Rangkuman mata kuliah auditing i (audit siklus pendapatan i) jiantari kel. 4

15,389 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
4 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
15,389
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
343
Comments
0
Likes
4
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Rangkuman mata kuliah auditing i (audit siklus pendapatan i) jiantari kel. 4

  1. 1. 2012 RANGKUMAN MATA KULIAH “AUDITING I”“AUDIT SIKLUS PENDAPATAN I” KELOMPOK 4: 1. IKA PURWANINGSIH C 301 08 077 2. DIAN PUSPITASARI C 301 08 078 3. MARSYA BANDASO C 301 08 104 4. TRIAN SASNITA C 301 09 009 5. JIANTARI C 301 09 013 6. NI KETUT WYANTI C 301 09 019 7. ERWINA C 301 09 030 DOSEN PEMBIMBING: 8. NURHASANAH C 301 09 031 SUGIANTO, SE., M. Si., Ak 9. NI NYOMAN SURYANTINI C 301 09 032 1/1/2012
  2. 2. PERTEMUAN KE-2 AUDIT SIKLUS PENDAPATAN I Siklus pendapatan (revenue cycle) perusahaan terdiri dari aktivitas-aktivitas yangberkaitan dengan pertukaran barang dan jasa dengan pelanggan dan penagihan pendapatandalam bentuk kas. Perusahaan yang berbeda juga memiliki sumber pendapatan yang berbeda.Sebagai contoh, perusahaan barang dagang dan pabrikasi yang melakukan penjualan; dokter,pengacara, akuntan publik yang menerima uang jasa (fee); bioskop, bank serta lembagakeuangan yang menerima bunga dan deviden; serta sekolah local yang menarik pajak.Kebanyakan pembahasan dan ilustrasi dalam bab ini didasarkan pada perusahaan barangdagang; akan tetapi, banyak penjelasan yang dapat mudah diterapkan pada jenis perusahaanlainnya. Usaha perusahaan barang dagang, kelompok transaksi yang termasuk dalam sikluspendapatan adalah (1) penjualan kredit (penjualan yang dilakukan dengan hutang), (2)penerimaan kas (penagihan piutang dan penjualan tunai), dan (3) penyesuaian penjualan(potongan, retur penjualan dan pengurangan harga, serta piutang tak tertagih [penyisipan danpengapusan]. Transaksi-ransaksi ini mempengaruhi akun-akun yang diuraikan sebagaiberikut. Tiga akun ini, yaitu harga pokok Transaksi Debet Kredit pendapatanPenjualan Piutang usaha Penjualan Harga pokok penjualan PersediaanPenerimaan Kas Piutang Usaha Diskon PenjualanRetur Penjualan dan Retur Penjualan dan PiutangPengurangan harga Pengurangan HargaPenyisihan untuk Beban piutang tak tertagih Penyisihan untuk piutangpiutang tak tertagih tak tertagihPengapusan piutang Penyisihan untuk piutang tak Piutangtak tertagih tertagih Penjualan (cost of goods sold), persediaan, dan kas, juga dipengaruhi oleh kelompoktransaksi dalam siklus lainya.TUJUAN AUDIT UNTUK SIKLUS PENDAPATAN Tujuan audit untuk siklus pendapatan berkaitan dengan perolehan bukti kompetenyang memcukupi tentang setiap asersi laporan keuangan yang signifikan saldo dan transaksisiklus pendapatan. Untuk mencapai setiap tujuan audit spesifik ini, auditor dapatmenggunakan bebagai bagian dari perencanaan audit dan metodologi pengujian audit,disamping itu aplikasi metodologi ini untuk siklus pendapatan juga diarahkan pada tujuanaudit spesifikasi yang telah diberi nomor urut (C1,…EO2,…EO1,…V4,…dan seterusnya)
  3. 3. Menggunakan Pemahaman tentang Bisnis dan Industri Klien untuk Mengembangkan StrategiAudit Auditor mengembangkan strategi audit berdasarkan risiko salah saji yang material.Langkah pertama dalam menilai risiko itu adalah memperoleh pemahaman tentang bisnis danindustri klien karena hal tersebut juga dapat membantu auditor dalam : 1. Mengembangkan ekspektasi tentang total pendapatan dengan memahami kapasitas klien, pasar, dan pelanggan klien. 2. Mengembangkan ekspektasi tentang marjin kotor dengan memahami pangsa pasar dan keunggulan kompetitif klien di pasar. 3. Mengembangkan ekspektasi tentang piutang bersih berdasarkan periode penagihan rata-rata untuk klien dan industri. a. Materialitas Pendapatan merupakan ukuran volume aktivitas sebenarnya bagi setiap perusahaan. Pendapatan biasanya melibatkan volume transaksi yang tinggi, dan total pendapatan merupakan hal yang sangat penting pada laporan keuangan yang seringkali digunakan sebagai ukuran materialitas secara keseluruhan untuk penugasan ini. Pengetahuan tentang bisnis dan industri klien merupakan hal yang penting dalam mempertimbangkan signifikansi transaksi penyesuaian penjualan, diskon penjualan, serta retur penjualan dan pengurangan harga yang sangat bervariasi dari satu industri dengan industri lainnya. b. Risiko Inheren Dalam menilai risiko inheren pada asersi siklus pendapatan, auditor harus mempertimbangkan faktor pervasif yang dapat mempengaruhi asersi dalam beberapa siklus, termasuk siklus pendapatan, serta faktor-faktor yang hanya berkaitan dengan asersi tertentu dalam siklus pendapatan. c. Risiko Prosedur Analitis Risiko prosedur analitis merupakan unsur risiko deteksi bahwa prosedur analitis akan gagal mendeteksi salah saji material. Prosedur analitis merupakan cara yang efektif dari segi biaya dan mengandalkan pada pengetahuan auditor tentang bisnis dan industri klien. Prosedur ini tidak hanya efektif dalam mengidentifikasi salah saji yang potensial atas laporan keuangan, tetapi juga efektif dalam mengidentifikasi masalah yang timbul ketika memberikan jasa berinali tambah di samping laporan audit. Prosedur analitis yang dapat dinilai auditor dalam siklus pendapatan mecakup : Perputaran penjualan, rasio penjualan terhadap rata-rata total aktiva. Kecenderungan dalam marjin kotor dibandingkan dengan kecenderungan dalam pangsa pasar. Estimasi piutang usaha yang memberikan pengetahuan tentang volume penjualan perusahaan, harga, dan periode penagihan historis. Perbandingan piutang usaha dengan piutang yang diestimasi dalam anggaran kas perusahaan. Beban piutang tak tertagih terhadap penjualan kredit bersih. Beban piutang tak tertagih terhadap piutang tak tertagih aktual.
  4. 4. Mempertimbangkan Komponen Pengendalian Internal a) Lingkungan pengendalian b) Penilaian risiko c) Informasi dan komunikasi d) Pemantauan e) Penilaian awal atas risiko pengendalian dan strategi audit pendahuluanAKTIVITAS PENGENDALIAN-TRANSAKSI PENJUALAN KREDITDokumen dan Catatan Umum Sejumlah dokumen dan catatan yang digunakan perusahaan besar dalam pemrosesantransaksi penjualan kredit seringkali mencakup hal-hal berikut ini : Pesanan pelanggan Pesanan penjualan Dokumen pengiriman Faktur penjualan Daftar harga yang diotorisasi File transaksi penjualan Jurnal penjualan File induk pelanggan File induk piutang usaha Laporan bulanan pelangganFungsi-fungsiPemrosesan transaksi pendapatan mencakup fungsi-fungsi pendapatan berikut :  Memprakarsai penjualan. Permintaan oleh sebuah perusahan untuk melakukan transaksi penjualan dengan perusahaan lain , meliputi : 1. Penerimaan pesanan pelanggan 2. Persetujuan kredit  Pengiriman barang dan jasa. Pengiriman fisik atau penyerahan barang dan jasa, meliputi : 1. Pemenuhan pesanan penjualan 2. Pengiriman pesanan penjualan  Pencatatan penjualan. Pengakuan formal atas pendapatan oleh perusahaan, meliputi : 1. Penagihan pelanggan 2. Pencatatan penjualanSistem Ilustratif untuk Pemrosesan Penjualan Kredit Setiap salinan dokumen tidak boleh didokumentasikan dalam bagan arus,sebagaimana auditor hanya memerlukan pemahaman yang cukup atas rencana audit. Baganarus tersebut juga mengikuti jejak transaksi sejak dimulainya transaksi itu sampaipencatatannya ke dalam buku besar, yang mendukung laporan keuangan. Auditor juga harusmendokumentasikan aktivitas atau prosedur pengendalian yang penting, yang mungkin telahdiselesaikan melalui ikhtisar tertulis singkat yang mirip dengan salah satu yang diikuti.
  5. 5. Memahami dan Menilai Risiko Pengendalian Auditor harus memperoleh pemahaman atas siklus penjualan yang mencukupi untukmerencanakan audit. Yaitu auditor perlu mempunyai pemahaman yang cukup untuk dapat :  Mengidentifikasi jenis salah saji yang potensial  Mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi risiko salah saji yang material Merancang pengujian substantif  Jika auditor berencana untuk menilai risiko pengendalian yang rendah atas sebuah asersi, maka sangat penting bagi nya untuk memperoleh pemahaman mengenai prosedur pengendalian untuk asersi tersebut. Hal yang biasa dilakukan auditor jika menilai risiko pengendalian pada tingkat rendah untuk asersi siklus pendapatan :  Menguji keefektifan pengendalian umum  Menggunakan teknik audit berbantuan komputer (CAATs) untuk mengevaluasi keefektivan pengendalian yang diprogram  Menguji keefektivan prosedur tindak lanjut atas pengecualian yang ditunjukkan oleh pengendalian terprogramAKTIVITAS PENGENDALIAN-TRANSAKSI PENERIMAAN KASDokumen dan Catatan Umum  Bukti penerimaan uang  Pradaftar  Lembar penghitungan kas  Ikhtisar kas harian  Slip deposi yang disahkan  File transaksi penerimaan kas  Jumlah penerimaan kasFungsi-fungsi 1. Menerima penerimaan kas, yaitu melalui : a) Penerimaan melalui kasir/Over the Counter Receipts b) Penerimaan melalui pos/Mail Receipts c) Menyetorkan kas ke bank d) Mencatat penerimaan kasSistem Ilustratif untuk Pemrosesan Penerimaan Kas Sebagaimana telah dicatat sebelumnya ketika membahas sistem penjualan kredit,terdapat juga beberapa sistem pemrosesan penerimaan kas.Memahami dan Menilai Risiko Pengendalian Banyak prosedur pengendalian yang terlibat dalam pemrosesan penerimaan kasmerupakan pengendalian manual, bukan prosedur pengendalian yang terprogram. Auditorbiasanya akan menggunakan kombinasi dari pengajuan pertanyaan, observasi, dan inspeksidokumen untuk mengumpulkan bukti bahwa prosedur pengendalian manual merupakanfungsi yang paling efektif.AKTIVITAS PENGENDALIAN-TRANSAKSI PENYESUAIAN PENJUALANTransaksi penyesuaian penjualan meliputi : o Pemberian potongan tunai
  6. 6. o Pemberian retur penjualan dan pengurangan harga o Penentuan piutang tak tertagihAktivitas pengendalian bermanfaat dalam mengurangi risiko penyelewengan semacam ituyang berfokus pada penetapan validitas, atau eksistensi atau kejadian, transaksi danmencakup hal-hal berikut ini :  Otorisasi yang tepat atas seluruh transaksi penyesuaian penjualan.  Perhitungan independen atas barang-barang yang diretur  Penggunaan dokumen dan catatan yang tepat  Pemisahan tugas untuk mengotorisasi transaksi penyesuaian penjualan dan penanganan serta pencatatan penerimaan kas.Apabila terdapat potensi salah saji yang material dari transaksi penyesuaian penjualan, makaauditor harus memperoleh pemahaman atas seluruh aspek yang relevan dari komponenstruktur pengendalian internal dan mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhirisiko salah saji semacam itu.PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS PIUTANG USAHAMenentukan Risiko Deteksi untuk Pengujian Rincian Risiko pengujian rincian berhubungan terbalik dengan penilaian tingkat risikoinheren, risiko prosedur analitis, dan risiko pengendalian. Jadi, faktor-faktor yang berkaitandengan penilaian ini harus dipertimbangkan dalam penentuan tingkat risiko pengujian rincianyang dapat diterima untuk setiap asersi piutang usaha. Penilaian risiko inheren yangdirencanakan, rissiko prosedur analitis, dan risiko pengendalian yang tepat telah digunakandalam model risiko audit, yaitu pada fase perencanaan, guna mencapai tingkat risikopengujian rincian yang tepat dan tingkat pengujian substantif terkait yang direncanakan, yangditetapkan dalam strategi audit pendahuluan untuk setiap asersi.Prosedur Awal Penting untuk memahami kebijakan perusahaan mengenai pengakuan pendapatan,seperti pemicu ekonomi yang mendasari perusahaan yang akan mempengaruhi totalpendapatan dan marjin kotor. Prosedur awal yang penting untuk memverivikasi piutang usahadan akun penyisihan terkait adalah menelusuri saldo awal perode berjalan ke saldo akhir yangtelah diaudit dalam kertas kerja tahun sebelumnya.Prosedur Analitis Tujuan auditor dalam melaksanakan prosedur analitis adalah mengembangkanekspektasi atas saldo piutang usaha, hubungan piutang usaha dengan penjualan, dan marjinkotor perusahaan. Prosedur analitis akan dilaksanakan dalam tahap akhir dari penugasanuntuk memastiksn bahwa bukti yang dievaluasi dalam pengujian rincian konsisten dengangambaran menyeluruh yang dilaporkan pada laporan keuangan.Pengujian Rincian Transaksi Pengujian rincian transaksi tertentu dapat dilaksanakan selama pekerjaan interimbersama dengan pengujian pengendalian dalam bentuk pengujian bertujuan ganda. Pengujiansaldo yang juga merupakan pengujian transaksi dan transaksi pendapatan belum tertagih,yang telah termasuk dalam piutang usaha, memiliki risiko salah saji yang lebih tinggidaripada yang telah tertagih. Terdiri dari : o Memvouching catatan piutang ke transaksi pendukung
  7. 7. o Melakukan pengujian pisah batas untuk penjualan dan retur penjualan o Melakukan pengujian pisah batas atas penerimaan kasPengujian Rincian SaldoDua bidang utama dari prosedur dalam kategori pengujian substantif untuk piutang usaha iniyaitu : 1. Konfirmasi Piutang Konfirmasi piutang usaha mencakup komunikasi tertulis secara langsung antara pelanggan dan auditor. Pertimbangan yang relevan dalam melakukan pengujian substantif adalah :  Prosedur audit yang berlaku umum  Formulir konfirmasi  Penentuan waktu dan luas permintaan konfirmasi  Pengendalian atas permintaan konfirmasi  Disposisi pengecualian  Prosedur alternatif untuk konfirmasi yang tidak dijawab  Memeriksa penagihan berikutnya  Memvouching faktur-faktur terbuka yang berisi saldo  Mengikhtisarkan dan mengevaluasi hasil  Aplikabilitas asersi 2. Mengevaluasi Kelayakan Penyisihan Piutang Tak Tertagih Pengujian saldo ini meliputi :  Penggunaan perangkat lunak audit tergeneralisasi untuk menjumlah secara vertikal dan menjumlah ke samping neraca saldo umur piutang usaha serta mencocokkan totalnya dengan saldo buku besar .  Pengujian penentuan umur atas jumlah-jumlah yang tercantum pada kategori umum dalam neraca saldo.  Pertimbangan bukti yang berkaitan dengan ketertagihan jumlah yang telah jatuh tempo.  Penilaian kelayakan persentase yang digunakan untuk menghitung komponen penyisihan yang diperlukan pada setiap kategori umur dan kelayakan penyisihan secara keseluruhan.  Pengevaluasian estimasi sebelumnya atas piutang tak tertagih dengan pengalaman berikutnya dan manfaat melihat kembali pengalaman sebelumnya.JASA BERNILAI TAMBAH Standar audit yang berlaku umum tidak mensyaratkan auditor untuk melakukan jasabernilai tambah. Akan tetapi, banyak auditor mengembangkan spesalisasi industri sehinggamereka dapat memahami kecenderungan industri dan mengidentifikasi dengan lebih baikrisiko yang berkaitan dengan laporan keuangan yang tidak menyajikan secara wajar posisikeuangan, hasil operasi, atau arus kas. Dalam proses pelaksanaan audit, auditor dapatmenetapkan tolok ukur atas kinerja perusahaan dibandingkan dengan perusahaan lain dalamindustri itu.
  8. 8. KEPUSTAKAANSitus Internet http://www.google.com//auditsikluspendapatan

×