Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Perilaku konsumen prof ujang 9. demografi ekonomi sosial www.sekolahbisnisindonesia.com

3,451 views

Published on

www.sekolahbisnisindonesia.com

  • If you are looking for trusted essay writing service I highly recommend ⇒⇒⇒WRITE-MY-PAPER.net ⇐⇐⇐ The service I received was great. I got an A on my final paper which really helped my grade. Knowing that I can count on them in the future has really helped relieve the stress, anxiety and workload. I recommend everyone to give them a try. You'll be glad you did.
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Get the best essay, research papers or dissertations. from ⇒ www.HelpWriting.net ⇐ A team of professional authors with huge experience will give u a result that will overcome your expectations.
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Dating direct: ❤❤❤ http://bit.ly/2F90ZZC ❤❤❤
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Dating for everyone is here: ❤❤❤ http://bit.ly/2F90ZZC ❤❤❤
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here

Perilaku konsumen prof ujang 9. demografi ekonomi sosial www.sekolahbisnisindonesia.com

  1. 1. Bab. 9 KARAKTERISTIK DEMOGRAFI, EKONOMI DAN SOSIAL KONSUMEN dalam buku PERILAKU KONSUMEN oleh Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc.
  2. 2. Demografi dan Sub-Budaya Konsumen  Budaya menggambarkan nilai-nilai, kepercayaan, ide, sikap dan tindakan dari suatu bangsa  Budaya juga dicerminkan oleh berbagai benda hasil karya seni dan segala macam benda (rumah, bangunan, jalan dsb).  Budaya dapat dibagi menjadi beberapa sub-budaya; Sub- budaya tumbuh dari adanya kelompok-kelompok di dalam suatu masyarakat.  Pengelompokkan masyarakat biasanya didasarkan pada usia, jenis kelamin, lokasi tinggal, pekerjaan dsb.
  3. 3. Definisi sub-budaya  Menurut Mowen & Minor (1998) dalam Sumarwan (2003) : as a subdivision of a national culture that is based on some unifying characteristic, such as social status, or nationality, and whose members share similar patterns of behavior that are distinct from those of the national culture’  Menurut Peter & Olson (1999) dalam Sumarwan (2003) : are distinctive groups of people in a society that share common culture meanings for affective and cognitive responses (emotional reactions, beliefs, values and goals), behaviors (customs, scripts, and rituals, behavioral norma) and the environmental factors (living conditions, geografic location, important objects)  Menurut Hawkins, Best and Coney (2001) dalam Sumarwan (2003) : a segment of a larger culture whose members share distinguishing patterns of behavior.
  4. 4. Kesimpulan definisi sub-budaya menurut Sumarwan (2003)  Suatu budaya terdiri dari beberapa kelompok, yang dicirikan oleh adanya perbedaan perilaku, yang disarkan kepada perbedaan karakteristik sosialm ekonomi, dan demografi konsumen. Konsep sub- budaya sangat terkait dengan demografi, dan demografi menggambarkan karakteristik suatu penduduk, salah satu variabel demografi adalah suku  Karakteristik Demografi dan sub-budaya di Indonesia
  5. 5. No. Karakteristik Demografi 1 Usia 2 Agama 3 Suku Bangsa 4 Warga Indonesia Keturunan 5 Pendapatan 6 Jenis Kelamin 7 Status perkawinan 8 Jenis Keluarga 9 Pekerjaan 10 Lokasi Geografi 11 Jenis Rumah Tangga 12 Kelas Sosial Islam, Protestan, Katolk, Hindu, Budha Sunda, Jawa, Bali, Batak, Melayu, Dayak, Minahasa, Bugis Pribumi, Tionghoa, India, Arab Miskin, Menengah, Kaya Jawa, Luar Jawa, Kota, Desa Rumah Tangga Keluarga, Bukan Rumah Tangga Keluarga Kelas Atas, Kelas Menengah, Kelas Bawah KARAKTERISTIK DEMOGRAFI DAN SUBBUDAYA DI INDONESIA Laki-laki, perempuan Lajang, Menikah, Duda, Janda Orang Tua Tunggal, Orang Tua Lengkap, Keluarga dengan satu anak, dua anak. Dosen, Guru, Buruh, Karyawan, Dokter, Akuntan, Montir, Pengacara Contoh Sub-Budaya Anak-anak, Remaja, Dewasa Awal, Dewasa Lanjut, Lansia
  6. 6. Karakteristik Demografi dan Sub-budaya yang perlu dipahami dalam Pemasaran  Usia  Pendidikan dan Pekerjaan  Lokasi Geografik  Secara berkala pemerintah melalui BPS melakukan sensus untuk mengetahui data demografi ini seperti dalam tabel berikut
  7. 7. Tidak Sekolah 7,128,964 4,692,756 11,821,720 Tidak Tamat SD 14,622,078 5,741,962 20,364,040 Sekolah Dasar 35,507,292 14,963,630 50,470,922 Sekolah Menengah Pertama 15,363,010 11,905,482 27,268,492 Sekolah Menengah Umum 13,737,140 6,368,398 20,105,538 Sekolah Menengah Kejuruan 4,853,789 1,199,636 6,053,425 Diploma 2,143,989 372,855 2,516,844 Universitas 2,294,699 275,125 2,569,824 Jumlah 95,650,961 45,519,844 141,170,805 Sumber:BPS, 2001.Statistik Indonesia 200, dalam Sumarwan, 2003. Perilaku Konsumen, hal 202 Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan Angkatan Kerja Bukan Angkatan Kerja Jumlah
  8. 8. No Segmen % Sumber : Handy IrawanD, Majalah SWA 11/XVI/31 hal 36-67 dalam Ujang Sumarwan. 2003. Perilaku Konsumen. Hal. 201 26Self Determined 27 3 Obedient Kid Ambisius, aktif di luar sekolah, menonton TV di saat yang ditentukan, rajin belajar, sebagian besar anak perempuan 13 2 Sluggish Kid Kurang aktif, banyak menonton TV, kurang taat menjalankan perintah agama, sulit menerima nasihat 10 Sangat periang, tidak stress, senang bepergian, dengan orang tua, jarang melakukan pembelian sendiri, mempengaruhi orang tua dalam membeli Happy Jolly Kids4 24 Segmen Konsumen Anak Indonesia 5 Reliant Kids Dekat dengan orang tua, uang saku sedikit, kurang bermain, kurang mandiri, mempengaruhi orang tua dalam pembelian 1 Tingkat kepercayaan tinggi, membeli produk karena keinginan sendiri, bertanggung jawab terhadap Penjelasan
  9. 9. Ciri-ciri Peri laku % Sumber :Survindo. 2001 dalam Situs All About Indonesian Product.2002 Terisolasi, tidak suka berorganisasi, antisosial, selalu salah pilih Pe De tapi aware, susah berpindah merkAnak Muda Funky Anak Muda Be Te Anak Muda Boring Anak Muda Ngirit Anak Muda Cool Cuek, Antisosial, beranggapan narkoba wajar, gengsi tinggi, PD rendah, mudah Anak Muda Asal Dekat dengan orang tua, sosialnya OK, religius, cermat dan loyal terhadap merek Sadar akan kelemahan diri, PeDe tinggi, gaul, religius, berhati-hati, aware tinggi Kritis, apatis, mudah berpindah merek Open, tapi ragu-ragu, friendly, mudah berpindah merek Life Style anak Muda Jakarta 16.8 14.8 10.3 Type Anak Muda 15 11.7 8.6 22.7Anak Muda Plin Plan
  10. 10. Karakteristik Ekonomi yang perlu dipahami dalam pemasaran Pendapatan Pengeluaran  Tabel pada slide berikut menggambarkan jumlah penduduk berdasarkan golongan pengeluaran per bulan tahun 1999, berdasarkan Susenas  Sumber daya ekonomi konsumen yang penting saat ini : kredit dan kartu kredit
  11. 11. < 40 000 80,122 0.10 1,309,750 1.05 1,389,872 0.68 40 000 - 59 999 2,000,372 2.48 12,197,563 9.82 14,197,935 6.93 60 000 - 79 999 7,068,295 8.77 27,242,036 21.93 34,310,331 16.75 80 000 - 99 999 10,211,999 12.67 26,823,176 21.60 37,035,175 18.09 100 000 - 149 999 23,470,257 29.13 37,111,214 29.88 60,581,471 29.58 150 000 - 199 999 14,946,839 18.55 12,213,378 9.83 27,160,217 13.26 200 000 - 299 999 13,643,574 16.93 5,673,768 4.57 19,317,342 9.43 300 000 - 499 999 7,100,626 8.81 1,341,395 1.08 8,442,021 4.12 500 000 dan lebih 2,064,078 2.56 285,489 0.23 2,349,567 1.15 Jumlah 80,586,162 100.00 124,197,769 100.00 204,783,931 100.00 Sumber : BPS.2000.Survey Sosial Konomi Nasional, 1999 dalam Ujang Sumarwan. 2003 Perilaku Konsumen. Hal. 209 % Kota + Desa % Banyaknya Penduduk Menurut Golongan Pengeluaran Per Kapita Sebulan Tahun 1999 Golongan Pengeluaran Per Kota % Desa
  12. 12. KELAS SOSIAL KONSUMEN  Kelas Sosial : bentuk lain dari pengelompokan masyarakat ke dalam kelas atau kelompok yang berbeda.  Kelas sosial mempengaruhi jenis produk & jasa dan merek yang dikonsumsi, serta pemilihan toko, tempat pendidikan dan tempat berlibur.
  13. 13.  Schiffman & Kanuk (2000) : as the division of members of society into a hierarchy of distinct status classes, so that members of each class have relatively the same status and members of all other classes have either more or less status  Engel, Blackwell, & Miniard (1995) : as relatively permanent and homogenous, divisions in a society into which individuals or families sharing similar values, lifestyles, interest, and behavior based on categorized. It refers to a grouping of people who are similar in their behavior based on their economic position in the market Definisi Kelas Sosial Konsumen
  14. 14. Lanjutan … definisi  Moven & Minor (1998) : as those permanent strata in society that differ in status, wealth, education, possessions and values. All societies possess a hierarchical structure that stratifies residents into classes of people.  Loudon and Della Bitta (1993) : as a group consisting of a number of people who have approximately equal positions in a society. This positions may be achieved rather than ascribed, with some opportunity existing for upward or downward movement to other classes.  Solomon (1999) : all societies can be roughly divided into the have and the have-nots(though sometimes having is question of degree). The phenomenon of social stratification refers to to this creations of artificial divisions in a society; those process in a social system by which scarce and valuable resources are distributed unequally to status positions that become more or less permanently ranked in terms of the share of valuable resources each receives.
  15. 15. Lanjutan … definisi  Peter and Alson (1999) :as social class refers to a national status hierarchy by which groups and individuals are distinguished in terms of esteem and prestige.  Hawkins, Best & Coney (2001) : the words social class and social standing are used interchangeably to mean societal rank-one’s position relative to others on one or more dimensions valued by a society. Thus, a social system can be defined as a hierarchical divisions of a society into relatively distinct and homogenous groups with respect to attitudes, values and lifestyles.
  16. 16. ->adalah pembagian masyarakat ke dalam kelas-kelas yang berbeda atau strata yang berbeda, yang menggambarkan perbedaan pendidikan, pendapatan, pemilikan harta benda, gaya hidup, nilai-nilai yang dianut, dan selanjutnya perbedaan-perbedaan itu akan mempengaruhi perilaku konsumsi seseorang atau keluarga. Definisi Kelas Sosial menurut Sumarwan (2003)
  17. 17. Faktor-faktor yang mempengaruhi Kelas Sosial, menurut Gilbert and Kahl dalam Engel, Blackwll and Miniard (1995) dalam Sumarwan (2003)  Variabel Ekonomi :  Status Pekerjaan berdasarkan keluarga dimana tinggal  Pendapatan  daya beli -> pola konsumsi  Harta Benda,  tanah, tempat tinggal, kendaraan dsb.  Variabel Interaksi :  Prestis Individu  penghargaan yang diberikan oleh orang lain  Asosiasi dilihat dengan siapa/kelompok mana berinteraksi  Sosialisasi  dilihat bagaimana seseorang bersosialisasi  Variabel Politik  Kekuasaan  pemimpin partai/kekuasaan  kelas atas  Kesadaran Kelas  Penyesuaian dengan kelas sosial  Mobilitas  perubahan kelas sosial
  18. 18. SOCIAL ECONOMIC SEGMENTATION (SES) CLASS 2001 2002 A > 1 500 000 8% 15% B 1 000 000 - 1 500 000 11% 17% C1 700 000 - 1 000 000 20% 24% C2 500 000 - 700 000 18% 18% D 300 000 - 500 000 27% 19% E < 300 000 15% 7% Sumber : AC Nielsen.2002 Percentage of peopleExpenditure Level (Rp/month) SES
  19. 19. Ringkasan  Budaya terdiri dari beberapa sub-budaya, yang tekait dengan demografi  Beberapa kateristik Demografi yang penting untuk memahami konsumen adalah usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, agama, suku bangsa, pendapatan, jenis keluarga, status pernikahan, lokasi geografi dan kelas sosial.  Untuk mengatasi kesulitan dalam mengukur pendapatan , digunakan pendekatan pengeluaran.  Selain pendapatan, sumber daya ekonomi masyarakat adalah kredit & kartu kredit  Kelas sosial konsumen mempengaruhi jenis produk & jasa & merek yang dikonsumsi serta pemilihan toko, tempat pendidikan & tempat berlibur, dan pembentukan kelas sosial ini dipengaruhi variable Ekonomi, variable Interaksi dan variabel Politik.

×