publik dengan mengalihkaninvestasi publik ke proyek-proyek masyarakat yang mana sogokan dan upah tersedialebih banyak. Pejabat mungkin menambah kompleksitas proyek masyarakat untukmenyembunyikan praktek korupsi, yang akhirnya menghasilkan lebih banyak kekacauan.Korupsi juga mengurangi pemenuhan syarat-syarat keamanan bangunan, lingkunganhidup, atau aturan-aturan lain. Korupsi juga mengurangi kualitas pelayanan pemerintahandan infrastruktur; dan menambahkan tekanan-tekanan terhadap anggaran pemerintah.Para pakar ekonomi memberikan pendapat bahwa salah satu faktor keterbelakanganpembangunan ekonomi di Afrika dan Asia, terutama di Afrika, adalah korupsi yangberbentuk penagihan sewa yang menyebabkan perpindahan penanaman modal (capitalinvestment) ke luar negeri, bukannya diinvestasikan ke dalam negeri (maka adanyaejekan yang sering benar bahwa ada diktator Afrika yang memiliki rekening bank diSwiss). Berbeda sekali dengan diktator Asia, seperti Soeharto yang sering mengambilsatu potongan dari semuanya (meminta sogok), namun lebih memberikan kondisi untukpembangunan, melalui investasi infrastruktur, ketertiban hukum, dan lain-lain. Pakar dariUniversitas Massachussetts memperkirakan dari tahun 1970 sampai 1996, pelarian modaldari 30 negara sub-Sahara berjumlah US $187 triliun, melebihi dari jumlah utang luarnegeri mereka sendiri. [1] (Hasilnya, dalam artian pembangunan (atau kurangnyapembangunan) telah dibuatkan modelnya dalam satu teori oleh ekonomis Mancur Olson).Dalam kasus Afrika, salah satu faktornya adalah ketidak-stabilan politik, dan jugakenyataan bahwa pemerintahan baru sering menyegel aset-aset2.3. Bencana AlamGempa bumi Yogyakarta 2006Gempa bumi Yogyakarta Mei 2006 adalah peristiwa gempa bumi tektonik kuat yangmengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah pada 27 Mei 2006 kuranglebih pukul 05.55 WIB selama 57 detik. Gempa bumi tersebut berkekuatan 5,9 pada skalaRichter. United States Geological Survey melaporkan 6,2 pada skala Richter[1].Lokasi dan kerusakan yang diakibatkan
  7. 7. Lokasi gempaLokasi gempa menurut Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya MineralRepublik Indonesia terjadi di koordinat 8,007° LS dan 110,286° BT pada kedalaman 17,1km. Sedangkan menurut BMG, posisi episenter gempa terletak di koordinat 8,26° LS dan110,31° BT pada kedalaman 33 km.itu di release sesaat terjadi gempa. Setelah data dariberbagai Stasiun yang dipunyai jejaring BMG dan dilakukan perhitungan, update terakhirBMG menentukan pusat gempa berada di 8.03 LS dan 110,32 BT(update ke tiga) padakedalaman 11,3 Km dan kekuatan 5.9 SR Mb (Magnitude Body) atau setara 6.3 SR Mw(Magnitude Moment).USGS memberikan koordinat 7,977° LS dan 110,318 BT padakedalaman 35 km. Hasil yang berbeda tersebut dikarenakan metode dan peralatan yangdigunakan berbeda-beda.Secara umum posisi gempa berada sekitar 25 km selatan-barat daya Yogyakarta, 115 kmselatan Semarang, 145 km selatan-tenggara Pekalongan dan 440 km timur-tenggaraJakarta. Walaupun hiposenter gempa berada di laut, tetapi tidak mengakibatkan tsunami.Gempa juga dapat dirasakan di Solo, Semarang, Purworejo, Kebumen dan Banyumas.Getaran juga sempat dirasakan sejumlah kota di provinsi Jawa Timur seperti Ngawi,Madiun, Kediri, Trenggalek, Magetan, Pacitan, Blitar dan Surabaya.Gempa susulanGempa susulan terjadi beberapa kali seperti pada pukul 06:10 WIB, 08:15 WIB dan11:22 WIB. Gempa bumi tersebut mengakibatkan banyak rumah dan gedung perkantoranyang rubuh, rusaknya instalasi listrik dan komunikasi. Bahkan 7 hari sesudah gempa,banyak lokasi di Bantul yang belum teraliri listrik. Gempa bumi juga mengakibatkanBandara Adi Sutjipto ditutup sehubungan dengan gangguan komunikasi, kerusakanbangunan dan keretakan pada landas pacu, sehingga untuk sementara transportasi udaradialihkan ke Bandara Achmad Yani Semarang dan Bandara Adisumarmo Solo.Seorang lelaki di antara puing-puing rumahnyaGedung-gedung yang rusak parah• Mall Saphir Square mengalami kerusakan parah di lantai 4 dan 5. Tembok depanMall lantai tersebut roboh hingga berlubang, kanopi teras Mall ambruk dan menimpateras Mall yang sebagian ikut roboh.• Mall Ambarukmo Plaza, yang saat itu belum lama dibuka, mengalami kerusakantak terlalu parah. Beberapa bagian tembok terlihat retak-retak dan terkelupas.• GOR Universitas Ahmad Dahlan mengalami kerusakan parah. Atap GOR robohdan hanya tersisa tembok di sisi-sisinya.• STIE Kerja Sama di Jl. Parangtritis rusak sangat parah.• ISI (Institut Seni Indonesia) Yogyakarta, Jl. Parangtritis Km.6,5 kerusakan sangatparah.Situs kuno dan lokasi wisata yang rusak• Candi Prambanan mengalami kerusakan yang cukup parah dan ditutup sementarauntuk diteliti lagi tingkat kerusakannya. Kerusakan yang dialami candi prambanankebanyakan adalah runtuhnya bagian-bagian gunungan candi dan rusaknya beberapabatuan yang menyusun candi• Makam Imogiri juga mengalami kerusakan yang cukup parah. Beberapa kuburandi Imogiri amblas, lantai-lantai retak dan amblas, sebagian tembok dan bangunan makamyang runtuh, juga hiasan-hiasan seperti keramik yang pecah.
  8. 8. • Salah satu bangsal di Kraton Yogyakarta, yaitu bangsal Trajumas yang menjadisimbol keadilan ambruk.• Candi Borobudur yang terletak tak jauh dari lokasi gempa tak mengalamikerusakan berarti• Obyek Wisata Kasongan mengalami kerusakan parah saperti Gapura Kasonganyang patah di kiri dan kanan gapura dan ruko-ruko kerajinan keramik yang sebagianbesar rusak berat bahkan roboh.Kerusakan Mall Shapir SquareSebuah mobil rusak di ImogiriKerajinan keramik di Kasongan berantakanGedung BPKP roboh di satu sisinyaSebab dan peristiwa sejenisLetak Indonesia yang berada di antara tiga lempeng utama dunia yaitu lempeng Australia,lempeng Eurasia dan lempeng Pasifik serta berada di posisi Ring of fire menjadikanIndonesia kerap kali diterpa bencana gempa bumi dan letusan gunung berapi.Sebelumnya gempa terjadi di Sumatra pada 28 Maret 2005 menewaskan 361 orang sertagempa bumi dan tsunami di Aceh pada 26 Desember 2004 yang menewaskan 129.498orang dan 37.606 lainnya hilang.Meskipun pada saat bersamaan Gunung Merapi yang juga berada di sekitar daerahtersebut sedang meletus, namun para pakar menyatakan kedua peristiwa ini tidak salingberhubungan sebagai sebuah sebab-akibat. Peningkatan aktivitas di gunung api tersebuttidak berhubungan dengan kejadian gempa. Hal ini ditunjukkan oleh tidak terdapatnyaanomali aktivitas yang mencolok sesaat setelah gempa.Penanganan dan bantuanSetelah peristiwa tersebut, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera memerintahkanPanglima TNI Marsekal TNI Djoko Soeyanto untuk mengerahkan pasukan di sekitarYogyakarta dan sekitarnya untuk melakukan langkah cepat tanggap darurat. Rombonganpresiden sendiri langsung terbang pada sorenya dan menginap malam itu juga diYogyakarta.Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan beberapa negara sudah menyatakan komitmenbantuan antara lain Jepang, Inggris, Malaysia, Singapura, Prancis serta UNICEF.Berbagai negara telah menawarkan bantuan, di antaranya adalah Britania Rayamenyumbang sebanyak 5,6 juta dolar AS, Australia 3 juta dolar Australia, RRC 2 jutadolar AS, Amerika Serikat 2,5 juta dollar AS, Uni Eropa 3 juta euro, Kanada 2 juta dolarKanada dan Belanda 1 juta euro. Sementara Jepang dan UNICEF menawarkan berbagaibantuan langsung. Palang Merah Internasional, Bulan Sabit Merah, OXFAM danUNICEF telah memberikan sejumlah tenda dan perbekalan darurat kepada para korban.Jepang, Singapura dan Malaysia diinformasikan akan mengirimkan tim ke wilayahbencana.Sementara itu dari Vatikan, Paus Benediktus XVI, Sabtu, 27 Mei saat sedangmengadakan lawatan ke Polandia, menyampaikan duka cita mendalam kepada korbangempa bumi di Yogyakarta dan meminta agar regu penyelamat terus melakukan upayapertolongan. Pernyataan duka cita disampaikan Paus melalui telegram kepadaSekretarisnya Kardinal Angelo Sodano.
  9. 9. Dari dalam negeri Palang Merah Indonesia memberikan respon yang cepat melaluicabang-cabangnya di tingkat kota/kabupaten terdekat. Mereka melakukan tindakan-tindakan pertolongan darurat; salah satunya dengan mendirikan Rumah Sakit Lapangandi Lapangan Dwi Windu di Bantul.Tidak kalah pentingnya adalah dinamika dan empati masyarakat Yogyakarta yangmembantu ke wilayah bencana. Bantuan ini terus berlangsung sampai tahap rehabilitasidan rekontruksi dicanangkan. Sebagian besar sivitas akademika berbagai universitas jugamendirikan posko bantuan kemanusiaan. Pusat studi berbagai universitas terlibat dalamdinamika penanggulangan bencana ini. Antara lain Pusat Studi Mitigasi Bencana ITBBandung, Pusat Studi Manajemen Bencana UPN Veteran Yogyakarta, Pusat StudiBencana Alam UGM, CEEDED Universitas Islam Indonesia.2.4. KENAKALAN REMAJATAWURAN PELAJAR : SEBUAH POTRET KEGAGALAN SISTEM PENDIDIKANINDONESIAGimana sich menyikapi tawuran pelajar yang marak di kota kita ? trus bagaimanaperanan sistem pendidikan kita ? ikuti artikel iniFaktor Psikologis dalam BelajarMungkin kita sudah mengetahui belajar bukan hanya berkaitan dengan faktor yangbersifat fisik saja, seperti: meja belajar yang nyaman, penerangan yang memadai, catatanyang rapi, dan lain sebagainya. Ada hal lain yang juga sangat menentukan dalamkeberhasilan belajar sehingga harus kita perhatikan juga, yaitu berkaitan dengan faktoryang bersifat psikologis. …..“The Lost Of Society” Oleh : Jamalludin MalikDengan munculnya banyak persoalan yang menerpa negara Indonesia akhir-akhir ini,mungkin kita akan bertanya-tanya, apa kiranya yang menyebabkan permasalahan bangsasedemikian peliknya, hingga praktek “homo homini lupus” (manusia menjadi serigalabagi manusia lainnya) sepertinya tampak dilegalisasikan. Terlebih lagi, praktek “homohomini lupus” seakan-akan telah menjadi “kultur” bagi kebanyakan para elit politik dinegara ini oleh karena prilaku elit politik di Indonesia memang memiliki kemiripandengan “mental serigala”. Sehingga tanpa disadari ada proses transformasi kultur (homohomini lupus) dari elit politik ke masyarakat.2.5. PENGGUSURANPenggusuran Kembali Ancam WargaKOMPAS/WISNU WIDIANTOROWarga perumahan liar di Taman BMW, Jakarta Utara, menyelamatkan barang-barangmereka saat alat berat mulai membongkar rumah-rumah, Minggu (24/8/2008).Artikel Terkait:• Digusur, 586 Rumah di Kalibaru Cilincing• Gusur Kafe di Jalur Hijau• Bakal Digusur, Warga Semper Minta Perlindungan Komnas HAM• Wagub: Hentikan Penggusuran, Dengar Aspirasi Warga
  10. 10. Jumat, 21 Agustus 2009 | 17:43 WIBJAKARTA, KOMPAS.com — Pesta demokrasi telah usai. Setelah melalui proses gugat-menggugat, akhirnya Mahkamah Konstitusi menetapkan pasangan capres-cawapresSusilo Bambang Yudhoyono-Boediono sebagai pemenang pemilu. Di hadapan para kaderdan simpatisan, presiden terpilih SBY mengatakan, kemenangannya itu adalah miliksemua rakyat Indonesia. Benarkah demikian? Jawaban relatif. Yang jelas, seusai pestademokrasi itu, penggusuran di sejumlah titik kembali mengancam warga. Setidaknya halini terjadi di wilayah Jakarta Utara.Sekitar 300 kepala keluarga yang tinggal di bantaran Kali Adem, Pluit, Jakarta Utara,kembali resah. Isu penggusuran mengemuka lagi, setelah sempat vakum sejak Desember2008. Pada waktu itu, warga sempat menerima surat perintah penggusuran dari pihakkelurahan Pluit. “Namun, kami berhasil bertemu dengan Wakil Wali Kota Jakarta UtaraAtma Senjaya pada bulan Februari 2009. Saat itu, ada komitmen untuk menundapenggusuran hingga pemilu usai,” ujar pendamping warga Kali Adem, Dhoho Ali Sastro,yang juga Direktur Pemberdayaan Hukum Masyarakat dan Penanganan Kasus LBHMasyarakat pada acara mediasi kasus penggusuran, Jumat (21/8) di Komnas HAM,Jakarta.Dhoho mengkritisi Pemkot Jakarta Utara yang tidak solutif dalam melakukan relokasiwarga yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan tersebut. Dhoho meminta, dalammerelokasi warga, pemkot memberikan lebih banyak opsi bagi warga. “Solusi yang kamiajukan adalah, warga diberikan empat pilihan, seperti yang berhasil kami himpun, yaitupindah ke rumah susun, pulang kampung, penataan ulang di lokasi, atau pindah ke lokasilain,” ujar Dhoho.Melalui kesempatan itu, Wakil Wali Kota Jakarta Utara Atma Senjaya, yang hadir padaacara mediasi tersebut, mengatakan akan menampung masukan tersebut. “Empat opsi itutidak masalah. Tapi gubernur perlu berbicara dengan Departemen Pekerjaan Umumdulu,” ujar Atma.Hal yang sama menimpa sekitar 4.400 warga yang bermukim secara ilegal di sepanjangrel kereta api, mulai dari Stasiun Jakarta Kota-Stasiun Tanjung Priok-Stasiun Senen,sejak 11 tahun lalu. Pada bulan akhir Juli lalu muncul kembali isu penggusuran. Padahal,menurut pendamping warga, Edi Saidi dari Urban Poor Consortium (UPC), warga telahpindah di luar tembok lintasan kereta api. Alhasil, warga pun turun ke jalan danberdemonstrasi pada tanggal 29 Juli silam sehingga penggusuran batal. “Padahal, wargatelah bersedia menata diri dan melakukan penghijauan,” tambah Edi.Menanggapi hal ini, Atma menyarankan warga dan pendamping agar mengajukanpermohonan ke Dinas Pertamanan dan Dinas Tata Ruang Pempprov DKI Jakarta yangmemiliki kewenangan terhadap lahan di luar tembok lintasan kereta api. Warga KaliAdem dan sekitar lintasan rel kereta api tidaklah sendiri.Menurut data yang dilansir Jaringan Rakyat Miskin Kota dan UPC, sekitar 150 KK wargadaerah Budi Darma RT 03 RW 03, Semper Timur, dan 79 KK warga RT 16 RW 07,Semper Barat, pun menghadapi hal yang sama. Kendati mereka tinggal di tempat yangtidak sesuai peruntukannya, Edi kembali menegaskan agar pemerintah melibatkanpartisipasi warga dalam hal relokasi. Anggota Komnas HAM Nur Kholis, yangmemimpin mediasi ini, mengatakan akan mempelajari pengaduan ini serta akanmempertemukan pihak-pihak terkait.Sent from Indosat BlackBerry powered by
  11. 11. 2.7. DISORGANISASI KELUARGADisorganisasi KeluargaKeluarga adalah sejumlah orang yang bertempat tinggal dalam satu atap rumah dan diikatoleh tali pernikahan yang satu dengan lainnya memiliki saling ketergantungan. Keluargamerupakan lingkungan sosial pertama yang memberikan pengaruh yang sangat besar bagitumbuh kembangnya remaja. Dengan kata lain, secara ideal perkembangan remaja akanoptimal apabila mereka bersama keluarganya.Secara umum keluarga memiliki fungsi (a) Reproduksi, (b) Sosialisasi, (c) Edukasi, (d)Rekreasi, (e) Afeksi, dan (f) Proteksi. Sehingga pengaruh keluarga sangat besar terhadappembentukan pola kepribadian anak. Keberfungsian sosial keluarga mengandungpengertian pertukaran dan kesinambungan, serta adaptasi antara keluarga dengananggotanya, dengan lingkungannya, dan dengan tetangganya, dan lain-lain.Kemampuan berfungsi sosial secara positif dan adaptif bagi sebuah keluarga yang idealsalah satunya jika berhasil dalam melaksanakan tugas-tugas kehidupan, peranan danfungsinya terutama dalam sosialisasi terhadap anggota keluarganya. Namu, jikakeberfungsian sosial keluarga itu tidak berjalan dengan baik akan mengakibatkanterjadinya disorganisasi keluarga yaitu adanya perpecahan dalam keluarga. Hal ini dapatmengakibatkan perubahan pola perilaku anak, biasanya sering mengarah ke dalam hal-halyang negatif seperti kenakalan remaja.Pada kenyataannya, tidak semua keluarga dapat memenuhi gambaran ideal sebuahkeluarga yang baik. Perubahan sosial, ekonomi, dan budaya dewasa ini telah banyakmemberikan hasil yang menggembirakan dan berhasil meningkatkan kesejahteraanmasyarakat. Namun demikian pada waktu bersamaan, perubahan-perubahan tersebutmembawa dampak yang tidak menguntungkan bagi keluarga. Misalnya adanya gejalaperubahan cara hidup dan pola hubungan dalam keluarga karena berpisahnya suami/ ibudengan anak dalam waktu yang lama setiap harinya. Kondisi yang demikian inimenyebabkan komunikasi dan interaksi antara sesama anggota keluarga menjadi kurangintens. Hubungan kekeluargaan yang semula kuat dan erat, cenderung longgar dan rapuh.Ambisi karier dan materi yang tidak terkendali, telah mengganggu hubunganinterpersonal dalam keluarga.Dalam kaitannya dengan permasalahan remaja, rintangan perkembangan remaja menujukedewasaan itu ditentukan oleh faktor-faktor yang mempengaruhi anak di waktu kecil dilingkungan rumah tangga dan lingkungan masyarakat, di mana anak itu hidup danberkembang. Jika seorang individu dimasa kanak-kanak mengalami rintangan hidup dankegagalan, maka frustasi dan konflik yang pernah dialaminya dulu itu merupakanpenyebab utama timbulnya kelainan-kelainan tingkah laku seperti kenakalan remaja,kegagalan penyesuaian diri dan kelakuan kejahatan. Ekspresi meningkatnya emosi inidapat berupa sikap bingung, agresivitas yang meningkat dan rasa superior yang terkadangdikompensasikan dalam bentuk tindakan yang negatif seperti pasif terhadap segala hal,apatis, agresif secara fisik dan verbal, menarik diri dan melarikan diri dari realita keminuman alkohol, ganja atau narkoba, dan lain-lain.Dewasa ini permasalahan remaja masih cukup menonjol, baik kualitas maupunkuantitasnya. Tidak kurang Presiden RI, Soesilo Bambang Yudhoyono,mengkhawatirkan kondisi remaja pada saat ini. Dikemukakan bahwa berbagai fenomena
  12. 12. kegagalan sekarang ini antara lain disebabkan pembinaan keluarga yang gagal. Lebihjauh dijelaskan bahwa dari 15.000 kasus narkoba selama dua tahun terakhir, 46 % diantaranya dilakukan oleh remaja (Media Indonesia , 30 Juni : 16). Selain itu di Indonesiadiperkirakan bahwa jumlah prostitusi anak juga cukup besar. Departemen Sosialmemberikan estimasi bahwa jumlah postitusi anak yang berusia 15-20 tahun sebanyak 60% dari 71.281 orang. UNICEF Indonesia menyebut angka 30 % dari 40-150.000; danIrwanto menyebutkan angka 87.000 pelacur anak atau 50 % dari total penjaja seks (SriWahyuningsih, 2006).Berdasarkan penelitian sebelumnya tentang “ Kenakalan remaja Sebagai PerilakuMenyimpang Hubungannya Dengan Keberfungsian keluarga” yang ditulis olehMasngundi HMS bahwa ternyata terdapat hubungan negatif antara kenakalan remajadengan keberfungsian keluarga. Yang artinya semakin meningkatnya keberfungsiankeluarga dalam melaksanakan tugas kehidupan, peranan, dan fungsinya maka akansemakin rendah tingkat kenakalan anak-anaknya atau kualitas kenakalannya semakinrendah.Kebiasaan anggota keluarga yang lebih tua, terutama orang tua, sangat berpengaruhterhadap nilai-nilai yang dimiliki anak. Pertama-tama anak akan melakukan penipuanatau imitasi terhadap perilaku orang lain, terutama orang terdekatnya. Bila dalamkomunikasi keluarga banyak nilai-nilai kekerasan dan diskriminasi, maka anak akanmenirunya. Misalnya terjadi kekerasan kepada isteri, maka anak-anak akan meniru polaini hingga dewasa, sampai ada penyadaran yang kuat baik diri sendiri maupunlingkungan yang mendukung untuk menghentikan kekerasan itu.Tentang normal tidaknya perilaku kenakalan atau perilaku menyimpang, pernahdijelaskan dalam pemikiran Emile Durkheim (Soerjono, Soekanto, 1985 : 73). Bahwaperilaku menyimpang atau jahat kalau dalam batas-batas tertentu dianggap sebagai faktasosial yang normal dalam bukunya “Rules of Sociological Methode” dalam batas-batastertentu kenakalan adalah normal karena tidak mungkin menghapusnya secara tuntas,dengan demikian perilaku dikatakan normal karena tidak mungkin menghapusnya secaratuntas, dengan demikian perilaku dikatakan normal sejauh perilaku tersebut tidakmenimbulkan keresahan dalam masyarakat, perilaku tersebut terjadi dalam batas-batastertentu dan melihat pada sesuatu perbuatan yang tidak sengaja. Jadi kebalikan dariperilaku yang dianggap normal yaitu perilaku nakal/ jahat yaitu perilaku yang disengajameninggalkan keresahan pada masyarakat.Berdasarkan penelitian sebelumnya tentang “Potret Kehidupan Remaja PenggunaNarkoba di PPI Surabaya Utara” yang mana menyebutkan bahwa faktor penyebabpenyalahgunaan narkoba pertama disebabkan oleh pola pengasuhan, pengawasan sertaperhatian orang tua terhadap anaknya kurang. (Sukartini, 2006 : 5)Akhir-akhir ini banyak kita jumpai permasalahan mengenai disorganisasi keluarga,diantaranya adalah perceraian. Kasus perceraian pasangan suami isteri sudah mencapaiangka yang sangat menghawatirkan, jadi bisa dibayangkan betapa sebenarnya banyakkeluarga di sekitar kita mengalami satu fase kehidupan yang sungguh tidak diharapkan.Perceraian senantiasa membawa dampak yang mendalam bagi anggota keluargameskipun tidak semua perceraian membawa dampak yang negatif.Fenomena kekerasan ini dalam kehidupan sehari-hari tidak hanya terjadi pada sektordomestik atau urusan rumah tangga (Domestic violence), tetapi juga terjadi pada sektor
  13. 13. publik atau lingkungan kerja (Public violoence). Sebutlah kekerasan fisik sampai padasangsi sosial atau psikologis.Hal ini senada dengan data yang dihimpun oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) APIK.Dalam laporannya, selama 4 bulan awal 2007, LBH APIK menerima lapioran sebanyak140 kasus. Dari total laporan kasus tersebut, 83 diantaranya adalah kasus KekerasanDalam Rumah Tangga (KDRT), 26 kasus perceraian dan hak setelah bercerai, 10 kasusingkar janji, 6 kasus ketenagakerjaan, serta 2 kasus nikah di bawah tangan. Sementara itu,kasus pemalsuan surat nikah, pemerkosaan, pelecehan seksual, dan terjaring operasiyustisi masing-masing tercatat 1 laporan. Sedeangkan 9 laporan sisanya dalam kategorikekerasan lain-lain.Dari jumlah laporan tersebut, jenis kekerasan psikis dan ekonomi menempati posisiteratas, sebanyak 28 kasus. Kemudian diikuti oleh kekerasan fisik-psikis 21 kasus, sertakekerasan fisik-psikis-ekonomi 17 kasus. Sisanya masuk kategori kekerasan fisik, psikis,ekonomi, dan seksual yang berdiri sendiri. Sementara itu, tingkat penyelesaian seluruhlaporan bervariasi. Dari data tersebut, 30 laporan sedang menjalani proses Perdata, 9laporan menjalani proses Pidana, 6 laporan dalam tahap Mediasi, dan 38 sisanya masihdalam konsultasi.Berawal dari hal tersebut, maka perlu dicari usaha-usaha untuk menanggulangiperceraian. Agar apa yang diusahakan dapat berhasil dengan baik maka penelitian inidilakukan dengan tujuan untuk mengetahui faktor determinan penyebab masalahperceraian tersebut. Perceraian adalah berakhirnya jalinan seorang suami atau isteridalam sebuah keluarga untuk melakukan tugas-tugasnya karena suatu sebab.Menyadari bahwa di satu sisi keluarga merupakan lingkungan sosial pertama dan utamabagi tumbuh kembangnya remaja, pada sisi lain remaja merupakan potensi dan sumberdaya manusia pembangunan di masa depan, maka diperlukan program yang terencana.Program terencana dimaksud akan dapat dicapai, apabila tersedia data dan informasi yangobyektif dan aktual tentang permasalahan keluarga maupun remaja. Dalam kerangka itudiperlukan penelitian ini.III. PENUTUP3.1. KesimpulanSetiap orang memiliki kecenderungan untuk melakukan perilaku menyimpang dari jaluryang telah ditentukan berdasarkan norma hukum yang berlaku dalam masyarakat untukmencapai tujuannya. Penyimpangan perilaku ini, semata-mata didorong oleh nilai-nilaisocial budaya yang dianggap berfungsi sebagai pedoman berperikelakuan setiap manusiadidalam hidupnya. Jadi kelakuan yang menyimpang itu akan terjadi apabila manusiamemiliki kecenderungan untuk lebih mementingkan suatu nilai social budaya dari padakaidah-kaidah yang ada untuk mencapai cita-citanya. Berpudarnya pegangan orang padakaidah-kaidah , menimbulkan keadaan yang tidak stabil dan keadaan tanpa kaidah-kaidah. Hal ini berhubungan erat dengan teori anomie Durkheim, dimana menimbulkanmentalitas menerabas yang pada hakekatnya menimbulkan sikap untuk mencapai tujuansecepatnya tanpa banyak berusaha dan berkorban dalam arti mengikuti langkah-langkahatau kaidah kaidah yang ditentukan. Berkaitan dengan teori diatas, setiap orang yangberperilaku di luar kaidah-kaidah yang telah disepakati bersama, dianggap sebagai
  14. 14. melawan kaidah tersebut atau tindakkan menerabas, yaitu melakukan jalan pintas di luarkaidah yang ada untuk mencapai tujuan dengan cepat. Munculnya perilaku menyimpangini disebabkan oleh kaidah kaidah yang ada tidak berfungsi sebagaimana mestinya,sehingga mendorong orang untuk mengembangkan konsepsi-konsepsi abstrak yang adadalam pikirannya untuk mencapai tujuannya atau mencari identitas diri tanpamemperhitungkan dampak negatifnya.3.2. Saran3.2.1. MasyarakatAgar lebih meningkatkan pendidikan moral dan pendidikan formal, sehingga memilikikeseimbangan selaras dalam mengatasi persoalan yang dihadapi yang semakin komplekdan dapat mengatasi masalah social secara sikap yang terdidik dan berpegang teguhkepada aturan norma, agama, dan hokum yang berlaku.3.2.2. SekolahLebih bersikap peduli untuk mengawasi siswa dan siswi di sekolah serta mampumemberrikan arahan yang tepat guna dan tepat sasaran sehingga perilaku siswa dan siswiterhindar dari perilaku menyimpang.3.2.3. Siswa-siswiDapat berpikir rasional dalam menghadapi masalah yang dihadapi baik itu masalah yangmenyangkut emosion feeling, harga diri, ekonomi, atau masalah lainnya.Dapat memilih dan memilih sikap dan tingkah laku yang positip dan tidak mudahterbawa arus budaya yang tidak jelas yang berefek samping pada penjerumusan.Daftar PustakaAbidin, Zainal, Penghakiman Massa: Kajian atas Kasus dan Perilaku (Jakarta: Accompli,2005).Bachriadi, Dianto, Ketergantungan Petani dan Penetrasi Kapital (Bandung: Akatiga,1995).Cernea, Michael M., Mengutamakan Manusia di dalam Pembangunan: Variabel -variabelSosiologi di dalam Pembangunan Pedesaan (Jakarta: UI-Press, 1988).Eschborn Norbert, et., all., Indonesia Today: Problems & Perspetive s (Jakarta: YayasanKonradAdenauer, 2004).Lewang, Patrice, Ayo Ke Tanah Sabrang: Transmigrasi di Indonesia (Jakarta: Gramedia,2003).Merton, Robert K., Social Theory and Social Structure , revised and enlarged edition.(USA: TheFree Press, 1961).Narwoko, Dwi dan Bagong Suyanto, Sosiologi: Teks Pengantar dan Terapan (Jakarta:PrenadaMedia, 2004).Rajaguguk, Erman, Hukum Agraria, Pola Penguasaan Tanah dan Kebutuhan Hidup(Jakarta:
  15. 15. Chandra Pratama, 1995).Ritzer, George dan Douglas J. Googman, Teori Sosiologi Modern (Jakarta: PrenadaMedia,2004).Ritzer, George, Sosiologi Ilmu Berparadigma Ganda (Jakarta: CV Rajawali, 1980).Sarjono, Yetty, Pergulatan Pedagang Kakilima di Perkotaan: Pendekatan Kualitatif(Surakarta:Muhammadiyah University Press, 2005).Suwarsono dan Alvin Y. So., Perubahan Sosial dan Pembangunan (Jakarta: LP3ES,1994).Sudagung, Hendro Suroyo, Mengurai Pertikaian Etnis: Migrasi Swakarsa Etnis MadurakeKalimantan Barat (Jakarta: ISAI dan Ford Foundation, 2001).Suyanto, Bagong dan Sutinah, Metode Penelitian Sosial: Berbagai Alternatif Pendekatan(Jakarta: Prenada Media, 2005).Singarimbun, Masri dan Sofian Effendi, Metode Penelitian Survai (Jakarta: LP3ES,1989).Strauss, Anselm dan Juliet Corbin, Dasar-dasar Penelitian Kualitatif: Tatalangkah danTeknik -teknik Teorisasi Data (Jakarta: Pustaka Pelajar, 2003).Rajaguguk, Erman, Hukum Agraria, Pola Penguasaan Tanah dan Kebutuhan Hidup(Jakarta:Chandra Pratama, 1995).

×