Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
LEMBAGA
AMIL ZAKAT
NASIONAL

Buletin Jumat

Chevron Indonesia
Akta Notaris Wahyu Nurani, SH.
No. 34 Tanggal 28 April 2008
...
pada bulan suci ini, melainkan seruanseruan kepada etos kerja, seruan untuk
beramal. Bukan sebaliknya. Etos kerja yang
dit...
”Dari Umamah r.a berkata: Ya Rasulullah,
tunjukkanlah kepadaku perbuatan yang dapat
memasukkan aku ke dalam surga, maka be...
Islam memandang bekerja itu mulia. Islam
membimbing umatnya bagaimana mencapai
kemuliaan dalam kerja. Dunia ini adalah
lad...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

06 buletin hikmah jumat laz nas chevron duri edisi vi 2013 ramadhan dan etos kerja

1,115 views

Published on

06 Buletin Hikmah Jumat LAZNas Chevron Duri Edisi VI 2013 Ramadhan dan Etos Kerja

Published in: Spiritual
  • Login to see the comments

  • Be the first to like this

06 buletin hikmah jumat laz nas chevron duri edisi vi 2013 ramadhan dan etos kerja

  1. 1. LEMBAGA AMIL ZAKAT NASIONAL Buletin Jumat Chevron Indonesia Akta Notaris Wahyu Nurani, SH. No. 34 Tanggal 28 April 2008 NPWP : 02.816.712.0-077.000 Balikpapan|Darajat|Dumai|Duri|Jakarta|Minas|Rumbai|Salak Edisi VI 11 Ramadhan 1434 H / 19 Juli 2013 Terbit setiap Jumat, tidak diperjualbelikan LAZNas Chevron Duri Tidak dibaca saat Khutbah Jumat R amadhan& Etos Kerja H. J. Ardan Mardan, Lc., M.A Firman Allah SWT dalam Q.S Al-Dzariyat ayat 56 menyebutkan bahwa tidaklah Allah SWT menciptakan jin dan manusia melainkan hanya untuk beribadah kepada-Nya. Ibadah merupakan kata kunci (key word) kehidupan manusia. Suatu aktifitas disebut berkualitas ketika ia bernilai ibadah disisi Allah SWT. Suatu obsesi dinyatakan mulia ketika mengarah kepada ridho-Nya. Disaat ibadah ini alfa di dalam kehidupan anak Adam, maka tiadalah kehidupan hakiki baginya. Oleh karenanya, semangat kompetisi yang semestinya dibangun adalah kompetisi yang mampu memberikan substansi ibadah dalam setiap kerja-kerjanya dan proses ikhtiarnya di dunia. Betapa banyak kerja-kerja besar, namun menjadi kerdil di mata Allah, dan tidak sedikit kerja-kerja kecil namun besar di sisi Allah. Kata kuncinya adalah ibadah. Kecil besarnya suatu amal manusia di sisi Allah berdasarkan niat dan prosesnya. Apakah niatnya karena Allah? Dan apakah prosesnya sesuai dengan keinginan Allah dan Rasul-Nya? Rasulullah SAW bersabda: “Bahwasanya segala amal perbuatan itu tergantung pada niat. Dan bahwasanya bagi tiap-tiap orang apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa yang niat hijrahnya menuju Allah dan Rasul-Nya, maka (nilai dan pahala) hijrahnya itu (nilai dan pahala hijrah) menuju Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang niat hijrahnya karena dunia (harta atau kemegahan dunia), atau karena seorang wanita yang akan dinikahinya, maka (nilai) hijrahnya aitu adalah (nilai hijrah) ke arah yang ditujunya.” Tantangan kita adalah mampukah kita bekerja yang bernilai ibadah? Mampukah kita meningkatkan etos kerja kita atas dasar ibadah? Kesuksesan adalah milik orang-orang yang taat kepada Allah SWT dan Rasul secara totalitas. Kesuksesan adalah milik orang-orang yang bersabar dalam menjalani proses ibadah. Firman Allah: “…Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh dia menang dengan kemenangan yang agung.” (Q.S Al- Ahzab: 71). “Sungguh pada hari ini Aku memberi balasan kepada mereka, karena kesabaran mereka, sungguh mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan.” (Q.S AlMu’minun: 111). Ramadhan adalah bulan peningkatan etos kerja. Etos kerja berarti peningkatan kerja. Ramadhan identik dengan bulan peningkatan iman dan amal shaleh. Ramadhan adalah bulan kerja. Ramadhan adalah bulan harakah (pergerakan). Tidaklah seorang muslim diseru “Dan kelak akan dijauhkan orang yang taqwa dari neraka itu, (yaitu mereka) yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkan hartanya.” (Q.S. Al-Lail: 17-18)
  2. 2. pada bulan suci ini, melainkan seruanseruan kepada etos kerja, seruan untuk beramal. Bukan sebaliknya. Etos kerja yang ditampilkan seorang muslim adalah dalam rangka ketaatan kepada Allah SWT. Visinya adalah ridha ilahiy. Misinya ada lah mengabdi. Pada bulan Ramadhan ini orangorang yang beriman diwajibkan berpuasa, ia diseru juga untuk tilawah al-Quran, shalat wajib dan sunnah, berinfak, b e r z a k a t , b e r d z i k i r, ber’itikaf, bekerja secara ihsan dan menghidupkan malam dengan ketaatan. Ketika ia dalam kondisi menahan makan dan minum di siang harinya, ia juga diseru untuk mengoptimalkan ibadahnya. Puasa bukan penghalang meraih kebaikan sebanyak-banyaknya. Puasa itu mencerahakan, puasa itu meringankan kita kepada kebaikan. Agar puasanya tidak jenuh, maka lakukanlah inovasi melalui realisasi berbagai macam amal shaleh di bulan ini. Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang beribadah di bulan Ramadhan dengan iman dan penuh harap pahala, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (Bukhari Muslim). fungsinya sebagai hamba Allah di bulan penuh rahmat ini. Ramadhan hadir bukan untuk memberikan kegelisahan kepada manusia, namun ia hadir dengan membawa angin segar kemuliaan. Untuk mencapai kemuliaankemuliaan Ramadhan tentunya digapai melalui optimalisasi ibadah dan etos kerja. Semangat kerja seorang muslim pada bulan penuh ampunan ini seyogyanya meningkat. Prestasi pencapaian ibadahnya kepada Allah semestinya melejit. Karena Allah SWT telah menyediakan sarana-sarana untuk mempermudah manusia meningkatkan kualitas dan kuantitas kerjanya pada bulan agung ini. Pada bulan ini doa orang berpuasa mustajabah (terkabul), pintu-pintu surga dibuka selebar-lebarnya, pintupintu neraka dikunci serapat-rapatnya, para setan diikat, di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan (lailatul qadr), Allah menganugerahkan surga al-Rayyan bagi orang-orang berpuasa, ganjaran kerja-kerja ibadah berlipat ganda dan puasa Ramadhan kelak dapat memberikan syafa’at bagi pelakunya. Ramadhan adalah sebagai tameng dari neraka. Rasulullah SAW bersabda: ”Ada tiga doa yang dikabulkan; doa orang yang berpuasa, doa orang yang safar dan doa orang yang dizalimi.” (HR. Baihaqi) “Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan iman dan penuh harap pahala, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (Bukhari Muslim). ”Jika datang Ramadhan, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan-setan diikat.” (Bukhari Muslim). Kenikmatan seorang mukmin bekerja ketika ia mampu mengoptimalkan tugas dan ”Puasa adalah tameng, orang yang sedang berpuasa berlindung dengannya dari api neraka.” (HR. Ahmad).
  3. 3. ”Dari Umamah r.a berkata: Ya Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku perbuatan yang dapat memasukkan aku ke dalam surga, maka beliau bersabda, ”Hendaklah kamu berpuasa, tidak ada yang sebanding dengannya.” (HR. Ahmad dan Nasa’i). “Puasa dan Al-Quran menjadi syafaat kepada seorang hamba di hari kiamat. Puasa berkata, 'Ya Rabb, aku telah mencegahnya dari makanan dan syahwat, jadikanlah aku syafaat baginya. Dan Al-Quran berkata, “Ya Rabb, aku telah mencegahnya dari tidur di waktu malam, jadikanlah aku syafaat baginya.” Dia berkata: “Keduanya dapat memberi syafaat." (HR. Ahmad). Subhanallah..! Keistimewaankeistimewaan di atas tidak ditemukan pada bulan selain Ramadhan. Ia hanya ada pada bulan Ramadhan. Maha Benar Allah yang telah menjadikan Ramadhan penghulu bulan dalam ketetapan-Nya. Disebabkan kemuliaannya, bahkan para sahabat nabi SAW ada yang berangan-angan agar semua bulan dalam ketetapan Allah adalah Ramadhan dan Ramadhan. Sejarah juga mencatat bahwa orang-orang shaleh dahulu menghiasi Ramadhan dengan ibadah yang terbaik yang mereka miliki. Misalnya dalam konteks Ramadhan sebagai syahrul Quran (bulan al-Quran), sahabat Usman bin Affan mengkhatamkan al-Quran sebanyak enam puluh kali pada bulan Ramadhan, Imam al-Zuhri disaat Ramadhan tiba, ia meliburkan majelis haditsnya dan konsentrasi kepada tilawah al-Quran, Sufyan al-Tsauri disaat Ramadhan hadir, ia akan meninggalkan pekerjaannya dan menyibukkan dengan tilawah al-Quran, sebagaian Salafusshaleh ada yang mengkhatamkan alQuran dalam waktu tiga hari, tujuh hari dan sepuluh hari saja. Lalu bagaimana dengan tilawah al-Quran kita di bulan ini? Solusi rabbani senantiasa berpihak kepada pemilik etos kerja untuk kebaikan. Apalagi hal tersebut direalisasikan di bulan Ramadhan. Berpangku tangan dan bermalasmalasan bukan karakter muslim sejati di bulan penuh kemenangan ini. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya aku benci kepada seseorang yang menganggur, tidak bekerja untuk kepentingan dunia juga tidak untuk keuntungan akhirat.” (HR. Al-Thabrani dalam kitab Al Kabir) Sejarah juga merekam dan mengingatkan kita bahwa solusi Allah -berupa kemenanganmenyertai perjuangan kaum muslimin demi mempertahankan akidah dan agama. Seperti peristiwa Badar al-Kubra (2 H), Fath Makkah (8 H), ditaklukkannya Andalusia dibawah pimpinan Thariq bin Ziyad (92 H), Ain Jalut (658 H) dan kemerdekaan Indonesia (1945 M), semua itu terjadi –atas izin Allah- pada bulan Ramadhan dan diraih melalui etos kerja serta pengharapan secara maksimal kepada Allah SWT. Buletin Jumat LAZNas Chevron Duri LAZNas Chevron Duri Newsletter Published by : LAZNas Chevron Duri Jln. Aman No. 34 (Samping Kompleks Sibayak), Duri, Telp. 0765-595652 ; 0765-7023090, e-Mail : admin.dri@laznaschevron.org Dewan Syuro : Abdul Rahman,Gufron, Tri Heru Susanto,Yon Hendri, H.Nasir Bagis; Konsultan: H. J. Ardan Mardan Lc,M.A Direktur : Guntur Gantara ; Bendahara : Arzandra Fendi ; Sekertaris : Didit Kurniawan Riset & Development: Yudi Adrianto, Deni Eka Prasetya ; Manager Operasional : Budi Suhari Amil Koordinator Program Penyaluran Zakat: Jufriadi Amil Koordinator Survey dan Publikasi: Syahrul Ilham Amil Koordinator Administrasi dan Keuangan: Zulfadlil Azhim
  4. 4. Islam memandang bekerja itu mulia. Islam membimbing umatnya bagaimana mencapai kemuliaan dalam kerja. Dunia ini adalah ladangnya akhirat. Kita menanam kebaikan di dunia, untuk dipanen di alam Akhirat kelak. “Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu melupakan bahagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (Q.S. Al-Qasas :77). Dalam bekerja harus berinovasi dan kreasi. Karena inovasi akan melaggengkan kepada proses dan hasil. Allah mencintai mukmin inovatif. Rasulullah bersabda: Dari Ibnu ‘Umar ra dari Nabi saw, ia berkata: “Sesungguhnya Allah mencintai orang yang beriman yang berkarya (produktif menghasilkan berbagai kebaikan -pen)” (H.R. Thabrani dalam Al Kabir, juga oleh Al Baihaqi). Dalam bekerja harus ikhlas karena Allah. Niat memiliki peranan sangat penting dalam kerja-kerja kita. Manusia akan dibangkitkan pada hari Akhir berdasarkan niatnya. Rasulullah SAW bersabda: “Bahwasanya segala amal perbuatan itu tergantung pada niat. Dan bahwasanya bagi tiap-tiap orang apa yang ia niatkan…” Bekerja harus sesuai dengan aturan Islam. Agar bernilai ibadah, dan Allah meridhainya. Keinginan kita seirama dengan keinginan Allah. Dalam hadits Qudsi disebutkan: “Wahai hamba-Ku engkau berkeinginan Akupun memiliki keinginan. Jika engkau sandarkan apa yang engkau inginkan pada-Ku, maka akan Aku cukupkan apa yang engkau butuhkan. Namun jika engkau tidak sandarkan apa yang engkau inginkan pada-Ku, maka akan aku berikan keletihan dan kesengsaraan. Sesungguhnya apa yang terjadi adalah apa yang Aku inginkan.” Marilah kita jalani sisa hari Ramadhan ini dengan kesungguhan. Semakin Ramadhan menuju akhirnya, maka semakin kencang ibadah kita. Hiasilah akhir-akhir Ramadhan dengan amal yang terbaik, semoga Allah SWT menerima ibadah Ramadhan kita, dan tarbiah Ramadhan tahun ini menjadi bekal untuk menjalani kehidupan pada bulan-bulan berikutnya. Ya Allah, golongkanlah kami bersama orang-orang bertaqwa di bulan ini. Aamiin. Wallahu a’lam bishawab. LEMBAGA AMIL ZAKAT NASIONAL Chevron Indonesia “Berkhidmat pada Muzakki dan Mustahik” Zakat Infaq Sadaqah Call Center Hubungi 0765-595652, setiap hari kerja Senin s.d Sabtu Call/SMS LAZNas (24 jam): 07657023090 - contact person Jufriadi (FLEXI) Menerima permintaan penjemputan zakat langsung ke Muzakki (LAYANAN JEMPUT ZAKAT) LAZNas Chevron Duri Salary Allotment Silahkan hubungi Accounting Duri untuk mengikuti: ·Program Salary Allotment 2,5% gaji pokok, atau dapat juga dengan ·Pemotongan per bulan dengan jumlah tertentu ke Account Club 117973 (Bazismal Caltex Duri). Setoran Zakat Infaq Sadaqah Wakaf ·Bank Mandiri AC No. 108-001-2210655 a.n. LAZNas Chevron Indonesia ·Bank Syariah Mandiri AC No.717.777.777.8 a.n LAZNas Chevron Indonesia

×