Pubertas prekoks

3,278 views

Published on

Published in: Health & Medicine
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
3,278
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
96
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pubertas prekoks

  1. 1. TUGAS STASE ILMU KESEHATAN ANAK REFERAT PUBERTAS PREKOKS Dokter Pembimbing : dr. Shinta Riana, Sp.A, M.Kes Disusun Oleh : Sigit Setiawan, S.Ked J 500 050 033 FAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2011 1
  2. 2. BAB I PENDAHULUANA. LATAR BELAKANG Pubertas adalah masa ketika seorang anak mengalami perubahan fisik, psikis, dan pematangan fungsi seksual. Pubertas merupakan tahapan dalam kehidupan dimana terjadi pematangan sistem reproduksi bersama pertumbuhan somatik dan kematangan seksual. Masa pubertas biasanya dimulai saat berumur 10 tahun dan berakhir lebih kurang di usia 15 hingga 16 tahun. Pada masa ini memang pertumbuhan dan perkembangan berlangsung dengan cepat. Pada anak perempuan pubertas ditandai oleh pertumbuhan payudara, pertumbuhan puncak kecepatan tinggi badan, dan menarke, pada anak laki-laki di tandai dengan pertumbuhan rabut pubis, perubahan suara dan produksi sperma (Said, 2004). Mekanisme terjadinya pubertas belum diketahui sepenuhnya, namun pengaruh utama tampaknya berasal dari sistem saraf pusat. Sistem neuroendokrin khususnya hormon gonodatropin yang dilepas neuron gonadotropin-releasing hormone di nukleus arkuatus hipotalamus berperan dalam mempengaruhi terjadinya pubertas. Neurotransmiter yang menyebabkan penghambatan (inhibitor) atau stimulasi (stimulator) seperti asetilkolin, katekolamin, gamma-aminobutyric acid, peptida opioid, prostaglandin dan serotonin turut mempengaruhi kejadian pubertas (Anonim, 2009) Beberapa masalah pubertas antara lain : 1. Pubertas prekoks yaitu keadaan dimana perkembangan pubertas (telars, adrenars, menars) muncul sebelum usia < 8 tahun pada wanita dan pada laki-laki pada usia < 9 tahun. Penyebab dari pubertas prekoks ini disebabkan oleh beberapa gangguan, dimana manifestasi prekoks seksual ini merupakan efek biologi sekunder dari peningkatan produksi hormon seks steroid karena meningkatnya sekresi gonadotropin baik 2
  3. 3. dari hipofisis maupun dari sumber luar hipofisis, atau melalui penyakit-penyakit didalam adrenal atau ovarium (Anwar, 2005). 2. Pubertas terlambat (pubertas tarda) yaitu tidak muncul sama sekali karakteristik seksual sekunder sebelum usia 13 tahun, menars tidak ada setelah mencapai usia 18 tahun. Penyebabnya karena ada gangguan di daerah hipotalamus, atau adanya penyakit sistemik, kurang gizi, atau gangguan fungsi endokrin yang lain (Said, 2004). Diperkirakan kejadian pubertas prekoks di Amerika Serikat adalah 0,01% sampai 0,05% per tahun. Kejadian pubertas prekoks adalah 4 sampai 10 kali lebih sering pada wanita dibandingkan pada pria dan lebih umum di antara Afrika-Amerika dari kalangan anak-anak Kaukasia. Sebuah tren panjang abad sekuler mengurangi usia menarche sekitar 0,3 tahun per dekade hingga tahun 1960. Pada saat itu, tingkat penurunan dari negara maju diperlambat atau bahkan dihentikan. Di Amerika Serikat, usia rata-rata menarche di Kaukasia sekitar 12,7 tahun dan di Afrika-Amerika adalah sekitar 12,2 tahun. Usia adrenarke pada wanita juga tergantung ras. Usia Rata-rata adrenarke di Afrika-Amerika adalah sekitar 8,8 gadis tahun dibandingkan dengan sekitar 10,5 tahun pada anak perempuan Kaukasia (Muir, 2006).B. PERUMUSAN MASALAH Permasalahan pubertas prekoks adalah terletak bagaimana kita mendiagnosis dan bisa menentukan penyebab terjadinya prekoks, menetukan stadium pubertas normal, dan pengaruh pubertas prekoks bagi perkembangan fisik dan mental anak. Penatalaksanaan yang tepat dapat memberikan hasil kesembuhan yang lebih baik.C. TUJUAN Tujuan dari penulisan referat ini adalah untuk mempelajari mengenai manifestasi klinis, penegakkan diagnosis patofisiologi, dan penatalaksanaan dari pubertas prekoks. 3
  4. 4. D. MANFAAT Diharapkan memberikan manfaat tambahan pengetahuan tentang penyakit dan agar dapat mendiagnosa sedini mungkin tentang pubertas prekoks dan penatalaksanaannya. 4
  5. 5. BAB II TINJAUAN PUSTAKAA. PUBERTAS Pubertas adalah masa ketika seorang anak mengalami perubahan fisik, psikis, dan pematangan fungsi seksual. Pubertas merupakan tahapan dalam kehidupan dimana terjadi pematangan sistem reproduksi bersama pertumbuhan somatik dan kematangan seksual. Masa pubertas biasanya dimulai saat berumur 10 tahun dan berakhir lebih kurang di usia 15 hingga 16 tahun. Pada masa ini memang pertumbuhan dan perkembangan berlangsung dengan cepat. Pada anak perempuan pubertas ditandai oleh pertumbuhan payudara, pertumbuhan puncak kecepatan tinggi badan, dan menarke, pada anak laki-laki di tandai dengan pertumbuhan rabut pubis, perubahan suara dan produksi sperma (Said,2004). Puberty (bahasa inggris) berasal dari istilah latin pubertas yang berarti kelaki-lakian, kedewasaan yang dilandasi oleh sifat dan tanda kelaki-lakian. Pubescence dari kata pubis (pubic hair) yang berarti rambut (bulu) pada daerah kemaluan (genetal) maka pubescence berarti perubahan yang dibarengi dengan tumbuhnya rambut pada daerah kemaluan (Gunarsi, 1991). Pada saat seorang anak memasuki masa pubertas yang ditandai dengan menstruasi pertama pada remaja putri atau pun perubahan suara pada remaja putra, secara biologis dia mengalami perubahan yang sangat besar. Pubertas menjadikan seorang anak tiba-tiba memiliki kemampuan untuk bereproduksi (Widianti, 2007). Mekanisme terjadinya pubertas belum diketahui sepenuhnya, namun pengaruh utama tampaknya berasal dari sistem saraf pusat. Sistem neuroendokrin khususnya hormon gonodatropin yang dilepas neuron gonadotropin-releasing hormone di nukleus arkuatus hipotalamus berperan dalam mempengaruhi terjadinya pubertas. Neurotransmiter yang menyebabkan penghambatan (inhibitor) atau stimulasi (stimulator) seperti 5
  6. 6. asetilkolin, katekolamin, gamma-aminobutyric acid, peptida opioid, prostaglandin dan serotonin turut mempengaruhi kejadian pubertas (Anonim, 2009). Pubertas prekoks yaitu keadaan dimana perkembangan pubertas (telars, adrenars, menars) muncul usia < 8 tahun pada wanita dan pada laki-laki pada usia < 9 tahun. Penyebab dari pubertas prekoks ini disebabkan oleh beberapa gangguan, dimana manifestasi prekoks seksual ini merupakan efek biologi sekunder dari peningkatan produksi hormon seks steroid karena meningkatnya sekresi gonadotropin baik dari hipofisis maupun dari sumber luar hipofisis, atau melalui penyakit-penyakit didalam adrenal atau ovarium (Muir, 2006).B. FISIOLOGI PUBERTAS Sintesa hormon steroid seks diproduksi terutama oleh gonad dan diatur oleh dua jenis hormon gonadotrofik yang dihasilkan oleh adenohipofise. Follicle stimulating hormone (FSH) dan luteinizing hormone (LH) dari hipofise membawa pengaruh baik pada ovarium maupun testis. FSH terutama bertanggung jawab pada pengaturan perkembangan sel germinal pada kedua jenis kelamin dan sintesis estrogen ovarium wanita. LH dan HCG merangsang sintesis steroid seks androgenik baik pada testis maupun ovarium, dan produksi progesterone oleh korpus luteum. LH, FSH, dan HCG tidak mempunyai aktifitas klinis penting diluar traktus reproduksi. Steroid seks dianggap sebagai satu- satunya pengatur produksi hormon gonadotropin. Akhir-akhir ini, peptida gonad mempunyai sifat pengatur penting sekresi FSH. Inhibin dan follistatin menekan pelepasan FSH, dan aktivin merangsang pelepasan FSH (Anwar, 2005). 6
  7. 7. C. PROSES PUBERTAS a. Masa intrauterin Pertumbuhan ovarium pada masa prenatal ini terutama dikendalikan oleh FSH janin, dan FSH ini dibentuk oleh adenohipofisis janin dalam jumlah cukup besar antara minggu ke 16- 24 kehamilan. Pada masa ini perkembangan oosit diovarium janin berhenti pada tahap profase, yaitu saat usia kehamilan lebih dari 17 minggu. Jumlah folikel waktu lahir kira-kira 500.000 sampai 700.000 dan akan terus berkurang (Anwar, 2005). Dengan bermulanya pubertas, terjadilah proses siklik pada seorang wanita. Melalui perubahan-perubahan tertentu pada proses ovulasi, maka dari sekian banyak folikel tersier yang terbentuk dalam siklus itu, hanya satu yang mencapai ovulasi, yaitu yang paling jauh berkembang, sedangkan yang lain kelak mengalami atresia (Said, 2004). Jika ada kelainan pertumbuhan dapat menimbulkan dampak, seperti hormonal. Seperti pada bayi dengan anensefalus dapat menimbulkan postterm karena terjadi defisit 16 - hidroksi DHEA Sulfat yang merupakan prekursor estrogen, sehingga ratio estrogen / progesteron berkurang, begitu juga pada janin yang mengalami hipoplasia renal janin, penyakit herediter X-linked. Pada ibu yang kadar progesteron yang rendah dapat menimbulkan prematur atau dismatur (Said, 2004). b. Masa bayi dan prapubertas Selama masa intrauterin, janin telah mendapat pengaruh rangsangan estrogen, progesteron dan gonadotropin, sehingga ketika bayi wanita lahir telah terlihat adanya pembesaran payudara dan uterus. Mukosa vagina dan endometrium memperlihatkan gambaran proliferasi. Epitel vagina mengandung glikogen dalam jumlah besar. Zalir vagina menunjukkan nilai pH 4,5-5 mirip nilai pH pada wanita usia reproduksi (Said, 2004). Setelah bayi wanita lahir, pengaruh estrogen dan progesterone dari plasenta terputus, sehingga pada usia 2-4 hari FSH dan LH meningkat 7
  8. 8. kembali dan ini akan berangsur-angsur menurun lagi sampai anak berumur 4 tahun. Pada tingkat awal pertumbuhan genitalia (umur 1-8 tahun) kadar gonadotropin dan steroid seks dalam darah serta urin sangat rendah. Pada umur 3-7 tahun masih dijumpai FSH, LH dan estrogen dalam serum. Tingkat kematangan gonad dan organ genitalia tidah berubah nyata sampai usia pubertas (Said, 2004). Hingga kini belum seluruhnya diketahui faktor apa saja yang dapat menjadi pencetus pertumbuhan alat genitalia pada seorang anak. Pertumbuhan itu diperkirakan diakibatkan oleh adanya perubahan- perubahan yang terjadi pada reseptor-reseptor di hipotalamus. Steroid seks yang berasal dari adrenal maupun ovarium membuat reseptor- reseptor hipotalamus menjadi peka, sehingga memudahkan pengeluaran FSH dari hipofisis anterior. Kemudian FSH membangkitkan pematangan pematangan folikel, yang berakibat pada peningkatan sekresi estrogen. Dimulainya sekresi estrogen menjadi tanda awitan proses pubertas seorang wanita (Said, 2004). Selanjutnya produksi estrogen terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada umur 10-11 tahun payudara mulai berkembang, dan ini dikenal sebagai telars (telarche). Pertumbuhan payudara yang sempurna akan berakhir pada 2-4 tahun pascamenars. Estrogen yang terbentuk itu selain menyebabkan penumpukan lemak di paha, payudara dan otot- otot lainnya, juga menyebebkan pertumbuhan tulan-tulang panggul. Pertumbuhan tulang-tulang yang lain dipicu oleh androgen yang berasal dari adrenal (Said, 2004).c. Masa pubertas Pubertas umur 12-15 tahun menggambarkan fase peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Pada umur 12 tahun kelenjar adrenal mulai aktif menghasilkan hormon. Peningkatan pengeluaran androgen menyebabkan pembentukan rambut pubis atau pubars (pubarche), yang 6-12 bulan kemudian disusul dengan pembentukan 8
  9. 9. rambut ketiak. Selain itu pada umur 12 tahun ini juga mulai terjadipigmentasi putting dan proliferasi mukosa vagina. Vagina terlihatmemanjang dan melebar, epitel vagina mengandung banyak glikogen,dan pH zalir vagina berkisar antara 4,5-5. Perdarahan pertama dariuterus yang terjadi pada seorang wanita disebut sebagai menars(menarche), dan biasanya rata-rata terjadi pada umur 11-13 tahun(Said, 2004). Hipotalamus memproduksi gonadotropin releasing hormone(GnRH) yang akan merangsang pituitary anterior untuk meningkatkanproduksi gonadotropin yaitu luteinizing hormone (LH) dan folliclestimulating hormone (FSH). Selanjutnya gonadotropin akanmerangsang produksi hormon seks oleh gonad (estrogen, progesterone,dan androgen). Pada perempuan, LH dan FSH secara bersama-samaberperan dalam hormogenesis namum FSH mempunyai peran lebihbesar terhadap maturasi ovarium. Hal ini disebabkan oleh rendahnyahipofisis terhadap GnRH serta adanya penekanan maksimumhipotalamus (gonadostat). Selanjutnya, saat yang tepat bermulanyatanda pubertas secara endokrinologis tidak dapat diketahui, tetapi padawanita umur 6-8 tahun ternyata yang pertama kali meningkat adalahhormon steroid (DHEA). Kemudian FSH meningkat bersamaan,sedangkan estradiol (E2) dan LH tidak meningkat sampai usia 10-12tahun. Jika dianggap tanda bermulanya pubertas disebabkan olehhormon DHEA, maka peranannya terletak pada adrenal (Said, 2004). 9
  10. 10. Gambar 1. Pengaturan Jaras Hipotalamus-Hipofisis-Gonad pada pria dan wanita Perubahan yang ditunjukkan oleh peningkatan kadar estradiol ituadalah berkembangnya seks sekunder, uterus, vagina, rambut pubis,tulang pelvis, dan yang lebih menonjol lagi ialah satu tahun sebelummenars terjadi perubahan pigmen pada areola payudara, putting susu,dan labia. Akhirnya peningkatan estradiol akan diikuti olehmekanisme umpan balik yang menyebabkan turunnya kadar E2 danterjadinya perdarahan lucut akibat deskuamasi endometrium, yangberwujud sebagai haid pertama (menars). Di pihak lain, peningkatanestradiol tadi akan menyebabkan terciptanya pola sekresi GnRHdewasa yang akhirnya mengarah ke pola siklus haid pertama (Anwar,2005). Tahapan perkembangan fisik pada wanita dimulai dengan telarsserta puber yang berlangsung 2-4 tahun dan akhirnya menars, yangterjadi pada usia 12-14 tahun (rata-rata 12,5 tahun). Timbulnyamenars pada seorang wanita tidak serta merta menggambarkankemampuannya untuk bereproduksi. Beranjak dari menars, seorangwanita akan menjalani fase tanpa ovulasi, yaitu masa remaja steril 10
  11. 11. yang berlangsung selama kurang lebih 3 tahun, dan kemudian disusuloleh masa nubile atau masa remaja fertile. Pada masa nubile sudahterjadi ovulasi dan fase lutealnya sudah dijumpai progesterone. Inimerupakan pertanda sudah terjadinya kematangan sistem porosendokrin (Nelson, 2006). Pada anak perempuan, tanda pubertas pertama yang tampak adalahpeningkatan kecepatan tumbuh yang mengawali fase pacu tumbuh(growth spurt), namun hal ini sulit. Sehingga perkembangan payudara(telars) adalah tanda pubertas yang mudah diperiksa (Nelson, 2006). Pada anak laki-laki, pertumbuhan testes (dengan volume > 3mlatau pada diameter terpanjang 2,5 cm) dan penipisan skrotummerupakan tanda-tanda pertama pubertas. Ini diikuti denganpigmentasi skrotum dan pertumbuhan penis. Rambut pubis kemudiantumbuh. Munculnya rambut aksila biasanya terjadi pada pertengahanpubertas. Pada anak laki-laki tidak seperti anak perempuan, percepatanpubertas mulai setelah berjalan dengan baik dan adalah maksimal padastadium IV-V (khas antara umur 13-14 tahun). Pada anak laki-lakipertumbuhan cepat terjadi 2 tahun leih lambat daripada anakperempuan, dan pertumbuhan dapat berlanjut setelah usia 18 tahun(Nelson, 2006). 11
  12. 12. Gambar 2. Pengaturan sekresi hormonal pada laki-laki Pada pria, testoteron memegang peranan penting dalam diferensiasi system organ yang genital pria pada saat pertumbuhan fetus, pertumbuhan dan fungsi organ yang diperngaruhi oleh testoteron seperti skrotum, epididimis, vas deferens, vesika seminalis, prostat, dan penis. Testoteron juga berperan dalam pertumbuhan organ skeletal, laring yang berperan dalam pembentukkan suara pada. pria dan kartilago epifisial serta mempengaruhi pertumbuhan rambut pada daerah pubis, axilla, janggut, jambang, dada, abdomen, dan daerah punggung, aktivitas kelenjar sebasea, dan perubahan tingkah laku (Anwar, 2005). Gambaran estrogenik lain pada masa pubertas meliputi pembesaran labia minora dan mayora, penumpulan mukosa vagina, produksi sekresi vagina yang berwarna agak keputihan yang menunjukkan awal menars. Ukuran dan bentuk uterin mengalami perubahan akibat stimulasi estrogen yang memanjang (Said, 2005).d. Tanda Pubertas Pubertas ditandai dengan tampaknya karakteristik seks sekunder dan diakhiri degan datangnya menarche dan siklus ovulasi. Berdasarkan gambaran karakteristik seks sekunder dapat ditentukan tingkat maturitas kelamin (TMK) dengan menggunakan skala Tanner. Pada wanita, tanda pertama adalah tumbuhnya kuncup payudara yang diikuti oleh tumbuhnya rambut pubis 6-12 bulan kemudian. Selain itu, pubertas juga ditandai oleh maturasi genitalia eksterna, tumbuhnya rambut aksila dan menarche (Anonim, 2010). 12
  13. 13. Table 1. Stadium pubertas pada wanita Rambut pubis 1. Tidak ada rambut 2. Tumbuh rambut halus (tidak ada pigmentasi) pada labium Prapubertas mayor 3. Rambut berpigmen meluas ke mons pubis Pubertas 4. Rambut menyebar ke lateral tetapi tidak sampai ke paha Pubertas atas 5. Dewasa: rambut tumbuh pada bagian atas paha Dewasa 6. Meluas ke dinding abdomen 13
  14. 14. Table 2. Stadium pubertas pada laki-laki Rambut pubis Stadium Rata-rata usia Tidak ada rambut 1. Tumbuh rambut halus pada pangkal penis 12 tahun 2. Rambut berpigmentasi menyebar pada mons pubis 13 tahun 3. Rambut menutupi segitiga pubis tetapi tidak sampai 14 tahun paha 4. Rambut meluas sampai paha bagian atas 15 tahun 5. Rambut pada garis tengah abdomen 16 tahun Volume testes < 4 ml Prapubertas > 4 ml Pubertas 12 -25 ml : dewasa DewasaGambar 3. Stadium pubertas berdasarkan rambut pubis pada laki-laki 14
  15. 15. Gambar 4. Cara mengukur volume testis dengan orkidometer PraderD. MASALAH PUBERTAS Pada masa pubertas ini dapat timbul kelainan-kelainan seperti pubertas prekoks atau pubertas tarda (delayed puberty) Dikatakan pubertas prekoks bila telars, puber atau menars terjadi sebelum usia 8 tahun. Bila penyebabnya di gonad disebut sebagai pubertas prekoks isoseksual, sedangkan bila disebabkan oleh sindroma adrenogenital disebut sebagai heteroseksual pubertas prekoks (Anwar, 2005). Pubertas prekoks dibagi dalam 2 bentuk yakni pubertas prekoks lengkap dan tidak lengkap. Pubertas prekoks lengkap, tanda/gambaran seksual muncul lebih awal namun urutannya tetap normal. Poros hipotalamus-hipofise biasanya normal. Ovulasi tetap terjadi, bahkan dapat hamil. Pubertas prekoks jenis ini 80-90% belum diketahui penyebabnya. Pubertas prekoks tidak lengkap, kemungkinan penyebabnya ialah tumor di ovarium yang menghasilkan hormon seperti tumor sel teka, tumor sel granulosa, dan disgerminoma (Anwar, 2005). Dikatakan pubertas tarda bila seseorang wanita telah mencapai usia 18 tahun namun belum juga mendapat haid. Batasan lain secara lebih 15
  16. 16. khusus pada anak perempuan apabila belum ada perkembangan payudara setelah 5 tahun menars, atau belum menars pada usia 16 tahun (amenore primer) (Anwar, 2005). Pubertas tarda pada umumnya disebabkan oleh gangguan di hipothalamus. Dapat juga disebabkan oleh penyakit sistemik, kurang gizi, atau gangguan pada fungsi kelenjer endokrin lain. Berbagai penyebab lain keterlambatan pubertas antara lain kelainan yang disebabkan oleh lesi hipothalamus, lesi di pituitari, dan lesi di gonad antara lain yang bersifat kongenital, tumor, kista, penyakit granulomatosa, trauma (Said, 2004). Dikatakan hypogonadotropic hypogonadism apabila terjadi defek sentral pada aksis hipothalamus-pituitari sehingga terjadi penurunan atau tidak adanya kemampuan hipotalamus untuk mensekresi GnRH atau kemampuan mensekresi LH dan FSH oleh pituitari.E. PUBERTAS PREKOKS a. Definisi Pubertas Prekoks adalah suatu keadaan dimana masa pubertas anak terjadi lebih awal pada umumnya, yaitu sekitar umur 9-14 tahun pada anak perempuan dan usia 10-17 tahun pada anak laki-laki. Kondisi ini terjadi dipicu oleh otak secara spontan atau dikarenakan pengaruh bahan kimia dari luar tubuh dan biasanya proses ini dimulai diakhir- akhir masa kanak-kanak (kurang dari umur 9 tahun) dengan ditandai munculnya tanda-tanda kematangan organ reproduksi lebih awal dan telah berakhirnya masa pertumbuhan. Pubertas yang lebih awal ini bisa merupakan bagian dari variasi perkembangan normal seseorang, namun bisa pula merupakan penyakit atau paparan hormon pertumbuhan yang tidak normal (Pramesemara, 2009). Pada wanita buah dada dan rambut pubis timbul pada usia < 8 tahun. Pada laki-laki terjadi perubahan pubertas pada usia < 9 tahun. Pubertas prekok dibagi menjadi ; Pubertas dini sentral (tergantung kadar gonadotropin), Pubertas dini perifer (tidak tergantung kadar 16
  17. 17. gonadotropin ). Beberapa anak dengan kelainan struktur bawaan pada susunan syaraf pusat, tumor otak dan hamartoma dapat terjadi pubertas dini. Radiasi otak dapat memperlambat timbulnya pubertas (Rudi, 2005)b. Epidemiologi (Insiden) Dari berbagai sumber seluruhnya menyatakan bahwa insiden Pubertas Prekoks dominan terjadi pada anak-anak perempuan dibandingkan laki-laki. Hal ini dimungkinkan karena Pubertas Prekoks membawa sifat genetik yang autosomal dominan dan lebih sering akibat paparan hormon estrogen dini pada usia bayi. Untuk anak perempuan sering diakibatkan etiologi yang idiopatik dan sebaliknya pada anak laki-laki secara signifikan terbanyak diakibatkan adanya penyakit pada otak (Pramesemara, 2009) .c. Etiologi (Penyebab) Hingga saat ini penyebab dari Pubertas Prekoks masih belum diketahui secara pasti. Beberapa hal internal yang dapat menyebabkan terjadinya Pubertas Prekoks adalah gangguan organ endokrin, genetika keluarga (autosomal dominan), abnormalitas genetalia (gangguan organ kelamin), penyakit pada otak, dan tumor yang menghasilkan hormon reproduksi. Namun disamping itu, terdapat faktor psikologis (emosi) dan stressor lingkungan ekternal yang cukup memegang peranan (Pramesmara, 2009). Pada dasarnya konsep paparan hormon yang paling sering digunakan untuk menjelaskan penyebab kejadian Pubertas Prekoks pada anak-anak. Sebuah penelitian pernah menyatakan bahwa seorang anak perempuan yang gemuk atau memiliki body mass index (BMI) bernilai obesitas seringkali menunjukkan ciri-ciri fisik terjadinya pubertas dini. Penelitian lain mengungkapkan zat Bisphenol-A (BPA) yang merupakan bahan baku pembuatan barang-barang dari plastik dan sering digunakan oleh bayi maupun anak kecil (dot atau botol plastik) dapat menstimulus peningkatan kadar hormon estrogen yang pada 17
  18. 18. akhirnya dapat memicu terjadinya Pubertas Prekoks (Pramesemara, 2009).d. Faktor Resiko Beberapa faktor yang dapat meningkatkan kejadian pubertas prekoks meliputi ; Jenis kelamin perempuan, umumnya pada ras Afrika-Amerika, seseorang yang mengalami obesitas (Kegemukan), terpapar hormone seksual (kosmetik ataupun makanan), sedang mengidap suatu penyakit genetik ataupun gangguan metabolik. Pubertas prekoks banyak ditemui pada pasien dengan sindrom McCune-Albright atau Hiperplasia Adrenal Kongenital, yaitu suatu kondisi perkembangan abnormal dari produksi hormon androgen pada laki-laki. Pada kasus yang jarang, Pubertas Prekoks memiliki hubungan dengan kejadian hipotiroidism (Prameswara, 2009). Table 3. Keadaan-keadaan yang menyebabkan pubertas prekoks : Pubertas tergantung gonadotropin Idiopatik (konstitusional, fungsional) Lesi otak organic (Hamartoma hipotalamik, Tumor otak, hidrosefalus, trauma kepala berat) Hipotiroidisme berkepanjangan dan tidak diobati. Pubertas tidak tergantung gonadotropin (pseudopubertas prekoks) Wanita Keadaan isoseksual ; sindrom mcCune-Albright, kista ovarium otonom, tumor ovarium, tumor feminisasi adrenokorteks, Estrogen eksogen Keadaan heteroseksual ; Hiperplasia adrenal congenital, tumor adrenal, tumor ovarium, defek reseptor glukokortikoid, androgen estrogen. Laki-laki Keadaan isoseksual ; hyperplasia adrenal congenital, tumor adrenokorteks, tumor sel leydig, pubertas prekoks laki-laki familial, terisolasi, terkait dengan hipoparatiroidisme, tumor pensekresi hCG, teratoma, defek reseptor glukokortikoid, androgen eksogen. Keadaan heteroseksual ; tumor feminisasi adrenokorteks, tumor tali-seks dengan tubulus anularis (SCTAT) terkait dengan 18
  19. 19. sindrom Peutz Jegher, Estrogen eksogen Gabungan pubertas tergantung gonadotropin dan tidak tergantung gonadotropin Hiperplasia adrenal congenital terobati Sindrom mcCune Albright lambat Pubertas prekoks laki-laki familial lambat Pubertas prekoks inkomplit Thelarke premature Adrenerkhe premature Menarkhe premature (Nelson, 2006)e. Patofisiologi Secara sederhana, gambaran perjalanan kasus Pubertas Prekoks diawali produksi berlebihan GnRH yang menyebabkan kelenjar pituitary meningkatkan produksi luteinizing hormone (LH) dan follicle stimulating hormone (FSH). Peningkatan jumlah LH menstimulasi produksi hormon seks steroid oleh sel Leydig pada testis atau sel granul pada ovarium. Peningkatan kadar androgen atau esterogen menyebabkan fisik berubah dan mengalami perkembangan dini meliputi pembesaran penis dan tumbuhnya rambut pubis pada anak laki-laki dan pembesaran payudara pada anak perempuan, serta mendorong pertumbuhan badan. Peningkatan kadar FSH mengakibatkan pengaktifan kelenjar gonad dan akhirnya membantu pematangan folikel pada ovarium dan spermatogenesis pada testis (Pramesmara, 2009).f. Klasifikasi (Penggolongan) Perkembangan dini rambut pubis (bulu kemaluan), payudara atau alat-alat kelamin bisa terjadi dari proses pematangan yang alamiah atau dari beberapa kondisi patologis. Pubertas Prekoks bisa dibagi menjadi dua tipe utama, yaitu : a) Secara alamiah pubertas dini dapat terjadi dalam berbagai aspek fisik, kondisi ini disebut idiopathic central precocious puberty atau 19
  20. 20. GnRH-dependent (Pubertas Prekoks Sentral). Hal ini bisa terjadi parsial ataupun transien. Pubertas sentral bisa muncul secara dini bila terjadi gangguan pada sistem penghambatan hormon yang diproduksi otak, atau adanya hamartoma hipotalamus yang memproduksi sedikit gonadotropin-releasing hormone (GnRH). Pubertas prekoks sejati selalu melibatkan isoseksual dan melibatkan aktivasi hipotalamus-pituataria-gonad; prekositas melibatkan ciri-ciri sekunder dan kenaikan ukuran yang diperantarai gonadotropin (Pramesmara, 2009). b) Perkembangan organ seksual sekunder dipengaruhi oleh hormon steroid yang berasal dari keadaan abnormal lainnya (tumor gonad atau adrenal, hiperplasi adrenal kongenital dan lainnya). Keadaan ini tidak dipengaruhi gonadotropin-releasing hormone (GnRH- independent) disebut peripheral precocious puberty atau precocious pseudopuberty (Pubertas Prekoks Perifer) (Pramesmara, 2009).g. Diagnosis Saat kita menemukan seorang pasien dengan kecurigaan mengalami Pubertas Prekoks, maka kita harus melengkapi anamnesa dan riwayat pasien beserta keluarganya, melakukan pemeriksaan fisik yang berkaitan dan memastikan diagnosis dengan melakukan tes laboratorium terutama fraksi hormonal maupun radiologis yang dispesifikasi pada foto tulang (Pramesmara, 2009).. Untuk pemeriksaan penunjang laboratorium, maka dilakukan tes kadar hormon LH dan FSH basal, uji GnRH terstimulasi, esterogen dan progesterone serum, β-HCG, 17-OH progesteron, estradiol dan beberapa pemeriksaan hormonal lainnya atas indikasi. Diperlukan pula pemeriksaan radiologis diagnostik, maka yang difokuskan adalah pencitraan umur tulang dan survey tulang (McCune-Albright), sedangkan untuk etiologi dilakukan CT-Scan/MRI kepala dan USG pelvis/adrenal (Pramesmara, 2009).. 20
  21. 21. h. Penatalaksanaan Penatalaksanaan Pubertas Prekoks ditentukan tipenya sebagai berikut : a) Tata Laksana Pubertas Prekoks Sentral ; Kebanyakan anak dengan Pubertas Prekoks sentral tidak disertai penyakit lainnya. Terapinya dinamakan GnRH analogue yang biasanya terdiri dari suntikan bulanan berupa leuprolide dosis 0,25-0,3/kgBB i.m setiap 4 minggu yang menghentikan aksis HPG dan menghambat perkembangan. Terapi tersebut dilanjutkan hingga pasien mencapai umur pubertas normal yang sesuai. Apabila mereka lupa atau menghentikan pengobatan, maka proses pubertas akan dimulai lagi (Nelson, 2006). b) Tata Laksana Pubertas Prekoks Perifer ; Tujuannya adalah melakukan penanganan pada penyakit yang mendasari timbulnya Pubertas Prekoks ; misalnya karena konsumsi obat, maka obat tersebut dihentikan ; contohnya pada tumor, maka segera lakukan pembedahan reseksi tumor agar menghentikan agresifitas pubertas (Nelson, 2006).i. Prognosis (Nilai Kesembuhan) Studi melaporkan tingginya efektifitas dan keberhasilan pengobatan Pubertas Prekoks apabila diberikan sedini mungkin dan haruslah mencapai tujuan terapi, yaitu tercapai umur pubertas normal yang sesuai. 21
  22. 22. BAB III KESIMPULAN Pubertas merupakan tahapan dalam kehidupan dimana terjadi pematangansistem reproduksi bersama pertumbuhan somatik dan kematangan seksual. Masapubertas biasanya dimulai saat berumur 10 tahun dan berakhir lebih kurang diusia 15 hingga 16 tahun. Mekanisme terjadinya pubertas belum diketahui sepenuhnya, namunpengaruh utama tampaknya berasal dari sistem saraf pusat. Sistem neuroendokrinkhususnya hormon gonodatropin yang dilepas neuron gonadotropin-releasinghormone di nukleus arkuatus hipotalamus berperan dalam mempengaruhiterjadinya pubertas. Tahapan perkembangan pubertas di nilai dengan menggunakan skalatanner, untuk wanita dengan menentukan stadium pembesaran buah dada danpertumbuhan rambut pubis sedangkan untuk laki-laki dengan pertumbuhanrambut pubis dan menilai volume testis. Penegakan diagnosis pubertas prekoks dengan melakukan pemeriksaanmenyeluruh dari anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjangkhususnya untuk menilai sebab terjadinya pubertas prekoks. Penatalaksanaanpubertas prekoks bergantung kepada penyebabnya. 22
  23. 23. DAFTAR PUSTAKAAnonim, 2009. Penilaian Pubertas dan Status Gizi. Universitas Sumatera Utara.Anwar, R., 2005. Sintesis, Fungsi dan Interpretasi Pemeriksaan HormonReproduksi. Subbagian Fertilitas Dan Endokrinologi Reproduksi Bagian ObstetriDan Ginekologi, Fakultas Kedokteran UNPAD. BandungGunarsi, Y., 1991. Permasalahan Pada Remaja. Jakarta.Muir, A. 2006. Endrocrinology : Precocious Puberty. Pediatric in Revium.AmerikaNelson, 2006. Ilmu Kesehatan Anak ; vol 3. Penerbit Buku Kedokteran, EGC,Jakarta.Pramesmana, 2009. Pubertas Prekoks (Pubertas Dini pada Anak).(http://PUBERTAS PREKOKS (Pubertas Dini Pada Anak) « PramesemarasWeblog)Said, U., 2004. Interaksi Hormonal dan Kualitas Kehidupan pada Wanita. SubUnit Imunoendokrinologi Reproduksi. Departemen Obsetri dan Ginekologi FKUNSRI Palembang.Sarwono, 2007. Ilmu Kebidanan. Bina Pustaka Sarwono, Jakarta.Widianti, E. 2007. Remaja dan Permasalahanya : Bahaya Merokok,Penyimpangan Seks Pada Remaja, Penyalahgunaan Minuman Keras danNarkoba. Fakultas Ilmu Keperawatan UNPAD, Jati Nangor.Zulkarnain, 2007. Pubertas Dini pada Anak Perempuan.(http://Kihaimi.blogspot.com/2007/09/pubertas.html) 23

×