Tantangan pengembangan statistik semarang

8,121 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
8,121
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
5,022
Actions
Shares
0
Downloads
40
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Tantangan pengembangan statistik semarang

  1. 1. Tantangan Pengembangan Statistik Kresnayana Yahya Email : kresna49@yahoo.com Blog: http://www.kresnayana.com 1 kresnayana yahya, pengembangan statistik, semarang 14 september 2013 Statistik pembangun Knowledge
  2. 2. LOGO STATISTIKA PEMANDU KEHIDUPAN Kresnayana Yahya, M. Sc kresnayana yahya, pengembangan 2
  3. 3. GLOBALIZATION kresnayana yahya, pengembangan statistik, semarang 14 september 2013 3
  4. 4. Perkembangan pemanfaatan Statistik • Tidak ada bagian kehidupan yang tidak membutuhkan Informasi Statistik • Setiap process membutuhkan data statistik secara terancang dengan kepastian tujuan dan memperhitungkan sumber variasinya • Makin berkembangnya IT, Internet maka pelipatgandaan manfaat statistik menjadi makin luar biasa • Kepekaan dan kemampuan berpikir statistik menjadi andalan dalam kehidupan 4 kresnayana yahya, pengembangan statistik, semarang 14 september 2013
  5. 5. Pengembangan statistik • Makin mengarah pada process pengukuran setiap perubahan social, ekonomi, technology • Ketertinggalan utama karena tidak banyak kemajuan dan Innovasi dalam menemukan Indikator baru dalam memandu perubahan • Ada Small area Statistik, ada Big Data, ada Data Mining ada Spatial Statistik; ada Black Swan yang di identifikasi untuk dikembangkan dan memberi manfaat kresnayana yahya, pengembangan statistik, semarang 14 september 2013 5
  6. 6. All encompassing relevance of e-government For every life situation ... Marriage Divorce Unemployment Company start-up Buying real estate Passport Car Military or alternative service Choosing a vocation Driver's license Starting school University Apprentice- ships Pension Work Child care Health ins. Criminal register Moving house Holidays Car companies Tourism Local companies Building companies Job agencies Jewelers Removal companies Legal advice Plan proposals Social insurance ... a comprehensive range of offerings Birth Death kresnayana yahya, pengembangan statistik, semarang 14 september 2013 6
  7. 7. Information Economy Creative Economy Government CommunityTRIPLE HELIX + From agriculture economy to the era of creative economy Agri-Marine Economy Industrial Economy Academic/ University Business/ Industry 7kresnayana yahya, pengembangan statistik,
  8. 8. The Sharing Net Economy kresnayana yahya, pengembangan statistik, semarang 14 september 2013 8
  9. 9. kresnayana yahya, pengembangan 9 Statistik pemandu kehidupan Dari masalah kependudukan , kesehatan , pendidikan dan seluruh matarantainya membutuhkan makin banyak DATA yang akan memandu KNOWLEDGE
  10. 10. Data, Information and Knowledge 10 DATA INFORMATION KNOWLEDGE Points of reality: observations and facts Organised data, placed in some meaningful context Information that is transformed into capabilities for an effective action kresnayana yahya, pengembangan statistik, semarang 14 september 2013
  11. 11. Why Statistic? “We cannot, with our own eyes and ears, perceive more than a minute sample of human affairs, even in our own country – and a very random sample at that. So we rely on statistics in order to build and maintain our own model of the world. The data that are available mould our perceptions.” Dudley Seers, 1983
  12. 12. Why Statistics? “ …as long as we are unable to put our arguments into figures, the voice of our science, although occasionally it may help to dispel gross errors, will never be heard by practical men. They are, by instinct, econometricians all of them, in their distrust of anything not amenable to exact proof.” -J.A. Shumpeter 1933 “The common sense of econometrics.” Econometrica 1:5-12
  13. 13. Statistics is the basis for - • Understanding the state/trends of human development • Developing policies and evaluating policy impacts • Informing public debates, raising awareness, generating political will and pressure for action => The MDGs – long term demand; international mobilization
  14. 14. What is Statistics? § Statistics is a science in my opinion, and it is no more a branch of mathematics than are physics, chemistry, and economics; for if its methods fail the test of experience – not the test of logic – they are discarded. - John Tukey, 1962 kresnayana yahya, pengembangan statistik, semarang 14 september 2013 14
  15. 15. Why Statistics is Not Mathematics and Why We Should Care About Teaching Statistics kresnayana yahya, pengembangan statistik, semarang 14 september 2013 15
  16. 16. Statistical Thinking vs. Mathematical Thinking § Science entered the nineteenth century with a firm philosophical vision that has been called the clockwork universe… By the end of the nineteenth century, the errors had mounted instead of diminishing… By the end of the twentieth century, almost all of science had shifted to using statistical models… Popular culture has failed to keep up with the scientific revolution. - David Salsburg “The Lady Tasting Tea” (2001)kresnayana yahya, pengembangan statistik, semarang 14 september 2013 16
  17. 17. Statistical Thinking vs. Mathematical Thinking § Statistics has its own tools and ways of thinking, and statisticians are quite insistent that those of us who teach mathematics realize that statistics is not mathematics, nor is it even a branch of mathematics. In fact, statistics is a separate discipline with its own unique ways of thinking and its own tools for approaching problems. - J. Michael Shaughnessy, “Research on Students’ Understanding of Some Big Concepts in Statistics” (2006) kresnayana yahya, pengembangan statistik, semarang 14 september 2013 17
  18. 18. Statistical Thinking vs. Mathematical Thinking § Mathematical thinking is deductive: the inference of particular instances by reference to a general law or principle. “General to specific” kresnayana yahya, pengembangan statistik, semarang 14 september 2013 18
  19. 19. Statistical Thinking vs. Mathematical Thinking § Statistical thinking is inductive: the inference of general laws from particular instances. “Specific to general” kresnayana yahya, pengembangan statistik, semarang 14 september 2013 19
  20. 20. 1 - 20 © 2000 Prentice-Hall, Inc. Expert Commentary “There are lies, damned lies, and statistics.” ~ Benjamin Disraeli “Statistical thinking will one day be as necessary for efficient citizenship as the ability to read and write.” ~ Herbert George Wells
  21. 21. 21 Growing Demand for Official Statistics External Forces Internal Forces Development of official statistics + kresnayana yahya, pengembangan statistik, semarang 14 september 2013
  22. 22. kresnayanayahya,pengembanganstatistik, semarang14september2013 22
  23. 23. kresnayanayahya,pengembanganstatistik, semarang14september2013 23
  24. 24. 24 Measurement is the Essence of Science n “When you can, count.” ¨ Francis Galton (1822-1911) First cousin to Charles Darwin. n “When you can measure what you are speaking about, and express it in numbers, you know something about it; but when you cannot measure it, when you cannot express it in numbers, your knowledge is of a meager and unsatisfactory kind …” Lord Kelvin, 1883. kresnayana yahya, pengembangan statistik, semarang 14 september 2013
  25. 25. kresnayana yahya, pengembangan statistik, semarang 14 september 2013 25
  26. 26. kresnayana yahya, pengembangan statistik, semarang 14 september 2013 26
  27. 27. kresnayana yahya, pengembangan statistik, semarang 14 september 2013 27
  28. 28. Belajar statistics kresnayana yahya, pengembangan statistik, semarang 14 september 2013 28
  29. 29. Research. Consulting & Training Population by Islands (millions) 2010 East Indonesia Source : Enciety Business Consult Map à Sensus Penduduk Indonesia 2010 136.5 13.7 50.6 17.4 13.7 2.5 3.6 Population of Indonesia à 237.556.363 millions peoples 2013 : 250 millionj 2013 : penduduk sudah 250 jutakresnayana yahya, pengembangan statistik, semarang 14 september 2013 29
  30. 30. 0 25 50 75 100 125 150 175 200 225 1600 1700 1800 1900 2000 205 JT 18.314.210.8 40.2 250 275 300 285 jt KELAHIRAN TERCEGAH 80 JUTA PERKEMBANGAN PENDUDUK INDONESIA (JUTA) KELAHIRAN TERCEGAH 100 JUTA 330 jt 237.8 JT 2010 248.6 JT 2013 5 x lipat2 x lipat JUTA JIWA TAHUN kresnayana yahya, pengembangan statistik, semarang 14 september 2013 30
  31. 31. 2,6% Bali dan Nusa Tenggara 5,5% Jawa 57,49% 21,31% Sumatera 5,8% Kalimantan 7,31% Sulawesi PERSENTASE PERSEBARAN PENDUDUK INDONESIA MENURUT PULAU, TAHUN 2010 31 Persebaran penduduk tidak merata Penduduk terkonsentrasi di kota-kota besar; Perubahan pola migrasi a. Dalam 10 tahun terakhir, terjadi pola migrasi di Indonesia (dari pulau Jawa ke luar Jawa); b. Terjadi migrasi dari central urban ke sub-urban sehingga area perkotaan semakin melebar. Sumber: SP 2010 ISU MOBILITAS PENDUDUK kresnayana yahya, pengembangan statistik, semarang 14 september 2013
  32. 32. Pola Spasial Pemenuhan Permintaan Antara Lokal, Antar Propinsi dan Impor Nilai persentase untuk impor dan antar pulau dihitung terhadap total pemen Tingkat ketebalan garis menunjukkan persentase besaran pemenuhan inpu kresnayana yahya, pengembangan statistik,
  33. 33. Tantangan Produktivitas Indonesia
  34. 34. Ringkasan Perkembangan Ekspor Indonesia Logistic Cost Indonesia comparison
  35. 35. Sumber : Kementerian Keuangan 54,0 59,8 78,7 91,3 99,4 128,7 174,9 203,9 0,94 26,1 1,62 1,51 1,59 1,63 1,54 1,73 2,05 2,30 1 0,5 1,5 2 2,5 100,0 50,0 0,0 200,0 150,0 250,0 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 (APBN- 2013 (APBN) % terhadap GDPAnggaran PembiayaanPembiayaan Infrastruktur (IDR Trilliun) Prosentase APBN sektor infrastruktur terhadap GDP semakin meningkat dari tahun ke tahun dari 0,94% (2005) menjadi 2,30% (2013). PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR MELALUI APBN 2005 - 2013
  36. 36. Sumber: DJA, DJPK, Kemen. Keuangan,KPS-Bappenas, BPS(diolah) 99,4 128,7 174,9 203,9 74,88 81,51 77,40 96,56 53,2 68,40 88,72 263,9 41,8 47,85 314,1 46,9 56,95 4,10 4,23 4,51 385,2 4,72 438,1 60,2 0,00 1,00 0,50 1,50 3,50 3,00 2,50 2,00 0 100 300 200 2010 2011 2012 (APBN-P) 2013 (APBN) (%) 5,00 4,50 4,00 Triliun Rupiah 500 400 APBN APBD BUMN Swasta Total % terhadap GDP Meskipun investasi infrastruktur mengalami peningkatan dari tahun ke tahun (4-5% dari GDP), namun belum mencapai tingkat investasi sebelum krisis moneter 1997 (sekitar 7% GDP). Sementara itu, Investasi infrastruktur di China dan India mencapai 8-10% dari GDP. INVESTASI PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR, 2010-2013 (APBN, APBD, BUMN, dan Swasta)
  37. 37. No Kementerian/ Lembaga 2011 2012 2013 Indikatif 2014 1 Pekerjaan Umum 57.960,70 62.563,06 77.978,02 66.998,83 2 Perhubungan 22.111,72 28.117,71 36.679,25 33.558,80 3 Perumahan Rakyat 2.759,50 4.604,10 5.168,11 4.242,38 4 ESDM * 15.298,59 15.804,72 18.803,89 13.500,68 5 Kominfo 3.450,27 3.245,90 3.807,37 3.573,63 6 BPLS 1.286,00 1.606,90 2.256,87 845,13 7 Basarnas 1.163,80 1.111,79 1.666,38 1.438,79 8 BPWS 292,50 299,60 399,59 381,58 9 LPP RRI - - 985,18 782,96 10 LPP TVRI - - 864,21 764,98 Total Infrastruktur 104.323,08 117.353,78 148.608,87 125.658,27 148.608,87 186.847,17 125.658,27 104.323,08 117.353,78 (Miliar Rupiah) *) prioritas 8 bidang energi PAGU INDIKATIF TAHUN 2014 BIDANG INFRASTRUKTUR Dalam rangka pemenuhan target RPJMN 2010-2014, dan melanjutkan pelaksanaan Kegiatan Prioritas Direktif Presiden, diperlukan kebutuhan pendanaan Infrastrutur sebesar Rp. 186,84 Triliun. Prioritas pendanaan diarahkan pada pencapaian target: § Penyelesaian infrastruktur yang menunjang penguatan konektivitas nasional (transportasi dan ICT). § Pembangunan waduk, embung dan situ dalam menunjang pencapaian target Surplus Beras 10 Juta Ton. § Pembangunan infrastruktur dasar dalam mendukung pencapaian target MDG’s 60.000,00 40.000,00 20.000,00 0,00 200.000,00 180.000,00 160.000,00 140.000,00 120.000,00 100.000,00 80.000,00 2011 2012 2013 2014 Terdapat gap pembiayaan sebesar Rp. 61,19 Triliun dalam rangka Pemenuhan Target RPJM dan Lanjutan Direktif Presiden Kebutuhan Pemenuhan RPJM dan Direktif Presiden Total Infrastruktur Slide - 13
  38. 38. DISPARITAS KEMISKINAN MASIH TINGGI - SEPTEMBER 2012 16 PROVINSI MASIH DIATAS RATA-RATA KEMISKINAN NASIONAL DAN 17 PROVINSI BERADA DI BAWAH RATA-RATA KEMISKINAN NASIONAL 30,66 27,04 20,41 20,76 14,94 14,98 15,65 15,88 17,22 17,51 18,02 18,58 13,01 13,06 13,08 13,48 9,82 9,89 10,41 7,64 7,96 8,00 8,05 8,06 8,28 5,01 5,37 5,71 6,19 6,38 6,83 3,70 3,95 SULAWESI TENGAH JAWA TENGAH LAMPUNG YOGYAKARTA GORONTALO BENGKULU NUSA TENGGARA BARAT N ACEH DARUSSALAM NUSA TENGGARA TIMUR MALUKU PAPUA BARAT PAPUA SULAWESI UTARA KALIMANTAN BARAT SUMATERA BARAT RIAU MALUKU UTARA JAMBI SULAWESI SELATAN JAWA BARAT SUMATERA UTARA SULAWESI BARAT SULAWESI TENGGARA JAWA TIMUR SUMATERA SELATAN KALIMANTAN SELATAN BANGKA BELITUNG BANTEN KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN TIMUR KEPULAUAN RIAU DKI JAKARTA BALI RATA-RATA NASIONAL 11.66 %
  39. 39. INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA TIAP PROVINSI TAHUN 2012 Rata-rata IPM Indonesia 2012 (72,77) § 15 provinsi diatas rata-rata nasional dan 18 provinsi dibawah rata-rata nasion
  40. 40. Tantangan meningkatkan akses financial masyarakat akan meningkatkan Produktivitas dan mengurangi semua penyimpangan penggunaan dana dan transaksi
  41. 41. The Value Equation price yFlexibilitTimelinessQuality Value ++ = How are productivity and price related?
  42. 42. Quality Leadership
  43. 43. kresnayana yahya, pengembangan 43
  44. 44. kresnayana yahya, pengembangan 44
  45. 45. kresnayana yahya, pengembangan statistik, semarang 14 september 2013 45
  46. 46. 46
  47. 47. Statistics in Industry § Statistical thinking is a philosophy of learning and action based on the following fundamental principles: § All work is a system of interconnected processes. § Variation exists in all processes. § Understanding and reducing variation are keys to success. - The American Society for Quality kresnayana yahya, pengembangan statistik, semarang 14 september 2013 47
  48. 48. The Engineering Method and Statistical Thinking
  49. 49. kresnayana yahya, pengembangan statistik, semarang 14 september 2013 49 Sources of Variation in Production Processes Materials Tools Operators Methods Measurement Instruments Human Inspection Performance EnvironmentMachines INPUTS PROCESS OUTPUTS
  50. 50. kresnayana yahya, pengembangan statistik, 50
  51. 51. kresnayana yahya, pengembangan statistik, 51
  52. 52. kresnayana yahya, 1.52 Sampel random
  53. 53. CASE STUDIES kresnayana yahya, pengembangan statistik, 53
  54. 54. kresnayana yahya, pengembangan statistik, 54
  55. 55. Process Mengukur • Statistik adalah kegiatan MENGUKUR/ MEASUREMENT : • MANAKALA ADA VARIASI DAN KETIDAK PASTIAN. • Perkembangan, pertumbuhan, perubahan, akibat( dari suatu sebab), menemukan Gejala, mengenali Struktur – struktur hubungan kresnayana yahya, pengembangan statistik, 55
  56. 56. Mengukur Process • Design dari setiap aktivitas yang dapat diukur: • Kualitas – Kepuasan – keberhasilan – Tingkat capaian – perkembangan – Penjualan • Perubahan Alam : cuaca- curah hujan – kelembaban – intensitas matahari, kecepatan angin, ketersediaan air , Oksigen, pencemaran kresnayana yahya, pengembangan statistik, 56
  57. 57. kresnayana yahya, pengembangan statistik, 57
  58. 58. Meaning context independent Meaning totally context dependant Low level of understanding High levels of understanding Data Information Knowledge Wisdom Requires brain power Requires processing power Pengantar belajar statistik 58
  59. 59. 59 Mental Resources ¢Technology ¢Information ¢Knowledge ¢Creativity “Unlike material resources, information & knowledge are not lost when you give them away.” Harlan Cleveland kresnayana yahya, pengembangan statistik, semarang 14 september 2013
  60. 60. 60 Internet as Mental Organization ¢ Internet multiplies human capabilities & extends social organization 1000-fold l Global social networking l Global access to information l Global free communication l Global transactions ¢ The potential impact on productivity of resources & quality of life is incalculable kresnayana yahya, pengembangan statistik, semarang 14 september 2013
  61. 61. 61 Psychological Resources ¢Rising expectations ¢Skills & capacities ¢Culture ¢Values ¢Trust kresnayana yahya, pengembangan statistik, semarang 14 september 2013
  62. 62. Official Statistik 2012 Jawa Tengah ¢ Analisa kependudukan, ketenagakerjaan, perekonomian dan pertanian ¢ Pemetaan dasar untuk membangun kebijakan publik ¢ Peta perencanaan dan pengambilan keputusan untuk Investasi kresnayana yahya, pengembangan statistik, semarang 14 september 2013 62
  63. 63. 63 Analisis Faktor Komponen Bahan Makanan pada Klaster Ketiga Variabel Komponen 1 2 3 Ikan 0,579 -0,186 0,058 Daging sapi 0,737 -0,061 0,190 Daging unggas 0,650 -0,204 0,315 Telur 0,575 0,249 0,162 Susu 0,530 -0,109 -0,248 Buah-buahan 0,743 0,030 -0,048 Sayur-sayuran -0,040 0,892 -0,028 Tahu dan tempe -0,113 0,864 0,006 Gula pasir 0,269 0,006 0,601 Mie intan 0,112 -0,051 0,716 Rokok -0,122 0,025 0,574 Rotated Component Matrix Faktor 1 à faktor bahan makanan sempurna Faktor 2 à bahan makanan dasar Faktor 3 à tambahan
  64. 64. Sumber: JAWA TENGAH DALAM ANGKA 2012 - BPS, diolah EBC
  65. 65. Sumber: JAWA TENGAH DALAM ANGKA 2012 - BPS, diolah EBC
  66. 66. Kelompok I Cilacap, Brebes, Banyumas, Kota Semarang, Kebumen, Magelang, Klaten, Jepara,Demak, Grobogan, Pemalang, Batang, Tegal Kelompok III Blora dan Pati Kelompok II Purbalingga, Sragen, Banjarnegara, Sukoharjo, Karanganyar, Pekalongan, Boyolali, Wonogiri, Semarang, Kendal, Purworejo, Temanggung, Wonosobo, Kudus, Rembang, Kota Surakarta Kelompok IV Kota Magelang, Kota Salatiga, Kota Pekalongan, Kota Tegal
  67. 67. Component 1 2 3 4 PERTANIAN -.092 .840 .204 -.255 PERTAMBANGAN DAN GALIAN, LISTRIK, GAS, AIR .309 .745 -.205 .394 INDUSTRI .396 .087 .147 .733 KOSTRUKSI .017 .051 .982 .046 PERDAGANGAN .863 .208 .264 .115 KOMUNIKASI .466 .221 .081 -.602 KEUANGAN .921 -.139 -.019 .115 JASA .944 .115 -.176 -.003 Sumber : Survei Angkatan Kerja Nasionsl (SAKERNAS), BPS Faktor 1 : Perdagangan, Keuangan, Jasa (32%) Faktor 2 : Pertanian, dan Pertambangan Galian, Listrik, Gas, Air (15%) Faktor 3 : Konstruksi(14%) Faktor 4 : Industri dan Komunikasi (8%)
  68. 68. Kelompok I Cilacap, Brebes, Banyumas, Semarang, Kebumen, Magelang, Pati, Banjarnegara, Wonosobo, Blora, Wonogiri, Purworejo, Karanganyar, Rembang, Boyolali, Kendal, Temanggung, Grobogan, Tegal Kelompok IV Sragen, Demak, Kota Surakarta, Kota Magelang, Kota Salatiga, Kota Pekalongan, Kota Tegal Kelompok III Purbalingga, Batang, Kudus, Klaten, Sukoharjo, Pekalongan, Jepara, Kota Semarang Kelompok II Pemalang
  69. 69. VARIABEL FAKTOR 1 2 3 4 5 APK_SMP .883 .190 -.048 -.006 .109 APM_SMP .877 .181 -.067 -.007 .102 RasioMuridGuruSD .719 -.188 -.181 -.209 -.282 PengeluaranRiilPerKapita .699 .259 .081 .174 .197 AHH .568 -.201 .040 .498 -.275 RasioMuridGuruSMP -.488 -.214 -.260 .046 .464 AMH .094 .875 -.167 -.082 -.020 LamaSekolah .623 .703 -.075 .112 -.032 KHL -.203 .680 .145 .496 .013 RasioMuridSekolahSD .525 .664 -.007 -.074 -.013 APM_SD -.040 -.061 .986 .003 -.084 APK_SD -.040 -.061 .986 .003 -.084 PDRB -.085 -.012 -.032 .871 .029 UMK .327 .502 .003 .593 -.234 RasioMuridSekolahSMP .176 -.014 -.099 -.094 .871 Analisis Factor Pendidikan
  70. 70. Analisis Factor Pendidikan 78 % persoalan di Jawa Tengah memiliki 5 faktor penentu ž Faktor 1 : pencapaian angka harapan hidup, besarnya pengeluaran riil per kapita, beberapa faktor pendidikan khususnya tingkat SMP ž Faktor 2 : kebutuhan hidup layak, angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah yang berkorelasi positif, rasio murid/guru SD ž Faktor 3 : angka partisipasi tingkat SD ž Faktor 4 : keragaman PDRB dan UMK ž Faktor 5 : rasio murid/sekolah tingkat SMP
  71. 71. Cluster Factor 1 Pendapatan riil per kapita lebih rendah, APK dan APM tingkat SMP lebih rendah, Rasio murid/guru SMP lebih tinggi Kelompok I Pendapatan riil per kapita lebih tinggi, APK dan APM tingkat SMP lebih tinggi, Rasio murid/guru SMP lebih rendah Kelompok II
  72. 72. Cluster Factor 2 Kebutuhan hidup layak lebih rendah, Angka melek huruf bervariasi Kelompok I Kebutuhan hidup layak lebih tinggi, Angka melek huruf tinggi Kelompok II
  73. 73. Cluster Factor 3 Angka partisipasi kasar dan murni tingkat SD lebih tinggi Kelompok I Kelompok II Angka partisipasi kasar dan murni tingkat SD rendah
  74. 74. Cluster Factor 4 PDRB tinggi, upah minimum kabupaten bervariasi Kelompok II PDRB lebih rendah, upah minimum kabupaten bervariasi Kelompok I
  75. 75. Component 1 2 3 4 5 Padi_Sawah ,083 ,329 ,590 ,498 ,242 Padi_Ladang -,109 ,923 ,211 ,061 ,034 Jagung ,058 ,581 ,221 ,203 ,463 Ubi_Kayu ,019 ,842 -,026 -,139 -,079 Ubi_Jalar ,841 -,083 -,042 -,102 ,069 Kacang_tanah -,087 ,881 -,117 -,121 -,066 Kacang_Kedele -,149 ,866 ,204 ,184 ,130 Kacang_hijau -,247 ,082 ,371 ,127 ,500 Kacang_Merah ,109 -,051 -,201 -,087 ,838 Bawang_Merah ,006 -,042 -,037 ,931 -,008 Kacang_Panjang ,785 ,037 ,199 -,121 ,063 Kubis ,759 -,069 -,256 ,248 -,009 Tomat ,898 -,109 -,038 -,090 ,035 Kangkung -,085 ,066 ,891 -,072 -,089 Terung ,914 -,023 ,047 ,039 -,116 Bayam ,067 ,048 ,866 -,017 -,002 cabe_Besar ,826 -,082 -,043 ,486 -,090
  76. 76. Analisa hasil pertanian Jawa Tengah • Keunggulan yang hampir sama : kacang hijau , kacang merah di banyak kabupaten • Berikutnya kekhususan bawang merah • Padi dan kangkung • Padi ladang, jagung , ubi kayu, kedelai • Yang paling beragam : hortikultura : kacang panjang, kubis,terung , bayam, cabe besar dan potensial
  77. 77. Kelompok I Cilacap, Sragen, Pati, Demak, Brebes, Wonogiri, Grobogan Kelompok III Purbalingga, Karanganyar, Batang, Pekalongan, Sukoharjo, Semarang, Jepara, Purworejo, Magelang, Klaten, Boyolali, Rembang, Kendal, Banjarnegara, Temanggung, Wonosobo, Kudus Kelompok II Banyumas, Pemalang, Tegal, Kebumen, Blora Kelompok IV Kota Magelang, Kota Surakarta, Kota Salatiga, Kota Tegal, Kota Pekalongan, Kota Semarang
  78. 78. Kontribusi PDRB berdasarkan harga konstan kabupaten/Kota di Jawa Tengah 2009-2011
  79. 79. Indonesia Internet Penetration 50 55 60 65 70 75 80 85 90 95 100 DKI Jakarta Sulawesi Utara Riau D.I. Yogyakarta Kalimantan Timur Kep. Riau Kalimantan Tengah Sumatera Utara Sumatera Barat Sumatera Selatan Bengkulu Kep. Bangka Belitung Jambi Jawa Tengah Jawa Barat Bali Aceh Jawa Timur Maluku Sulawesi Selatan Lampung Sulawesi Tengah Banten Gorontalo Sulawesi Tenggara Kalimantan Selatan Sulawesi Barat Kalimantan Barat Maluku Utara Papua Barat Nusa Tenggara Timur Nusa Tenggara Barat Papua Internet Penetration = - 72,33 + 1,15 HDI Indonesia Human Development Index “Propinsi dengan HDI tinggi akan semakin meningkatkan probabilitas penduduk untuk mengakses internet…” Statistically Significant 0,05 kresnayana yahya, 80
  80. 80. Strategic Areas Green Innovation Life Innovation Asia Tourism- Oriented Nation & Local Revitalization Science and Technology IT Oriented Nation Employment & Human Resources Financial Sector New Growth Strategy 2010 – 2020
  81. 81. kresnayana yahya, pengembangan statistik, semarang 14 september 2013 82
  82. 82. kresnayana yahya, pengembangan statistik, semarang 14 september 2013 83
  83. 83. kresnayana yahya, pengembangan statistik, semarang 14 september 2013 84
  84. 84. “Mengangkat Indonesia menjadi negara maju dan merupakan kekuatan 12 besar dunia di tahun 2025 dan 8 besar dunia pada tahun 2045 melalui pertumbuhan ekonomi tinggi yang inklusif dan berkelanjutan” (Sumber: Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011– 2025 ) 2010 PDB ~ US$ 700 Milyar Pendapatan/kap US$ 3,000 (2010) Terbesar ke-17 besar dunia 2025 PDB: 3,8 – 4,5 Trilyun US$ Pendapatan/kap: 13.000 – 16.100 US$ Terbesar ke-12 dunia Proyeksi KEN Pendapatan/kapita ~US$ 14,900 (high income country) 2045 PDB ~US$ 16.6 Trilyun Prediksi Pendapatan/kapita ~US$ 46,900 Diprediksi menjadi terbesar ke-7 atau ke-8 dunia*) 100 tahun kemerdekaan Pencapaian Visi 2025 dan 2045 memerlukan penyiapan generasi yang mampu berperan aktif dalam kegiatan pembangunan. Edukasi, Investasi dan Infrastrukturkresnayana yahya, 85
  85. 85. Expected White Swan?
  86. 86. Unexpected Black Swan
  87. 87. THE NORMAL CURVE All swans are white and the world does not offer any surprises. A rather boring place to live. (Most predictions in the world come from the assumption that all statistics fit the bell-curve model.) 88
  88. 88. Black Swan 89
  89. 89. Chinese Proverbs “If you are planning for a year, plant rice. If you are planning for a decade, plant trees. If you are planning for a lifetime, educate people” “Hunger is a great teacher” kresnayana yahya, pengembangan statistik, semarang 14 september 2013 90
  90. 90. “c” change in classified Thank You Action kresnayana yahya, pengembangan statistik, semarang 14 september 2013 91
  91. 91. END OF SLIDES THANK YOU Kresnayana Yahya, Drs., M.Sc. Email: kresna49@yahoo.com Blog: http://www.kresnayana.com kresnayana yahya, pengembangan statistik, semarang 14 september 2013 92
  92. 92. kresnayana yahya, pengembangan statistik, semarang 14 september 2013 93

×