pembuatan pakan ikan

1,954 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,954
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
27
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

pembuatan pakan ikan

  1. 1. PEMBUATAN PAKAN IKAN sahara* Pendahuluan Budidaya ikan dapat digolongkan kedalam teknologi sederhana I uadisional, tehnologi semi intensif dan intensif. , Pada budidaya ikan tradisional pengadaan pakannya di-titik- beratkan pada penumbuhan pakan, sedangkan "dalam budidaya ikan secara semi intensif diberikan _pakan . tambahan seperti pakan hijau (daun kubis, daun kangkung, talagketela pohon, daun pepaya), biji-bijian (biji jagung), pakan hewani (siput, anak kepiting/ bernama), sisa produksi (ampas kelapa, ampas tahu, bungkil kelapa, dedak, air cucian beras, darah hewan dll). Pada teknologi intensif diperlukan teijadinya pakan buatan dalam jumlah yang cukup, tepat waktu, berkesinambungan, memenuhi syarat gizi, daya danlsesuai dengan selera ikan. Pakan buatan adalah pakan yang diramu dari beberapa macam hewan, yang kemudian diolah menjadi bentuk yang dikehendaki seperti peletJDengan berbagai macam bahan, nilai gizinya dapat diatur, demikian pula dengan selera makan dan daya cernanya. Selain itu buatan dapat dikeringkan sehingga dapat disimpan dalam jumlah yang banyak atau beberapa waktu lamanya. Keuntungan menggunakan pakan buatan antara lain sebagai berikut : e Dapat meningkatkan produksi melalui padat penebaran tinggi dan waktu pemeliharaan yang pendek. o Dapat memanfaatkan limbah industri pertanian yang berupa sisa-sisa buangan. o Rasa daging _ikan dapat diatur sesuai dengan selera yaitu dengan jalan mengatur susunan ramuannya. Bahan Baku Dalam pembuatan pelet ikan, perlu diperhatikan tentang pemilihan bahan baku. Bahan tersebut harus memenuhi syarat antara lain nilai gizinya tinggi, mudah diperoleh, mudah ' Balai Pengembangan Teknologi Tepat Guna, P3FT - LIPI 303-
  2. 2. . Bahan htambaban; Bahan »tambahan adalah bahan yang-'titambahkan 'ramuan pakanuagarz nilai-gizinya menjadi . lengkap Dalam hal im' adalah vitamin, " _maupunrbahan tambahan lain' seperti antibksidan, éntiliioiikjA 304 '
  3. 3. Komposisi Pakan Komposisi pakan _ikan berbeda tergantung pada jenisnya herbivora atau kamivora, umur ikan dan keadaan lingkungan. .Bahan baim , Tawas Tawas Tawes Bandeng Mas I Mas ll ' Mas III , A I II [II- ~ Teprmg ikan % ` _ _ I _ _ 12 _ Tepung daging/ o wa . in k) E 30. Tepung onggok% I ? anginnya " Tepuñs terisn% Tepung kaniP/ o Tepung gaplek% Tepung sorgumlcantel% V ) e h* h! ! vimm (premiks % Peralatan Dalam pembuatan pakan peralatan yang diperlukan adalah : o 'Alat penepung A: disc mili, hammer mili o Alat pengaya! : a Timbangan kapasitas 5 kg - 50 kg a Alat pencampur/ mixer o Alat pencetak : gilingan daging, pelctizer. 305
  4. 4. Cara pembuatan 1. . Pembuatan tepung. Sebagai langkah utama dalam usaha menyediakan pakan-buatan ikan adalah pembuatan tepung atau menghancurkan bahan baku merljadi bahan baku makanan yang lebih kecil. Alat yang dapat digunakan untuk menghancurkan bahan . antara lain' alat penumbuk beras yang biasanya terbuat kayu atau batu, gilingan kopi, mesin penepung (disc mili, hammer mill). 2. Penimbangan. Bahan _baku setelah diayak kemudian ditimbang dengan komposisinya. Untuk bahan baku yang digunakan dalam jumlah besar, dipakai . timbangan besar kapasitas SOkg, sedangkan dalam jumlah -kecil seperti halnya vitamin . dan mineral sebaiknya digunakan timbangan yang lebih kecil sekitar5 kg. v 3. Pencampuran. Pencampuran bahan baku diusahakan sebaik mungkin sampai bahan' baku tersebut tercampur satu sama lainnya secara homogen, secara "sederhana3 pencampuran bahan baku dalam jumlah kecil dilakukan dengan tangan, tetapi-"untuk kesempurnaan pencampuran dapat digunakan alat pencampur (mixer). 4. Pencetakan. Bahan pakan “yang telah dicampur siap untuk dicetak kedalamebentuk pelet; Berbagai alat dapat digunakan untuk membuat pelet, seperti gilingan daging, peletizier. Dalam 'pembuatan pelet dengan menggunakan gilingan daging, ramuan bahan baku tersebut sebelumnya dikukus/ di steam terlebih dahulu; S. Pengkondisian. , Pelet yang sudah terbentuk periugdikeringkan dengan cara : ilangin- jangan dikeringkan dibawah sinar matahari langsung, karena ultra violet akan merusak kandungan gizi pakan. 6. Pengemasan-Setelah pelet kemudian dikemas dengan menggunakan karung plastik atau kertas tebal. 7. Penyimpanan. Agar pelet dapat tahan lama perlu disimpan dalam gudang di tempat yang keling, tidak lembab dan tidak terkena sinar matahari, bila gudang lembab akan memudahkan terbentuknya serangga dan jamur, sedangkan bila terkena sinar nilai gizi pakan rusak. i 306
  5. 5. Diagram alir preses pembuatan pelet ikan Bahan bakupakan Pengeringan: Ikan a ' alat pengering ' . _ . Pembuatan tepung : ; ~. a mesin penepung ; untuk menghancurkan bahan baku menjadi ukuran yang lebih kecil " Pencetakan pelet Penimbangan bahan baku sesuai dengan formula U Pencampuran bahan baku sesuai formula : mesin pengaduk mixer pengadukan tangan Pencetakan pelet, dengan menggunakan : peletizer, <= giling& daging U = >=> Bahan jadi pelet 307
  6. 6. Daftar Pustaka 1. Anonim (1980). Fish Feed Technology, FAO/ UNDP ADRC UN. Rome 2. Jangkatu (1974); Makanan Ikan, Lembaga Penelitian Perikanan Darat. Direktorat Jenderal . Bogor 3. Sriharti (1992); PakanIkan. Dalam Laporan Pelaksanaan Pelatihan Keariraswastaan bagi PNS yang memasuki NIP? . Kezjasma LIPI dan Pemda Tingkat I Jawa Barat. Balai Pengembangan Teknologi Tepat Guna, Puslitbang Fisika Terapan - LIPI. Subang 308

×